Anda di halaman 1dari 17

DETERMINASI RASA PENGECAP PADA LIDAH

Fundhi Budi Asri Sulistyorini Grace Angelina S. S. W. Titik Handayani Diah Ayu Purnama S. Pamela Djauhari Afif Fathur Rahman Franciska Fortunata Hanifa Aini Lavinia Devin Irawan Adam Widya Wicaksono Faizah Hanum Tika Yullan S.

020911103 020911117 020911119 020911121 020911122 020911123 020911126 020911127 020911128 020911129 020911130 020911131

DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011

1. PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang teoritis 1.1.1. Rasa asin Rasa asin disebabkan oleh garam terionisasi, terutama oleh konsentrasi ion natrium. Kualitas rasa bervariasi dari garam satu dan jenis garam lainnya, karena beberapa garam menyebabkan sensasi rasa lainnya selain rasa asin. Utamanya, rasa asin dipicu oleh NaCl. Kation garam, terutama natrium kation sangat bertanggung jawab atas adanya sensasi rasa asin, tetapi anion juga sedikit berkontribusi namun terbatas. Reseptor yang utama dalam rasa asin ialah ENaC. Reseptor, baik di rongga mulut maupun di tempat lain dihambat oleh amilorid. Namun, penghambatan di lidah sifatnya tidak lengkap (atau sempurna) sehingga bisa jadi ada reseptor lain pada taste buds. Masuknya Na+ ke dalam reseptor garam menyebabkan depolarisasi reseptor dan memicu pelepasan glutamat yang mendepolarisasi neuron-neuron di sekitarnya.5,6 Nilai ambang bagi tiap-tiap senyawa pembawa asin berbeda-beda. Substansi yang primer pada rasa asin adalah NaCl, meski banyak juga senyawa lainnya, dengan konsentrasi rata-rata terendah yang menimbulkan stimulasi, 0,01 M.6 Sebagai tambahan, semua rasa dapat dirasakan di seluruh permukaan lidah yang mempunyai taste buds. Namun, terdapat area yang sangat sensitif terhadap rasa asin, yaitu pada bagian yang paling lateral dari anterior dan medial lidah serta ujung lidah dengan gambaran sebagai berikut.9

Gambar 1.1. Daerah yang paling sensitive terhadap rasa asin.9

1.1.2. Rasa asam Asam adalah salah satu rasa dasar yang dapat dirasakan lidah seperti rasa manis, asin, pahit, dan umami. Seperti halnya rasa asin, deteksi rasa asam di lidah
1

menggunakan saluran ion. Saluran ion hidrogen yang berperan dalam proses ini. Saluran ion hidrogen akan mendeteksi konsentrasi ion hidronium yang terbentuk dari asam dan air.2 Rasa asam juga dinyatakan sebagai adanya deteksi proton-proton di dalam rongga mulut. Keadaan ini biasanya sering terjadi saat rongga mulut terisi sisasisa makanan. Timbulnya rasa asam pada situasi ini bertujuan untuk menghindari peningkatan kadar asam lebih lanjut yang dapat membahayakan. 3 Berbagai reseptor di lidah diyakini sebagai reseptor asam antara lain saluran ASIC, saluran HCN, saluran KCNK, serta TRP-like channel seperti PKD2L1 dan PKD1L3, tetapi sampai saat ini belum dapat ditentukan secara pasti. Hal ini dikarenakan, proton-proton memodulasi sebagian besar penghantar ion, dan hampir semua sel perasa merespon terhadap rangsangan asam dengan perubahan-perubahan pada membran penghantar dan proses pengasaman intraseluler. Walaupun demikian, tidak semua sel-sel perasa menyampaikan informasi pada sistem saraf. 2,3 Menurut beberapa penelitian, rangsangan rasa asam dihasilkan pada proses pengasaman pada keseluruhan taste bud di lidah tetapi hanya beberapa sel-sel perasa yang merespon terhadap peningkatan kalsium (Ca2+ ) intraseluler. Peningkatan Ca2+ intraseluler juga merupakan respon terhadap depolarisasi KCl yang dihambat oleh Ba2+ dan Cd2+ sehingga influx terjadi secara voltage-gate Ca2+ channel. Kemungkinan, sel-sel perasa dengan voltage-gate Ca2+ channel adalah sel-sel perasa yang menghasikan sinyal menuju sistem saraf sebagai respon adanya rangsangan rasa asam. 3 Persepsi rasa asam dipengaruhi oleh pH ekstraseluler dan anion-anion yang menyertanyai. Pada keadaan pH yang sama, asam lemah memproduksi respon saraf dan sensasi rasa asam yang lebih besar jika dibandingkan dengan asam kuat.3

