Anda di halaman 1dari 12

1

A. JUDUL MENJELAJAH SEJARAH MELALUI GENGGAMAN TANGAN (PERANCANGAN HANDHELD INFORMATION GUIDER SEBAGAI PEMANDU WISATA DI MUSEUM) B. LATAR BELAKANG MASALAH

Memberikan pandangan positif kepada masyarakat dunia tentang Indonesia (pencitraan bangsa) merupakan usaha yang tidak boleh diabaikan. Hal ini tentunya untuk memberikan kesan yang baik kepada masyarakat dunia, sehingga hubungan kerja sama antar negara, dukungan dan aspirasi negara mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat dunia. Salah satu media pencitraan bangsa adalah melalui sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan jumlah wisatawan mancanegara yang semakin meningkat tiap tahunnya, sedangkan pariwisata sendiri bisa dimanfaatkan sebagai pengenalan sejarah, budaya dan pribadi Indonesia, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu pariwisata juga berperan penting dalam pembangunan Indonesia yang ditunjukkan dengan sumber penghasil devisa negara. Wisata sejarah dan budaya merupakan wisata yang berhubungan erat dengan kondisi sosial, kemajuan negara, pribadi dan semangat bangsa. Salah satu tempat yang memiliki ciri ini adalah museum, karena museum merupakan tempat yang memiliki informasi koleksi, sejarah, budaya, pengetahuan dan kepribadian bangsa. Tapi sayangnya banyak yang beranggapan bahwa museum kurang menarik. Hal ini disebabkan kurang terawatnya museum hingga terbatasnya informasi yang membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Berdasarkan informasi dari UPTD Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, jumlah pengunjung museum Sepuluh Nopember mengalami kenaikan tiap tahunnya mulai tahun 2006 hingga September 2010. Kenaikan jumlah pengunjung pada tahun 2010 ini dapat disebabkan adanya progam Visit Museum Year 2010 yang telah dicanangkan. Tentunya tidak menutup kemungkinan progam ini akan dicanangkan untuk tahun-tahun kedepan. Oleh karena itu, pihak museum harus mempersiapkan diri dalam menyambut pengunjungnya, baik dari kesediaan informasi, fasilitas maupun jumlah pemandu wisata yang ada. Sehingga para pengunjung dapat mengoptimalkan apa yang telah ada pada museum. Melihat fenomena diatas, maka sangat diperlukan suatu teknologi yang mampu mewujudkan museum menjadi tempat yang menarik, informatif serta mampu memenuhi

kebutuhan masyarakat. Tentunya teknologi yang dapat mengemas potensi museum secara menarik, atraktif dan kekinian. Teknologi yang dapat menggantikan peran pemandu wisata dimana jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, melalui Progam Kreativitas Mahasiswa ini, kami berusaha membuat teknologi yang berbasis Radio Frequency Identification (RFID) sebagai pengganti peran pemandu wisata dan sebagai solusi dari keinginan pengunjung yang berbeda-beda dalam mendapatkan informasi, sehingga setiap pengunjung bisa mendapatkan informasi yang diinginkan tanpa perlu lagi mengikuti jalur dari pemandu wisata. Diharapkan dengan adanya teknologi ini akan meningkatkan kinerja museum menjadi lebih menarik dan informatif, sehingga memberikan kesan para pengunjungnya dan meningkatkan jumlah pengunjung museum.

C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana merancang perangkat agar pengunjung museum dapat mengakses informasi secara pribadi dan mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhannya ? 2. Bagaimana merancang perangkat yang dapat menyampaikan informasi dengan menarik dan informatif ? 3. Bagaimana metode yang digunakan dalam mengirim data dari obyek ke perangkat handheld ? 4. Bagaimana cara konversi dari proses perekaman menjadi file berformat *.mp3 ?

D. TUJUAN PENELITIAN 1. Merancang perangkat yang dapat menginformasikan kepada pengunjung museum secara pribadi, tentang objek objek bersejarah yang terdapat pada museum 2. Mempermudah pengunjung museum dalam mendapatkan informasi secara lengkap dan akurat menurut data yang dihimpun oleh pihak museum.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari perancangan perangkat ini adalah mendapatkan perangkat yang dapat menggantikan peran pemandu wisata dalam menyampaikan informasi secara benar, menarik, dan informatif. Dan diharapkan pula agar pengguna dapat mendapatkan informasi suatu obyek tanpa mengganggu pengguna lain.

