Anda di halaman 1dari 18

TUGAS SPEKTROSKOPI MASSA Dosen Pengampu : Drs. I Made Sukadana, M.Si.

QUADRUPOLE MASS SPECTROMETER

I Putu Darma Wijaya I Made Adi Sukariawan Made Rai Rahayu Ika Kurniawati

NIM 1092061002 NIM 1092061007 NIM 1092061008 NIM 1092061010

Program Studi Kimia Terapan Program Pasca Sarjana Universitas Udayana 2011

Page 1 of 18

QUADRUPOLE MASS SPECTROMETER A. PENDAHULUAN Spektrometer massa adalah salah satu instrumen pengukuran analitik yang paling diperlukan oleh ilmuwan dan saat ini hampir digunakan di semua disiplin ilmu kimia yaitu organik, anorganik, fisik serta biologi, kedokteran dan ilmu material. Spektrometer massa dapat memberikan informasi kualitatif dan kuantitatif tentang bahan organik, anorganik dan biomolekul, termasuk komposisi unsur dalam campuran kompleks, molekul struktur dan komposisi permukaan zat padat, dan perbandingan isotop atom dalam sampel. Spektrometer massa mengkonversi molekul netral menjadi bermuatan partikel (baik positif atau ion negatif) dan memilah mereka sesuai dengan rasio massa per muatan (m/z). Sebuah tampilan grafis dari jumlah relatif (kelimpahan) dari spesies berbagai ion, sebagai fungsi dari m/z, adalah spektrum massa. Munculnya spektrum massa, baik dalam bentuk ion, serta kelimpahan mereka, berfungsi sebagai dasar untuk identifikasi senyawa. Informasi yang diperoleh dari spektrum massa sering dikombinasikan dengan dari teknik analisis lain, seperti spektroskopi inframerah dan spektroskopi resonansi magnetik nuklir, untuk menghasilkan struktur untuk molekul organik. Atribut spektrometer massa yang membuat teknik analisis serbaguna dan berharga karena sensitivitas dan kekhususan dalam mendeteksi atau mengidentifikasi senyawa yang tidak diketahui. Prinsip MS terdiri dari ionisasi senyawa kimia untuk menghasilkan molekul dibebankan atau fragmen molekul dan pengukuran rasio massa mereka-untuk-biaya Dalam sebuah prosedur MS khas: 1. 2. Sampel adalah dimuat ke instrumen MS, dan mengalami penguapan Komponen sampel yang terionisasi oleh salah satu dari berbagai metode

(misalnya, dengan mempengaruhi mereka dengan berkas elektron), yang menghasilkan pembentukan partikel-partikel bermuatan (ion) 3. 4. 5. Ion-ion dipisahkan menurut rasio massa-untuk-biaya mereka dalam sebuah Ion-ion yang terdeteksi, biasanya dengan metode kuantitatif Sinyal ion diolah menjadi spektrum massa analyzer oleh medan elektromagnetik

Pada dasarnya spektrometer massa terdiri dari beberapa komponen: (1) sistem tempat menginjeksikan sampel, (2) sumber ion, (3) sistem vakum, (4) analiser massa dan (5) detektor (Gambar 1).

Page 2 of 18

Sampel introduction
Inlet

Data output Data system

Ion Source

Mass Anayzer

Ion Detector

Gambar 1. Diagram konsep dari spektrometer massa


Ada beberapa metode ionisasi untuk analisis spektrometer massa. Electron Impact ionization (EI) adalah metode ionisasi yang umum digunakan. EI merupakan proses ionisasi yang sulit, bukan dikarenakan oleh tabrakan antara molekul sampel tapi oleh interaksi antara elektron dan molekul ketika elektron lewat berdekatan. Proses ini menghasilkan perpindahan satu elektron dari molekul sampel, dengan anggapan ion ini tidak mengalami fragmentasi ditunjukkan sebagai ion molekuler. Ion molekuler adalah molekul dengan satu elektron yang dilepaskan, ion molekuler akan mempunyai jumlah massa yang sama sebagai molekul netral. Ion yang lain dalam spektrum diturunkan dari dekomposisis ion molekuler. EI memperbolehkan penentuan dari massa relatif molekuler dan struktur dari molekul. Elektron dihasilkan oleh lewatnya arus tertentu menembus tungsten filament. Elektron ini menyebabkan analit menjadi diionisasi dan difragmentasi. Semua muatan positif ion dibentuk dalam sumber ion dimasukkan kedalam quadrupole.

