Anda di halaman 1dari 8

Hydrocephalus DEFINISI Hydrocephalus adalah akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak.

Cairan ini sering meningkatkan tekanan sehingga dapat memeras dan merusak otak. Hydrocephalus terkadang disebut ?air di dalam otak?. (kata ?hydrocephalus? berasal dari bahasa Yunani yang artinya ?kepala berair?). Hydrocephalus dapat terjadi sebelum lahir atau kapan saja setelah lahir. PENYEBAB Hydrocephalus dapat berhubungan dengan beberapa sebab termasuk cacat sejak lahir, pendarahan di otak, infeksi, meningitis, tumor, atau cedera kepala. Banyak bentuk dari hydrocephalus adalah hasil dari terhambatnya cairan cerebrospinal di ventrikel (di otak bagian tengah. Pada cacat sejak lahir, kerusakan fisik dari aliran cairan ke ventrikel biasanya menyebabkan hydrocephalus. Hydrocephalus biasanya mendampingi cacat sejak lahir yang disebut spina bifida (meningomyelocele). GEJALA Tanda dan gejala hydrocephalus tergantung pada usia penderita.

? Bayi, tanda yan paling nyata dari hydrocephalus adalah besar kepala yang abnormal. Hal ini terjadi karena tekanan luar yang terus menerus pada otak dan temperung kepala dari hydrocephalus sepanjang perkembangan dan pertumbuhan kepala. (Itulah alasannya kepala bayi selalu diukur dengan hati-hati setiap periksa ke dokter). Gejala hydrocephalus pada bayi yaitu muntah, mengantuk, gelisah, tidak mampu melihat ke atas dan seizures. ? Pada anak yang lebih tua dan orang dewasa, tidak ada pembesaran dari hydrocephalus (karena tulang tengkorak sudah padat dan tidak dapat membesar). Gejala yang terjadi termasuk sakit kepala, mual, muntah dan kadang-kdang pandangan kabur. Bisa menimbulkan masalah pada keseimbangan dan koordinasi, dan perkembangan yang terlambat dalam berjalan dan berbicara pada anak-anak.

Gelisah, sakit kepala, seizures dan perubahan kepribadian seperti tidak mampu berkonsentrasi dan mengingat bisa terjadi. Mengantuk dan pandangan menjadi dua adalah gejala umum perkembangan hydrocephalus. PENGOBATAN Pengobatan hydrocephalus meliputi operasi pemasangan pipa untuk memperlancar aliran cairan yang berlebih dan mengurangi tekanan ke otak. Pipa tersebut fleksible, berupa tabung plastik dengan katup satu arah. Pipa dipasang ke dalam sistem ventrikel pada otak untuk membelokkan alian cairan ke bagian lain dari tubuh, sehingga cairan akan mengalir dan diabsorbsi ke dalam aliran darah. Prognosis penderita hydrocephalus tergantung pada penyebabnya dan waktu diagnosa dan pengobatan. Banyak penderita hydrocephalus anak-anak hidup normal dengan batasan dan kekurangan yang minim. Pada beberapa kasus kerusakan kognitif pada fungsi bahasa dan non- bahasa bisa terjadi. Masalah infeksi karena pemasangan pipa atau tidak berfungsinya alat perlu dilakukan operasi revisi.

