Anda di halaman 1dari 94

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

RISALAH PRAKTIKUM ANALISA PERANCANGAN KERJA DAN TEKNIK TATA CARA KERJA (APK & TTC)

Nama: Almerindo Bianco Sequeira

Nim: 08.05.02.048

LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI SEMESTER V JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DA PAZ DILI TIMOR LESTE (UNPAZ) 2010 / 2011
Teknik Industri 2010 / 2011
Page 1

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

LEMBARAN PENGESAHAN RISALAH PRAKTIKUM ANALISA PERANCANGAN KERJA DAN TEKNIK TATA CARA KERJA (APK & TTC)

Dili, Maret 2011

MENGETAHUI / MENYETUJUI

Koordenator Praktikum Dan Doses Pembimbing

Kajur Industri

(Evaresto da conceio Pereira, ST)

(Rui A. G. Ferreira, ST)

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 2

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

LEMBARAN KONSULTAN Nama Nim Tugas : : : Almerindo Bianco Sequeira 08.05.02.048 Risalah Praktikum Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Semester / Tahun Dosen Pimbimbing : : Ganjil 2010/2011 Evaresto da conceio Pereira, ST

Masa Bimbingan N0 Tanggal Bimbingan 1 2 3 4 5 Masalah Yang Dibahas TTD Pembimbing

Dili .... /.... / 2011 Dosen Pembimbing

(Evaresto da conceio Pereira, ST)


Teknik Industri 2010 / 2011

Page 3

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

LEMBARAN NILAI RISALAH PRAKTIKUM ANALISA PERANCANGAN KERJA DAN TEKNIK TATA CARA KERJA (APK & TTC)

Nama Nim Tanggal praktikum

: : :

Almerindo Bianco Sequeira 08.05.02.048

NILAI

Koordenator Praktikum & Dosen Mata Kuliah

(Evaresto da conceio Pereira, ST)

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 4

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya bisa menyusun dan menyajikan risalah praktikum Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja ini dengan baik hingga akhir penyusunganya. Praktikum ini merupakan suatu lagka awal bagi mahasiswa untuk semaking mengenal bagaimana proses dalam analisa perancangan kerja dan juga teknik tata cara kerja yang baik dan yang beroptimalkan dalam suatu pekerjaan yang dihadapi.

Dari kesempatan ini, sudalah saatnya penyusun risalah menyucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kapada: 1. Bapak selaku Dosen mata kuliah Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja yang juga sebagai dosen pembimbing dalam penyusungan risalah ini yang telah memberikan arahan kepada kami dalam proses awalan, hingga

akhirnya resume penyusunan risalah praktikum ini. 2. Disertakan penulis mengucapkan kepada berbagai pihak yang telah memberikan Dorongan, Arahan dan Motivasi dalam penyusungan risalah ini.

Dengan penulis menyadari bahwa dalam penyusunan risalah ini sudalah merupakan suatu optimalisasi dengan pertimbangan akan singkatnya waktu dan kemauan keras. Namun, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan Kritik serta Saran yang membangun guna menjadikan bahan acuan dalam penulisan tugus-tugas yang selanjutnya. Akhir kata semoga penyusungan risalah praktikum Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja ini bisa berguna bagi semua pembaca, yang dengan senan meluankan waktunya untuk membaca penyusunan risalah praktikum ini.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 5

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

DAFTAR ISI
Kata Pengantar I Daftar Isi II Daftar Tabel III Daftar Grafik IV Daftar Flow Chart V BAB I Pendahuluan 1 1.1 Latar Belakang APK 1 1.2 Latar Belakang peta-peta kerja & Time Study 2 2.1.1 2.1.2 Peta-Peta Kerja 2 Time Study 4

BAB II Landasan Teori 7 2.1 Peta-Peta Kerja 7 2.1.1 2.1.2 Lambang-Lambang yang Digunakan Dalam Peta-Peta Kerja 7 Macam-Macam Peta-Peta Kerja 9

2.2 Time Study 13 2.2.1 Pengukuran Waktu 14

BAB III Langkah-Langkah Pemecahan Masalah 19 3.1 Peta-Peta Kerja 19 3.1.1 3.1.2 Flow Chart Peta-Peta Kerja 19 Deskripsi pemecahan masalah Peta-Peta Kerja 20

3.2 Pengukuran Waktu 21 3.2.1 3.2.2 Flow Chart Pengukuran Waktu 21 Diskripsi pemecahan masalah 22

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 6

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja BAB IV Pengumpulan Data Dan Pengolahan Data 24 4.1 Peta-Peta Kerja 24 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.1.4 4.1.5 Peta-Peta Proses Operasi 24 Peta Aliran Proses 25 Peta Proses Regu Kerja 26 Diagram Aliran 26 Peta Pekerja Dan Mesin 27

4.2 Jam Henti 27 4.3 Work Sampling 48 4.3.1 4.3.2 4.3.3 4.3.4 4.3.5 Data Work Sampling Hari I 48 Data Work Sampling Hari II 49 Data Work Sampling Hari III 51 Operator I 52 Operator II 57

4.4 Analisa Pembahasan Data Time Study 62 4.4.1 Time Study 62

BAB V Penutup 65 5.1 Kesimpulan 65 5.1.1 5.1.2 Peta-Peta Kerja 65 Time Study 65

5.2 Saran 66 5.2.1 5.2.2 Peta-Peta Kerja 66 Time Study 66

Daftar Pustaka 67

LAMPIRAN 68

DAFTAR TABEL
Teknik Industri 2010 / 2011
Page 7

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 1. Pengamatan Pengambilan Data Dengan Metode Jam Henti (Stop Watch) 28 2. Data Dari Pengamatan Ditambah Dengan Nilai Selisi Dari Dosen: 27 29 3. Sub Grup Proses Pengecoran 30

4. Uji data Pengecoran 32 5. Sub Group Pengerindaan 34 6. Uji Data Pengerindaan 37 7. Sub Group Proses Freis 39 8. Uji Data Freis 41 9. Sub Grup Proses Finishing 43 10. Uji Data Finishing 45 11. Work Station Hari I 48 12. Work Station Hari II 49 13. Work Station Hari III 51 14. Data Work Sampling 52 15. Data Jumlah Produk Terbuat 52 16. Working Sampling OP I 52 17. % Produktifi 54 18. Non Produktif 56 19. Uraian Fatique Untuk OP I 57 20. Working Sampling OP II 57 21. % Produktifi 59 22. Non Produktif 61 23. Uraian Fatique Untuk OP II 62

DAFTAR GRAFIK
Teknik Industri 2010 / 2011
Page 8

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 1. Proses Pengecoran 32 2. Proses pengerindaan 36 3. Proses Freis 40 4. Proses Finishing 45 5. Work Sampling Untuk OP I 54 6. Work Sampling Untuk OP II 59

DAFTAR FLOW CHART


Teknik Industri 2010 / 2011
Page 9

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 1. Flow Chart Peta-Peta Kerja 19 2. Flow Chart Pengukuran Waktu 21

BAB I
Teknik Industri 2010 / 2011
Page 10

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang APK Secara Umum Dalam membicarakan tentang Teknik Tata Cara Kerja tidak terlepas dari dua

buah nama yaitu F.W.Taylor dan F.B. Gilbert; dari kedua orang ahli inilah yang mengembangkan Teknik Tata Cara Kerja. Dari penelitian-penelitian merekalah yang walaupun tidak dilakukan bersama-sama, dan dikemudian hari sampai sekarang digabungkan sebagai suatu kesatuan dan dikenal sebagai Teknik tata cara kerja atau Methods Engineering. Untuk mendapatkan sistem kerja yang baik dari sistem kerja yang telah ada atau memiliki suatu sistem kerja maka dari berbagai kerja yang telah diajukan merupakan salah satu hal yang inggin dicapai, dengan mempelajari Teknik Tata Cara Kerja. Pada mulanya sejarah asal mula APK dimulai pada saat F.W.Taylor, sebagai sorang ahli yang mempunyai saham besar dalam dunia Ilmu pengetahuan, khususnya Manajemen dan Teknik Industri. Beliau bekerja di pabrik baja di Amerika pada tahun 1991, sebagai seorang pengawas, disana ia banyak melihat pekerja tidak berprestasi, sehingga pekerja bekerja tersebut menghasilkan dibawah yang seharusya dihasilkan. Melihat keadaan ini maka Taylor mulai melakukan penelitian, untuk itu Taylor mengusahakan dua orang pekerja yang baik dan kuat melalui dua orang pekerja tersebut Taylor mendapatkan kesimpulan bahwa hasil kerja dapat dipengaruhi oleh lamanya waktu kerja dan lamanya pengaturan waktu istrihat. Selain itu F.B.Gilbert, seorang toko yang mengembangkan Teknik Tata Cara Kerja, pada awalnya ia seorang kontraktor bangunan yang berhasil di Amerika Serikat, sama halnya dengan Taylor, Gilbert pun melihat para pekerja dan bekerjanya banyak sekali melakukan gerakan-gerakan yang tidak efektif dan efesien dalam menyusun batu bata. Beliau juga dibantu oleh istrinya dan ia pun melakukan penelitian. Dari penelitianpenelitian yang mereka lakukan akhirnya, Beliau mendapatkan suatu prosedur untuk menganalisis gerakan kerja dan memperbaikinya, Prosedur yang di lakukang adalah

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 11

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja membagi gerakan-gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan satu gerakan. Setelah kedua ahli ini menemukan sejarah APK, maka kita juga harus memandang betapa pentingnya ilmu APK ini, guna untuk menunjang dalam melakukan pekerjaan terutama dalam praktikum, dalam melakukan suatu pekerjaan, apabila kita inggin menguasai APK maka kita harus mengetahui: Dengan mengetahui ilmu APK kita harus melihat pekerjaan dan melakukan pekerjanya secara efektif dan efisien. Mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya. 1.2. Latar Belakang Peta-peta Kerja dan Time Study 1.2.1. Peta-Peta Kerja A. Latar Belakang Dalam melakukan penelitian, peta-peta kerja yang dilakuka adalah menganalisis suatu sistem kerja secara sistimatis, dengan cara mengambarkan suatu kegiatan kerja tersebut pada pekerjaan yang jelas. Dalam praktikum ini, peneliti mengamati proses produksi dari suatu produk, mulai dari gudang bahan mentah (Receiving), hingga menuju gudang produk jadi (Shipping). B. Identifikasi Masalah Adapun indentifikasi masalah dalam penulisan praktikum ini pada peta-peta kerja adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana membuat peta-peta kerja dari kegiatan operasi atau kegiatan produksi ? 2. Bagaimana cara menggunakan peta-peta kerja untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada ? 3. Bagaimana cara mengamati secara jelas rangkaian operasi ? 4. Bagaimana cara menggunakan peta-peta kerja? C. Maksud Dan Tujuan Teknik Industri 2010 / 2011
Page 12

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Maksud diadakan praktikum peta-peta kerja ini adalah sebagai berikut: 1. Menambah pengetahuan mahasiswa dalam menganalisis suatu permasalahaan. 2. Melati kemampuan mahasiswa sejauh mana pemahamannya tentang peta-peta kerja dari kegiatan produksi. Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui cara pembuatan peta-peta kerja dan kegiatan operasi atau kegiatan produksi. 2. Untuk manambah pengetahuan mahasiswa supaya mampu mengidentifikasikan permasalahan yang ada. 3. Menjelaskan bagaimana cara mengamati secara jelas rangkaian operasi. 4. Menunjukkan bagaimana cara menggunakan peta-peta kerja.

