Periodisasi

Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
 

lisan tulisan

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:
         

Angkatan Pujangga Lama Angkatan Sastra Melayu Lama Angkatan Balai Pustaka Angkatan Pujangga Baru Angkatan 1945 Angkatan 1950 - 1960-an Angkatan 1966 - 1970-an Angkatan 1980 - 1990-an Angkatan Reformasi Angkatan 2000-an

[sunting] Pujangga Lama

Salah satu halaman Hikayat Abdullah Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara

orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil.1942. terutama karya-karya keagamaan. Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya". yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya. hikayat dan terjemahan novel barat. Tapanuli.[1] [sunting] Karya Sastra Pujangga Lama [sunting] Sejarah  Sejarah Melayu (Malay Annals) [sunting] Hikayat          Hikayat Abdullah Hikayat Aceh Hikayat Amir Hamzah Hikayat Andaken Penurat Hikayat Bayan Budiman Hikayat Djahidin Hikayat Hang Tuah Hikayat Iskandar Zulkarnain Hikayat Kadirun         Hikayat Kalila dan Damina Hikayat Masydulhak Hikayat Pandawa Jaya Hikayat Pandja Tanderan Hikayat Putri Djohar Manikam Hikayat Sri Rama Hikayat Tjendera Hasan Tsahibul Hikayat [sunting] Syair     Syair Bidasari Syair Ken Tambuhan Syair Raja Mambang Jauhari Syair Raja Siak [sunting] Kitab agama     Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri [sunting] Sastra Melayu Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 .muncul karya-karya penting berbahasa Melayu. serta Nuruddin arRaniri. .

J.D. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H.M.[sunting] Karya Sastra Melayu Lama                Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G.F.Tirto Adhi Soerjo Nyai Permana Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya [sunting] Angkatan Balai Pustaka Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka . Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.J Cerita Si Conat oleh F. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio               Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S.

dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera".Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920. novel. Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi. tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. bahasa Jawa dan bahasa Sunda. novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali. Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934)  Nur Sutan Iskandar   Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) . yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair. dan bahasa Madura. dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang. gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Prosa (roman. pantun.[2] Pada masa ini. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:  Merari Siregar    Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu  Marah Roesli    Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956)  Muhammad Yamin     Tanah Air (1922) Indonesia. Dalam perkembangannya. bahasa Batak.

      Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) Tulis Sutan Sati     Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932)  Djamaluddin Adinegoro   Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928)  Abas Soetan Pamoentjak  Pertemuan (1927)  Abdul Muis   Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933)  Aman Datuk Madjoindo    Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935) [sunting] Pujangga Baru .

dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana.E.sandiwara   . menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia.Tatengkeng o Rindoe Dendam (1934) Fatimah Hasan Delais o Kehilangan Mestika (1935) Said Daeng Muntu   Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940)    Armijn Pane o Belenggu (1940) o Jiwa Berjiwa o Gamelan Djiwa . Armijn Pane dan Rustam Effendi. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah 2. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu : 1.1942). Karyanya Layar Terkembang. beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Selain Layar Terkembang.kumpulan sajak (1960) o Djinak-djinak Merpati . nasionalistik dan elitis. pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 .Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual. terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Pada masa itu.kumpulan sajak (1935) o Layar Terkembang (1936) o Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) Hamka o o o o  Roestam Effendi o Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan o Pertjikan Permenungan Sariamin Ismail o Kalau Tak Untung (1933) o Pengaruh Keadaan (1937) Anak Agung Pandji Tisna o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) o Sukreni Gadis Bali (1936) o I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) J. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru  Sutan Takdir Alisjahbana o Dian Tak Kunjung Padam (1932) o Tebaran Mega .

Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. . Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani.kumpulan cerpen (1953)  o o Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941)  Sanusi Pane o Pancaran Cinta (1926) o Puspa Mega (1927) o Madah Kelana (1931) o Sandhyakala Ning Majapahit (1933) o Kertajaya (1932) Tengku Amir Hamzah o Nyanyi Sunyi (1937) o Begawat Gita (1933) o Setanggi Timur (1939) Karim Halim o Palawija (1944)  [sunting] Angkatan 1945 Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45.o (1950) Kisah Antara Manusia .

bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar o Tiga Menguak Takdir (1950) Idrus o o o   Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan  Achdiat K. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945  Chairil Anwar o Kerikil Tajam (1949) o Deru Campur Debu (1949) Asrul Sani. o Kasih Ta' Terlarai (1961) o Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) o Pertjobaan Setia (1940)    [sunting] Angkatan 1950 .1960-an . Mihardja o Atheis (1949) Trisno Sumardjo o Katahati dan Perbuatan (1952) Utuy Tatang Sontani o Suling (drama) (1948) o Tambera (1949) o Awal dan Mira . pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.drama satu babak (1962) Suman Hs.Selain Tiga Manguak Takdir.

