Anda di halaman 1dari 12

PRASANGKA,STEREOTIPE DAN DISKRIMINASI

DISUSUN OLEH: Donna Angelin Utami (11181022) Fanny Novitasari Imam budi Darma

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

1.Pengertian Prasangka sosial Prasangka adalah sebuah sikap biasanya negatif terhadap anggota kelompok tertentu, semata berdasarjan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut.Dengan kata lain,seseorang yang memiliki prasangka terhadap kelompok sosial tertentu cenderung mengnilaikan anggotanya dengan yang sama (biasanya secara negatif) semata karena mereka kelompok tersebut.Trait dan tingkah laku individual mereka memainkan peran yang kecil,mereka tidak disukai (atau dalam beberapa kasus mereka disukai) hanya karena mereka tersebut dalam kelompok tertentu,Sebaliknya,Diskriminasi merujuk pada aski negatif terhadap kelompok yang menjadi sasaran prasangka. Beberapa tokoh mengenai pengertian prasangka sosial antara lain : Menurut Kimball Young menyatakan prasangka adalah mempunyai ciri khas pertentangan antara kelompok yang ditandai oleh kuatnya im group dan out group. Menurut Sherif and Sherif menyatakan prasangka sosial adalah sikap negatif para anggota suatu kelompok,berasal dari norma mereka anut kepada kelompok lain beserta anggotanya. Menurut Marat menyatakan bahwa prasangka sosial adalah dugaan-dugaan yang memiliki nilai positif atau negatif,tetapi biasanya lebih negatif. Menurut Brehm dan Kassin memyatakan bahwa prasangka sosial adalah perasaan negatif terhadap seseorang semata berdasarkan keanggotanya dalam kelompok tertentu. Menurut Kartono menyatakan bahwa prasangka merupakan pernilaian yang terlalu tegesagesa,berdasarkan generalisai yang terlalu cepat,sifatnya berat sebelah,dan disertai dengan tindakan menyenderhanakan kenyataan. Menurut Papalia and Sally menyatakan prasangka sosial adalah sikap negatif yang ditujukan pada orang lain yang berbeda dengan kelompoknya tanpa ada alasan yang mendasar pada pribadi orang tersebut. Menurut Allport menyatakan bahwa prasangka sosial merupakan suatu sikap yang membenci kelompok lain tanpa ada alasan yang objektif untuk membenci kelompok tersebut. Menurut Kossen menguraikan bahwa prasangka sosial merupakan gejala yang interen yang meminta pra hukum atau membuat keputusan dengan bukti yang tidak cukup. Menurut Davis O. Sears dkk menyatakan bahwa prasangka sosial adalah pernilaian terhadap kelompok atau seorang individu yang terutama didasarkan pada keanggotaan ke-

lompok tersebut,Artinya prasangka sosial ditujukan pada orang kelompok tertentu yang berbeda dengannya atau kelompoknya. Menurut Worchel dkk Pengertian prasangka dibatasi sebagai sikap negatif yang tidak dapat dibenarkan terhadap suatu kelompok dan individu anggotanya. Ketika prasangka diartikan sebagai jenis khusus dari sikap.dua implikasi mengikutinya. Pertama sikap seringkali berfungsi sebagai skema,maka individu yang memiliki prasangka terhadap kelompok tertentu cenderung memproses informasi tentang kelompok ini secara berbeda dari mereka memproses informasi tentang kelompok lain.sebagai contoh informasi yang berhubungan dengan prasangka sering kali diberi perhatian lebih,atau diproses lebih hati-hati,daripada informasi yang tidak berhubungan dengan hal tersebut.Kedua,sebagai sebuah sikap,prasangka juga melibatkan perasaan negatif atau emosi pada orang yang dikenai prasangka ketika mereka hadir atau hanya dengan memikirkan anggota kelompok yang tidak mereka sukai.jadi prasangka sosial secara umum adalah suatu sikap negatif yang diperlihatkan oleh individu atau kelompok terhadap individu lain atau kelompok lain.

