Anda di halaman 1dari 18

Penyakit Katup Jantung

Jantung memiliki empat ruangan, 2 ruangan kecil di atas (atrium) dan 2 ruangan besar di bawah (ventrikel). Setiap ventrikel memiliki satu katup masuk searah dan satu katup keluar searah. Katup trikuspidalis membuka dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan, dan katup pulmonalis membuka dari ventrikel kanan ke dalam arteri pulmonalis. Katup mitral

membuka dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri, dan katup aorta membuka dari ventrikel kiri ke dalam aorta. Katup-katup jantung bisa mengalami kelainan fungsi baik karena kebocoran (regurgitasi katup) atau karena kegagalan membuka secara adekuat (stenosis katup). Keduanya dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah. Kadang-

kadang satu katup mempunyai kedua masalah tersebut.

Gambar.1 gambaran jantung secara umum REGURGITASI KATUP MITRAL DEFINISI Regurgitasi Katup Mitral (Inkompetensia Mitral,Insufisiensi Mitral) adalah kebocoran aliran balik melalui katup mitral setiap kali ventrikel kiri berkontraksi. Pada saat ventrikel kiri memompa darah dari jantung menuju ke aorta, sebagian darah mengalir kembali ke dalam atrium kiri dan menyebabkan meningkatnya volume dan tekanan di atrium kiri.Terjadi

peningkatan

tekanan darah di dalam pembuluh yang berasal dari paru-paru,yang

mengakibatkan penimbunan cairan (kongesti di dalam paru-paru). PENYEBAB Dulu demam rematik menjadi penyebab utama dari regurgitasi katup mitral. Tetapi saat ini, di negara-negara yang memiliki obat-obat pencegahan yang baik, demam rematik jarang terjadi. Misalnya di Amerika Utara dan Eropa Barat, penggunaan antibiotik untuk

strep throat (infeksi tenggorokan karena streptokokus), bisa mencegah timbulnya demam rematik. Di wilayah tersebut demam rematik merupakan penyebab umum dari regurgitasi katup mitral, yang terjadi hanya pada usia lanjut, yang pada masa mudanya tidak

memperoleh antibiotic. Di negara-negara yang memiliki kedokteran pencegahan yang jelek, demam rematik masih sering terjadi dan merupakan penyebab umum dari regurgitasi katup mitral. Di Amerika Utara dan Eropa Barat, penyebab yang lebih sering adalah serangan jantung, yang dapat merusak struktur penyangga dari katup mitral. Penyebab umum lainnya adalah degenerasi miksomatous (suatu keadaan dimana katup secara bertahap menjadi terkulai/terkelepai). GEJALA Regurgitasi katup mitral yang ringan bisa tidak menunjukkan gejala. Kelainannya bisa dikenali hanya jika dokter melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, dimana terdengar murmur yang khas, yang disebabkan pengaliran kembali darah ke dalam atrium kiri ketika ventrikel kanan berkontraksi.Secara bertahap, ventrikel kiri akan membesar untuk meningkatkan kekuatan denyut jantung karena ventrikel kiri harus memompa darah lebih banyak untuk mengimbangi kebocoran balik ke atrium kiri. Ventrikel yang membesar dapat menyebabkan palpitasi (jantung berdebar keras) terutama jika penderita berbaring miring ke kiri. Atrium kiri juga cenderung membesar untuk menampung darah tambahan yang mengalir kembali dari ventrikel kiri. Atrium yang sangat membesar sering berdenyut sangat cepat dalam pola yang kacau dan tidak teratur (fibrilasi atrium),yang menyebabkan berkurangnya efisiensi pemompaan jantung.Pada keadaan ini atrium betul-betul hanya

bergetar dan tidak memompa; berkurangnya aliran darah yang melalui atrium, memungkinkan terbentuknya bekuan darah.