1.1.3. Rasa manis Rasa manis tidak dibentuk oleh satu golongan kelas substansi kimia saja. Beberapa tipe substansi yang menyebabkan rasa ini mencakup gula, glikol,

alkohol, aldehid, keton, amida, ester, asam amino, beberapa protein kecil, asam

sulfonat, asam halogenasi, dan garam-garam anorganik dari timah dan berilium. Kebanyakan substansi yang membentuk rasa manis adalah substansi kimia organik.6 Sukrosa, maltosa, laktosa dan glukosa adalah contoh yang paling dikenal, tetapi polisakarida, gliserol, sebagian besar alkohol dan keton, serta sejumlah senyawa yang tampaknya tidak memiliki kaitan dengan senyawasenyawa tadi, misalnya kloroform, garam berilium, dan berbagai amida asam aspartat, juga terasa manis. Pemanis buatan misalnya sakarin dan aspartam sering dicari untuk pemanis dalam diet penurun berat karena zat-zat ini menghasilkan rasa manis dalam jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah sukrosa kaya kalori, yang diperlukan agar menimbulkan rasa manis setara.5 Perubahan yang sangat kecil pada radikal sederhana, seringkali dapat mengubah substansi dari manis menjadi pahit.6 Rasa manis dan asin terutama terletak pada ujung lidah.6 Zat-zat yang terasa manis merangsang adenil siklase, melalui protein G heterotrimerik, sehingga kadar AMP siklik intrasel meningkat, yang akan menurunkan konduktans K+ dengan memfosforilasi kanal K+ di membran basolateral sel-sel pengecap, dan menimbulkan depolarisasi.5

1.1.4. Rasa pahit Rasa pahit merupakan salah satu sensasi primer dari kemampuan kita mengecap suatu rasa. Rasa pahit, seperti rasa manis, tidak disebabkan oleh satu jenis tunggal bahan kimia. Zat yang memberikan rasa pahit adalah hampir seluruhnya zat organik. Dua kelas tertentu dari suatu zat sangat cenderung menyebabkan sensasi rasa pahit: (1) zat organik rantai panjang yang mengandung nitrogen, dan (2) alkaloid. Alkaloid mencakup banyak obat yang digunakan dalam obat-obatan, seperti kina (quinine), kafein, strychnine, dan nikotin. Beberapa zat yang di rasa pertama manis memiliki rasa pahit setelahnya. Rasa pahit ini adalah benar dari sakarin, yang membuat zat ini menyenangkan bagi sebagian orang. Rasa pahit, bila terjadi dalam intensitas tinggi, biasanya menyebabkan orang atau hewan untuk menolak makanan. Ini tidak diragukan lagi fungsi penting dari sensasi rasa pahit, karena banyak racun mematikan yang ditemukan ditumbuhan beracun adalah alkaloid, dan hampir semua ini menyebabkan rasa sangat pahit,

biasanya diikuti oleh penolakan terhadap makanan. Nilai ambang untuk rasa pahit oleh quinine adalah 0,000008 M. Tapi terkadang banyak juga yang memiliki sensifitas lebih tinggi terhadap sensasi rasa pahit karena sensasi ini memberikan fungsi perlindungan penting terhadap banyak racun berbahaya dalam makanan. Sensasi rasa timbul akibat adanya taste bud pada lidah. Orang dewasa memiliki taste bud 3000 sampai 10.000, dan anak-anak memiliki lebih sedikit. Di atas usia 45 tahun, banyak sel-sel taste bud yang degenerasi, menyebabkan sensasi rasa untuk menjadi semakin kurang kritis di usia tua. 6

