Anda di halaman 1dari 3

SITOSTOMI RUANG LINGKUPTrauma uretra disebabkan oleh : Trauma tumpul Trauma tajam Akibat instrumentasi uretra (pemasangan kateter

atau sistoskopi)DEFINISISistostomi : adalah tindakan mengalirkan kencing melalui lubang yang dibuat supra pubikuntuk mengatasi retensi urin dan menghindari komplikasi. Macam Sistostomi :1 . S i s t o s t o m i t r o k a r 2 . S i s t o s t o m i t e r b u k a RUJUKAN1.Blandy J; Operative Urology. Blackwell Scientific Publications ; Oxford -LondonEdinburgh-Melbourne, 1978, p. 202-223.2.Devine CJ, Jordan. GH, Schlossberg SM, ; Surgery of the Penis and Urethra, Cambells Urology, 6 th Ed WB Saunders Co. Philladelphia-London-Toronto-Montreal-Sydney-Tokyo,1992, p. 2982 3032.3 . R e s n i c k M . I. C a l d a m o n e A . A . a n d S p i r n a k J . P . : D e c i s i o n M a k i n g I n U r o l o g y. T h e C . V . Mosby Company : St. Louis-Toronto-London 1985, p. 172-173.4.Turner Warwick R.T. : Urethral Stricture Surgery. Urologic Surgery by James F. Glenn 3 rd Ed. J.B. Lippincott Company, 1983, p. 689-719. PROSEDUR PELAKSANAAN 1 . D o k t e r U m u m - Resusitasi / stabilitasi- Sistostomi2 . D o k t e r A h l i U r o l o g i Sistostomi : - trokar - terbukaSistostomi Trokar Alat yang diperlukan : 1 . T r o k a r k h u s u s ya n g t e r d i r i d a r i : a. Sheath setengah lingkaranb. Kanula berlobang (Hollow Obtutor)2 . K a t e t e r f o l l e y C h 1 8 a t a u 2 0 F 3.Kantong penampung urin (urin bag)4 . S e p a s a n g s a r u n g t a n g a n s t e r i l 5.Mata pisau berujung tajam lengkap dengan tangkainya (handle) 6 . S y r i n g e : 1 0 m l . 7.Doek berlobang ditengahnya, steril. 8 . L a r u t a n x y l o c a i n 1 % 9 . L a r u t a n d e s i n f e k t a n 10.Kasa steril11.Tang/klem/forceps untuk desinfeksi SOP Medik Keilmuan (SMF Urologi/RSUD Dr. Soetomo Surabaya) S3.P4.4.1. 17

Indikasi : Seperti indikasi sistostomi pada umumnya dengan syarat : Buli-buli jelas penuh dan secara palpasi teraba Tidak ada sikatrik bekas operasi didaerah abdomen bawah Tidak dicurigai adanya perivesikal hematom, seperti pada fraktur pelvis Cara melakukan : -

Penderita diberi penjelasan tentang apa yang akan dikerjakan padanya dan dimintamembuat persetujuan tertulis (inform consent). Sebaiknya operator berdiri disebelah kiri penderita. Cek ulang semua alat dan siappakai. Semua alat yang diperlukan diatur ditempat khusus dan diletakkan s e h i n g g a terjangkau oleh operator. Operasi dikerjakan dengan teknik aseptik. Cukur rambut pubis. Daerah operasi desinfeksi dan ditutup dengan doek lubang steril. Di daerah yang akan di insisi (2-3 jari) diatas simpisis, dilakukan infiltrasi anastesidengan larutan xylocain linea alba. Trokar set, dimana canulla dalam keadaan terkunci telah pada Sheath ditusukkanmelalui insisi tadi ke arah buli-buli dengan posisi telentang miring ke bawah. Sebagai pedoman arah trokar adalah tegak miring ke arah kaudal sebesar 15-30%. Telah masuknya trokar ke dalam buli-buli akan ditandai dengan :1 . H i l a n g n ya h a m b a t a n p a d a t r o k a r 2.Keluarnya urin melalui lubang pada canullaTrokar terus dimasukkan sedikit lagi. Secepatnya canulla dilepaskan dari Sheathnya dan secepatnya pula foley kateter,maksimal Ch. 20 F, dimasukkan dalam buli-buli melalui kanal dari sheath yangmasih terpasang. Pangkal kateter segera dihubungkan dengan urin bag dan b a l o n k a t e t e r dikembangkan dengan air sebanyak kurang lebih 10 cc. Sekarang sheath dapat dilepas dan kateter ditarik keluar sampai balon menempelpada dinding buli-buli. Insisi ditutup dengan kasa steril dan di fiksasi ke kulit dengan plester.Sistostomi Terbuka Alat yang diperlukan : Seperti alat-alat pada sistostomi trokar, hanya tidak memerlukan khusus. Cara operasi : Posisi penderita : Penderita diletakkan dalam posisi terlentang biasa, k a d a n g diperlukan tambahan pengangkat sakrum. Kulit perut bawah sampai dasar penis, pelipatan paha kanan dan kiri di desinfeksidengan larutan povidon iodine 2-3X. Lapangan operasi dipersempit dengan kain steril. -

Dilakukan penyuntikan xilocain untuk anastesi lokal. Irisan yang digunakan disiniadalah digaris median tegak lurus keatas sampai dibawah pusat. Disamping itudikenal beberapa macam irisan yaitu transversal menurut Cherney. Irisan ini mulai dari kulit diperdalam terus menembus lapisan s ubcukan, fasia darimuskulus rektus yang digaris tengah kita namakan linea alba. Dilakukan penyisihan lipatan peritoneum diatas buli -buli keatas. Dalam bulibulipenuh, lipatan peritoneum ini dengan sendirinya sudah terdorong keatas. Kedudukan SOP Medik Keilmuan (SMF Urologi/RSUD Dr. Soetomo Surabaya) S3.P4.4.1. 18

ini dipertahankan dengan meletakkan kasa basah diatasnya dan menariknya keatas(memakai retraktor). Buli2 dikenal karena banyak pembuluh darah vena yang berjalan sebagian besar vertikal Dinding buli disangga dua jahitan yang diletakkan disisi kanan kiri dinding bulisebelah depan (dapat pula digunakan klem dari Allis). Untuk meyakinkan dapat dilakukan fungsi buli, bila ternyata air seni yang keluar melalui tempat fungsi tersebut diperlebar dengan membuat irisan tempat titik fungsitadi selanjutnya diperlebar dengan menggunakan klem Pean. Setelah dilakukan eksplorasi dari buli buli dimasukkan kateter foley Ch. 20-24 Luka buli-buli ditutup kembali dengan jahitan benang chrom catgut No. 0-2, tidakdibenarkan menjahit dengan benang yang tidak dapat diserap. Bila diperlukan diversi suprapubik untuk jangka lama maka dinding buli digantungkandi dinding perut dengan jalan menjahit dinding buli-buli pada otot rektus kanan dankiri. Luka operasi dijahit lapis demi lapis : Otot dengan catgut chromic ; Fasia dengancatgut chromic ; Lemak dengan catgut plain. Kulit dengan benang sutera Untuk mencegah terlepasnya kateter maka selain balon kateter dikembangkan jugadilakukan penjahitan fiksasi kateter dengan kulit