Hydrocephalus
Definisi Hydrocephalus
Istilah hydrocephalus diperoleh dari kata-kata Yunani "hydro" berarti air dan "cephalus" berarti kepala. Seperti namanya menyiratkan, ia adalah kondisi dimana karakteristik utama adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Meskipun hydrocephalus pernah sekali dikenal sebagai "air di otak," "air" sebenarnya adalah cairan cerebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF) - cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang (spinal cord). Akumulasi yang berlebihan dari CSF berakibat pada pelebaran yang abnormal dari ruang-ruang dalam otak yang disebut ventricles. Pelebaran ini menciptakan tekanan yang berpotensi membahyakan pada jaringanjaringan otak. Sistim ventricular terbentuk dari empat ventricles yang dihubungkan oleh jalan-jalan lintasan yang sempit. Normalnya, CSF mengalir melalui ventricles, keluar kedalam cistern-cistern (ruang-ruang tertutup yang melayani sebagai reservoir-reservoir) pada dasar dari otak, merendam permukaan-permukaan dari otak dan spinal cord (sumsum tulang), dan kemudian menyerap kembali kedalam aliran darah. CSF mempunyai tiga fungsi-fungsi mempertahankan hehidupan yang penting: 1) untuk mempertahankan jaringan otak mengapung, bekerja sebagai bantalan atau "peredam goncangan"; 2) untuk bekerja sebagai kendaraan untuk pengantaran nutrisi-nutrisi pada otak dan mengeluarkan pembuangan; dan 3) untuk mengalir antara cranium dan spine (tulang belakang) dan mengkompensasi perubahan-perubahan pada volume darah intracranial (jumlah darah didalam otak). Keseimbangan antara produksi dan penyerapan (absorpsi) dari CSF adalah sangat penting. Karena CSF dibuat secara terus menerus, kondisi-kondisi medis yang menghalangi aliran atau penyerapannya yang normal akan berakibat pada akumulasi yang berlebihan dari CSF. Tekanan cairan yang berakibat darinya terhadap jaringan otak adalah apa yang menyebabkan hydrocephalus.

Tipe-Tipe Yang Berbeda Dari Hydrocephalus


Hydrocephalus mungkin dibawa sejak lahir atau diperoleh. Hydrocephalus congenital (sejak lahir) hadir pada kelahiran dan mungkin disebabkan oleh kejadian-kejadian atau pengaruh-pengaruh yang terjadi selama perkembangan janin, atau kelainan-kelainan genetik. Hydrocephalus yang diperoleh berkembang pada saat kelahiran atau suatu ketika setelahnya. Tipe hydrocephalus ini dapat mempengaruhi individu-individu dari semua umur dan mungkin disebabkan oleh luka atau penyakit. Hydrocephalus mungkin juga adalah communicating atau non-communicating. Communicating hydrocephalus terjadi ketika aliran dari CSF terhalang setelah ia keluar dari ventricles. Bentuk ini disebut communicating karena CSF masih dapat mengalir antara ventricles, yang tetap terbuka. Non-communicating hydrocephalus - juga disebut "obstructive" hydrocephalus - terjadi ketika aliran dari CSF terhalang bersama dengan satu atau lebih dari jalan-jalan lintasan sempit yang menghubungkan ventricles. Salah satu dari penyebab-penyebab yang paling umum dari hydrocephalus adalah "aqueductal stenosis". Pada kasus ini, hydrocephalus berakibat dari penyempitan dari aqueduct of Sylvius, jalan lintasan kecil antara ventricles ketiga dan keempat ditengah otak. Ada dua bentuk lain dari hydrocephalus yang tidak cocok dengan tepat kedalam kategori-kategori yang disebutkan diatas dan terutama mempengaruhi kaum dewasa: hydrocephalus ex-vacuo dan normal pressure hydrocephalus (NPH). Hydrocephalus ex-vacuo terjadi ketika stroke atau luka traumatic menyebakan kerusakan pada otak. Pada kasus-kasus ini, jaringan otak mungkin benar-benar menyusut. Normal pressure hydrocephalus dapat terjadi pada orang-orang pada segala umur,namun ia adalah paling umum diantara kaum tua. Ia mungkin berakibat dari subarachnoid hemorrhage, trauma kepala, infeksi, tumor, atau komplikasi-komplikasi dari operasi.

Bagaimanapun, banyak orang-orang mengembangkan normal pressure hydrocephalus bahkan ketika tidak satupun dari faktor-faktor ini hadir untuk sebab-sebab yang tidak diketahui.

Siapa Yang Mendapat Penyakit Ini ?


