Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Urtikaria adalah reaksi dari pembuluh darah berupa erupsi pada kulit yang berbatas tegas dan menimbul (bentol), berwarna merah, memutih bila ditekan, dan disertai rasa gatal. Urtikaria dapat berlangsung secara akut, kronik, atau berulang. Urtikaria akut umumnya berlangsung 20 menit sampai 3 jam, menghilang dan mungkin muncul di bagian kulit lain. Satu episode akut umumnya berlangsung 24-48 jam. Pengertian Urtikaria adalah lesi di kulit yang ditandai khas dengan urtika. Pengertian urtikaria yang lain adalah reaksi vaskular dari dermis yang ditandai dengan gambaran sementara dengan bercak atau bejolan, lebih merah atau lebih pucat dari pada kulit disekitarnya dan seringkali ditandai dengan gatal yang sangat hebat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana analisa masalah dalam urtikaria ? 2. Bagimana askep urtikaria ?

C. Tujuan
1. Memahami kasus urtikaria. 2. Memahami askep urtikaria.

BAB II PEMBAHASAN

A. Analisa Masalah Kasus


1. PENGERTIAN
Urtikaria adalah reaksi dari pembuluh darah berupa erupsi pada kulit yang berbatas tegas dan menimbul (bentol), berwarna merah, memutih bila ditekan, dan disertai rasa gatal. Urtikaria dapat berlangsung secara akut, kronik, atau berulang. Urtikaria akut umumnya berlangsung 20 menit sampai 3 jam, menghilang dan mungkin muncul di bagian kulit lain. Satu episode akut umumnya berlangsung 24-48 jam. Pengertian Urtikaria adalah lesi di kulit yang ditandai khas dengan urtika. Pengertian urtikaria yang lain adalah reaksi vaskular dari dermis yang ditandai dengan gambaran sementara dengan bercak atau bejolan, lebih merah atau lebih pucat dari pada kulit disekitarnya dan seringkali ditandai dengan gatal yang sangat hebat. Urtikaria sering dikenal oleh orang awam dengan biduran Sebenarnya macam dari urtikaria ini sendiri sangat banyak, misalnya : a. urtikaria karena tekanan b. urtikaria karena dingin (udara) c. urtikaria cahaya d. urtikaria kontak (biasanya karena eksposure pekerjaan) e. urtikaria idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) f. urtikaria kolinergik (karena gigitan serangga)

2. ETIOLOGI
Berdasarkan kasus-kasus yang ada, paling banak urtikaria di sebabkan oleh alergi, baik alergi makanan, obat-obatan, dll. a. Jenis makanan yang dapat menyebabakan alergi misalnya: telur, ikan, kerang, coklat, jenis kacang tertentu, tomat, tepung, terigu, daging sapi, udang, dll. b. Jenis obat-obatan yang menimbulkan alergi biasanya penisilin, aspirin, bronide, serum, vaksin, dan opium.
2

c. Bahan-bahan protein yang masuk melalui hidung seperti serbuk kembang, jamur, debu dari bulu burung, debu rumah dan ketombe binatang. d. Pengaruh cuaca yang terlalu dingin atau panas,sinar matahari,tekanan atau air. e. Faktor psikologis pasien misalnya : Krisis emosi

3. PATOFISIOLOGI
Patofisiologi dari urtikaria ini sendiri mirip dengan reaksi hipersensifitas. Pada awalnya alergen yang menempel pada kulit merangsang sel mast untuk membentuk antibodi IgE, setelah terbentuk, maka IgE berikatan dengan sel mast. Setelah itu, pada saat terpajan untuk yang kedua kalinya, maka alergen akan berikatan dengan igE yang sudah berikatan dengan sel mast sebelumbnya. Akibat dari ikatan tersebut, maka akan mengubah kestabilan dari isi sel mast yang mengakibatkan sel mast akan mengalami degranulasi dan pada akhirnya sel mast akan mengekuarkan histamin yang ada di dalamnya. Perlu diketahui bahwa sanya sel mast adalah mediator kimia yang dapat menyebabkan gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami urtikaria. Pada urtikaria, maka gejala yang akan terjadi dapat meliputi merah, gatal dan sedikit ada benjolan pada permukaan kulit, yang menyebabkan hal itu terjadi yaitu, pada dasarnya sel mast ini sendiri terletak didekat saraf perifer, dan pembuluh darah. Kemerahan dan bengkak yang terjadi karena histamin yang dikeluarkan sel mast itu menyerang pembuluh darah yang menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas. Gatal yang terjadi juga diakibatkan karena histamin menyentuh saraf perifer.