F. KEGUNAAN Kegunaan bagi mahasiswa antara lain : a. Melatih kepekaan mahasiswa dalam menanggapi permasalahan yang ada di masyarakat dengan mengimplementasikan ilmu yang telah didapat b. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat merancang perangkat dengan kemampuan yang spesifik sesuai kebutuhan c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan perancangan dan troubleshooting terhadap perangkat yang dibuat Kepada masyarakat pada umumnya antara lain : a. Masyarakat mendapatkan informasi yang menarik dan informatif b. Memberikan pengalaman menarik kepada pengunjung c. Membantu tunanetra dalam mendapatkan informasi Sedangkan kepada mitra antara lain : a. Memberikan solusi pada museum akan terbatasnya jumlah pemandu wisata b. Meningkatkan jumlah pengunjung museum c. Menjadikan museum sebagai media pembelajaran yang menarik, informatif dan modern d. Memberikan informasi yang konsisten kepada pengunjung, sehingga informasi yang diberikan benar adanya.

G. TINJAUAN PUSTAKA Alat-alat yang digunakan pada pembuatan Handheld Information Guider adalah sebagai berikut : a) Sistem Mikrokontroler AT Mega 8 Atmega 8 merupakan mikrokontroler produksi ATMEL dimana merupakan mikrokontroler 8 bit dengan kapasitas memori 8 Kbyte. Selain itu mikrokontroler ini juga dilengkapi dengan 1K Bytes Internal SRAM Karena adanya memori internal ini maka mikrokontroler ini tidak membutuhkan banyak rangkaian pendukung. Untuk bekerja secara optimal maka mikrokontroler ini memerlukan rangkaian reset dan rangkaian clock. Nilai Kristal menentukan nilai baudrate pada komunikasi serial. Kami menggunakan mikrokontroler ini dikarenakan mikrokontroler ini berukuran kecil dengan fitur fitur yang memadai.

Gambar 1. Konfigurasi pin ATMega 8 b) Piranti RFID RFID (Radio Frequency Identification) adalah suatu metode yang mana bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti. Piranti ini terdiri dari dua bagian, yaitu RFID reader yang berfungsi untuk membaca kode-kode dari RFID tag (label) dan

membandingkan dengan yang ada di memory reader. Sedangkan bagian kedua adalah RFID tag yang berfungsi menyimpan kode-kode sebagai pengganti identitas diri.[1] RFID tag setidaknya terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan electromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Bagian kedua adalah ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag. RFID tag dapat bersifat aktif atau pasif, akan tetapi RFID yang kami gunakan bersifat pasif, hal ini dikarenakan RFID tag pasif tidak membutuhkan power supply yang besar. Adanya induksi listrik yang terdapat pada antena cukup untuk memberikan tenaga bagi RFID tag dalam mengirimkan respon balik, dikarenakan power tersebut, maka respon dari suatu RFID tag yang pasif biasanya sederhana, hanya berisi nomor ID saja [2]. Pada piranti ini, kami menggunakan RFID tag dengan carrier frequentcy 125 KHz yang memiliki series ISO GK4001, ukuran memori 64 bit dan memiliki jarak pembacaan antara 814 cm. Gambar 2 menunjukkan RFID tag yang kami butuhkan.

RFID reader terdiri atas antenna dan modul elektronik. RFID ini digunakan untuk memberikan power dan membaca RFID tag yang bersifat pasif. RFID reader yang akan kami gunakan adalah menggunakan ID-12 (Gambar 2) yang mampu membaca hingga 12 cm, memiliki frekuensi 125 KHz dan memiliki internal antena.

Gambar 2. Bentuk fisik ID-12 [3]

Gambar 3. Diagram Rangkaian ID-12 [3]

c) LCD 4x16 Display Output LCD 4x16 merupakan modul LCD yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama merupakan panel LCD sebagai media penampil informasi berbentuk huruf maupun angka. Bagian kedua merupakan sistem yang dibentuk dengan mikrokontroler, yang ditempelkan di balik panel LCD. Bagian ini berfungsi mengatur tampilan informasi serta berfungsi mengatur komunikasi LCD dengan mikrokontroler.