Sastra. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia. Dini o Dua Dunia (1950) o Hati jang Damai (1960) Sitor Situmorang o Dalam Sadjak (1950) o Djalan Mutiara: kumpulan tiga  Toto Sudarto Bachtiar o Etsa sajak-sajak (1956) o Suara .1960-an  Pramoedya Ananta Toer o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) o Bukan Pasar Malam (1951) o Di Tepi Kali Bekasi (1951) o Keluarga Gerilya (1951) o Mereka yang Dilumpuhkan (1951) o Perburuan (1950) o Cerita dari Blora (1952) o Gadis Pantai (1965) Nh. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 . Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan di antara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan.H o Priangan si Jelita (1956) W. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya.kumpulan sajak 19501955 (1958) Ramadhan K.B. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis.Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960 Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.S. Jassin. Rendra o Balada Orang-orang Tercinta (1957) o Empat Kumpulan Sajak (1961) o Ia Sudah Bertualang (1963) Subagio Sastrowardojo      .

1970-an .8 cerita pendek pilihan (1955) o Bianglala .kumpulan cerita pendek (1963) o Hujan Panas (1964) o Kemarau (1967)       [sunting] Angkatan 1966 .o o o sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) o  Simphoni (1957) Nugroho Notosusanto o Hujan Kepagian (1958) o Rasa Sajangé (1961) o Tiga Kota (1959) Trisnojuwono o Angin Laut (1958) o Dimedan Perang (1962) o Laki-laki dan Mesiu (1951) Toha Mochtar o Pulang (1958) o Gugurnya Komandan Gerilya (1962) o Daerah Tak Bertuan (1963) Purnawan Tjondronagaro o Mendarat Kembali (1962) Bokor Hutasuhut o Datang Malam (1963)   Mochtar Lubis o Tak Ada Esok (1950) o Jalan Tak Ada Ujung (1952) o Tanah Gersang (1964) o Si Djamal (1964) Marius Ramis Dayoh o Putra Budiman (1951) o Pahlawan Minahasa (1957) Ajip Rosidi o Tahun-tahun Kematian (1955) o Ditengah Keluarga (1956) o Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) o Cari Muatan (1959) o Pertemuan Kembali (1961) Ali Akbar Navis o Robohnya Surau Kami .

Hamsad Rangkuti. arketip. Arifin C. Surat Keputusan (1963) o Lesbian (1976) o Bukan Rumahku (1976) o Pelabuhan Hati (1978) o Pelabuhan Hati (1978) Leon Agusta o Monumen Safari (1966) o Catatan Putih (1975) o Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978)     . Taufik Ismail. Putu Wijaya. Bur Rasuanto. dan banyak lagi yang lainnya.Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966 Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. H. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966  Taufik Ismail o Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia o Tirani dan Benteng o Buku Tamu Musim Perjuangan o Sajak Ladang Jagung o Kenalkan o Saya Hewan o Puisi-puisi Langit Sutardji Calzoum Bachri o O o Amuk o Kapak Abdul Hadi WM o Meditasi (1976) o Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)  Djamil Suherman o Perjalanan ke Akhirat (1962) o Manifestasi (1963) Titis Basino o Dia. Goenawan Mohamad. Noer. Jassin. Arief Budiman. Goenawan Mohamad. Hotel. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye.B. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Wisran Hadi. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Wing Kardjo.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik. Darmanto Jatman. Ikranegara. Purnawan Tjondronegoro. Budi Darma. arus kesadaran. Djamil Suherman. Leon Agusta. dan absurd. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam.

dan Kita (1980) Umar Kayam o Seribu Kunang-kunang di Manhattan o Sri Sumarah dan Bawuk o Lebaran di Karet o Pada Suatu Saat di Bandar Sangging o Kelir Tanpa Batas o Para Priyayi o Jalan Menikung Danarto o Godlob o Adam Makrifat o Berhala Nasjah Djamin o Hilanglah si Anak Hilang (1963) o Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) Putu Wijaya o Bila Malam Bertambah Malam (1971) o Telegram (1973) o Stasiun (1977) o Pabrik o Gres o Bom   Iwan Simatupang o Ziarah (1968) o Kering (1972) o Merahnya Merah (1968) o Keong (1975) o RT Nol/RW Nol o Tegak Lurus Dengan Langit M. Sastra. Hartowardojo o Perjanjian dengan Maut (1976) Ismail Marahimin o Dan Perang Pun Usai (1979) Wisran Hadi o Empat Orang Melayu o Jalan Lurus              [sunting] Angkatan 1980 .o  Tergantung Pada Angin (1977)  o Hukla (1979) Sapardi Djoko Damono o Dukamu Abadi (1969) o Mata Pisau (1974) Goenawan Mohamad o Parikesit (1969) o Interlude (1971) o Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) o Seks.A Salmoen o Masa Bergolak (1968) Parakitri Tahi Simbolon o Ibu (1969) Chairul Harun o Warisan (1979) Kuntowijoyo o Khotbah di Atas Bukit (1976) M.1990an . Balfas o Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Mahbub Djunaidi o Dari Hari ke Hari (1975) Wildan Yatim o Pergolakan (1974) Harijadi S.