Atribut spektrometer massa, secara umum disajikan dalam gambar 1. Di dalamnya terdapat analiser massa yang merupakan inti dari spektrometer massa. Komponen inilah yang berfungsi untuk memisahkan ion yang terbentuk di dalam komponen sumber ion berdasarkan rasio m/z ion atom/molekul tersebut. Kemampuan dari sebuah analiser untuk membedakan sebuah ion dengan massa (m) dari ion yang berdekatan adalah dengan membagi massa dengan m yang lebih dikenal dengan resolving power (RP) = m/m. Terdapat beberapa analiser massa yang digunakan dalam spektrometer massa. Beberapa contoh analiser massa dapat dilihat dalam tabel 1.
Sistem analisis yang digunakan pada spektrometer ini juga ada beberapa macam. Sistem yang umum digunakan adalah sistem kuadrupol dengan batang (empat buah) yang mempunyai 4 kutub dan terletak antara sumber ion dan detektor. Salah satunya adalah quadrupole mass filter. Analiser

massa ini menghasilkan puncak yang tajam dan tidak gauss. Generasi terakhir dari filter massa quadrupole mempunyai kapabilitas untuk menghasilkan puncak. Page 3 of 18

Tabel 1. Analiser massa dalam Spektrometer Massa No 1 2 Analiser Massa


Quadrupole mass filter Three-dimensional quadrupole ion trap Two-dimensional (linear) quadrupole ion trap

Time-of-flight (linear) Time-of-flight (reflectron) Fourier transform ion cyclotron resonance Double focusing magnetic 1000100,000+ 7 sector a ) = generasi terakhir quadropole mass filters yang dapat digunakan untuk puncak lebar

4 5 6

Nilai Derajat Pemisahan (Representative resolving power value) 0.7 m/z full width half height (e.g., RP 100@m/z 100 and 2000 @ m/z 2000)a Similar to quadrupole mass filters under routine conditions (at reduced scan rates, RP 5000 or greater is achievable over limited m/z ranges)b Similar to quadrupole mass filters under routine conditions (at reduced scan rates, RP 15,000 or greater is achievable over limited m/z ranges)c 10005000 100015,000 100,000500,000 or greaterd

sumber: Burinsky, 2005

B. QUADRUPOLE MASS SPECTROMETER Alat analisis massa quadrupole (quadrupole mass analyzer) adalah salah satu jenis analisis massa yang digunakan dalam spektrometri massa. Sesuai namanya, terdiri dari 4 batang lingkaran, mengatur sangat sejajar satu sama lain (Gambar 2).

Gambar 2. Spektrometer Massa Quadropole (www.f1000scientist.com) Page 4 of 18

Dalam spektrometer massa quadrupole (Quadrupole Mass Spectrometer = QMS), quadrupole adalah komponen dari instrumen yang bertanggung jawab untuk menyaring ion sampel berdasarkan massa mereka rasio-charge (m/z). Ion dipisahkan dalam quadrupole berdasarkan kestabilan lintasan mereka dalam medan listrik osilasi yang diterapkan pada batang. Spektrometer massa quadrupole terdiri dari sumber ion, optik ion untuk mempercepat dan fokus ion melalui lobang ke filter quadrupole, quadrupole filter itu sendiri dengan pasokan tegangan kontrol, diafragma, detektor ion, elektronik deteksi, dan sistem vakum-tinggi. 1. Prinsip Operasi Quadrupole Mass Analyzer Spektrometer massa quadrupole terdiri dari empat batang tepat lurus dan sejajar diatur sedemikian rupa sehingga sinar ion dari sumber ionisasi spektrometer diarahkan secara aksial antara mereka. Sebuah tegangan yang terdiri dari komponen DC dan komponen frekuensi radio diterapkan antara batang kecil berdekatan, batang berlawanan yang elektrik terhubung. Setelah masuk quadrupole tersebut ion akan berosilasi dalam arah (x) (y) sebagai akibat medan listrik frekuensi tinggi. Skema secara lengkap ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3. Skema Quadrupole Mass Spectrometer (www.analyticalspectroscopy.net, 2011) Stabilitas ion yang berosilasi ditentukan oleh dua parameter penting ( a) dan ( q) yang digambarkan oleh persamaan yang berikut: a = 8eU/(mr0 w ) and q = 4eVo/(mr0 w ) Dimana r0 adalah separuh jarak antar batang yang berkebalikan dan lambing lain memiliki arti yang sama dengan pemahaman sebelumnya.
2 2 2 2

