Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang
Embriologi dari ayam adalah perkembangan ayam di dalam telur. Fertilisasi yang mula-mula dimulai oleh sperma terjadi di infundibulum sekitar 15 menit setelah menyentuh kantung kuning telur yang telah siap. Sel divisi untuk menciptakan embrio baru dimulai sekitar lima jam setelah fertilisasi dan sedangkan telur melewati sepanjang oviduct dan akhirnya diletakkan. Pada umumnya induk ayam dari bertelur berlangsung 21 hari dari penetasan kondisi baik untuk mengembangkan dan menetaskan. Namun, pembentukan ini

memakan waktu 22 hari satu hari oviduct dan 21 hari dalam incubator atau sarang. Dengan mengadakan praktikum ini kita bisa mengamati secara langsung semua proses perkembangan embrio ayam yang dalam masa inkubasi. Dengan demikian kita tidak hanya mengetahui proses perkembangan embrio ayam

melalui teori saja, tetapi juga melalui kegiatan praktikum yang dilakukan secara langsung.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui tahap-tahap perkembangan embrio ayam berdasarkan umur inkubasi (pengeraman) 2. Dapat melihat begian-bagian embrio pada setiap tahap perkembangannya.

1.3 Manfaat
1. Mahasiswa bisa mengetahui tahap-tahap perkembangan embrio ayam berdasarkan umur inkubasi (pengeraman). 2. Mahasiswa dapat melihat begian-bagian embrio pada setiap tahap perkembangannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Secara umum,telur terdiri dari 3 komponen: kulit telur atau cangkang,putih telur dan kuning telur (Suprati,2002). Ciri-ciri telur yang baik antara lain: kerabang bersih, halus, rongga udara kecil, kuning telurnya terletak ditengah dan tidak bergerak, putih telur bagian dalam kental dan tinggi pada bagian putih telur maupun kuning telur tidak terdapat noda darah maupun daging. Bentuk telur serta besarnya juga proporsional dan nofrmal (Sudaryani dan Samosir, 1997). Kuning telur merupakan bagian yang paling penting bagi isi telur,sebab pada bagian inilah terdapat dan tempat tumbuh embrio hewan, khususnya pada telur yang telah dibuahi. Bagian kuning telur ini terbungkus semacam selaput tipis yang sangat kuat dan elastis yang disebut membrane vetelina. Kuning telur memiliki komposisi gizi yang lebih lengkap daripada putih telur dan terdiri dari air, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin (Stadellman, 1995) Hasil pengamatan struktur embrio ayam umur inkubasi 1 hari yaitu, terdapat daerah berwarna kuning gelap pada bagian tengah dan daerah berwarna kuning terang pada bagian tepi. Hasil pengamatan tersebut telah sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa lempengan embrio terlihat seperti cincin, pada pusat area berwarna lebih terang seperti rumah embrio. Asal mula lempengan embrio pada tahap

blastodermal. Nampak rongga segmentasi yang berada di bawah area pelucida yaitu bagian tengah yang berwarna lebih terang. Juga terdapat cincin yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya disebut daerah ovaca (Anonimous, 2007). Embrio ayam umur inkubasi 5 hari, berdasarkan hasil pengamatan jantung sudah mulai berdenyut, namun belum terlihat adanya perkembangan organ-organ tubuh lainnya. Hal tersebut tidak sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa terjadi perkembangan rongga amniotik yang akan mengelilingi embrio yang berisi cairan amniotik, berfungsi untuk melindungi embrio dan membolehkan embrio bergerak. Nampak gelembung alantois yang berperan utama dalam penyerapan

kalsium, pernapasan dan tempat penyimpanan sisa-sisa. Embrio pada hari kelima telah mengalami peningkatan ukuran, embrio membentuk huruf C, kepala bergerak mendekati ekor. Terjadi perkembangan sayap, tunas kepala, mata, anggota badan bagian bawah dan anggota badan bagian atas (Anonimous, 2007) Telur merupakan kumpulan makanan yang disediakan induk unggas untuk perkembangan embrio menjadi anak ayam didalam suatu wadah. Isi dari telur akan semakin habis begitu telur telah menetas. Telur tersusun oleh tiga bagian utama: kulit telur, bagian cairan bening, dan bagian cairan yang berwarna kuning (Rasyaf, 1990).

BAB III METODE PRATIKUM 3. 1 Alat dan Bahan


Larutan garam fisiologis (NaCl 0,9% suhu 40oC) Mesin pengeram (inkubator) Alat bedah Cawan petri Pensil Telur ayam umur inkubasi 1 hari - 21 hari

3.2 cara kerja


Mengambil telur ayam umur inkubasi 1 hari. Melingkari tempat embrio yang akan dibuka pada telur tersebut dengan pensil. Menusuk bagian yang tumpul sehingga gelembung udaranya keluar. Melakukan kegiatan 3 di atas dalam bejana berisi larutan garam fisiologis dan suhunya diusahakan 40oC (suam-suam kuku).

Menusuk dengan pinset kulit telur yang telah ditandai tadi, kemudian mengangkat dengan pinset.

Menggunting membrana vitellus agar lebar, kemudian menggunting area embrional dengan gunting yang bengkok di luar sinus terminalis, juga di bawah blastoderm agar lepas dari vitellus.

Menarik blastoderm itu dan meletakkan dalam gelas arloji kecil yang telah diisi larutan garam fisiologis.

