Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

ANALISIS KEBUTUHAN AIR, SCHEDULLING IRIGASI DAN PERANCANGAN METODE IRIGASI TANAMAN .. DI DESA ., KECAMATAN.. (Materi UTS Semester Genap 2011/2012)

Oleh : PUTRI SETYA RAHMITA NIM : 105040204111016 Kelas : J

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN MALANG 2012

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR. I. PENDAHULUAN . 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan .. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Syarat Tumbuh Tanaman ? .. 2.2. Fungsi Air Dalam Pertumbuhan Tanaman .. 2.3. Software Cropwat 8 2.4. Macam Metode Irigasi III. METODE ANALISIS . 3.1. Analisis Kebutuhan Air Tanaman 3.2. Analisis Kebutuhan Air Irigasi .. 3.3. Analisis Pemilihan Metode Irigasi 3.4. Perancangan Design Irigasi di Lapangan . IV. HASIL DAN PEMBAHASAN . 4.1. Kondisi Umum Lokasi Studi . 4.2. Kebutuhan Air Tanaman 4.2.1. Kondisi Meteorologi Lokasi Studi . 4.2.2. Kebutuhan Air Tanaman 4.3. Kebutuhan Air Irigasi Sesuai Skenario 4.4. Metode Irigasi Yang Dipilih 4.4.1. Rancangan Design Irigasi di Lapangan .. i 1 1 2 3

4.4.2. Evaluasi Design 4.4.3. Rencana Operasional Irigasi . V. KESIMPULAN DAN RENCANA LANJUTAN . 5.1. Kesimpulan 5.2. Rencana Lanjutan .

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah S.W.T karena atas rahmat dan hidayahnya dapat terselesaikan Laporan ANALISIS KEBUTUHAN AIR, Wajak, Kabupaten Malang. Laporan ini merupakan salah satu tugas untuk memenuhi standar kompetensi sebagai pengganti Ujian Tengah Semester . Pada kesempatan ini tak lupa penyusun mengucapkan terimakasih banyak kepada:
1. Kedua orang tua tercinta yang telah banyak berkorban dan memberikan bantuan baik

SCHEDULLING IRIGASI DAN

PERANCANGAN METODE IRIGASI TANAMAN. Dalam Studi Kondisi Lahan pada daerah

motivasi maupun materi hingga terselesaikannya laporan matakuliah Irigasi dan Drainase ini
2. Para Dosen dari Tim Dosen Jurusan Tanah salah satunya Dr. Ir. Sugeng Prijono, MS.

yang membimbing kami.


3. Asisten praktikum yang telah membimbing dan membantu dalam pelaksanaan dan

penyusunan hingga terselesaikannya laporan ini dan dari kakak-kakak Jurusan Tanah Mas Ray dan Mbak Hilda.
4. Orang terkasih (Fikhi Masjida .N.) dan teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu

persatu namanya yang telah membantu dan memberikan semangat untuk menyelesaikan makalah ini.
5. Semua pihak terkait yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu yang telah telah

meluangkan waktu untuk turut membantu dalam penulisan laporan ini hingga selesai. Dalam laporan ini, membahas tentang budidaya tomat, sistem irigasi, pengunaan Cropwat, rancangan sistem dan metode irigasi sawah tomat di Wajak, Kabupaten Malang. Penyusun menyadari bahwa di dalam penulisan lapran ini masih banyak kekurangan sehingga diharapkan pada semua pihak untuk dapat memberikakn kritikan dan saran masukan yang bermanfaat guna penyempurnaan laporan ini dan selanjutnya. Akhirnya penyusun berharap semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Malang, April 2012

