Anda di halaman 1dari 15

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STRESS AND HEALTH Pernahkah anda membayangkan kenapa anda merasa gemetaran ketika anda sedang menjalani ujian akhir?? Atau, kenapa ada beberapa orang yang sangat mungkin untuk menderita suatu penyakit lebih cepat dibandingkan dengan orang yang lain-nya?? Dan kenapa ketika anda memberitahukan/berbagi kepada teman anda tentang masalah dan rasa frustasi anda, anda merasa lega dan masalah tersebut jadi mudah untuk diselesaikan?? Dalam satu kasus, dimana 2 orang anak yang tumbuh bersama dalam satu rumah, kenapa salah satu-nya hanya sakit satu kali dalam setahun hanya dalam waktu satu hari, sedangkan yang lainnya sering sakit dalam setahun, dan sakit-nya akan membutuhkan berhari-hari untuk penyembuhannya. Dan kenapa kesehatan anda dan pertemanan, personality, dan tingkat stress terlihat saling berhubungan?? Dalam 2 dekade terakhir, manusia lebih waspada terhadap isu kesehatan dan hubungannya terhadap apa yang dikonsumsi, apa yang dilakukan, siapa yang dilihat, dan bagaimana kita berpikir. Yang mana kemudian, muncul cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang kasus ini. Health Psychology fokus pada bagaimana aktifitas fisik kita, psychological traits, dan efek dari hubungan social terhadap kesehatan. Para psikolog Health Psychology meneliti tentang bagaimana tingkah laku (behavior) dapat memberikan efek terhadap seseorang untuk mampu melawan

penyakit-atau mampu untuk menurunkan/mengatasi gejala penyakit. Mereka ingin mengetahui bagaimana caranya untuk mencegah penyakit, dan bagaiman factor-faktor seperti kemiskinan, keuangan, agama, dukungan social, personality, dan bahkan etnik seseorang dapat mempengaruhi kesehatan.

Chapter outline a. Stress and stressor b. Current issues in psychology c. Psysiological factors d. Coping with stress e. Applying psychology to everyday life

A. Stress and stressor 1. Defenisi stress Stress digunakan untuk mendefenisikan fisik, emosi cognitive, dan respon tingkah laku terhadap kejadian yang bersifat appraised (menantang). Stress dapat muncul akibat dari banyak hal. Masalah psisikal, seperti masalah tidur, udara dingin yang ekstrem, Banyak orang yang mengalami beberapa tingkat stress pada aktifitas seharihari, dan mahasiswa lebih sering mengalami situasi ini dan dapat menimbulkan suatu perubahan dan mengalami adaptasi tingkah laku. Belajar untuk mempersiapkan diri mengahadapi test, car problems, kertas-kertas, hubungan relationships, dan tugas yang menumpuk dapat meyebabkan stress pada seorang individu. 2. Stressor Stressor mendefinisikan tentang kejadian atau keadaan yang dapat menimbulkan stress. Terdapat 2 macam stressor, distress dan eustress. a. Distress adalah efek yang ditimbulkan oleh stressor yang tidak

menyenangkan dan tidak diinginkan. b. Eustress adalah efek yang dihasilkan dari kejadian positive, atau nilai optimal dari stress yang mana,manusia butuh untuk meningkatkan kesehatannya dan well-being.

B. Faktor Kognitif Stress Pendekatan Penilaian Kognitif : Keadaan dimana orang-orang berpikir tentang menentukan stressor, pada akhirnya, bagaimana stressful dapat menimbulkan stressor. a. Primary Appraisal suatu pendekatan (langkah pertama) dalam menilai suatu stres, yang memperkirakan keparahan dari stressor dan mengklasifikasikannya sebagai salah satu ancaman atau tantangan. b. Secondary Appraisal yaitu langkah kedua dalam menilai ancaman, yang

memperkirakan bagi semua orang untuk mengatasi sumber stres.

Causes of Stress a. Catastrophe Tidak terduga, large-scale yang menciptakan suatu kejadian luar biasa,dimana perlu dilakukannya adaptasi dan penyesuaian diri yang luar biasa dalam menghadapi perasaan ancaman. - Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) - gangguan akibat paparan stressor utama, dengan

gejala kecemasan, mimpi buruk, kurang tidur, dan gangguan konsentrasi, yang berlangsung selama lebih dari satu bulan. b. Major Life Events Penyebab stress yang 1. Social Readjustment Rating Scale (SRRS) suatu penilaian yang mengukur jumlah stres pada seseorang selama periode satu tahun hidup yang dihasilkan dari suatu pengalaman hidup. 2. College Undergraduate Stress Scale (CUSS) penilaian yang mengukur jumlah stres pada mahasiswa selama periode satu tahun yang dihasilkan dari peristiwa besar dalam hidup mahasiswa tersebut. 3. hassles - gangguan harian dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel. Tingkat Stress Terhadap Suatu Peristiwa Event Stress Ratings

