Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tumbuhan berkhasiat obat. Penggunaan tanaman sebagai obat telah dikenal sejak zaman nenek moyang dan telah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya tumbuhan berkhasiat di Indonesia yang berjumlah kuranglebih dari 1 juta spesies tumbuhan (Soesilo, 1996). Obat-obatan tradisional menggunakan ramuan obat dari tumbuhantumbuhantertentu yang mudah didapat di pekarangan rumah dan juga tidak mengandung resiko yang membahayakan pasien dan mudah dikerjakan oleh siapa saja dalam keadaan yang mendesak sekalipun. Sebaliknya obat-obatan modern mempunyai resiko yang kadang berbahaya bagi kesehatan, susah didapatkan, dan harganya relatif mahal. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern ternyata tidak menggeser atau mengesampingkan begitu saja peranan obat obatan tradisional tetapi justru saling melengkapi. Hal ini terbukti dari banyaknya peminat pengobatan tradisional (Soesilo, 1996) salah satunya adalah tanaman putri malu (Mimosa pudica). Putri malu biasanya tumbuh di pinggir jalan atau tanah lapang. Tanaman ini cepat berkembang biak, biasanya tumbuh secara rebah ditanah tapi kadangkadang tegak. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan atau nama, ada yang menyebut putri malu, sikejut, rebah bangun, dan akan kaget. Di Cina tanaman ini disebut han xiu cao. Tanaman putri malu mempunyai khasiat cukup besar untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dari daun hingga akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquillizer (penenang), ekspetorant (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibiotik), antipiretik (penurun panas), dan anti radang (Anonim1, 1996). Putri malu merupakan herbal memanjat atau setengah perdu dengan ketinggian antara 0,3 1,5 m. Tumbuhan asli Amerika tropis ini dapat ditemukan pada ketinggian 1 1200 m dari permukaan laut. Putri malu berkhasiat untuk mengatasi penyakit malaria. Akar dan bijinya berkhasiat untuk merangsang muntah. Para ahli pengobatan Cina dan peneliti AS serta Indonesia mengindikasikan putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain, seperti radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anakanak, cacingan, insomnia, peradangan saluran pernapasan (bronchitis). Selain itu kandungan zat kimia pada tumbuhan putri dapat mencegah

pertumbuhan

bakteri

Shigella

dysentriae

penyebab

penyakit

Shigellosis.

Pemanfaatan untuk obat dapat dilakukan dengan cara diminum maupun sebagai obat luar. Hanya saja pemakaian akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah. Wanita hamil juga dilarang minum ramuan tersebut karena bisa membahayakan janin (Anonim2, 1998). Shigella dysentriae adalah bakteri gram negatif, bersifat fakultatif anaerobik yang dengan beberapa kekecualian tidak meragikan laktosa tetapi meragikan karbohidrat yang lainnya, ukuran 0,5-0,7m x 2-3m, menghasilkan 3 asam tetapi tidak menghasilkan gas. pH pertumbuhan 6.4-7.8, secara morfologi tidak dapat dibedakan dari Salmonella, tetapi dibedakan berdasarkan reaksi-reaksi fermentasi dan uji serologis, suhu pertumbuhan optimal 37oC. Habitat alamiah Shigella terbatas pada saluran pencernaan manusia dan primata lainnya dimana sejumlah spesies menimbulkan disentri basiler (Pelczar dan Chan, 1986). Shigella mempunyai susunan antigen yang kompleks. Terdapat banyak tumpang tindih dalam sifat serologi berbagai spesies dan sebagian besar kuman ini mempunyai antigen O yang juga dimiliki oleh kuman enterik lainnya. Antigen somatik O dari Shigella adalah lipopolisakarida. Kekhususan serologiknya tergantung pada polisakarida. Klasifikasi Shigella didasarkan pada sifat-sifat biokimia dan antigenik (Anonim3, 2008). Bakteri ini masih keluarga Proteobakteri yang dikenal sebagai Escherichia coli yakni keluarga Enterobacteriaceae. (Pelczar dan Chan, 1986). Shigellosis disebut juga Disentri basiler. Disentri sendiri artinya salah satu dari berbagai gangguan yang ditandai dengan peradangan usus, terutama kolon dan disertai nyeri perut, dan buang air besar yang sering mengandung darah dan lendir. Habitat alamiah kuman disentri adalah usus besar manusia, dimana kuman tersebut dapat menyebabkan disentri basiler. Infeksi Shigella praktis selalu terbatas pada saluran pencernaan, invasi dalam darah sangat jarang. Shigella menimbulkan penyakit yang sangat menular. Dosis infektif kurang dari 10 3 organisme (Ayuw, 2006). Infeksi Shigella biasanya berakibat mencret, demam, mual, muntah, dan kejang perut. Kotorannya sering mengandung darah dan lendir. Gejalanya mulai 1-7 hari setelah terkena, tapi biasanya 1-3 hari. Gejala biasanya berlangsung 4-7 hari tapi ada kalanya lebih lama. Pada beberapa orang, terutama anak kecil dan orang tua, disentri dapat berbahaya, pada kasus ini pasien harus dibawa ke Rumah Sakit. Pada infeksi berat dengan demam tinggi, juga dapat menyerang anak dengan usia di bawah 5 tahun. Pada beberapa orang yang terinfeksi Shigella, kadang-kadang menimbulkan gejala-gejala tersebut, tetapi dapat menularkan bakteri Shigella