Jumlah dari orang-orang yang mengembangkan hydrocephalus atau yang sekarang ini hidup dengannya adalah sulit untuk diperkirakan karena tidak ada registrasi nasional atau database dari orang-orang dengan kondisi ini. Bagaimanapun, ahli-ahli memperkirakan bahwa hydrocephalus mempengaruhi kira-kira 1 dalam setiap 500 anak-anak.

Penyebab Hydrocephalus
Penyebab-penyebab dari hydrocephalus masih belum dimengerti dengan baik. Hydrocephalus mungkin berakibat dari kelainan-kelainan genetik yang diturunkan (seperti kerusakan genetik menyebabkan aqueductal stenosis) atau penyakit-penyakit perkembangan (seperti yang berhubungan dengan kerusakan-kerusakan tabung neural termasuk spina bifida dan encephalocele). Penyebab-penyebab yang mungkin lainnya termasuk komplikasi-komplikasi dari kelahiran premature seperti intraventricular hemorrhage, penyakit-penyakit seperti meningitis, tumor-tumor, luka kepala traumatic, atau subarachnoid hemorrhage, yang menghalangi jalan keluar dari CSF dari ventricles ke cisterns atau mengeliminasi jalan-jalan lintasan untuk CSF kedalam cisterns.

Gejala-Gejala Dari Hydrocephalus


Gejala-gejala dari hydrocephalus bervariasi dengan umur, kemajuan penyakit, dan perbedaan-perbedaan individu dalam toleransi pada kondisi. Contohnya, kemampuan bayi untuk mengkompensasi tekanan CSF yang meningkat dan pembesaran dari ventricles berbeda dari kaum dewasa . Tengkorak bayi dapat meluas untuk mengakomodasi penambahan dari CSF karena sutures (sendi-sendi yang berserabut yang menghubungkan tulang-tulang dari tengkorak) masih belum merapat atau menutup. Pada masa kanak-kanak, indikasi yang paling jelas dari hydrocephalus adalah seringkali peningkatan yang cepat dalam lingkar kepala atau ukuran kepala yang besarnya tidak biasa. Gejala-gejala lain mungkin termasuk muntah, ngantuk, sifat lekas marah, penyimpangan yang menurun dari mata-mata (juga disebut "sunsetting"), dan seizures. Anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa mungkin mengalami gejala-gejala yang berbeda karena tengkorak-tengkorak mereka tidak dapat meluas untuk mengakomodasi penumbuhan dari CSF. Gejala-gejala mungkin termasuk sakit kepala diikuti oleh mual, muntah, papilledema (pembengkakan dari cakram optik yang adalah bagian dari syaraf optik), penglihatan yang kabur atau double, sunsetting dari mata-mata, persoalan-persoalan dengan keseimbangan, koordinasi yang buruk, gangguan gaya berjalan, tidak dapat menahan buang air kecil, kemajuan perkembangan yang melambat atau kehilangan, kelesuan, keadaan mengantuk, mudah lekas marah, atau perubahan-perubahan lain pada kepribadian atau kesadaran termasuk kehilangan memori. Gejala-gejala dari normal pressure hydrocephalus termasuk, persoalan-persoalan dengan berjalan, kontrol kandung kemih yang menjurus pada frekwensi kencing dan/atau ketidak tahanan untuk membuang air besar, dan gangguan mental yang progresif dan dementia. Individu dengan tipe hydrocephalus ini mungkin mempunyai perlambatan umum dari gerakan-gerakan atau mungkin mengeluh bahwa kaki-kakinya terasa "stuck." Karena beberapa dari gejalagejala ini mungkin juga dialami pada penyakit-penyakit lain seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan penyakit Creutzfeldt-Jakob, normal pressure hydrocephalus seringkali secara tidak benar didiagnosa dan tidak pernah dirawat dengan benar. Dokter-dokter mungkin menggunakan kebaragaman dari tse-tes, termasuk scans otak (CT dan/atau MRI), spinal tap atau lumbar catheter, intracranial pressure monitoring, dan tes-tes neuropsychological, untuk membantu mereka secara akurat mendiagnosa normal pressure hydrocephalus dan menyampingkan segala kondisi-kondisi lain. Gejala-gejala yang digambarkan di bagian ini bertanggung jawab untuk kebanyakan cara-cara yang khas dimana hydrocephalus yang progresif menunjukan dirinya , namun adalah penting untuk mengingat bahwa gejala-gejala bervariasi secara signifikan dari orang ke orang berikutnya.