Page 5 of 18

Teori meramalkan osilasi ion hanya akan stabil pada kombinasi nilai-nilai tertentu (a) dan (q) tertentu. Di luar nilai osilasi akan menjadi tanpa batas dan ion akan membentur batang dan menjadi mengusir. Hubungan antara (a) dan ( q) ditunjukkan pada Gambar 4 berikut.

Gambar 4. Kondisi untuk Osilasi yang stabil dalam Quadrupole Mass Spectrometer (www.analyticalspectroscopy.net, 2011) Osilasi hanya stabil untuk fungsi tertentu frekuensi dan tegangan DC dinyatakan ion menyerang batang dan menjadi hilang. Rentang massa osilasi ion dipindai dengan mengubah tegangan DC dan frekuensi, menjaga rasio dari tegangan DC dengan frekuensi konstan. Setiap massa dideteksi oleh sensor ion yang sesuai. Resolusi spektrometer dapat ditingkatkan dengan baik menggunakan delapan tiang atau dengan menghubungkan dua atau tiga quadrupoles secara seri. 2. Quadrupole Mass Analyzer a) Quadrupole Mass Filter Filter massa ini menggunakan empat batangan yang mempunyai potensial (ditunjukkan oleh Gambar 3). Secara mikroskopis, perjalanan ion dalam analiser massa ini dapat dideskripsikan sebagai berikut. Ion yang memasukki dari sumber ion dengan kecepatan yang konstan dengan arah yang paralel pada kutub (arah z seperti pada gambar 2), tetapi kemudian mengalami osilasi dalam arah x dan y.

Page 6 of 18

Gambar 5. Skema analiser massa dari analiser massa quadropole (Silverstein, dkk. 1997) Proses di atas dapat terjadi karena adanya pengaruh arah arus dan tegangan searah (DC) dan frekuensi radio akibat penggunaan dari tegangan bolak-balik (AC), pada gambar ditunjukkan dengan simbol Vrf. Selanjutnya, akibat dari osilasi yang stabil ini mengijinkan ion partikel untuk melewati analiser massa quadropole tanpa mengenai salah satu batang yang merupakan kutub dalam quadrupole. Osilasi yang terjadi tergantung pada rasio m/z dari sebuah ion. Oleh karena itu, ion-ion yang mempunyai m/z tunggal akan mengalami perjalanan dalam filter quadrupole dan ion-ion yang lainnya mengalami osilasi yang tidak stabil dan akan menabrak kutub dan hilang. Pemindaian massa akan dilakukan dengan memvariasikan setiap frekuensi radio (rf) dan searah (dc) sementara rasio m/z mereka konstan. Ion-ion ini yang stabil akan melewati quadrupole dan dideteksi oleh detektor , di mana mereka menghasilkan sinyal yang akan diubah menjadi spektrum massa. Sedangkan ion-ion yang tidak stabil akan tidak menghasilkan spektrum, karena telah hilang dalam analiser massa quadrupole. Gerakan Ion dalam Mass Filter Secara sederhana ion dalam mass filter melakukan beberapa gerakan tertentu akibat pengaruh kutub-kutub dari quadropole sendiri. Jika ion bergerak menuju kutub positif arus searah (+DC) maka ion itu akan bergerak terfokus menuju bagian tengah dari quadrupole. Sebaliknya, jika ion yang bergerak menuju kutub negatif arus searah (-DC) maka ion tersebut menjadi tidak terfokus. Kemudian, bila ion ringan bergerak menuju kutub positif arus bolakbalik (+Rf) pada massa filter resolusi tinggi, maka ion tersebut tereliminasi, kemungkinan menabrak batangan quadrupole atau terlempar ke luar quadrupole. Terakhir, jika ion bergerak menuju kutub negatif arus bolak-balik (-Rf) maka bergerak menuju pusat quadrupole. b) Quadrupole Ion Trap Pada dasarnya, quadrupole ion trap atau ion storage adalah konfigurasi bulat dari massa filter quadrupole linier. Akan tetapi, proses operasi dari analiser massa ini berbeda dengan Page 7 of 18

