Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemeriksaan kreatinin dalam darah merupakan salah satu parameter penting untuk mengetahui fungsi ginjal. Pemeriksaan ini juga sangat fungsi

membantu kebijakan melakukan terapi pada penderita gangguan

ginjal. Tinggi rendahnya kadar kreatinin dalam darah digunakan sebagai indikator penting dalam menentukan apakah seorang dengan gangguan

fungsi ginjal memerlukan tindakan hemodialisis .(http://www.kompas.com). Kreatinin mempunyai batasan normal yang sempit, nilai di atas

batasan ini menunjukkan semakin berkurangnya nilai ginjal secara pasti.Di samping itu terdapat hubungan jelas antara bertambahnya nilai kreatinin dengan derajat kerusakan ginjal, sehingga diketahui pada nilai berapa perlu dilakukan cuci darah. (http://www.kompas.com). Pemilihan metode yang tepat juga banyak membantu dalam melakukan pemeriksaan. Ada beberapa metode yang digunakan dalam Deproteinasi dan tanpa deproteinasi

pemeriksaan kreatinin dalam darah.

merupakan salah satu cara yang banyak dipakai. Deproteinasi adalah dengan penambahan TCA (Trichlor Acetic Acid) 1,2 N pada serum sebelum melakukan pengukuran, yang berfungsi mengendapkan protein dan senyawa senyawa kimia askorbat, aseto asetat, piruvat, sevalosporin dan metildopa, sedangkan cara tanpa deproteinasi adalah tanpa penambahan TCA (Trichlor

Acetic Acid) 1,2 N atau disebut juga fixed kinetik,

yaitu pengukuran

kreatinin dalam suasana alkalis dan konsentrasi di tentukan dengan ketepatan waktu pembacaan. Kedua cara ini mungkin juga akan ditemukan hasil yang tidak sama.

B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka timbul

permasalahan : Apakah ada perbedaan hasil antara pemeriksaan kreatinin darah cara deproteinasi dan tanpa deproteinasi dengan metode Jaff Reaction. C. Tujuan penelitian 1. Tujuan umum Untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan kreatinin darah antara cara deproteinasi dan tanpa deproteinasi dengan metode jaffe reaction. 2. Tujuan Khusus a. Mengukur kadar kreatinin darah dengan cara deproteinasi dengan metode jaffe reaction b. Mengukur kadar kreatinin darah dengan cara tanpa deproteinasi metode jaffe reaction c. Menghitung perbedaan hasil pemeriksaan kadar kreatinin darah cara deproteinasi dan tanpa deproteinasi dengan metode jaffe reaction.

D. Manfaat penelitian 1. Bagi Tenaga Analis Kesehatan Sebagai informasi kepada analis kesehatan tentang pemeriksaan kreatinin darah cara deproteinasi dan tanpa deproteinasi.

2.

Bagi Akademi Menambah perbendaharaan Karya Tulis Ilmiah di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang.

3.

Bagi Penulis Dapat menambah ketrampilan kerja di Laboratorium Klinik dan memperluas pengetahuan dalam pemeriksaan kimia darah khususnya pemeriksaan kreatinin darah cara deproteinasi dan tanpa deproteinasi dengan metode jaffe reaction.