D. Pembatasan Masalah Untuk memperjelas penulis dari praktikum ini, maka diberikan suatu batasan penulis, sehingga materi yang dibahas dalam praktikum ini mencakup berbagai macam peta-peta kerja yaitu: 1. Peta-peta kerja keseluruhan yang meliputi : Peta kerja operasi Peta aliran proses Peta proses aliran kerja dan Diagram aliran.

2. Peta-peta kerja setempat meliputi : Peta pekerja dari mesin dan Peta tangan kiri dan kanan.

E. Asumsi Yang Diperlukan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 13

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Dalam praktikum ini asumsi yang diperlukan beberapa asumsi yaitu sebagai berikut: 1. Kegiatan yang dilakukan pada proses pembuatan Meja Gambar ini dianggap sebenarnya sesuai dengan kenyataan yang terjadi. 2. Operator yang terlambat dalam proses pembuatan Meja Gambar ini memiliki kemampuan yang normal. 3. Waktu yang digunakan dalam pembuatan Meja Gambar diasumsikan sebagai waktu yang sebenarnya.

F. Alat Yang Digunakan Dalam Praktikum Dalam praktikum ini alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Form mengenai peta-peta kerja berfungsi untuk menulis atau mengdiskripsikan informasi-informasi tentang waktu maupun jarak dan hal-hal lain yang berkaitan dengan peta-peta kerja. 2. Kalkulator berfungsi untuk menghitung atau sebagai suatu fasilitas dalam mempermudah perhitungan. 3. Stopwatch/jam henti berfungsi untuk menghitung waktu atau untuk mengetahui waktu kapasitas produksi dari setiap word station. 4. Stationary adalah serangkaian alat-alat tulis, seperti Buku tulis, Hvs, Pensil, Polben, pengaris, dan juga Tipe-x yang berguna untuk menghapus.

1.2.2. Time Study A. Latar Belakang Masalah Pada mulanya waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam suatu kegiatan dan tidak bisa diulangi lagi, karena itu dalam dunia industri waktu menjadi suatu faktor yang sangat penting dalam peningkatkan kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkan, serta keuntungan yang inggin dicapai perusahan, sehingga setiap perusahan selalu dilakukan suatu penetapan waktu baku dalam kegiatan atau suatu proses

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 14

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja pembuatan produk dari bahan mentah waktu (Time Study). Dalam penetapan waktu baku biasanya disertakan juga penyusuaian serta kelongaran bagi pekerja. Pengukuran waktu biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara jam henti (Stop Watch), dan cara sampling pekerjaan (Work Sampling). Cara work sampling maupun jam henti mempunyai tujuan yang sama yaitu menetapkan waktu baku suatu kegiatan produksi. B. Indentifikasi Masalah Dalam laporan ini diindentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut: 1. Berapakah waktu yang diperlukan untuk kegiatan produksi dengan menggunakan cara jam henti dan word sampling? 2. Berapa penyusuaian yang diperlukan untuk masing-masing pekerja serta metode penyusuaian apa yang digunakan untuk menentukan penyusuaian tersebut? 3. Berapa waktu kelonggaran yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaiakan pekerjaannya? 4. Berapakah upah resmi yang akan diberikan kepada pekerja?

A. Maksud Dan Tujuan Maksud diadakan praktikum ini adalah agar praktikum bisa mengetahui cara-cara pengukuran waktu kerja, waktu siklus, waktu normal, waktu baku serta dapat memperkirakan penyesuaian dan kelonggaran (Allwance) yang dibutuhkan bekerja, serta dapat menyelesaikan suatu pekerjaan berdasarkan cara jam henti dan word sampling. Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui waktu yang diperlukan bagi kegiatan produksi dengan menggunakan cara jam henti dan word sampling. 2. Untuk dapat menentukan penyesuaian yang diperlukan untuk masing-masing pekerja serta metode penyusuaian.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 15

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 3. Untuk dapat memperkirakan kelonggaran waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. 4. Untuk mengetahui upah resmi yang harus diberikan kepada pekerja.

B. Pembatasan Masalah Dalam laporan ini hanya membahas tentang pengukuran waktu (Time Study) dengan mengunakan cara jam henti (Stop Watch) dan sampling pekerjaan (Word Sampling), penyusuaian waktu dengan mengunakan metode Westinghouse, kelonggaran (Allowance), serta upah resmi dengan sistem halsey.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 16

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Peta-Peta Kerja Peta-peta kerja adalah salah satu alat komonikasi yang sistimatis dan jelas, untuk berkomunikasi secara luas, sehingga informasi-informasi yang diperlukan dalam suatu peta kerja dapat dipakai sebagai suatu bahan untuk merancang atau memperbaiki suatu sistem kerja. Dengan peta-peta kerja tersebut dapat dilihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik hingga (Berbentuk bahan baku) sampai akhirnya menjadi produk jadi. Dengan peta-peta kerja tersebut kita dapat memperbaiki metode kerja suatu proses produksi dan juga dapat menghilangkan atau menggabunkan suatu proses operasi dengan operasi lainnya. Pada intinya peta-peta kerja ini merupakan alat untuk menganalisis suatu pekerjaan sehingga mempermudah dalam merencanakan suatu sistem kerja. Ada beberapa langka untuk memecahkan suatu masalah yaitu sebagai berikut: a) Pendefinisikan masalah b) Penganalisis masalah c) Pencarian alternative-alternative d) Mengevaluasikan alternative-alternative yang diusulkan e) Pengambilan keputusan.

2.1.1 Lambang - Lambang Yang Digunakan Dalam Peta-Peta Kerja

OPERASI Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahanan fisik, maupu kimiawi, serta mengambil informasi maupun memberikan informasi kepada suatu keadaan juga termasuk operasi. Jadi operasi merupakan kegiatan yang paling

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 17

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja banyak terjadi dalam suatu proses dan biasanya terjadi pada suatu mesin atau stasiun kerja. Contohnya: Pekerjaan menyerut kayu dengan mesin serut Pekerjaan mengeraskan logam Pekerjaan merakit. Dalam prakteknya, lambang ini juga bisa digunakan untuk mengatakan aktivitas administrasi, misanya: aktivitas perencanaan atau perhitungan. PEMERIKSAAN Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Lambang ini digunakan untuk proses pemeriksaan terhadap suatu obyek tertentu dengan suatu standard. Contoh suatu pemeriksaan bahan sebelum menjadi suatu barang jadi yaitu: Mengukur dimensi benda. Memeriksa warna benda. Membawa alat ukur tekanan uap dan suatu mesin uap. TRANSPORTASI Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. MENUNGGU Proses mununggu terjadi apabila benda kerja dan pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apapun selain mununggu (biasanya sebentar). Kajadian menunjukan bahwa suatu obyek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencatatan sampai diperlukan kembali.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 18

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Contohnya: Obyek menunggu untuk diproses atau diperiksa Peti menunggu untuk dibongkar Bahan menunggu untuk diangkut ketempat lain. Obyek menungu yang lainnya untuk dirakit (assembling) PENYIMPANAN Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur tertentu. Dan lambang ini digunakan untuk mengatakan suatu obyek yang mengalami penyimpangan permanen, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa izin tertentu. Prosedur perizinaan dan lamanya waktu adalah dua hal yang membedakan antara kegiatan menunggu dan penyimpanan. Contonnya: Dokumen dokumen atau catatan-catatan disimpan dalam brankas. Bahan baku disimpan dalam gudang.

AKTIVITAS GABUNGAN Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja. 2.1.2 Macam-Macam Peta-Peta Kerja Pada dasarnya peta-peta kerja biasanya dibagi dalam dua kelompok yaitu: A. Peta Kerja Keseluruhan Suatu kegiatan disebut peta kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Dan peta kerja keseluruhan meliputi beberapa sistem kerja yaitu sebagai berikut: Teknik Industri 2010 / 2011
Page 19

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 1. Peta proses operasi Peta proses operasi merupakan suatu diagram yang mengambarkan langkahlangkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemerikaan. Peta proses operasi meliputi beberapa sistem kerja yaitu sebagai berikut: Kegunaan peta proses operasi Bisa mengetahui kebutuhan akan mesin dan penggangaran. Bisa memperkirakan kebutuhan akan bahan baku. Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai. Sebagai alat untuk latihan kerja. Prinsip-prinsip pembuatan peta proses operasi Pertama, pada baris paling atas kepalanya peta proses operasi yang di ikuti oleh indentifikasi lainnya. Seperti: nama obyek, nomor peta, tanggal dipetakan, cara sekarang atau usulan dan nama pembuatan peta. Material yang akan diproses diletakkan diatas garis horizontal, yang menunjukkan terjadinya perubahan proses. Fenomena terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut atau sesuai dengan proses yang terjadi. Fenomena terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan tersendiri dan prinsipnya sama dengan fenomena untuk kegiatan operasi. Analisa suatu proses operasi Ada empat hal yang perlu diperhatikan atau dipertimbangkan agar diperoleh suatu kerja yang baik melalui peta proses operasi yaitu analisa terhadap bahan-bahan, operasi, pemeriksaan dan terhadap waktu penyelesaian suatu proses.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 20

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 2. Peta Aliran Proses Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur yang berlansung, serta di dalamnya memuat pulah informasiinformasi yang diperlukan untuk menganalisis. Kegunaan umum dari peta aliran proses Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang mulai awal masuk dalam suatu proses atau prosedur sampai aktivitas berakhir. Memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses atau prosedur. Bisa digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan atau dilakukan oleh orang selama proses atau prosedur berlansung. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metode kerja. Merupakan suatu alat yang akan mempermudah proses analisa untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidak efisienan atau ketidak kesempurnaan pekerjaan, sehingga dengan sendirinya dapat digunakan untuk menghilangkan ongkos-ongkos yang tersembunyi. Prinsip-prinsip pembuatan peta aliran proses Pertama, pada baris paling atas kepalanya, peta aliran proses yang diikuti oleh identifikasi lain seperti: Nama obyek, Nomor peta, Tanggal dipetakan, cara sekarang atau usulan dan nama pembuatan peta. Di sebelah kiri atas kertas, berdampingan dengan informasi yang dicatat pada titik diatas mengenai ringkasan yang memuat jumlah dan waktu total dari kegiatan yang terjadi. Setelah bagian Kepala selesai dengan lengkap, kemudian dibagian Badan diuraikan proses yang terjadi lengkap beserta lambang-lambang dan

informasi-informasi mengenai jarak perpindahan jumlah yang dilayani, waktu yang dibutuhkan dan kecepatan produksi juga ditambahkan dengan kolom analisas, catatan dan tindakan yang diambil bardasarkan analisa tersebut.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 21

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Ada suatu cara yang cukup efektif untuk menganalisa peta aliran proses yaitu dengan 6 buah pertanyaan pada setiap kejadian dari suatu peta aliran proses, dan cara tersebut disebut Dot and Check Techniqui.