massa filter yang linier, di mana ion-ion yang telah terpilih secara langsung dapat melewati analiser massa menuju detektor, sedangkan ion-ion yang belum tersortir, sementara akan terperangkap di dalam perangkap. Mereka akan dilepaskan secara berurutan menuju detektor dengan memindai medan elektriknya. Secara sederhana, sebuah ion trap dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 6. Ilustrasi diagram dari permukaan dalam dari komponen primer dari sebuah quadrupole Paul (3D) ion trap (March, 2000) (1)Struktur Quadrupole Ion Trap Struktur quadropole secara dua dimensi dan tiga dimensi dapat disajikan seperti gambar berikut.

(sumber: March, Raymond E. 2000)

Gambar 7. Fotografi sebuah ion trap yang dipotong vertikal (kiri). Skema tiga dimensi dari ion trap yang menunjukkan asimtot, ro dan zo. Quadrupole ion trap tersusun atas tiga elektrode dengan elektrode cincin yang diletakkan secara simetris diantara dua endcap elektrode seperti yang disajikan pada gambar 4 di atas. Bentuk dari elektrode cincin ditunjukan oleh persamaan berikut.

Page 8 of 18

Sedangkan bentuk dari elektrode endcap ditunjukkan oleh persaman berikut.

Untuk medan quadrupole yang ideal, dapat ditunjukkan dengan persamaan berikut. (3) Sehingga, setelah besarnya r0 diberikan, ukuran semua tiga elektroda dan jarak antara elektroda adalah tetap. Namun, telah dibuktikan oleh Knight, hal ini bertentangan dengan Persamaan (3), rasio z02 : r02 bukan harus dibatasi sampai 2. Terlepas dari nilai ini rasio, ukuran perangkap ion, ditentukan terutama oleh besarnya r0 dan, dalam sebagian ion komersial perangkap yang digunakan saat ini, r0 yang baik adalah 1,00 cm atau 0,707 cm. (2)Ion Di Dalam Medan Quadropole Gerakan ion dalam perangkat quadrupole sangat berbeda dari garis lurus dan kurva lengkung ion di daerah bebas medan serta di sektor magnetik dan listrik, masing-masing, dalam sektor spektrometer massa. Quadrupole Perangkap ion dan quadrupole filter massa digambarkan sebagai instrumen dinamis karena lintasan ion dalam instrumen ini dipengaruhi oleh seperangkat kekuatan yang tergantung pada waktu (hal ini membuat lintasan matematis menjadi lebih sulit untuk digunakan untuk memprediksi, dibandingkan dengan instrumen sektor). Instrumen Sektor digambarkan sebagai perangkat statis di dalam medan yang dijaga agar tetap benilai konstan untuk transmisi dan ion. Dalam instrumen quadrupole, medan quadrupole akan dihasilkan bila potensial diaplikasian pada elektroda yang memiliki bentuk geometris hiperbolik. Mari kita periksa gerakan partikel-partikel bermuatan dalam bidang quadrupole dengan mempertimbangkan pertama gaya yang bekerja pada sebuah ion tunggal dalam bidang quadrupole. Sebuah ion yang bermuatan positif atau negatif dalam bidang quadrupole berdasarkan hasil penelitian memiliki fokus yang kuat dalam gaya pemulih (restoring force), adanya gaya ini akan mendorong ion kembali ke pusat perangkat, hal ini akan meningkatkan penyimpangan ion dari pusat perangkat. Gerak ion dalam bidang quadrupole dapat digambarkan secara matematis dalam persamaan diferensial linear orde kedua digambarkan oleh Mathieu (Pers. 16). Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Mathieu. Dari investigasi Mathieu secara matematis mengenai vibrasi ulur permukaan, dimana persamaan ini mampu menggambarkan solusi dalam hal stabilitas daerah dan ketidakstabilan. Solusi ini dan kriteria untuk stabilitas dan Page 9 of 18

