Anda di halaman 1dari 5

Nama Mahasiswa : Martin Wijaya Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM Tugas Metodologi Penelitian, Teknik Penulisan

dan Presentasi

Berikut ini saya akan memberikan beberapa alternatif pemilihan judul laporan tugas akhir saya, yang mana judul alternatif tersebut, ada yang merupakan hasil pemikiran saya sendiri dan ada juga yang merupakan hasil masukan dari orang lain yang tentunya saya anggap menarik untuk dibahas. Adapun berbagai alternatif judul tugas akhir yang akan saya bahas antara lain sebagai berikut : 1. Perancangan struktur gedung tingkat tinggi dengan RSNI 03-1726-201X Deskripsi : RSNI 03-1726-201X merupakan suatu standar perencanaan ketahanan gempa untuk stuktur bangunan gedung dan non gedung yang disusun dengan mengacu pada ASCE 7-10, berdasarkan periode ulang gempa 2475 tahun (probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun). Sedangkan peraturan sebelumnya yaitu SNI 03-1726-2002 menggunakan periode ulang gempa 475 tahun. RSNI 03-1726-201X memperhitungkan adanya persyaratan geser dasar seismik minimum untuk perancangan struktur gedung tinggi dengan periode yang panjang. Di mana hal tesebut tidak dijelaskan secara eksplisit dalam SNI 03-1726-2002. Tentunya RSNI 03-1726-201X akan dikaji lebih mendalam lagi dan dikembangkan lagi sehingga RSNI tersebut pada akhirnya akan dikukuhkan untuk menjadi SNI 03-1726-2012 yang sempurna dan menjadi stadar pedoman perancangan struktur gedung dan non gedung di Indonesia. Namun pada dasarnya RSNI yang telah menjadi SNI tidak terlalu berbeda jauh dari segi isi, maupun objek kajiannya yang dibahasa sehingga hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan saya untuk memilih judul ini sebagai salah satu alternatif pemilihan judul tugas akhir saya. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah memberikan pedoman perancangan struktur gedung dan non gedung dengan RSNI 03-1726-201X. Manfaat : Manfaat dari penelitian ini adalah agar semua pihak yang berkecimpung di dalam dunia teknik sipil khususnya di bidang struktur, dapat menggunakan dengan baik dan benar RSNI 03-1726-201X maupun pengembagannya yaitu SNI 03-1726-2012. Karena kita tahu RSNI 03-1726-201X telah memperhitungkan adanya persyaratan geser dasar seismik minimum sehingga akan memberikan manfaat yang lebih baik, lebih cermat, lebih efektif dan efisien (terutama dari segi tingkat keamanan dan dari segi biaya) dalam hal merancang suatu struktur gedung dan non gedung. 2. Pembuatan papan bouwplank dengan menggunakan profil baja. Deskripsi : Seperti yang telah diketahui bahwa papan bouwplank biasanya terbuat dari kayu, dan setelah selesai pekerjaan persiapan, papan-papan yang terbuat dari kayu tersebut tidak digunakan lagi untuk proyek selanjutnya dikarenakan berbeda luas bangunan antara proyek yang satu dengan yang lainnya. Sehingga menurut saya akan lebih baik jika papan bouwplank tersebut dapat menggunakan bahan baja profil yang dimensinya panjangnya dapat diatur secara fleksibel mengikuti luas bangunan yang ada. Papan bouwplank yang terbuat dari baja profil dapat juga diatur sudutnya secara fleksibel mengikuti bentuk

geometri denah bangunan itu sendiri. Selain itu juga, baut yang menjadi media tempat pengikatan benang-benang dapat berpindah-pindah sepanjang profil memanjang dari papan bouwplank itu sendiri, di mana mekanisme perpindahannya dengan menggunakan sistem rel/jalur. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah agar supaya orang-orang yang bekecimpung di dalam dunia teknik sipil khususnya di bidang struktur, dapat mempraktekkan metode ini di dalam proyek yang sedang mereka tangani sehingga penggunaan kayu dapat direduksi seminimal mungkin. Jika penggunaan kayu dapat direduksi maka penebangan kayu juga akan tereduksi dengan sendirinya. Dan jika penebangan kayu direduksi maka hutan-hutan di Indonesia dapat tetap lestari. Manfaat : Agar tidak terjadi pemborosan bahan dalam pengerjaan proyek khususnya pada pengerjaan bouwplank, karena bouwplank yang terbuat dari kayu hanya dapat digunakan satu kali dalam satu proyek. Sehingga jika menggunakan bouwplank berbahan baja profil maka kita sebagai engineer telah melakukan pengerjaan struktur yang bebasis kepada pengoptimalan pengerjaan struktur dan pelestarian lingkungan hidup (go green).