Jika suatu bekuan darah terlepas, ia akan terpompa keluar dari jantung dan dapat menyumbat arteri yang lebih kecil sehingga terjadi stroke atau kerusakan lainnya. Regurgitasi yang berat akan menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga terjadi gagal jantung, yang akan menyebabkan batuk,sesak nafas pada saat melakukan aktivitas dan pembengkakan tungkai. DIAGNOSA Regurgitasi katup mitral biasanya diketahui melalui murmur yang khas, yang bisa terdengar pada pemeriksaan dengan stetoskop ketika ventrikel kiri berkontraksi. Elektrokardiogram (EKG) dan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran ventrikel kiri. Pemeriksaan yang paling informatif adalah ekokardiografi, yaitu suatu tehnik penggambaran yangmenggunakan gelombang ultrasonik. Pemeriksaan ini dapat

menggambarkan katup yang rusak dan menentukan beratnya penyakit. PENGOBATAN Jika penyakitnya berat, katup perlu diperbaiki atau diganti sebelum ventrikel kiri menjadi sangat tidak normal sehingga kelainannya tidak dapat diatasi. Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki katup (valvuloplasti) atau menggantinya dengan katup mekanik. Memperbaiki katup bisa menghilangkan regurgitasi atau menguranginya sehingga gejala dapat ditolerir dan kerusakan jantung dapat dicegah. Setiap jenis penggantian katup memiliki keuntungan dan kerugian. Katup mekanik biasanya efektif tetapi menyebabkan meningkatnya resiko pembentukan bekuan darah, sehingga biasanya untuk mengurangi resiko tersebut diberikan antikoagulan. Obat-obatan seperti beta-blocker, digoxin dan verapamil dapat memperlambat denyut jantung dan membantu mengendalikan fibrilasi. Permukaan katup jantung yang rusak mudah terkena infeksi serius (endokarditis infeksius). Karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi, seseorang dengan katup yang rusak atau katup buatan harus mengkonsumsi antibiotik sebelum menjalani tindakan pencabutan gigi atau pembedahan.

Gambar 2. Gambaran katup biologis dan mekanik

PROLAPS KATUP MITRAL DEFINISI Pada Prolaps Katup Mitral, selama ventrikel berkontraksi, daun katup menonjol ke dalam atrium kiri, kadang-kadang memungkinkan terjadinya kebocoran (regurgitasi) sejumlah kecil darah ke dalam atrium. Sekitar 2-5% dari populasi mengalami prolaps katup mitral. Prolaps katup mitral jarang menyebabkan masalah jantung yang serius.

Gambar 3 kelainan fungsi katup mitral

PENYEBAB Faktor resiko pada prolaps katup mitral: 1. Wanita kurus yang memiliki kelainan dinding dada, skoliosis atau penyakit lainnya 2. Penderita kelainan septum atrial yang letaknya tinggi pada dinding jantung (ostium sekundum) 3. Kehamilan (karena menyebabkan meningkatnya volume darah dan beban kerja jantung) 4. Kelelahan. GEJALA Sebagian besar penderita tidak memiliki gejala. Beberapa penderita memiliki gejala sebagai berikut: - nyeri dada - palpitasi (jantung berdebar) - sakit kepala migren - kelelahan - pusing. Pada saat penderita berdiri, tekanan darahnya dapat turun di bawah normal. Palpitasi terjadi akibat kelainan denyut jantung yang sifatnya ringan. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan jika terdengar bunyi 'klik' yang khas melalui stetoskop. Jika terdengar murmur pada saat ventrikel berkontraksi, berarti terjadi regurgitasi. Ekokardiografi (teknik penggambaran dengan gelombang ultrasonik), memungkinkan dokter untuk melihat prolaps dan menentukan beratnya regurgitasi.

