Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak. Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks. Sedangkan fungsi lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih, memberikan kualitas renyah (terutama pada makanan yang digoreng), serta memberikan sifat empuk pada kue. Lemak yang terdapat dalam bahan makanan sekitar 90%nya merupakan lemak dalam bentuk trigliserida, sedangkan sisanya 10% adalah dalam bentuk kolesterol dan fosfolipid.

Trigliserida merupakan partikel yang berfungsi untuk mengangkut lemak yang ada di dalam tubuh. Lemak itu sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti Low Density Lipoprotein, High Density Lipoprotein dan Trigliserida. Trigliserida diduga berpengaruh dalam berkembangnya penyakit jantung, tapi itu masih sebuah dugaan, belum ada penelitian yang jelas yang membuktikan kalau trigliserida merupakan faktor penyakit jantung. Tubuh hanya memproduksi trigliserida sekitar 150 mg /dL secara normal.

1.2 Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk menentukan kadar Trigliserida dalam darah sebagai indikator terjadinya Hiperlipidemia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Lemak Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekulmolekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa. Pada jaringan adiposa , sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokinayang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factoralpha (TNF), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh). (http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak)

Gambar 1. Lemak pada Jaringan

2.1.1

Fungsi Lemak Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu: 1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal. 2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen structural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel. 3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu. 4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis 5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat. Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.

2.1.2

Metabolisme Lemak Lemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol, dan fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipid menyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural pada jaringan individu.

2.1.3

Biosintesis Lemak Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup, maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak.

Metabolisme yang terjadi dimulai dari:

Asupan karbohidrat, antara lain berupa sakarida, fruktosa, galaktosa pada saluran pencernaan diserap masuk ke dalam sirkulasi darah menjadi glukosa/gula darah. Konsentrasiglukosa pada plasma darah diatur oleh tiga hormon, yaitu glukagon, insulin dan adrenalin. Insulin akan menaikkan laju sirkulasi glukosa ke seluruh jaringan tubuh. Pada jaringan adiposa, adiposit akan mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dan gliserol fosfat, masing-masing dengan bantuan satu molekul ATP. Jaringan adiposit ini yang sering dikonsumsi kita sebagai lemak. Glukosa 6-fosfat kemudian dikonversi oleh hati dan jaringan otot menjadi glikogen. Proses ini dikenal sebagai glikogenesis, dalam kewenangan insulin. Pada saat rasio glukosa dalam plasma darah turun, hormon glukagon dan adrenalin akan dikeluarkan untuk memulai proses glikogenolisis yang mengubah kembali glikogen menjadi glukosa. Ketika tubuh memerlukan energi, glukosa akan dikonversi melalui proses glikolisis untuk menjadi asam piruvat dan adenosin trifosfat. Asam piruvat kemudian dikonversi menjadi asetil-KoA, kemudian menjadi asam sitrat dan masuk ke dalam siklus asam sitrat. Pada saat otot berkontraksi, asam piruvat tidak dikonversi menjadi asetil-KoA, melainkan menjadi asam laktat. Setelah otot beristirahat, proses glukoneogenesis akan berlangsung guna mengkonversi asam laktat kembali menjadi asam piruvat.

Sementara itu :

Lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam empedu menjadi misel. Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin. Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa.

Sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun:

trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan gliserol.

Ketika tubuh memerlukan energi, baik trigliserida, HDL dan LDL akan diurai dalam sitoplasma melalui proses dehidrogenasi kembali menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi yang terjadi mirip seperti reaksi redoks atau reaksi BrnstedLowry; asam + basa --> garam + air; dan kebalikannya garam + air --> asam + basa

Proses ini terjadi di dalam hati dan disebut lipolisis. Sejumlah hormon yang antagonis dengan insulin disekresi pada proses ini menuju ke dalam hati, antara lain:

Glukagon, sekresi dari kelenjar pankreas ACTH, GH, sekresi dari kelenjar hipofisis Adrenalin, sekresi dari kelenjar adrenal TH, sekresi dari kelenjar tiroid

Lemak di dalam darah yang berlebih akan disimpan di dalam jaringan adiposa.

Lebih lanjut gliserol dikonversi menjadi dihidroksiaketon, kemudian menjadi dihidroksiaketon fosfat dan masuk ke dalam proses glikolisis. Sedangkan asam lemak akan dikonversi di dalam mitokondria dengan proses oksidasi, dengan bantuan asetil-KoA menjadi adenosin trifosfat, karbondioksida dan air.

2.2 Trigliserida Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida) adalah sebuah gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam

lemak. Trigliserida merupakan penyusun utama minyak nabati dan lemak hewani.

Rumus kimia trigliserida adalah CH2COOR-CHCOOR'-CH2COOR", dimana R, R' dan R" masing-masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang. Ketiga asam lemak RCOOH, R'COOH and R"COOH bisa jadi semuanya sama, semuanya berbeda ataupun hanya dua diantaranya yang sama. Panjang rantai asam lemak pada trigliserida yang terdapat secara alami dapat bervariasi, namun panjang yang paling umum adalah 16, 18, atau 20 atom karbon. Asam lemak alami yang ditemukan pada tumbuhan dan hewan biasanya terdiri dari jumlah atom karbon yang genap disebabkan cara asam lemak dibiosintesis dari asetil-KoA. Sekalipun begitu, bakteria memiliki kemampuan untuk menyintesis asam lemak dengan atom karbon ganjil ataupun rantai bercabang. Karena itu, hewan memamah biak biasanya memiliki asam lemak berkarbon ganjil, misalnya 15, karena aksi bakteria di dalam rumennya. Kebanyakan lemak alami memiliki campuran kompleks dari berbagai macam trigliserida, karena ini, lemak mencair pada suhu yang berbeda-beda. Lemak seperti mentega kokoa hanya terdiri dari beberapa trigliserida, salah satunya mengandung berturut-turut palmitat,oleat, dan stearat. Hal ini menyebabkan terjadinya titik lebur yang tajam, yang menyebabkan coklat meleleh dalam mulut tanpa terasa berminyak. Pada sel, trigliserida (atau lemak netral) dapat melalui membran sel dengan bebas, tidak seperti molekul lainnya, karena karakteristiknya yang non-polar sehingga tidak bereaksi dengan lapisan ganda fosfolipid pada membran.

Gambar 1. Struktur Dasar Trigliserida

Gambar 3. Trigliserida Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan trigliserid yang berfungsi sebagai gudang lemak yang segera dapat digunakan. Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta untuk pembakaran langsung untuk menghasilkan energi. Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih dari 95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan trigliserida dari asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah sebagai kilomikron (droplet lemak kecil yang diselubungi protein), yang memberikan tampilan seperti susu atau krim pada serum setelah mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemaknya. Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu pengangkut agar bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang dinamakan lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran yang juga mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda sehingga masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda. Lipoprotein terbesar dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh lipoprotein densitas sangat rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein densitas rendah (low density lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang (intermediate

density lipoprotein, IDL), dan lipoprotein densitas tinggi (high density lipoprotein, HDL). Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian kecil (15-25%) kolesterol berada dalam HDL. Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan trigliserida dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan kilomikron ke dalam limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron membebaskan trigliserida ke jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain itu, juga mengaktifkan lipoprotein lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari trigliserida sehingga ukuran kilomikron berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap oleh hati. Asamasam lemak yang dikeluarkan pada gilirannya diserap oleh sel otot dan adiposa. VLDL terutama dibentuk oleh sel hati, sebagian oleh usus. VLDL terutama terdiri dari trigliserid endogen yang dibentuk oleh sel hati dari karbohidrat. Ia bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi. LDL berasal dari katabolisme VLDL, bertugas mengangkut kolesterol dalam plasma darah ke jaringan perifer untuk keperluan pertukaran zat. LDL mengandung 45% kolesterol. LDL ini mudah sekali menempel pada dinding pembuluh koroner sehingga menimbulkan kerak kolesterol (plak). Itu sebabnya LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat. HDL dibentuk oleh sel hati dan usus, bertugas menyedot timbunan kolesterol di jaringan tersebut, lalu mengangkutnya ke hati dan selanjutnya membuangnya ke dalam empedu. Karena itu maka HDL disebut sebagai kolesterol baik. Bila HDL rendah, maka kolesterol akan dideposit pada jaringan arteri.