Kurniawan Junaidi. Nh. Ahmad Fahrawie. Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Yudistira Ardinugraha. dan Hati Yang Damai. Micky Hidayat. Seno Gumira Ajidarma. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. La Barka. Tarman Effendi Tarsyad. . dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Namaku Hiroko. Pipiet Senja. ditandai dengan banyaknya roman percintaan. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novelnovel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum.Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990 Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. Pertemuan Dua Hati. karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya. dan Tajuddin Noor Ganie. Arifin Noor Hasby. Noor Aini Cahya Khairani. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Noorca Mahendra. Pada umumnya.

pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat. Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said.B Mangunwijaya o Burung-burung Manyar (1981) Darman Moenir o Bako (1983) o Dendang (1988) Budi Darma o Olenka (1983) o Rafilus (1988) Sindhunata o Anak Bajang Menggiring Angin (1984) Arswendo Atmowiloto o Canting (1986) Hilman Hariwijaya o Lupus . yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. Lastri Fardhani. antara lain: La Rose. Diah Hadaning. dan Oka Rusmini.28 novel (1986-2007) o Lupus Kecil .1990an  Ahmadun Yosi Herfanda o Ladang Hijau (1980) o Sajak Penari (1990) o Sebelum Tertawa Dilarang (1997) o Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) o Sembahyang Rumputan (1997) Y.Namun yang tak boleh dilupakan. Yvonne de Fretes.13 novel (1989-2003) o Olga Sepatu Roda (1992) o Lupus ABG . [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 .11 novel (1995-2005) Dorothea Rosa Herliany o Nyanyian Gaduh (1987) o Matahari yang Mengalir (1990) o Kepompong Sunyi (1993) o Nikah Ilalang (1995)        .

seperti Sutardji Calzoum Bachri.o  Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) Gustaf Rizal o Segi Empat Patah Sisi (1990) o Segi Tiga Lepas Kaki (1991) o Ben (1992) o Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) Remy Sylado o Ca Bau Kan (1999) o Kerudung Merah Kirmizi (2002) Afrizal Malna o Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) o Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) o Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) o Dinamika Budaya dan Politik (1991) o Arsitektur Hujan (1995) o Pistol Perdamaian (1996) o Kalung dari Teman (1998)   [sunting] Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri.puisi. cerpen. maupun novel. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya. Bahkan. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Ahmadun Yosi Herfanda. khususnya seputar reformasi. yang bertema sosial-politik. Acep Zamzam Noer. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi  Widji Thukul o Puisi Pelo o Darman . puisi. Di rubrik sastra harian Republika misalnya. dan novel -pada saat itu. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. cerpen. muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi".

seperti Afrizal Malna. seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. novelis. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000  Ayu Utami o Saman (1998) o Larung (2001) Seno Gumira Ajidarma o Atas Nama Malam o Sepotong Senja untuk Pacarku o Biola Tak Berdawai Dewi Lestari o Supernova 1: Ksatria. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara. Jakarta pada tahun 2002. Seratus lebih penyair. serta yang muncul pada akhir 1990-an.[sunting] Angkatan 2000-an Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade pertama abad ke-21 Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. cerpenis. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. Puteri dan Bintang Jatuh (2001) o Supernova 2. eseis.1: Akar (2002)   .

2: Petir (2004) Raudal Tanjung Banua o Pulau Cinta di Peta Buta (2003) o Ziarah bagi yang Hidup (2004) o Parang Tak Berulu (2005) o Gugusan Mata Ibu (2005) Habiburrahman El Shirazy o Ayat-Ayat Cinta (2004) o Diatas Sajadah Cinta (2004) o Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) o Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) o Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) o Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) o Dalam Mihrab Cinta (2007) Andrea Hirata o Laskar Pelangi (2005) o Sang Pemimpi (2006) o Edensor (2007) o Maryamah Karpov (2008) o Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) Ahmad Fuadi o Negeri 5 Menara (2009) o Ranah 3 Warna (2011) Tosa o o     Lukisan Jiwa (puisi) (2009) Melan Conis (2009) [sunting] Cybersastra Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. baik yang dikelola resmi oleh pemerintah. organisasi non-profit. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet). [sunting] Pranala luar   http://www.sumpahpalapa.net/ [sunting] Referensi .o  Supernova 2.cybersastra. maupun situs pribadi.com/ (lihat link sastra) http://www. Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya semisal : duniasatra(dot)com.

370. M. ^ Ricklefs.1. 3. Jakarta: Grasindo. Oyon Sofyan (24 November 1991). Jakarta: Grasindo. A History of Modern Indonesia 1200-2004. 167. 117. (24 November 1991).C. Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. . ^ Mahayana. Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. London: MacMillan. ^ Yudiono (24 November 2007). hlm. 2. hlm. Maman S. hlm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful