Anda di halaman 1dari 11

RELEVANSI ANTARA UNDANG UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA) DAN KONSERVASI LAHAN DI INDONESIA

VIYAN KRISTIANTO E1A210063

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur Praktikan panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Sama- sama kita Esakan, karena atas keyakinan dan semangat Praktikan sehingga Makalah Konservasi Tanah dan Reklamasi Lahan yang berjudul Relevansi Antara Undang Undang Pokok Agraria (Uupa) Dan Konservasi Lahan Di Indonesia dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini Praktikan mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Konservasi Tanah dan Reklamasi Lahan dan Para Asisten Praktikum yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dalam praktikum ini. Dan Praktikan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan teman-teman yang telah membantu dan memberi masukan dalam penyusunan Makalah Konservasi Tanah dan Reklamasi Lahan ini. Praktikan menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan dari semua pihak, agar tercapainya kesempurnaan Makalah Konservasi Tanah dan Reklamasi Lahan. Semoga Makalah Konservasi Tanah dan Reklamasi Lahan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

Banjarbaru,

Desember 2011

Praktikan,

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................. PENDAHULUAN ........................................................................................ Latar Belakang .................................................................................. Tujuan Penulisan ............................................................................... ISI .................................................................................................................. Kebijakan Dalam UUPA ................................................................... Situasi Terkait Di Indonesia ............................................................... Konsevasi .......................................................................................... PENUTUP ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 1 1 1 1 2 3 3 3 4 7 16

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebijakan pemerintah merupakan bentuk intervensi atau tindakan yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat. Kebijakan pemerintah pun

keberadaanya mengganggu mekanisme pola pikir, pola kerja dan pola hidup masyarakat, karena suatu kebijakan diberlakukan ketika keadaan masyarakat dianggap tidak mampu mencapai tujuannya. Oleh karena itu dibutuhkan regulasi perilaku masyarakat yang akan mengontrol kebijakan. Semua pihak ataupun masyarakat harus berhubungan dengan kebijakan pemerintah. Dalam implementasinya, tentu pemerintah mengalami sejumlah kendala termasuk didalamnya tantangan penegakan hukum yang seadil-adilnya bagi rakyatnya. Karena tujuan kebijakan pemerintah semata-mata untuk kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah analisis yang mendalam dalam merumuskan sebuah kebijakan. Dalam tulisan ini hanya membahas tentang hubungan antara Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Konsevasi Lahan. Tujuan Penulisan `Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui kebijakan publik melalui UUPA terhadap konservasi sumber daya lahan di Indonesia 2. Mengetahui Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi lahan.

ISI

Kebijakan Dalam UUPA Lahan merupakan bagian dari bentang lahan (Lanscape) yang meliputi lingkungan fisik termasuk iklim, topografi / relief, hidrologi tanah dan keadaan vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Bentuk penggunaan lahan yang ada dapat dikaji kembali melalui proses evaluasi sumberdaya lahan, sehingga dapat diketahui potensi sumberdaya lahan untuk berbagai penggunaannya. Kebijakan yang dijadikan rujukan dalam tulisan ini adalah UndangUndang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi lahan yang merupakan bagian dari kebijakan agraria. Adapun isi dan penjelasan UU no. 5 sebagai berikut : Sumberdaya lahan adalah merupakan salah satu kebutuhan pokok kehidupan manusia dan merupakan salah satu modal dasar pembangunan pertanian. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat, kebutuhan akan lahan untuk berbagai penggunaan seperti pemukiman, industri, pariwisata, transportasi, pertanian dll terus meningkat (Anonim 1). Sementara itu secara absolut jumlah lahan yang tersedia relatif tetap. Kondisi yang mengarah ke kelaparan lahan akibat ketidak seimbangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan ini, telah mengakibatkan terjadinya konversi lahan pertanian, penyerobotan tanah negara, perambahan hutan, dan pengusahaan lahan kering perbukitan/ lahan berlereng yang seringkali tidak sesuai dengan kemampuan daya dukungnya dll.

Situasi Terkait Di Indonesia Pengusahaan lahan perbukitan/lahan berlereng padat penduduk untuk tujuan pertanian tersebut pada umumnya kurang mengindahkan aspek lingkungan dan lebih mengutamakan hasil/keuntungan finansial sesaat. Para petani pada umumnya kurang menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air. Ditambah dengan lemahnya pembinaan petugas (penyuluhan) dan kurangnya pengetahuan petani, praktek usahatani tersebut telah merubah lahan potensial kritis menjadi lahan-lahan kritis baru. Akibat kurangnya upaya rehabilitasi pada lahan kritis dan upaya konservasi pada lahan potensial kritis, jumlah lahan kritis tersebut tidak pernah menurun dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Data tahun 1992 menunjukkan bahwa luas lahan usahatani kritis di luar kawasan hutan telah mencapai sekitar 18 juta hektar. Setelah hampir 20 tahun, lahan kritis diluar kawasan hutan pada tahun 2012 sekarang ini telah mencapai lebih 200 juta hektar (Anonim 2). Terjadinya lahan-lahan kritis yang pada dasarnya berada di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak saja menyebabkan menurunnya produktivitas tanah ditempat terjadinya lahan kritis itu sendiri, tetapi juga menyebabkan rusaknya fungsi lahan dalam menahan, menyimpan dan meresapkan air hujan. Kondisi ini sangat penting dilakukan berbagai upaya pengendalian dalam menjaga kesuburan dan kelayakan lahan dalam mempertahankan produktivitasnya. Apabila terjadi penurunan produktivitas lahan-lahan kritis tersebut mengakibatkan hasil tanaman terus menurun sehingga tidak mampu lagi mendukung kehidupan ekonomi keluarga sehingga tercipta keluargakeluarga miskin baru. Oleh karena itu kawasan lahan kritis selalu dicirikan oleh

