Anda di halaman 1dari 13

BAB I MAKSUD DAN TUJUAN

1.1 Maksud 1. Mengetahui bentuk kenampakan struktur sesar . 2. Menentukan beberapa parameter geometri pada sesar antara lain netslip, trend, pitch / rake dan plunge. 3. Menentukan arah pergerakan relative dari blok sesar. 4. Menggambarkan geometri struktur sesar 1.2 Tujuan 1. Dapat mengetahui bentuk kenampakan struktur sesar. 2. Dapat menentukan beberapa parameter geometri pada sesar antara lain netslip, trend, rake/pitch dan plunge. 3. Dapat menentukan arah pergerakan relatif dari blok sesar 4. Dapat menggambarkan geometri struktur sesar

BAB II DASAR TEORI


2.1 Pengertian Sesar adalah kekar yang telah mengalami pergeseran melalui bidangnya. Pergeseran terjadi karena adanya gaya tektonik yang bekerja di dalam bumi. Sesar terdapat pada semua jenis batuan dengan panjang bervariasi dari beberapa milimeter sampai ratusan kilometer (Haryanto, I :2003) 2.2. Unsur-unsur sesar Unsur-unsur sesar terdiri dari : a. Bidang sesar b. Jurus sesar : Bidang kekar yang telah mengalami pergeseran : Garis hasil perpotongan antara bidang horizontal dengan bidang sesar, kedudukannya dapat diukur dengan kompas geologi c. Kemiringan sesar : Sudut maksimal dari garis yang dihasilkan oleh perpotongan antara bidang sesar dengan bidang yang tegak lurus jurus sesar. Sudut ini dapat diukur dengan kompas geologi d. Hanging wall e. Foot wall f. Net slip : Blok sesar yang terletak (menumpang) di atas bidang sesar. : Blok sesar yang terletak di bawah bidang sesar : Pergeseran sesar yang sebenarnya, panjangnya antara dua titik pada bidang sesar sebelum dan sesudah pergeseran. g. Strike slip : Komponen net slip yang diukur sejajar terhadap jurus bidang sesar

h. Dip slip

: Komponen net slip yang diukur sejajar dengan kemiringan bidang sesar.

Dengan analisis sesar secara stereografis, jarak tidak bisa ditentukan Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis sesar cara grafis antara lain : Jurus sesar (Strike of Fault), adalah garis perpotongan bidang sesar Kemiringan sesar (Dip of Fault), adalah sudut yang dibentuk antara Net Slip, adalah pergeseran relatif suatu titik yang semula berimpit pada Rake atau Pitch, adalah sudut yang dibentuk oleh netslip dengan strike (Tim asisten geostruktur,2007) 2.3. Analisis Sesar Cara Stereografis Proyeksi stereografis digunakan untuk mengetahui gambaran geometri struktur geologi dengan cara menghitung hubungan sudut antara unsur struktur garis dengan garis, garis dengan bidang, atau bidang dengan bidang, yang secara keseluruhan digambarkan di dalam bola (sphere). (Haryanto, I :2003) Pada umumnya dasar proyeksi yang dipakai adalah proyeksi sferis atau titik pada belahan pola bagian bawah (lower hemisphere), akan tetapi ada pula yang memakai bagian atasnya ( upper hemisphere). Proyeksi permukaan bola ini digambarkan pada setiap titik pada lingkaran besar melalui puncak zenith. Titik zenith itu sendiri adalah titik pada bidang vertikal malalui pusat bola bagian puncak. dengan bidang horizontal, biasanya diukur dari arah utara. bidang sesar dengan bidang horizontal, diukur tegak lurus strike. bidang sesar akibat adanya sesar. slip (pergeseran horizontal searah jurus) pada bidang sesar.