1.1.5. Rasa umami Umami adalah kata dalam bahasa Jepang untuk merasakan rasa kecap yang menyenangkan, yang secara kualitatif berbeda dari rasa asam, asin, manis, atau pahit. Umami merupakan suatu rasa yang dominan ditemukan pada makanan yang mengandung L-Glutamat seperti pada ekstrak daging atau keju lama. 6 Penelitian mikroelektroda pada satu taste bud ,memperlihatkan bahwa setiap taste bud kebanyakan berespon terhadap satu dari lima rangsangan utama, bila substansi kecap berada dalam konsentrasi yang rendah. Tetapi pada konsentrasi yang tinggi, sebagian besar taste bud dapat dirangsang oleh dua atau lebih rangsangan pengecapan utama dan juga oleh beberapa rangsangan kecap lainnya yang tidak termasuk dalam kategori utama. 6

1.1.6. Hubungan pria sehat dan orang sakit pada praktikum indera pengecapan. Pada umumnya mundurnya produksi dan sekresi ludah dapat

mengakibatkan berkurangnya kesadaran pengecap. Meskipun kepekaan pengecap kebanyakan ditentukan oleh berfungsinya kelenjar lidah dengan baik, hal ini bukan merupakan aturan umum yang berlaku. Ada juga penderita dengan xerostomia parah, yang kelenjar ludahnya sama sekali tidak dapat bekerja, masih tetap mempunyai fungsi pengecap yang normal. Dengan kata lain mundurnya fungsi kelenjar ludah, tidak selalu diikuti oleh kehilangan kemampuan pengecap. Meskipun ludah penting bagi kesehatan mulut, ternyata tidak dalam semua keadaan penting bagi pemeliharaan sistem pengecap yang sempurna. Bahkan

tanpa adanya ludah dalam waktu yang lama, struktur yang terlibat pada kesadaran pengecap, dapat mempertahankan integritasnya. 1 Pada orang sakit, indera pengecapan atau indera perasa bisa memiliki interpretasi yang berbeda dibanding orang sehat biasa. Hal ini bisa disebabkan karena saat orang sakit biasanya kekurangan gizi. Hal ini disebabkan kerena kondisi sistem imun yang menurun, nafsu makan yang hilang, serta kondisi lidah yang tidak stabil. 8 Pada orang sakit, bisa didapatkan gejala seperti edema lidah, yaitu suatu keadaan lidah yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat diketahui dengan cara menekan gigi sepanjang tepi lidah. Selain itu, bisa didapatkan gejala seperti atrofi papilla, yaitu suatu keadaan dimana papilla filiform yang telah mengalami atrofi sehingga lidah tampak halus. Hal ini menyebabkan persarafan indera pengecapan menjadi tidak dapat berfungsi maksimal karena berkurangnya reseptor pengecapan yang ada pada lidah. 8 Penderita dengan sindroma mulut seperti terbakar yang diikuti oleh mulut kering, juga menunjukkan gangguan pengecapan. Penderita-penderita ini terutama mempunyai ambang untuk rangsangan manis yang lebih tinggi, sedang ambang untuk pahit turun. 1 Saat kita terkena influensa, biasanya makanan apapun terasa hambar. Itu karena lidah tidak bekerja sendirian. Proses pengecapan rasa tidak hanya dilakukan oleh lidah tapi juga dibantu oleh hidung. Bau yang kuat dari suatu makanan dapat mempengaruhi kuncup pengecap. Secara skema dapat ditulis bahwa makanan dan minuman merangsang ujung-ujung syaraf pengecap yg terdapat di papilla (rangsang diteruskan ke otak otak memproses dan kita merasakan berbagai rasa pada makanan). 4 Dari penderita hemodialisis dengan gangguan fungsi ginjal yang parah juga diketahui bahwa penderita penderita tersebut, baik yang sudah atau yang tidak diinduksi oleh obat-obatan, menunjukkan xerostomia dan kemunduran fungsi pengecap. Akibat ini dapat disebabkan oleh penurunan konsentrasi unsurunsur runutan yaitu seng (Zn). 1 Peranan mineral yang sering terlupakan pada gangguan pengecapan adalah kekurangan seng (Zn). Salah satu perubahan yang terjadi pada air ludah penderita