Gambar 4. Bentuk fisik LCD 4x16 [4] d) Embedded MP3 Player Module (TDS055) TDS055 merupakan modul MP3 player yang memiliki dimensi 50mmx30mm dengan memiliki fitur seperti serial RS232, media penyimpanan berupa SD card, dengan kapasitas mencapai 2GB dan dapat dikendalikan melalui mikrokontroler. Selain itu, keluarannya berupa stereo audio dengan kualitas suara yang sempurna, memiliki kualitas yang stabil, mudah untuk upgrade file dengan menggunakan SD card serta memiliki anti-jaming. Biasanya digunakan pada penyiar radio, alarm, periklanan, navigasi audio dan produk lainnya yang membutuhkan kualitas suara yang baik dan durasi yang lama.[5]

Gambar 5. Embedded MP3 Player Module [5]

e) Media Penyimpanan (SD Card) Media penyimpanan yang akan digunakan adalah SD (Secure Digital) Card. SD adalah sebuah format kartu memori flash yang biasanya digunakan dalam alat portable, seperti PDA, kamera digital dan handphone. Dikarenakan membutuhkan media penyimpanan yang besar, maka kami menggunakan SD card yang berkapasitas 2GB. SD card yang digunakan adalah milik San Disk. f) Perangkat Audio Perangkat audio yang kita gunakan adalah earphone. Earphone adalah sepasang pengeras suara kecil yang digunakan sangat dekat dengan telinga. Biasanya saat kita memakainya kita terhubung dengan frekuensi stereofonik, monofonik atau binaural. Alat ini dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara. Kita menggunakan earphone untuk mengeluarkan suara.

H. METODE PELAKSANAAN Secara garis besar metodologi pengerjaan proyek ini dapat dilihat pada flowchart berikut :

Dari flowchart tersebut, maka metodologi pengerjaan proyek ini secara keseluruhan adalah sebagai berikut : 1. Studi Literatur Studi literatur dilakukan dengan cara membaca buku, paper, jurnal ilmiah, baik dalam maupun luar negeri. Selain itu dimungkinkan pula untuk melakukan

penelusuran melalui

media internet.

Dalam

tahap ini

dilakukan untuk

mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan : a. Bahasa pemograman mikrokontroler berbasis AVR b. Mikrokontroler AVR ATMEGA 8 c. RFID d. Embedded MP3 Player Module e. Komunikasi antara mikrokontroler AVR ATMEGA 8 dengan RFID reader dan Embedded MP3 Player Module f. Proses perekaman dan konversi ke file berformat MP3 2. Perancangan Sistem Secara umum perangkat teknologi yang kami rancang terdiri terdiri 2 tahap, yaitu : a. Perangkat Handheld dan RFID tag b. Proses Perekaman dan Konversi RFID tag diletakkan pada pameran atau obyek museum. Sedangkan pada perangkat handheld, didesain sebagai perangkat yang berfungsi dalam memberikan informasi. Ilustrasi dapat dilihat pada lampiran. Perangkat Handheld dan RFID Tag Gambaran umum pada tahap ini adalah seperti gambar berikut :

Gambar 6. Ilustrasi perangkat handheld dan RFID tag Pada tahap ini akan merancang perangkat handheld dan pemberian informasi unik pada tiap-tiap RFID tag. Dari gambar di atas, dapat dijelaskan bahwa pada saat perangkat handheld didekatkan dengan RFID tag, maka RFID reader akan membaca informasi unik yang ada pada RFID tag tersebut. Setelah itu, informasi unik yang telah di dapatkan akan diproses pada mikrokontroler ATMEGA 8 untuk dicari pada database yang telah dibuat di ATMEGA 8. Setelah ditemukan, maka

ATMEGA 8 akan memperintahkan Embedded MP3 Player Module untuk memutar file MP3 yang telah ditentukan dan dikeluarkan melalui suara dengan perangkat audio. Pada perangkat handheld ini, terdiri dari RFID reader, ATMEGA 8,