Penyusun

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang


Air merupakan sumberdaya yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup baik untuk memenui kebutuhannya maupun menopang hidupnya secara alami. Kegunaan air yang bersifat universal atau menyeluruh dari setiap aspek kehidupan menjadi semakin berharganya air baik jika dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Air dibumi sekitar 95,1% adalah air asin sedangkan 4,9% berupa airtawar, hal ini tentu saja menjadi perhatian yang sangat penting mengingat keberadaan air yang bisa dimanfaatkan terbatas sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas sehingga perlu suatu pengelolaan yang baik agar air dapat dimanfaatkan secara lestari. Pemanfaatan air tentu akan sangat berkaitan dengan ketersediaan dan jenis pemanfaatan seperti pemanfaatan air untuk irigasi, perikanan, peternakan, industry dan lainnya. Adanya berbagai kepentingan dalam pemanfaatan air dapat menimbulkan terjadinya konflik baik dalam penggunaan airnya maupun cara memperolehnya. Seiring dengan bertambahnya penduduk maka persaingan untuk mendapatlkan air untuk berbagai macam kepentingan pun terus meningkat. Konsep mengenai ketersediaan dan kebutuhan air perlu dipahami dengan baik agar pola penggunaan air atau manajemen dapat baik pula sehingga hal-hal negative seperti krisis air, banjir, kekeringan maupun dampak-dampak lainnya setidaknya dapat direduksi. Banyaknya kasus-kasus degradasi sumberdaya air seperti intrusi air laut oleh pengambilan yang berlebihan melebihi batas aman, pencemaran airtanah maupun air permukaan disebabkan oleh pemanfaatan air yang tidak berwawasan lingkungan yang cenderung mengedapankan kebutuhan saja tanpa mempertimbangkan ketersediaannya. Untuk itu, evaluasi sumberdaya air sangat penting dilakukan agar semua potensi air yang ada dapat diinventarisasi dan dihitung ketersediaannya dan juga menghitung kebutuhan air sehingga dapat diupayakan sebuah rencana yang ideal agar kebutuhan manusia terpenuhi dan ketersesiaan air tetap terjaga. Pengetahuan tentang keirigasian terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Masuknya era digital juga merambah pada ranah ilmu keirigasian. Perhitungan tentang keirigasian baik mulai dari kebutuhan air irigasi, kebutuhan air tanaman, kebutuhan air pada suatu lahan dan lain sebagainya, selain dapat dihitung dengan menggunakan

rumus manual, oleh karena berkembangnya teknologi itu semua dapat dihitung dengan menggunakan soft ware. Dalam era global sekarang terutama tentang pengetahuan komputerisasi hendaklah merupakan suatu harga mati yang harus diketahui sebagai seorang mahasiswa. Perkembangan bidang ilmu tentang keirigasian juga termasuk kedalamnya. Dengan memasukkan data klimatologi seseorang sudah bisa mengetahui hamper segala hal yang dibutuhkan dalam kegiatan keirigasian. Pengaplikasian soft ware dalam bidang ilmu keirigasian ini sangat membantu dan bahkan berperan penting sekali dalam penglolaan data klimatologi dan sehingga menghasilkan data hasil yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dalam hal kebijakan keirigasian. Pada kali ini kita menggunakan komoditas tomat untuk mengetahui irigasi pada komoditas tomat yang ada di kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Pada daerah Wajak tanaman yang paling banyak kita jumpai adalah tanaman dari jenis buah dan sayur atau bisa dikatakan tanaman hortikultura. Untuk mengetahui kondisi irigasinya kita harus tahu data meteorology untuk mewakili wilayah tersebut.

I.2 Tujuan
Mahasiswa dapat langsung mengamati kondisi lingkungan. Mahasiswa dapat mengetahui peranan air bagi tanaman. Mahasiswa dapat mengetahui dampak-kekurangan dan kelebihan air bagi tanaman. Mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai pentin bgnya air bnagi tanaman

Mahasiswa dapat lebih mendalami dan memahamkan mengenai penggunaan software computer untuk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan air irigasi beserta karakteristiknya Mahasiswa mampu membuat rancangan pengairan yang dapat dimanfaatkan. Mahasiswa mampu menganalisis penggunaan irigasi yang baik yang seperti apa. Mahasiswa diharapkan dapat mempraktikan memanfaatkan,mengerti hal tersebut

dan menerapkan nya pada lapangan kerja nantinya.

II. TINJAUAN PUSTAKA II.1 Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomat. Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropic maupun subtropik. Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani Tomat merupakan satu dari sayuran yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Sebagai sayuran buah, tomat merupakan sumber vitamin A dan C. Tomat tumbuh baik pada temperatur 20 -27C, pembentukan buah terhambat pada temperatur >30C atau < 10C. Tomat baik ditanam pada tanah yang berdrainase baik, dengan pH optimum 6.0 -7.0. Tomat dapat ditanam sebagai rotasi pada lahan sawah. Hindari menanam tomat pada lahan yang sebelumnya ditanami tanaman dari keluarga Solanaceae, seperti: terung, cabai, tomat dan yang lainnya untuk menghindarkan hama dan penyakit. Beberapa tipe tomat yang dibudidayakan antara lain: buah segar (biasanya berwarna merah dengan variasi dalam bentuk, ukuran dan warna); chery-buah kecil; dan prosesing buah dengan warna merah yang kuat dan tinggi dalam kandungan bahan padat, sesuai untuk dibuat pasta, sup atau saos. Berdasarkan pertumbuhannya, tomat diklasifikasikan sebagai determinat (menyemak, pendek) dimana pertumbuhan batang diakhiri dengan karangan bunga,

semideterminate atau indeterminat (tinggi) tumbuh berterusan menghasilkan daun dan bunga. Pada indeterminat, memungkinkan masa panen yang lebih panjang, yang mungkin bermanfaat pada waktu harga berfluktuasi, akan tetapi jenis ini perlu menggunakan turus dan harus dipangkas secara teratur yang dapat menambah tenaga kerja. Untuk varietas yang ditanam dapat dipilih berdasarkan varietas yang tahan penyakit, disesuaikan dengan musim, atau varietas hibrida maupun OP, tergantung dari kebutuhan budi daya.Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut: Kerajaan : Plantae (tidak termasuk) Eudicots Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Genus : Solanum Spesies : S. lycopersicum Nama binomial Solanum lycopersicum Sinonim Lycopersicon lycopersicum Lycopersicon esculentum Gambar Tomat

Dari sekian banyak varietas tomat yang ada, yang banyak ditanam petani adalah tomat varietas ratna, berlian, precious 206, kingkong dan intan. Sedangkan dari hasil survei yang telah dilakukan di lapangan varietas yang digunakan adalah varietas Artaloka. Varietas yang banyak beredar dan dibudidayakan di Indonesia adalah : Ratna, Intan, Arthaloka, Bonanza, Mahkota, dll.

II.2 II.3 II.4

Fungsi Air dalam Pertumbuhan Tanaman Software Cropwat 8 Macam Metode Irigasi
Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian.

Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sunga

iatau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Macam metode irigasi :

Irigasi Permukaan

Irigasi Permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.

Irigasi Pompa

Air diambil dari sumur dalam atau sungai dan dianikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapatterus mengairi sawah.

Irigasi sprinkler (penyemprotan)

Penyemprotan biasanya dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

Irigas Tetes

Suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar (emiter / dripper). Debit kecil dan konstan serta tekanan rendah. Air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena gaya kapiler dan gravitasi. Bentuk sebarannya tergantung jenis tanah, kelembaban, permeabilitas tanah, dan jenis tanaman.

III. METODE ANALISIS

3.1. Analisis Kebutuhan Air Tanaman 3.2. Analisis Kebutuhan Air Irigasi 3.3. Analisis Pemilihan Metode Irigasi 3.4. Perancangan Design Irigasi di Lapangan

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Kondisi Umum Lokasi Studi


SEJARAH WAJAK

Kecamatan Wajak adalah wilayah kerja Camat Wajak sebagai perangkat daerah di Kabupaten Malang. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 126 ayat (1) sampai dengan ayat (7) dan dipertegas dengan Keputusan Bupati Malang Nomor 125 tahun 2004 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Kecamatan. Secara astronomis Kecamatan Wajak terletak pada 1120-37'32" sampai 122054'56" dan 8021'45". Terdapat sungai yang mengalir mulai dari kaki gunung Semeru yaitu Kali Lesti, yang ujungnya bermuara di pantai selatan. Kecamatan Wajak adalah salah satu Kecamatan dari 33 Kecamatan di Kabupaten Malang terdiri dari 13 Desa, 43 Dusun, 145 Rw dan 487 Rt yang keberadaannya sebagai berikut : a.Kedudukan Geografis. Kecamatan Wajak secara geografis terletak di sebelah Timur 25 Km dari kota Malang, terletak pada ketinggian wilayah 525 m/dpl, suhu maksimum/minimum : 32C /20C , dalam rupa bumi terletak dikordinat sebelah timur pada 112 43 dan garis lintang selatan pada 0806, Curah hujan rata rata pertahun antara 1297 s/d 1925 mm setiap tahunnya dengan batas-batas wilayah : Utara : Kecamatan Poncokusumo Timur : Kecamatan Tirtoyudo & kawasan hutan Selatan : Kecamatan Turen & Kecamatan Dampit Barat : Kecamatan Bululawang.Kecamatan Tajinan Wilayah Kecamatan Wajak dengan luas + 9.785,33 Ha menurut Balai penyuluhan pertanian diwilayah kecamatan Wajak sebagaian besar adalah bergelombang yakni sebesar 34,52% ( 3.290, 42 Ha) selanjutnya berturut turut landai sebesar 32,39 % ( 3.125,288Ha),berbukit 22,67% (2.161,74 Ha) dan bergunung 10,03% (955,96 Ha) yang secara rinci terdiri dari : 1. Tanah sawah : 1.503 Ha Sawah teknis : 613 Ha Sawah 1/2 teknis : 209 Ha Sederhana : 681 Ha 2. Tanah kering : 1270 Ha Tegal / kebun : 3808 Ha Pekarangan /permukiman : 420,33 Ha Hutan : 2500 Ha Perkebunan : 282 Ha

3. Lain lain : 1.214,20 Ha 1. Keadaan Daerah Daerah Kecamatan Wajak adalah daerah agraris yang berbasis pada Persawahan, sayuran dan pertanian lahan kering serta buah buahan (Pepaya, Alpokat) sedangkan Topografi Kecamatan Wajak dibagi menjadi 2 bagian yaitu : Wajak bagian Barat Sungai Lesti terdiri dari Desa Wajak, Ngembal, Sukoanyar, Kidangbang, Sukolilo, Blayu dan desa Codo merupakan daerah sentra pertanian sayur mayur, padi, jagung dan palawijo serta sasaran program pengembangan agribis dan Minapolitan. Wajak Bagian Timur Sungai Lesti terdiri dari Desa Dadapan, Bringin, Patokpicis, Bambang, Wonoayu dan Desa Sumberputih, merupakan daerah pengembangan tanaman pertanian dan pengembangan sentra pariwisata menuju Gunung Semeru. 2. Struktur Wilayah Administratif Wilayah Kecamatan Wajak secara administratif dibagi menjadi 13 Desa yaitu Desa Dadapan, Bringin, Patokpicis, Bambang, Wonoayu, Sumberputih, Wajak, Ngembal, Sukoanyar, Kidangbang, Sukolilo, Blayu dan Desa Codo. 3. Jumlah Penduduk Berdasar pada Pendataan Coklit yang dilaksanakan oleh semua desa di wilayah Kecamatan Wajak sampai dengan akhir bulan Desember 2010 , jumlah KK sebanyak 22.074 KK dengan jumlah penduduk Kecamatan Wajak : 86854 Jiwa terdiri dari : o Laki laki : 43157 Jiwa o Perempuan : 43697 Jiwa 4. Struktur Sosial Ekononomi masyarakat a.Keadaan penduduk menurut agama : 1. Islam : 86344 orang 2. Katholik : 160 orang 3. Protestan : 136 orang 4. Lain-Lain : 214 orang b.Keadaan penduduk menurut Mata Pencaharian : 1 Peternakan : 733 orang 2 Pedagang : 3.110 orang 3 Pegawai Negeri Sipil : 751 orang