dengan gangguan pengecapan adalah berkurangnya kadar Zn di dalam air ludah. Kadar Zn pada air ludah orang dewasa berkisar 90-120 g/100 ml. Mineral Zn berperanan di dalam fungsi berbagai indera seperti melihat, mencium bau dan mengecap. 8 Kadar Zn di dalam air ludah ditentukan oleh diet/makanan yang dikonsumsi, makanan yang berasal dari protein hewani mengandung banyak mineral Zn. Pada orang yang tidak nafsu makan karena gangguan kejiwaan (anoreksia nervosa) ataupun karena sakit dapat mengakibatkan kurangnya mineral Zn sehingga hal ini perlu mendapat perhatian jika mengalami gangguan pengecapan. 8 Penyebab paling umum gangguan penciuman dan pengecapan adalah sumbatan hidung, seperti pilek, alergi pernafasan dan iritasi karena asap rokok dan polutan. Polip hidung dapat memblokir kemampuan untuk mencium aroma. Seiring bertambahnya usia, seperti indera penglihatan dan pendengaran, indera penciuman menjadi kurang akurat. 7 Penyakit-penyakit yang disertai oleh gangguan fungsi pengecapan antara lain sebagai berikut: 1. Mukosistis (di antaranya kandidiosis) 2. Gangguan kelenjar ludah (misalnya siladenosis, sindroma Sjorgen) 3. Gangguan fungsi usus (misalnya penyakit Crohn) 4. Gangguan fungsi hati (misalnya hepatitis, cirrhosis) 5. Gangguan fungsi ginjal (sistinuri) 6. Slklerosis multiple 7. Paraproteinemia 8. Timor kepala leher 9. Kehamilan 10. Trauma kepala leher 11. Penyakit auto-imun.1

1.1.7. Menstruasi Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh perempuan yag terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi.

Menjelang menstruasi, pada tubuh perempuan akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan sebaliknya akan terjadi peningkatan hormon progesteron. Kondisi seperti ini mempengaruhi produksi hormon dalam otak, terutama hormon serotonin yaitu hormon yang mengendalikan kestabilan emosi. Proses inilah yang menyebabkan gejolak emosi sebagai bagian dari premenstruasi syndrome (PMS) yang mulai dirasakan sejak 4-10 hari sebelum menstruasi. Wanita dalam keadaan PMS cenderung mengalami stress dan kondisi emosi yang tidak stabil sehingga dapat memicu tekanan darah menjadi lebih tinggi. Pada masa menjelang menstruasi terjadi peningkatan progesteron yang berpengaruh pada sensitivitas rasa. Peningkatan progesteron menyebabkan orang tersebut menjadi lebih mudah merasakan pahit dan dengan penurunan hormon estrogen menyebabkan orang tersebut lebih sulit merasakan manis. Tekanan darah yang cenderung meningkat ini berakibat reseptor rasa asin mengalami gangguan. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan gangguan dalam penghantaran impuls rasa asin ke otak sehingga kemampuan merasakan rasa asin berkurang pada wanita yang sedang dalam masa premenstruasi. Saat menstruasi disebut sebagai kondisi tidur dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon reproduksi. Dampak yang paling nyata dari keadaan ini adalah tubuh menjadi lemas sehingga perempuan yang sedang menstruasi cenderung ingin tidur. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke satu sampai hari ke tujuh. Setelah menstruasi, kadar hormon estrogen mengalami peningkatan. Terjadi pada hari ke-7 sampai ke-13. Kemudian memasuki masa ovulasi, pada masa ini kadar hormon estrogen dan progesteron sangat tinggi. Pada masa post-menstruasi, kadar hormon estrogen meningkat dan hormon progesteron menurun. Hal ini menyebabkan seorang perempuan yang ada pada fase ini akan cenderung lebih mudah merasakan manis dan lebih sulit merasakan pahit.