Being raped Finding out that you are HIV-positive Being accused of rape Death of a close friend Death of a close family member

100 100 98 97 96

Contracting a sexually transmitted disease 94 (other Than AIDS) Concerns about being pregnant Finals week Concerns about your partner being pregnant Oversleeping for an exam Flunking a class Having a boyfriend/girlfriend cheat on you Ending a steady dating relationship 91 90 90 89 89 85 85

Serious illness in a close friend or family 85 member Financial difficulties Writing a major term paper Being caught cheating on a test Drunk driving Sense of overload in school or work Two exams in one day Cheating on a boyfriend/girlfriend Getting married Negative consequences of drinking/drug use Depression or crisis in your best friend Difficulties with parents Talking in front of a class Lack of sleep 84 83 83 82 82 80 77 76 75 73 73 72 69 69

Change in housing situation (hassles, moves) Competing or performing in public Getting in a physical fight Difficulties with a roommate

69 66 66 65

Job changes (applying, new job, work 65 hassles) 62

Declaring a major or concerns about future 61 plans A class you hate Drinking or use of drugs Confrontations with professors Starting a new semester Going on a first date Registration Maintaining a steady dating relationship Commuting to campus, work, or both Peer pressures Being away from home for the first time Getting sick Concerns about your appearance Getting straight As A difficult class that you love 60 58 57 55 55 54 53 53 52 52 51 48 47 47 40

Making new friends; getting along with 20 friends Fraternity or sorority rush Falling asleep in class Attending an athletic event (e.g. football game)

Faktor-faktor Penyebab Stress 1. Pressure Suatu keadaan psikologis yang merupakan hasil dari tuntutan atau desakan terhadapa tingkah laku seorang individu yang berasal dari luar. Dimana, pressure akan menghasilkan efek negative terhadap kemampuan dan perkembangan kreatifitas seorang individu. 2. Uncontrollability Suatu keadaan dimana tingkat control seseorang melebihi batasannya dalam menghadapi suatu peristiwa. Dimana,kurang nya pengontrolan diri

seseorang,maka akan semakin berakibat dengan semakin meningkat tingkat stressnya. 3. Frustration pengalaman psikologis yang dihasilkan oleh pemblokiran atau penghambatan suatu tujuan yang diinginkan atau pkeinginan yang dirasakan sangat dibutuhkan. Stressor dari frustration ini berasal dari luar (external), seperti kerusakan mobil, pengalaman yang menyakitkan, kehilangan, ditolak, gagal dan delay adalah factor eksternal dari frustration. .
Persistence

Frustration

Aggression

Escape

a. Persistance Suatu upaya dalam mencari penyebab frustration, seperti contoh, ketika seseorang memasukkan uang koin-nya kedalam mesin minuman, dan kemudian mesin minuman tersebut tidak mengeluarkan minuman yang diinginkannya, maka tindakan orang tersebut yang pertama adalah menekan

tombol berkali-kali, selanjutnya menekan tombol tombol-tombol lainnya yang terdapat pada mesin minuman tersebut,berharap agar mesin minuman akan memberikan respon yang diinginkan, dan jika masih tetap tidak ada respon yang diberikan oleh mesin minuman tersebut, maka banyak orang yang mulai menendang mesin minuman tersebut yang menimbulkan suatu tindakan aggression.

b. Aggression Suatu tindakan yang bermaksud untuk menyakiti dan merusak, yaitu merupakan reaksi lain yang disebabkan oleh frustration

c. Escape ( Suicide) Suatu keadaan menghindar dari kenyataan yang dilakukan dengan cara

menyalahkan obat-obatan terlaarang,berfantasi, dan bahkan ada beberapa kasus yang mengakhiri masalah (stressor) yang dihadapinya dengan bunuh diri. Orang yang membahas atau berbicara tentang bunuh diri (suicide) harus ditangani dengan serius.

