Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

A. Acara B. Hari/tanggal C. Tujuan

: Susu : Kamis, 10 Mei 2012 :

Setelah menyelesaikan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan kriteria mutu susu. 2. Mengenal berbagai olah susu dan mengetahui sifat fisiknya.

BAB II METODE PERCOBAAN A. Alat dan Bahan 1. Alat a. Kompor b. Panci/wajan c. Jangka sorong d. Gelas ukur e. Gelas f. Sendok 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 13 buah 9 buah 14 buah 1 buah 1 buah 4 buah 1 buah

g. pH stik h. pH meter i. j. Stopwatch Kaca preparat

k. Alat tulis

2. Bahan a. Susu sapi b. Susu kambing c. Kefir d. Keju e. Yoghurt f. Ice cream 1 gelas 1 botol 1 botol 1 bungkus 1 botol 1 cup 1 gelas secukupnya 1 kemasan 1 kemasan 1 kaleng 1 kemasan secukupnya

g. Susu skim h. Susu full cream bubuk i. j. Calpico Susu UHT

k. Susu kental manis l. Susu evaporasi

m. Air

B. Cara Kerja 1. Pengamatan kekentalan susu Susu skim dan susu full cream bubuk Dilarutkan dalam air terlebih dulu (10 gram 100 ml) Susu sapi. Susu kambing, susu evaporasi, susu kental manis, susu uht, susu pasteurisasi, susu skim, susu full cream Menempatkan satu tetes susu tersebut di atas permukaan kaca Memiringkan kaca 45o Mencatat waktu yang diperlukan untuk meluncur

2. Pengamatan kelengketan susu Susu sapi. Susu kambing, susu evaporasi, susu kental manis, susu uht, susu pasteurisasi, susu skim, susu full cream Menempatkan satu tetes susu tersebut di atas permukaan kertas Menempelkan kertas ke tetesan air, diamkan selama 30 menit Melepaskan kertas, mengkategorikan kelengketannya

3. Pengamatan Keasaman Susu Susu sapi segar, susu kambing, susu asam, susu evaporasi, susu kental manis, yoghurt, kefir, Mengukur keasaman susu dengan pH stik

4. Pengamatan fisik Susu sapi dan susu kambing Merebus susu sapi dan susu kambing Susu skim, susu full cream bubuk Melarutkan susu skim dan susu full cream dengan air terlebih dulu

Susu sapi segar, susu kambing, susu pasteurisasi, susu uht, susu evaporasi, susu kental manis, susu full cream, susu skim Mengamati warna, aroma, rasa, dan nilai gizi

5. Pengamatan produk olahan susu Keju, yoghurt, kefir, ice cream, susu asam (calpico), susu tinggi kalsium Mengamati sifat organoleptik dan nilai gizi

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL Tabel 1. Tabel pengamatan sifat susu Jenis susu Susu sapi Susu kambing Susu full cream Susu skim Susu kental manis Susu evaporasi Susu uht Susu pasteurisa si Waktu peluncu ran (detik) 4,2 6,9 1,7 10,2 1,1 8,9 10,8 2,2 Keke ntala n 3,24 5,33 1,31 7,89 0.85 6,88 8,35 1,7

Warna Putih kekuningan Putih Putih kecoklatan Putih Putih kekuningan Agak coklat Putih Putih kekuningan

Aroma Amis sekali Amis Netral Netral Bau manis Agal amis Netral Bau asam

Rasa Hambar, kesat Kesat, hambar sekali Hambar, agak manis Hambar sekali Manis sekali Manis, gurih Hambar, agak manis Hambar, agak asam

Kelengketan Tidak terlalu lengket Lengket Tidak terlalu lengket Tidak terlalu lengket Tidak terlalu lengket Tidak terlalu lengket Tidak terlalu lengket Tidak terlalu lengket

pH

7 6 7 7 7 7 7 7

Tabel 2. Tabel pengamatan terhadap produk olahan susu Produk olahan Keju Craft Calpico Yoghurt Kefir Susu tinggi kalsium Ice cream Warna Kuning pucat Putih transparan Putih gading Putih gading Putih gading Putih dan pink Aroma Khas keju Aroma gula Khas yoghurt masam Lebih masam dari yoghurt Khas susu+gula Vanilla strobery Rasa Agak asin Manis asam Asam Sangat asam Manis agak tawar Manis, strobery, vanila Tekstur Padat Sangat cair Cair Agak kental Cair lembut 4 4 4 7 6 pH