4. TANDA DAN GEJALA


a. Timbulnya bintik-bintik merah atau lebih pucat pada kulit. Bintik-bintik merah ini dapat mengalami edema sehingga tampak seperti benjolan. b. Sering disertai rasa gatal yang hebat dan suhu yang >panas pada sekitar benjolan tersebut. c. Terjadi angioderma, dimana edema luas ke dalam jaringan subkutan, terutama di sekitar mata, bibir dan di dalam orofaring. d. Adanya pembengkakan dapat menghawatirkan, kadang-kadang bisa menutupi mata secara keseluruhan dan mengganggu jalan udara untuk pernafasan.

5. TEST DIAGNOSTIK
Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding nya adalah : a. Ig E test b. ANA test c. Skin test d. Pemeriksaan darah, urin, feses rutin e. Pemeriksaan Histopatologik f. Tes eleminasi makanan g. Tes Provokasi h. Tes Alergi

6. DIAGNOSIS URTIKARIA
a. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan lesi pada kulit intervensi: 1) bersikap realistis dan positif selama pengobatan. Pada penyulahan kesehatan dan menyusun tujuan dalam keterbatasan 2) dorong interaksi keluarga dan dengan tim rehabilitas 3) berikan kesempatan pada pasien untuk mengekspresikan perasaan mereka b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritas intervensi: 1) menghindari minuman yang mengandung kafein, pada malam hari 2) menggunakan rutinitas waktu tidur atau ritual untuk memudahkan transisi dari kerejagaan ke tidur 3) latihan atau olahraga dengan teratur 4) pertahankan ventilasi dan kelembaban kamar tidur dalam keadaan yang baik

7. KOMPLIKASI
Urtikaria dan angiodema dapat menyebabkan rasa gatal yang menimbulkan ketidaknyamanan. Urtikaria kronik juga menyebabkan stres psikologis dan sebaliknya sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderita seperti pada penderita penyakit jantung. Lesi-lesi urtikaria bisa sembuh tanpa komplikasi. Namun pasien dengan gatal yang hebat bisa menyebabkan purpura dan excoriasi yang bisa menjadi infeksi sekunder. Penggunaan antihistamin bisa menyebabkan somnolens dan bibir kering. Pasien dengan keadaan penyakit yang berat bisa mempengaruhi kualitas hidup.

8. KLASIFIKASI
a. URTIKARIA AKUT Urtikaria akut hanya berlansung selama beberapa jam atau beberapa hari. yang sering terjadi penyebabnya adalah: 1) adanya kontak dengan tumbuhan ( misalnya jelatang ), bulu binatang/makanan. 2) akibat pencernaan makanan, terutama kacang-kacangan, kerangankerangan dan strouberi. 3) akibat memakan obat misalnya aspirin dan penisilin.

b. URTIKARIA KRONIS Biasanya berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun. pada bentuk urtikaria ini jarang didapatkan adanya faktor penyebab tunggal. c. URTIKARIA PIGMENTOSA Yaitu suatu erupsi pada kulit berupa hiperpigmentasi yang berlangsung sementara, kadang-kadang disertai pembengkakan dan rasa gatal. d. URTIKARIA SISTEMIK ( PRURIGO SISTEMIK ) Adalah suatu bentuk prurigo yang sering kali terjadi pada bayi kelainan khas berupa urtikaria popular yaitu urtikaria yang berbentuk popular-popular yang berwarna kemerahan. Berdasarkan penyebabnya, urtikaria dapat dibedakan menjadi: 1) heat rash yaitu urtikaria yang disebabkan panas 2) urtikaria idiopatik yaitu urtikaria yang belum jelas penyebabnya atau sulit dideteksi 3) cold urtikaria adalah urtikaria yang disebabkan oleh rangsangan dingin. 4) pressure urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan rangsangan tekanan 5) contak urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan oleh alergi 6) aquagenic urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan oleh rangsangan air 7) solar urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan sengatan sinar matahari 8) vaskulitik urtikaria 9) cholirgening urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan panas, latihan berat dan stress