2.3 Pengukuran Lipid Penetapan lipid biasanya dilakukan dengan serum, tetapi dapat juga menggunakan plasma EDTA atau plasma heparin. Baik serum maupun plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah dan jika tidak segera diperiksa, harus disimpan dalam lemari es supaya distribusi kolesterol tidak berubah dan enzim-enzim tidak sempat mengubah proporsi lipoprotein. Trigliserida diukur melalui pengeluaran asam lemak secara hidrolisis diikuti oleh kuantifikasi gliserol yang dibebaskan. Nilai Rujukan Kadar Trigliserida : DEWASA : Usia 12-29 tahun : 10 140 mg/dl. Usia 30 39 tahun : 20 150 mg/dl. Usia 40-49 tahun : 30 160 mg/dl. Usia > 50 tahun : 40 190 mg/dl. ANAK : Bayi : 5 40 mg/dl. Usia 5-11 tahun : 10 135 mg/dl.

2.4 Hiperlipidemia Hiperlipidemia adalah gejala dimana jika kelebihan kolesterol di dalam darah melebihi 5,72 mmol/L, lipoprotein berkapasitas rendah (LDL) melebihi 3,64 mmol/L, kelebihan trgliserida melebihi 1,7 mmol/L. Hiperlipidemia disebabkan adanya lemak nabati / kolesterol yang terlalu tinggi. Jika kalori dalam makanan yang dikonsumsi melebihi dari batas yang diperlukan oleh tubuh, kalori yang berlebihan akan tersimpan di dalam otak dalam bentuk trigliserida dan menjadi lemak, lalu hal tersebut menyebabkan kandungan lemak dalam darah meningkat. Untuk mereka yang kurang melakukan olahraga, kolesterol dan trigliserida darah dalam tubuhnya lebih tinggi dibanding dengan orang yang rajin melakukan olahraga. Bagi orang yang berada dalam keadaan tertekan, merokok, berpikir terlalu banyak juga akan meningkatkan kandungan lemak dalam darah. Terkadang kandungan lemak yang tinggi berhubungan dengan keturunan, ciri-cirinya adalah kelebihan lemak karena secara abnormal di dalam darah dan di umur masih tergolong muda terserang penyakit jantung koroner. Ada juga penyakit lain menyebabkan kelebihan lemak dalam darah.

10

Lipoprotein yang tinggi (HDL) dapat menghilangkan kolesterol yang berlebihan dalam darah dan otak, lipoprotein juga dapat menyerap kolesterol pada plak yang menempel di dinding arteri. Salah satu faktor terpenting yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner adalah kandungan HDL yang rendah dalam tubuh. Kandungan lipoprotein yang rendah dapat membawa banyak kolesterol di dalam darah. LDL yang berlebihan mengakibatkan

penggumpalan kolesterol pada dinding arteri dan membentuk plak arteroma. Penyakit jantung koroner berkaitan erat dengan banyaknya kolesterol dalam darah. Dengan melakukan diet akan mempengaruhi adanya kolesterol. Contohnya penyakit jantung koroner yang mengenai orang jepang masuk dalam golongan rendah. Akan tetapi, jumlah orang jepang yang tinggal di AS yang terkena penyakit jantung koroner sangat tinggi. Penyebab utamanya adalah perbedaan cara hidup dalam mengkonsumsi makanan yang dilakukan oleh mereka, dapat menyebabkan kelebihan kolesterol yang tinggi dalam darah dan peristiwa CHD meningkat.

11

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu 1. Tempat Praktikum Praktikum dilakukan di laboratorium Patologi Klinik UHAMKA. 2. Waktu Praktikum Praktikum dilakukan pada tanggal 11 Mei 2012

3.2 Metodologi Praktikum 3.2.1 Alat dan Bahan Alat : - Pipet mikro - Cawan Petri - Jarum Lanset - Spuit - Kapas Alkohol 70% - Tabung reaksi - Zentrifuge mikro - Fotometer klinikal varta 506

Bahan : - Darah Vena - Reagen standar - Reagen sampel - Aqua bidestilata

12

3.2.2 Prosedur Kerja 1. Pengambilan darah. Darah diambil kira-kira 1 ml, kemudian darah tersebut disentrifuse pada putaran 4000 rpm selama 15 menit agar diperoleh serum darah. 2. Pengukuran kadar trigliserida - Atur alat ke nol dengan reagen blanko - Masukan ke dalam kuvet

Blanko Reagen Reagen (ml) Standart (l) Sampel Destilled Water 1,0 10

Standart 1,0 10 -

Sampel 1,0 10 -

- Campurkan dan inkubasikan selama 5 menit pada suhu 370C - Baca serapan sampel, kalibrator dan blanko. Warna stabil kurang dari 60 menit.