B. Pembahasan 1. Pengamatan sifat susu Pada praktikum dilakukan pengamatan terhadap warna, aroma, rasa, kelengketan, kekentalan, dan pH pada susu sapi segar, susu kambing, susu full cream, susu skim, susu kental manis, susu evaporasi, susu uht, susu pasteurisasi.. pengamatan pada warna susu, dilakukan secara langsung, dengan cara pengamatan visual. Warna-warna yang didapat dari sampel terdapat beberapa perbedaan. Mulai dari putih, putih kekuningan, dan putih kecoklatan. Menurut (Muchtadi, 2011) warna putih susu merupakan refleksi cahaya akibat pengaruh globula lemak, kalsium kaseinat, dan koloid fosfat. Sementara adanya warna kekuningan bisa dipengaruhi oleh pakan hewan yang mengandung tinggi karoten, dimana karoten merupakan pigmen warna dalam darah yang disekresi bersama susu. Warna susu juga dipengaruhi komposisi kimia dan sifat fisiknya, seperti jumlah lemak, kekentalan susu, kandungan darah, dan jenis pakan uang diberikan. Warna susu dipengaruhi oleh pertumbuhan mikroba atau kapang pembentuk pigmen pada permukaan susu atau seluruh bagian susu (Mirdhayati, 2008). Pada pengamatan aroma, susu diamati dengan dibaui. Aroma yang terjadi pada sampel juga bervariasi. Mulai dari aroma amis, netral, aroma manis, bahkan terdapat pula aroma asam pada beberapa sampel. Pada aroma susu yang tidak normal, seperti bau asam, bisa disebabkan adanya aroma dari keadaan atau benda-benda di sekitar susu yang kemudian diserap oleh susu. Selain itu, bisa juga disebabkan karena terjadinya dekomposisi komponen susu oleh bakteri dan bahan asing yang dapat mengkontaminasi susu (Mirdhayati, 2008). Untuk pengamatan rasa, masing-masing sampel susu diamati dengan cara dicicip. Rasa yang ditimbulkan dari masing-masing sampel berbeda-beda. Ada susu yang terasa hambar, manis, dan gurih. Citarasa susu berkaitan dengan tingginya kadar laktosa dan kadar klorida yang rendah (Muchtadi, 2011). Adanya laktosa lah yang memberikan rasa agak manis. Sementara menurut (Mirdhayati, 2008) sensasi rasa susu didominasi oleh hubungan antara kandungan laktosa dan klorida yang bertanggung jawab terhadap rasa susu yang spesifik. Kelengketan pada sampel susu yang digunakan, didapat bahwa susu kambing mempunyai sifat lengket, sementara hasil dari susu yang lain tidak terlalu lengket. Kelengketan ini dipengaruhi oleh adanya kasein yang bersifat lengket (Muchtadi, 2011).