Mendiagnosa Hydrocephalus
Hydrocephalus didiagnosa melalui evaluasi neurological klinis dan dengan menggunakan teknik-teknik pencitraan cranial seperti ultrasonography, computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), atau teknik-teknik pengamatan tekanan. Dokter memilih alat diagnostik yang tepat berdasarkan pada umur individu, presentasi klinis, dan kehadiran dari kelainan-kelaian yang diketahui atau dicurigai dari otak atau spinal cord (sumsum tulang belakang).

Perawatan Sekarang Ini Untuk Hydrocephalus


Hydrocephalus paling sering dirawat dengan menyisipkan secara operasi sistim shunt (langsiran). Sistim ini mengalihkan aliran CSF dari CNS ke area lain dari tubuh dimana ia dapat diserap sebagai bagian dari proses sirlukasi normal. Shunt adalah tabung plastik yang lentur namun kokoh. Sistim shunt terdiri dari shunt, kateter, dan klep. Satu ujung dari kateter ditempatkan dalam ventricle didalam otak atau dalam CSF diluar spinal cord. Ujung yang lain dari kateter umumnya ditempatkan didalam rongga perut, namun mungkin juga ditempatkan pada tempat-tempat lain dalam tubuh seperti kamar dari jantung atau area-area sekitar paru dimana CSF dapat mengalir dan diserap. Klep yang dilokasikan bersama dengan kateter mempertahankan aliran satu arah dan mengatur kecepatan dari aliran CSF. Jumlah yang terbatas dari individu-individu dapat dirawat dengan prosedur alternatif yang disebut third ventriculostomy. Pada prosedur ini, neuroendoscope - kamera yang kecil yang menggunakan teknologi serat optik untuk melihat area-area operasi yang kecil dan sulit dijangkau mengizinkan dokter untuk melihat permukaan ventricular. Sekali scope dipandu kedalam posisi, alat kecil membuat lubang kecil pada dasar dari third ventricle, yang mengizinkan CSF untuk membypass rintangan dan mengalir menuju tempat penyerapan kembali sekitar permukaan dari otak.

Komplikasi-Komplikasi Yang Mungkin Dari Sistim Shunt


Sistim-sistim shunt bukanlah alat-alat yang sempurna. Komplikasi-komplikasi mungkin termasuk kegagalan mekanik, infeksi-infeksi, rintangan-rintangan, dan keperluan untuk memperpanjang atau menggantikan kateter. Umumnya, sistim-sistim shunt memerlukan pengamatan dan followup medis secara teratur. Ketika komplikasikomplikasi terjadi, sistim shunt biasanya memerlukan beberapa tipe-tipe dari revisi (perbaikan). Beberapa komplikasi-komplikasi dapat menjurus pada persoalan-persoalan lain seperti overdraining (pengaliran yang berlebihan) atau underdraining (pengaliran yang kekurangan). Overdraining terjadi ketika shunt mengizinkan CSF untuk mengalir dari ventricles lebih cepat daripada ia dihasilkan. Overdraining dapat menyebabkan ventricles untuk gagal, merobek pembuluh-pembuluh darah dan menyebabkan sakit kepala, hemorrhage (subdural hematoma), atau ventricles seperti celah (slit ventricle syndrome). Underdraining terjadi ketika CSF tidak dikeluarkan cukup cepat dan gejala-gejala dari hydrocephalus terulang. Sebagai tambahan pada gejala-gejala umum dari hydrocephalus, infeksi-infeksi dari shunt mungkin juga menghasilkan gejalagejala seperti demam derajat rendah, rasa sakit-rasa sakit dari leher atau otot-otot pundak, dan kemerahan atau kepekaan bersama saluran shunt. Ketika ada sebab untuk mencurigai bahwa sistim shunt tidak berfungsi dengan benar (contohnya, jika gejala-gejala dari hydrocephalus kembali), perhatian medis harus dicari segera.