3. Analisis kekuatan tulangan yang terbuat dari bambu ori pada struktur beton bertulang Deskripsi : Seperti yang telah diketahui bahwa tulangan biasanya terbuat dari bahan baja. Tentunya tulangan yang berbahan baja akan menghasilkan cost yang lebih mahal. Untuk itu, ada alternatif lain sebagai pengganti tulangan yang berbahan baja yaitu tulangan yang terbuat dari bahan bambu. Jenis bambu yang digunakan merupakan bambu ori yang memiliki daya dukung yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis bambu lainnya. Di mana kekuatan bambu ori hampir mencapai 500 MPa atau sekitar 2 kali tegangan leleh baja. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan bambu ori pada struktur rumah bertingkat 2 maupun untuk struktur gedung bertingkat 4 sampai bertingkat 10 serta untuk mengetahui karakteristik strukur komposit antara beton dengan bambu ori. Manfaat : Agar untuk ke depannya proyek-proyek di Indonesia dapat menggunakan tulangan berbahan bambu ori sehingga dapat menghemat biaya konstruksi. 4. Analisis pengaruh karakteristik tanah gambut terhadap kondisi perkerasan jalan raya di pulau Kalimantan Deskripsi : Tanah Gambut merupakan jenis tanah yang memiliki kandungan organik yang cukup tinggi dan memiliki kapasitas dukung yang rendah. Oleh karena karakteristik yang unik itulah diperlukan perlakuan secara khusus untuk merancang jalan raya di daerah Kalimantan. Berdasarkan pengamatan saya saat saya tengah berlibur di Kalimantan Barat, saya mengamati bahwa sebagian besar kondisi permukaan perkerasan jalan raya di sana selalu bergelombang dan perkerasan tersebut memiliki durabilitas yang singkat. Dan saya mengambil hipotesis bahwa penyebab kejadian tersebut antara lain disebabkan oleh karakteristik yang unik dari tanah gambut yang belum banyak kita ketahui, dan bisa saja disebabkan suhu di daerah Kalimantan terutama Kalimantan Barat cukup tinggi karena berada di daerah garis khatulistiwa. Oleh karena berbagai banyak variabel yang belum terungkap, maka dari itulah saya juga tertarik untuk melakukan peneltian mengenai topik tersebut.

Tujuan : Untuk menemukan variabel karakteristik tanah gambut yang selama ini belum teridentifikasi, sehingga data-data yang telah ditemukan itu dapat menjadi dasar perancangan perkerasan yang lebih baik lagi. Manfaat : Agar kondisi perkerasan jalan raya di pulau Kallimantan dapat memiliki kualitas yang jauh lebih baik sehingga kondisi permukaan jalan raya dapat tetap rata dan memiliki durabilitas yang cukup lama.

5. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada proyek Green Palace Apartment Deskripsi : Oleh karena banyak proyek di Indonesia tidak memenuhi syarat K3, maka dari itu saya juga tertartik untuk mengamati proses penerapan K3 di proyek Green Palace Apartment di daerah Jakarta Selatan. Tujuan : Untuk mengetahui cara manajemen dan penerapan K3 pada proyek Green Palace Apartment. Manfaat : Agar diperoleh data-data informasi mengenai cara manajemen dan penerapan K3 pada proyek Green Palace Apartment yang nantinya dapat menjadi pedoman pelaksanaan maupun koreksi pelaksanaan K3 untuk proyek lainnya. 6. Studi mengenai penyimpangan yang terjadi antara gambar rencana (detail engineering design) dengan pelaksanaan di lapangan pada proyek Green Palace Apartement Deskripsi : Sering pada berbagai kasus pelaksanaan suatu proyek, ditemukan banyak penyimpangan/ketidaksesuaian antara gambar rencana dengan pelaksanaan konstuksi di lapangan. Namun pada akhirnya meskipun hal tersebut menyimpang, tetapi penyimpangan yang dibiarkan begitu saja dan tetap dilaksanakan tahap pekerjaan proyek selanjutnya meskipun tahap pekerjaan sebelumnya itu menyimpang. Oleh karena itulah saya ingin meneliti untuk memperoleh informasi mengenai aspek-aspek apa saja yang dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan bangunan gedung yang tetap aman meskipun terjadi penyimpangan selama pelaksaan di dalam suatu proyek tertentu. Tujuan : Untuk mengetahui jenis-jenis penyimpangan yang terjadi di lapangan dan untuk mengetahui langkah-langkah penanganan apa saja yang diambil jika penyimpangan tersebut tetap dilakukan. Manfaat : Agar dapat menjadi media pembelajaran awal terutama bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman pelaksanaan konstruksi di lapangan. 7. Studi mengenai teknis pelaksanaan konstruksi dengan menggunakan scaffolding berteknologi aluma system yang ditinjau dari aspek waktu penyelesaian pekerjaan dan kemudahan pelaksanaan di lapangan Deskripsi : Aluma system merupakan inovasi dari berbagai macam jenis scaffolding yang ada di dunia ini. Sistem ini telah dipatenkan oleh salah satu penyedia jasa konstruksi di Kanada. Di mana sistem ini menggunakan sistem truss sebagai media penyokong pelaksanaan konstruksi balok dan pelat lantai yang berada di atasnya. Aluma system mampu menyelesaikan pekerjaan konstruksi balok dan pelat lantai untuk luasan tertentu mulai dari penulangan hingga pengecoran selama 5 sampai 6 hari, sedangkan jika menggunakan