Perbedaan hasil ini diduga disebabkan adanya proses pemanasan pada susu dalam pengolahannya sehingga menimbulkan adanya kerusakan protein susu yaitu kasein. Kasein tidak berubah secara nyata dengan proses perlakuan pemanasan biasa, tetapi akan rusak dengan pemanasan yang tinggi dan lama (Khotimah, 2006). Pada pengamatan kekentalan susu, setiap satu tetes sampel ditempatkan pada kaca preparat. Setelah itu kaca dimiringkan kemudian mencatat lamanya waktu susu untuk jatuh atau meluncur dari kaca kaca preparat. Sampel susu dengan nilai kekentalan paling tinggi adalah susu UHT, dan yang paling rendah adalah susu kental manis. padahal seharusnya, susu kental manis lah yang seharusnya menjadi susu dengan nilai kekentalan tertinggi. Namun karena terjadi kesalahan prosedur, yaitu susu kental manis justru diencerkan dengan air terlebih dulu, sehingga membuat susu kental manis menjadi susu dengan nilai kekentalan paling rendah. Selain itu, kekentalan dapat disebabkan karena konsentrasi protein yang tinggi dalam susu yang terdiri dari kasein dan whey protein, salah satunya adalah susu skim (Fratiwi, 2008). Selain itu susu dengan suhu rendah mempunyai nilai kekentalan yang lebih tinggi dari susu dengan suhu tinggi (Muchtadi, 2011). Pengamatan selanjutnya adalah pengamatan pH susu. Masing-masing sampel susu, dimasukkan satu pH stik. Setelah beberapa saat, pH stik diangkat dan kemudian dicocokkan dengan pH meter. Didapatkan bahwa hampir semua sampel memiliki pH 7, kecuali susu kambing dengan nilai pH 6. Jika berdasarkan SNI 01-3141-1998, rataan pH susu adalah sekitar 6-7. Ini juga menggambarkan bahwa rataan pH susu cenderung normal. Normalnya pH pada susu dapat disebabkan karena adanya kasein, buffer, fosfat dan sitrat, secara terbatas karena adanya albumin, globulin, dan CO2. Selain itu, kenaikan dan penurunan pH ditimbulkan dari hasil konversi laktosa menjadi asam laktat oleh

mikroorganisme aktivitas enzimatik (Mirdhayati, 2008). Faktor yang mempengaruhi mutu susu sehingga tidak memenuhi standar, disebabkan adanya beberapa penyimpangan, misalnya penambahan susu dengan air atau air beras, dan kondisi susu misalnya susu kotor, berbau busuk atau berbau obat-obatan (Miskiyah, 2011).

Pada susu sapi dan susu kambing, terdapat banyak perbedaan. Menurut (Muchtadi, 2011), salah satunya adalah kandungan zat gizinya. Komponen Protein Susu sapi 3,4 Susu kambing 2,9

Kasein Lemak Laktosa abu

2.8 3,7 4,6 0,7

2,5 4,5 4,1 0,8

Susu yang baik, berdasarkan SNI 01-3141-1998, pH susu segar adalah 6-7. Kadar lemak yang baik sekitar 3%. Jika menurut lemak minimum susu berdasarkan milk codex adalah 2,75%. Kemudian syarat rasa susu segar masih dikatakan normal jika tidak menyimpang dari rasa khas susu segar. Rataan nilai aroma (bau) susu segar adalah 3,83 yang berarti harum susu dan belum ada bau menyimpang (normal). Berdasarkan SNI 01-3141-1998, aroma susu segar adalah normal khas susu. Rataan warna susu segar adalah 3,4 yang berarti agak putih kekuningan. Sementara menurut (Muchtadi, 2011), warna susu sapi segar putih kebiruan sampai putih kekuningan atau kuning keemasan. Berdasarkan SNI 01-3141- 1998 warna susu masih dikatakan normal jika tidak mengalami perubahan dari warna normal susu (Mirdhayati, 2008). Dan menurut (Buckle, 2009), warna susu adalah putih kebiru-biruan sampai kuning kecoklatan. Sehingga, berdasarkan informasi di atas, secara keseluruhan, sampel susu yang digunakan pada praktikum ini dapat dikatakan sebagai susu yang baik dan normal.

2. Pengamatan terhadap produk olahan susu Sampel dalam pengamatan ini adalah keju, calpico, yoghurt, kefir, susu tinggi kalsium, dan ice cream. a. Keju Susu diasamkan dan dibiarkan menggumpal. Kemudian cairan dan bagian menggumpal tadi dipisahkan. Bagian yang menggumpal harus dikeringkan dan dicetak dalam cetakan sampai betul-betul kering. Lama pengeringan sangat variatif, tergantung pada temperatur dan kelembapan udara, sehingga hasil keju sering berbeda-beda dari segi tekstur, warna dan keharuman. Tetapi ini tentu hanya berlaku pada keju yang dibuat secara tradisional, bukan yang diolah di pabrik dengan peralatan modern. Kandungan zat gizi yang dominan pada produk ini adalah air dan protein.