9. EPIDEMOLOGI
Urtikaria sering dijumpai pada semua umur, orang dewasa lebih banyak mengalami urtikaria dibanding orang muda. Umur rata-rata penderita urtikaria adalah 35 tahun, dan jarang dijumpai pada umur kurang dari 10 tahun atau lebih dari 60 tahun. Beberapa referensi mengatakan urtikaria lebih sering mengenai wanita dibanding laki-laki yaitu 4:1, namun perbandingan ini bervariasi pada urtikaria yang lain.

10. PROGNOSIS
Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat diatasi. Kebanyakan kasus dapat disembuhkan dalam 1-4 hari. Urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit dicari. Hal ini juga tergantung dari penyebab dari urtikaria itu sendiri.

11.PENCEGAHAN
a. Hindari Penyebab b. Tindakan penghindaran akan berhasil bila penyebab/pencetus terjadinya alergi diketahui. Salah satu cara untuk mengetahui pencetus alergi ialah dengan melakukan uji kulit (tes alergi). Sayangnya, penderita terkadang alergi terhadap banyak hal, dan ini tentu sungguh membutuhkan ketelatenan penderita untuk mengidentifikasinya. c. Penyebab alergi yang perlu Anda waspadai: [+] Makanan. Meliputi susu sapi, telur ayam, daging ayam, ikan (terutama ikan laut), udang (ebi), kepiting dan kacang-kacangan (kacang tanah, kacang mede). Sebagai sumber protein pengganti, dianjurkan untuk mengkonsumsi susu kedelai. Susu kedelai mengandung protein yang tidak menimbulkan alergi. Kadar asam amino lisinnya tinggi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi protein pada nasi yang umumnya rendah kadar lisinnya. Secara umum susu kedelai juga mengandung vitamin B1, B2 dan niasin dalam jumlah yang setara dengan susu sapi. [+] Obat-obatan tertentu. Biasanya dari golongan pereda nyeri (aspirin, antalgin) dan antibiotik (amoksisillin, kotrimoksazol). [+] Cuaca. Terutama yang terlalu dingin atau panas. Urtikaria yang disebabkan oleh cuaca dingin biasanya menyerang orang dewasa muda dan dapat timbul jika udara menjadi semakin dingin. Untuk itu, bila cuaca dingin, usahakan aktivitas dilakukan di dalam ruangan. Gunakan masker/penutup hidung untuk mengurangi suhu dingin. [+] Debu dan polusi. Bersihkan rumah dari debu secara rutin, terutama kamar tidur dan tempat tidur. Batasi pemakaian karpet di dalam rumah.

[+] Tekanan dan goresan. Urtikaria yang disebabkan oleh tekanan biasanya terjadi pada mereka yang menderita dermografisme yang berupa goresan pada kulit. Tekanan akibat goresan ini juga dapat memicu urtikaria. [+] Stres. Hindari keadaan yang dapat membuat stres secara emosional, karena urtikaria juga dapat dipicu oleh faktor psikologis pasien. d. Olahraga Teratur e. Penyakit alergi berkaitan erat dengan daya tahan tubuh. Bila daya tahan tubuh lemah, mudah sekali muncul gejala-gejalanya. Olahraga yang dianjurkan misalnya berjalan kaki, berenang, bersepeda, berlari dan senam.

12.PENATALAKSANAAN
Sebenarnya pada beberapa kasus urtikaria yang sifatnya akut tidak perlu adanya pengobatan secara intensif karena urtikaria pada tahap ini gejalanya tidak berlansung lama dan bisa sembuh sendiri. Tetapi pada urtikaria kronik bisa di lakukan pengobatan dengan menggunakan anthihistamin. Obat ini merupakan pilihan utama adalah penanganan urtikaria. Menurut www.tempo.co.id/medika/arsip/04200/kas-1htm, ada beberapa tindakan yang harus di lakukan dalam penangnan urtikaria adalah : mencari dan menghindari bahan atau keadaan yang menyebabkan urtikaria untuk menghilangkan rasa gatal dapat di oleskan sedikit tepung soda bakar yang sudah di campur dengan air atau 1/10 larutan menthol dalam alkohol.

