Anda di halaman 1dari 4

IDENTIFIKASI JURNAL SPIRITUAL Religiousness and Spiritual Support Among Advanced Cancer Patients and Associations With End-of-Life

Treatment Preferences and Quality of Life Penulis : Tracy A. Balboni, Lauren C. Vanderwerker, Susan D. Block, M. Elizabeth Paulk, Christopher S. Lathan, John R. Peteet, and Holly G. Prigerson

A. PENDAHULUAN Pasien dengan penyakit kanker terminal membutuhkan perawatan yang lengkap. Parameter kesehatan yang digunakan tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dasar secara fisik namun saat ini sudah berkembang meliputi agama dan spiritualitas. 50% hingga 95% pasien kanker membutuhkan spiritualitas serta memandang bahwa agama dan spiritual memegang peranan yang penting secara personal, terutama pada pasien minoritas. Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara agama dan spiritualitas dengan peningkatan koping dan kualitas hidup (Quality of life/QOL). Koping religius yang negatif seperti menganggap penyakit sebagai hukuman Tuhan, dapat semakin meningkatkan penyakit. Hal tersebut berkaitan erat dengan distress dan penurunan kualitas hidup. Maka dari itu, beberapa rumah sakit sudah mempertimbangkan pemberian perawatan paliatif pada pasien dengan penyakit terminal, termasuk di dalamnya terdapat pedoman mengenai penyediaan spiritual support untuk memenuhi kebutuhan agama dan spiritual di rumah sakit. Namun, hanya sedikit yang mengetahui bagaimana penyakit yang mengancam jiwa dapat mempengaruhi kebutuhan dukungan spiritual dan bagaimana dukungan rohani mempengaruhi kualitas hidup. Jurnal ini mempelajari tentang bagaimana hubungan antara dukungan spiritual pada pasien penyakit kanker terminal dengan kualitas hidup dan pemilihan pengobatan, serta kegiatan religi sebelum dan sesudah dignosa kanker.

B. PEMBAHASAN 1. Tujuan Keterlibatan aspek religi dan spiritual pada perawatan penyakit kanker membutuhkan pengkajian dan penelitian yang lebih spesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keagamaan dan dukungan spiritual pada pasien kanker lanjut dengan latar belakang ras dan etnik yang beragam, serta hubungannya dengan kualitas hidup, pemilihan pengobatan, dan rencana asuhan lanjut. 2. Metode Metode yang digunakan adalah dengan menginterview pasien yang masuk ke dalam kategori sampel penelitian, dimulai pada 1 Agustus 2002 sampai 25 Agustus 2005. Kriteria sampel antara lain : a. Pasien terdiagnosa penyakit kanker lanjut (prognosis yang diharapkan < 1 tahun) dan mengalami kegagalan kemoterapi lini pertama b. Diagnosis pada lokasi yang terlibat c. Usia 20 tahun d. Teridentifikasi memiliki pengasuh yang tidak dibayar e. Memiliki stamina yang cukup untuk melakukan interview f. Tidak memiliki status dementia atau delirium g. Mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris atau spanyol Beberapa variabel yang diukur antara lain : a. Keagamaan dan dukungan spiritual Pasien diminta untuk menilai pentingnya agama bagi mereka dan frekuensi kunjungan pelayanan religi dan kegiatan spiritual sebelum dan sesudah diagnosa kanker. Pasien dikaji mengenai dukungan kebutuhan spiritual oleh komunitas religi atau oleh pelayanan kesehatan dengan skala pengukuran 1 (tidak ada sama sekali) hingga 5 (dukungan penuh). b. Koping Religi Pengkajian dilakukan menggunakan instrumen Pargament's Brief RCOPE (14 item) untuk menilai koping religi positif dan koping religi negatif. c. Kualaitas hidup (Quality of Life / QOL) Pengkajian dilakukan menggunakan instrumen The McGill Quality of Life questionnaire (16 items). Questionare ini digunakan untuk mengukur kualitas hidup pada setiap tahap penyakit yang mengancam jiwa.

d. Variabel pasien lainnya Penilaian meliputi usia, jenis kelamin, ras / etnik, pendidikan, dan status insurance. 3. Hasil Berdasarkan penentuan karakteristik sampel, terdapat 538 pasien yang masuk ke dalam kriteria, namun hanya 338 pasien yang terlibat dan jumlah sampel yang digunakan di dalam penelitian sebanyak 230 (N=230). 94 pasien tidak berpartisipasi dengan alasan tidak tertarik, 27 pasien tidak diperbolehkan oleh petugas medis, dan 18 pasien mengalami kesedihan yang mendalam sehingga tidak berkenan untuk berpartisipasi. a. Keagamaan dan Kegiatan Agama Agama dinilai sangat penting oleh 156 partisipan (68 %), agak penting oleh 47 partisipan (20%), dan tidak penting oleh 27 partisipan (12 %). Pasien Afrika Amerika lebih banyak menganggap agama sangat penting (89%) dibandingkan dengan pasien kulit putih (59%). Peningkatan distress berhubungan secara signifikan dengan penigkatan keagamaan, sedangkan usia tidak berhubungan dengan keagamaan. Partisipan menghadiri kegiatan keagamaan satu bulan sekali atau lebih sebanyak 56% sebelum terdiagnosa kanker, dan turun menjadi 44% setelah terdiagnosa kanker. Kegiatan religi spiritual individu sehari-hari secara individu sebanyak 47% sebelum terdiagnosa kanker dan 61% setelah terdiagnosa kanker. b. Dukungan Kebutuhan Spiritual Pasien Kanker Lanjut Sebanyak 38% pasien mendapat dukungan yang besar dari komunitas religi mereka, sedangkan 47% mengatakan bahwa mereka mendapat dukungan religi dalam skala kecil, atau bahkan tidak sama sekali. Di antara pasien yang memiliki agama (N=203), pasien Afrika Amerika lebih sering didukung oleh komunitas religi dibandingkan pasien kulit putih dan Hispanik. 72% pasien menyatakan bahwa mereka mendapatkan sedikit hingga tidak sama sekali dukungan dari pelayanan medis, sedangkan 42% menyatakan bahwa mereka tidak mendapatkan dukungan kebutuhan spiritual baik dari komunitas religi maupun dari pelayanan kesehatan. Sebanyak 52% pasien mendapat kunjungan dari ahli agama. Paling banyak dialami oleh pasien Hispanik (100%), Amerika (94%), kulit putih (83%).

c. Hubungan Dukungan Spiritual Terhadap Kualitas Hidup; dan Keagamaan terhadap Pemilihan Pengobatan dan Rencana Perawatan Lanjut

4. Diskusi

C. KESIMPULAN