LAPORAN

PENCABUTAN GIGI IMPAKSI MESIOANGULAR

Nama : Rudi Kriswanto Lubis NIPP : 34-038-06-1-2010 Nama Dosen drg. Edwyn Saleh

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PRODI KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

Terlihat garis ramus diatas servikal tetapi dibawah dataran oklusal gigi molar kedua. Bentuk akar sisi mesial dan distal bengkok kearah median. adapun tingkat kesulitan pada kasus ini adalah : Impaksi Mesioangular Level A =1 =1 . Rontgen Foto :     Terlihat mahkota gigi 48 yang tumbuh diatas tulang pada sisi distal. Dx : Mesioangular Klas IIA Assesment : Untuk mencegahnya infeksi (Perikoronitis) sebaiknya gigi harus di cabut. Pemeriksaan Obyektif : Terdapat gigi 48 yang erupsinya miring dan terlihat hanya bagian distal saja dengan posisi miring kea rah mesial.PENCABUTAN GIGI IMPAKSI MESIONGULAR DESKRIPSI KASUS Pemeriksaan Subyektif : Pasien Laki-Laki Mahasiswa Kedokteran Gigi UMY dengan usia 21 tahun datang untuk mencabutkan gigi belakang kanan bawahnya yang posisinya miring. Terlihat mahkota gigi molar ketiga impaksi diatas garis servikal molar kedua. sedangkan yang bagian mesial terpendam didalam tulang (Mesiangular). Dulu pernah mengalami sakit namun akhir-akhir ini tidak merasakan sakit lagi.

- Klas II Skor tingkat kesulitan =2+ =4 Jadi gigi impaksi ini mempunyai tingkat kesulitan minimal Planning : Ekstraksi gigi 48 dengan Odontektomi. Gunting . Bahan         Povidone iodine Saline + povidone iodine Kassa Kapas Pehacain (lidokain+vasokonstriktor) Lidocain HCl 20mg Ephinephrine 0. serta baju operasi. PRINSIP EKSTRAKSI DAN PEMBEDAHAN 1. Asepsis 1) 2) 3) 4) Rongga mulut : Aplikasi PI/IG pada area pencabutan Operator : Pemakaian masker dan handscoon steril . Ruangan Sterilisasi Alat dan bahan yang digunakan Adapun alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut Alat              Alat diagnostik Spuit syringe Blade and handle Bur Tulang (round bur.0125 mg Silk  Pinset Sirurgis Fissur bur) Fissure bur atau tapered bur Resparatorium Buccal retractor Luxator dan Bein Tang Bayonet Bone file Nedle holder Nedle.

000-1:200. topical: 5% Dosis maksimal: 4.4 mg/kg BB. Alveolaris Inferior .2. Anastesi a) Bahan anastesi menggunakan pehacain disetai spuit syringe berukuran 3 ml.5 Sediaan: injeksi: 2%. 500 mg dengan vasokonstrktor (1:50. Golongan Amide Metabolisme : liver Ekskresi : ginjal Vasoaktivitas: vasodilatator (prokain>buvikain>lidokain.5.9 PH (plan) 6. artikain>prilokain>mepevikain) pKa: 7. dengan vasokonstriktor 5-5.000) Dosis over dosis: stimulasi SSP-depresi b) Injeksi yang dilakukan 1) Injeksi N. 300 mg tanpa vasokonstriktor.

Teknik Anastesi indirek N.5-2 cc larutan  Tarik jarum pelan sambil deponirkan sisa larutan untuk N.Lingualis Syaraf yang teranastesi :   Nervus Alveolaris inferior dan cabang-cabangnya yaitu N.5-2 cm  Aspirasi (aman) deponir 1.Lingualis dan Buccinator .Mentalis dan N.incisivus Kadang-kadang N. sejajar occlusal plane  Posisi III : hampir sama dengan posisi I  Insersi jarum 1.Alveolaris inferior  Tentukan sasaran anestesi dengan meraba linea obliq externa dan interna  Posisi I: dari arah C/P kontralateral  Posisi II : digeser ke permukaan oklusal ipsilateral.