10

4. Conflict a. Approach-Approach Conflict Conflict terjadi ketika seseorang harus memilih satu diantara dua keinginan yang sangat diinginkannya. Sebagai contoh, ketika seseorang harus memilih diantara chocolate cake dan lemon pie untuk dessertnya, yang mana, chocolate cake dan lemon pie adalah menu dessert yang sangat dia sukai. b. Avoidance-Avoidance Conflict Conflict yang muncul ketika seseorang harus memilih salah satu dari dua keinginan/keadaan yang sangat tidak dia sukai. Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami sakit gigi, maka dia harus memilih antara pergi ke dokter gigi atau menahan sakit gigi tersebut hingga hilang dengan sendirinya. c. Approach-Avoidance Conflict Conflick yang muncul ketika seseorang harus memilih atau tidak memilih sama sekali suatu keinginan yang memiliki efek positif dan negative Seperti contoh, ketika seseorang akan melangkah ke jenjang pernikahan. Dimana,efek positif dari pernikahan adalah kebersamaan,saling berbagi waktu dan bekerjasama, namun efek negative dari pernikahan adalah masalah keuangan, kesalahpahaman, dan ketidaksamaan pendapat. d. Double Approach-Avoidance Conflict Conflict.dimana seseorang harus memutuskan antara dua keinginan, yang mana kedua keinginan tersebut sama-sama memilki aspek positif dan negative. Seperti contoh, ketika seseorang memutuskan akan membeli rumah diluar kota,atau didalam kota. Dimana, jika orang tersebut memilih untuk membeli rumah diluar kota,maka dia akan mendapatkan udara yang segar,kehidupan yang sehat dan ketenangan, namun aspek negative yang harus ditanggungnya adalah,dia harus berpisah jauh dengan orang-orang tempat dia bekerja dikota. Disisi lain,jika orang tersebut memilih utuk membeli rumah di kota, aspek positif yang didapatnya adalah akses yang mudah dengan orang-orang

11

tempat dia bekerja, namun aspek negatifnya adalah, lingkungan kota yang penuh polusi harus diterimanya setiap hari.

C. Physiological Factors : Stress And Health

The General Adaptation Syndrome (GAS) Tiga tahap reaksi fisiologi tubuh dalam menghadapi stress, yaitu alarm, resistance dan exhaustion. a. Alarm Ketika tubuh pertamakali bereaksi terhadap stressor, system saraf simpatik aktif. Kalenjer adrenalin melepaskan hormone yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan menyuplai gula dalam darah, yang menghasilkan ledakan energy. Hasil reaksinya seperti demam, mual dan sakit kepala. b. Resistance Sebagaimana tahapan stress berkelanjutan,pengaktifan symphatetic division, dilanjutkan dengan melepaskan hormone stress yang membantu tubuh untuk menghadapi stressor. Hal ini akan terus berlanjut hingga berakhirnya stressor. Researcher menemukan bahwa salah satu hormone yang dihasilkan akibat dari stress ini, noradrenaline, sebenarnya memberikan efek pada system kerja otak. Jadi, ketika seseorang berada dibawah tekanan stress, orang tersebut dapat mengalami analgesia. c. Exhaustion. Ketika semua energy yang dihasilkan tubuh mulai menipis, maka kelelahan akan terjadi, Exhaustion dapat menyebabkan stress-related disease (tekanan darah tinggi atau melemahnya system imun) atau kematian apabila tidak langsung diberikan pertolongan. Ketika stressor berakhir, divisi parasimpatik aktif, dan tubuh akan berusaha untuk mengisi kembali energy. Immune System And Stress Immune system ( system sel, organ,dan kimia dalam tubuh yang merespon untuk memberikan perlawanan bagi tubuh agar terhindar dari penyakit dan

12

infeksi) merupakan pengaruh dari stress. Psychoneuroimmunology adalah suatu studi yang mempelajari efek dari factor psikologis emosi, berpikir, dan tingkah laku pada system imun. Heart Disease Apapun yang dapat membuat lemah system imun, akan menimbulkan berbagai macam penyakit pada tubuh. Sistem simpatik tidak dapat bekerja bersamaan dengan system parasimpatik dan vice versa. seperti stress,

Unhealthy Behaviors Catastrophes Major life events Hassles Type A personality Physiological Factors Stress Coronary heart disease

D. Cognitive and Personality Factors a. Personality Factors in Stress a. Type A Orang dengan tipe A adalah orang yang workaholic, mereka sangat kompetitif, ambisius, sangat membenci membuang-buang waktu, dan sangat mudah erasa terganggu. Orang dengan type A adalah orang-orang yang sukses,namun sering merasa puas, mereka selalu ingin untuk bergerak cepat dan melakukan banyak hal. Orang dengan Type A sangat sulit untuk merasa relax dan tidak melakukan apapun. b. Type B Orang dengan type B bukanlah orang yang kompetitif seperti sifat pada orang-orang type A. Type B leih easygoing, menyukai relaksasi dan kedamaian.