13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum

Hasil praktikum patologi klinik pemeriksaan kadar Trigliserida Darah adalah sebagai berikut : No. 1. Nama Mahasiswa Annisa Kadar Tg 411,07 mg/dL

2.

Yunian

952,46 mg/dL

4.2 Pembahasan Trigliserida merupakan partikel yang berfungsi untuk mengangkut lemak yang ada di dalam tubuh. Lemak itu sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti Low Density Lipoprotein, High Density Lipoprotein dan Trigliserida. Trigliserida diduga berpengaruh dalam berkembangnya penyakit jantung, tapi itu masih sebuah dugaan, belum ada penelitian yang jelas yang membuktikan kalau trigliserida merupakan faktor penyakit jantung. Tubuh hanya memproduksi trigliserida sekitar 150 mg /dL secara normal. Pengukuran trigliserida digunakan dalam penyaringan status lipid untuk mendeteksi resiko aterosklerosis dan dalam pemantauan tindakan penurunan lipid. Studi terbaru, menunjukkan bahwa konsentrasi trigliserida dikombinasikan dengan peningkatan konsentrasi lipoprotein density rendah (LDL) merupakan suatu resiko tinggi untuk penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida tinggi juga pada berbagai penyakit hati, ginjal dan pankreas. Trigliserida serum atau plasma diukur dengan kuantisasi trigliserida di semua lipoprotein yang diambil secara bersama-sama. Pengukuran ini secara substansial dipengaruhi oleh konsumsi lemak makanan. Pengukuran yang akurat dari konsentrasi trigliserida serum dasar hanya dapat diperoleh bila pasien telah berpuasa 12 sampai 14 jam.

14

Dalam praktikum perhitungan kadar trigliserida ini, kami melakukan dengan metode enzimatis. Reagen yang digunakan mengandung enzim, buffer, dan kofaktor. Langkah pertama yang dilakukan adalah hidrolisis lipase terhadap trigliserida : Lipase 1 triglyceride + 3H O
2

1 glycerol + 3 fatty acid.

Sebelum melakukan pengamatan sampel, terlebih dahulu dilakukan standarisasi. Setelah standarisasi dilakukan, baru kemudian sampel dibaca kadarnya dalam spektrofotometer klinikal. Pada praktikum ini, hasil yang diperoleh adalah pada Annisa 411,07 mg/dL dan Yunian 952,46 mg/dL. Dari hasil ini dapat diamati bahwa kadar trigliserida pada 2 orang sukarelawan adalah diatas normal, dimana kadar normal adalah 150mg/dL. Tingginya kadar trigliserida dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : Kelainan fisiologis seperti misalnya penyakit diabetes yang tidak terkontrol, obesitas, dan herediter ( keturunan ). Asupan makanan yang banyak mengandung lemak atau minyak.

Kadar trigliserida yang tinggi merupakan suatu indikator adanya gangguan fisiologis tubuh yang berujung pada penyakit kardiovaskuler.

15

BAB V PENUTUP

Kesimpulan Pada praktikum ini, dilakukan pengukuran kadar trigliserida dalam serum darah pada dua orang sukarelawan. Hasil pengukuran kadar trigliserida menunjukan bahwa kadar trigliserida pada kedua sukarelawan adalah diatas normal. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan indikator terjadinya gangguan fisiologis tubuh yang berujung pada penyakit kardiovaskuler.

16

DAFTAR PUSTAKA

1. http://blogmas.wordpress.com/2008/08/27/hiperlipidemia/ 2. http://labkesehatan.blogspot.com/2010/02/pemeriksaan-lipid.html 3. http://www.trigliserida.com/ 4. http://id.wikipedia.org/wiki/Trigliserida 5. http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak 6. Guyton, Arthur C. 1983. Fisiologi Manusia dan Mekanismenya terhadap Penyakit. EGC Penerbit Buku kedokteran. Jakarta. 7. Evelyn, Pearce. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta. 8. Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

17