Melakukan pengamatan. Mengulangi langkah-langkah di atas untuk telur ayam umur inkubasi 1 hari 21 hari.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 1 Hasil


Telur terdiri dari enam bagian yaitu kerabang telur atau kulit luar (shell), selaput kerabang, putih telur (albumin), kuning telur (yolksalk), tali kuning telur (chalaza) dan sel benih (germ plasm) dan berikut ini adalah hasil pengamatan perkembangan embrio ayam yang dimulai dari hari 1 sam pai hari ke 21: Pengamatan embrio ayam Embrio ayam umur 1 hari

Keterangan : Dasar perkembangan embrio ayam Peta takdir: tempat berkembang jantung. Zona pelusida: akan menjadi saluran pencernaan.

Area ovaka: akan menjadi susunan saraf.

Embrio ayam umur 2 hari

Keterangan: Jantung mulai berdetak atau permulaan denyut jantung. Permulaan pembentukan hati dan telinga.

Embrio ayam umur 3 hari

Keterangan: Permulaan pembentukan amnion. Permulaan pembentukan alantois. dan permulaan pembentukan sayap, kaki, dan hidung. Embrio ayam umur 4 hari

Keterangan: Permulaan pembentukan lidah dan bola mata.

Embrio ayam umur 5 hari

Keterangan: Terbentuk alat reproduksi, jantung, muka, hidung dan pernafasan mulai nyata. Embrio ayam umur 6 hari dan 7 hari

10

Keterangan: Alat tubuh mulai berkembang.

Embrio ayam umur 8 hari

Keterangan: Bulu asli yang halus mulai tampak.

Embrio ayam umur 9 hari

Keterangan:

11

Mata mulai membesar. Tulang belakang mulai mengeras.

Embrio ayam umur 10 hari

Keterangan: Mulai ada pembentuakan folikel darah. Bentuk kaki mulai tampak.

Embrio ayam umur 11 hari

12

Keterangan: Paruh, anggota gerak dan tengkorak mulai mengeras.

Embrio ayam umur 12 hari

Keterangan: Sisik dan cakar mulai terbentuk.

Embrio ayam umur 13 hari

Keterangan:

13

Terbayang anak ayam sederhana, kerangka mengeras, dan alat tubuh dapat dibedakan.

Embrio ayam umur 14 hari dan 15 hari

Keterangan: Semua anggota tubuh mulai sempurna. Cairan putih telur habis diserap oleh embrio.

Embrio ayam umur 16 hari

14

Keterangan: Sisik, cakar, dan paruh mulai sekeras tanduk. Kuning telur terletak dirongga perut.

Embrio ayam umur 17 hari

Keterangan: Paruh sudah mengarah ke kantung udara. Ginjal sudah mulai bekerja.

Embrio ayam umur 18 hari

15

Keterangan: Paru-paru sudah mulai bekerja. Putih telur sudah hilang.

Embrio ayam umur 19 hari

Keterangan:

16

Terjadi penyerapan vitelus sehingga vitelus tinggal sedikit. Aminion sudah hilang.

Embrio ayam umur 20 hari

Keterangan: Vitelus sudah tidak ada. Embrio sudah memenuhi telur.

Embrio ayam umur 21 hari

17

Keterangan: Anak ayam dengan paruhnya menembus kulit telur memotong kehidupan didalam telur sesui perputaran jarum jam.

4.2 Pembahasan
Secara umum,telur terdiri dari 3 komponen: kulit telur atau cangkang,putih telur dan kuning telur. Pada umur dasar pembentukan embrio terbentuk peta takdir, zona pelusida, dan area ovaka. Kuning telur merupakan bagian yang paling penting bagi isi telur,sebab pada bagian inilah terdapat dan tempat tumbuh embrio hewan, khususnya pada telur yang telah dibuahi. Bagian kuning telur ini terbungkus semacam selaput tipis yang sangat kuat dan elastis yang disebut membrane vetelina. Pada embrio ayam terdapat kantung kuning telur yang menghasilkan enzim. Enzim ini
18

mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi pembawa sebagai ke oksigen embrio,menyerap zat asam dari embrio, mengambil yang sisa-sisa pencernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois, serta membantu alantois, serta membantu mencerna albumen.

BAB V PENUTUP
Kesimpulan Dari hasil pratikum pengamatan embrio ayam dapat disimpulkan bahwa setiap fase perkebangan berbeda-beda, pada dasar pembetukan embrio terbentuk 3 kompenen dasar yang memiliki kepentingan yang berbeda, yaitu: peta takdir tempat berkembangnya jantung, zona pelusida akan berkembang menjadi saluran pencernaan, dan arean ovaka akan menjadi susunan saraf. Dan pada kuning telur semua itu berada karena di kuning telur itu yang akan berkembang menjadi embrio.

19

Daftar Pustaka
Anonimous. 2007. Beternak Ayam Petelur. Jakarta: Penebar Swadaya. Rasyaf, M., 1990. Pengelolaan Penetasan. Yogyakarta : Kanisius. Suprapti, L., 2002. Pengawetan Telur, Telur Asin, Tepung Telur, dan Telur Beku. Yogyakarta: kanisius. Sudaryani., Samosir, 1997. Mengatasi Permasalahan Beternak Ayam . Jakarta : Penebar Swadaya. Stadellman, W.J. dan O.J. Cotteril, 1995. Egg Science and Technology. Avi Publishing: New York.

20

21