A.Ciri-ciri Prasangka Sosial Ciri-ciri prasangka sosial dapat dilihat dari kecenderungan individu untuk membuat kategorisasi sosial.Kategorisasi sosial adalah kecenderungan untuk membagi dunia sosial ke dalam dua kelompok yang berbeda yaitu kelompok kita (in group) dan kelompok merela (out group).in group adalah kelompok sosial dimana individu merasa dirinya dimiliki atau memiliki(kelompok kami) sedangkan out group kelompok apapun selain kelompok dimana individu yang terkait memperpsikan dirinya sebagai anggotanya. Ciri-ciri prasangka sosial berdasarkan penguatan perasaan in group dan out group adalah: Proses pernilaian terhadap perbuatan anggota kelompok lain.Jika ada salah seorang individu dari kelompok luar berbuat negatif,maka akan digeneralisasikan pada semua anggota luar sedangkan jika ada salah seorang individu berbuat negatif dari kelompok sendiri,maka perbuatan negatif tersebut tidak akan dinilaikan pada kelompok sendiri lainnya. Kompetisi sosial merupakan suatu yang digunakan oleh anggota kelompok untuk meningkatkan harga dirinya dengan membandingkan kelompoknya dengan kelompok lain dan menganggap kelompok sendiri lebih baik daripada kelompok lain. Penilaian ekstrem terhadap anggota kelompok lain.Individu melakukan pernilaian terhadap anggota baik positif ataupun negatif sevara berlebihan.Biasanya pernilaian yang diberikan berupa penilaian negatif.

Pengaruh persepsi selektif dan ingatan masa lalu biasanya berkaitan dengan stereotipe. Perasaan Frustasi.perasaan frustasi adalah rasa tertekan seseorang sehingga membutuhkan pelampiasan sebagai objek atas ketidakmampuannya menghadapi kegagalan.kecewaan akibat persiangan antar individu dan kelompok menjadikan seseorang mencari pengganti untuk mentuangkan frustasi pada objek lain.Objek lain tersebut biasanya memiliki kuat yang lebih rendah dibandingkan dengan dirinya sehingga membuat individu mudah berprasangka. Agresi antar kelompok.Agresi biasanya timbul akibat cara berpikir rasialis,sehingga seseorang cenderung berperilaku agresif. Dogmatisme adalah sekumpulan kepercayaan yang dianut berkaitan dengan masalah tertentu,salah satunya adalah mengenai kelompok lain.Bentuk dogmatisme dapat berupa etnosentrisme dan favoritisme.Etnosentrisme adalah kepercayaan yang menempatkan kelompok sendiri sebagai pusat segala-galanya.Sedangka favoritisme adalah pandangan atau kepercayaan individu yang menempatkan kelompok sendiri sebagai yang terbaik,paling benar dan paling bermoral.

B.Sumber penyebab Prasangka Sosial Sumber penyebab prasangka sosial secara umum dapat dilihat berdasarkan tiga pandangan yaitu: 1. Prasangka sosial Sumber prasangka sosial,antara lain : Ketidakadilan sosial.hal ini dapat berasal dari ketidakadilan status dan prasangka serta agama dan prasangka.Ketidaksetaraan status dan prasangka merupakan kesenjangan atau perbedaan yang mengiring ke arah prasangka negatif . Indentas sosial merupakan bagian itu menjawab siapa aku? yang dapat dijawab bila kita memiliki keanggotaan dalam sebuah kelompok.Kita mengindetifikasi diri kita dengan kelompok tertentu(in group) sedangkan ketika kita dengan kelompok lain kita cenderung untuk memuji kebaikan kelompok kita sendiri. Konformitas juga merupakan salah satu sumber prasangka sosial.orang yang berkonformitas memiliki tingkat prasangka lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak berkonformitas.

2. Prasangka secara emosional sering kali timbul dipicu oleh situasi sosial,padahal faktor emosi juga dapat memicu prasangka sosial.Secara emosional dapat dipicu oleh frustasi dan agresi,kepribadian yang dinamis dan kepribadian otoriter. Frustasi dan agresi rasa sakit sering menimbulkan pertikaian.Salah satu sumber frustasi adalah adanya persaingan.ketika dua kelompok bersaing untuk memperebutkan sesuatu, misalnya pekerjaan,rumah,derajat sosial. Kepribadian yang dinamis status.Untuk dapat merasakan diri kita memiliki status,kita memerlukan adanya orang yang memiliki ststus di bawah kita.contohnya ketika kita mendapatkan nilai terbaik di kelas,kita merasa menang dan dianggap memiliki status lebih baik. Kepribadian otoriter.Emosi yang ikut peran terhadap prasangka adalah kepribadian diri yang otoriter.Sebagai contoh pertikaian terhadap kaum yahudi sering terjadi bwedampingan dengan pertikaian terhadap kaum minoritas.