3. Peta Proses Regu Kerja Digunakan dalam suatu tempat kerja dimana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut memerlukan kerja sama yang baik dari sekelompok kerja. Kegunaannya : Dapat mengetahui jumlah kegiatan yang dialami. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Prinsip-prinsip pembuatan Peta Proses Regu Kerja. Kita catat mengenai judul secara lengkap, dengan identifikasi lainnya dan ringkasan. Lambang-lambang yang bisa digunakan dalam peta aliran proses (kecuali) penyimpanan permanen bisa digunakan untuk membuat peta regu keja. Tiap peta aliran proses yang menunjukkan satu seri kerja, merupakan anggota dari suatu peta proses regu kerja.

4. Diagram Aliran Diagram aliran adalah suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta aliran proses. Kegunaan diagram aliran adalah: Lebih menjelaskan suatu peta aliran proses, apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang paling penting. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. Prinsip-prinsip pembuatan diagram aliran Terlebih dahulu membuat judul peta, di bagian kepala ditulis Diagram Aliran Kemudian diikuti oleh nama pekerjaan, tanggal di petakan, sekarang atau usulan.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 22

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Harus mengidentifikasi setiap aktifitas dengan lambang dan nomor yang sesuai dengan yang digunakan dalam peta aliran proses. Arah gerakan dinyatakan oleh anak panah kecil yang dibuat secara periodic sepanjang garis aliran.

B. Peta kerja setempat. Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat, kegiatan tersebut terjadi dalam stasiun kerja yang hanya melibatkan orang dan aktivitas dalam jumlah terbatas. Yang termasuk dalam peta kerja setempat:

1. Peta pekerja dan Mesin Peta kerja dan mesin merupakan suatu grafik yang mengambarkan koordinasi antara waktu kerja dan waktu menganggur dan koombinasi antara pekerja dan mesin. Kegunaan Untuk mengetahui hubungan yang jelas antara waktu kerja operator danwaktu operasi mesin yang ditanganinya, dengan adanya informasi ini, maka kita mempunyai data yang baik untuk melakukan perbaikan suatu sistem kerja sedemikian rupa sehingga efektifitas penggunaan pekerja dan mesin bisa semakin ditingkatkan. Prinsip-prinsip pembuatan peta pekerja dan mesin Biasanya dibagian kepala atas di tulis peta pekerja dan mesin di ikuti dengan nama mesin, tanggal dipetakan, nomor peta sekaran dan usulan. Menguraikan semua elemen-elemen pekerjaan yang terjadi.

2.2

Time Study. Pengukuran waktu ditunjukkan untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian

pekerjaan yaitu waktu yang di butuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang di jalangkan dalam sistem kerja yang baik. Secara garis besar, teknik-teknik pengukuran waktu dibagi kedalam dua bagian yaitu: Secara langsung, karena pengukuran dilakukan secara langsung yaitu di tempat dimana pekerja yang bersangkutan melakukan pekerjaan. Teknik Industri 2010 / 2011
Page 23

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Secara tidak langsung, karena pengukurannya tampa harus berada ditempat pekerjaan yaitu dengan membaca table-tabel yang tersedia asalkan mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen-elemen pekerjaan.

2.2.1

Pengukuran Waktu

A. Jam Henti Dalam mengukur suatu sistem kerja, cara yang paling banyak dipakai dan dikenal adalah dengan menggunakan jam henti (stop watch), karena kesederhanaan aturan-aturan pekerjaan yang dipakai. Sesuai dengan namanya jam henti maka pengukuran waktu ini digunakan stop watch sebagai alat utamanya dalam pengukuran. Untuk mendapatkan hasil yang baik, yaitu dapat dipertanggungjawabkan maka tidaklah cukup sekedar melakukan beberapa kali pengukuran dengan menggunakan jam henti. Banyak faktor yang harus diperhatikan agar akhinya dapat diperoleh waktu yang pantas untuk pekerjaan yang bersangkutan seperti yang berhubungan dengan kondisi kerja, cara pengukuran, jumlah pengukuran dan lain-lain.

Langkah-langkah pengukuran jam henti Penetapan tujuan pengukuran Dalam pengukuran waktu, hal-hal penting yang harus diketahui adalah untuk apa hasil pengukuran digunakan, berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran tersebut. Melakukan penelitian pendahuluan Hal kedua yang penting sebelum melakukan pengukuran jam henti adalah melakukan penelitian pendahuluan, dimana semua faktor yang dapat

mempengaruhi pengukuran ini diteliti secara cermat supaya tidak menimbulkan kesalahan. Memilih operator Operator yang akan melakukan pekerjaan diukur bukanlah orang begitu saja diambil dari pabrik. Tetapi harus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 24

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Melatih operator Walaupun operator yang baik telah dapat kadang-kadang masih memerlukan latihan bagi operator tersebut terutama jika kondisi dan cara kerja yang dipakai tidak sama yang biasa dijalankan oleh operator. Menguraikan pekerjaan atas elemen pekerjaan Disini dipecah menjadi elemen pekerjaan, yang merupakan gerakan bagian dari pekerjaan yang bersangkutan, Elemen-elemen pekerjaan inilah yang diukur waktunya. Menyiapkan alat-alat pengukuran Setelah kalimat langkah diatas dijalankan dengan baik, tibalah sekarang pada langkah terakhir sebelum melakukan pengukuran yaitu menyapkan alat yang akan digunakan.

Melakukan pengukuran waktu Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati pekerjaan dan mencatat waktuwaktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan Hal-hal yang dikerjakan selama pengukuran berlangsung: Pengukuran pendahuluan yaitu untuk mengetahui berapa kali pengukuran harus dilakukan untuk tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. Melakukan beberapa pengukuran, banyaknya ditemukan oleh pengukur.

Tahap-Tahap Perhitungan Waktu Baku: 1. Memasukkan data pengukuran ke tabel dengan pembagian sub group dan menghitung harga rata-rata sub group. 2. Menentukan rata-rata sub group 3. Menentukan standar deviasi.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 25

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Dimana: N-1 : apabila data kurang dari 24. N : apabila data lebih dari 24 4. Menentukan standar deviasi sub-grup.

5. Menentukan Ztabel Zt = 6. Menguji keseragaman data dengan menentukan batas control BKA = BKB = 7. Menguji kecukupan data. N = Jika N < N data cukup 8. Menghitung waktu siklus Ws = 9. Menghitung waktu normal Wn = Ws x P Dimana untuk menentukan penyesuaian, disesuaikan dengan cara-cara yang sudah di tentukan seperti: Cara sintesa, bedaux, shumard, westing house, obyektif dan lain-lain.

10. Menghitung waktu baku. Wb = Wn + (Wn x ALL). Dimana ALL: allowance atau kelongaran

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 26

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja B. Working sampling. Working sampling merupakan salah satu cara menentukan waktu baku yang dilakukan dengan cara melakukan pengukuran secara langsung di tempat pekerjaan dilaksanakan. Perbedaan cara ini dengan jam henti adalah pada sampling pekerjaan pengamatan tidak secara terus menerus berada di tempat pekerjaan melainkan mengamatinya hanya sesaat pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya secara acak. Kegunaan work sampling. Kegunaan work sampling adalah: Untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja oleh pekerja atau kelompok kerja. Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mesin mesin atau alat alat di pabrik. Untuk menentukan waktu baku bagi pekerja pekerja tidak langsung. Untuk memperkirakan kelonggaran bagi pekerja dalam suatu pekerjaan. Langkah langkah sebelum melakukan sampling pekerjaan. Pada dasarnya langkah langkah dalam melakukan sampling pekerjaan tidak berbeda dengan yang diketenukan pada cara jam henti. Begitu pula langkah langkah yang di jalankan sebelum sampling pekerjaan dilakukan yaitu: Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling dilakukan, yang akan menentukan besarnya tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan. Jika sampling di lakukan untuk menetapkan waktu baku, lakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem kerja yang baik. Memilih operator yang baik. Bila perlu mengadakan pelatihan bagi operator yang dipilih agar bisa dan terbiasa dengan sistem kerja yang di lakukan. Melakukan pemisahan kegiatan sesuai dengan yang ingin di dapatkan. Menyiapkan alat alat yang diperlukan. Cara melakukan sampling. a. Sampling pendahuluan. Disini dilakukan sejumlah kunjungan yang banyaknya ditentukan oleh pengukur

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 27

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja b. Penguji keseragaman data. Untuk ini kita harus menentukan batas batas kontrolnya yaitu: BKA =

BKB = dimana : Zhitung = Zt = 1 P (Zt) = dilihat dari table Z

n=
c. Menghitung jumlah pengamatan yang diperlukan.

N =
Menghitung waktu baku Langkah langkah dalam menentukan waktu baku adalah: a. % produktif % produktif = b. Jumlah menit pengamatan (d). d = jam kerja x 60 menit x hari pengamatan c. Jumlah menit produktif (e)

e=

xd

d. Jumlah produktif yang di hasilkan. (f) e. Waktu yang di perlukan perunit. (WS).

Ws =
f. Waktu normal (Wn). Wn = Ws x penyesuaian g. Waktu baku (Wb). Wb = Wn + (Wn x ALL).

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 28

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

BAB III LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

3.1 Peta Peta kerja. 3.1.1 flow Chart peta-peta kerja START

pengumpulan data melalui pengamatan kerja.