1.2.Masalah 1. Apakah taste bud terletak pada satu daerah? 2. Bagaimana respon rasa pengecap pada orang sehat?

3. Bagaimana respon rasa pengecap pada orang yang sedang menstruasi? 4. Bagaimana respon rasa pengecap pada orang yang sedang pre-menstruasi? 5. Bagaimana respon rasa pengecap pada orang yang sedang post-menstruasi? 6. Bagaimana respon rasa pengecap pada orang yang sedang sakit? 7. Hal-hal apa yang mempengaruhi fungsi taste bud?

1.3.Tujuan 1. Mengetahui letak taste bud dalam rongga mulut. 2. Mengetahui respon rasa pengecap pada orang sehat 3. Mengetahui respon rasa pengecap pada orang yang sedang menstruasi 4. Mengetahui respon rasa pengecap pada orang yang sedang pre-menstruasi 5. Mengetahui respon rasa pengecap pada orang yang sedang post-menstruasi 6. Mengetahui respon rasa pengecap pada orang yang sedang sakit 7. Mengetahui hal-hal yang mempengaruhi fungsi taste bud.

2. Metode kerja 2.1.Alat


Gelas Pipet Cotton buds Tisu Ember

2.2.Bahan
Asin : NaCl 0,01% ; 0,013% ; 0,017% ; 0,023% ; 0,029% 0,01% ; 0,013% ; 0,017% ; 0,023% ; 0,029% 0,000008% ; 0,000010% ; 0,000013% ; 0,000017% ; 0,0007% ; 0, 0009% ; 0,0012% ; 0,0016% ; 0,0021% Asam : Asam sitrat 0,0009% ; 0,0012% ; 0,0015% ; 0,0020% ; 0,0026% Manis : Sukrosa Pahit : Quinine 0,000022% Umami : MSG

Gambar 2.1. Bahan MSG

2.3.Tata kerja Dalam setiap kelompok yang beranggotakan 13 orang, dipilih 5 orang mahasiswa coba yang memenuhi kriteria berikut : mahasiswa yang sehat mahasiswa yang sedang sakit mahasiswa yang sedang dalam masa pre menstruasi mahasiswa yang sedang menstruasi mahasiswa yang sedang dalam masa post menstruasi Pada setiap mahasiswa coba diberi perlakuan berbagai rasa sebagai berikut : a. 1. 2. 3. 4. Asam Mahasiswa coba berkumur sebanyak 3 kali dengan air Lidah dijulurkan Keringkan lidah dengan tisu hingga kering Tetesi dengan larutan asam sitrat pada daerah pinggir dorsum lidah, pinggir dorsum medial lidah, anterior lidah, posterior lidah, dan palatum mulai dari konsentrasi terendah hingga dirasakan rasa asam. Selama percobaan, mulut tetap terbuka sehingga lidah tetap kering. Bila telah merasakan rasa asam, maka mahasiswa coba memberi tanda dengan menunjukkan jari. b. 1. Asin Mahasiswa coba berkumur dengan air sebanyak 3 kali

2. 3. 4.

Lidah dijulurkan Keringkan lidah dengan tisu hingga kering Tetesi dengan larutan NaCl pada daerah pinggir dorsum lidah, pinggir dorsum medial lidah, anterior lidah, posterior lidah, dan palatum. Bila telah merasakan rasa asin, maka mahasiswa coba memberi tanda dengan menunjukkan jari.

c. 1. 2. 3. 4.

Manis Mahasiswa coba berkumur 3 kali dengan air Lidah dijulurkan Keringkan lidah dengan tisu hingga kering Tetesi dengan larutan sukrosa pada daerah pinggir dorsum lidah, pinggir dorsum medial lidah, anterior lidah, posterior lidah, dan palatum. Bila telah merasakan rasa manis, maka mahasiswa coba memberi tanda dengan menunjukkan jari.

d. 1. 2. 3. 4.

Pahit Mahasiswa coba berkumur 3 kali dengan air Lidah dijulurkan Keringkan lidah dengan tisu hingga kering Tetesi dengan quinine pada daerah pinggir dorsum lidah, pinggir dorsum medial lidah, anterior lidah, posterior lidah, dan palatum. Bila telah merasakan rasa pahit, maka mahasiswa coba memberi tanda dengan menunjukkan jari.

e. 1. 2. 3. 4.

Umami Mahasiswa coba berkumur dengan air sebanyak 3 kali Lidah dijulurkan Keringkan lidah dengan tisu hingga kering Tetesi dengan MSG (Monosodium Glutamate) pada daerah pinggir dorsum lidah, pinggir dorsum medial lidah, anterior lidah, posterior lidah, dan palatum. Bila telah merasakan rasa umami, maka mahasiswa coba memberi tanda dengan menunjukkan jari. Catatan : Setiap kali diuji dengan rasa tertentu, mahasiswa coba berkumur minimal sebanyak 3 kali hingga rasa hilang.

10

3. Hasil Tabel 3.1. Orang coba: sedang menstruasi Lokasi di lidah Bahan perangsang rasa pengecap Asin Asam Manis Pahit Umami Pinggir dorsum 0,0015 0,023 0,000017 Pinggir dorsum medial 0,029 0,0026 0,013 0,0009 Anterior lidah 0,013 0,0009 0,01 0,000008 0,0007 Posterior lidah 0,023 0,017 0,000010 0,0009 Palatum

0,029 -

Tabel 3.2. Orang coba: Pre menstruasi Lokasi di lidah Bahan perangsang rasa pengecap Asin Asam Manis Pahit Umami Pinggir dorsum 0,029 0,0009 0,01 0,000013 0,0016 Pinggir dorsum medial 0,0009 0,01 0,000013 0,0016 Anterior lidah 0,0012 0,01 0,000010 0,0012 Posterior lidah 0,0026 0,013 0,000013 0,0021 Palatum

Tabel 3.3. Orang coba: Post menstruasi Lokasi di lidah Bahan perangsang rasa pengecap Asin Asam Manis Pahit Umami Pinggir dorsum 0,017 0,0026 0,013 0,000013 Pinggir dorsum medial 0,015 0,0026 0,01 0,000013 0,0012 Anterior lidah 0,017 0,0015 0,01 0,000010 Posterior lidah 0,023 0,000008 Palatum

0,029 -

11

Tabel 3.4. Orang coba: Sakit Lokasi di lidah Bahan perangsang rasa pengecap Asin Asam Manis Pahit Umami Pinggir dorsum 0,01 0,000010 0,0016 Pinggir dorsum medial 0,01 0,000010 Anterior lidah 0,01 0,000010 0,0021 Posterior lidah 0,01 0,000008 Palatum

0,017 0,000017 -

Tabel 3.5. Orang coba: Laki-laki sehat Lokasi di lidah Bahan perangsang rasa pengecap Asin Asam Manis Pahit Umami 4. Pembahasan 4.1.Diskusi hasil Pengeringan lidah sebelum dilakukan praktikum ditujukan agar tastant tidak tersebar merata ke seluruh bagian lidah dan hanya terfokuskan pada bagian yang diinginkan saja. Pre-menstruasi. Hasil praktikum menunjukkan respons terhadap rasa asin yang kurang peka, penurunan sensasi rasa manis, dan peningkatan rasa pahit. Hal ini sesuai dengan dasar teori yang ada. Menstruasi. Hasil praktikum menunjukkan respons terhadap rasa asin yang tinggi, sensasi rasa manis tinggi, dan sensasi rasa pahit menurun,. Kenaikan respon rasa asin dan manis tidak sesuai dengan dasar teori, dimana seharusnya terjadi penurunan sensasi rasa asin dan rasa manis. Perbedaan yang terjadi dapat dikarenakan oleh faktor individu yang sangat peka terhadap rasa manis dan asin.
12

Pinggir dorsum 0,017 0,0020 0,013 0,000013 0,0012

Pinggir dorsum medial 0,017 0,0012 0,017 0,000017 0,0009

Anterior lidah 0,01 0,000017 0,0021

Posterior lidah 0,029 0,0026 0,017 0,000008 0,0012

Palatum

Orang coba sering mengonsumsi makanan dengan sensasi asin dan manis, hal ini meningkatkan kepekaan terhadap rasa manis dan asin. Sehingga, saat orang coba akan diberi tastant asin dan manis, otak ikut memberikan sugesti pada taste bud lidah, yang menyebabkan respon terhadap rasa asin dan manis lebih tinggi dari yang lain. Dapat dikatakan bahwa orang coba merasakan sensasi asin dan manis bukan sepenuhnya karena rangsangan dari tastant, namun dari sugesti yang diberikan oleh otaknya sendiri. Post-menstruasi. Hasil praktikum menunjukkan respon terhadap rasa pahit dan rasa manis yang tinggi. Kenaikan respon terhadap rasa pahit tidak sesuai dengan teori, dimana seharusnya terjadi penurunan respon terhadap rasa pahit. Orang coba mengatakan bahwa dia membenci rasa pahit, sehingga saat dia akan diberi tastant rasa pahit (orang coba mengetahui saat dia akan diberi tastant quinine), kepekaan taste bud meningkat sebagai interpretasi dari persepsi rasa pahit. Maka dari itu, sensasi rasa pahit menjadi meningkat. Laki-laki sehat. Hasil praktikum menunjukkan respon normal pada setiap bagian lidah terhadap setiap tastant. Hal ini sesuai dengan dasar teori yang ada. Orang sakit. Hasil praktikum menunjukkan penurunan kepekaan terhadap rasa asin dan asam, sensasi rasa manis normal, dan sensasi rasa pahit tinggi. Penurunan sensasi rasa asin dan asam dapat disebabkan karena keadaan xerostomia, dimana jumlah saliva menurun. Saliva merupakan perantara dari tastant dan reseptor. Saliva dapat membantu terbentuknya ikatan antara tastant dengan reseptor dengan cara melarutkan tastant di dalam saliva. Saat saliva menurun, maka kepekaan terhadap tastant akan ikut menurun. Menurut dasar teori, sensasi rasa manis seharusnya menurun, namun pada orang coba, sensasi rasa manis masih normal. Keadaan ini mungkin terjadi bila orang coba hanya mengalami sakit ringan, reseptor rasa manis yang terpengaruh oleh flu hanya sedikit, pengaruh persepsi, rendahnya saliva, dan faktor individu lainnya.

4.2.Diskusi jawaban pertanyaan 1. Apakah tiap lokasi hanya merasakan 1 macam rasa saja? Tidak. Karena taste bud tersebar secara merata dalam rongga mulut dan setiap taste bud memiliki sensitivitas yang berbeda-beda terhadap setiap sensasi

13

rasa. Apabila diberikan pada konsentrasi rendah biasanya taste bud hanya dapat merasakan satu rasa saja, tetapi pada konsentrasi tinggi taste bud dapat merasakan lebih dari satu rasa bahkan sampai 4 rasa.

2.

Sensasi rasa apa yang berubah bila orang coba sedang flu? Menurut hasil percobaan dan teori, sensasi rasa asin, manis, dan asam akan

berubah menjadi tidak peka bahkan sampai hilang pada orang sakit dan sensasi terhadap rasa pahit menjadi lebih peka. Seringkali makanan dan minuman yang dikonsumsi akan terasa hambar.

3.