b. Calpico

Sampel ini berwarna putih transparan, rasa manis asam, tekstur terlihat cair meski sebenarnya agak kental, dan memiliki pH 4. Viskositas yang terbentuk pada produk susu fermentasi juga dapat disebabkan oleh penggumpalan protein oleh asam yang dihasilkan selama fermentasi. Selain itu pembentukan asam laktat sangat penting dalam pembuatan susu fermentasi. Selain sebagai penyokong cita rasa juga membantu destabilisasi protein. Destabilisasi protein akan menyebabkan terjadinya penggumpalan, sehingga produk susu fermentasi menjadi kental (Saleh, 2004). c. Yoghurt Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu dengan

menggunakan Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus sebagai bakteri starternya. Sebagai akibat dari inokulasi kedua starter tersebut dimungkinkan terjadinya degradasi laktosa dan produksi asam laktat yang berakibat pada penurunan pH dan terbentuknya gumpalan yoghurt. (Indratininingsih, 2004). Fermentasi (yoghurt) ini bertujuan agar susu tidak cepat membusuk dan menghasilkan produk susu dengan karakteristik rasa, aroma, tekstur dan lain-lain yang dinginkan, disamping itu untuk menghindari atau mencegah hal-hal yang tidak menguntungkan bagi kesehatan (Paramita, 2008). Rasa dari yoghurt sampel ini adalah asam, dengan pH 4. Cita rasa khas yang timbul dari yoghurt diakibatkan adanya asam laktat, asam asetat, karbonil, asetaldehida, aseton,asetoin, dan diasetil (Andriani, 2010). Sewaktu fermentasi menimbulkan citarasa akan terbentuk khas pada asam-asam organik yang adalah

yoghurt.

Keduanya

Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Para pakar gizi menyatakan, kedua bakteri tersebut tergolong dalam bakteri asam laktat karena mampu menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Kehadiran asam laktat ini yang kemudian membuat yoghurt berasa asam (Herawati, 2011).

d. Kefir Rasa pada sampel ini adalah sangat asam. Hal ini karena rasa dan kekentalan dan komposisi mikrobial serta kimia dari produk akhir kefir dapat dipengaruhi oleh ukuran inokulum yang ditambahkan kedalam susu,

terjadinya agitasi selama proses fermentasi, laju, temperatur dan lama pendinginan dan pematangan setelah fermentasi (Paramita, 2008). Menurut (Miwada, 2008), Salah satu faktor yang mempengaruhi viskositas kefir adalah kadar asam laktat yang dapat menggumpalkan protein dalam susu. Selain itu, Kadar asam sangat menentukan cita rasa kefir dan sekaligus menentukan kualitas kefir (Fratiwi, 2008). Sampel kefir memiliki nilai pH 4. Nilai pH kefir dapat dipengaruhi oleh lama penyimpanan dalam keadaan dingin. Selain itu peningkatan nilai pH dapat disebabkan adanya reaksi dari asam laktat yang dihasilkan oleh
+

BAL dengan alkohol sehingga ion H dari asam laktat bergabung dengan ion-ion hidroksil dari alkohol dan menghasilkan air, hal ini menyebabkan kefir memiliki nilai pH yang cukup tinggi (Paramita, 2008).

e. Susu tinggi kalsium Pada susu ini mengandung kalsium yang sangat tinggi, yaitu 65%. Sementara klaim susu bubuk tinggi kalsium dapat diberikan pada suatu

produk bila mengandung kalsium sedikitnya 20% dari AKG yang dianjurkan per saji (Hardiansyah, 2008).
Kebiasaan mengonsumsi pangan sumber kalsium dapat memberikan cadangan kalsium yang cukup diperlukan dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang yang tercermin pada densitas tulang, termasuk tinggi badan. Produk ini bagus bagi perempuan, karena massa tulang perempuan lebih kecil disbanding pada laki-laki, sehingga absorbsi kalsium pada perempuan bisa lebih tinggi (Hardiansyah, 2008). Namun menurut (Almatsier, 2009), uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang nyata antara kalsium dari pangan non-susu dengan tinggi badan dan densitas tulang. Hal ini dapat terjadi karena konsumsi kalsium dari produk non susu hanya merupakan sebagian dari asupan total kalsium harian. Pangan sumber kalsium sepert tahu, tempe, kacang-kacanganm dan sayuran hijau mengandung serat dan oksalat yang akan membentuk garam tidak larut, sehingga justru menghambat absorbsi kalsium dalam tubuh.

f.

Ice cream

Sampel ice cream ini berwarna putih dan pink, berasa vanilla dan stoberry, selain itu memiliki tekstur lembut. Jumlah udara yang tergabung dalam es krim di ekspresikan sebagai % overrun, dengan kata lain pengembangan volume yaitu kenaikan es krim antara sebelum dan sesudah pembekuan. Overrun es krim sangat penting karena dua faktor : 1. Pengaruh pada tubuh, tekstur dan palatabilitas. 2. Berhubungan dengan hasil dan keuntungan. Overrun yang baik bila besarnya 100-120%. Untuk mencapai overrun yang baik maka kondisi pembekuan harus cepat yaitu sekitar 2 jam, guna mencegah terjadinya kristal-kristal yang kasar (Saleh, 2004).

Di sekitar kita juga masih banyak prosuk olahan susu selain dari susu yang dipakai dalam praktikum di atas. Beberapa produk-produk tersebut ternyata memiliki fungsi spesifik tertentu pada kesehatan kita. Produk susu tersebut antara lain, 1. Diabetasol Diabetasol sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi seseorang dengan penderita diabetes mellitus, karena

komposisinya aman dan sesuai dengan kebutuhan penserita diabetes. Informasi Nilai Gizi Kandungan nilai gizi Kalori kkal 254 kkal Kalium Karbohidrat 37.92 g Klorida As. Pantotenat 1 mg Magnesium Biotin 11.67 mcg Besi Kalsium 126 mg Yodium Fosfor 126 mg Kromium Pikolinat Natrium 110 mg Seng 2. Susu steril Bear Brand Terbuat dari 100% susu murni berkualitas tinggi tanpa penambahan bahan pengawet yang telah mengalami proses sterilisasi sehingga dapat langsung dikonsumsi. Produk ini dapat membantu menjaga kesehatan dan proses pemulihan tubuh. Selain itu, produk ini berasa kurang manis, karena tidak mengandung gula.

280 mg 126 mg 60 mg 2.04 mg 25.2 mcg 33.34 mcg 3.34 mg

Informasi nilai gizi Takaran saji : 1 kaleng (189 ml) Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 120 kkal Energi dari lemak 60 kkal Lemak total Protein Karbohidrat total Natrium 3. Yakult Merupakan campuran susu bubuk skim dan glukosa, yang baik untuk kesehatan. Satu botol Yakult berisi lebih dari 6,5 milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup. Produk ini terbuat dari: a. bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup b. susu bubuk skim c. sukrosa dan glukosa d. perisa e. air 7 6 9 85 g g g mg %AKG 13% 12% 3% 4%

4. Susu L-Men (Hi Protein Egg) Berikut Manfaat L-Men Hi Protein Egg
a. Kadar

protein dan kualitas produk ini setara dengan

mengonsumsi 9 butir putih telur.


b. Memiliki kadar lemak dan garam yang rendah, serta bebas

kolesterol.
c.

Dari segi higienitas, L-Men Hi Protein Egg lebih aman dikonsumsi daripada telur mentah. Ini karena telur mentah berpotensi mengandung bakteri Salmonela yang kurang baik untuk kesehatan

5. Mentega Mentega merupakan produk yang terbuat dari lemak susu yang ditambahkan garam untukmendapatkan rasa yang lebih serta untuk menjaga mutu. Warna kuning pada mentega disebabkan pigmen karoten dalam krim (Buckle, 2009).

BAB IV KESIMPULAN

1. Kriteria mutu susu yang baik dapat dilihat dari warnanya yang spesifik. Rasa yang agak manis, pH cenderung normal, dan tidak terdapat bakteri dan mikroba berbahaya dalam susu tersebut. 2. Produk olahan susu yang ada di masyarakat antara lain keju dengan tekstur agak padat dan lembut, susu asam (Calpico) yang bertekstur cair, yoghurt dan kefir yang bertekstur cair agak kental, susu tinggi kalsium, dan es krim dengan tekstur lembut.

