Anda di halaman 1dari 2

Penyebaran hewan berdasarkan Latitude Latitude, yang biasanya dilambangkan dengan huruf Latin phi () memberikan petunjuk tentang

lokasi suatu tempat di permukaan bumi pada arah utara dan selatan dari garis equator (khatulistiwa). Garis-garis latitude merupakan garis imajiner yang digambarkan mulai dari sisi timur ke sisi barat (atau sebaliknya) pada peta rupa muka bumi (biasanya dengan menggunakan proyeksi Mercator) yang bergerak dari posisinya berada di sebelah utara atau selatan garis khatulistiwa. Secara teknis, latitude merupakan suatu pengukuran sudut yang dinyatakan dalam derajat (ditandai dengan ) berkisar dari 0 pada garis khatulistiwa (latitude rendah) sampai ke 90 pada kedua kutub bumi (90 N atau +90 untuk Kutub Utara dan 90 S atau 90 untuk Kutub Selatan). Garis latitude merupakan sudut antara garis tegak lurus permukaan bumi (zenith) dan matahari pada posisi equinox. Sudut penuh dari suatu latitude dinamakan dengan colatitude. Di samping khatulistiwa yang paling dikenal, empat garis latitude lain mendapatkan namanya berdasarkan peranannya di dalam hubungan geometris antara Bumi dan Matahari, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Arctic Circle: 66 33 39 N Tropic of Cancer: 23 26 21 N Equator: 0 Latitude Tropic of Capricorn: 23 26 21 S Antarctic Circle: 66 33 39" S

Hanya pada garis-garis latitude yang ada di kawasan Tropis yang memungkinkan matahari untuk berada pada posisi zenith, sedangkan pada bagian Utara Arctic Circle atau Selatan dari Antarctic Circle yang memungkinkan terjadinya matahari malam. Implikasi dari posisi latitude suatu permukaan bumi adalah adanya perbedaan iklim yang sangat signifikan, yang dimulai dari kawasan khatulistiwa yang paling banyak mendapatkan matahari sepanjang tahun, sampai ke kawasan tropis yang bisa mengalami siang atau malam yang berkepanjangan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap sebaran hewan yang ada di permukaan bumi. Hewan cenderung untuk memilih lingkungan yang sesuai dengan faktor fisiologis dan morfologis tubuhnya. Beberapa ahli menganggap sebaliknya, bahwa fisiologis dan morfologis hewan merupakan bentuk adaptasi dari lingkungan tempatnya berada. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa kebanyakan hewan yang ada sekarang hanya mengikuti pergerakan geologis yang terjadi sejak jutaan tahun yang lalu, sehingga menempatkan mereka pada lingkungan sekarang yang sangat jauh berbeda dengan lingkungan di zaman nenek moyang mereka dahulu. Di dalam praktikum ini kita akan mencoba untuk membuktikan teori tentang pengaruh persebaran hewan di muka bumi dengan penampakan morfologi dari hewan-hewan tersebut. Praktikum ini akan didasarkan pada tiga hukum dasar tentang hubungan morfologi dengan distribusi hewan:

1. Hukum Allen: Semakin jauh suatu populasi hewan dari garis khatulistiwa, maka 2. 3.
akan semakin besar ukuran tubuhnya. Hukum Bergman: Semakin jauh suatu populasi hewan dari garis khatulistiwa, maka akan semakin besar ratio perbandingan parameter tubuhnya. Hukum Golger: Semakin jauh suatu populasi hewan dari garis khatulistiwa, maka akan semakin cerah/pudar warna tubuhnya.

Cara kerja:

1. Masing-masing kelompok praktikum akan ditugaskan untuk mencari gambar dan


deskripsi jenis-jenis hewan tertentu dari kelompok mamalia dan/atau aves dari

kelompok familia atau ordo tertentu. Diusahakan pada masing-masing posisi latitude bumi di atas (Arctic Circle, Tropic of Cancer, Equator, Tropic of Capricorn, Antarctic Circle), dapat ditemukan perwakilan jenis dari familia/ordo mamalia/aves tersebut. 2. Cetak gambar dan deskripsi dari masing-masing jenis yang telah ditemukan (alternatif untuk ini bisa juga anda rangkum masing-masing file di dalam folder dan dibuka dengan ACDsee, Adobe Photoshop dan sebagainya). Jejerkan secara sedemikian rupa sehingga anda bisa membandingkan masing-masing jenis hewan tersebut. 3. Amati, apakah ada perbedaan ukuran (lihat secara spesifik pada deskripsi ukuran hewan) dan perbedaan warna antara masing-masing jenis tersebut? 4. Menurut Anda, bagaimanakah Hukum Allen, Bergman dan Golger tersebut? Berikan pendapat Anda berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.