Embedded MP3 Player Module, LCD 4 x 16, media penyimpanan (SD card) dan perangkat audio. Ilustrasi perangkat handheld dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 7. Embrio perangkat handheld Pada tahap ini pengerjaannya akan dibagi menjadi 3 modul, yaitu modul RFID Reader, Modul Mikrokontroler, dan Modul MP3 player. Modul RFID reader, akan berisi rangkaian dari RFID reader itu sendiri, sedangkan pada modul ATMega 8 akan berisi rangkaian default dari ATMega 8, LCD 4x16 rangkaian receiver dan tranciever. Pada modul MP3 player sendiri berisi rangkaian pemutar music, SD card dan perangkat audio. Hal ini dapat dilihat pada gambar 9.

Gambar 8. Pembagian pekerjaan dalam pembuatan perangkat handheld Proses Perekaman dan Penyimpanan

10

Pada tahap ini, dilakukan proses perekaman dan penyimpanan informasi yang akan diberikan kepada pengunjung museum. Pada proses perekaman ini dibutuhkan mikrofon yang dipasang pada perangkat komputer menggunakan software AudioRecoderForFree. Setelah perekaman selesai, maka file akan dikonversi dengan format *.mp3 yang kemudian akan disimpan pada media penyimpanan SD card. File yang ada pada SD card ini yang akan ditanam pada perangkat handheld. 3. Melakukan Pengujian dan Evaluasi 4. Menyusun Laporan

I. JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM No Keterangan I 1. 2 Studi Literatur Pembelian RFID, MP3 module dan juga komponen pendukung lain 3 4 5 6 Pembuatan perangkat dan perekaman Pengujian Alat Uji coba alat di lapangan Pembuatan laporan akhir II Bulan keIII IV V

J. RANCANGAN BIAYA Anggaran biaya diperkirakan sebesar Rp 6.120.000,00 dengan rincian dapat dilihat pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Rancangan Biaya Jenis Pengeluaran Studi Literatur o Internet o Fotokopi literatur Jumlah Harga Satuan Biaya Rp Rp 200.000,00 150.000,00

11

o Transportasi o Konsumsi rapat o Pembelian buku literatur Perangkat Handheld dan RFID Tag o RFID Reader ID002 o ATMEGA 8 o LCD 4x16 o Casing Handheld o Earphone o Memory SD Card 2GB o Embedded MP3 Player Module o Hatching PCB o Timah o RFID Tag o Baterai Perekaman o Microphone o Sewa juru bicara dalam merekam Lain-lain o Power Supply o Uji coba alat o Testing user o Pembuatan Laporan TOTAL K. DAFTAR PUSTAKA

Rp Rp 3 Rp

200.000,00 100.000,00 250.000,00

2 2 2 2 2 2 2 2 1 75 4 1 3 2

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

300.000,00 30.000,00 125.000,00 30.000,00 200.000,00 100.000,00 400.000,00 50.000,00 50.000,00 10.000,00 25.000,00 200.000,00 150.000,00 55.000,00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

600.000,00 60.000,00 250.000,00 60.000,00 400.000,00 200.000,00 800.000,00 100.000,00 50.000,00 750.000,00 100.000,00 200.000,00 450.000,00 110.000,00 300.000,00 500.000,00 200.000,00 6.120.000,00

[1] http://www.dudung.net/teknologi-informasi/rfid-sebagai-peranti-pengenalidentitas.html, RFID sebagai Peranti Pengenal Identitas, diakses pada tanggal 17 Oktober 2010. [2] http://www.scienceprog.com/how-does-rfid-tag-technology-works/ , How does RFID tag Technology Works, diakses pada tanggal 17 Oktober 2010. [3] http://www.sparkfun.com/datasheets/Sensors/ , ID-12 Datasheet, diakses pada tanggal 18 Oktober 2010. [4] http://www.kit8051.com.br/product_info.php?products_id=81, Display LCD 4x16 Backlight, diakses pada tanggal 20 Oktober 2010. [5] http://www.warf.com/electronic-products-5028.html , TDS055 MP3 Module with Serial Interface, diakses pada tanggal 20 Oktober 2010.

12