Anda di halaman 1dari 22

9/25/2008

OBAT KARDIOVASKULER
dr. Sianny Suryawati Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

9/25/2008

Pokok Bahasan

Hipertensi Angina Gagal Jantung Kongestif Aritmia Diuretika

HIPERTENSI

Hipertensi kelainan yang sering dijumpai Macam : Hipertensi primer (90%) penyebab tidak diketahui Hipertensi sekunder (5%-10%) akibat penyakit lain (5%Insidens : USA sekitar 15% (60 juta orang) Sering tanpa gejala Hipertensi kronis gagal jantung kongestif, infark miokardial, kerusakan ginjal, CVA

9/25/2008

Klasifikasi Tekanan Darah


Berdasarkan JNC VII

Klasifikasi TD Normal Prehipertensi Hipertensi stage 1 Hipertensi stage 2

Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) < 120 120 139 140 159 > 160 dan < 80 atau 80 - 89 atau 90 99 atau > 100

9/25/2008

Respons Terhadap Penurunan Tekanan Darah


Respons yang diperantarai sistem saraf simpatis

Aktivitas simpatis Penurunan TD Aliran darah renal

Aktivasi rec. 1 di jantung Aktivasi rec. 1 pada otot polos

Cardiac output Tahanan Perifer Kenaikan TD

Renin

Angiotensin II

Aldosteron Retensi garam dan air

GFR

Volume darah

Respons yang diperantarai sistem renin-angiotensin-aldosteron

Algoritma Pengobatan Hipertensi


Modifikasi Gaya Hidup Belum mencapai target tekanan darah ( <140/90 mmHg; <130/80 untuk penderita DM atau CKD) Obat awal Tanpa penyakit penyerta Dengan penyakit penyerta

Hipertensi Stage 1 Diuretik Thiazide ACE-inhibitor / ARB -blocker Calcium channel blocker Atau kombinasi

Hipertensi stage 2 Terapi menggunakan 2 obat (biasanya diuretika thiazide dan ACE-inhibitor atau ARB atau -blocker atau CCB)

Obat utk penyakit penyerta Gunakan obat antihipertensi (diuretik, ACE-inhibitor, ARB, b-blocker, atau CCB) sesuai indikasi

9/25/2008

I. DIURETIKA

Obat lini pertama Terbanyak diuretika thiazide Cara kerja : meningkatkan ekskresi garam dan air, menghambat retensi garam dan air yang sering dijumpai pada penggunaan antihipertensi lain Terapi jangka panjang volume plasma normal, menurunkan tahanan perifer

Aktif per oral ES : hipokalemia, hiperurisemia, hiperglikemia, hipomagnesemia

9/25/2008

II. -blocker
Cara kerja : Menurunkan cardiac output Menghambat sistem saraf simpatis Menghambat pelepasan renin dari ginjal Prototip : propranolol ( 1 dan 2 receptor blocker) ( 1 selektif blocker metoprolol, atenolol utk px HT dengan asma

Aktif per oral, mengalami metabolisme lintas pertama Utk hipertensi dengan penyakit penyerta (supraventrikuler takiaritmia, riwayat infark miokard, angina pektoris, gagal jantung kongestif, dan migrain) ES : bradikardi, hipotensi, letargi, insomnia, halusinasi, meningkatkan TG dan menurunkan HDL, disfungsi seksual Penghentian mendadak rebound HT akibat upupregulasi reseptor

9/25/2008

III. ACE Inhibitor

ES : batuk kering (akibat peningkatan bradikinin), rash, demam, altered taste, hipotensi (pada keadaan hipovolemia), hiperkalemia Tidak boleh diberikan bersama suplemen kalium ataupun diuretika hemat kalium (contoh : spironolakton) Fetotoksik tidak boleh diberikan pada wanita hamil

9/25/2008

IV. ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER


Prototip : losartan Efek farmakologis mirip ACE inhibitor a menyebabkan vasodilatasi dan menurunkan sekresi aldosteron Menurunkan nefrotoksisitas pada penderita DM Tidak menyebabkan batuk Fetotoksik

9/25/2008

V. CALCIUM CHANNEL BLOCKER


Kalsium masuk sel melalui kanal yg sensitif terhadap voltase CCB memblok masuknya kalsium melalui kanal tipe L yg tdpt pd otot polos jantung dan pembuluh darah koroner dan perifer menyebabkan relaksasi pembuluh darah melebar Mempunyai efek natriuretik intrinsik tidak perlu penambahan diuretik

Utk terapi penderita HT dengan penyakit penyerta asma, diabetes, angina, dan/atau penyakit vaskuler perifer T1/2 pendek (3-8 jam) pemberian 3x sehari (3ES : konstipasi (10%), pusing, sakit kepala, rasa lelah akibat menurunnya TD