Prognosis Untuk Hydrocephalus


Prognosis untuk individu-individu yang terdiagnosa dengan hydrocephalus adalah sulit untuk diramalkan, meskipun ada beberapa korelasi antara penyebab yang spesifik dari hydrocephalus dan hasilnya. Prognosis lebih jauh dipersulit oleh kehadiran dari penyakit-penyakit yang berhubungan, ketepatan waktu dari diagnosis, dan kesuksesan dari perawatan. Derajat padanya pembebasan dari tekanan setelah operasi shunt dapat memperkceil atau membalikan kerusakan pada otak tidak dimengerti dengan baik. Individu-individu yang terpengaruh dan keluarga-keluarga mereka harus sadar bahwa hydrocephalus memberikan risiko-risiko pada keduanya perkembangan kesadaran dan fisik. Bagaimanapu, banyak anak-anak yang terdiagnosa dengan penyakit mendapat manfaat dari terapi-terapi rehabilitasi dan intervensi-intervensi pendidikan dan terus menjalankan kehidupan-kehidupan yang normal dengan sedikit keterbatasan-keterbatasan. Perawatan oleh team dari professional-professional medis antar cabang ilmu pengetahuan, spesialis-spesialis rehabilitasi, dan ahli-ahli pendidikan adalah penting pada hasil yang positif. Ditinggalkan tidak terawat, hydrocephalus yang progresif mungkin menjadi fatal. Gejala-gejala dari normal pressure hydrocephalus biasanya memburuk melalui waktu jika kondisinya tidak dirawat, meskipun beberapa orang-orang mungkin mengalami perbaikan-perbaikan sementara. Sementara sukses dari perawatan dengan shunts bervariasi dari orang ke orang, beberapa orangorang sembuh hampir sepenuhnya setelah perawatan dan mempunyai kwalitas hidup yang baik. Diagnosis dan perawatan dini memperbaiki kesempatan kesembuhan yang baik.

Penelitian Yang Sedang Dilakukan Untuk Hydrocephalus


National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) dan institut-institut lain dari National Institutes of Health (NIH) melakukan penelitian yang berhubungan pada hydrocephalus di labor-labor dan klinik-klinik pada NIH dan mendukung penelitian tambahan melalui dana-dana pada institusi-institusi medis utama diseluruh negara. Banyak dari penelitian ini berfokus pada menemukan cara-cara yang lebih baik untuk mencegah, merawat, dan akhirnya menyembuhkan penyakit-penyakit seperti hydrocephalus. NINDS juga

melakukan dan mendukung bidang yang luas dari studi-studi yang fundamental yang menyelidiki mekanismemekanisme yang kompleks dari perkembangan otak yang normal dan abnormal.

Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus?


