Anda di halaman 1dari 6

1.

SUB RING dari suatu RING


Definisi 13.1.1:
Suatu himpunan bagian tak kosong S dari suatu gelanggang R dikatakan sub ring dari
R jika S adalah suatu ring relatif terhadap kedua operasi biner yang didefinisikan atas
R.
Teorema 13.1.2:
Suatu himpunan bagian tak kosong S dari suatu ring R adalah subring dari R jika dan
hanya jika S memenuhi tiga aksioma:
(1) 0

S
(2) x,y

S, maka x y

S
(3) x,y

S, maka xy

S
Bukti:
I. Akan dibuktikan jika suatu himpunan bagian tak kosong S dari suatu ring R adalah
subring dari R, maka memenuhi aksioma:
(1) 0

S
(2) x,y

S, maka x y

S
(3) x,y

S, maka xy

S
S merupakan subring dari R, berarti S memenuhi sifat-sifat ring.
1. Pada sifat identitas berlaku

a a e e a S e S a + + ) )( (
Dari sifat diatas, dipenuhi S e dan karena S e 0 0
2. Pada sifat invers berlaku,
e x x x x S y x S y x + + ) ( ) ( ) , )( , (
dan
e y y y y + + ) ( ) (
Dari sifat diatas, diperoleh
S y x ,
, maka menurut sifat tertutup berlaku
S y x y x + ) (
3. Karena subring biner terhadap perkalian, maka
) ( S xy
berlaku
S yx xy
) ( S xy
maka
S xy
II. Jika S merupakan himpunan bagian tak kosong dari R dan memenuhi ketiga aksioma
diatas, maka S adalah subring dari R.
1. 0

S, karena 0 = e, maka e

S
Sehingga didapat
x x e e x S e S x + + ,
(sifat identitas terpenuhi)
2. S

R, artinya setiap anggota S merupakan anggota R.


Jika a,b,c

S, maka a,b,c

R. Karena R merupakan ring, maka a,b,c pastilah


memenuhi sifat ring. Maka berlaku:
-
S c b a , ,
berlaku (a+b)+c=a+(b+c) Sifat assosiatif terpenuhi
-
S b a ,
berlaku a+b=b+a Sifat komutatif terpenuhi
-
S c b a , ,
berlaku (a.b)c=a(b.c) Sifat assosiatif perkalian terpenuhi
-
S b a ,
berlaku a(b+c)=ab+bc dan (a+b)c=ac+bc sifat distributif
terpenuhi
3.
a , 0
S, maka menurut aksioma (2) 0 a = -a

S sifat invers terpenuhi


4. Karena sifat invers terpenuhi, maka a,b

S, (-a)(-b)

S.
Dari uraian diatas (a),(-b)

S, maka menurut aksioma (2), a-(-b)=a+b

S
(sifat tertutup terpenuhi)
Dari 1,2,3,4, disimpulkan S merupakan subring dari R.
Contoh:
Diketahui bahwa

'

1
]
1

R d c b a
d b
c a
R , , , ;
. Buktikan bahwa

'

1
]
1

R b a
b
a
S , ;
0
0
merupakan subring dari R.
Jawab:
S merupakan himpunan bagian tak kosong dari R dan S memiliki unsur identitas
relatif terhadap operasi penjumlahan, yaitu
1
]
1

0 0
0 0
.
Ambil unsur A
1
=
1
]
1

1
1
0
0
b
a
dan A
2
=
1
]
1

2
2
0
0
b
a

S, maka
A
1
A
2
=
1
]
1

1
1
0
0
b
a
-
1
]
1

2
2
0
0
b
a
=
1
]
1

2 1
2 1
0
0
b b
a a

S
Dan
A
1
. A
2
=
1
]
1

1
1
0
0
b
a

1
]
1

2
2
0
0
b
a
=
1
]
1

2 1
2 1
. 0
0 .
b b
a a

S
Jadi, S adalah subring dari R.
2. IDEAL dari suatu RING
Definisi 13.2.1:
Suatu subring N dari suatu ring R dikatakan ideal kiri dari R jika untuk setiap r