9/25/2008

CCB

Diphenyalkylamines

Benzothiazepines

Dihydropyridines

Verapamil

Diltiazem

Nifedipine Amlodipine Felodipine Isradipine Nicardipine Nisolpidine

VERAPAMIL CCB yang tidak selektif Berefek pada otot polos jantung dan pembuluh darah Efek inotropik negatif tidak boleh diberikan pada penderita gagal jantung kongestif Digunakan utk terapi angina, supraventrikuler takiaritmia, dan migrain DILTIAZEM Juga berefek pada otot polos jantung dan pembuluh darah Efek inotropik negatif dan efek sampingnya lebih sedikit dibandingkan verapamil

10

9/25/2008

DIHYDROPYRIDINES

Generasi I : Nifedipine Lainnya : Generasi II interaksi dengan obat kardiovaskuler lain sedikit Efek pada CCB pada otot polos pembuluh darah > jantung Efektif untuk terapi hipertensi Nimodipine termasuk dihydropyridine digunakan utk terapi stroke

VI. -blocker

Prazosin, doxazosin, terazosin Blok kompetitif terhadap adrenoseptor a1 a relaksasi otot polos arteri dan vena a tahanan vaskuler perifer menurun a TD menurun Perubahan minimal pada cardiac output, aliran darah ginjal, GFR takikardi (jangka panjang) ES : retensi garam dan air, postural hipotensi, refleks takikardi, syncope (dosis I)

11

9/25/2008

VII. OBAT ADRENERGIK SENTRAL


CLONIDINE 2 agonis menurunkan outflow adrenergik sentral Utk terapi HT ringan s/d sedang yang tidak responsif thd diuretik saja Tidak menurunkan aliran darah ginjal dan GFR utk HT dg komplikasi peny. ginjal Absorpsi baik stlh pemberian p. o Ekskresi lewat ginjal ES : retensi garam dan air, sedasi, mukosa nasal mengering Penghentian mendadak rebound HT

-METHYLDOPA

Prodrug methylnorepinephrine 2 agonis menghambat outflow adrenergik sentral tahanan perifer menurun TD turun Cardiac output dan aliran darah ke organ penting tidak terpengaruh ES yang paling umum : sedasi dan drowsiness

12

9/25/2008

VIII. VASODILATOR

Merupakan relaksan otot polos vaskuler yang bekerja langsung pada pembuluh darah menurunkan tahanan perifer tekanan darah Respons kompensasi : peningkatan kontraktilitas dan denyut jantung serta konsumsi oksigen jantung, juga timbul retensi garam dan air Respons kompensasi tersebut dapat diblok dengan pemberian diuretika dan -blocker

HYDRALAZINE

Vasodilator direk Hampir selalu digunakan bersama dengan -blocker (mis, propranolol, utk mengontrol refleks takikardi) dan diuretik (utk mengurangi retensi garam) Hydralazine monoterapi a untuk mengontrol hipertensi pada kehamilan ES : sakit kepala, mual, berkeringat, aritmia, presipitasi angina, lupus-like syndrome (dosis tinggi, reversibel) lupus-

13

9/25/2008

MINOXIDIL

Menyebabkan dilatasi arteriol tetapi tidak mendilatasi vena P.o, utk hipertensi maligna yang tidak teratasi dengan obat lain ES : refleks takikardi, retensi garam dan air berat, hipertrikosis (pertumbuhan rambut tubuh) Sekarang banyak digunakan secara topikal utk terapi kebotakan

Kombinasi Obat Anti Hipertensi


Diuretik -blocker Angiotensin Receptor Locker

-blocker

Calcium Channel Blocker

ACE Inhibitor
Kombinasi rasional Terbukti menguntungkan pada percobaan

14

9/25/2008

HYPERTENSIVE EMERGENCY

Jarang, namun mengancam jiwa TD diastole >150 mmHg (dengan sistole >210 mmHg) pada individu sehat, atau TD diastole >130 mmHg pd individu dg komplikasi seperti ensefalopati, perdarahan serebral, gagal jantung, atau stenosis aorta Tujuan terapi : menurunkan tekanan darah secara cepat

a. Sodium Nitroprusside

Pemberian i.v vasodilatasi arteri dan vena refleks takikardi Cepat dimetabolisme (T1/2 bbrp menit) infus kontinuos

b. Labetalol

Merupakan blocker reseptor sekaligus Pemberian : bolus i.v atau per infus Tidak menyebabkan refleks takikardi

15

9/25/2008

c. Fenoldopam

Antagonis reseptor dopamin-1 perifer dopaminPemberian : infus i. v. Menurunkan tekanan darah tetapi tetap mempertahankan perfusi renal Kontraindikasi pada penderita glaukoma

d. Nicardipine

Merupakan bloker kanal kalsium Pemberian : infus i. v.

ANGINA

Nyeri dada mendadak yang parah, seperti ditekan, yang menyebar ke leher, rahang bawah, bahu, dan lengan kiri Disebabkan ketidakseimbangan antara aliran darah koroner dengan kebutuhan O2 miokard iskemia

16

9/25/2008

TIPE ANGINA
1.