Yogyakarta, 16 Mei 2012 Asisten Praktikan

(Fasty Arum Utami)(Carissa Wityadarda)

(Kayyis Alwi)

DAFTAR PUSTAKA

Almatsir, S. 2009. Prinsip-prisip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia: Jakarta. Andriani, Martina dan Khasanah, Lia Umi. 2010. Kajian Karakteristik Fisiko Kimia dan Sensori Yoghurt dengan Penambahan Ekstra Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.). Biomedika : jurnal ilmiah biologi dan kesehatan, vol. 3, no.1, hal: 23-31. Diterima Maret 2010, dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/31102332_1979-035X.pdf Buckle, K.A, dkk. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press: Jakarta. Fratiwi, dkk. 2008. Fermentasi Kefir dari Susu Kacang-kacangan. Vis Vitalis, Vol. 01 No. 2, hal: 45-54. Diterima: tahun 2008, dari http://biologi.unas.ac.id:8080/publikasi/fermentasi%20kefir.pdf Hardiansyah, dkk. 2008. Hubungan Konsumsi Susu dam Kalsium dengan Densitas Tulang dan Tinggi Badan Remaja. Jurnal Gizi dan Pangan, vol. 3, no. 1, hal: 43-48. Diterima: Maret 2008, dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/31084348.pdf Herawati, D. Astuti. 2011. Pengaruh Konsentrasi Susu Skim dan Waktu Fermentasi. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol.1 No. 2 hal: 48-58. Dari http://eprints.upnjatim.ac.id/1240/2/dewi_(2).pdf Indratininingsih, dkk. 2004. Produksi Yoghurt Shiitake (Yoshitake) sebagai Pangan Kesehatan Berbasis Susu. Jurnal.Teknol. dan Industri Pangan, Vol. XV, No. 1, hal: 5460. Diterima 21 Mei 2004, dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/8307193200_14115131.pdf Khotimah, Khusnul. 2006. Pembuatan Susu Bubuk Dengan Foam-Mat Drying : Kajian Pengaruh Bahan Penstabil Terhadap Kualitas Susu Bubuk. Pembuatan Susu Bubuk Dengan Foam-Mat Drying, Vol.13,No.1,hal 44-50. Mirdhayati, Irdha; dkk. 2008. Ruminansia Besar Dinas Peternakan Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Peternakan Vol 5 No 1, hal 14-21. Diterima Februari 2008, dari http://www.uinsuska.info/faperta/attachments/093__Jurnal_%20Irdha%20dkk.pdf Miskiyah. 2011. Kajian Standar Nasional Susu Cair Di Indonesia. Jurnal Standardisasi Vol. 13, No.1, hal: 1 7, Diterima: 7 Februari 2011, dari http://www.bsn.go.id/files/348256357/jurnal%20Vol3%20No1%202011/kajian%20SNI% 20susu.pdf

Miwada, I.N.S. 2008. Kualitas Susu Sapi Terfermentasi dalam Bambu Ampel dengan Penambahan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. J.Indon.Trop.Anim.Agric, volume 33, no. [2], hal: 115-119. Diterima: Juni 2008, dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/33208115119.pdf Muchtadi, M.S.2011. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bandung: Alfabeta Paramita, Annisa. 2008. Aktivitas Antagonis Kulturstarter Yoghurt dan Kefir Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Selama Proses Penyimpanan Dingin. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Diakses tanggal 11 Mei 2012, dari http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/10257/D08apa.pdf?sequence=2 Saleh, Eniza. 2004. Teknologi Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diakses tanggal 11 Mei 2012, dari http://library.usu.ac.id/download/fp/ternakeniza.pdf

Sumber Pustaka Produk Olahan Susu Tambahan: Yakult: http://www.yakult.co.id/faq.html Bear brand: http://www.nestle.co.id/ina/produk/MinumanSiapMinum/Pages/Bearbrand.aspx L-Men: http://www.lmenstore.com/ms_products/57?id_country=1 Diabetasol: http://www.kalbenutritionals.com/newsroom_detail.asp?id=275&strlang=ind