PENGOBATAN Sebagian besar penderita tidak memerlukan pengobatan. Jika jantung berdenyut terlalu cepat, beta-blocker dapat digunakan untuk memperlambat denyut jantung serta mengurangi palpitasi dan gejala lainnya. Jika terjadi regurgitasi, setiap kali sebelum menjalani tindakan pencabutan gigi atau pembedahan penderita harus mengkonsumsi antibiotik karena terdapat resiko infeksi katup jantung. STENOSIS KATUP MITRAL DEFINISI Stenosis Katup Mitral merupakan penyempitan pada lubang katup mitral yang akan menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri. PENYEBAB Stenosis katup mitral hampir selalu disebabkan oleh demam rematik, yang pada saat ini sudah jarang ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Barat. Karena itu di wilayah tersebut, stenosis katup mitral terjadi terutama pada orang tua yang pernah menderita demam rematik pada masa kanak-kanak dan mereka tidak mendapatkan antibiotik. Di bagian dunia lainnya, demam rematik sering terjadi dan menyebabkan stenosis katup mitral pada dewasa, remaja dan kadang pada anak-anak. Yang khas adalah jika penyebabnya demam rematik, daun katup mitral sebagian bergabung menjadi satu. Stenosis katup mitral juga bisa merupakan suatu kelainan bawaan. Bayi yang lahir dengan kelainan ini jarang bisa bertahan hidup lebih dari 2 tahun, kecuali jika ditela. Miksoma (tumor jinak di atrium kiri) atau bekuan darah dapat menyumbat aliran darah ketika melewati katup mitral dan menyebabkan efek yang sama seperti stenosis katup mitral. GEJALA Jika stenosisnya berat, tekanan darah di dalam atrium kiri dan tekanan darah di dalam vena paru-paru meningkat,sehingga terjadi gagal jantung, dimana cairan tertimbun di dalam paru-paru (edema pulmoner). Jika seorang wanita dengan stenosis katup mitral yang berat hamil,gagal jantung akan berkembang dengan cepat. Penderita yang mengalami gagal

jantung akan mudah merasakan lelah dan sesak nafas.

Pada awalnya, sesak nafas terjadi hanya sewaktu melakukan aktivitas, tetapi lama-lama sesak juga akan timbul dalam keadaan istirahat. Sebagian penderita akan merasa lebih nyaman jika berbaring dengan disangga oleh beberapa buah bantal atau duduk tegak. Warna semu kemerahan di pipi menunjukkan bahwa seseorang menderita stenosis katup mitral. Tekanan tinggi pada vena paru-paru dapat menyebabkan vena atau kapiler pecah dan terjadi perdarahan ringan atau berat ke dalam paru-paru. Pembesaran atrium kiri bisa mengakibatkan fibrilasi atrium, dimana denyut jantung menjadi cepat dan tidak teratur. DIAGNOSA Dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar murmur jantung yang khas ketika darah mengalir atau menyembur melalui katup yang menyempit dari atrium kiri. Tidak seperti katup normal yang membuka tanpa suara, pada kelainan ini katup sering menimbulkan bunyi gemertak ketika membuka untuk mengalirkan darah ke dalam ventrikel kiri. Diagnosis biasanya diperkuat dengan pemeriksaan: Elektrokardiografi . Rontgen dada (menunjukkan pembesaran atrium). Ekokardiografi (teknik penggambaran jantung dengan menggunakan

gelombang ultrasonik). Kadang perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk menentukan luas dan jenis penyumbatannya. PENGOBATAN Obat-obat seperti beta-blocker, digoxin dan verapamil dapat memperlambat denyut jantung dan membantu mengendalikan fibrilasi atrium. Jika terjadi gagal jantung, digoxin juga akan memperkuat denyut jantung. Diuretik dapat mengurangi tekanan darah dalam paruparu dengan cara mengurangi volume sirkulasi darah. Jika terapi obat tidak dapat mengurangi gejala secara memuaskan,mungkin perlu dilakukan perbaikan atau penggantian katup.Pada prosedur valvuloplasti balon,lubang katup diregangkan. Kateter yang pada ujungnya

terpasang balon, dimasukkan melalui vena menuju ke jantung. Ketika berada didalam katup, balon digelembungkan dan akan memisahkan daun katup yang menyatu. Pemisahan daun katup yang menyatu juga bisa dilakukan melalui pembedahan.