R dan
setiap n

N, berlaku rn

N. Sebaliknya subring N dari ring R dikatakan ideal kanan


dari R jika untuk setiap r

R dan n

N, berlaku nr

N. Selanjutnya subring N
dikatakan ideal dari R bila N adalah ideal kiri dan sekaligus ideal kanan dari R,
artinya untuk setiap r

R dan setiap n

N, rn dan nr keduanya berada di N


Teorema 13.2.2:
Andaikan R adalah suatu ring. Suatu himpunan bagian tak kosong N dari R dikatakan
ideal dari R jika N memenuhi:
(1) a,b

N, diperoleh a b

N
(2) n

N dan r

R, rn dan nr berada di N
Bukti:
Andaikan N adalah himpunan bagian tak kosong dari ring R yang memenuhi aksioma
(1) dan (2), maka akan ditunjukkan N adalah subring dari R.
N merupakan himpunan tak kosong artinya N memiliki minimal 1 anggota, misalkan x.
Maka x

N
(*) x

N, maka x x

N (sesuai dengan teorema 13.1.2 aksioma (2))


(**) x

N, maka x x = 0

N (sesuai dengan teorema 13.1.2 aksioma (1))


(***)
N y x ,
, artinya
1. x

N
2. y

N, karena R N maka y

R
Dari x

N dan y

R sesuai teorema 13.2.2, xy dan yx berada di N. Sama artinya


xy

N. Maka disimpulkan x,y

N dan xy

N (sesuai teorema 13.1.2 aksioma


(3)).
Dari (*), (**), (***) disimpulkan N merupakan subring dari R.
Karena N subring dari R dan untuk setiap n

N, r

R, berlaku rn dan nr berada di N.


Disimpulkan bahwa N ideal dari R.
Catatan:
Ideal kiri dan ideal kanan dari suatu ring akan sama bila ring tersebut adalah ring
komutatif.
Contoh:
Diketahui bahwa

'

1
]
1

Z s r q p
s r
q p
R , , , ;
. Buktikan bahwa

'

1
]
1

Z b a
b
a
N , ;
0
0
merupakan ideal dari N.
Jawab:
N merupakan himpunan tak kosong dari R, berarti
1
]
1

0 0
0 0
N
Ambil unsur sebarang A
1
=
1
]
1

1
1
0
0
b
a
dan A
2
=
1
]
1

2
2
0
0
b
a

N, maka
A
1
A
2
=
1
]
1

1
1
0
0
b
a
-
1
]
1

2
2
0
0
b
a
=
1
]
1

2 1
2 1
0
0
b b
a a

N
Selanjutnya, ambil sebarang unsur B =
1
]
1

s r
q p
R dan A =
1
]
1

b
a
0
0
adalah
sebarang unsur di N, maka
B.A =
1
]
1

s r
q p

1
]
1

b
a
0
0
=
1
]
1

sb ra
qb pa
N
Berarti N bukan ideal kiri dari R.
A.B =
1
]
1

b
a
0
0

1
]
1

s r
q p
=
1
]
1

bs br
aq ap
N
Berarti N bukan ideal kanan dari R.
Maka, N bukan ideal dari R.
Teorema 13.2.6:
Andaikan a adalah satu unsur di dalam ring komutatif R. Himpunan N = {ra :r

R}
adalah suatu ideal dari R. Selanjutnya, bila M adalah suatu ideal yang memuat unsur
a, maka N M .
Bukti:
N merupakan himpunan tak kosong. Untuk sebarang r
1
a, r
2
a

