Anda di halaman 1dari 33

II- 1

BAB II PECOBAAN GENERATOR DC


II.1 TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS II.1.1 TUJUAN UMUM a. Mengetahui cara kerja mesin arus searah yang dioperasikan sebagai generator. b. Mengetahui sifat generator arus searah dalam arus beban nol mapun berbeban. c. Mengetahui besaran resistansi belitan generator dc d. Mengetahui cara mengukur besaran resistensi belitan generator dc e. Mengetahui dan dapat mengoperasikan generator dc dengan aman dan benar. f. Mengetahui dan dapat mengoperasikan urutan-urutan pembebanan kerja generaror dc. g. Mengetahui dan dapat menganalisa pengaruh reaksi jangka pada generator berbeban.

II.1.2 TUJUAN KHUSUS a. Mencari harga resistensi belitan generator dc dengan menggunakan metode ohmmeter. b. Mengetahui dan dapat menganalisa pengaruh tahanan generator dc

terhadap kerugian-kerugian generator dan terhadap efisiensi generator. c. Mencari karakteristik beban nol, (Eo = f(Iex); I = 0,n = C). d. mengetahui dan dapat menganalisa pengaruh tegangan keluaran generator terhadap pengaruh keluaran generator terhadap arus penguatan yang diberikan. e. Mengetahui lengkung histerisis Inti besi generator dc. f. Mencari karakteristik beban, (V = f(Iex); I = nominal; n = C).

II- 2

g. Mengetahui dan dapat menganalisa pengaruh beban terhadap tegangan keluaran. h. Mengetahui dan dapat mencari kerugian reaksi jangka pada saat generator brbeban. i. Mencari karakteristik efisiensi, ( = f(P); n C; V = C). j. Mengetahui dan dapat menganalisa daerah operasi kerja yang optimum dari suatu generator dc yang dilihat dari karakteristik efisiensinya.

II.2. TEORI DASAR II.2.1. PENGUKURAN TAHANAN SECARA TIDAK LANGSUNG Yang dimaksud dengan pengukuran tahanan secara tidak langsung adalah pengukuran tanpa menggunakan ohmmeter. Dari hukum ohm dapat diketahui:

R=

(2-1)

Terlihat dari persamaan (2-1) bahwa untuk mengetahui nilai suatu tahanan maka diperbagikanlah antara tegangan yang diukur deengan arus yang terukur pada tahanan tersebut. Inilah yang disebut cara tidak langsung, yaitu mengukur tegangan dan arus menentukan tahanan. Dengan demikian cara ini disebut jugametode voltmeter-amperemeter. Karena voltmeter dan amperemeter mempunyai cara sambung yang berbeda, dikenal dua macam rangkaian pengukuran yaitu rangkaian dengan metode pengukuran tahanan tinggi dan rangkaian dengan metode pengukuran tahanan rendah. Kata tinggi bersifat relatif saja, yaitu tahanan yang diukur relatif jauh lebih tinggi dari tahanan amperemeter. Juga kata rendah hanya bersifat relatif, yaitu tahanan yang diukur jauh lebih tendah dari tahanan voltmeter. Sebagai contoh, diperkirakan tahanan yang akan diukur adalah 1000 , tahanan amperemeter 1 dan tahanan voltmeter 999 k, maka kedua macam rangkaian sama baiknya karena memberikan hasil pengukuran dengan persentase kesalahan yang sama.

II- 3

A
V

A
R V

(a)

(b)

Gambar 2.1 Metode pengukuran tahanan secara tidak langsung. (a) Metode Pengukuran Tahanan-Tinggi, (b) Metode Pengukuran TahananRendah Bagaimana jika tahanan yang diukur diperkirakan 0,1 ? Jelas rangkaian dengan metode tahanan-rendah lebih cocok karena akan memberikan persen kesalahan yang dapat diabaikan. Bagaimana jika tahanan yang akan diukur diperkirakan 1 M? Jelas rangkaian dengan metode tahanan tinggi lebih cocok karena akan memberikan persen kesalahan yang dapat diabaikan. Terminologi yang dapat dianut dalam percobaan ini adalah: Rx = nilai tahanan yang akan diukur (nilai tahanan yang sebenarnya) = Rm = Nilai tahanan hasil pengukuran = Vx dan Ix = tegangan dan arus pada tahanan yang diukur. Vm dan Im = hasil penunjukan berturut-turut pada voltmeter dan amperemeter Rangkaian dengan Metode Pengukuran Tahanan-tinggi : Dari gambar 2.1 (a) dapat ditulis: Ix = Im....(2-2) Dan : Vm = Ix rA + Im Rx..(2-3) Maka : Rm = = rA+ Rx.....(2-4)