C.Faktor-faktor yang mempengaruhi prasangka sosial : Proses pembentukan prasangka sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1. Pengaruh Kepribadian.Dalam perkembangan kepribadian seseorang akan terlihat pula pembentukan prasangka sosial.Kepribadian otoriter mengarahkan seseorang membentuk suatu konsep prasangka sosial,karena ada kencenderungan orang tersebut selalu merasa curiga,berfikir dogmatis dan berpola pada diri sendiri. 2. Pendidikan dan Status.Semakin tinggi pendidikan seseorang dan semakin tinggi status yang dimilikinya akan mempengaruhi cara berpikirnya dan akan menerusir prasangka sosial. 3. Pengaruh Pendidikan Anak oleh Orangtua.Dalam hal ini orangtua memiliki nilai-nilai tradisional yang dapat dikatakan berperan sebagai ideologi keluarga yang akan mempengaruhi prasangka sosial. 4. Pengaruh Kelompok.Kelompok memiliki norma dan nilai tersendiri yang akan mempengaruhi pembentukan prasangka sosial pada kelompok tersebut.Oleh karenanya norma kelompok yang memiliki fungsi otonom akan banyak menimbulkan memberikan infomarsi secara nyata atau secara emosional yang mempengaruhi sisten atau sikap individu. 5. Pengaruh politik dan ekonomi sering kali menimbulkan prasangka sosial,memicu timbulnya prasangka sosial terhadap kelompok lain seperti kelompok minoritas. 6. Pengaruh Komunikasi juga memiliki peranan dalam memberikan informasi yang baik akan mempengaruhi pembentukan prasangka sosial.

7. Pengaruh hubungan sosial merupakan suatu media dalam mengurangi atau mempertinggi prasangka sosial.

D.Teori-Teori Prasangka Sosial Berikut ini terdapat beberapa teori psikologi yang dapat menjelaskan bagaimana faktor sosial dapat menyebabkan munculnya prasangka sosial dan mengapa prasangka mucul dalam interaksi sosial yaitu Teori Belajar sosial Menurut pandangan ini,prasangka adalah sesuatu yang dipelajari seperti halnya individu belajar nilai-nilai sosial.prasangka biasanya diperoleh melalu proses sosialisasi. Teori Konflik Realistik Menurut pandangan ini,prasangka bersumber dari persaingan antar kelompok sosial untuk memperoleh barang berharga atau kesempatan yang terbatas. Teori Kognitif Pandangan ini menjelaskan bagaimana cara individu berpikir mengenai prasangka (objek yang jadi sasaran prasangka) dan bagaimana individu memproses informasi dan memahami secara subjektif mengenai dunia dan orang lain. Teori Identitas Sosial Pandangan ini menyatakan bahwa individu meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan mengenalkan diri dengan kelompok sosial tertentu,Namun,hal ini terjadi bila orang tersebut mempersepsikan kelompoknya lebih baik daripada kelompok lain yang menjadi pesaingnya. Teori Psikodinamika Menurut pandangan ini,prasangka adalah agresi yang dialihkan.Pengalihan agresi terjadi apabila sumber frustasi tidak dapat diserang karena rasa takut dan sumber frustasi itu benar-benar tidak ada.Prasangka juga dapat timbul akibat terganggunya fungsi psikologis dalam diri individu.berdasarkan teori ini,prasangka timbul karena adanya rasa frustasi dan kepribadian otoriter Teori Biologis Menurut pandangan ini bahwa kecenderungan untuk tidak menyukai kelompok lain dan hal-hal yang bukan milik kita merupakan warisan yang telah turun menurun dal turunan kita.Pendekatan biologis mengistilahkan pendekatan ini sebagai genetic similary theory.

Asumsi teori ini adalah gen (tutunan) akan memastikan kelestariannya dengan mendorong reproduksi gen yang paling baik yang memiliki kesamaan

Deprivasi Relatif Pandangan ini menyatakan bahwa keadaan psikologis dimana seseorang merasakan ketidakpuasan atas kesenjangan atau kekurangan subjektif yang dirasakannya pada saat keadaan diri dan kelompoknya dibandingkan dengan orang atau kelompok lain.keadaan ketidakpuasan bisa menimbulkan persepsi adanya suatu ketidakadilan.