13.PEMERIKSAAN PENU JANG


Selain pemeriksaan rutin darah dan urin, feses, dapat dilakukan berbagai pemeriksaan lain seperti uji kulit terhadap alergen, uji provokasi dan pemeriksaan IgE spesifik. Pada urtikaria dingin dilakukan provokasi dengan potongan es yang diletakkan di bagian volar lengan bawah selama 5 menit, kemudian dilihat apakah terjadi bentol pada tempat tersebut. Demikian juga uji yang serupa dapat dilakukan bial terdapat kecurigaan terhadap faktor tersebut.

14.PENGOBATAN
Urtikaria akut pada umumnya lebih mudah dapat diatasi dan kadang-kadang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Pengobatan dapat ditujukan pada penghindaran faktor penyebab dan pengobatan simptomatik. Pada urtikaria akut generalisata, mula-mula diberikan adrenalin dengan dosis 0,01 ml/KgBB, dilanjutkan dengan pemberian antlhistamin penghambat H1.

Asuhan Keperawatan Urtikaria


A. PENGKAJIAN :
Tgl/jam masuk RS : 29052012/08:00 WIB Ruang : Ruang Anggrek No. RekMedis : 29.05.12.118 Dx.Medis : Urtikaria Tgl. Pengkajian : 29052012/10:00 WIB Identitas Klien : Nama : Ny.K Umur : 30 th Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Suku/Bangsa : Melayu Pendidikan Terakhir : SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Status : Menikah Suami/Istri/Orangtua : Nama : Tn.K Umur : 35 thn Alamat : Jln. Sui raya Dalam, Gg.Ceria9,No 8A Pekerjaan : PNS Alamat : Jln. Sui raya Dalam, Gg.Ceria9,No 8A

Keluhan Utama Badan terasa gatal gatal, Timbul bercak merah setelah makan sate kerang serta bercak merah semakin bertambah apabila digaruk. Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan sekarang P : Bercak bertambah apabila digaruk, Gatal setelah makan sate kerang Q : Gatal timbul bercak kemerahan R : Gatal pada daerah badan S : 8 (berat) T : setelah makan sate kerang

10

Riwayat kesehatan masa lalu Alergi makanan sejak 2 tahun yang lalu. Keadaan lingkungan yang memengaruhi timbulnya penyakit : Rumah dekat lingkungan yang agak kumuh, 5 m dari rumah ada tempat pembuangan sampah. MCK menggunakan air sedot tanah.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Keadaan fisik : Sedang Tanda-tanda vital : TD : 130/90, nadi : 25x/menit, suhu : 390c, pernafasan : 20x/menit Tingkat kesadaran : Composmentis Kulit Inspeksi : warna kulit : tampak bercak kemerahan , Kebersihan Kulit : Agak terganggu Palpasi : suhu : panas, tekstur : bercak merah, kelembaban : agal lembab ,nyeri tekan : ada dan timbul Odema dan Tonjolan. Kepala Inspeksi : kebersihan kulit kepala terjaga. Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa / benjolan Wajah Inspeksi : wajah tampak pucat Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan massa / benjolan. Mata Inspeksi : adakah sclera ikterus : tidak ada, konjungtiva pucat : ada, palpebra oedema : tidak ada Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan ada massa / benjolan. Hidung Inspeksi : tidak ada polip,perdarahan,secret,dan luka Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan massa / benjolan Telinga Inspeksi : tidak ada peradangan atau serumen Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan massa / benjolan
11

