Anda di halaman 1dari 6

Disusun Oleh : Cicih Susanti ( 109093000030) Waliyyatul Ummah (109093000040) Diajeng Rahmawati (109093000076) Yudhistira Maulana (109093000132) Tugas

ugas Resume

Pengenalan PMBOK
Pmbok merupakan standar yang telah diakui untuk profesi projek manajemen Standar itu merupakan dokumen formal yang dibentuk berdasarkan norma,metode, proses dan pengalaman PMBOK merupakan panduan/acuan untuk mengatur sebuah projek PMBOK terkait dengan konsep dan menggambarkan PLC beserta prosesnya 1.1 Tujuan PMBOK Tujuan utama PMBOK Guide adalah untuk mengidentifikasikan bagian dari PMBOK sehingga memudahkan dalam praktek. 1.2 Project Proyek adalah usaha sementara yang dilakukan untuk menciptakan produk yang unik, jasa, atau hasil. Sifat sementara proyek menunjukkan pasti awal dan akhir. Pekerjaan yang sedang berlangsung umumnya merupakan proses yang berulang-ulang karena mengikuti prosedur organisasi Melibatkan 1 orang, unit organisasi tunggal atau beberapa unit organisasi Sebuah proyek dapat membuat: Sebuah produk yang dapat berupa komponen barang lain atau item tujuan itu sendiri, Sebuah kemampuan untuk melakukan layanan (misalnya, fungsi bisnis yang mendukung produksi atau distribusi), atau sebuah hasil seperti hasil atau dokumen (misalnya, sebuah proyek penelitian yang mengembangkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk menentukan apakah tren hadir atau proses baru akan menguntungkan masyarakat)

Contoh proyek meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Mengembangkan produk atau jasa baru, Mempengaruhi perubahan dalam kepegawaian, struktur. atau gaya suatu organisasi, Mengembangkan atau memperoleh suatu sistem informasi yang baru atau diubah Membangun sebuah bangunan atau infrastruktur, atau Menerapkan proses bisnis baru atau prosedur.

1.3 Pengertian Manajemen Proyek

Manajeman Proyek adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan, keahlian, alat bantu, dan tehnik yang digunakan dalam aktifitas proyek agar memenuhi kebutuhan atau persyaratan dari proyek tersebut. Proses dalam manajemen proyek terdiri dari 5 grup yaitu : Initiating Planning Executing Monitoring and controlling Closing Tahapan dalam manajemen proyek mencakup : Mengidentifikasi persyaratan Menentukan kebutuhan yang bervariasi, tujuan, dan harapan dari para stakeholder Menyeimbangkan project constraint yaitu scope, quality, schedule, budget, resource, dan risk.

Setiap faktor dari project constraint saling berhubungan. Bila satu faktor berubah maka faktor lain pun akan berubah pula. Contohnya bila schedule penyelesaian ternyata lebih lama dari yang direncanakan, maka biaya yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek akan membengkak. 1.4 Hubungan antara manajemen proyek , manajemen program, dan manajemen portofolio Dalam organisasi manajemen proyek yang telah matang, manajemen proyek yang ada dipengaruhi oleh manajemen program dan manajemen portofolio.

Proyek, program, dan portofolio memiliki pendekatan yang berbeda. 1.4.1 Manajemen portofolio Manajemen portofolio mengacu pada manajemen terpusat dari satu atau lebih portofolio, yang meliputi mengidentifikasi, memprioritaskan, otorisasi, mengelola, dan mengendalikan proyekproyek, program, dan kerja terkait lainnya untuk mencapai tujuan tertentu bisnis strategis.Manajemen portofolio berfokus untuk memastikan bahwa proyek-proyek dan program terakhir untuk memprioritaskan alokasi sumber daya, dan bahwa pengelolaan portofoliokonsisten dengan dan sesuai untuk strategiorganisasi.

1.4.2

program manajemen

program didefinisikan sebagai keterkaitan yang baik dari proyek yang dikelola secara terkoordinasi Untuk memperoleh dan mengendalikan secara individu. program termasuk elemen atau kerja yang terkait di luar lingkup proyek dalam program ini. proyek mungkin atau mungkin tidak menjadi bagian dari program tetapi program akan selalu memiliki proyek

manajemen program didefinisikan sebagai manajemen terpusat dari program yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan strategis program dan manfaat. proyek dalam program terkait melalui hasil umum atau kemampuan kolektif. jika hubungan antara proyek hanya yang dari klien bersama, penjual, teknologi, atau sumber daya, usaha harus dikelola sebagai portofolio proyek bukan sebagai program 1.4.3 proyek dan perencanaan strategi

manajemen program berfokus pada ketergantungan proyek dan membantu untuk menentukan pendekatan opsional untuk mengelola program tersebut. tindakan yang terkait dengan saling ketergantungan ini mencakup: 1. sumber daya dan menyelesaikan kendala atau konflik yang mempengaruhi dalam sistem 2. menyelaraskan arah organisasi atau strategis yang mempengaruhi proyek dan tujuan program dan acjectives 3. menyelesaikan masalah dan manajemen perubahan dalam struktur bangunan pemerintahan bersama proyek sering digunakan sebagai alat untuk mencapai rencana organisasi. proyek adalah tipikal berwenang sebagai akibat dari ane atau lebih dari pertimbangan strategis berikut 1. kesempatan strategis atau bisnis 2. permintaan pelanggan 3. teknologi muka 4. persyaratan hukum