N, diperoleh r
1
a - r
2
a =
(r
1
- r
2
)a. Karena r
1
,r
2

R, maka r
1
- r
2

R. Hal ini berakibat r


1
a- r
2
a = (r
1
-r
2
)a

N.
Selanjutnya, N = {ra :r

R}, dari himpunan ini diperoleh ra

N dimana r

R. Ambil
sebarang x

R dan r

R, maka xr

R sehingga x(ra) = (xr)a

N ( ra

N). Maka N
merupakan ideal kiri dari R. Karena R adalah suatu ring komutatif, maka N juga ideal
kanan dari R. Jadi, N adalah suatu ideal dari R.
Andaikan M adalah sebarang ideal dari R dan memuat unsur a, maka a

M. Karena r

R dan a

M sehingga diperoleh ra

M. Karena ra

N dan ra

M, maka disimpulkan
M N .
Definisi 13.2.7:
Ideal N yang disefinisikan pada teorema 13.2.6 disebut sebagai ideal prinsipal yang
dibangun oleh unsur a. Suatu ring demikian sehingga semua idealnya adalah ideal
prinsipal disebut sebagai ring ideal prinsipal.
Contoh:
Ring R adalah Z
6
= {0,1,2,3,4,5}, dengan N = {ra :r

R}.
N
0
= {r.0 :r

R}={0}
N
1
= Z
6
= {r.1 :r

R}={0,1,2,3,4,5}
N
2
= {r.2 :r

R}={0,2,4}
N
3
= {r.3 :r

R}={0,3}
Hal ini berarti, N
0
, Z
6
, N
2
, dan N
3
adalah ideal dari Z
6
. Maka Z
6
adalah ring ideal
prinsipil.
Definisi 13.2.10:
Suatu ideal sejati N dari ring R dikatakan ideal prima jika untuk semua x,y

R dengan
xy

N, maka x

N atau y

N. Selanjutnya suatu ideal sejati N dari R dikatakan ideal


maksimal dari ring R, bila untuk setiap ideal M di R berlaku hubungan M R N .
Contoh:
Suatu ring R adalah ring bilangan bulat modulo Z
12
. Ideal sejati dari Z
12
adalah
{0,2,4,6,8,10}, {0,3,6,9}, {0,4,8}, {0,6}. Sehingga {0,2,4,6,8,10} dan {0,3,6,9} adalah
ideal maksimal dari Z
12
. Ideal N ={0,2,4,6,8,10} dan N
1
={0,3,6,9} adalah suatu ideal
prima, karena untuk setiap x,y
12
Z dengan
N xy
, maka N x atau
N y
. Tetapi
N
2
= {0,4,8} dan N
3
={0,6} bukan ideal prima karena 2.2 = 4 tetapi 2
2
N , dan 2.3 = 6
tetapi 2
3
N
dan 3
3
N
Teorema 13.2.13:
Andaikan R adalah suatu ring dengan unsur kesatuan 1. Jika N adalah suatu ideal dari
R yang mengandung unsur satuan, maka N = R.
Bukti:
Misalkan N a , karena N adalah ideal dari R yang mengandung unsur kesatuan, maka
terdapat N a
1
. R N , artinya setiap anggota N merupakan anggota R, maka
R a
1
. Karena N adalah suatu ideal, maka N a a

1 .
1
.
N 1 dan R r , maka sesuai definisi 13.2.1, diperoleh bahwa r.1 = r

N. Karena r

R dan r

N, artinya N dan R adalah ring dengan unsur kesatuan yang sama. N = R.


Sebagai akibat langsung dari teorema 13.2.13, kita peroleh sebagai berikut:
Akibat 13.2.14:
Jika F adalah suatu field, maka F tidak mempunyai ideal sejati.
Bukti:
(*) Misalkan N adalah sebarang ideal dari field F. Jika N = {0}, maka N adalah ideal tak
sejati dari F.
(**) Misalkan N {0}, karena F adalah suatu field dan N adalah sebarang ideal dari F,
maka setiap n

N dengan n 0 adalah suatu unsur satuan. Berdasarkan teorema


13.2.13, maka N = F.
Dari (*) dan (**) diperoleh bahwa F tidak mempunyai ideal sejati.