kepada orang lain. Berat ringannya penyakit dan "case fatality rate" tergantung dari fungsi dari inang (umur dan status gizi dari inang) serta tipe dari Shigella. Shigella dysentriae dapat menyebabkan penyakit serius dan komplikasi berat seperti toksic megacolon dan sindroma uremia hemolitik. Sebaliknya infeksi oleh Shigella sonnei menimbulkan penyakit dengan gejala klinik yang pendek dan hampir tidak ada kematian kecuali pada orang dengan masalah kekebalan tubuh (Jawetz, 1995). Berdasarkan uraian tersebut maka tanaman putri malu (Mimosa pudica) terutama ekstrak daun, batang, dan akarnya diduga mempunyai efek penghambat terhadap pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu perlu pembuktian dengan melakukan penelitian apakah tanaman putri malu (Mimosa pudica) mempunyai aktifitas sebagai anti bakteri terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dengan

menggunakan metode sumuran.

B. Pembatasan Masalah Untuk menghindari meluasnya dan mempermudah pembahasan dalam penelitian maka masalah dibatasi sebagai berikut : 1. Objek penelitian ini adalah bakteri Shigella dysentriae. 2. Subyek penelitian adalah ekstrak seluruh bagian tumbuhan putri malu (Mimosa pudica). 3. Parameter penelitian adalah daya hambat ektrak seluruh bagian tumbuhan putri malu (Mimosa pudica) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae. 4. Metode yang digunakan untuk uji anti bakteri adalah sumuran.

C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada maka muncul suatu, permasalahan antara lain : 1. Apakah ekstrak dari tumbuhan putri malu (Mimosa Pudica) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae? 2. Berapa konsentrasi ekstak daun, batang dan akar tumbuhan putri malu yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae?

D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui efek ekstrak tanaman putri malu (Mimosa pudica) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae.

2. Mengetahui konsentrasi ekstrak tanaman putri malu (Mimosa pudica) yang efektif menghambat bakteri Shigella dysentriae.

E. Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu : 1. Bagi Peneliti Menambah khasanah keilmuan, pengetahuan tentang antibakteri khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. 2. Bagi Masyarakat Sebagai tambahan informasi bagi masyarakat tentang obat antibakteri yang efektif dan alami. 3. Bagi Ilmu Pengetahuan Menambah wawasan dan pengalaman dalam penggunaan tanaman sebagai obat tradisional.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polongpolongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") . Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciu Alam ini adalah tempat tinggal bagi setiap makhluk hidup. Makhluk hidup itu tidak hanya terdiri dari dari satu macam saja, akan tetapi banyak macam dan jenisnya, baik itu jenis hewan, manusia dan juga tumbuhtumbuhan, semuanya hidup pada tempat tinggal yang sama dialam ini. Ada berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan yang ada didaerah kita, termasuk salah satunya tanaman putri malu yang merupakan golongan sebagai tanaman penutup tanah akan tetapi tidak semuanya menyebut tanaman putri malu ada juga yang menyebutkan dengan sikejut . Banyak jenis tanaman atau tumbuhan-tumbuhan yang hidup disekitar kita, ada jenis tanaman yang ditanam secar khusus oleh manusia dan dipelihara secara rutin. Akan tetapi ada juga tanaman yang tubuh dengan sendirinya tampa campur tangan dari manusia, salah satunya tanaman putri malu. Tanaman ini disebut sebagai tanaman liar karena dapat tumbuh dimana saja, tampa perlu peralatan yang kusus dari manusia.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalah sebagai berikut: 1. Kenapa tanaman putri malu disebut sebagai tanaman penutup tanah? 2. Mengapa tanaman ini dinamakan dengan putri malu? 3. Bagaimana cara pertumbuhan tanaman putri malu? 4. Bagaimana cara perkembangbiakan putri malu? 5. Dimana habitat tanaman putri malu?

6. Apa saja mamfaat tanaman ini bagi kehidupan manusia?

C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui penutup tanah 2. Untuk mengetahui asal kenapa tanaman ini disebut dengan sebutan putri malu atau sikejut 3. Agar kita mengetahui bagaimana pertumbuhan tanaman putri malu 4. Untuk mengetahui bagaimana cara perkembangbiakan tanaman putri malu 5. Untuk mengetahui dimana habitat tanaman putri malu 6. Untuk mengetahui apa saja mamfaat tanaman putri malu bagi kehidupan manusia kenapa tanaman putri malu disebut sebagai tanaman

D. Mamfaat Penulisan Dari uraian diatas maka dapat diambil mamfaat sebagai berikut: 1. Kita dapat mengetahui bahwa tanaman putri malu tidak hanya sebagai tanaman penggangu atau parasit, akan tetapi disamping itu tanaman putri malu juga mempunyai banyak mamfaat bagi kehidupan manusia 2. Agar kita bisa memahami lebih dalam mengapa tanaman putri malu disebut sebagai tanaman liar 3. Kita juga bisa mengetahui bahwa tanaman putri malu adalah salah satu jenis tanaman penutup tanah.

BAB II LANDASAN TEORITIS Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polongpolongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") . Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".

Klasifikasi Putri Malu Divisio Subdivisio Classis Ordo Familia Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Rosales : Mimosaceae :Mimosa : Mimosa Pudica

Deskripsi Morfologi 1. Daun Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm. daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm. 2. Batang Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan

mempunyai duri yang menempel , batang tumbuhan putrid malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan tanah atau kearah bawah. 3. Akar Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya. Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akarakar nya teracabut. 4. Bunga Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih. 5. Buah Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya. 6. Biji Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengertian Tanaman Putri Malu Negara Indonesia merupan sebuah Negara yang memiliki iklim tropis, oleh karena itu banyak berbagai jenis tanama dan tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita, baik itu jenis tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias ataupun jenis tanaman liar, contohnya seperti putri malu atau sikejut. Tanaman ini bisa tumbuh dimana saja dan berkembangbiak dengan sangat cepat. Tanaman ini sangat mudah terkejut apabila mendapat sentuhan sedikit saja apabila bila diraba, daunnya akan merunduk atau menutup, seolah- olah seorang putri yang kelihatan malu-malu bila disentuh oleh sang pangeran. Tetapi apabila tidak disentuh maka daun putri malu tidak akan merunduk atau menutup. Karena itulah tanaman ini disebut atau dinamakan orang sebagai tanaman putri malu, tetapi selain nama itu tanaman ini juga dikenal oleh sebagian orang dengan sebutan sikejut. Karena tanaman ini mudah terkejut apabila mendapat sentuhan atau ransangan dari luar sedikit saja, maka daunnya akan langsung merunduk. Tanaman putri malu atau sikejut adalah suatu jenis tanaman penutup tanah, karena tanaman ini dapat berkembang biak sangat cepat, sehingga menutupi permukaan tanah yang ada disekitar kita. Tanaman putri malu adalah salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam keluarga polongan dari suku tumbuhan sikejut.