II- 4

Persamaan (2-4) menunjukan bahwa ternyata nilai hasil pengukuran (Rm) lebih besar dari nilai sebenarnya (Rx). Jadi tahanan sebenarnya yang sedang diukur adalah : Rx = Rm - rA ..(2-5) Kesalahan (E) yang ditimbulkan oleh metode pengukuran tahanan-tinggi adalah :

E= E=

100% =

100%................................................................(2-6)

100% ...(2-7)

Rangkaian dengan Metode Pengukuran Tahanan-Rendah : Dari gambar 2.1 (b) dapat ditulis : Im = Ix + Iv.(2-8) Vm = Vx ; Ix = ; Iv = .(2-9)

Maka dapat diperoleh : Rm = = ....(2-10)

Dengan mensubtitusikan persamaan (2-9) ke dalam (2-10), diperoleh : Rm = = .....(2-11)

Ternyata dalam persamaan (2-11) terindikasi bahwa nilai hasil pengukuran (Rm) lebih kecil dari pada nilai sebenarnya (Rx). Jadi tahanan sebenarnya yang sedang diukur adalah : Rx = .....(2-12)

Kesalahan (E) yang ditimbulkan oleh metode pengukuran tahanan-rendah ini adalah :

II- 5

E= E=

100% =

100% .......(2-13)

100% ...(2-14)

II.2.2. KARAKTERISTIK BEBAN NOL Karakteristik beban nol adalah merupakan karakteristik kemagnitan sebuah generator dc yang menunjukkan sebuah hubungan antara fluksi yang dibangkitkan oleh kutub dan arus penguatan (Iex). fluksi kutub ini identik dengan ggl yang diinduksikan mesin dan diukur melalui tegangan keluaran mesin pada saat beban nol (Eo) yang mana hubungan ini ditulis Eo = f(Iex); I = 0; n = nominal. Formula tegangan induksi yang dibangkitkan generator: Eo = K n dimana : Eo = tegangan induksi generator ; K = konstanta = f(Iex): fluksi skibat arus penguatan; n = putaran generator Eo = kIf n Jika n = konstan, maka : Eo= k1 If Secara matematis grafik dari Eo sebagai fungsi If adalah sebagai berikut: Bentuk karakteristik beban nol

Eo

Eo

If

Teoritis

Aktual

If

Gambar 2.2 Bentuk Karakteristik Beban Nol

II- 6

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui kualitas dari inti besi yang sangat mempengaruhi inti besi dan mencari daerah lengkung penjenuhan magnetisasi. Karakteristik kemagnitan ini dicari pada putaran nominal mesin. Adapun hubungan antara putaran dan arus medan atau fluks adalah sebagai berikut:

maka

( )

II.2.3. KARAKTERISTIK BERBEBAN Pengaruh pembebanan generator dc akan mengakibatkan adanya reaksi jangkar dan kerugian tembaga, hal ini mengakibatkan turunnya tegangan keluaran generator. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kerugian tegangan ini diperlukan percobaan pembebanan dengan beban arus keluaran yang tetap dan dengan merubah arus penguatannya dari tegangan nol sampai tegangan nominalnya. Kerugian tegangan pada tembaga stator ditentukan dengan perhitungan: V = I x R (Volt) dimana : V = kerugian tegangan pada belitan jangkar I = arus jangkar R = tahanan belitan jangkar V = E Ia.Ra V = k n If Ia Ra Jika n = konstan, Ia = konstan, maka : V = k1 If k2

k2 = Ia Ra ; k1 = k n

Gambar karakteristik beban dengan arus beban konstan nominal, seperti gambar berikut:

II- 7

Eo
beban nol berbeban

0 k2

k2 / k1

If

If

Teoritis

Aktual

Gambar 2.3 Bentuk Karakteristik berbeban

Pada gambar di atas pengaruh reaksi jangkar akibat pembebanan akan diatasi oleh arus penguatan sehingga apabila kita lihat secara keseluruhan kerugian tegangannya akan bergeser searah dengan sumbu arus penguatannya.