Pengolahan data

Tidak

Analisa peta peta kerja cara sekarang

Sudah baik?

ya Peta peta kerja usulan

Analisa peta peta kerja usulan Finish Flow chart 4.1 peta-peta kerja Teknik Industri 2010 / 2011
Page 29

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 3.1.2 Deskripsi pemecahan masalah Peta-Peta Kerja Terdapat beberapa langka yang harus dilakukan dalam melakukan pengolahan data peta-peta kerja, langka-langka ini disebut flow chart peta-peta kerja yang terdiri dari: a. Pengumpulan data melalui pengamatan pada stasiun kerja. Data-data ini dapat dari peta-peta kerja yang dibuat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang terdiri dari peta proses operasi, peta aliran proses, peta proses regu kerja, diagram aliran, peta pekerja dan mesin, serta peta tangan kiri dan kanan. b. Kemudian dilakukan analisa dari peta-peta kerja yang ada untuk memperbaiki atau merancang sistem kerja yang lebih baik. dalam analisa ini di perhatikan aliran bahan dari mulai masuk, proses, sampai jadi produk serta waktu kerja yang di butuhkan dengan memperhatikan spesifikasi bahan dan pekerja. c. Apabila hasilnya sudah baik maka di buat peta-peta kerja usulan yang merupakan perbaikan dari peta-peta sekarang. jika hasilnya tidak baik maka perlu melakukan pengumpulan data dan pengamatan ulang. d. Peta-peta kerja usulan kemudian di analisa kembali untuk tujuan perbaikan system kerja dan waktu kerja. e. Setelah didapatkan alternative yang baik selanjutnya di buat kesimpulan terhadap peta-peta kerja yang telah di buat tersebut.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 30

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 3.2 Pengukuran Waktu 3.2.1 Flow Chart Pengukuran Waktu
Start Pembagian kelompok. pembagian kelompok. pembagian work station pembagian work station

Jam henti jam henti

Work sampling Tentukan satu satuan kunjungan. Tentukan waktu kunjungan. Berdasarkan bil. random

Memilih operator. Melatih operator. Menyesuaikan pekerjaan. Menyiapkan alat Pengumpulan data dari simulasi komputer

Pengumpulan data dengan menerapkan study gerakan pada motion study

Uji keseragaman data Tidak Seragam ? ya Uji kecukupaan data Tidak Cukup Ya Hitungan % produktif waktu siklus waktu normal waktu baku o Analisis persamaan dan perbedaan kedua metode time Membuat jurnal Start

Lakukan revisi

Flow Chart 4.2 Pengukuran waktu Teknik Industri 2010 / 2011


Page 31

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 3.2.2. Diskripsi pemecahan masalah Dalam melakukan praktikum time study ada beberapa prosedur dan langkah langkah tersebut antara lain: 1. Pembagian kelompok kerja dan work station. 2. Jam henti dan work sampling Dalam time study terdapat dua cara melakukan pengukuran yaitu: a. Dengan jam henti dan b. Sampling pekerjaan.

a. Jam henti. Dalam metode jam henti ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk suatu memecahkan masalah: 1. Memilih operator. 2. Melatih operator 3. Menyesuaikan pekerjaan. 4. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. 5. Mengumpulkan data dari simulasi komputer.

b. Sampling pekerjaan. Dalam metode sampling pekerjaan ada beberapa langkah yang harus dilakukan: 1. Tentukan satu satuan. 2. Tentukan waktu kunjungan 3. Harus berdasarkan bilangan random. 4. Pengumpulan data dengan menerapkan studi gerakan pada motion study.

c. Uji keseragaman data. Dalam proses ini data yang sudah diambil baik data jam henti maupun data sampling pekerjaan diuji keseragamannnya. Apabila data sudah seragam maka berlanjut pada proses selanjutnya dan apabila data belum seragam maka diadakan revisi terhadap data.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 32

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja d. Uji kecukupan data Data dari jam henti dan sampling pekerjaan kemudian diuji kecukupannya. Bila ternyata sudah cukup maka berlanjut pada proses selanjutnya dan apabila ternyata belum cukup maka harus dilakukan revisi dan tambahan data bila perlu.

e. Menghitung waktu baku Setelah melakukan uji keseragaman data dan kecukupan data maka proses selanjutnya adalah: Menghitung % produktif yang dihasilkan. Menghitung waktu siklus. Menghitung waktu normal dengan menperhitungkan fakotr penyesuaian. Menghitung waktu baku dengan menperhitungkan factor kelonggaran.

f. Analisa Setelah semua proses diatas selesai, maka proses selanjutnya adalah menganalisis data yang telah diolah dan menbandingkan kedua metode yang telah digunakan. Setelah itu buat jumla, kesimpulan serta saran dari hasil kedua metode jam henti tersebut.

g. Membuat jurnal Setelah kesimpulan didapatkan kemudian dibuat jurnal yang sebagai laporan dari hasil praktikum

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 33

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 . Peta Peta Kerja 4.1.1 Peta Proses Operasi Dalam melakukan analisa terhadap peta aliran proses ada empat hal yang harus diperhatikan atau dipertimbangkan agar diperoleh suatu kerja yang baik yaitu:

a. Bahan-Bahan. Hendaknya kita perlu mempertimbangkan beberapa alternatif dari bahan yang akan di gunakan, proses penyelesaian dan toleransi sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan fungsi reabilitas, pelayanan dan waktunya. Pelaksanaan praktikum analisa perancangan kerja pada proses pembuatan Meja Gambar memerlukan beberapa bahan baku yakni terdiri dari: Atap meja gambar, merupakan tempat yang berfungsi untuk mengambar. Yang terbuat dari triplex 3mm Kedua kaki meja gambar kiri dan kanan, yang merupakan penahan atap meja gambar yang terbuat dari kayu balok 59 x 40 x 2cm. Sepatu meja gambar, yang berfungsi sebagai penahan kedua kaki meja gambar, penahan tengah meja gambar, dan atap meja gambar, yang terbuat dari kayu papan 77,5 x 69 x 2cm Penahan atap meja gambar, merupakan penahan untuk meja gambar sedikit miring agar bisa mengambar. Yang terbuat dari kayu balok 59 x 40 x cm. Penjepit kaki meja gambar, merupakan penahan kedua kaki meja gambar yang terbuat dari kayu balok 59 x 40 x cm.

b. Operasi. Operasi merupakan suatu tahapan proses yang paling vital dalam suatu kegiatan perancangan kerja. Dalam hal ini kita harus mempertimbangkan alternative-alternative yang memungkinkan untuk suatu proses pengolahan, pembuatan, pengerjaan, dengan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 34

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja mesin atau metode perakitannya, beserta alat-alat dan perlengkapan yang di gunakan dengan ukuran waktu pekerjaan. Dalam proses pembuatan Meja Gambar ini, terdapat 24 operasi dengan total waktu 344 menit, dimana bersamaan proses operasi ini juga diterangkan tentang cara-cara dari bahan-bahan baku dan proses untuk menjadi produk jadi.

c. Pemeriksaan. Suatu produk dikatakan memenuhi kelayakan kualitas, jika setelah dibangdinkan dengan standar kualitas ternyata lebih baik atau minimal sama, Pada proses pembuatan Meja Gambar ini, produk dikatakan lebih baik karena melewati beberapa tahapan pemeriksaan dimana waktu yang diperlukan yaitu 30 menit untuk satu produk.

d. Waktu Efesien dan efektif dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi merupakan patter yang sangat perlu diperhitungkan sebab memiliki kontinuitas relasi dengan waktu pembuatan produk. Maka dalam pembuatan produk Meja Gambar ini, praktikan mencoba untuk meminimalkan waktu namun tetap pada konsisten akan kualitas produk. Totalitas waktu yang diperlukan pada peta proses operasi yaitu 344 menit.

4.1.2

Peta Aliran Proses Setelah memiliki gambaran tentang keadaan umum dari proses yang terjadi pada

pembuatan Meja Gambar seperti yang diperlihatkan dalam peta proses operasi, maka langkah berikutnya yaitu perlu menganalisa setiap komponen pembentukan suatu produk secara lengkap dan lebih terperinci. Analisa dari setiap komponen itu, termuat dalam suatu peta yakni peta aliran proses. Di dalam peta aliran proses terdapat suatu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menganalisa suatu aliran proses yaitu dengan cara dot dan check technique. cara ini dilakukan dengan mengajukan Enam pertanyaan dasar, di istilahkan 5W 1H (what, where, when, why, who and how). Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan diatas diharapkan kita mampu melakukan perbaikan di setiap kejadian. Atapun kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki tersebut yaitu: Teknik Industri 2010 / 2011
Page 35

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Menghilangkan aktivitas-aktivitas yang tidak perlu. Menggunakan atau merubah tempat kerja. Menggambungkan atau merubah waktu atau urutan kerja. Menyederhanakan atau memperbaiki metode kerja. Melalui peta aliran proses, kita akan dapat melihat aliran dari bahan yang dibawah dari suatu tempat ke tempat lain. Pada aliran proses pembuatan Meja Gambar ini, terdapat juga beberapa operasi dan pemeriksaan yang berbasiskan pada peta operation process chart. Selain itu, terdapat juga transportasi yang menghubungkan ruang yang satu dengan lain serta penyimpangan.

4.1.3

Peta Proses Regu Kerja. Peta proses regu kerja di gunakan pada suatu tempat kerja dan sebagai

pengembangan dari peta aliran proses. Peta ini dimaksutkan agar dalam melakukan pekerjaan seperti pembuatan Meja Gambar perlu kerja sama yang baik dari kelompok kerja pada beberapa work station. Adapun jenis pekerjaan atau tempat kerja yang mungkin memerlukan analisis melalui peta aliran proses regu kerja yakni pekerjaanpekerjaan yang bertalian dengan pengundangan, pemeliharaan atau pekerjaan pengangkutan dalam material (material handling). Kesimpulan yang dapat di ambil dari peta proses regu kerja untuk pembuatan Meja Gambar yaitu bahwa dalam pekerjaan ini membutuhkan dua operator yang terbagi pula dalam dua work station (WS), dengan perhitungan waktu yang didasarkan pada peta process operasi dan aliran process. Dengan demikian ketiga peta yakni peta proses operasi, peta aliran proses dan peta proses regu kerja merupakan serangkaian proses kerja yang saling berkesenambungan.

4.1.4

Diagram Aliran. Diagram aliran pada proses pembuatan Meja Gambar ini, didasarkan pada peta

aliran proses yang memuat informasi-informasi yang relatif lengkap berhubungan dengan proses dalam suatu pabrik atau Kantor. Tata letak kerja pada proses pembuatan Meja Gambar ini relative baik dan sesuai dengan aliran proses yang ada. Hal ini dikarenakan bahwa dalam penyusunan tata letak atau gambaran dari aliran kerja pada pekerjaan tersebut lebih memudahkan operator dalam melakukan pekerjaanya dari awal hingga Teknik Industri 2010 / 2011
Page 36

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja akhir penyelesaian (finishing), Hal tersebut terlihat pada pekerjaan pembuatan Meja Gambar ini, terdapat beberapa ruang dan gedung yang berawal dari gudang bahan baku hingga perakitan dan penyimpanan produk jadi.