B. Sejarah Asal Putri Malu Tanaman putri malu berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brasil. Di Brasil tanaman putri malu ini sudah dikenal sejak tahun 1804. Tanaman ini termasuk kedalam jenis tanaman liar, karena tanaman ini jarang atau tidak dipelihara orang secara khusus, dan dapat tumbuh dimana saja, sebab pada waktu itu tanaman ini belum diketahui mamfaat serta kegunaanya bagi manusia. Negara Brasil adalah suatu Negara yang beriklim panas, karena Negara kita juga mempunyai iklim yang hampir sama dengan iklim dimana asal dari tumbuhan ini, yaitu iklim tropis. Maka tanaman ini juga dapat tumbuh dengan suburnya di Negara kita didaerah mana saja, baik itu pada tanah yang lebab ataupun pada tanah yang gersang sekali pun. Tanaman putri malu dengan mudah dapat hidup dan berkembangbiak dan tampa mengenal musim.

C. Karakteristik Umum Tanaman Putri Malu Putri malu atau dalam bahasa latin disebut Mimosa pudica Linn. Adalah tumbuhan dengan ciri daun yang dapat menutup dengan sendirinya saat disentuh dan membuka kembali setelah beberapa lama. Tanaman berduri ini termasuk dalam tanaman berbiji tertutup (angiospermae) dan terdapat pada kelompok tumbuhan berkeping dua atau dikotil. Tumbuhan berdaun majemuk menyirip dan daun bertepi rata ini memiliki letak daun yang berhadapan serta termasuk dalam suku polong-polongan. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang kemerahmerahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai. Gerak tanaman putri malu menutup daunnya disebut dengan seismonati, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerak tigmonasti daun putri malu menutup tidak peduli darimana datangnya arah rangsangan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Sebutan lokal antara lain Putri malu, si kejut, rebah bangun, akan kaget; Han xiu cao (China).

D. Mamfaat Putri Malu Bagi Manusia a. Sebagai Obat Tanaman putri malu mempunyai khasiat cukup besar untuk menyembuhkan, berbagai jenis penyakit. Dari daun hingga ke akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquilizer (penenang), ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun panas), dan antiradang. Para ahli pengobatan Cina dan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Indonesia mengindikasikan, putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain seperti radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anak-anak, cacingan, imsonia, peradangan saluran napas (bronchitis), dan herpes. Pemanfaatan untuk obat dapat dilakukan dengan cara diminum maupun sebagai obat luar.

Hanya saja pemakaian akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah. Wanita hamil juga dilarang minum ramuan tersebut karena bisa membahayakan janin. Beberapa penelitian mengenai pengaruh tanaman putri malu (Mimosa pudica L.) terhadap aktivitas susunan saraf pusat telah dilakukan. Diantaranya pada tahun 1966 oleh Rindasari, telah dilakukan pengujian efek ekstrak methanol dan ekstrak air daun putri malu (Mimosa pudica Linn). Setiap ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/KgBB terhadap mencit yang telah diinduksi dengan fenobarbital dosis 125 mg/KgBB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air, pada semua dosis yang digunakan, seluruhnya dapat menurunkan kecepatan waktu tidur secara signifikan dan memperpanjang waktu tiur secara signifikan. Ekstrak methanol pada dosis 400 mg/KgBB dapat menurunkan kecepatan waktu mulai tidur dengan perbedaan yang signifikan dengan kontrol, sedangkan dengan dosis 200 mg/KgBB hanya memperpanjang waktu tidur. Selanjutnya juga terdapat penelitian bahwa rebusan (decoction) putri malu (Mimosa pudica Linn.) yang diberikan secara intraperitoneal dengan dosis 1000-4000 mg/Kg mampu melindungi mencit melawan pentylentetrazol dan strychnin yang menginduksi kejang tetapi tidak berefek melawan picrotoxin yang menginduksi kejang. Ini juga merupakan antagonis N-metil-D-aspartat yang menginduksi perubahan perilaku (turning behavior).

b. Mencegah terjadinya erosi Setelah dilakukan penelitian-penelitian oleh para ahli dan barulah diketahui kegunaannya serta mamfaatnya yang dapat digunakan oleh manusia, barulah tanaman ini dianggap perlu dan dipelihara terutama sekali untuk tanaman pelindung tanah, guna mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tanah oleh air, misalnya disungai. Bagian tanaman putri malu yang berguna untuk mencegah terjadinya erosi adalah terletak pada akarnya. Putri malu memiliki akar yang sangat kuat yaitu akar pena. Akarnya yang kuat itulah yang dapat menahan tanah dari bahaya erosi atau terkikis habisnya tanah oleh air hujan yang turun dengan deras sehingga dapat menbahayakan lingkungan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Hujan yang turun secara terus menurus juga dapat menimbulkan dapat yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup di ala mini. Karena bisa

menyebabkan banjir dan terjadinya tanah lonsor yang dapat berakibat fatal khususnya bagi manusia sebagai subjek utama dialam ini. Karena itulah tanaman putri malu mempunyai mamfaat yang sangat besar bagi kita semua.

E. Dampak Negatif dari Tanaman Putri Malu Putri malu memang banyak mamfaatnya bagi manusia, akan tetapi disamping itu tanaman ini juga merugikan manusia karena apabila tanaman putri malu tumbuh diantaran tanaman- tanaman yang lain maka akan membuat pertumbuhan tanaman lainnya terhambat karena putri malu dapat berkembang lebih cepat dibandingkan dengan tanaman lain, sehingga putri malu disebut sebagai tanaman parasit.

F. Habitat Putri Malu Tumbuhan putri malu dapat tumbuh dimana saja dengan begitu suburnya disekitar kita. Putri malu dapat tumbuh secara liar dimana saja, dan tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang khusus misalnya seperti pemupukan atau penyiraman. Tanaman putri malu bisa tumbuh dimana saja diatas permukaan tanah, baik diatas permukaan tanah yang lembab maupun diatas permukaan tanah yang gersang. Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas tanah yang lapang baik itu diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah dan pada tempat yang lainnya disekitar kita.

BAB IV KESIMPULAN

KESIMPULAN Tanaman putri malu atau Mimosa Pudica adalah suatu jenis tanaman liar yang tergolong sebagai tanaman penutup tanah, karena dapat berkembangbiak dengan sangat cepat. Tanaman putri malu memiliki banyak mamfaat bagi manusia yaitu mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tanah oleh air hujan yang terletak pada akarnya, karena putri malu mempunyai akar yang sangat kuat, selain itu putri malu juga mempunyai mamfaat lain bagi manusia sebagai obat. Putri malu biasanya hidup liar dimana saja disekitar kita, tampa memerlukan perawatan yang khusus dari manusia. Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas permukaan tanah yang lapang, diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah, dan pada tempat-tempat lainnya disekitar kita.

SARAN Banyak dari pembahan diatas yang saya sampaikan tidak begitu lengkap dan sempurna oleh karena itu saya juga sebagai seorang mahasiswa yang masih belajar mengharapkan kritikan dan saran dari kawan- kawan sekalian, guna menambah pengetahuan dan motivasi saya dalam menyampaikan materi pokok saya. Atas bantuan kawan-kawan saya ucapkan terima kasih.