Jakarta, Dulu, sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya sering menjumpai teman-teman saya yang pandai umumnya memiliki kepala lebih besar jika dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya. Demikian pula dalam film tentang manusia-manusia pada masa yang akan datang, mereka selalu digambarkan dengan kepala besar sebagai simbol orang pandai. Tetapi, setelah berkecimpung dalam bidang bedah saraf, ternyata saya menjumpai keadaan yang sebaliknya. Pasienpasien bayi dan anak kecil yang datang dengan kepala membesar biasanya justru kurang pandai Pada keadaan normal, dalam ruangan otak terdapat cairan otak yang jumlahnya lebih-kurang 150 ml. Cairan ini di produksi oleh suatu bagian otak, yang keseimbangannya diatur melalui sistem sirkulasi tersendiri dan diserap oleh bagian lain di otak. Karena suatu sebab, cairan otak tersebut dapat menumpuk dalam ruangan atau rongga cairan otak (dalam bahasa kedokteran di sebut ventrikel otak), sehingga mengakibatkan otak yang terdesak menjadi tipis dan tengkorak membesar. Penyakit seperti ini dinamakan hidrosefalus (hydrocephalus), berasal dari kata hydro yang berarti air dan cephalus yang berarti kepala. Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit bawaan yang cukup sering terjadi pada bayi baru lahir dan balita. Namun, penyakit ini dapat juga terjadi pada anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, yang tentunya tidak lagi memperlihatkan bentuk kepala yang membesar, karena tulang tengkorak sudah keras dan persambungan antara bagianbagian tulang tengkorak telah menutup. Penyakit hidrosefalus pada bayi dan anak. Dalam dunia kedokteran yang telah maju dengan pembagian dalam macam-macam bidang spesialisasi seperti sekarang ini, ada dokter yang khusus menghadapi pasien-pasien bayi dan anak, dan ada yang hanya menangani pasien dewasa. Tetapi dalam bidang bedah saraf, kami menangani pasien-pasien yang tidak terbatas, mulai dari bayi sampai orang tua. Sebenarnya saya pribadi kurang menyukai berhadapan dengan pasien-pasien bayi atau anak, karena sejak kecil saya memang kurang senang mendengar tangis anak kecil yang selalu membuat hati trenyuh (tersentuh). Pelbagai kesulitan sering dijumpai dalam menghadapi penderita bayi atau anak kecil. Biasanya orangtua yang mendampingi juga jatuh dalam keadaan mental yang sakit sehingga saya seakan-akan menghadapi tiga pasien sekaligus, yaitu si anak itu sendiri, ditambah lagi dengan kedua orangtuanya, dan tidak jarang neneknya. Karena si penderita yang masih kecil itu tidak dapat mengutarakan keluhannya dan juga tidak dapat memberikan jawaban, ditambah lagi dengan perasaan khawatir yang berlebihan dari orangtuanya, pemeriksaan pasien membutuhkan kecermatan, kesabaran dan waktu yang lama. Banyak jenis hidrosefalus dimulai pada masa kanak-kanak, biasanya disertai oleh kelainan bawaan lainnya. Insidensi hidrosefalus kongenital sebesar 1 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Di Amerika Serikat, kejadian hidrosefalus keseluruhan pada kelahiran sebesar 0.5-4 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan, jumlah kasus hidrosefalus pada tiga bulan kehidupan setelah kelahiran sebanyak 0,1-0,4%. Jumlah kasus hidrosefalus di dunia cukup tinggi. Di Belanda dilaporkan telah terjadi kasus sekitar 0,65 per mil per tahun, dan di Amerika sekitar 2 per mil per tahun. Sedangkan di Indonesia mencapai 10 mil per tahun.

Penyebab pasti terjadinya kelainan bawaan sampai sekarang masih belum jelas. Biasanya terjadi pada kehamilan yang si ibu masih muda usianya, dan disebabkan oleh: 1. Kekurangan oksigen (hipoksia) 2. adiasi 3. Kekurangan nutrisi 4. Radang atau infeksi 5. Cedera atau trauma 6. Obat-obatan 7. Hormonal Pada hidrosefalus, pengumpulan cairan otak yang berlebihan dalam ruangan otak dapat terjadi karena: 1. Produksi cairan otak yang berlebihan, 2. Gangguan aliran cairan otak, 3. Gangguan proses penyerapan (absorbsi) cairan otak. Keadaan-keadaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal yang bisa dikelompokkan menjadi 3 golongan besar, yaitu: 1. Kelainan bawaan (kongenital) 2. Kadang dan pendarahan otak 3. Tumor otak Gejala klinis hidrosefalus yang tampak adalah membesarnya lingkaran kepala bayi atau anak yang melebihi ukuran normal, atau ubun-ubun besar yang tetap terbuka di saat seharusnya menutup. Sering juga terlihat pembuluh darah disekitar kepala yang melebar, dan matanya berbentuk seperti matahari terbit. Bila kepalanya diketuk-ketuk, akan terdengar seperti kalau kita mengetuk kendi rengat (retak). Untuk mengetahui keadaan secara cermat, pemeriksaan dengan CT Scan Bahkan MRI adalah yang paling tepat.

