Anda di halaman 1dari 2

Uji Iritasi Primer Dari Gel Luka Bakar Pada Kulit Kelinci Pendahuluan Gel luka bakar telah

diuji iritasi primer sesuai dengan Petunjuk Komisi

Keamanan Produk Konsumen, judul 16, bab 2, bagian 1500. Tujuan tes ini adalah untuk menentukan potensi iritasi kulit, pada kulit kelici yang utuh dan yang terkelupas. Penelitian ini dimulai pada 4 juli 1988 sampai 7 juli 1988. Bahan Sampel Kondisi pengujian Persiapan Prosedur pengujian Hewan Menggunakan enam ekor kelinci sehat varietas putih dari New Zealand yang diperoleh atas lisensi dari USDA. Kelinci diberi label pada bagian telinga, masing-masing dikandangi dan diberi makan setiap hari. Metode Bulu kelinci bagian belakang diikat selama 4jam dengan penjepit elektrik : gel luka bakar : pada ruangan dengan suhu dan kelembapan tertentu : sampel xxxx

sebelum pemberian sampel. Tiap kelinci mendapatkan 4 buah goresan secara sejajar dengan menggunakan jarum steril pada satu sisi sedangkan sisi yang lain utuh. 0,5 ml sampel diterapkan pada masing-masing bagian tadi di bawah dua lapis kain kasa berukuran 2,54 x 2,54 cm 2 . patches lalu diletakan diatasnya dan ditutup dengan plester non reaktif dan seluruh bagian yang diuji ditutup dengan pengikat. Kelinci lalu dikandangi kembali. Setelah 24 jam, pengikat dilepaskan. Bagian sisi uji dibersihkan dengan air untuk membersihkan sampel yang tersisa.

Setelah 24 dan 72 jam penerapan sampel, bagian sisi uji diperiksa untuk mengetahui reaksi kulit sesuai dengan FHSA pada table berikut DRAIZE EVALUATION OF DERMAL REACTION TABLE. nilai Tidak ada eritema Eritema sangat sedikit Eritema Eritema sedang sampai kuat Eritema sangat kuat (luka mendalam) 0 1 2 3 4

Table pembentukan edema Nilai Tidak ada edema Edema sanagt sedikit Edema sedang Edema kuat 0 1 2 3

Hasil Berdasarkan indek uji iritasi primer, nilai iritasi sampel 0,00. Tidak terjadi iritasi pada kulit kelinci. Kesimpulan Dibawah kondisi pengujian, sampel tidak menunjukan iritasi primer pada kulit dengan indek iritasi primer kurang dari 5,00.