LAMPIRAN

Perhitungan kekentalan susu = 1. Susu sapi

2. Susu kambing

3. Susu skim

4. Susu full cream

5. Susu kental manis

6. Susu evaporasi

7. Susu UHT

8. Susu pasteurisasi

Nilai Gizi Produk Olahan Susu Tabel 3. Tabel nilai gizi susu pasteurisasi Takaran saji : 200 ml Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 140 kkal Energi dari lemak 65 kkal Lemak total Protein Karbohidrat total Natrium Vit A Vit B1 Vit B2 Vit D Vit E Kalsium Zink Magnesium 7 9 9 80 g g g mg %AKG 12% 16% 3% 4% 50% 30% 20% 50% 25% 35% 40% 25% Tabel 4. Tabel nilai gizi ice cream Takaran saji : 90 ml Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 80 kkal Energi dari lemak 35 kkal Lemak total Protein Karbohidrat total Gula Natrium 4 1 10 10 30 g g g g mg %AKG 6% 2% 3% 1%

Tabel 5. Tabel nilai gizi yoghurt (Biokul) Takaran saji : 150 ml Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 105 kkal Energi dari lemak 7 kkal Lemak Protein Karbohidrat Natrium 0,8 4,7 20 60 g g g mg %AKG 1% 9% 9% 0% Table 6 Tabel nilai gizi Calpico Takaran saji : 85 ml Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 45 kkal Lemak total Protein Karbohidrat total Gula Natrium 0 0 11 11 20 g g g g mg %AKG 0% 0% 3% 50%

Table 7. Tabel nilai gizi keju Nilai gizi keju Air 38,5 g Energi 326 kkal Protein 22,8 g Lemak 20,3 g KH 13,1 g Abu 5,3 g Kalsium 777 mg Fosfor 338 mg Besi 1,5 mg Retinol 227 mg Tiamin 0,01 mg Vit C 1 mg

Table 8. Tabel nilai gizi susu Anlene Takaran saji : sendok makan penuh Jumlah sajian per kemasan : 10 Energi total 110 kkal Energi dari lemak 0 kkal %AKG Lemak total 1 g 2% Jenuh 1 g Trans 0 g Kolestrol 0 mg Protein 6 g 10% Karbohidrat total 19 r 6% Natrium 110 mg 5% Kalium 400 mg 9% Vit A 190 30% g Vit D3 2,5 25% g Vit B1 0,1 mg 10% Vit B2 0,6 mg 50% Vit B5 0,6 mg 8% Vit B6 0,1 mg 8% Vit B12 0,2 8% g Kalsium 500 Mg 65% Magnesium 48 mg 20% Fosfor 190 mg 30% Zink 1,2 mg 10% Iodium 20 15% g

Table 9. Tabel nilai gizi susu kental manis Takaran saji : 3 sendok makan penuh Jumlah sajian per kemasan : 10 Energi total 110 kkal Energi dari lemak 0 kkal %AKG Lemak total 0 g 0% Jenuh 0 g 0% Trans 0 g 0% Kolestrol 0 mg 0% Protein 10 g 17% Karbohidrat total 17 r 6% Natrium 47 mg 2% Kalium 260 mg 6% Vit A 5% Vit D 5% Vit E 5% Vit B1 5% Vit B6 5% Vit B12 15% Kalsium 30% Fosfor 45% Magnesium 40% Zink 10%

Tabel 10. Tabel nilai gizi susu uht Takaran saji : 200 ml Jumlah sajian per kemasan : 1 Energi total 120 kkal Energi dari lemak 50 kkal Lemak total Jenuh Kolestrol Protein Karbohidrat total Natrium Kalium Vit A Vit C Vit E Vit K Vit B1 Vit B2 Vit B5 Vit B6 Vit B12 Vit D Vit E 6 3 15 6 10 40 390 g g mg g g mg mg %AKG 10% 18% 5% 10% 3% 2% 8% 20% 8% 10% 6% 25% 20% 8% 15% 25% 20% 10%

Kalsium Zink Magnesium Fosfor

25% 10% 10% 30%