Hasil proyeksi pada bidang equator dinamakan stereogram atau proyeksi stereografi. Suatu garis atau bidang dengan kecondongan yang kecil, proyeksinya akan mendekati lingkaran equator, sedangkan garis atau bidang yang sangat menunjam, proyeksinya akan mendekati pusat lingkaran. (Tim asisten geostruktur,2007) Dalam analisis sesar cara stereografis ini, akan digunakan jaring Wulf net yang akan digunakan untuk menentukan kedudukan perselingan lapisan batuan, besar dari netslip, dan arah gaya-gaya pembentuk sesar.

BAB III METODOLOGI


3.1.Alat 1. Pensil 2. Penggaris 3. Busur derajat 4. Penghapus 5. Jangka 6. Marker 3.2 Bahan 1. Kertas HVS 5 lembar 3.3.Cara Kerja 1. Membuat diagram pergerakan blok dan menentukan pergerakan relative kedua blok Mulai

Persiapan alat dan bahan

Membuat garis horizontal dengan panjang sesuai dengan jarak antar masing masing titik singkapan A-B.

Mengeplotkan titik masing masing singkapan sesuai dengan jarak antar titiknya ( A-A, A-B dan A-B )

Memproyeksikan garis horizontal tersebut sejauh 2 cm ke arah bawah

Membuat Strike dari masing masing singkapan pada titik tersingkapnya ( A dan B )

Membuat garis sejajar dari kedua garis strike yang telah dibuat, dibuat pada kedua titik lainnya dengan arah berkebalikan memotong garis proyeksi harisontal ( A dan B ) Pada masing masing garis strike dibuat dip dengan besarannya masing masing pada garis perpanjangan dip

Setelah dip dibuat lalu buat titik sejauh 2 cm dari titik tempat dip dibuat dan potongkan dengan garis dip tersebut, buat untuk masing masing garis strike dan dip

Dari perpotongan garis ini kemudian tarik garis ke garis horizontal pertama yang telah dibuat lalu tarik garis tegak ke garis proyeksi horizontal, buat untuk masing masing dip

Titik perpotongan garis tegak pada garis horizontal kedua ini ditarik ke titik A untuk garis strike pertama dank e titik B untuk garis strike kedua

Dari titik A tarik garis sejajar dengan garis yang dibuat dari garis tegak sejajar dip kemudian dari B juga ditarik garis sejajar dengan garis yang menuju B

Titik perpotongan antara garis yang menuju ke A dan B Diberi nama N atau merupakan bagian dari blok utara dan titik perpotongan antara gari yang sejajar dengan garis tadi yang ditarik dari A dan B merupakan blok Selatan dan diberi nama S selesai 2. Menentukkan plunge Mulai Penentuan plunge dilakukan pada gambar yang telah dibuat di atas, yaitu untuk plunge diukur dari garis horizontal pertama dengan sudut antar garisperpanjangan N-S Ukur besar sudut yang dibentuk kedua garis tersebut kemudian didapatkan nilai plunge selesai

3. Menentukan net slip Mulai Pengukuran Net slip adalah mengukur panjang garis yang menghubungkan antara blok utara dan blok selatan ( N-S )

Selesai 4. Menentukan trend Mulai

Pengukuran trend diukur dari arah utara dengan sudut yang dibuat titik N dan S

Selesai 5. Menentukan Rake Mulai

Pengukuran pitch dilakukan dengan sudut yang dibentuk antara garis horizontal dengan garis yang dibentuk oleh titik N dan S. Sudut diukur dari garis horizontal.

Selesai

BAB IV SOAL DAN PENYALESAIAN


Soal Sesar Grafis 1. Sesar vertical pada daerah yang tidak bereliaef ( datar ) dengan jurus N 90o E dua urat kuarsa a dan b terpotong oleh sesar tersebut. Urat a dengan kedudukan N 50o E / 40o NE, pada blok seletan tersingkap di A, pada blok utara tersingkap di A. Kedudukan urat B N 40o E / 50o NW yang tersingkap pada blok selatan dan utara masing masing B-B. Jarak antara urat A-A 300m ; AB 700m dan A-B 950m. Tentukan : a. Net Slip b. Besar Sudut penunjaman ( plunge ) net slip c. Proyeksi horizontal net slip ( tren dari net slip ) d. Pergerakan relative kedua blok 2. Sesar vertical pada daerah datar dengan jurus N 90oW. Dua urat kalsit a dan b urat a kedudukan N 70o E/60o NE, pada blok utara tersingkap di A, pada blok selatan tersingkap di A. kedudukan urat B N50o E / 30o NW yang tersingkap pada blok utara dan blok selatan masing masing di B dan B jarak antara A A 250m ; A-B 650 m dan A-B 1000m. tentukan : a. Net Slip b. Besar sudut penunjaman net slip c. Proyeksi horizontal net slip d. Pergerakan relative kedua blok 3. Pada suatu daerah dijumpai sesar N 90o E miring 50o dua urat lempeng a dan b terpotong oleh sesar tersebut. Urat A kedudukan N 20o W / 40o NE, pada blok selatan tersingkap di A pada blok utara di A. kedudukan urat B N 70o E / 60o

NW yang tersingkap pada blok selatan dan blok utara masing masing di B dan B. Jarak antara urat A A 235 m; A-B 455 m; dan A-B 850 m. Tentukan : a. Net Slip b. Rake c. Besar sudut penunjaman d. Pergerakan relative e. Proyeksi horizontal net slip 4. Pada suatu daerah dijumpai sesar N 90o E miring dengan 40o. Dua urat lempung a dan b terpotong oleh sesar tersebut. Urat a dengan kedudukan N 40o E / 20o NE pada blok utara yang tersingkap di A . Pada blok selatan tersingkap di A. kedudukan urat b N 30o E / 50o NW yang tersingkap pada blok utara dan selatan masing masing di B-B. jarak antara A-A 300; tentukan : a. Net Slip b. Rake c. Besar Sudut Penunjaman d. Proyeksi Horizontal net slip e. Pergerkan relative kedua blok 1.Pada suatu daerah dijumpai sesar N 180o E dengan kondisi datar. Terdapat dua urat lempung a dan b. Urat a berkedudukan N 40o E / 30o pada blok timur yang tersingkap di A dan pada blok barat tersingkap di A. urat B kedudukan N 130 o E / 40o pada blok timur tersingkap di B dan blok barat tersingkap di blok B. Jarak antara A-A 300m, A-B 600m dan A-b 110 . tentukan : a. Net slip b. Pergerakan relative kedua blok c. Besar sudut penunjaman d. Proyeksi horizontal net slip.

BAB V KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum dan perhitungan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu : 1. Pada soal nomor 1 didapat nilai plunge sebesar 550, net slip sepanjang 1.7 cm, trend N 90E dan blok utara bergerak relative naik dan ke kiri daripada blok selatan. 2. Pada soal nomor 2 didapat nilai plunge sebesar 1210, netslip sepanjan 2 cm, tren N 90E dan pergerakan blok selatan relative lebih naik dan ke kanan daripada blok utara. 3. Pada soal nomor 3 didapat nilai net slip sebenarnya sepanjang 200 m dan net slip vertical sepanjang 125 m, nilai plunge sebesar 54,30, pitch / rake sebesar 200 dan trend N 360 E serta pergerakan relative blok selatan relative naik dan ke kanan terhadap blok utara. 4. Pada soal nomor 4 didapat nilai net slip sebenarnya sepanjang 340 m dan net slip vertical sepanjang 130 m, nilai plunge sebesar 15,40, pitch / rake sebesar 1270 dan trend N 1190 E serta pergerakan relative blok utara relative naik dan ke kiri terhadap blok selatan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2001. Diktat Geologi Fisik. Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran : Yogyakarta. Hidajat, Wahju Krisna, dkk. 2007. Penuntun Kuliah dan Praktikum Geologi Struktur. Semarang: Teknik Geologi UNDIP Iyan Haryanto.2003.Geologi Struktur.Penerbit Geologi Unpad : Jatinangor Panduan Praktikum Gelogi Struktur. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.