Mulut Inspeksi : bibir tampak kering atau sariawan, bengkak merah Palpasi : terdapat nyeri tekan Leher Inspeksi : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe Palpasi : tidak terjadi pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe Ketiak Inspeksi : tidak tampak adanya pembesaran kelenjar getah bening Palpasi : tidak teraba adanya pembesaran getah bening Dada dan pernapasan Inspeksi : bentuk dada normal, simetris kiri dan kanan Palpasi : ada nyeri tekan, ada massa/benjolan Perkusi : suara paru sonor Auskultasi : ada suara ronchi. Jantung Inspeksi : terdapat ictus cordis pada ventrikel kiri ICS 5 linea clavikularis kiri Palpasi : untuk meraba dengan jari II,III,IV yang dirasakan pukulan/ kekuat an getar dan dapat dihitung frekuensi jantung (HR) : normal Perkusi : batas-batas jantung diantara 3 dan 5 Auskultasi : bunyi jantung : normal Abdomen Inspeksi : ada jaringan parut striase, terdapat benjolan, diafragma simetris kiri dan kanan Palpasi : ada nyeri tekan dan ada massa/benjolan Perkusi : ada sura tympani Auskultasi : tidak ada suara bising usus, peristltik ususnya normal Genetalia dan anus Kebersihan Genitalia dan Anus terjaga.

12

Ekstermitas Kekuatan otot Kekuatan otot tampak lemah ketika klien sakit hanya mampu melakukan gerakkan normal penuh dan menentang gravitasi dengan sedikit penahanan dengan skala aktivitas klien 4444. Klien 50 % aktivitas nya di bantu oleh keluarga dan perawat.

Pola fungsi kesehatan


Menurut GORDON ada 11 pola kegiatan sehari-hari yang meliputi : kebutuhan nutrisi,kebutuhan cairan,kebutuhan eliminasi,istirahat,personal hygiene,persepsi kognitif,persepsi dan konsep diri,aktivitas dan latihan,kebutuhan seksual,mekanisme koping,kepercayan / keyakinan. adapun data dasar pengkajian pada pasien dengan urtikaria adalah : Aktivitas atau istirahat

Gejala : malaise,perubahan pola tidur Sirkulasi Tanda : TD sedikit dari jangkauan normal (selama curah jantung Tetap

meningkat) kulit lembab dan pucat Eliminasi

Gejala : Pola nutrisi normal Makanan atau cairan

Gejala : pola nutrisi normal Tanda : tidak terdapat penurunan BB, tidak mal nutrisi Neurosensori

Gejala :Sakit kepala Tanda : Gelisah Nyeri/ ketidaknyamanan

Gejala : pruritas umum (urtikaria).

13

Pernafasan

Tanda :Takipnea dengan penurunan kedalaman pernafasan, suhu: umumnya meningkat (39C ) Seksualitas

Gejala :Pruritas perineal Tanda :Maserasi vulva, pengeringan vagina purulen

Mahasiswa, Mei 2012

NIM :

14

B. ANALISA DATA
No 1 Data, Tanda dan Gejala Ds : - Klien mengatakan mengalami gatal setelah memakan sate kerang. - Bercak semakin banyak ketika digaruk. Do : -Timbul bercak kemerahan. 2 Ds : Klien mengatakan sangat tidak percaya diri dengan adanya penyakit yang membuat efek bercak merah pada kulitnya. Do : - Bercak kemerahan, tonjolan, odema. 3 Ds : Klien mengatakan tidur siang maupun malamnya terganggu, akibat datangnya serangan gatal yang menganggunya. Do : Klien tampak mengantuk, terdapat lingkaran hitam sekitar mata. 4 Ds : Klien mengatakan tidak tahu bahwa ia alergi sate kerang( seafood) Do : klien tampak malu Ansietas Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur Gangguan citra diri tubuh Gangguan rasa nyaman (priuritus) Masalah

15

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No 1 Diagnosa Keperawatan
Gangguan rasa nyaman(pruritus) b/d vasodilatasi subkutan ytd : Ds : - Klien mengatakan mengalami gatal setelah memakan sate kerang. - Bercak semakin banyak ketika digaruk. Do : -Timbul bercak kemerahan.

Tanggal masalah masuk 29/05/2012

Tanggal Masalah Teratasi 01/06/2012

Gangguan citra diri tubuh b/d angioedema ytd : Ds : Klien mengatakan sangat tidak percaya diri dengan adanya penyakit yang membuat efek bercak merah pada kulitnya. Do : - Bercak kemerahan, tonjolan, odema.

29/05/2012

01/06/2012

Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur b/d gatal ytd : Ds : Klien mengatakan tidur siang maupun malamnya terganggu, akibat datangnya serangan gatal yang menganggunya. Do : Klien tampak mengantuk, terdapat lingkaran hitam sekitar mata.

29/05/2012

01/06/2012

Ansietas berhubungan b/d kurang pengetahuan tentang penyakitnya ytd : Ds : Klien mengatakan tidak tahu bahwa ia alergi sate kerang( seafood) Do : Klien tampak malu

29/05/2012

01/06/2012

16

D. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


No
1

Dx.Kep
Gangguan rasa nyaman(pruritus) b/d vasodilatasi subkutan ytd :

Tujuan
Mencapai atau mengembalikan kondisi tubuh yang normal agar tidak

Intervensi
1. Ajarkan klien personl hygine yang baik dan benar.

Rasional
Untuk mengetahui perkembangan kondisi kulit klien.

Ds : - Klien mengatakan terjadi lagi efek gatal 2. Perawatan luka mengalami gatal setelah memakan sate kerang. - Bercak semakin banyak ketika digaruk. Do : -Timbul bercak kemerahan. dengan kriteria hasil : Klien mengatakan tidak gatal, bercak merah berkurang yang baik dan benar. 3. Pantau tiap hari efek gatal dan bercak. 4. Ingatkan klien untuk tidak makan makanan yang sifatnya membuat alergi. 2 Gangguan citra diri tubuh b/d angioedema ytd : Ds : Klien mengatakan sangat tidak percaya diri dengan adanya penyakit yang membuat efek bercak merah pada kulitnya. Do : - Bercak kemerahan, tonjolan, odema. Agar dapat mengekspresikan perasaan dan masalah yang menyebabkan penurunan citra tubuh 1. Kaji makna perubahan pada pasien. 2. Bersikap realistis dan positif selama pengobatan.Pada penyuluhan kesehatan dan menyusun tujuan dalam keterbatasan 3. Dorong interaksi keluarga dan dengan tim rehabilitas 4. Berikan kesempatan pada 1. Episode traumatic mengakibatkan perubahan tiba-tiba, tidak diantisipasi, membuat perasaan kehilangan pada perubahan actual/yang dirasakan.ini memerlukan dukungan perbaikan optimal. 2. Meningkatkan kepercayaan dan mengadakan hubungan antara pasien dengan perawat. 3. Mempertahankan/membuk a garis komunikasi dan memberikan dukungan 4. meringankan beban 17

pasien untuk mengekspresikan perasaan mereka. 5. HE kepada keluarga pasien tentang bagaimana mereka dapat membantu pasien. 3 Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur b/d gatal ytd : Ds : Klien mengatakan tidur siang maupun malamnya terganggu, akibat datangnya serangan gatal yang menganggunya. Do : Klien tampak mengantuk, terdapat lingkaran hitam sekitar mata. Pasien menunjukkan 1. Kaji kebiasaan tidur kebutuhan istirahat tidur terpenuhi. klien sebelum dan selama sakit 2. Beri posisi yang nyaman. 3. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. 4. Anjurkan pasien untuk mengkomsumsi makanan/minuman tinggi protein sebelum tidur. 5. Menghindari minuman yang mengandung kafein,pada malam hari.

psikologis klien. 5. Keluarga dapat meningkatkan ventilasi perasaan dan memungkinkan respons yang lebih membantu pasien.

1. Untuk mengetahui

kebiasaan tidur klien serta gangguan yang dirasakan, dan membantu dalam menentukan intervensi selanjutnya.
2. Posisi yang nyaman dapat

meningkatkan relaksasi sehingga menstimulasi untuk tidur


3. Lingkungan yang tenang

dapat memberikan rasa nyaman sehingga mempermudah klien tidur.


4. Pencernaan protein

menghasilkan triptopan yang mempunyai efek sedative 5. Memudahkan pasien untuk dapat tidur.

Ansietas berhubungan b/d kurang pengetahuan tentang penyakitnya ytd : Ds : Klien mengatakan

Pasien akan menunjukkan kecemasan berkurang/ teratasi dengan criteria:

1. Observasi tingkat kecemasan pasien. 2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan

1. mengetahui sejauh mana

kekhwatiran / kecemasan pasien dan pemahaman pasien mengenai penyakitnya.