II.2.4. KARAKTERISTIK HUBUNG SINGKAT Pada mesin yang dihubung singkat beban dari generator sama dengan nol. Jadi sesuai dengan persamaan V = E- IaRa dalam hal ini RL = 0, sehingga untuk memperoleh arus hubung singkat yang besar hanya dibutuhkan GGL yang rendah. Skema rangkaian untuk membuat karakteristik hubung singkat ditunjukkan seperti pada Gambar 2.4a. Kurva karakteristik hubung singkat generator penguat terpisah merupakan garis lurus. Hal ini disebabkan pada hubung singkat ini generator membangkitkan GGL ketika fluksnya bekerja pada saat diluar daerah jenuh. Dalam Gambar 2.4b pada saat arus penguat magnet sama dengan nol, ternyata sudut mengalir arus hubung singkat sebesar r. Hal ini disebabkan GGL yang dibangkitkan magnet sisa kutub-kutub magnet hubung singkat.

II- 8

Ia

Rv Rm Em
(a)

G
-

Ihs

b r 0 Im

(b)

Gambar 2.4 Bentuk Karakteristik hubung singkat

II.2.5. KARAKTERISTIK LUAR Seperti yang telah diterangkan di atas bahwa pengaruh pembebanan sangat berpengaruh terhadap tegangan keluarannya. Tegangan keluaran akibat beban ini sangat terasa bila kita tidak mengimbangi dengan menaikkan arus penguatannya, oleh karena itu untuk mengetahui kualitas mesin sangat perlu kita mengadakan percobaan pembebanan ini dengan menetapkan arus penguatannya.

Gambar karakteristik beban dengan arus pengutan konstan V = k n If Ia Ra = E Ia Ra

Jika : If= konstan n = konstan V = k1 k2 Ia Bentuk karakteristik luar :

E = konstan

II- 9

V Ra = 0 k1 = E Ra2 < Ra1

Ra1

k2 = R a

Ia

Gambar 2.5 Bentuk karakteristik Luar (Secara Teori)

V E

Ia

Gambar 2.5 Bentuk karakteristik Luar (Secara Praktis)

II- 10

II.2.6. KARAKTERISTIK PENGATURAN

Ra

Iag

+ G Eg Vg Beban

Rfg Ifg + -

Gambar 2.7 Gambar Rangkaian untuk Karakteristik Pengaturan Vg = Eg Iag Ra(2-15) Iag. Ra = Eg vg ...(2-16) Dalam hal ini: Eg = kn Ifg.(2-17) Sehingga: Iag. Ra = kn Ifg Vg ......(2-18) Atau Iag= .(2-19)

Karena Ra, n, Vg konstan maka dapat ditulis: Iag = k1 Ifg k2 .(2-20)

II- 11

Dalam hal ini: k1 = k2 = (2-21) (2-22)

Grafiknya secara matematis adalah sebagai berikut:


Iag

Ifg

k2=

Gambar 2.8 Bentuk karakteristik Pengaturan

II- 12

II.2.7. KARAKTERISTIK EFISIENSI Selama generator dc beroperasi, terjadi kerugian/kehilangan daya. Besaran rugi-rugi daya dalam berbagai variasi kondisi beban sangat diperlukan untuk menhitung kurva efesiensi mesin.

Rugi-rugi generator dijelaskan dibawah ini : a. Rugi-rugi Mekanik Rugi-rugi mekanik menggambarka rugi-rugi daya dalam bagian yang berputar yaitu karena gesekan di bantalan dan ventilasi. Daya ini hanya tergantung pada putaran dan tidak bergantung pada dari kondisi beban (beban nol maupun beban penuh harganya sama).

b. Rugi-rugi Besi Rangkaian magnetic generator dc yang diakibatkan arus penguatan pada bagian yang tetap (stator) yang berinteraksi dengan putaran rotor akan menimbulkan kerugian. Kerugian ini diakibatkan oleh histeris magnet dan arus Eddy. Kehilangan daya ini menunjukkan rugi-rugi besi generator dc yang erat hubungannya dengan harga fluks yang dibangkitkan kutub dan kecepatannya.

c. Rugi-rugi Tahanan Belitan Jangkar rugi-rugi ini harus dihitung berdasarkan perkalian antara besarnya arus yang melewati belitan jangkar besarnya resistansi jangkarnya [watt] yaitu : = I2.R

Dimana : R = Tahanan Jangkar ; I = Arus jangkar

II- 13

Untuk mencari karakteristik efesiensi, generator dibebani sesuai dengan kondisi beban yang dibutuhkan dan pengukuran daya dilakukan pada sisi yang dibangkitkan maupun yang diserapi efesiensi merupakan perbandingan antara keduanya.

Pout Pin

P = V.I (V = tegangan generator; I = arus generator)

Bentuk karakteristik efisiensi generator dc :

P
Gambar 2.9 Bentuk karakteristik efisiensi Generator dc.

II.2.8. KARAKTERISTIK PUTARAN Daya poros generator dapat ditulis : Psg =


sg

...(2-23)

Dalam hal ini : Psg = daya poros generator


sg

= torsi pada generator = putaran ( kecepatan sudut rotor ) generator = kw x n ...(2-24)

n = putaran generator
sg

= kt. Ifg.Iag ...(2-25)

Sehingga : Psg = kt. Ifg.Iag. kw.n (2-26)

II- 14

n=

.........(2-27)

Jika Psg dianggap konstan, serta Ifg dikonstankan selama percobaan, maka : n= ..(2-28)

dalam hal ini :


1

...(2-29)

Iag
Gambar 2.10 Bentuk Karakteristik Putaran

II- 15

II.2.9 DATA SPESIFIKASI GENERATOR DAN MOTOR dc

Generator dc Rated Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed Rated Exc. Current Insulation Class : 220 V : 22,7 A : 5 kW : 3000 G/1 : 1,05 A :F

Motor dc Supply Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed : 400 V :14,2 A : 5 kW : 3000 G/1

Rated Exc. Current : 0,56 A Insulation Class :F

II- 16

II.3 DIAGRAM RANGKAIAN

Rd

Ra

Rf

Gambar 2.11 Rangkaian Pengukuran Tahanan Jangkar Secara Tidak Langsung dengan Metode Tahanan-Tinggi

Rd

A V

Ra

Rf

Gambar 2.12 Rangkaian Pengukuran Tahanan Jangkar Secara Tidak Langsung dengan Metode Tahanan-rendah

II- 17

+ R Regulator 3 fhasa V S T
Penyearah 3-fhasa

A + V E1 A1 Rf E2 M B2 B2 A1 + G E1 E2 Rf A V

Gambar 2.13 Rangkaian Percobaan Dinamis Pada Generator Shunt

R Regulator 3 fhasa V S T
Penyearah 3- fhasa

A + V E1 A1 Rf E2 M B2 B2 A1 + G A V E1 Rf

E2

Gambar 2.14 Rangkaian Percobaan Dinamis Pada Generator Penguat Terpisah

II.4. LANGKAH PERCOBAAN II.4.1. Pengukuran Tahanan Belitan Mengukur tahanan belitan jangkar dan belitan medan generator dc dengan menggunakan ohm meter. Mencatat hasil pengukurannya dalam tabel data yang telah disediakan

II.4.2. Pengukuran Tahanan Secara Langsung Mengukur tahanan jangkar (Ra) dan tahanan medan (Rf) generator dc dengan menggunakan Ohm meter atau multi meter.. Mencatat hasil pengukurannya dalam tabel data yang telah disediakan

II- 18

II.4.3. Pengukuran Tahanan Secara Tidak Langsung Mengukur tahanan jangkar (Ra) dan tahanan medan (Rf) generator dc dengan menggunakan Ampere meter dan Volt meter. Mencatat hasil pengukurannya dalam tabel data yang telah disediakan

II.4.4. Mencari Karakteristik Beban Nol Menggambar rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik beban nol. Membuat urutan kerja ( perccobaan ini generator diputar dengan motor dc dan hati-hatilah dalam menjalankan motor dc, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin, tanpa arus penguatnya). Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal ( tahanan asut ) atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Apabila sudah disetujui oleh pembimbing lakukan percobaan. Mencatat hasil percobaan kedalam tabel hasil pengamatan

II.4.5. Mencari Karakteristik Berbeban Menggambar rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik pengaruh pembebanan terhadap tegangan keluaran bila arus penguatannya berubah. Membuat urutan kerjanya, (percobaan ini generator diputar dengan motor dc, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin tanpa ada arus penguatnya). Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Arus keluaran generator dibuat tetap, pertama percobaan untuk mencari tegangan keluaran nol pada mesin harus dihubung singkat (dalam hal ini akan dibantu oleh pembimbing). Bila sudah disetujui oleh pembimbing lakukan percobannya. Mencatat data hasil percobaan ke dalam tabel data.