Sensasi rasa apa yang berubah bila orang coba dalam keadaan sebelum

menstruasi hari ke-3? Pada keadaan wanita sebelum menstruasi hari ke-3 perubahan yang terjadi adalah sensasi rasa asin menjadi tidak peka karena pada fase premenstruasi wanita cenderung mengalami stress dan ketidakstabilan emosi yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal ini berakibat reseptor rasa asin mengalami gangguan. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan gangguan dalam

penghantaran impuls rasa asin ke otak sehingga kemampuan merasakan rasa asin berkurang pada wanita yang sedang dalam masa premenstruasi. Selain itu dengan peningkatan hormon progesteron membuat sensasi rasa pahit dapat lebih dirasakan dan penurunan hormon esterogen membuat sensasi rasa manis lebih sulit untuk dirasakan.

4.

Sensasi rasa apa yang berubah bila orang coba sedang menstruasi? Pada wanita dalam masa menstruasi kadar hormon esterogen menurun

sehingga membuat sensasi rasa manis lebih sulit untuk dirasakan, selain itu terjadi penurunan hormon progesteron yang menyebabkan sensasi rasa pahit kurang dirasakan.

5.

Sensasi rasa apa yang berubah bila orang coba dalam keadaan setelah

menstruasi hari ke-3?

14

Pada kondisi wanita setelah menstruasi hari ke-3 yaitu pada fase post menstruasi, kadar hormon estrogen meningkat dan hormon progesteron menurun. Hal ini menyebabkan seorang perempuan yang ada pada fase ini akan cenderung lebih mudah merasakan manis dan lebih sulit merasakan pahit. Selain itu pada fase post menstruasi kadar ion Na di dalam tubuh tidak setinggi pada saat premenstruasi sehingga sensasi rasa asin menjadi lebih mudah dirasakan.

6.

Apakah terjadi perubahan respon pengecap pada pemakai full denture

rahang atas? Jelaskan! Pada pemakai full denture rahang atas dapat menyebabkan terjadinya perubahan respon pengecap karena pada palatum juga terdapat taste bud. Reseptor pada taste bud hanya dapat menangkap impuls yang berasal dari larutan atau zat padat yang telah larut dalam saliva. Pemakai full denture rahang atas membuat hanya sedikit taste bud di daerah palatum yang dapat berikatan dengan larutan atau zat padat yang terlarut dalam saliva karena aliran terhambatnya aliran saliva. Hal ini membuat pada pemakai full denture mengalami penurunan terhadap sensasi rasa yang dapat dirasakan tetapi tidak sampai hilang.

7.

Mengapa pada orang tua terjadi penurunan rasa? Karena pada orang tua terjadi penurunan jumlah taste bud. Hal ini disebabkan

oleh terjadinya atrofi fisiologis pada manusia berusia lanjut sehingga terjadi penurunan fungsi dari taste bud yang berakibat turunnya sensasi rasa yang dapat dirasakan.

15

DAFTAR PUSTAKA

1. Amerongen, V. N.. Ludah dan Kelenjar Ludah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1988. Hal. 182-184. 2. Chang S. L., Chong K. Y.,Choo Y. T. dan Low S. N.. 2009. Focus Ace Pmr 2009 Science. Hal. 242;522. 3. Frings, S. dan Jonathan B. 2004. Transduction channels in sensory cells. Wiley-VCH. Hal. 155;304. 4. Frita. Lidah. Available from : http://fri3ta.files.wordpress.com/. Accessed : March, 26, 2011. 5. Ganong, W. F. 2005. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Brahm U. Pendit. Jakarta: EGC. Hal. 184. 6. Guyton, Arthur C. 2006. Textbook of Medical Physiology (5th ed.), Philadelphia: W.B. Saunders. Hal. 664-665;694-695;839;842-843. 7. Levine, H.. Loss of Taste & Smell Stinks. Available from :

http://www.american-rhinologic.org/. Accessed : March, 26, 2011. 8. Supariasa, I D. N.. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC. pp: 121-124, 164-165. 9. Van De Graaf, K. M. 2001. Van De Graaf: Human Anatomy. 6th Ed. New York: McGraw Hills Companies. Hal. 110.

16

Anda mungkin juga menyukai