ketidakstabilan telah digunakan untuk menggambarkan lintasan ion terbatas dalam perangkat quadrupole serta untuk menentukan batas-batas stabilitas lintasan. Dalam rangka untuk mengadopsi solusi persamaan Mathieu, kita harus memverifikasi bahwa persamaan gerak dari suatu ion terbatas pada perangkat quadrupole dapat digambarkan dengan persamaan Mathieu. Jalan yang diikuti di sini menyangkut penggambaran kekuatan (massa x percepatan) dalam persamaan Mathieu, serta perbandingan ekspresi untuk satu gaya ion dalam bidang quadrupole. Perbandingan ini diletakkan di bawah ini dalam persamaan matematika sederhana, sehingga memungkinkan untuk mengekspresikan besaran dan frekuensi serta potensial aplikasi untuk ion dalam elektroda perangkap (trap electrode), ukuran perangkap ion, dan rasio massa/muatan ion yang terkurung di dalamnya dalam parameter Mathieu's berdimensi yaitu au dan qu. Atas dasar ini, kita akan mengadopsi ide daerah stabilitas dalam au, ruang qu untuk membahas penjebakan ion, dan perubahan batas ion gas dalam perangkat quadrupole. (3)Persamaan Mathieu Yang biasanya diterima dalam persamaan Mathieu adalah persamaan (4).

(4) Di mana u merupakan koordinat sumbu x, y dan z, adalah sebuah parameter berdimensi sama dengan t/2 dimana merupakan frekuensi dan t adalah waktu, dan au dan qu parameter berdimensi tambahan yang dikenal sebagai parameter menjebak atau stabilitas. Pengenalan di sini tidak sepenuhnya kebetulan karena akan muncul kembali sebagai frekuensi radial (dalam rad s-1) potensi rf diterapkan ke ring elektroda. Sekarang dapat ditunjukkan dengan mengganti = t/2 (dari Persamaan 4)

(5) Substitusi Persamaan (5) ke dalam Persamaan (4), mengalikan seluruh oleh m dan mengatur ulang menghasilkan

(6) Kami mencatat bahwa sisi kiri persamaan (6) dapat merupakan gaya pada ion, yaitu, massa kali percepatan di setiap x, y dan z arah. Sekarang lapangan di perangkat quadrupole adalah uncoupled sehingga pasukan dalam tiga arah koordinat dapat ditentukan secara terpisah.

Page 10 of 18

Mari kita kemudian mempertimbangkan gaya dalam arah x, Fx, dialami oleh sebuah ion dengan massa m dan e muatan pada titik manapun dalam bidang quadrupole, Persamaan (7)

dimana adalah percepatan ion, e adalah muatan listrik dan f adalah potensi pada titik tertentu (x, y, z) dalam lapangan. ekspresi serupa untuk Fy dan Fz dapat diperoleh. Perlu dicatat bahwa Persamaan (7) berkaitan gaya pada suatu ion ke lapangan dalam perangkap ion. Potensi quadrupole f dapat dinyatakan sebagai

di mana 0 adalah potensi listrik diterapkan (yang kita akan lihat nanti adalah potensi rf baik sendiri atau dalam kombinasi dengan arus searah (DC) potensial), , dan adalah tetapan pembobotan untuk x, y, dan z koordinat, masing-masing, dan r0 adalah sebuah konstanta yang didefinisikan secara terpisah tergantung pada apakah perangkat quadrupole adalah perangkap ion atau massa filter. Hal ini dapat dilihat dari Persamaan (8) bahwa meningkatkan potensi quadratically dengan x, y, dan z. Dalam setiap medan listrik, adalah penting bahwa kondisi Laplace, yang mengharuskan bahwa diferensial kedua potensi pada suatu titik akan sama dengan nol, puas, kondisi Laplace memastikan bahwa lapangan di x, y, dan z adalah arah linier dan tidak berubah. (4)Kelebihan dan Kekurangan Ion Trap Kelebihan dan kekurangan dari quadrupole ion trap (QIT) dapat diringkas seperti pada tabel berikut ini. Tabel 2. Kelebihan dan kekurangan QIT Kelebihan Sederhana Dapat ditandemkan beberapa kali (MSn) Data atau spektrum didapat hanya berdasarkan hasil pemindaian Harga murah, karena penggunaan rentangan energi yang kecil Sensitif Kekurangan Keterbatasan tempat ion dalam perangkap menyebabkan terjadinya efek ruang muatan 1/3 rentangan massa yang rendah hilang jika dilakukan proses tandem Karena energi yang kecil, tumbukan juga rendah Kuantisasi yang kurang baik Energi tumbukan tidak terdefinisi secara baik menggunakan teknik penembakan Chemical Ionisation (sumber: Somogyi, 2009)