13

c. Type C Type C merupakan orang yang menyenangkan,namun sering mengalami depresi. Dimana orang-orang dengan Type C sulit untuk mengungkapkan emosi nya, dan lebih sering memndamnya sendiri. Orang-orang ini lebih menyukai kesendirian Orang-orang dengan type C adalah orang yang rentan menderita penyakit kanker. Orang dengan type C dapat meningkatkan level dari hormone stress, melemahkan system imun, dan lambat dalam pemulihannya. d. Type H Memegang teguh komitment yang dipercayainya Type H merasa bahwa merekalah yang mengontrol dan mengendalikan hidup mereka sendiri Orang dengan tipe H cendrung memandang suatu peristiwa berbeda dengan pandangan orang lain. b. Explanatory style Optimis merupakan pemikiran yang berpikir positif, sedangkan pesimis adalah pemikiran yang berpikir negative. a. Seligmanmengembangkan tentang psikologi positive, dia berpendapat bahwa optimism mengarah kepada umur yang panjang dan memiliki kehidupan yang sukses. b. Optimism diasosiasikan dengan pengontrolan mood atau reaksi emosional. Dr. Susan Vaughan (2000) memiliki beberapa cara agar tetap berpikir optimis dan berpikiran positive: a. Alternative thinking Optimist cendrung mengambil hikmah dari suatu hal yang buruk, yang kemudian memiliki alternative untuk bad thing yang terjadi. Sebagai contoh, seorang siswa optimistic mendapatkan nilai rendah dalam ujian matematika. Siswa tersebut akan menganggap nilai rendah tersebut sebagai tantangan di msa depan yang harus diperbaikinya. b. Downward Social Comparison

14

Banyak orang yang sering merasa bahagia dengan membandingkan performance mereka terhadap hal yang kurang competent lainnya, membuat mereka merasa lebih baik dan menjaga self-esteem mereka. c. Relaxation. Optimist menggunakan metode relaxation untuk meningkatkan mood, seperti meditasi, berolah raga dan membaca buku yang menarik.

E. Social Factors in Stress Kebudayaan Stress dipengaruhi oleh status dalam suatu system kebudayaan. a. Integration. Identitas original yng dipertahankan, namun bentuk hubungan positive dengan anggota yang dominan. (lowest stress) b. Assimilation Seorang individu meninggalkan kebudayaan yang lama dan mulai untuk mengadaptasi kebudayaan yang baru (moderate stress) c. Separation Kebudayaan mayoritas ditolak, dan tetap mempertahankan kebudayaan original ( hight stress) d. Marginalization Tidak menganut kebudayaan baik yang original maupun yang mayoritas. (greatest stress) Pada umumnya, memiliki kebudayaan yang positive akan menghasilkan berbagai macam pemecahan masalah. (monetary, physical, emotional support)

F. COPING WITH STRESS a. Coping strategis Yaitu tingkah laku dan kegiatan psikologis yang berusaha untuk meminimalisir efek dari stressor

15

b. Problem Focused Coping Suatu kegiatan yang berusaha untuk merubah atau mengeliminasi (menghilangkan) stressor. c. Emotion Focused Coping Melibatkan perubahan pada perasaan personal individu atau emosi terhadap reaksi dari stressor. d. Langkah-Langkah dalam menghadapi stressor a. Meditation, membantu untuk merelaksasikan tubuh dan pikiran, ketenangan dan menurunkan tekanan darah b. Kebudayaan dan agama seseorang yang dipercayainya dapat memberikan efek terhadap kemampuan untuk mengurangi stress.

16

BAB III PENUTUP

Mengurangi tingkatan stres mengakibatkan berkurangnya resiko memburuknya atau kambuhnya suatu penyakit. Sealin itu keadaan yang diakibatkan oleh kondisi stres seringkali menimbulkan perasaan tidak nyaman. Oleh karena itu, manusia termotifasi untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi stres yang disebut juga dengan coping. Coping merupakan usaha yang dilakukan individu untuk mengatur stres, kesulitan dan tantangan yang dialaminya (Blair, 1998).

17

DAFTAR PUSTAKA

1. Ciccarelli, Saundra K. 2008. Psychology. New Jersey: Pearson Education 2. Mr.Ang Hubungan stres dan kesehatan. http://belajarpsikologi.com/tag/pengertian-kesehatan/ diunduh 21 Mei 2012 3. http://sehatmelaluimakanan.blogspot.com/2010/02/hubungan-stres-dankesehatan.html diunduh 21 Mei 2012

18