Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Program KIE dalam Pelayanan KB di Indonesia dengan lancar. Makalah ini disusun sebagai syarat untuk memenuhi tugas PELAYANAN KB. Dalam penyusunan makalah ini, Penyusun telah menerima bimbingan, bantuan , saran , serta inspirasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu , tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada : 1) Tuhan YME yang telah memberi kenikmatan sehingga penyusunan karya tulis ini dapat diselesaikan dengan baik. 2) Ibu Naomi Pamila selaku Dosen Pengampu yang telah memberi

bimbingan, bantuan, dan saran kepada kami dalam belajar PELAYANAN KB. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini belum dapat dikatakan sempurna. Semoga makalah kami dapat mendatangkan manfaat bagi seluruh pihak diantaranya dapat menambah pengetahuan bagi kami dan yang lain. Amin. Cilacap,7 Maret 2012

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Gerakan KB nasional adalah gerakan masyarakat yang menghimpun dan mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melembagaan dan membudayakan norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS) dalam rangka mengingkatkan mutu sumber daya manusia. Tujuan gerakan KB nasional adalah mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Aseptor KB (peserta keluarga berencana/ family planning participant) ialah PUS yang mana salah seorang menggunakan salah satu cara/ alat kontrasepsi untuk pencegahan kehamilan baik melalui program maupun non program. Tujuan umum dari program KB adalah menurunkan angka kelahiran dan meningkatkan kesehatan ibu sehingga di dalam keluarganya akan berkembang Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Sasaran dalam program ini adalah pasangan usia subur ( PUS) yang ditetapkan berdasarkan survey PUS yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun dan pelaksanaannya di koordinasikan oleh petugas lapangan KB (PLKB).

1.2 Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. Apakah yang dimaksud dengan KIE ? Apakah tujuan dari KIE ? Apa sajakah jenis- jenis Kegiatan dalam KIE? Apa sajakah Prinsip-prinsip KIE? Bagaimanakah Konseling Keluarga Berencana?

1.3 Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. Untuk mengetahui definisi KIE. Untuk mengetahui tujuan dari KIE. Untuk mengetahui jenis Kegiatan dalam KIE. Untuk mengetahui prinsip KIE. Untuk mengetahui Konseling Keluarga Berencana.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi KIE Komunikasi adalah penyampaian pesan secara langsung/tidak langsung melalui saluran komunikasi kpd penerima pesan u/ mendapatkan efek.

Komunikasi kesehatan adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi perilaku positif dimasyarakat, dengan menggunakan prinsip dan metode komunikasi baik menggunakan komunikasi pribadi maupun komunikasi massa. Informasi adalah keterangan, gagasan maupun kenyataan yang perlu diketahui masy (pesan yang disampaikan). Edukasi adalah proses perubahan perilaku ke arah yang positif. Pendidikan kesehatan merupakan kompetensi yang dituntut dari tenaga kesehatan karena merupakan salah satu peranan yang harus dilaksanakan dalam setiap memberikan pelayanan kesehatan.

2.2 Tujuan KIE Tujuan dilaksanakannya Program KIE, yaitu : 1. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek KB sehingga tercapai penambahan peserta baru 2. 3. Membina kelestarian peserta KB Meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan

4.

Mendorong terjadinya proses perubahan perilaku ke arah yang positif, peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat (klien) secara wajar sehingga masyarakat melaksanakannya secara mantap sebagai perilaku yang sehat dan bertanggung jawab

2.3 Jenis- jenis Kegiatan dalam KIE 1. KIE Individu : Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan individu sasaran program KB. 2. KIE Kelompok : Suatu proses KIE timbul secara langsung antara

petugas KIE dengan kelompok (2-15 orang) 3. KIE Massa : Suatu proses KIE tentang program KB yang dapat

dilakukan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar.

2.4 Prinsip KIE Prinsip yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan KIE adalah: 1. 2. 3. 4. Memperlakukan klien dengan sopan, baik dan ramah Memahami, menghargai dan menerima keadaan ibu sebagaimana adanya. Memberi penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami Menggunakan alat peraga yang menarik dan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari 5. Menyesuaikan isi penyuluhan dengan keadaaan dan resiko yang dimiliki ibu

2.5 1.

Konseling keluarga berencana DEFINISI proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan KB dan bukan hanya informasi yang diberikan dan dibicarakan pada satu kali kesempatan yakni pada saat pemberian pelayanan

2.

TUJUAN

a). Meningkatkan penerimaan Informasi yang benar, diskusi bebas dengan cara mendengarkan, berbicara dan komunikasi non-verbal meningkatkan penerimaan informasi mengenai KB oleh klien b). Menjamin pilihan yg cocok Menjamin petugas dank lien memilih cara terbaik yang sesuai dengan keadaan kesehatan dan kondisi klien c). Menjamin penggunaan yg efektif Konseling efektif diperlukan agar klien mengetahui bagaimana menggunakan KB dengan benar dan mengatasi informasi yang keliru tentang cara tersebut d). Menjamin kelangsungan yang lebih lama Kelangsungan pemakaian cara KB akan lebih baik bila klien ikut memilih cara tersebut, mengetahui cara kerjanya dan mengatasi efeksampingya. 3. JENIS KONSELING KB

Komponen penting dalam pelayanan KB dibagi 3 tahapan yaitu : a). Konseling Awal Bertujuan menentukan metode apa yg diambil Bila dilakukan dengan objektif langkah ini akan membentu klien untuk memilih jenis KB yang cocok untuknya Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini : Menanyakan langkah yg disukai klien Apa yg diketahui tentang cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannya

b). Konseling Khusus Memberi kesempatan k/ untuk bertanya ttg cara KB dan membicarakan pengalamannya Mendapatkan informasi lebih rinci tentang KB yg diinginkannya Mendapatkan bantuan untuk memilih metoda KB yang cocok dan mendapatkan penerangan lebih jauh tentang penggunaannya c). Konseling Tindak Lanjut

Konseling lebih bervariasi dari konseling awal Pemberi pelayanan harus dapat membedakan masalah yg serius yang memerlukan rujukan dan masalah yang ringan yang dapat diatasi di tempat

4.