C. PREPARASI SAMPEL Page 11 of 18

Secara tradisional, gas atau cairan volatil dimasukkan ke dalam spektrometer massa menggunakan reservoir panas dan transfer line. Sampel yang dimasukkan ke dalam reservoir melalui septum dengan menggunakan jarum suntik, ke dalam sumber ion secara terkendali sehingga dapat menjaga tekanan operasi yang diterima. Reservoir dan transfer line dipertahankan pada suhu cukup tinggi untuk menguapkan cairan dan mencegah kondensasi sebelum masuk sumber ion. Karena kompleksitas suatu spektrum massa meningkat dengan jumlah komponen yang terionisasi pada setiap penambahan waktu, utilitas perangkat pengenalan tersebut adalah terbatas ketika gas atau campuran cair yang diperlukan analisis. Salah satu kegunaan beberapa sisa dari reservoir sampling cair pada instrumen modern untuk pengenalan yang senyawa yang dikenal (seperti perfluorotributylamine, PFTBA) digunakan dalam kalibrasi skala pengukuran massa. Hal ini dapat terlihat pada MS yang ditandemkan dengan GC seperti gambar di bawah ini.

Sumber: Silvestein, dkk. 1997

Gambar 8. Skema sebuah MS yang ditandem dengan GC, di mana MS menggunakan analiser massa quadrupole ion trap Sampel padat, dengan tekanan uap rendah atau lebur/titik didih kurang dari 350 400 oC (pada tekanan berkurang), dapat diperkenalkan langsung ke sumber spektrometer massa dengan menggunakan probe. Tergantung pada volatilitas dan stabilitas termal senyawa (s), baik lambat atau cepat pemanasan balistik probe dapat mempengaruhi penguapan yang cukup dari majemuk. Sebagai massa molekul relatif (Mr) dan polaritas senyawa meningkat, demikian juga kemungkinan dekomposisi termal sebelum penguapan. Ini mengarah ke spektrum massa bukan dari molekul bunga, melainkan produk thermolysis nya. Dua kemungkinan ada solusi untuk masalah ini. analit bisa dibuat lebih stabil melalui modifikasi kimia sederhana (derivatisasi) atau khusus, pemanasan cepat-probe dapat digunakan. Berbeda dengan penyisipan langsung standar probe yang memanaskan sampel cair atau padat untuk suhu 350-400 oC selama satu menit atau lebih, paparan langsung probe suhu mencapai lebih dari 800 oC dalam 1 detik atau kurang. Page 12 of 18