Sebelum menjalani berbagai tindakan gigi atau pembedahan, kepada penderita diberikan antibiotik pencegahan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi katup jantung. PENCEGAHAN Stenosis katup mitral dapat dicegah hanya dengan mencegah terjadinya demam rematik, yaitu penyakit pada masa kanak-kanak yang kadang terjadi setelah strep throat (infeksi tenggorokan oleh streptokokus) yang tidak diobati. REGURGITASI KATUP AORTA DEFINISI Regugitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta,Insuffisiensi Aorta) adalah kebocoran pada katup aorta yang terjadi setiap kali ventrikel mengalami relaksasi.

Gambar 4 kelainan katup aorta PENYEBAB Dulu penyebab utama dari regurgitasi katup aorta di Amerika Utara dan Eropa Barat adalah demam rematik dan sifilis. Sekarang kedua penyakit ini sudah jarang ditemukan karena antibiotik telah digunakan secara luas. Di wilayah lainnya, kerusakan katup akibat demam rematik masih sering terjadi.

Selain demam rematik, penyebab lainnya yang paling sering ditemukan adalah: Melemahnya katup. Bahan fibrosa akibat degenerasi miksomatous. Degenerasi miksomatous

merupakan kelainan jaringan ikat yang diturunkan, yang memperlemah jaringan katup jantung dan membuatnya meregang secara tidak normal dan kadang sobek. Kelainan bawaan. Infeksi bakteri. Cedera. Faktor lainnya yang tidak diketahui. Sekitar 2% anak laki-laki dan 1% anak perempuan dilahirkan dengan katup berdaun dua yang biasanya berdaun tiga, yang dapat menyebabkan regurgitasi ringan. GEJALA Regurgitasi katup aorta yang ringan tidak menimbulkan gejala selain murmur jantung yang khas (setiap kali ventrikel kiri mengalami relaksasi), yang dapat didengar melalui stetoskop. Pada regurgitasi yang berat, ventrikel kiri mengalirkan sejumlah besar darah, yang menyebabkan pembesaran ventrikel dan akhirnya menjadi gagal jantung. Gagal jantung menyebabkan sesak nafas sewaktu melakukan aktivitas atau sewaktu berbaring telentang, terutama pada malam hari. Duduk tegak memungkinkan dialirkannya cairan dari paru-paru bagian atas sehingga pernafasan kembali normal. Penderita juga mungkin mengalami palpitasi (jantung berdebar) yang disebabkan oleh kontrasksi yang kuat dari ventrikel yang membesar. Bisa terjadi nyeri dada, terutama pada malam hari. DIAGNOSA Diagnosis regurgitasi katup aorta biasanya ditegakkan bila: ada pemeriksaan dengan stetoskop terdengar bunyi murmur jantung yang khas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kelainan yang menunjukkan adanya regurgitasi katup aorta (misalnya kelainan denyut nadi tertentu).

Pada rontgen dada ditemukan pembesaran jantung. Elektrokardiogram dapat tanda-tanda dari menunjukkan perubahan dari irama jantung dan

pembesaran ventrikel kiri. Ekokardiografi dapat memberikan

gambaran katup yang rusak dan bisa menunjukkan beratnya penyakit. PENGOBATAN Untuk mencegah infeksi pada katup jantung yang rusak, setiap sebelum menjalani tindakan gigi atau pembedahan, kepada penderita diberikan antibiotik. Tindakan tersebut juga dilakukan pada regurgitasi katup aorta yang ringan. Jika timbul gejala gagal jantung, harus dilakukan pembedahan sebelum ventrikel kiri mengalami kerusakan yang menetap. Sebelum pembedahan dilakukan, gagal jantung diobati dengan digoxin dan penghambat ACE atau obat lain yang melebarkan pembuluh darah dan mengurangi kerja

jantung. Biasanya katup akan diganti dengan katup mekanik. STENOSIS KATUP AORTA ETIOLOGI Dapat disebabkan kelainan congenital seperti aorta bicuspid dengan lubang kecil dan katup aorta unikuspid yang biasanya menimbulkan gejala dini. Pada orang tua, penyakit jantung reumatikd anoerkapuran menjadi penyebab tersering DEFINISI Stenosis Katup Aorta adalah penyempitan pada lubang katup aorta, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta.

