Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU KECAMATAN KEPULAUAN SERIBU SELATAN KELURAHAN PULAU UNTUNG JAWA KODE POS:

14510 TELP: 021-70763093, 70931350, 70942265 TELAAHAN STAF Nomor: 001/-1.858.44 Kepada Dari Tanggal Sifat Perihal : : : : : Yth. Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Lurah Pulau Untung Jawa 8 Januari 2008 Sangat Penting Pengelolaan Kawasan Andalan Wisata Permukiman di Pulau Untung Jawa

A. POKOK PERSOALAN: 1. Berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Nomor 369 Tahun 2002 tentang Pembentukan Tim Pembina dan Pengelola Areal Bumi Perkemahan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta di Pulau Untung Jawa, maka telah ditetapkan susunan Keanggotaan Tim Pengelola Areal Bumi Perkemahan BKSDA yang terdiri dari Ketua LPM sebagai Ketua Tim dan Ketua Karang Taruna sebagai Sekretaris Tim. 2. Mengingat di dalam lampiran II Keputusan Bupati sebagaimana dimaksud pada butir (1), saat ini telah menimbulkan polemik penafsiran di masyarakat tentang apakah susunan keanggotaan Ketua dan Sekretaris Tim Pengelola merupakan jabatan ex-officio dari Ketua LPM dan Ketua Karang Taruna atau merupakan kelembagaan baru yang berdiri sendiri, maka hal ini perlu dipertegas kembali melalui Keputusan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. 3. Perlu saya laporkan kepada Bapak, bahwa secara existing Tim Pengelola Areal BKSDA telah melaksanakan tugasnya bukan hanya di lingkungan areal BKSDA tetapi seluruh areal pulau permukiman yang ada di Pulau Untung Jawa, dan hal inipun mendapatkan kritisi dari sebagian masyarakat tentang kewenangan pekerjaan yang harus dilakukan oleh Tim Pengelola tersebut. B. PRA ANGGAPAN: 1. Adanya persepsi dari para Anggota Tim Pengelola Areal BKSDA bahwa keanggotaan Tim Pengelola adalah lepas dari keanggotaan LPM dan merupakan organisasi baru yang berdiri sendiri, padahal yang sesungguhnya adalah bahwa kelembagaan ini merupakan kolaborasi dari kelembagaan masyarakat yang sudah exist berperan di Pulau Untung Jawa, dimana di dalam Keputusan Bupati Nomor: 369 Tahun 2002 disebutkan bahwa Ketua Tim Pengelola adalah Ketua LPM dan Sekretaris Tim Pengelola adalah Ketua Karang Taruna, sehingga di dalam Keputusan Bupati tersebut tidak disebutkan masa bakti dari Tim ini, karena masa bakti keanggotan tim ini disesuaikan dengan masa bakti jabatan dari organisasi masing-masing. 2. Penjelasan tentang kedudukan keanggotaan Tim Pengelola Areal BKSDA secara rinci dijelaskan dalam Nota Dinas Plt. Kasubbag Sarana dan Prasarana Kabupaten kepada Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tanggal 18 Desember 2002 (Dokumen terlampir). C. FAKTA DAN DATA YANG BERPENGARUH TERHADAP PERSOALAN: 1. Mengingat kedudukan Sdr. M. Atib saat ini adalah sebagai Ketua LPM yang akan mengakhiri masa baktinya pada tanggal 18 Januari 2008, maka sebagian masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa menuntut agar Keputusan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan

Seribu Nomor: 369 Tahun 2002 segera direvisi agar tidak terjadi multi tafsir tentang kedudukan kelembagaan ini yang memang seharusnya berada di bawah kendali Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa. 2. Melihat perkembangan kegiatan pariwisata di Pulau Untung Jawa yang semakin meningkat positif, dan juga dalam rangka mengembalikan citra dan peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang selama ini nyaris vacum sejak Ketua LPM lebih banyak berkonsentrasi sebagai Ketua Tim Pengelola Areal BKSDA, maka masyarakat Pulau Untung Jawa menyarankan agar kegiatan pengelolaan pariwisata dapat ditingkatkan tidak hanya di areal BKSDA melainkan meliputi seluruh areal permukiman Pulau Untung Jawa, dan kegiatan pengelolaan Kawasan Andalan Wisata Permukiman Pulau Untung Jawa menjadi bagian tugas yang tidak terpisahkan yang harus dilakukan oleh pengurus LPM yang sejak dahulu telah exist dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ketika masih bernama LKMD/K. D. KESIMPULAN: Perlu adanya revisi terhadap Keputusan Bupati Nomor: 369 Tahun 2002 tentang Pembentukan Tim Pembina dan Tim Pengelola Areal Bumi Perkemahan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta di Pulau Untung Jawa, karena dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada saat ini, dan diharapkan dapat diterbitkan Keputusan Bupati yang baru yang isinya dapat lebih mempertegas peran dan kedudukan LPM tidak hanya sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat tetapi juga sebagai Pengelola Kawasan Andalan Wisata Permukiman Pulau Untung Jawa yang profesional dan mandiri. E. SARAN: 1. Mengingat Pengurus LPM dipilih oleh masyarakat dan ditetapkan melalui Keputusan Lurah, maka untuk menjaga agar tidak terjadi kerancuan dalam penafsiran di masyarakat, sebaiknya Keputusan Bupati Nomor: 369 Tahun 2002 tersebut direvisi dan diganti dengan Keputusan Bupati yang hanya mengatur tentang Pengelolaan Kawasan Andalan Wisata Permukiman Pulau Untung Jawa oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, sehingga dalam implementasinya di lapangan kelembagaan ini dapat bersinergi dengan kelembagaan masyarakat lainnya (RT, RW, Dewan Kelurahan, Karang Taruna, PKK, dan sebagainya). 2. Bersama ini saya sampaikan konsep Keputusan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tentang Pengelolaan Kawasan Andalan Wisata Permukimnan Pulau Untung Jawa oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (terlampir). Demikian telaahan staf ini saya sampaikan untuk dapat menjadi bahan kebijakan dan arahan lebih lanjut. LURAH PULAU UNTUNG JAWA EKO SUROYO, S.Sos., M.Si. NIP. 010244439 Tembusan: 1. Sekretaris Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 2. Asisten Pelmas dan Sarana Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 3. Ka. Badan Perencanaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 4. Ka. Badan Pengawasan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 5. Ka. Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 6. Ka. Sudin Pariwisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu 7. Ka. Bagian Adek Sarkab. 8. Camat Kepulauan Seribu Selatan 9. Kasie Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.