E.Cara Mengurangi Prasangka Sosial Terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk mengurangi dan mencengah timbulnya prasangka,yaitu Melakukan komunikasi atau bicara langsung Mengajarkan individu untuk tidak membenci Mengoptimalkan peran orangtua,guru dan orang dewasa yang dianggap penting oleh individu dan media massa untuk membentuk sikap menyukai atau tidak menyukai melalui contoh perilaku yang ditunjukkan (penguat positif) Menyadari individu untuk belajar membuat perbedaan tentang individu lain,yaitu belajar mengenal dan memahami individu lain berdasarkan karakteristiknya yang unik,tidak hanya berdasarkan keanggotaan individu tersebut dalam kelompok tertentu. Alasan-alasan yang mendasari hukum dapat mengurangi prasangka yaitu: Hukum yang membuat diskriminasi menjadi perbuatan ilegal,sehingga akan mengurangi tindakan yang memojokkan pada kehidupan anggota minoritas. Hukum membantu untuk menetapkan norma-norma dalam masyarakat,yaitu hukum berperan dalam mengertikan jenis-jenis perilaku yang dapat diterima atau tidak dapat diterima Hukum mendorong konformitas terhadap perilaku nondiskriminatif,yang mungkin pada akhirnya akan menghasilkan nilai sikap yang tidak berprasangka melalui proses persepsi diri atau mengurangi rasa ketidaknyamanan.

F.Dampak Prasangka Sosial Prasangka Sosial menurut Rose,dapat merugikan masyarakat secara umum dan organisasinya khususnya.Hal ini terjadi karena prasangka sosial dapat menghambat perkembangan potensi individu secara maksimal.Selanjutnya Steplan mengurai bahwa prasangka sosial tidak hanya mempengaruhi perilaku orang dewasa tetapi juga pada anak sehingga dapat membatasi kesempatan mereka berkembang menjadi orang yang memiliki tolensi terhadap kelompok sasaran misalnya kelompok minoritas.Rosenbreg dan Simmons menguraikan bahwa prasangka sosial akan menjadikan kelompok individu tertentu dengan kelompok individu lain berbeda kedudukannya dan menjadikan mereka tidak mau bergabung atau bersosialisasi.Apabila hal ini terjadi dalam organisasi atau perusahaan akan merusak kerjasama.Selanjutnya diuraikan bahwa prasangka sosial dapat bertahan dalam waktu yang lama karena prasangka sosial merupakan pengamalan yang kurang menyenangkan bagi kelompok yang diprasangkai tersebut.Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian tentang dampak prasangka sosial adalah bahwa dengan adanya prasangka sosial akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang dalam berbagai situasi.Prasangka sosial dapat menjadikan seorang atau kelompok tidak mau bergabung atau bersosialisasi dengan kelompok lain. 2.Pengertian Stereotipe Stereotipe adalah kerangka berpikir kognitif yang terdiri dari pengetahuan dan keyakinan tentang kelompok sosial tertentudan sifat-sifat tertentu yang mungkin dimiliki oleh orang yang menjadi anggota kelompok ini (Judd,Ryan dan Parke).Dengan kata lain,Stereotipe adalah keyakinan bahwa semua anggota kelompok tertentu memiliki karakteristik atau sifat yang sama.Stereotipe adalah gabungan dari ciri-ciri paling sering diterapkan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain atau oleh seseorang kepada orang lain(soekanto),secara lebih tegas,Matsumoto mengartikan stereotipe sebagai pernilaian kesan yang kita miliki mengenai seseorang terutama kepribadiannya.Stereotipe memberikan pengaruh kuat pada bagaimana kita memproses informasi sosial.informasi yang sesuai dengan stereotipe yang diaktifkan sering kali diproses dengan lebih cepat dan diingat lebih baik,daripada informasi yang tidak berhubungan dengan hal tersebut. Stereotipe berfungsi menggambarkan kenyataan antar kelompok,mengartikan kelompok dalam bentuk dengan yang lain,membentuk imej kelompok lain dan kelompok sendiri, yang menerangkan dan menyatakan hubungan antar kelompok dan perilaku orang pada masa lalu,sekarang dan masa depan di dalam hubungan itu (Bourhis, Turner,dan Gagnon).Melalui