Aspek lingual mandibula dihindari untuk mencegah cidera pada n. Bedah Atraumatik Kegiatan exo yang terencana yaitu pemilihan teknik exodonsi yang tepat akan mengurangi rsiko. 2) Injeksi N. 3.Daerah yang teranastesi   Corpus mandibula dan baggian inferior dari ramus mandibula Membrana mukosa dan jaringan yang terletak disebelah anterior dari M1 mandibula. 1) Desain Flap Flap mandibula yang sering digunakan adalah envelope denagn insisi tambahan ke anterior. yang biasanya didahului dengan pembuatan flap maupun alveolectomi. dengan bevel mengarah ke bawah. . tujuannya untuk menganastesi jaringan bukal pada area molar bawah.lingualis. Teknik Injeksi    Masukkan jarum pada lipatan mukosa pada suatu titik tepat di depan gigi molar pertama. adalah suatu teknik pencabutan gigi dengan menggunakan prosedur bedah (surgical extraction) yang biasa disebut dengan istilah pencabutan trans-alveolar. Buccalis Longus Karena jaringan lunak disebelah bukal gigi molar bawah juga mendapat inervasi dari longus bukalis jadi perlu ditambahkan. Perlahan-lahan tusukkan jarum sejajar corpus mandibulae. direfleksikan dari leher M1 dan M2 dengan perluasan ke arah lateral atau bukal ke dalam regio M3 (trigonum retromolare). Open method . ke suatu titik sejauh molar ke tiga Anastetikum di deponir perlahan-lahan.

kemudian gigi diambil diambil dengan tang bayonet bila perlu. gunakan pengungkit luxator atau bein. alveolus diirigasi dengan saline dan periksa dengan teliti. bisa dilakukan 2 ato 3 tempat suturing dengan metode interupted. . dengan maksud melindungi crista obliqua externa namun tetap bisa mendapatkan jalan masuk yang cukup ke permukaan akar yang akan dipotong. 5) Tindakan sesudah pencabutan gigi     Sesudah gigi dikeluarkan dengan baik. bur fissur diletakkan pada garis servikal mengikuti axis bifurkasi. dengan gerakan menggergaji atau menyikat. Bagian distal terlebih dahulu dilanjutkan pada bagian mesial. Setelah folikel dibersihkan. 3) Pemotongan Mesioangular yang terencana Setelah membuat parit atau celah disekitar gigi M3 dan terlihat bifurkasi. pengurangan tulang alveolar dengan mengurangi tulang di bagian bukal di teruskan keareah distal M3 yang terpendam sehingga membentuk suatu parit. 4) Pencabutan Gigi Setelah gigi tebelah. Tepi-tepi tulang dengan bone file. Semua potongan gigi atau serpihan tulang juga serpihan periosteum dan mukosa harus dihilangkan. sisa-sisa folikel dibersihkan seluruhnya. Untuk perluasannya dapat menggunakan bur fissur dengan batasan sampai terlihat area bifurkasi gigi M3 untuk dilakukan pemotongan. jangan terlalu kencang dan terlalu kendur.2) Pengambilan tulang Pengambilan tulang menggunakan bur low speed dengan straigt handpiece dan diirigasi dengan three way syringe. dengan melihat perluasan jaringan yang terbuka. Suturing dilakukan untuk mengontrol perdarahan dan menstabilkan jaringan terhadap prosesus alveolaris dan distobukal M2.

XV S.2 No. Tindakan yang harus dihindari :      Hindari makanan yang keras atau kasar dan panas yang dapat melukai operasi. Lakukan pengompresan es pada wajah untuk mengurangi pembengkakan. Kondisi yang biasa terjadi rasa sakit sewaktu kembalinya sensasi. Tidurlah dengan kepala agak dinaikkkan untuk mengurangi atau mengontrol pembengkakan. perdarahan ringan biasa terjadi 24 jam pertama.tab1 R/ Asam Mefenamat tab mg 500 No. dan AINS. Rencana Peresepan R/ Amoxicillin tab mg 500 No. VI S.3dd.tab 1 R/ Dexamethason tab mg 0.3dd. dikontrol dengan cara pasien dianjurkan menggigit kapas atau kasa. Tindakan yang sebaiknya dilakukan :      Gunakan obat sesuai yang dianjurkan dalam resep. Jangan melakukan aktifitas yang berat. Tempatkan kasa diatas daerah pencabutan bukan didalam soketnya. dan jangan memasukkan kedalam soket.tab 1 .Lakukan intruksi pasca pembedahan.2dd. dilakukan dengan selang waktu 30 menit.XII S. Lakukan sikat gigi seperti biasa. Jangan mengisap-isap daerah bekas operasi. Jangan merokok Jangan meludah atau berkumur keras-keras. yaitu Antibiotik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful