Anda di halaman 1dari 3

Nathan Sitohang [09/289143/TK/36017] JTETI UGM Tugas Kewirausahaan

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PISANG COKLAT ENAK,MURAH,BERGIZI


Abstrak: Pisang coklat adalah suatu makanan unik yang disajikan dengan tusuk sate dan ditaburi kacang tumbuk memiliki cita rasa yang sangat enak dan bergizi tetapi harganya relatif murah. Mengingat biaya investasi yang tidak terlalu tinggi dan juga pangsa pasar yang cukup menjanjikan serta tidak memberatkan yakni di lingkungan kampus. Untuk analisis yang pertama dilakukan perhitungan Break Even Point dan Payback Period nya. Tambahan lagi,jika diasumsikan pelaku usaha ini adalah mahasiswa tahun ketiga maka dapat juga dilakukan analisis kelayakan usahanya berdasarkan Net Present Value atau Benefit Cost Ratio. Rancangan Anggaran Biaya : Adapun biaya-biaya yang dibutuhkan dalam usaha ini adalah sebagai berikut: Fixed Cost : Kompor gas : Rp250.000,Peralatan masak(wajan,sendok masak,nampan,kuas,dll) : Rp200.000,Lemari Pendingin : Rp500.000,Total biaya investasi : Rp950.000,- Fc Variabel Cost : Pisang kepok Satu sisir pisang kepok rata-rata harganya adalah Rp12.000,- dengan rata-rata banyak buahnya adalah 22 buah. Sedangkan 4 buah pisang dapat menghasilkan 6 tusuk pisang coklat. Artinya, tiap 1 sisir pisang kepok dapat menghasilkan 33 tusuk pisang coklat. Harga: Rp12.000,-/33 tusuk Coklat Bar Satu pak coklat bar merk Colatta terdiri dari 6 bar dan harganya adalah Rp40.000,- .Masing-masing bar coklat cukup untuk melumuri 16 tusuk pisang coklat. Harga: Rp40.000/96 tusuk Tepung terigu Adonan tepung digunakan untuk menggoreng pisang. Satu adonan tepung yakni 0.25kg cukup untuk menggoreng 40 tusuk pisang.Harga tepung terigu per kilogram adalah sekitar Rp10.000,Harga: Rp2.500/40 tusuk Minyak goreng Harga: Rp22.000/250 tusuk Kacang Harga : Rp6.000/200 tusuk Sehingga modal yang diperlukan untuk membuat satu tusuk pisang coklat(sebelum ditambahkan biaya investasi/fixed cost) adalah Rp363,636+Rp416,666+Rp62,5+Rp88+Rp30 = Rp961,- Vc

Rencana usaha: Pisang coklat akan dijual seharga Rp2.000/tusuk. Produksi yang akan dilakukan adalah 2kali/minggu dengan target tiap produksi adalah menghasilkan 100 tusuk pisang coklat dan siap untuk dijual sampai habis pada tiap-tiap produksinya. Untuk menjalankan usaha ini dibutuhkan modal berupa pinjaman uang dari bank

Nathan Sitohang [09/289143/TK/36017] JTETI UGM Tugas Kewirausahaan sebesar Rp2.500.000,- dengan bunga sebesar 1% per bulan.Modal tersebut akan dikembalikan sebesar 25% dari penerimaan penjualan pisang coklat tiap bulannya. Sedangkan laba hasil penjualan akan ditabung semuanya pada bank yang sama dengan bunga sebesar 0.25% per bulan. Pelaku usaha dalam kasus ini adalah saya sendiri,saya adalah mahasiswa tahun ketiga maka hanya tersisa waktu 12 bulan untuk pelaksanaannya. Rencananya pada saat lulus nanti,semua peralatan akan dijual dengan harga Rp500.000,-.

Analisis Kelayakan : 1. Break Even Point Q = FC / (UP - VC) Q= = 914.34 tusuk

Sehingga jumlah pendapatan yang diperoleh pada saat titik impas adalah Rp1.828.681,424 ,-. Artinya juga,impas diperoleh saat penjualan yang kesepuluh (minggu ke-5). Grafik BEP :
2500000

2000000

Q
Harga (Rp) 1500000 Fc Vc

1000000

Tc Uc

500000

0 0 200 400 600 800 1000 1200 Jumlah Pisang Coklat (Tusuk)

2. Payback- Period Seperti tertulis dalam rencana usaha,maka penerimaan yang diperoleh per minggunya adalah 2*100 tusuk*Rp2.000,-=Rp400.000,- . Artinya,utang yang dibayarkan ke bank tiap bulannya adalah 4minggu*Rp400.000*25%= Rp400.000,Sehingga dapat disusun arus kas sebagai berikut : Arus kas Bulan I(sblml) F.Disconto (1%) Arus kas I (stlh) Arus kas kumulatif -2500000 0 -2500000 1 400000 0.9901 396040 -2103960 2 400000 0.9803 392120 -1711840

Nathan Sitohang [09/289143/TK/36017] JTETI UGM Tugas Kewirausahaan

3 4 5 6 7 8

400000 400000 400000 400000 400000 400000

0.9706 0.961 0.9515 0.942 0.9327 0.9235

388240 384400 380600 376800 373080 369400

-1323600 -939200 -558600 -181800 191280 560680

PP = 6 + 181.800/373.080 = 6.4873 bulan atau pada pembayaran bulan ketujuh. Usaha ini akan mulai menghasilkan untung tanpa terbeban utang adalah mulai saat bulan ketujuh. 3. Net Present Value dan Benefit Cost Rate Pengeluaran : - Rp2.500.000,- (modal) PW Pengeluaran = Rp2.500.000,Pemasukan : - Rp 550.000,- (harga jual kembali peralatan) - Untung penjualan pisang coklat :[(Uc-Vc )* 800 tusuk]/bulan =Rp831.200/bulan PW Pemasukan = 500.000(P/F,1%,12) + 831.200(P/A,0.25%,12) = Rp443.700+ Rp9.813.978,4,= Rp 10.257.678,4,NPV = Rp 7.757.678,4,- > 0 BCR = Rp 10.257.678,4,- / Rp2.500.000,- = 4,10307 > 1 Kesimpulannya, dalam waktu satu tahun ke depan, usaha pisang coklat ini layak dilakukan dan nilai keuntungan yang diperoleh juga relatif tinggi. Kesimpulan tambahan, seandainya peralatan masak tidak laku dijual, maka usaha ini masih layak untuk dilakukan karena NPV masih lebih besar dari nol atau BCR masih tetap lebih besar dari satu.