Gambar 5 gambaran stenosis katup aorta

PENYEBAB Di Amerika Utara dan Eropa Barat, stenosis katup aorta merupakan penyakit utama pada orangtua, yang merupakan akibat dari pembentukan jaringan parut dan penimbunan kalsium di dalam daun katup. Stenosis katup aorta seperti ini timbul setelah usia 60 tahun, tetapi biasanya gejalanya baru muncul setelah usia 70-80 tahun. Stenosis katup aorta juga bisa disebabkan oleh demam rematik pada masa kanakkanak. Pada keadaan ini biasanya disertai dengan kelainan pada katup mitral baik berupa stenosis, regurgitasi maupun keduanya. Pada orang yang lebih muda, penyebab yang paling sering adalah kelainan bawaan. Pada masa bayi, katup aorta yang menyempit mungkin tidak menyebabkan masalah, masalah baru muncul pada masa pertumbuhan anak. Ukuran katup tidak berubah, sementara jantung melebar dan mencoba untuk memompa sejumlah besar darah melalui katup yang kecil. Katup mungkin hanya memiliki dua daun yang seharusnya tiga, atau memiliki bentuk abnormal seperti corong. Lama-lama, lubang atau pembukaan katup tersebut,sering menjadi kaku dan menyempit karena terkumpulnya endapan kalsium. GEJALA Dinding ventrikel kiri menebal karena ventrikel berusaha memompa sejumlah darah melalui katup aorta yang sempit. Otot jantung yang membesar membutuhkan lebih banyak darah dari arteri koroner. Persediaan darah yang tidak mencukupi akhirnya akan

menyebabkan terjadinya nyeri dada (angina) pada waktu penderita melakukan aktivitas. Berkurangnya aliran darah juga dapat merusak otot jantung, sehingga curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung yang terjadi menyebabkan kelemahan dan sesak nafas ketika melakukan aktifitas. Penderita stenosis katup aorta yang berat bisa mengalami pingsan ketika melakukan aktivitas karena katup yang sempit menghalangi ventrikel untuk memompa

cukup darah ke arteri di otot yang telah melebar untuk menerima darah yang kaya akan oksigen.

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan: bunyi murmur jantung yang khas, yang bisa didengar melalui stetoskop kelainan denyut nadi kelainan pada EKG penebalan dinding jantung yang tampak pada rontgen dada.

Pada penderita yang mengalami angina, sesak nafas atau pingsan; untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan beratnya stenosis, bisa dilakukan: Ekokardiografi (teknik penggambaran jantung dengan menggunakan gelombang ultrasonik). Kateterisasi jantung.

PENGOBATAN Bila penderita dewasa mengalami angina, pingsan dan sesak nafas ketika melakukan aktivitas akibat stenosis katup aorta, maka dilakukan pembedahan untuk mengganti katup, yang sebaiknya dilakukan sebelum terjadinya kerusakan ventrikel kiri yang menetap. Katup pengganti dapat berupa katup mekanik. Untuk mencegah infeksi katup jantung, setiap penderita dengan katup pengganti, harus mengkonsumsi antibiotik sebelum menjalani tindakan gigi atau pembedahan. Pada anak-anak, jika stenosisnya berat, pembedahan dapat dilakukan bahkan sebelum gejalagejalanya timbul. Pengobatan dini sangat penting karena kematian mendadak bisa terjadi sebelum timbulnya gejala. Untuk anak-anak, pilihan yang aman dan efektif untuk mengganti katup adalah perbaikan katup melalui pembedahan dan valvuloplasti balon. Pada

valvuloplasti balon, suatu kateter yang pada ujungnya terpasang balon, dimasukkan ke dalam katup dan balon digelembungkan untuk melebarkan lubang katup. Valvuloplasti balon juga digunakan meskipun pada pasien yang lebih tua yang tidak dapat berulang. menjalani pembedahan ,

stenosisnya

cenderung

Tetapi penggantian katup biasanya

merupakan pengobatan terbaik untuk orang dewasa, yang memiliki prognosis sangat baik.