4.1.5

Peta Pekerja dan Mesin. Pada peta pekerja dan mesin ini, praktikan melakukan pengamatan pada proses

pekerjaan melumbangi kayu dengan menggunakan mesin bor. adapun beberapa activitas yang di muat dalam peta pekerjaan dan mesin yakni berawal dari pemasangan benda kerja pada ragam hinga pemeriksaan akhir mesin setelah dilakukan pengeboran. Persentasi pekerjaan didasarkan pada waktu pekerjaan dimana pada peta sekarang adanya perbedaan porsentasi dikarenakan beberapa aktivitas yang tidak sama. Dalam peta sekarang porsentasi penggunaan baik dari pekerja maupun mesin, 100 % sedangkan pada peta usulan yaitu 100 %, dan untuk pekerja 90 % sedankan untuk mesin 38%.

4.2. Jam Henti Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan pada PT UNPAZ Jaya dimana pengambilan data dilakukan dengan mengunakan metode jam henti (stop whtch) diperoleh waku proses (menit) dari setiap proses pembuatan water Inlet. Dalam hal ini data diambil sebanyak 24 kali pengukuran adapun data dan waktu proses tersebut adalah sebagai berikut: 1. Proses Pengecoran 2. Proses Pengerindaan 3. Proses Freis 4. Proses Finishing

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 37

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja TABEL I Pengambilan Data Dilakukan Dengan Metode Jam Henti (Stop Watch) N0 Data Pengecoran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 0,385 0,320 0,353 0,383 0,315 0,315 0,357 0,324 0,350 0,369 0,413 0,356 0,321 0,389 0,367 0,352 0,357 0,324 0,406 0,369 0,356 0,379 0,349 0,324 Data Pengerindaan 1,21 1,53 2,01 2,08 2,04 1,99 1,31 1,35 1,34 2.12 1,41 1,62 1,99 1,79 1,56 1,79 1,40 1,84 1,23 1,54 1,48 1,13 1,53 1,87 Data Freis 0,18 0,17 0,21 0,16 0,21 0,18 0,21 0,23 0,14 0,21 0,20 0,18 0,21 0,16 0,21 0,17 0,18 0,20 0,16 0,20 0,21 0,19 0.20 0,21 0,15 0,15 0,13 0,12 0,11 0,15 0,13 0,10 0,10 0,13 0,12 0,15 0,10 0,11 0,13 0,11 0,14 0,13 0,11 0,13 0,15 0,15 0,10 0,11 Proses Finishing

Table 4.1 Bilangan Random (acak)

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 38

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja TABEL II Data Dari Pengamatan Ditambah Dengan Nilai Selisi Dari Dosen: 27 N0 Proses Pengecoran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 0,385 = 0.412 0,320 = 0,347 0,353 = 0,380 0,383 = 0,410 0,315 = 0,342 0,315 = 0,342 0,357 = 0,384 0,324 = 0,351 0,350 = 0,377 0,369 = 0,396 0,413 = 0,440 0,356 = 0,383 0,321 = 0,348 0,389 = 0,416 0,367 = 0,396 0,352 = 0,379 0,357 = 0,384 0,324 = 0,332 0,406 = 0,433 0,369 = 0,396 0,356 = 0,392 0,379 = 0,406 0,349 = 0,376 0,324 = 0,351 Proses Pengerindaan 1,21 = 1.48 1,53 = 1.80 2,01 = 2.028 2,08 = 2.35 2,04 = 2.31 1,99 = 1.126 1,31 = 1.58 1,35 = 1.62 1,34 = 1.61 2.12 = 2.39 1,41 = 1.68 1,62 = 1.89 1,99 = 1.126 1,79 = 1.106 1,56 = 1.83 1,79 = 1.106 1,40 = 1.67 1,84 = 1.111 1,23 = 1.50 1,54 = 1.81 1,48 = 1.75 1,13 = 1.40 1,53 = 1.80 1,87 = 1.114 Proses Freis 0,18 = 0,45 0,17 = 0,44 0,21 = 0,48 0,16 = 0,43 0,21 = 0,48 0,18 = 0,45 0,21 = 0,48 0,23 = 0,50 0,14 = 0,41 0,21 = 0,48 0,20 = 0,47 0,18 = 0,45 0,21 = 0,48 0,16 = 0,43 0,21 = 0,48 0,17 = 0,44 0,18 = 0,45 0,20 = 0,47 0,16 = 0,43 0,20 = 0,47 0,21 = 0,48 0,19 = 0,46 0.20 = 0,47 0,21 = 0,48 Proses Finishing 0,15 = 0,42 0,15 = 0,42 0,13 = 0,40 0,12 = 0,39 0,11 = 0,38 0,15 = 0,42 0,13 = 0,40 0,10 = 0,37 0,10 = 0,37 0,13 = 0,40 0,12 = 0,39 0,15 = 0,42 0,10 = 0,37 0,11 = 0,38 0,13 = 0,40 0,11 = 0,38 0,14 = 0,41 0,13 = 0,41 0,11 = 0,38 0,13 = 0,40 0,15 = 0,42 0,15 = 0,42 0,10 = 0,37 0,11 = 0,41

Table 4.2 Bilangan random ditambah nomor urutan dari Dosen

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 39

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Dik: Tingkat ketelitian = 5%

Tingkat keyakinan = 90 % Upah premi sistem halsey dengan rumus G = T (Js + JH)

Dimana: G: jumlah gaji atau upah. T JS JH : tarif upah perjam. : jam sesungguhnya. : jam hemat

I PROSES PENGECORAN a. Dibagi dengan sub-grup K 1 2 3 4 5 6 x = 1 0.412 0.347 0.380 0.410 0.342 0.342 2 0.384 0.351 0.377 0.396 0.440 0.383 n 3 0.348 0.416 0.396 0.379 0.384 0.332 4 0.433 0.396 0.392 0.406 0.376 0.351 X/n 0.39 0.38 0.39 0.40 0.39 0.35 2.3

Tabel 4.3 Sub Grup Proses pengecoran Contoh perhitungan: 1.577/4 = 0. 39 a. Rata rata Sub-group

= =
= a. Standart Deviasi

= =

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 40

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja = = 0.029 b. Standart deviasi sub group

=
=

= 0.015
c. Hitung Z tabel Zt = 1= 1= 1.65 d. Uji keseragaman data Batas Kontrol Atas (BKA) BKA = + (Zt x )

= 0.38 + (1.65 x 0.015) = 0.038 + 0.0246 = 0.40 Batas Kontrol Bawah (BKB) BKB = - (Zt x )

= 0.38 (1.65 x 0.015) = 0.38 0.0246 = 0.35 Plot Data: BKA = 0.40 BKB = 0.35 = 0.38

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 41

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Ke & Teknik Tata Cara Kerja erancangan Kerja Grafik Sub-Grup Proses Pengecoran
0.41 0.4 0.4 0.39 0.39 0.38 0.38 0.37 0.36 0.35 0.35 0.34 0.33 0.32 1 x/n BKA BKB X 0.39 0.4 0.35 0.38 Sub-Grup Pengecoran 0.4 0.39 0.38 0.35 0.39

2 0.38

3 0.39

4 0.4

5 0.39

6 0.35

Garfik 4.1 Sub-Grup Proses Pengecoran

e. Uji Kecukupan Data Dik: Tingkat ketelitian N0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Waktu Pengamatan 0.385 0.320 0.353 0.38 0.383 0.315 0.315 0.357 0.324 0.350 0.369 0.413 0.356 0.321 0.321 0.367 0.352 0.357 0.324 0.406

= 5%

0.412 0.347 0.380 0.410 0.342 0.342 0.384 0.351 0.377 0.396 0.440 0.383 0.348 0.416 0.369 0.379 0.384 0.332 0.433

0.169744 0.120409 0.1444 0.1681 0.116964 0.116964 0.147456 0.123201 0.142129 0.156816 0.1936 0.146689 0.1211104 0.173056 56 0.156816 0.143641 0.147456 0.110224 0.187489
Page 42

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 20 21 22 23 24 x Jadi : xi = 9,146 xi2 = 3,5261574 0.369 0.356 0.379 0.349 0.324 0.396 0.156816 0.392 0.153664 0.406 0.164836 0.376 0.141376 0351 0.123201 xi = 9.146 xi2 = 3.5261574 Table 4.4 Uji data pengecoran

N = N =
N = 12.74 maka data cukup jumlahnya

Keterangan : karena N xi = 9,146 f. Waktu Siklus Ws =

=
= 0.381 g. Waktu Normal P1 = Cara wasting house Keterangan : - Ketrampilan : Superskill (A1) - Usaha : Excellent (B1) - Kondisi : Ideal (A) (A) - Konsigtensi : Perfect Hasil P Keterangan Allowonce - Kelanggaran Untuk Kp : 10;47 Kelanggaran Untuk TT : 10,47
Page 43

= = = = =

+ 0,15 + 0,10 + 0,06 + 0,04 + 0,35

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Tenaga yang dikeluarkan = 2 % Siap Kerja Gerakan Kerja Kelelahan Mata Temperature Athmospher Lingkungan Kerja = 1% = 0 = 0,81 % = 1% = 0 = 1% + 5,81 % Jadi, memperolehkan allowonce = Jadi, WN = Ws x p = 0.381 x 0.35 = 0.1334 i. Waktu Baku WB = Wn ( Wn x allowance ) = 0,1334 + (0,1334 x 0,268) = 0,169 Menit II. PROSES PENGERINDAAN 1. Dibagi Dengan Sub-Group K n 1 2 3 1 1.48 1.58 1.126 2 1.80 1.62 1.106 3 2.028 1.61 1.83 4 2.35 2.39 1.106 5 2.31 1.68 1.67 6 1.126 1.89 1.111 x = Table 4.5 sub group pengerindaan = 0,268

X/n 4 1.50 1.81 1.75 1.40 1.80 1.114 1.42 1.58 1.80 1.81 1.87 1.31 9,79

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 44

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja a. Rata rata Sub-group

= =
= 1.63 b. Standart deviasi = =

= = 0.40 c. Standart deviasi sub group

= =
= 0.20 d. Hitung Z tabel Zt = 1= 1= 1,65 e. Uji keseragaman data Batas Kontrol Atas (BKA) BKA = x )

= 1.63 + (1, 65 x 0.20) = 1.96 Batas Kontrol Bawah (BKB) BKB = x )

= 1.63 (1.65 x 0.20) = 1.31 Teknik Industri 2010 / 2011


Page 45

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Plot Data; BKA = 1, 96 BKB = 1, 31 = 1.63