Kedua probe juga berbeda dalam bagaimana sampel diadakan selama pemanasan. Standar probe penyisipan langsung memegang bahan sampel dalam cangkir atau wadah (Baik kaca atau stainless steel), sedangkan probe paparan langsung telah sampel digunakan sebagai lapisan tipis (dari larutan atau suspensi) ke terkena, tungsten massa rendah termal atau filamen renium. Pemanasan cepat menghasilkan tingkat penguapan yang melebihi tingkat termal dekomposisi, bahkan untuk senyawa yang sangat polar. Senyawa yang padatan pada suhu kamar, tetapi rentan terhadap dekomposisi pada pemanasan, tidak dapat diperkenalkan berhasil menjadi spektrometer massa (untuk ionisasi berikutnya) standar menggunakan metode. Ada metodologi yang bergantung pada pirolisis disengaja dari polimer organik kompleks (misalnya, zat humat seperti batubara, tanah, polimer elastomer industri, dll), tapi ini bukan umum hasil yang diinginkan ketika memperkenalkan sampel ke spektrometer massa. Pengendalian hasil pirolisis pada spektrum massa karakteristik termal fragmen. Spektrum ini dapat dianalisis dengan menggunakan komponen utama analisa memungkinkan untuk pengelompokan atau kategorisasi sampel jenis menurut tren yang sama atau karakteristik. Namun, pendekatan ini tidak memberikan identitas yang diinginkan dan informasi struktur untuk utuh biologi molekul seperti peptida, protein atau oligonukleotida. Jenis senyawa harus dipindahkan dari padat ke gas dengan cara lain (Burinsky, 2005) D. ANALISIS SPEKTRUM DARI SPEKTROMETER MASSA QUADRUPOLE 1) Resolusi dalam Spektrometer Massa Quadrupole (QMS) Resolusi (atau resolving power) memainkan peran penting dalam spektrometri massa untuk aplikasi yang membutuhkan karakterisasi yang sangat serupa dalam spesies kimia. Kemampuan untuk mendeteksi dan akurat dalam mengukur m/z rasio ion tertentu tergantung pada kekuatan pemisahan dari analisa massa. Misalnya, jika sampel berisi dua senyawa isobarik (yaitu, memiliki massa molekul sama tetapi berbeda jumlah formula unsurnya) perbedaan massa yang tepat dari molekul ion akan jauh kurang dari 1 m/z unit. Setiap analisa massa yang memiliki daya pemecahan nominal (misalnya, RP<1000) akan menunjukkan hanya satu puncak di spektrum massa seperti campuran biner. Upaya untuk mengukur massa secara tepat dari salah satu dari ion molekul (yaitu, untuk menyimpulkan komposisi unsur dalam ion molekul) akan berhasil, karena nilai yang diperoleh dengan mengukur puncak komposit akan ada beberapa rata-rata tertimbang nilai dari dua senyawa kontribusi (daripada yang benar nilai untuk baik). Sebagai contoh, dapat dipahami melalui soal berikut ini. Contoh soal: Page 13 of 18

Dua isobarik peptida (Arg-Ala-Gly Asn-Leu-Phe-Pro-Tyr, 1 dan Ala-Arg-Orn-Leu-PheGly-Pro-Tyr, 2) yang terionisasi bersamaan dalam ESI sumber spektrometer massa menghasilkan sinyal tunggal di nominal massa (m/z) dari 937,5 untuk ion tunggal dikenakan. m/z dari [M1H]+ = 937,4891 (C44H65N12O11+) m/z dari [M2H]+ = 937,5254 (C45H69N12O10+) m/m = 25,827 2) Contoh Instrumen dan Software QMS Salah satu keunggulan Quadropole Mass Spectrometer (QMS) adalah sensitivitasnya yang tinggi, resolusi tinggi dan stabil dalam operasi dengan jangka waktu yan panjang. Resolusi dengan kelas terbaik telah berhasil direalisasikan dalam medan QMS dengan mengaplikasikan high precision hyperbolic quadrupole. Resolusi > 2000 dapat ditentukan ion dengan m/z 614 yang merupakan massa kalibrasi untuk senyawa PFTBA. Spektrum ditunjukkan pada gambar 9 dan 10 berikut. (Burinsky, 2005)

Gambar 9. Spektrum PFTBA dengan Resolusi > 2000 menggunakan QMS (QMS Manual Book, JEOL Serving Advance)

Page 14 of 18

Gambar 10. Sensitivitas tertinggi untuk kelas instrumentasi spektroskopi massa. (Dengan mode scan S/N > 120 for m/z 272 of 1 pg octafluoronaphthalene) (Serving Advance Technology, Quadrupole Mass Spectrometer. (Manual Book) )

Gambar 11 Penambahan pompa turbo molekular untuk pemecahan aliran menimbulkan kondisi vakum dengan kualitas tinggi. kondisi vakum tinggi tetap dapat dijaga dengan baik meskipun sejumlah besar gas carrier (pembawa) didahulukan dalam sumber ion. Keunggulan dari contoh instrumentasi ini dapat dijelaskan sebagai berikut. a. Perawatan yang Mudah Perawatan instrumentasi ini cukup mudah, tanpa menggunakan peralatan tambahan. Kemudahan pemeliharaan itu meningkat karena soket sambungan ion-sumber baru dikembangkan. Penggantian filamen dan pembersihan kamar pengion juga dapat dengan mudah dilakukan. Filamen disajikan seperti pada gambar berikut.