LANGKAH KONSELING 1). GATHER G : Greet

Berikan salam, kenalkan diri dan buka komunikasi. A : Ask

Tanya keluhan/kebutuhan pasien dan menilai apakah keluhan/ kebutuhan sesuai dengan kondisi yang dihadapi? T : Tell

Beritahukan persoalan pokok yg dihadapi pasien dari hasil tukar informasi dan carikan upaya penyelesaiannya H : Help

Bantu klien memahami & menyelesaikan masalahnya E : Explain

Jelaskan cara terpilih telah dianjurkan dan hasil yang diharapkan mungkin dapat segera terlihat/ diobservasi) R : Refer/Return visit

Rujuk bila fasilitas ini tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai. Buat jadwal kunjungan Ulang) 2). Langkah Konseling KB SATU TUJU Langka SATU TUJU ini tidak perlu dilakukan berurutan karena menyesuaikan dengan kebutuhan klien. SA : Sapa dan salam

Sapa klien secara terbuka dan sopan Beri perhatian sepenuhnya, jaga privasi pasien Bangun percaya diri pasien

Tanyakan apa yang perlu dibantu dan jelaskan pelayanan apa yang dapat diperolehnya. T : Tanya

Tanyakan informasi tentang dirinya Bantu klien pengalaman tentang KB dan kesehatan reproduksi Tanyakan kontrasepsi yang ingin digunakan U : Uraiakan

Uraikan pada klien mengenai pilihannya Bantu klien pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini serta jelaskan jenis yang lain TU : Bantu

Bantu klien berfikir apa yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya Tanyakan apakah pasangan mendukung pilihannya J : Jelaskan

Jelaskan secara lengkap bagaiman menggunakan kontrasepsi pilihannya setelah klien memilih jenis kontrasepsinya. Jelaskan bagaimana penggunaannya Jelaskan manfaat ganda dari kontrasepsi U : Kunjungan Ulang

Perlu dilakukan kunjungan ulang untuk dilakukan pemeriksaan atau permintaan kontrasepsi jika dibutuhkan. e. Tahapan konseling dalam pelayanan KB Tahapan Konseling dalam pelayanan KB dapat dirinci dalam tahapan sebagai

berikut : KIE Motivasi Bimbingan Rujukan KIP/K yan. Kontrasepsi Tindak lanjut 1) KEGIATAN KIE a) Sumber informasi pertama tentang jenis alat/ metode KB dari petugas

lapangan KB b) Pesan yang disampaikan : Pengertian dan manfaat KB bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga

Proses terjadinya kehamilan pada wanita (yang kaitannya dengan cara kerja

dan metode kontrasepsi) Jenis alat/metode kontrasepsi, cara pemakaian, cara kerjanya serta lama

pemakaian 2) Kegiatan Bimbingan a) b) Tindak lanjut dari kegiatan KIE dengan menjaring calon peserta KB Tugas penjaringan : memberikan informasi tentang jenis kontrasepsi lebih Bila iya rujuk ke KIP/K

objektif, benar dan jujur sekaligus meneliti apakah calon peserta memenuhi syarat c)

3) Kegiatan Rujukan a) b) Rujukan calon peserta KB, utk mendapatkan pelayanan KB Rujukan peserta KB, untuk menindaklanjuti komplikasi

4) Kegiatan KIPK/K Tahapan dalam KIP/K a) b) c) d) e) f) g) h) Menjajaki alasan pemilihan alat Menjajaki aa klien sudah mengetahui/ paham ttg alat kontrasepsi tsb Menjajaki klien tahu/tdk alat kontrasepsi lain Bila belum, berikan informasi Beri klien kesempatan untuk mempertimbangkan pilihannya kembali Bantu klien mengambil keputusan Beri klien informasi, apapun pilihannya, klien akan diperiksa kesehatannya Hasil pembicaraan akan dicatat pada lembar konseling

5) Kegiatan Pelayanan Kontrasepsi a) b) c) Pemeriksaan kesehatan : anamnesis dan Px. Fisik Bila tidak ada kontra indikasi pelayanan kontrasepsi dapat diberikan Untuk kontrasepsi jangka panjang perlu inform consent

6) Kegiatan Tindak Lanjut a) Petugas melakukan pemantauan keadaan peserta KB dan diserahkan

kembali kepada PLKB

f. 1)

INFORMED CONSENT Persetujuan yang diberikan oleh klien atau keluarga atas informasi dan

penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap klien 2) Setiap tindakan medis yang beresiko harus persetujuan tertulisi ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan (klien) dlm keadaan sadar dan sehat

DAFTAR PUSTAKA http://missheni.com/2011/03/kie-dalam-pelayanan-kb.html http://balatbangbengkulu.files.wordpress.com/2010/02/advokasi-dan-kie.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19231/5/Chapter%20I.pdf http://bahankuliahkesehatan.com/2011/03/kie-dalam-pelayanan-kb.html