Grafik sub-grup Proses Pengerindaan


Sub-Grup pengerindaan 2 1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 X/n BKA BKB X 1.7085 1.63 1.42 1.23 1.8 1.58 1.31 1.81 1.87

1 1.42 1.7085 1.63 1.23

2 1.58

3 1.8

4 1.81

5 1.87

6 1.31

Grafik 4.2 Sub-Grup Proses pengerindaan Saran Mengenai Grafik Proses Pengerindaan: Saran mengenai nilai dalam grafik proses pengerindaan ini bahwa, terlihat pada Plot Data yang diatas nilai BKA = 1, 96 dan dalam hasil Grafiknya BKA = 1, 7085 itu karena nilai 1, 96 lebih besar dari nilai dalam tabel sub grup pengerindaan. Dengan inggin mendapatkan nilai 1, 7085 maka (9.76) dikurangi dengan nilai

yang paling besar dalam tabel sub grup pengerindaan, yang kemudian mulai perhitungan dari rata-rata sub grup hingga sampai uji keseragaman data.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 46

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja a. Uji Kecukupan Data Dik: Tingkat ketelitian () = 5% N0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 x Waktu Pengamatan 1.21 1.53 2.01 2.08 2.04 1.99 1.31 1.35 1.34 2.12 1.41 1.62 1.99 1.79 1.56 1.79 1.40 1.84 1.23 1.54 1.48 1.13 1.53 1.87

1.48 2.1904 1.80 3.24 2.028 4.112784 2.35 5.5225 2.31 5.3361 1.126 1.267876 1.58 2.4964 1.62 2.6244 1.61 2.5921 2.39 5.7121 1.68 2.8224 1.89 3.5721 1.126 1.267876 1.106 1.223236 1.83 3.3489 1.106 1.223236 1.67 2.7889 1.111 1,234321 1.50 2.25 1.81 3.2761 1.75 3.0625 1.40 1.96 1.80 3.24 1.114 1.240996 2 xi = 39,19 xi = 67,61 Table 4.9 Uji Data Pengerindaan

Jadi : xi = 39,19 xi2 = 67,605225 N =

N = = 61.4 Keterangan : karena N Teknik Industri 2010 / 2011 maka data cukup jumlahnya xi = 39,19
Page 47

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja b. Waktu Siklus Ws =

=
= 1.63 c. Waktu Normal P1 = Cara wasting house Keterangan : - Ketrampilan : Superskill (A1) - Usaha : Excellent (B1) - Kondisi : Ideal (A) (A) - Konsigtensi : Perfect Hasil P

= = = = =

+ 0,15 + 0,11 + 0,06 + 0,04 + 0,35

Keterangan Allowonce - Kelanggaran Untuk K : 10;47 - Kelanggaran Untuk TT : 10,47 Tenaga yang dikeluarkan Siap Kerja Gerakan Kerja Kelelahan Mata Temperatur Athmospher Lingkungan Kerja

=2% =1% = 0% = 0,81 % = 1% = 0% = 1% + 5,81 %

Jadi, Allowonce : Jadi, WN = Ws x p = 1.63 x 0.35

= 0.268

= 0.571 menit

d. Waktu Baku WB = Wn ( Wn x allowance ) = 0.571 + (0.571 x 0,268) = 0.72 menit

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 48

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja III. PROSES FREIS 1. Dibagi dengan sub-group K n 1 2 3 1 0.45 0.48 0.48 2 0.44 0.50 0.43 3 0.48 0.41 0.48 4 0.43 0.48 0.44 5 0.48 0.47 0.45 6 0.45 0.45 047 x = Tael 4.10 sub group proses freis a. Rata rata Sub-group = = = 0.46 b. Standart deviasi

X/n 4 0.43 0.47 0.48 0.46 0.47 0.48 0.46 0.46 0.46 0.45 047 0.46 2,76

= = =
= 0.022 c. Standart deviasi sub group

= =
= 0.011

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 49

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Ke & Teknik Tata Cara Kerja erancangan Kerja d. Hitung Z tabel Zt = 1= 1= 1.65 e. Uji keseragaman data Batas Kontrol Atas (BKA) BKA = = 0, 46 + (1.65 x 0.011) = 0, 47 Batas Kontrol Bawah (BKB) BKB = )

= 0 46 (1.65 x 0.011) 0, = 0, 45 Plot data: BKA = 0, 47 BKB = 0, 44 = 0, 46 Grafik Sub-Grup Proses Freis
0.475 0.47 0.47 0.465 0.46 0.46 0.455 0.45 0.45 0.445 0.44 1 X/n BKA BKB X 0.46 0.47 0.45 0.46 0.47 0.47 Sub-Grup Freis

0.46

0.46 0.45 2 0.46 3 0.47 4 0.45 5 0.47

0.46

6 0.46

Grafik 4.3 Sub-Grup proses Freis Teknik Industri 2010 / 2011


Page 50

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja f. Uji Kecukupan Data Dik: Tk ketelitian () = 5% N0 Waktu Pengamatan 1 0,18 0.45 2 0,17 0.44 3 0,21 0.48 4 0,16 0.43 5 0,21 0.48 6 0,18 0.45 7 0,21 0.48 8 0,13 0.50 9 0,14 0.41 10 0,21 0.48 11 0,20 0.47 12 0,18 0.45 13 0,20 0.48 14 0,16 0.43 15 0,21 0.48 16 0,17 0.44 17 0,18 0.45 18 0,20 0.47 19 0,16 0.43 20 0,20 0.47 21 0,21 0.48 22 0,19 0.46 23 0,20 0.47 24 0,21 0.48 x = 11, 96 Table 4.11 Uji Data Freis Jadi : xi = 11,96 xi2 = 5,0784 N =

0.2025 0.1936 0.2304 0.1849 0.2304 0.2025 0.2004 0.25 0.1681 0.2304 0.2209 0.2025 0.2304 0.1849 0.2304 0.1936 0.2025 0.2209 0.1849 0.2209 0.2304 0.2116 0.2209 0.2304 xi2 = 5, 0784

N = = 16. Keterangan : karena N maka data cukup jumlahnya xi = 10, 06

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 51

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja g. Waktu Siklus Ws = = = 0,42 h. Waktu Normal P1 = Cara wasting house Keterangan : - Ketrampilan : Superskill (A1) - Usaha : Excellent (B1) - Kondisi : Ideal (A) (A) - Konsigtensi : Perfect Hasil P Keterangan Allowonce Kelanggaran Untuk Kp : 10;47 Kelanggaran Untuk TT : 10;47 Tenaga yang dikeluarkan =2% Siap Kerja =1% Gerakan Kerja = 0% Kelelahan Mata = 0,81 % Temperature = 1% Athmospher = 0% Lingkungan Kerja = 1% + 5,81 % = 0.268

= = = = =

+ 0,15 + 0,11 + 0,06 + 0,04 + 0, 35

Jadi, allowonce: Jadi, WN = Ws x p = 0, 42 x 0.35 = 0.147 menit i. Waktu Baku WB = Wn ( Wn x allowance ) = 0.147 + (0.147 x 0,268) = 0.186 menit Teknik Industri 2010 / 2011

Page 52

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja IV. PROSES FINISHING 1. Dibagi dengan sub-grup K 1 1 0.42 2 0.42 3 0.40 4 0.39 5 0.38 6 0.42 x = a. Rata-rata sub grup

n 2 0.40 0.37 0.37 0.40 0.39 0.42 3 0.37 0.38 0.40 0.38 0.41 0.41 4 0.38 0.40 0.42 0.42 0.37 0.41

X/n 0.39 0.40 0.40 0.40 0.38 0.42 2.4

Tabel 4. Rata-rata Sub Grup Proses finishing

=
=

2,4 6

= 0. 40

b. Standart deviasi

= = = = 0.01996
c. Standart deviasi sub group

= =
= 0.00998

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 53

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Ke & Teknik Tata Cara Kerja erancangan Kerja d. Hitung Z tabel
Zt = 1= 1= 1.65

e.

Uji keseragaman data Batas Kontrol Atas (BKA) BKA = + (Zt x = 0.40 + (1. x 0, 00998) (1.65
= 0, 42 Batas Kontrol Bawah (BKB) BKB = - (Zt x ) = 0. (1.65 x 0.00998) 0.40 = 0, 38

Plot data:
BKA = 0, 42 BKB = 0, 39 = 0, 40.
Grafik Sub-Grup Proses Finishing
0.43 0.42 0.41 0.4 0.39 0.38 0.37 0.36 X/n BKA BKB X Sub-Grup Freis 0.42 0.42 0.4 0.4 0.39 0.38 0.38 1 0.39 0.42 0.38 0.4 2 0.4 3 0.4 4 0.4 5 0.38 6 0.42 0.4 0.4

Grafik 4.4 Sub-Grup proses Finishing

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 54

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja f. Uji Kecukupan Data Dik: Tk ketelitian () = 5% N0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 x Jadi : xi = 9, 49 xi2 = 3, 7603 N = Proses Pengamatan 0.15 0.15 0.13 0.12 0.11 0.15 0.13 0.10 0.10 0.13 0.12 0.15 0.10 0.11 0.13 0.11 0.14 0.13 0.11 0.13 0.15 0.15 0.10 0.11

0,42 0.1764 0,42 0.1764 0,40 0.16 0,39 0.1521 0,38 0.1444 0,42 0.1764 0,40 0.16 0,37 0.1369 0,37 0.1369 0,40 0.16 0,39 0.1521 0,42 0.1764 0,37 0.1369 0,38 0.1444 0,40 0.16 0,38 0.1444 0,41 0.1681 0,40 0.16 0,38 0.1444 0,40 0.16 0,42 0.1764 0,42 0.1764 0,37 0.1369 0,38 0.1444 xi = 9, 49 xi2 = 3,7603 Tabel 4.13 uji data finishing

N = = 2, 23 Teknik Industri 2010 / 2011

Page 55

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Keterangan : karena N g. Waktu Siklus Ws = = = 0. 45 maka data cukup jumlahnya xi = 9, 49

h. Waktu Normal P1 = Cara wasting house Keterangan : - Ketrampilan : Superskill (A1) - Usaha : Excellent (B1) - Kondisi : Ideal (A) (A) - Konsigtensi : Perfect Hasil P Keterangan Allowonce -

= = = = =

+ 0,15 + 0,11 + 0,06 + 0,04 + 0,35

Kelanggaran Untuk Kp : 10;47 Kelanggaran Untuk TT : 10,47 Tenaga yang dikeluarkan Siap Kerja Gerakan Kerja Kelelahan Mata Temperatur Athmospher Lingkungan Kerja Hasil P

=2% =1% 0% = 0,81 % = 1% = 0% = 1% + 5, 81 %

Jadi, allowonce : Jadi, WN = Ws x p = 0.45 x 0.35) = 0.1575 menit

= 0.268

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 56

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja i. Waktu Baku WB = Wn ( Wn x allowance ) = 0.1575 + (0.1575 x 0,268) = 0.198 menit 4.3 DATA WORK SAMPLING 4.3.1 DATA WORK SAMPLING WORK STATION II HARI I No Bilanga n Random 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 51 52 Saat Operator I Pengama Produktif Non Produktif tan KP TT F 08.06 08.24 08.34 08.44 08.54 09.02 09.12 09.22 09.32 09.42 10.02 10.12 10.22 10.32 10.42 10.52 11.02 11.12 11.22 11.32 11.42 11.52 12.02 12.12 12.24 12.29 12.34 Operator II Produktif Non Produktif KP TT F
Page 57

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 28 53 12.39 29 56 12.44 30 57 12.49 31 60 13.54 32 62 14.04 33 64 14.14 34 66 14.24 35 68 14.34 36 70 14.44 37 76 14.54 38 80 15.04 39 82 15.14 40 86 15.54 41 90 16.04 42 94 16.44 43 98 16.52 44 108 17.00 Jumlah produk atau non 39 1 3 1 36 produk Jumlah Produk terbuat 345 335 Table 4.14 work station hari I

4.3.2 DATA WORK SAMPLING WORK STATION II HARI II No Bilangan Random 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 Saat Pengam atan 08.06 08.24 08.34 08.44 08.54 09.02 09.12 09.22 09.32 09.42 10.02 10.12 Operator I Produktif Non Produktif KP TT F a. Operator II Produktif Non Produktif KP TT F
Page 58

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 13 26 10.22 14 28 10.32 15 30 10.42 16 32 10.52 17 34 11.02 18 36 11.12 b. 19 38 11.22 20 40 11.32 21 42 11.42 22 44 11.52 23 46 12.02 24 48 12.12 c. 25 50 12.24 26 51 12.29 27 52 12.34 28 53 12.39 29 56 12.44 30 57 12.49 31 60 13.54 32 62 14.04 33 64 14.14 34 66 14.24 35 68 14.34 36 70 14.44 37 76 14.54 d. 38 80 15.04 39 82 15.14 40 86 15.54 41 90 16.04 42 94 16.44 43 98 16.52 44 108 17.00 Jumlah produk atau non 37 2 3 2 38 produk Jumlah Produk terbuat 340 350 Table 4.15 work station hari II

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 59

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 4.3.3 DATA WORK SAMPLING WORK STATION II HARI III No Bilangan Random 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 51 52 53 56 57 60 62 64 66 68 Saat Operator I Pengamat Produktif Non Produktif an KP TT F 08.06 08.24 08.34 08.44 08.54 09.02 09.12 09.22 09.32 09.42 10.02 10.12 10.22 10.32 10.42 10.52 11.02 11.12 11.22 11.32 11.42 11.52 12.02 12.12 12.24 12.29 12.34 12.39 12.44 12.49 13.54 14.04 14.14 14.24 14.34 Operator II Produkti Non Produktif f KP TT F
Page 60

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 36 70 14.44 37 76 14.54 38 80 15.04 39 82 15.14 40 86 15.54 41 90 16.04 42 94 16.44 43 98 16.52 44 108 17.00 Jumlah produk atau non produk Jumlah Produk terbuat a. b. 36 3 3 2 330 39

320 Table 4.16 work station hari III

Penyelesaian:
Produktif 39 37 36 Operator I Operator II Non produktif Produktif Non produktif KP TT F KP TT 1 3 1 36 2 2 2 3 2 38 2 2 3 2 39 2 1 Table 4.17 Data work sampling

F 4 2 2

Data Jumlah Produk Terbuat: Produk terbuat Operator I Operator II Hari I II 345 340 335 250 Table 4.18 Data jumlah produk terbuat III 320 330

4.3.4 OPERATOR I 1. Table Work Sampling Kegiatan Produktif Non produktif Jumlah % produktif Frekuensi Teramati Pada Hari I II III 39 37 36 5 7 8 44 44 44 88.64 84.09 81.81 Table 4.19 Table Working Sampling Total 112 20 132 84.84

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 61

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 2. Jumlah Produksi Rata - Rata

= 0.85 3. Jumlah pengamatan rata rata

= 44 4. Test Keseragaman Data (BKA & BKB)

= 1.65

BKA

= 0. 94

BKB = P Zt x

P(1 P) n

= 0.85 = 0.76

1.65 x

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 62

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Ke & Teknik Tata Cara Kerja erancangan Kerja 88.64 % produktif 84.09 81.81 Table 4.20 % Produktifi BKA BKB = 0.94 = 0.76 = 0.85 % produktif = 0.89, 0.84, 0.82 Grafik Work Sampling OP I
1 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 Prod I BKA BKB P 0.94 0.85 0.76 0.89 0.84 0.82

0.89% 0.84% 0.82%

% Produktif OP I

1 0.89 0.94 0.76 0.85

2 0.84

3 0.82

Grafik 4.5 Work Sampling OP I 5. Test kecukupan Data Dik: = 15% = 90% N = = = 14.24 Ket: karena N` 14,24 maka data cukup

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 63

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 6. Menentukan Data Baku a. Presentasi produktif (A) A= = x 100% x 100%

= 84.84% b. Jumlah menit pengamatan (B) B = 8 jam x 60 menit x 3 = 1440 menit c. Jumlam menit produktif (C) C=AxB = 84.84% x 1440 = 1221.696 d. Jumlah produk yang di hasilkan selama pengamatan (D) D = 345 + 340 + 320 = 1005 e. Waktu yang diperlukan (Ws) Ws =

=
= 1.2156 menit / buah f. Waktu normal (Wn) Wn = Ws x P1 P1 P1 = cara wasting house = (1 + 0.35) = 1.35 Maka: Wn = Ws x P1 = 1.2156 x 1.35 = 1.641

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 64

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Cara Wasting House Ketrampilan superskill (A) = + 0.15 Usaha excellent Kondisi ideal Konsistensi perfect Hasil P g. Waktu baku Wb = Wn + (Wn x All) Allowance I KP TT F 1 3 1 Hari ke II 2 3 2 III 3 3 2 (B1) = + 0.10 (A) = + 0.06 (A) = + 0.04 + = 0.35

Table 4.21 Non Produktif KP = = x 100 % x 100 %

= 4.55 % TT = = = 6.82 %

x 100 %
x 100 %

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 65

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja F = = = 3.79 % Jumlah allwance: KP + TT + F = 4.55 % + 6.82 % + 3.79 % = 15.16 % Jadi Wb = Wn + (Wn x All) = 1.641 + (1.641 x 15.16) = 2.693 Menit. Uraian Fatique Tenaga kerja Sikap kerja Gerakan kerja Kelelahan mata Atmosphere Lingkungan kerja Temperature 2% 1.5 % 0 1.5 % 0 1% 1.5 % 7.5 % Tabel 22 Uraian Fatique untuk OP I x 100 % x 100 %

4.3.5

OPERATOR II

1. Table Work Sampling Kegiatan Produktif Non produktif Jumlah % produktif Frekuensi Teramati Pada Hari I II III 36 38 39 8 6 5 44 44 44 81.81 86.36 88.64 Table 4.23 Table Working Sampling OP II Total 113 19 132 85.60

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 66

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 2. Jumlah Produksi Rata - Rata = = = 0.86 3. Jumlah pengamatan rata rata N= : 100% : 100 %

= = 44 4. Test Keseragaman Data (BKA & BKB) Zt = 1 =1 = 1.65 BKA = + Zt.

= =

=
BKB =

= 77
Page 67

= =

Teknik Industri 2010 / 2011

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 81.81 % produktif 86.36 88.64 Table 4.24 % Produktifi OP II = 0.95 = 0.77 = 0.86 % Produktif = 0.82, 0.86, 0.89 Grafik Work Sampling OP II
1 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 % Produktif OP II 0.95 0.86 0.77 0.82 0.86 0.89

0.82% 0.86% 0.89%

BKA BKB

1 % Prodk BKA BKB P 0.82 0.95 0.77 0.86

2 0.86

3 0.89

Grafik 4.5 Work Sampling OP II e. Test kecukupan Data Dik: = 15% = 0.15 = 90% = 0.9 N = = = = 16.57 Ket: karena N 16.57 maka data diangap cukup

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 68

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja 5. Menentukan Data Baku a. Presentasi produktif (A) A= = x 100% x 100%

= 85.61% b. Jumlah menit pengamatan (B) B = 8 jam x 60 menit x 3 = 1440 menit c. Jumlam menit produktif (C) C=AxB = 85.61% x 1440 = 1232.784 menit d. Jumlah produk yang di hasilkan selama pengamatan (D) D = 335 + 350 + 330 = 1015 e. Waktu yang diperlukan (Ws) Ws = = = 1.215 menit / buah f. Waktu normal (Wn) Wn = Ws x P1 P1 = cara wasting house P1 = (1 + 0.35) = 1.35 Maka: Wn = Ws x P1 = 1.215 x 1.35 = 1.64

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 69

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Cara Wasting House Ketrampilan superskill (A) = + 0.15 Usaha excellent Kondisi ideal Konsistensi perfect Hasil P g. Waktu baku Wb = Wn + (Wn X All) Allowance I KP TT F 2 2 4 Hari ke II 2 2 2 III 2 1 2 (B1) = + 0.10 (A) = + 0.06 (A) = + 0.04 + = 0.35

Table 4.25 Non Produktif KP = = x 100 x 100 %

= 4.55% TT = = x 100 %

x 100 %

= 3.79 % F = = x 100

x 100 %

= 6.06 % Jumlah allwancce: = 4.55 % + 3.79 % + 6.06 % = 14.4 % Teknik Industri 2010 / 2011
Page 70

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Jadi Wb = Wn + (Wn X All) = 1.64 + (1.64 x 14.4) = 25.26 menit. Uraian Fatique Tenaga kerja Sikap kerja Gerakan kerja Kelelahan mata Atmosphere Lingkungan kerja Temperature 2.1 % 1% 0 1.5 % 0 1% 1.5 % 7.1 % Tabel 4.26 Uraian Fatique untuk OP II

4.4 ANALISA PEMBAHASAN DATA TIME STUDY 4.4.1. Time Study Time study terbagi dalam dua bagian besar yaitu: Work Sampling, dan Jam Henti Dan tentu keduanya dibahas dan dianalisa secara terpisah-pisah.

A. Jam Henti Pada pengamatan ini, terdapat 96 bilangan randon antara 0.10 2.12 yang kemudian ditambahkan dengan 27 (nilai digit terakhir dari nomor urutan berdasarkan dari pembagian dari dosen pengasuh mata-kuliah). Terdapat 4 proses dalam jam henti/stop watch antara lain (proses pengecoran, proses pengerindaan, proses freis dan proses finishing) dalam proses pengolahan data, di ambil secara bertahap-tahap yaitu dimulai dari pembagian sub grup, rata rata sub grup, standar deviasa sub grup, perhitungan Ztabel, uji keseragam data, uji kecukupan data hingga serangkaian perhitungan dalam penentuan waktu baku.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 71

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Plot data yang dilakukan yaitu terjadi sebanyak empat kali untuk masing-masing proses yaitu bahwa pada tahapan pegecoran yang pertama sub grup ke 24 dengan nilai 0.35 (BKB) < dari pada 0.38 ( ) dari pada 0.41 (BKA), dan untuk proses dari pada

pengerindaan sub grup ke 24 dengan nilai 1.3 (BKB) < dari pada 1.63 ( )

1.96 (BKA). Untuk proses freis sub grup ke 24 dengan nilai 0.44 (BKB) < dari pada 0.46 ( ) dari pada 0.48 (BKA). Sedangkan untuk proses finishing sub grup ke 24 dengan dari pada 0.42 (BKA).

nilai 0.38 (BKB) < dari pada 0.40 ( )

Perlu juga disebutkan bahwa dengan menggunakan sistem wasting house, kita dapat menentukan waktu baku dari perhitungan pengukuran untuk setiap proses yang terjadi atau dilakukan di PT UNPAZ Jaya.

Saran Mengenai Grafik Proses Pengerindaan: Saran mengenai nilai dalam grafik proses pengerindaan ini bahwa, terlihat pada Plot Data yang diatas nilai BKA = 1, 96 dan dalam hasil Grafiknya BKA = 1, 7085 itu karena nilai 1, 96 lebih besar dari nilai dalam tabel sub grup pengerindaan. Dengan inggin mendapatkan nilai 1, 7085 maka nya (9, 76) dikurangi dengan

nilai yang paling besar dalam tabel sub grup pengerindaan, yang kemudian mulai perhitungan dari rata-rata sub grup hingga sampai uji keseragaman data. Dan perhitungan ini terjadi di halaman 36.

B. Work Sampling Pengamatan untuk work sampling, dilakukan selama tiga hari, Tiap operator memiliki produktivitas dan non produktivitas yang berbeda dalam pembuatan produk yang berpengaruh juga pada jumlah produk yang berbeda. Operator I, secara berturut-turut yaitu pada hari pertama, kedua dan ketiga memiliki jumlah produktif sebesar 112, sehingga jumlah produk yang terbuat sebanyak 320 buah. Jumlah pengamatan yang dilakukan untuk operator I yaitu 132 kali selama tiga hari berturut turut.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 72

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Persen produk untuk operator I juga berbeda dengan operator II Operator I memiliki produktivitas sebesar 84.84% dengan spesifikasi hari pertama sebesar 88.64%, hari ke dua sebesar 84.09% dan hari ke tiga 81.81%. Berdasarkan pengolahan data, hanyalah sekali dilakukan plot data karena ketiga porsentasi produktif ada dalam batas control. Dengan demikian, dapatlah di buat suatu perhitungan terhadap waktu baku yaitu pada operator 1 ini, waktu baku yang didapat yaitu sebesar 1963.194 menit yang diperlukan juga untuk melakukan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan untuk operator II juga dilakukan selama tiga hari berturut- turut. jumlah produktif sebesar 113 dimana jumlah produk yang didapat secara keseluruhan yaitu sebesar 330 buah. dalam pengamatan sebesar 132 kali selama tiga hari. Persen produk untuk operator I juga berbeda dengan operator II Operator I memiliki produktivitas sebesar 85.60% dengan spesifikasi hari pertama sebesar 81.81%, hari ke dua sebesar 86.36% dan hari ke tiga 88.64.. Berdasarkan pengolahan data, hanyalah sekali dilakukan plot data karena ketiga porsentasi produktif ada dalam batas control. dengan demikian, dapatlah di buat suatu perhitungan terhadap waktu baku yaitu pada operator II ini, 2544.308 menit, dengan faktor penyesuaian berdasarkan cara westing house dan allowance yang meliputi kepentingan pribadi, tak terhindarkan dari uraian fatique.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 73

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan 5.1.1 Peta Peta Kerja Peta-peta kerja merupakan peta yang digunakan khusus untuk menganalisa suatu sistem kerja yang mencatat secara sistimatis dari mulai kegiatan bekerja hingga penyimpanan untuk menyajikan informasi-informasi atau facta-facta yang ada dari sistem kerja yang telah dilakukan, Ada dua macam kegiatan kerja yaitu: kegiatan kerja keseluruhan yaitu melibatkan sebagian besar fasilitas yang diperlukan dalam membuat produk. Kegiatan ini meliputi peta proses operasi, peta aliran proses, peta proses kelompok kerja dan diagram aliran sedangkan kegiatan kerja setempat yaitu kegiatan kerja pada suatu stasiun yang melibatkan orang atau fasilitas yang terbatas. Kegiatan ini juga meliputi dua peta yakni peta kerja dan mesin dan peta tangan kiri dan tangan kanan. Peta-peta kerja tersebut digunakan untuk mengetahui suatu sistem kerja yang lebih baik dengan produktivitas yang tinggi serta efisien.

5.1.2. Time Study Berdasarkan serangkaian pembahasan tentang time study yang meliputi work sampling dan jam henti, maka dapat di tarik kesimpulan yang di landaskan pada pengumpulan dan pengolahan data. Terdapat satu kesamaan dalam pengolahan data untuk work sampling dan jam henti bahwa, tujuan dari keduanya yaitu untuk mengetahui waktu baku untuk satu produk dari operator dengan perhitungan masing-masing upah preminnya dimana dalam hal ini berdasarkan sistem bart. Salah satu hal yang menonjol tentang diferensi kedua sub pembahasan ini yaitu bahwa berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data, work sampling lebih memperhatikan porsentasi produktif dalam melakukan perhitungan waktu baku maupun upah premi hingga gaji operator. Sedangkan pada jam henti hanya langsung terfokus pada hasil perhitungan waktu baku dan upah premi yang tentunya berdasarkan pula

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 74

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja pengumpulan data dan pengolahannya. Perlu juga dikatakan bahwa waktu baku, sangat berguna dalam perhitungan upah premi yang tentunya secara praktikal perlu di ketahui upah UMR dari setiap operator pada suatu perusahaan.

5.2.

Saran

5.2.1. Peta-Peta Kerja Dalam pelaksanaan praktikum agar lebih baik di masa mendatang maka beberapa alternativ yang perlu di perhatikan yakni perlu penambahan fasilitas untuk praktikum sehingga para praktikum tidak di hadapkan pada sesuatu yang abstrak, misalnya dalam peta-peta kerja perlu pengindentifikasian benda kerja yang real (Nyata) supaya bisa menambahkan pengetahuan bagi para pelajar untuk mengamati betul-betul mengenai Analisa Perancangan Kerja dan Teknik Tata cara Kerja dalam praktikum yang berikutnya.

5.2.2. Time Study Beberapa saran yang dapat dianggap sebagai suatu acuan yaitu pada modal ini perlu di praktekan secara nyata khususnya untuk proses percobaan jam henti agar mahasiswa tidak dihadapkan pada sesuatu yang abstrak. Sehingga benar-benar tercipta suatu keseimbangan antara teori dan praktikum. Selain itu, dalam pengerjaan modul ini, khususnya pada tahap pengolahan data masih terdapat beberapa kekurangan yakni ketelitian praktikan dalam perhitungan; dan kecermatan dalam menyelesaikan tugas.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 75

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

DAFTAR PUSTAKA
Teknik Tata Cara Kerja, Iftikar Z.Sutalaksan, Ruhana Anggawisastra, John H.T jakraatmadja.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 76

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja LAMPIRAN Lampiran 1 Gambar Hasil Rakitan Meja Gambar, beserta dengan rangka-rangka dari Meja Gambar.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 77

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 78

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja Lampiran 2 Peta proses operasi, untuk pembuatan Meja Gambar, peta sekarang dan usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 79

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 80

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 3

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar rangka atas, peta Sekarang dan Usulan
PETA ALIRAN PROSES
RINGKASAN Kegiataan sekarang Usulan Beda Pekerjaan Nomor peta Orang : pembuatan MEJA GAMBAR rangka atas : 2 : Bahan :

Jumlah Waktu Jumlah waktu Jumlah waktu 4' 1' 1' 20' 6' 18'

Sekarang

Usulan :

Dipetahkan Oleh : Almerindo Bianco Sequeira Nim Tanggal : 08.05.02.048 : 20 - 2 - 2011

Jml Total LAMBANG Waktu m URAIAN KEGIATAAN Jarak m Jumlah ANALISA Bagaimana TINDAKAN Gabungan
URUTAN

Dimana

Ruang

Kapan

Urutan

Bahan kayu jati dari gudang

220 m

1 18' 1 3'

Bahan diukur sesuai dengan kebutuhan dengan mengunakan meter Bahan dipotong sesuai dengan ukuran Dengan mengunakan gergaji kayu Bahan dibawah ketempat penhalusan dengan mengunakan pahat dan amplas Melakukan pemeriksaan ukuran dengan melakukan pengamatan Bahan dipoleskan dengan bernis Kemudian bahan ditunggu untuk dirakit Dengan keranka yang lain

5'

7'

1 1

6' 5'

Teknik Industri 2010 / 2011

Apa

Orang

Siapa

Catatan

Tampat

Page 81

Perbaiki

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 82

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 4

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar ranka kaki meja gambar kiri dan kanan, peta Sekarang dan Usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 83

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 84

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 5

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar ranka sepatu meja gambar untuk kiri dan kanan, peta Sekarang dan Usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 85

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 86

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 6

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar ranka penahan atap meja gambar, peta Sekarang dan Usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 87

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 88

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 7

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar ranka jepit kaki meja gambar, peta Sekarang dan Usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 89

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 90

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 8

Peta aliran proses untuk pembuatan Meja Gambar Peta Sekarang dan Usulan

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 91

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 92

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 9

Peta diagram aliran untuk aliran rangka meja gambar Peta Sekarang

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 93

Almerindo Bianco Sequeira

Analisa Perancangan Kerja & Teknik Tata Cara Kerja


Lampiran 10

Peta-Peta Pekerjaan dan Mesin untuk Pengilingan Lombo, Peta sekarang & usulan.

Teknik Industri 2010 / 2011

Page 94