proyek, dalam program atau portofolio, adalah sarana untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan, seringkali dalam cintext dari rencana strategis. 1.4.4 Project Management Office Project management office (PMO) adalah sebuah badan organisasi atau badan yang di tugaskan untuk bertanggung jawab dalam hal yang berkaitan dengan pengelolaan terpusat dan terkoordinasi dari proyek-proyek di bawah cakupan proyek tersebut. Tanggung jawab sebuah PMO yaitu dari menyediakan fungsi-fungsi manajemen proyek hingga bertanggung jawab atas berlangsungnya manajemen dari sebuah project. Project didukung dan dikelola oleh PMO namun kedua hal tersebut bisa jadi tidak saling berkaitan. Bentuk, fungsi dan struktur yang spesifik dari PMO tergantung pada kebutuhan organisasi. Suatu PMO diberi wewenang untuk bertindak sebagai stakeholder yang utuh dan sebagai kunci pembuat keputusan pada waktu permulaan tiap project untuk membuat rekomendasi dan mengakhiri project. Atau mengambil tindakan lain sebagai persyaratan untuk menjaga agar tujuan

bisnis tetap konsisten. Ditambah lagi, PMO terlibat dalam pemilihan, pengelolaan, dan penyebaran sumber daya project yang digunakan. Fungsi utama dari sebuah PMO adalah untuk mendukung pengelola dalam cara yang beragam diantaranya: Pengelolaan sumber daya yang disebar mencakup semua project yang dikelola oleh PMO Pengidentifikasian dan pengembangan metodelogi pengelolaan project, pelaksanaan, serta standard yang terbaik. Pembinaan, pelatihan, dan pengawasan Pemantauan terhadap pemenuhan dari kebijakan, prosedur, dan template standard pengeloalaan melalui pemeriksaan project. Pengembangan dan pengelolaan kebijakan, prosedur, dan template project, serta dokumentasi lain yang disebarkan Pengkoordinasian komunikasi dalam project Project manager dan PMO mengharapkan tujuan yang berbeda. Perbedaan diantara peran dari project manager dan PMO adalah sebagai berikut : Project manager focus pada tujuan project yang spesifik, sementara PMO mengelola cakupan program yang lebih umum yang dapat dilihat sebagai kesempatan potensial untuk meraih sasaran bisnis yang lebih baik. Project manager mengontrol sumber daya project yang ditetapkan untuk memenuhi sasaran project dengan sebaik mungkin. Project manager mengelola kendala-kendala project individu seperti, cakupan project, jadwal, biaya, kualitas, dll. 1.5 Manajemen portofolio Portofolio adalah kumpulan dari proyek, program, dan pekerjaan lainnya yang dikelompokkan secara bersama untuk memfasilitasi manajemen agar berjalan efektif . sedangkankan manajemen portifolio adalah manajemen pemusatan dari satu atau lebih portofolio yang didalamnya mencakup identifikasi, prioritas, pemberian kekuasaan, pengaturan, proyek kontrol, program, dan pekerjaan lain yang berhubungan untuk mencapai tujuan strategi bisnis yang spesifik.

1.6 Peranan project manajer Manajer proyek adalah orang yang ditugaskan memimpin sebuah organisasi agar mencapai tujuan dari proyek yang dijalankan. Peranan projek manajer sangat penting. Karena segala tools dan teknik tehnik dalam pengerjaan sebuah projek, tidaklah cukup untuk mengefektifkan sebuah kasus

projek tertentu. Agar manajemen proyek berjalan efektif maka seorang manajer proyek harus memiliki beberapa karakteristik yaitu: 1. Pengetahuan : seorang projek manager harus tahu tentang manajemen proyek 2. Kinerja : kinerja dari seorang manajer dalam mengaplikasikan pengetahuannya dalam menyelesaikan sebuah projek. 3. Kepribadian : Ini mengarah ke kemampuan bersosialisasi seorang projek manajer tersebut dalam berinteraski dengan setiap orang yang tergabung dalam sebuah projek. Mengenai skill individu, skill tata kesopanan, dan skil-skil interaksi yg lainnya.

1.7 Isi kandungan inti manajemen projek Buku PMBOK membicarakan tentang cara mengatur berbagai macam proyek yang sedang dilakukan. Merupakan standar yang berlaku. Tapi tidak pasti berlaku dalam semua berbagai kasus projek yang berlaku dibanyak kasus yang lain. Standar terbatas pada single projek, manajemen proyek yang baik sesuangguhnya didapatkan dari banyak latihan. 1.8 Faktor- faktor Lingkungan perusahaan Faktor dari dalam dan luar lingkungan perusahaan juga menjadi hal yang mempengaruhi kesuksesan suatu projek yang sedang dikerjakan. Faktor faktor tersebut antara lain: - organisasi budaya, sturktur, dan proses - pemerintah atau standar industri - infrastruktur - sumber daya manusia - sistem informasi projek manajemen - syarat syarat yg berlaku dilapangan - suasana politik - kondisi pasar