Untuk mengobati penyakit hidrosefalus, satu-satunya cara terbaik adalah operasi kepala. Tindakan operasi pembuatan bypass bertujuan untuk mengurangi pengumpulan cairan otak yag berlebihan di dalam tengkorak. Biasanya, operasi semacam itu dilakukan dengan memasang pompa dan selang khusus untuk mengalirkan cairan tersebut dari bagian kepala ke dlam rongga perut. Meskipun operasi semacam ini untuk bayi atau anak-anak termasuk

operasi yang cukup besar, bila tidak dikomplikasikan, penderita sudah diperbolehkan pulang 3 atau 4 hari sesudah operasi. Untuk kasus hidrosefalus yang disebabkan oleh desakan tumor otak, selain operasi pembuatan bypass, juga perlu tindakan lain untuk menghilangkan penyebab itu. Dalam profesi kedokteran, kesadaran akan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting dalam upaya meyelamatkan kehidupan. Dalam bidang bedah saraf, teknik neuroendoskopi yang dikenal sejak tahun 2003 telah memperbarui standar pengobatan hidrosefalus. Tidak diperlukan lagi pemasangan selang dari ruangan cairan otak ke perut atau jantung pada kasus hidrosefalus yang diakibatkan oleh hambatan aliran cairan otak, karena teknik ini mampu menjangkau daerah yang sulit untuk membuka sumbatan, sehingga cairan otak dapat mengalir kembali. Setiap kali menghadapi pasien dengan kelainan bawaan seperti hidrosefalus, kadang-kadang kami para dokter memerlukan pandangan dan sikap yang khusus. Karena bila keadan penyakit sudah terlambat atau jaringan otak yang tertinggal tidak banyak lagi, pada umumnya penderita tidak akan bisa tumbuh berkembang sepandai anak-anak lain. Anak tersebut tidak akan memiliki IQ (tingkat kecerdasan) yang cukup, sehingga tidak mampu hidup mandiri ataupun hidup produktif dalam masyarakat. Kadang-kadang dalam menghadapi kenyataan seperti ini, timbul pertanyaan dalam diri saya sendiri,"Apakah bayi atau anak seperti mereka ini perlu ditolong?". Bahkan dalam pelbagai kongres internasional sudah beberapa kali dibahas mengenai persoalan tersebut. Tetapi akhirnya, semua itu bergantung pada keinginan orangtua si penderita itu sendiri, dan pandangan serta sikap dokter yang menanganinya. Biasanya dalam menghadapi penderita hidrosefalus, kami mengalami masalah pelik, berhubungan dengan keadaan dan usia penderita yang masih muda, sehingga sulit membedakan apakah kemampuan anak itu terbatas atau tidak untuk dilakukan operasi. Orangtua si penderita sering beranggapan bahwa kelainan si anak hanya pada bentuk kepalanya saja yang besar, sedangkan fungsi otak atau kepandaian anak tersebut tidak terganggu. Apalagi sejak dulu, sejarah membenarkan gambaran kepada kita, bahwa orang yang berkepala besar secara fisik itu lebih pandai. Hal tersebut merupakan salah satu penyakit yang kadang-kadang menimbulkan kesulitan bagi kami dalam memberikan penjelasan, bahwa tujuan operasi yang dilakukan hanya untuk mencegah agar kepala tidak semakin membesar lagi dengan harapan sisa jaringan otak yang masih ada dapat berkembang kembali. Kini diketahui berdasarkan teori bahwa pertumbuhan dan perkembangan otak masih berlangsung sampai anak berusia 3 tahun. Sebenarnya dalam keadaan biasa (normal), jaringan otak manusia bertumbuh penuh sampai pada usia 20 tahun. Namun pada kasuk-kasus hidrosefalus yang berat dan datang terlambat, umumnya jaringan otak yang masih ada hanya tinggal 20-30 %, sehingga dengan pengobatan, bagaimanapun hebatnya, sulit untuk memulihkan kembali guna mencapai jumlah dan besar otak seperti sediakala (normal). Sesuai dengan yang telah disebutkan di atas, tujuan tindakan operasi pada penyakit hidrosefalus adalah mencegah agar tidak terjadi pengumpulan cairan otak secara berlebihan, karena akan mengakibatkan penekanan yang lambat laun akan merusak jaringan otak. Dan kemudian, diharapkan adanya regenerasi jaringan otak yang ada supaya dapat berkembang semaksimal mungkin. Pada umunya,bila sudah terjadi kerusakan otak yang cukup berat, anak itu nantinya akan sulit menyesuaikan diri dalam mengikuti kehidupan di masyarakat biasa. Bahkan, hampir tidak mungkin mengharapkan mereka menjadi manusia yang berguna dan produktif bagi masyarakat. Di samping itu dalam dunia kedokteran moderen pun, masih belum ditemukan obat-obatan yang dapat memulihkan otak yang telah mengalami kerusakan untuk bergenerasi dengan sempurna, ataupun cara pengobatan lain (seandainya saja kelak dapat dilakukan pencangkokan otak dari orang yang satu kepada yang lain). Apabila melihat kesulitan yang akan dihadapi oleh bayi atau anak yang menderita penyakit hidrosefalus dengan otak