REGURGITASI KATUP TRIKUSPIDALIS DEFINISI Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi

Trikuspidalis) adalah kebocoran pada katup trikuspidalis yang terjadi setiap kali ventrikel kanan berkontraksi. Pada regurgitasi katup trikuspidalis, ketika ventrikel kanan berkontraksi, yang terjadi bukan hanya pemompaan darah ke paru-paru, tetapi juga pengaliran kembali sejumlah darah ke atrium kanan.Kebocoran ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam atrium kanan dan menyebabkan pembesaran atrium kanan. Tekanan yang tinggi ini diteruskan ke dalam vena yang memasuki atrium, sehingga menimbulkan tahanan terhadap aliran darah dari tubuh yang masuk ke jantung.

Gambar 6 gambaran kelainan fungsi katup trikuspidalis PENYEBAB Penyebab yang sering ditemukan adalah tertahannya aliran darah dari ventrikel kanan akibat penyakit paru-paru yang berat atau penyempitan pada katup pulmoner (stenosis katup pulmoner). Sebagai akibatnya, agar bisa memompa lebih kuat dan agar lubang katup

meregang, ventrikel kanan menjadi membesar.

GEJALA Selain gejala yang samar, yang berupa kelemahan dan kelelahan karena rendahnya curah jantung; gejala lainnya biasanya adalah rasa tidak enak di perut kanan bagian atas karena pembesaran hati dan pulsasi (denyutan nadi) di leher.Gejala-gejala tersebut merupakan akibat dari aliran balik darah ke dalam vena. Pembesaran atrium kanan dapat menyebabkan ibrilasi atrium (denyut jantung yang cepat dan tidak teratur). Pada akhirnya akan terjadi gagal jantung dan penahanan cairan oleh tubuh, terutama di tungkai. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan: Riwayat kesehatan penderita. Pemeriksaan fisik.

Elektrokardiogram. Kebocoran katup menyebabkan suara murmur jantung yang dapat didengar melalui stetoskop. Ekokardiografi dapat memberikan gambaran kebocoran dan beratnya penyakit. PENGOBATAN Biasanya, regurgitasi katup trikuspidalis tidak memerlukan pengobatan atau hanya memerlukan sedikit pengobatan. Tetapi penyakit paru-paru atau kelainan katup pulmoner yang mendasarinya mungkin membutuhkan pengobatan. Irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung biasanya diobati tanpa pembedahan pada katup trikuspidalis.

STENOSIS KATUP TRIKUSPIDALIS DEFINISI Stenosis Katup Trikuspidalis merupakan penyempitan lubang katup trikuspidalis, yang menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Stenosis katup trikuspidalis menyebabkan atrium kanan membesar dan ventrikel kanan mengecil. Jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang dan tekanan di dalam vena yang membawa darah kembali ke jantung meningkat.

Gambar 7 gambaran stenosis katup trikuspidalis PENYEBAB Hampir semua kasus disebabkan oleh demam rematik, yang sekarang ini sudah jarang ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Barat. Penyebab lainnya adalah: Tumor di atrium kanan. Penyakit jaringan ikat. Kelainan bawaan.

GEJALA Gejala umumnya ringan. Penderita bisa mengalami palpitasi (jantung berdebar) atau pulsasi (denyut nadi yang keras) di leher, dan seluruh badan terasa lelah. Rasa tidak enak di perut bisa terjadi jika peningkatan tekanan di dalam vena menyebabkan pembesaran hati. DIAGNOSA Pada pemeriksaan dengan stetoskop, akan terdengar bunyi murmur jantung. Rontgen dada menunjukkan pembesaran atrium kanan. Ekokardiogram memberikan gambaran stenosis dan beratnya penyakit. Elektrokardiogram menunjukkan perubahan yang