18

tidak tahu bahwa ia alergi sate kerang( seafood) Do : Klien tampak malu

a.Pasien dapat menerima keadaanya b.Ekspresi wajah rileks c.Pasien tampak tenang

perasaanya 3. Bina hubungan yang baik antara perawat dengan klien. 4. Beri dorongan spiritual. 5. HE tentang penyakit yang diderita pasien.

2. Mengurangi beban perasaan pasien. 3. Meningkatkan hubungan terapeutik antara perawat dengan pasien. 4. Membantu pasien lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menerima keadaanya denga ikhlas. 5. Dengan informasi denga baik dapat menurunkan kecemasan pasien.

19

E. IMPLEMENTASI
No
1

Hari/Tanggal
Selasa/29-05-2012

Waktu
10.00-11.00

DAR
D: Timbul bercak kemerahan pada kulit klien A: Ajarkan klien personl hygine yang baik dan benar. R: Klien mencoba untuk menerapkan personal hygine secara baik dan benar.

Paraf

Selasa/29-05-2012

D: Bercak kemerahan, tonjolan, odema pada kulit klien. A: Berikan kesempatan pada pasien untuk mengekspresikan perasaan mereka R: Klien mencoba untuk percaya diri dengan penyakit yang dideritanya.

Selasa/29-05-2012

D:Klien tampak mengantuk, terdapat lingkaran hitam sekitar mata. A: Anjurkan klien untuk tidur lebih awal dan membuat posisi klien meenjadi nyaman. R: Klien sudah nyaman tidur dan waktu tidur nya bertambah

Selasa/29-05-2012

D: Klien tampak malu A: Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaanya dan bertanya. R: Klien sudah paham tentang penyakitnya

20

F. EVALUASI
No.Dx
1

SOAP
S: Klien mengatakan sudah menerapkan prinsip personal hygine O: Kebersihan kulit klien tampak terjaga A:Masalah teratasi P:-

Paraf

S: Klien mengatakan mulai percaya diri atas penyakit yang dideritanya O: Klien tampak tidak malu lagi A: Masalah teratasi P:-

S: Klien mengatakan sudah nyaman dengan pola tidurnya dan tidak merasa gangguan dari efek gatal lagi O: Tidak terdapat lingkaran hitam di sekitar mata A: Masalah teratasi P:-

S: Klien mengatakan sudah paham tentang penyakitnya dan apa penyebabnya O: Klien tampak mulai pandai dalam memanajemen penyakitnya A: Masalah teratasi P:-

21

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
Urtikaria adalah reaksi dari pembuluh darah berupa erupsi pada kulit yang berbatas tegas dan menimbul (bentol), berwarna merah, memutih bila ditekan, dan disertai rasa gatal. Macam-macam urtikaria adalah urtikaria karena tekanan,urtikaria karena dingin (udara), urtikaria cahaya, urtikaria kontak (biasanya karena eksposure pekerjaan), urtikaria idiopatik (tidak diketahui penyebabnya), dan urtikaria kolinergik (karena gigitan serangga). Penyebab urtikaria adalah Jenis makanan, yang dapat menyebabakan alergi, jenis obat-obatan yang menimbulkan alergi, bahan-bahan protein yang masuk melalui hidung, pengaruh cuaca, dan faktor psikologis. Urtikaria akut pada umumnya lebih mudah dapat diatasi dan kadangkadang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Pengobatan dapat ditujukan pada penghindaran faktor penyebab dan pengobatan simptomatik.

B. Saran
Walaupun urtikaria atau biasa disebut biduran tidak terlalu membahayakan, namun kita tidak bisa menganggapnya gampang sebab dari makalah yang kami bahas, urtikaria ini bisa menyebabkan purpura dan excoriasi. Sebaiknya jika terkena urtikaria hindarilah penyebabnya dan lakukan pengobatan simptomatik.

22

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.co.id/search?q=urtikaria&ie=utf-8&oe=utf8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a http://makalahkuliahjurusanpai.blogspot.com/2011/05/urtikaria.html

23