Gambar 12. Filamen-filamen dalam MS yang dapat diganti b. Kemudahan Menggunakan Software NOVASPEC dan Memaksimumkan Kinerja Hardware QMS

Page 15 of 18

Dalam QMS, software atau perangkat lunaknya memegang peranan yang penting dalam mengoptimumkan kinerja dari hardware itu sendiri. Kemudahan menggunakan software NOVASPEC dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut. 1. Sequence Program yang sepenuhnya otomatis sehingga memungkinkan siapa saja untuk melakukan analisis presisi tinggi. Penjadwalan waktu (evakuasi, pengukuran, analisis dan penghentian kondisi vakum) dapat dihadirkan dengan mengkreasikan urutan yang memungkinkan siapa saja untuk menganalisis sampel dengan presisi tinggi.

Gambar 13. Pengaturan urutan waktu dalam analisis sampel 2. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif menggunakan QMS dan software ini sudah terancang dalam analisis spectra untuk memfasilitasi laporan analisisnya. Kelebihan yang ada dalam software ini untuk analisis kualitatif adalah sebagai berikut. Automated analysis. Auto spectral analysis dapat secara otomatis digunakan untuk analisis kualitatif. Fleksibilitas tinggi dalam menampilkan hasil pengukuran. Data spektra juga dapat dengan mudah di salin dalam aplikasi Windows seperti Word dan Excel. Hasil spektra dengan NovaSpec juga dapat dikreasikan sesuai keperluan. Perbandingan Antar Data spektra juga dapat dengan mudah ditampilkan. Di samping itu, kondisi analisis juga dapat ditampilan sekaligus disimpan dalam data yang dihasilkan. Page 16 of 18

Contoh spektra yang dihasilkan oleh QMS menggunakan software NOVASPEC terlihat pada gambar 14.

Gambar. 14 Spectra yang didapatkan menggunakan QMS dengan software NOVASPEC untuk analisis kualitatif 3. Analisis Kuantitatif Laporan hasil analisis kuantitatif dapat dengan mudah dibuat melalui software NOVASPEC. Kemudahan ini tidak lepas dari beberapa hal yang ada pada software seperti berikut ini. Pencarian pustaka. Dengan NOVASPEC, pencarian pustaka dapat dengan mudah dilakukan sehingga sesuai dengan database yang sudah ada. Pengubahan format. Data yang didapat dari software ini dapat diubah ekstensi filenya menjadi bentuk *.doc atau *.xls (Word atau Excel). Format print (*.pdf). NOVASPEC juga menyediakan ekstensi print document format (pdf file). Penyimpanan otomatis. Perhitungan secara kuantitatif akan secara otomatis disimpan dalam format Excel. Perawatan monitor. Waktu untuk mengganti pemakaian QMS akan ditampilkan melalui sebuah pesan pada layar utama. Tampilan history pengukuran. Pengaturan sistem untuk analisis massa tingkat tinggi.

Page 17 of 18

Gambar. 15 Spectra yang didapatkan menggunakan QMS dengan software NOVASPEC untuk analisis kuantitatif

REFERENSI

Anonim. ----. Quadrupole Mass Spectrometer. (Manual Book) Ultra Quad GC/MS. JEOL. Serving Advance Technology. Anonim.----. Q-Tof Mass Spectrometer. Diakses dari www.f1000scientist.com pada tanggal 14 Maret 2011 Anonim. 2011. The Quadrupole Mass Spectrometer. www.analyticalspectroscopy.net pada tanggal 14 Maret 2011 Diakses dari

Burinsky, D.J. 2005. Modern Analytical Chemistry. Barcelona; Department Enviromentalis Chemistry Cresswell, Clifford J., Olaf A. Runquist, Malcolm M. Campbell. 1982. Analisis Spektrum Senyawa Organik. Bandung: Penerbit ITB. March, Raymond E. 2000. Quadrupole Ion Trap Mass Spectrometer. Peterborough: John Wiley & Sons Ltd, Linchester. Khopkar, S.M..2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press: Jakarta Satrohamidjodjo, Hardjono. 1991. Spektroskopi. Yogyakarta: Liberty. Silverstein, Robert M. and Francis X. Webster. 1997. Spectrometric Identification of Organic Compounds. New York: New York University. Skoog dan Leary. 1992. Principles of Instrumental Analysis. 4th Edition. Saunder College Publishing: Forth Worth. Somogyi, Arpad. 2009. Mass Analyser,powerpoint slideshow. Department of Chemistry. University of Arizona Page 18 of 18

Anda mungkin juga menyukai