yang amat kurang, kadang-kadang saya kurang bersemangat mengambil tindakan operasi. Dan seandainya operasi berhasil dilakukan, timbul pertanyaan "Apakah bukan sebaliknya, yaitu malahan menimbulkan masalah yang akan membebani orangtua si penderita, orang yang akan mendidik, orang yang akan membiayai hidupnya, serta masyarakat umumnya?" Masih ada satu hal yang agak menguntungkan, bahwa anak tersebut biasanya tidak mempunyai sifat dan sikap yang ganas, sehingga mereka tidak membahayakan sekitarnya. Dan karena kemampuan mereka yang sangat terbatas, kadang-kadang hanya bisa diperlakukan sebagai 'barang tontonan' saja. Memang pada kasus-kasus hidrosefalus yang lebih ringan, si penderita masih bisa dilatih untuk dapat melakukan pekerjaan sederhana,misalnya membuat sesuatu hasil produksi,namun tentu hasilnya juga hanya akan sederhana dan terbatas. Bagaimanapun keadaannya, tugas kami para dokter hanyalah berusaha memberi kesempatan bagi para pasien, supaya berumur panjang, serta bisa memperoleh kesehatan jasmani dan rohani semaksimal mungkin. Nasib selanjutnya kami serahkan ke dalam tangan Tuhan Yang Mahakuasa. Dan, saya yakin bahwa kebahagiaan hidup mereka bukan ditentukan oleh orang lain. Hak dan hidup sama rata bagi seluruh umat manusia. Walaupun ditinjau dari segi realitas duniawi, tidak boleh menghalang-halangi hak mereka untuk hidup yang merupakan pemberian Tuhan. Sebenarnya, apabila kedatangan si penderita tidak terlambat, banyak kasus hidrosefalus dapat tertolong dengan baik. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa diagnosis dini sungguh sangat penting untuk menentukan masa depan kesehatan (prognosis) dan nasib penderita. Maka, para orangtua yang mempunyai anak seyogyanya memberikan perhatian yang sepenuhnya kepada anaknya sendiri. Penulis Prof. DR. Dr. Satyanegara, Sp.BS Dokter Ahli Bedah Saraf Senior di Indonesia Lahir di Kudus 1 Desember 1938