stereotipe kita bertindak menurut apa yang sekiranya sesuai terhadap kelompok lain.Misalnya etnis jawa memiliki stereotipe lemah lembut dan kurang suka berterus terang,maka kita akan bertindak berdasarkan stereotipe itu dengan bersikap selembut-lembutnya dan berusaha untuk tidak mempercayai begitu saja apa yang diucapkan seorang etnis jawa kepada kita.Sebagai sebuah generalisasi kesan,stereotipe kadang-kadang tepat dan kadang-kadang tidak.Misalnya stereotip etnis jawa yang tidak suka berterus terang memiliki kebenaran cukup tinggi karena umumnya etnis jawa memang kurang suka berterus terang. Namun tentu saja terdapat pengecualian-pengecualian karena banyak juga etnis jawa yang suka berterus terang. Stereotipe dapat diwariskan dari turun menurun melalui bahasa verbal tanpa pernah adanya kontak dengan tujuan atau objek stereotipe (Brisslin).Misalnya saja stereotip terhadap etnis Cina mungkin telah dimiliki oleh seorang etnis Minang,meskipun ia tidak pernah bertemu sekalipun dengan etnis Cina.Stereotipe juga dapat diperkuat oleh TV,film,majalah,koran dan segala macam jenis media massa.Menurut Johnson & Johnson stereotipe dilestarikan dan di kukuhkan dalam empat cara,: 1. Stereotipe mempengaruhi apa yang kita rasakan dan kita ingat berkenaan dengan tindakan orang-orang dari kelompok lain. 2. Stereotipe membentuk penyederhanaan gambaran secara berlebihan pada anggota kelompok lain.Individu cenderung untuk begitu saja menyamakan perilaku individuindividu kelompok lain sebagi tipikal sama. 3. Stereotipe dapat menimbulkan pengkambinghitaman. 4. Stereotipe kadangkala memang memiliki derajat kebenaran yang cukup tinggi,namun sering tidak berdasar sama sekali.Mendasarkan pada stereotip bisa menyesatkan.Lagi pula stereotip biasanya muncul pada orang-orang yang tidak mengenal sungguh-sungguh etnik lain.Apabila kita menjadi akrab dengan etnis bersangkutan maka stereotip tehadap etnik itu biasanya akan menghilang. Matsumoto menunjukkan bahwa kita dapat belajar untuk mengurangi stereotip yang kita miliki dengan mengakui tiga poin kunci mengenai stereotipe yaitu:

Stereotipe didasarkan pada pekiraan yang kita hasilkan atas dasar cara pandang dan latar belakang budaya kita.Stereotip juga dihasilkan dari komunikasi kita dengan pihak-pihak lain,bukan dari sumbernya langsung.Karenanya interpretasi kita mungkin salah,didasarkan atas fakta yang keliru atau tanpa dasar fakta.

Stereotipe seringkali diasosiasikan dengan karakteristik yang bisa dikenali.Ciri-ciri yang kita kenal seringkali kita seleksi tanpa alasan apapun.Artinya bisa saja kita dengan begitu saja mengakui suatu ciri tertentu dan mengabaikan ciri yang lain.

Stereotipe merupakan generalisasi dari kelompok kepada orang-orang di dalam kelompok tersebut.Pernilaian mengenai sebuah kelompok mungkin memang menerangkan atau sesuai dengan banyak individu dalam kelompok tersebut.