II- 19

II.4.6. Mencari Karakteristik Pengaruh Pembebanan Terhadap Teganggan Keluaran Dengan Arus Penguat Tetap ( Karakteristik Luar ) Menggambar rangkaian percobaan untuk mencari karakteristik luar. Membuat urutan kerjanya. (percobaan ini generator diputar dengan motor dc dan hati-hatilah dalam menjalankan motor dc, perhatikan urutan kerja yang sudah saudara buat dan jangan menjalankan mesin tanpa ada arus penguatnya). Motor diputar dengan menggunakan tahanan awal (tahanan asut) atau regulator untuk mengurangi arus star yang besar. Sebelum dibebani tegangan keluaran generator harus menunjukkan tegangan nominalnya yaitu 220 V. arus beban diatur sampai mencapai harga nominalnya. Mencatat data hasil percobaan ke dalam tabel data

II.6. HASIL PERCOBAAN

II.6.1. Percobaan Statis II.6.1.1 Pencatatan Data Dari Papan Nama Mesin Generator dc Rated Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed Rated Exc. Current Insulation Class : 220 V : 22,7 A : 5 kW : 3000 G/1 : 1,05 A :F Motor dc Supply Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed Rated Exc. Current Insulation Class : 400 V :14,2 A : 5 kW : 3000 G/1 : 0,56 A :F

II- 20

II.6.1.2 Pengukuran Tahanan Data Mesin Secara Langsung

Tabel 2.1 Hasil Pengukuran Langsung Tahanan Dalam Mesin Tahanan Tahanan Jangkar (Ra) (Ohm) 5,5 Tahanan Medan (Rf) (Ohm) 160

II.6.1.3 Pengukuran Tahanan dalam Mesin Secara Tidak Langsung Tabel 2.2 Hasil Pengukuran Secara Tidak langsung Tahanan dalam mesin Tahanan Pengukuran Metode TahananRangkaian Metode TahananTinggi Vm (V) Ra Rf 2,8 128 Im (A) 1 0,8 Vm (V) 2,3 129 Rendah Im (A) 1 0,8

II.6.2. Percobaan Dinamis Tabel 2.3 Karakteristik Beban Nol Dengan Generator shunt Ifg menaik No Vs
[V]

N= 2000 Rpm Ifg menurun Ifg


[A]

Vm
[V]

Im
[A]

Ifg
[A]

Vg
[V]

Vg
[V]

1 2 3 4 5 6 7

156 156 156 156 156 156 156

228 228 228 228 228 228 228

1,6 1,6 1,7 1,7 1,8 1,8 1,9

0,6 0,7 0,75 0,8 0,85 0,9 0,99

150 150 156 159 159 162 165

0,66 0,7 0,75 0,8 0,85 0,9 0,99

150 150 156 159 162 162 166

II- 21

Tabel 2.4 Karakteristik Berbeban ( Penguat Terpisah ) N=3000 Rpm Vg Ifg Im Vm Vs Ig No [V] [A] [A] [ V] [V] [A] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 225 165 132 111 96 87 78 73 65 59 54 50 46 43 40 38 0,61 0,31 0,22 0,18 0,16 0,14 0,12 0,11 0,1 0,09 0,08 0,07 0,06 0,06 0,06 0,05 4,2 3,4 3 2,7 2,5 2,4 2,3 2,1 2 1,9 1,9 1,8 1,8 1,7 1,7 1,6 375 372 366 363 363 363 363 363 363 360 360 360 360 360 360 360 282 282 279 276 276 276 276 276 276 270 270 270 270 270 270 270 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4

Tabel 2.5 Karakteristik hubung singkat ( Penguat Terpisah ). N=1500 Rpm Ifg Im Vm Vs Ig No. (A) (A) (v) (v) (A) 1 2 3 4 5 6 0,09 0,07 0,05 0,04 0,03 0,01 4,6 3,8 3,1 2,6 2,2 1,3 153 153 153 153 150 150 99 96 96 96 96 96 20 18 16 14 12 8

II- 22

Tabel 2.6 Karakteristik Luar ( Penguat Terpisah ) Vg Ifg Im Vm No. (V) (A) (A) (V) 1 2 3 4 5 6 7 225 222 219 216 213 213 210 0,58 0,58 0,58 0,58 0,58 0,58 0,58 1,1 2,2 3,1 4,1 5,1 6,1 7 363 363 363 363 366 375 370

N= 3000 Rpm Vs Ig (V) 276 276 273 273 273 273 273 (A) 0 2,1 4,1 6,1 8 10 12

Tabel 2.7 Karakteristik Pengaturan ( Penguat Terpisah ) No. Vg Ifg Im Vm Vs (V) 1 2 3 4 5 222 222 222 222 222 (A) 0,6 0,66 0,64 0,68 0,67 (A) 2 3,2 4,3 5,5 6,6 (V) 363 363 369 369 372 (V) 270 273 273 276 279