2. 3.

ANGINA STABIL/ ANGINA ATEROSKLEROTIK ANGINA UNSTABLE ANGINA VARIANT/ ANGINA PRINTZMETAL/ ANGINA VASOSPASTIK

A. ANGINA STABIL

Bentuk yang paling umum dijumpai Penyebab : sumbatan plaque ateromatous pada pembuluh darah koroner Nyeri timbul saat tjd peningkatan kerja jantung (mis, saat aktivitas, stress) iskemia akibat obstruksi aliran Nyeri hilang dgn istirahat atau pemberian nitrogliserin

17

9/25/2008

b. ANGINA UNSTABLE

Disebut juga sindroma koroner akut Gejala : peningkatan frekuensi dan keparahan nyeri dada Tidak dicetuskan oleh peningkatan aktivitas Tidak hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin

c. ANGINA PRINZMETAL/VARIANT

Terjadi karena spasme arteri koronaria yg reversibel Spasme terjadi sewaktu-waktu, bahkan saat sewaktuistirahat tidak berhubungan dengan peningkatan aktivitas, denyut jantung, ataupun tekanan darah Respons baik dengan pemberian vasodilator Dapat menjadi unstable angina

18

9/25/2008

TERAPI ANGINA
FARMAKOLOGIS NON-FARMAKOLOGIS

Nitrat Organik

B-blocker

Ca2+ Channel blocker

CABG

PTCA

ISDN ISMN Nitrogliserin

Acebutolol Atenolol Metoprolol Propranolol

Amlodipine Diltiazem Felodipine Nicardipine Nifedipine Nitredipine Verapamil

I. NITRAT ORGANIK

ISDN dan ISMN sediaan oral Nitrogliserin sediaan oral, sublingual, transdermal Amyl nitrit zat volatil sediaan inhalasi Mekanisme kerja : menurunkan vasokronstriksi koroner dan spasme Nitrogliserin sublingual obat pilihan utk serangan angina krn aktivitas / stress

19

9/25/2008

Pemberian Nitrat

Nitrit

Defosforilasi Miosin Light chain

Relaksasi otot polos vaskuler

Nitric oxide

c-GMP

Farmakokinetik nitrat
Jenis nitrat Nitrogliserin Tablet sublingual Tablet oral, lepas lambat Transdermal Isosorbid dinitrat Sublingual Tablet oral, lepas lambat Isosorbid mononitrat Tablet oral, lepas lambat Mula Kerja 2 menit 35 menit 30 menit 5 menit 30 menit 30 menit Lama Kerja 25 menit 4 8 jam 8 14 jam 1 hari 8 jam 12 jam

20

9/25/2008

ES : sakit kepala Pada dosis tinggi dapat menyebabkan postural hipotensi, facial flushing, takikardi Sildenafil potensiasi kerja nitrat pemberian kedua obat ini harus diselang 6 jam Toleransi thd nitrat cepat timbul diatasi dgn pemberian berseling (nitrate free interval) 10-12 jam 10biasanya saat malam hari Variant angina memburuk pada dini hari krn catecholamine surge interval pemberian nitrat pada sore hari

II. BETA BLOCKER


Menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi kebutuhan oksigen miokardium Propranolol tidak kardioselektif Metoprolol, acebutolol, atenolol kardioseletif Pada dosis tinggi semua -blocker dapat menghambat reseptor 1 dan 2 Dapat diberikan bersama nitrat untuk meningkatkan durasi latihan dan toleransi KI : asma, diabetes, bradikardi berat, penyakit vaskular perifer, penyakit paru obstruktif kronis Penghentian obat tappering off menghindari rebound angina/hipertensi

21

9/25/2008

III. CALCIUM CHANNEL BLOCKER


a. NIFEDIPINE Derivat dihydropiridine Terutama bekerja sebagai vasodilator arterial a terapi variant angina krn vasospasme spontan Amlodipine a tidak mempengaruhi denyut jantung dan cardiac output Pemberian p.o, dpt berupa tablet lepas lambat Mengalami metabolisme di hepar, ekskresi lewat urine dan feses ES : flushing, sakit kepala, hipotensi, edema perifer, konstipasi, refleks takikardi Dihidropiridine short acting hrs dihindari pada penyakit jantung koroner

b. VERAPAMIL

Memperlambat konduksi jantung secara langsung a efek inotropik negatif Dimetabolisme di hepar KI pada pasien dengan fungsi jantung yang menurun atau ada abnormalitas konduksi atrioventrikuler Pada penderita yg juga mendapat digoxin a dapat meningkatkan kadar digoxin

c. DILTIAZEM Meperlambat konduksi AV a memperlambat denyut jantung Mengatasi spasme arteri koroner a terapi variant angina Dimetabolisme di hepar, ES sedikit

22