scaffolding konvensional,waktu penyelesaiannya dapat mencapai 7 sampai 8 hari untuk luasan tertentu. Tujuan : Untuk mengetahui elemen penyusun aluma system, serta teknis pelaksanaan aluma system secara detail, keuntungan dan kerugian penggunaan aluma system serta dibarengi dengan pengembangan inovasi lanjut dari aluma system tersebut. Manfaat : Agar laporan tugas akhir ini dapat menjadi pedoman bagi para engineer untuk dapat mengetahui secara spesifik mengenai aluma system, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para engineer dalam memilih jenis-jenis scaffolding yang ada berdasarkan pertimbangan biaya, kebutuhan, dan dari berbagai macam aspek lainnya.

8. Analisis dampak pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Deskripsi : Pembangunan Tol Semarang-Solo merupakan salah satu elemen pembangunan berkelanjutan dari program pembangunan Jalan Tol Trans Jawa. Di mana panjang jalan Tol Semarang-Solo adalah sekitar 75,7 km. Tentunya dalam setiap pembangunan akan mengakibatkan berbagai macam dampak baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya, dan, lingkungan. Maka dari itulah saya juga tertarik untuk melakukan peneltian terhadap dampak yang terjadi. Tujuan : Untuk mengetahui berbagai macam dampak apa saja yang timbul dari pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo baik dari segi dampak sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan serta tindakan-tindakan apa saja yang yan perlu dilakukan dalam rangka untuk menangani dampak negatif yang timbul. Manfaat : Agar dampak negatif yang timbul akibat pembangunan Jalan Tol Semarang Solo dapat direduksi seminimal mungkin bahkan jika bias dampak negatif tersebut dihilangkan. 9. Evaluasi kinerja Bus Trans Jogja Deskripsi : Bus Trans Jogja merupakan bus-bus yang melayani perjalanan di dalam kota Jogja dan beberapa daerah di kabupaten Sleman. Di mana bus ini merupakan produk Hyundai dan Mitsubishi yang telah difasilitasi dengan AC, tempat duduk yang nyaman, dan memiliki haltehalte yang letaknya cukup strategis dan nyaman bagi calon penumpang. Dalam operasinya masih banyak ditemukan beberapa kekurangan, salah satunya adalah belum tersedianya ruang halte yang khusus melayani orang penyandang cacat. Maka dari itu diperlukan studik kasus evaluasi kinerja Bus Trans Jogja. Tujuan : Untuk mengevaluasi kinerja operasi Bus Trans Jogja dan untuk mengetahui berbagai macam kekurangan yang terjadi selama operasi Bus Trans Jogja serta penyelesaiannya. Manfaat : Agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki sedemikian sehingga sistem operasional dari Bus Trans Jogja dapat menjadi semakin baik untuk ke depannya. 10. Analisis potensi sungai Kapuas sebagai sumber pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Deskripsi : Seperti yang kita ketahui bahwa jika di dalam suatu aliran fluida terdapat perbedaan head dan debit maka aliran fluida tersebut berpotensi menjadi pembangkit listrik tenaga air. Seperti yang telah kita ketahui juga bahwa sebagian besar daerah pedalaman Kalimantan masih belum teraliri listrik. Sehingga saya tertarik untuk memanfaatkan potensi sungai Kapuas sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro untuk menghasilkan listrik yang

nantinya dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan di dalam daerah pedalaman Kalimantan tersebut. Tujuan : Agar didapatkan data-data informasi potensi Sungai Kapuas seperti perbedaan tinggi, maupun perbedaan debit yang ada, dan juga daya yang dapat dibangkitkan. Manfaat : Agar pada akhirnya masyarakat yang bertempat tinggal di dalam pedalaman Kalimantan dapat juga menikmati dan memanfaatkan energi listrik untuk kebutuhan mereka sehari-hari.