produktivitas lahan yang rendah,

jumlah penduduk yang tinggi, pendapatan

petani yang rendah, potensi erosi yang tinggi, terkonsentrasinya kantong kemiskinan dan kerawanan gizi bahkan akan berkurangnya persediaan pangan yang mengakibatkan terjadinya kekurangan dalam penyediaan kebutuhan pangan. Konservasi Memilih lahan yang sesuai kemudian menatanya secara tepat merupakan salah satu kunci sukses bertani di lahan. Kesalahan dalam memilih dan menata lahan dapat menyebabkan biaya tinggi, pengorbanan waktu, dan kegagalan bertani. Lebih jauh lagi, kesalahan tersebut dapat merusak dan membahayakan lingkungan. Usaha perbaikan dapat dimulai dengan memahami karakteristik tanah itu sendiri baik dari sifat fisik, kimia, biologi dan atmosfer tanah. Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan (Reif, J.A. Levy, Y. 1993). Sedangkan menurut ilmu lingkungan, konservasi adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya (Anonim 3). Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik. Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari

suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya. Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi (sumber daya alam hayati) adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas

keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) (Anonim 4). Adapun konservasi lahan mempunyai tujuan utama yaitu meningkatkan pendapatan petani dalam hal ini efisieni (pertumbuhan ekonomi). Ulasan singkatnya sebagai berikut: Konservasi lahan merupakan upaya penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Selanjutnya, konservasi lahan juga dapat didefinisikan sebagai usaha pemanfaatan lahan dalam usahatani dengan memperhatikan kemampuannya dan dengan menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah (air) agar lahan dapat digunakan secara lestari. Usahatani konservasi (conservation farming) pada lahan (kering) sering dilakukan dalam penerapan paket teknologi yang ditujukan untuk melestarikan lingkungan sekaligus berfungsi meningkatkan produksi (pertanian) sehingga memberikan manfaat terhadap pendapatan petani. Di samping itu, teknologi konservasi tanah berupa komponen teknologi yang tidak dapat ditinggalkan, sebab

lahan sebagai fungsi produksi harus dipertahankan kelestarian kesuburannya agar produksi tidak menurun dari waktu ke waktu sehingga akan mempengaruhi terhadap produktivitas pertanian. Tujuan teknis konservasi lahan adalah dilakukan dalam upaya untuk Mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran permukaan sekaligus memelihara sumber air dan kelestarian fungsinya, memperbaiki tanah rusak atau kritis, memulihkan dan mempertahankan kesuburan tanah, mengamankan dan memelihara produktivitas tanah agar tercapai produksi yang setinggitingginya dalam waktu yang tidak terbatas (lestari), mempertahankan kemampuan daya dukung lahan dan lingkungannya dalam fungsi lingkungan hidup dan meningkatkan produktivitas lahan usahatani sehingga menunjang peningkatan produksi dan pendapatan petani (Anonim 5).

PENUTUP

Berdasarkan studi ini dapat didapatkan bahwa lahan merupakan faktor produksi yang utama dan tidak dapat digantikan fungsinya dalam usaha pertanian. Ketersediaan lahan untuk usahatani merupakan syarat keharusan untuk mewujudkan peran sektor pertanian secara berkelanjutan, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sehingga lahan pertanian semakin berkurang karena terjadi konversi ke non-pertanian dan pada akhirnya mengalami berbagai degradasi (kerusakan lahan). Satu sisi, program konservasi merupakan respon dari adanya kerusakan lahan produktif pertanian tersbeut baik dilihat dari segi kesuburan maupun dari sisi sustainabilitasnya, sehingga akan mempengaruhi terhadap usaha pertaniannya dan pendapatan petani. Di sisi lain, kondisi petani di pedasaan dalam kondisi sulitnya akses kepada lahan dan modal menimbulkan pendapatan yang tidak memadai hingga menyebabkan kemiskinan. Kebijakan UUPA yang tidak berjalan sesuai tindak konservasi akan mengakibatkan kerusakan yang parah terhadap sumberdaya lahan di Indonesia. Sehingga pemerintah hendaknya dengan segera melakukan percepatan

pelaksanaan program reformasi agraria, dimana kebijakan Pemerintah yang selalu pro-poor miskin aset dan tercapainya antara kedua pihak nantinya yaitu pemerintah dan masyarakat (petani).

DAFTAR PUSTAKA Anonim1. http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Pokok_Agraria. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Di Banjarbaru. Anonim2. http:// www-kompas-tentang-kerusakan-lingkungan-tahun-2012-com. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Di Banjarbaru. Anonim3. http://www.biology-online.org/dictionary/Conservation. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Di Banjarbaru. Anonim4. http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Di Banjarbaru. Anonim5. http://mahasiswaabadikampuskehidupan.blogspot.com. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Di Banjarbaru. Reif, J.A. Levy, Y. 1993. Password: Kamus Bahasa Inggris Untuk Pelajar. PT. Kesaint Blanc Indah Corp. Bekasi. 1993