N=3000 Rpm Ig (A) 2,1 4,1 6,2 8,1 10,5

II- 23

II.7 ANALISA DATA

Generator dc Rated Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed Rated Exc. Current Insulation Class : 220 V : 22,7 A : 5 kW : 3000 G/1 : 1,05 A :F

Motor dc Supply Voltage Rated Current Rated Power Rated Speed Rated Exc. Current Insulation Class : 400 V :14,2 A : 5 kW : 3000 G/1 : 0,56 A :F

II.7.1.

Percobaan Statis Pengukuran Secara Tidak langsung dengan Metode Tahanan-Tinggi Misalkan : Ram : Nilai tahanan jangkar yang terukur Ra : Nilai tahanan jangkar yang sebenarnya Rfm : Nilai tahanan medan yang terukur Rf : Nilai tahanan medan yang sebenarnya V : Nilai tegangan yang diatur I : Nilai arus yang terukur

Ram

= = = 2,8

Ra

= =

0,7

II- 24

= 2,1 Error = 100%

Error =

100%

Error = 55,56 %

Rfm

= = = 160

Rf

0,7

= 159,3

Error =

100%

Error =

100%

Error = 0,79 %

II- 25

Pengukuran Secara Tidak langsung dengan Metode Pengukuran Tahanan - Rendah Ram = = = 2,3

Ra

= = 2,33 Error = = 100% 100%

= 1,44 x 10-3 %

Rfm

= = = 161,25

Rf

= = 174,68

II- 26

Error = =

100% 100%

= 8,0625 x 10-3%

Tabel 2.8

Hasil Pengukuran Tahanan Jangkar dan Tahanan Medan Secara Tidak langsung dengan Metode Tahanan-Tinggi dan TahananRendah Pengukuran Tak Langsung Metode Rangkaian Tahanan-Tinggi Terukur R() Teori Rx () 2,1 Error (%) 55,56 Tahanan-Rendah Terukur R () 2,3 Teori Rx () 2,33 Error (%) 1,44 x 10-3 8,0625 x 10-3

Tahanan Belitan

Pengukuran Langsung ()

Jangkar Ra Medan Rf

5,5

2,8

160

161,25

159,3

0,79

161,25

174,68

II- 27

II.7.2.

Percobaan Dinamis

II.7.2.1 Karakteristik Beban Nol Generator dc shunt If menaik dan menurun (n = 2000 rpm konstan)

Gambar 2.15

Karakteristik Beban Nol Generator dc shunt If menurun (n = 2000 rpm konstan)

menaik dan

II- 28

II.7.2.2. Karakteritik Berbeban Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Ig = 6,4 A (konstan)

Gambar 2.16 Karakteritik Berbeban Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Ig = 6,4 A (konstan)

II- 29

II.7.2.3 Karakteristik Hubung singkat Generator dc Penguat Terpisah (n = 1500 rpm)

Gambar 2.17 Karakteristik Hubung singkat Generator dc Penguat Terpisah (n = 1500 rpm)

II- 30

II.7.2.4 Karakteristik Luar Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Ifg = 0,58A konstan)

Gambar 2.18 Karakteristik Luar Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Ifg = 0,58A konstan)

II- 31

II.7.2.5 Karakterisrik Pengaturan Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Vg = 222 V konstan)

Gambar 2.19 Karakterisrik Pengaturan Generator dc Penguat Terpisah (n = 3000 rpm dan Vg = 222 V konstan)

II- 32

II.7.2.6 Karakterisrik Putaran Generator dc Penguat Terpisah

Gambar 2.20 Karakterisrik Putaran Generator dc Penguat Terpisah

II- 33

II.8. KESIMPULAN Hubungan antara GGL induksi yang dihasilkan jangkar dalam keadaan tanpa beban (Eo) dengan arus penguat (Im) pada putaran konstan. Karakteristik berbeban menunjukkan hubungan antara tegangan jepit (V) dan arus (IL). Karakteristik eksitasi pada generator akan berbanding lurus dengan arus. Semakin besar arus pada generator maka semakin besar pula efisiensinya. Pengaruh arus berbeban terhadap tegangan keluaran dengan arus penguatan tetap adalah senakin besar arus yang diberikan maka semakin besar pula tegangan keluaran.

Beri Nilai