menunjukkan adanya peregangan pada atrium kanan. PENGOBATAN Stenosis katup trikuspidalis jarang memerlukan tindakan pembedahan. STENOSIS KATUP PULMONER DEFINISI Stenosis Katup Pulmoner adalah penyempitan lubang katup pulmoner, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis. PENYEBAB Stenosis katup pulmoner jarang terjadi pada orang dewasa, dan biasanya merupakan suatu kelainan bawaan. A. Patofisiologi a. Stenosis aorta Suatu pengurangan yang lambat dari area katup aorta menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri dan akhirnya disfungsi miokardium, aritmia, dan gagal jantung kiri. Stenosis aorta kritis terjadi pada penurunan area katup >75%, yaitu < 0,5 cm2/m2 area permukaan tubuh, dan gradient antara LV sistolik puncak dan tekanan aorta pada curah jantung normal >50 mmHg. Dengan perburukan stenosis aorta , curah jantung tidak dapat meningkat secara adekuat selama latihan dan pada akhirnya menjadi tidak

cukup saat istirahat. Pada titik ini LV berdilatasi, tekanan akhir-diastolik ventrikel (EDP) meningkat sehingga gagal LV jelas terjadi. b. Regurgitasi aorta Regurgitasi aorta mengakibatkan beban volume pada LV, kerena alirannya kembali ke dalam ventrikel. Regurgitasi akut (trauma,endokarditis infektif,diseksi aorta) biasanya sangat merusak (katastrofik). Pada keadaan tersebut, LV tidak dapat menampung peningkatan volume akut dan LV EDP meningkat. Peningkatan LV EDP dini menyebabkan penutupan premature katup mitral dan pengisian LV inadekuat, yang menyebabkan kolaps kardiovaskuler dan gagal napas akut. Pada regurgutasi aorta kronik, beban volume dan LV EDP meningkat bertahap dan hipertrofi LV memungkinkan curah yang adekuat dapat dipertahankan. Selama katup aorta tidak pernah menutup sempurna maka tidak ada fase relaksasi isovolumetrik LV. c. Stenosis mitral Stenosis mitral mencegah aliran darah rai LA ke LV, dan memperlambat pengisian ventrikel selama diastole. Tekanan atrium kiri meningkat untuk mempertahankan curah jantungdan terdapat hipertrofi serta dilatasi atrium. Tekanan atrium kiri yang meningkat menyebabkan kongesti pulmonal dan dapat menyebabkan hipertensi, edema pulmonal sera gagal jantung kanan. Pasien dengan mitral stenosis mengandalkan sistol atrium untukpengisian ventrikel dan fibrilasi atrium (disebabkan oleh pembesaran atrium) yang secara signifikan menurunkan curah jantung. Atrium yang berfibrilasi besar kemungkinannya membentuk thrombus yang mengalami embolisasi dan menyebabkan stroke. LV biasanya normal dalam mitral stenosis namun bisa abnormal akibat kekurangan suplai darah kronik pada LV atau parut rheumatic. d. Regurgitasi mitral Pada regurgitasi mitral, LV mengejeksi darah kedalam LA menyebabkan suatu beban volume mendadak pada LA selama sistol ventrikel. Tekanan atrium meningkat secara mendadak dan ini secara cepat diikuti oleh peningkatan tekanan vena pulmonal dan vena kapiler. Hal ini menyebabkan terjadinya kekakuan dan dispneu atau cairan memasuki alveoli yang menyebabkan edema pulmonal. Regurgitasi mitral kronik cukup lambat untuk memungkinkan dilatasi dan hipertrofi LV kompensatorik dan dilatasi LA. Dilatasi LA melindungi sirkulasi pulmonal dari efek volume regurgitan. Mitral stenosis menghasilkan beban volume diastolic pada

LV yang menyebakan dilatasi, karena setiap isi sekuncup sistolik terdiri dari bagian yang memasuki aorta (output LV) dan bagian inefektif yang kembali masuk ke LA (volume regurgitan LV) yang menambah aliran balik vena (venous return). Volume regurgitan meningkat saat pengosongan LV terganggu seperti pada stenosis aorta atau hipertensi.