4 TNI / ABRI : 35 orang 5 Buruh Pabrik : 647 orang 6 Penggali/Penambang : 789 orang 7 Buruh Tani : 9.673 orang 8 Buruh Bangunan : 736 orang 9 Jasa : 381 orang 10 Perikanan : 138 orang 11 Lainya : 2.007 orang c. Keadaan Sosial Budaya Untuk menunjang kegiatan pendidikan, Sosial Budaya dan keagamaan sampai dengan akhir Desember tahun 2010 ini di Kecamatan Wajak telah mempunyai sarana / prasarana, yaitu : 1. Prasarana Pendidikan : 1) Jumlah TK : 38 buah 2) Jumlah SDN : 39 buah 3) Jumlah MI : 15 buah 4) Jumlah SMPN : 1 buah 5) Jumlah Mts /Swasta : 5 buah 6) Jumlah SLTP/Swasta : 9 buah 7) Jumlah SLTA/MA/Swasta : 3 buah d. Kondisi Kesejahteraan Penduduk : Kondisi dimaksud adalah kondisi tingkat kesejahteraan penduduk Berdasarkan hasil pendataan PLKB keluarga Prasejahtera Tahun 2010 yaitu sebesar 5.140 KK atau sebesar 32,74 persen,dengan penduduk miskin penerima Raskin sebesar 5584 KK e. Pendapatan Asli Daerah ( PAD Kecamatan Wajak ) : Hasil Pemungutan PBB Kecamatan Wajak 2010Sejumlah Rp.1.231.407.706 Lunas sebelum jatuh tempo. 4. Potensi Sumber Daya Alam Kondisi Topografi Wilayah Kecamatan Wajak yang terdiri dari daerah dataran dari tata letak ini daerah sangat mendukung pelaksanaan program pembangunan kawasan lingkungan pemukiman, demikian halnya dengan kondisi tanah yang sangat subur tentunya akan mendukung pembangunan dan laju kegiatan perekonomian, misalnya pertanian, Perikanan, Pariwisata, Agrobisnis serta jasa jasa dan sebagainya.

Dengan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara effisien, akan dapat mendorong upaya peningkatkan pendapatan daerah yang pada gilirannya masyarakat akan terdorong untuk melakukan kegiatan ekonomi lainnya secara sinergis untuk meningkatkan kesejahteraan. Adapun potensi sumber daya alam yang dicangangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang adalah sebagai Kecamatan . Minapolitan yang bertujuan : 1.Meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas 2.Meningkatkan pendapatan petani, pembudidaya dan pengolah ikan 3.Mengembangkan kawasan minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah Adapun potensi Sumber Daya alam yang ada di Kecamatan Wajak meliputi : POTENSI SUMBER DAYA ALAM 1 Pertanian Sawah 1.503 Ha 2 Perkebunan 282 Ha 3 Pertanian ladang kering 5080 Ha 4 Pemandian alam 1 buah 5 Hutan 2500 Ha

4.2. Kebutuhan Air Tanaman 4.2.1. Kondisi Meteorologi Lokasi Studi 4.2.2. Kebutuhan Air Tanaman 4.3. Kebutuhan Air Irigasi Sesuai Skenario 4.4. Metode Irigasi Yang Dipilih 4.4.1. Rancangan Design Irigasi di Lapangan 4.4.2. Evaluasi Design 4.4.3. Rencana Operasional Irigasi