3.Pengertian Diskriminasi Diskriminasi adalah perilaku menerima atau menolak seseorang semata-mata berdasarkan keanggotaannya dalam kelompok (Sears,Freedman dan Peplau).Secara umum diskriminasi adalah tingkah laku negatif yang ditujukan pada anggota kelompok sosial yang menjadi sasaran prasangka.Misalnya banyak perusahaan yang menolak mempekerjakan karyawan dari etnik tertentu.Lalu ada organisasi yang hanya mau menerima anggota dari etnik tertentu saja meskipun jelas-jelas organisasi itu sebagai organisasi publik yang terbuka untuk umum. Contoh paling terkenal dan ekstrim dari Liliweri menemukan bahwa diskriminasi antar etnik terjadi di kota Kupang,Nusa Tenggara Timur.Perumahan,asrama,penginapan ada yang khusus diperuntukkan bagi etnik tertentu saja.Di sana,etnik-etnik tertentu terkonsentrasi di pemukiman tertentu dan memiliki konsen-trasi pada jenis pekerjaan,unit dan satuan kerja tertentu.Sebagai misal,mayoritas pegawai kantor gubernur adalah orang Flores,sedangkan di Universitas Cendana mayoritas pegawainya orang Rote dan Sabu.Akan sulit orang Flores masuk menjadi pegawai di Universitas Cendana,demikian sebaliknya.Diskriminasi bisa terjadi tanpa adanya prasangka dan sebaliknya seseorang yang berprasangka juga belum tentu akan mendiskriminasikan (Duffy dan Wong).Akan tetapi selalu terjadi kecenderungan kuat bahwa prasangka melahirkan diskriminasi.Prasangka menjadi sebab diskriminasi manakala digunakan sebagai kenyataan diskriminasi.Artinya prasangka yang dimiliki terhadap kelompok tertentu menjadi alasan untuk mendiskriminasikan kelompok tersebut. Bentuk-bentuk diskriminasi antara lain : Rasisme Modern.lebih lembut,tetapi sama mematikan hal imi merupakan cara untuk menutup-nutupi prasangka di tempat umum,tetapi melakukan sikap-sikap mengecam ketika hal ini aman dilakukan. Tokenisme adalah dimana individu menunjukkan tingkah laku positif yang menipu terhadap anggota kelompok lainkepada siapa mereka merasakan prasangka yang kuat,kemudian

tingkah laku tokenistik ini digunakan sebagai alasan menolak melakukan yang lebih meng untungkan terhadao kelompok ini.

KESIMPULAN

Prasangka sosial adalah penilaian terhadap kelompok atau seorang individu yang terutama didasarkan pada keanggotaan kelompok tersebut,artinya prasangkan sosial ditujukan pada orang atau kelompok orang yang berbeda dengannya atau kelompoknya.Prasangka sosial memiliki kualitas suka dan tidak suka pada obyek yang diprasangkainya dan kondisi ini akan mempengaruhi tindakan atau perilakuseseorang yang berprasangka tersebut.Ciri-ciri prasangka sosial menurut Brigham dapat dilihat darikecenderungan individu untuk membuat kategori sosial(social categorization).Kategori sosial adalah kecenderungan untuk membagi dunia sosial menjadi duakelompok,yaitukelompok kita(in-group)dankelompok mereka (out-group).In group adalah kelompok sosial dimana individu merasa dirinya dimiliki atau memiliki(kelompok kami).Sedangkan out group adalah kelompok di luar kelompok sendiri (kelompok mereka).Sumber penyebab prasangka secara umum dapat dilihat berdasarkan tiga pandangan,yaitu1.Prasangka Sosial 2.Prasangka Emosional 3.Prasangka Kognitif Proses pembentukan prasangka sosial menurut Marat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu 1. Pengaruh Kepribadian 2.Pendidikan dan Status 3.Pengaruh Pendidikan Anak oleh Orangtua 4.Pengaruh Kelompok 5.Pengaruh Politik dan Ekonomi 6.Pengaruh Komunikasi 7.Pengaruh Hubungan Sosial.Prasangka merupakan hasil dari interaksi sosial,maka prasangka sebagian besar disebabkan oleh faktor sosial.Berikut terdapat beberapa teori psikologi yang dapat menjelaskan bagaimana faktor sosial yang telah dijelaskan diatas dapat menyebabkan munculnya prasangka dan mengapa prasangka muncul dalam interaksi sosial,yaitu teori konflik realistik,teori belajar sosial,teori kognitif,teori psikodinamika,teoribiologi dan devrisasi relatif.Dengan adanya prasangka sosial akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang dalam berbagai situasi.Prasangka sosial dapat menjadikan seseorangatau kelompok tertentu tidak mau bergabung atau bersosialisasi dengan kelompok lain.Apabila kondisi tersebut terdapat dalam organisasi akan mengganggu kerjasama yang baik sehingga upaya pencapaian tujuan organisasi kurang dapat terlaksana dengan baik