Anda di halaman 1dari 7

METODE PENGAMBILAN SAMPEL AIR TANAH

A. Pendahuluan Air merupakan sumberdaya alam yang diperlukan dalam hajat hidup orang banyak. Air didefinisikan sebagai suatu sumberdaya karena mempunyai nilai kemanfaatan sesuai dengan keberadaannya untuk pemenuh kebutuhan sesuai dengan pemanfaatannya. Pemanfaatan air meliputi sektor domestic rumah tangga, industri, pertanian dan lainya sesuai dengan keberadaannya. Keberadaan air di bumi pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu air yang berada diatas permukaan bumi Surfacewater dan air yang berada di dalam tanah atau di bawah permukaan bumi Groundwater yang tersebar diseluruh muka dan bawah bumi. Persebaran air di bumi antara satu tempat dengan tempat lain akan mengalami perbedaan begitu juga kualitasnya. Kualitas air merupakan sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energy atau komponen lain yang membentuk karakter air. Kualitas air dikontrol oleh keadaan lingkungan sekitarnya yang meliputi factor lingkungan seperti Iklim, Batuan, Vegetasi, Manusia dan Waktu. Mengetahui kualitas air suatu tempat merupakan salah satu upaya untuk menjaga sumberdaya air agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan pemanfaatannya. Oleh karena itu, dalam menganalisa kualitas air di suatu tempat baik air permukaan maupun air tanah dibutuhkan pengamatan di lapangan maupun pengamatan di laboratorium. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air mencakup sifat fisik, kimia dan biologi air. Untuk pengamatan di laboratorium dibutuhkan sampel air dari lapangan. Pengambilan sampel air membutuhkan cara atau metode tersendiri. Metode tersebut ditujukan agar sampel air dapat representatif dan meminimalisasi kontaminasi yang dapat mempengaruhi sifat-sifat pada sampel airnya. Makalah ini akan membahas lebih lanjut mengenai metode pengambilan sampel air. Sampel air yang dimaksudkan dalam makalah ini adalah sampel airtanah, maka makalah ini diberikan judul Metode Pengambilan Sampel Airtanah.

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

B. Pembahasan Airtanah (Groundwater) merupakan air yang bergerak dan berada di bawah permukaan tanah di dalam zona jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. Sebagaian besar air tanah berasal dari air hujan yang masuk kedalam tanah yang disebut air meteoric. Namun ada juga yang berasal bukan dari air hujan yang disebut air juveline. Kandungan airtanah juga dipengaruhi oleh factor-faktor lingkungan seperti; Iklim, kondisi geologi, vegetasi, manusia waktu dan imbuhan air (water recharge). Airtanah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu airtanah tidak tertekan (bebas) dan airtanah tertekan. Airtanah bebas adalah air dari akuifer yang dimana lapisan kedap air hanya berada pada dasar akuifer dan permukaan akuifer bebas dari lapisan kedap air. Airtanah tertekan merupakan air dari akuifer yang sepenuhnya jenuh dengan bagian atas dan bawah dibatasi oleh lapisan kedap air. Pengambilan sampel airtanah meliputi beberapa proses, yaitu proses persiapan alat dan bahan, proses penentuan titik pengambilan sampel, proses pengambilan sampel dan pengukuran dilapangan serta frekuensi pengambilan sampel. Proses-proses tersebut memiliki perbedaan untuk sampel airtanah bebas dan sampel airtanah tertekan. Perbedaan kelakuan disebabkan oleh banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam mendapatkan sampel airtanah yang baik. Persiapan peralatan dan bahan yang digunakan dalam pengambilan sampel airtanah setidaknya memiliki syarat sebagai berikut: terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat sampel air mudah dicuci dari bekas sampel sebelumnya; sampel mudah dipindahkan ke dalam wadah penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya; mudah dan aman di bawa; kapasitas alat tergantung dari tujuan pengujian.

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

Persyaratan tersebut dibutuhkan untuk mempermudah dalam pengambilan sampel. Selain itu, syarat tersebut juga dibuat sedemikian rupa untuk meminimalisasi pengaruh luar yang dapat merusak sifat-sifat sampel. Contoh peralatan untuk mengambil sampel airtanah bebas dari sumur gali terdiri dari botol gelas dan stainless steel yang ujung atasnya dapat di buka tutup dan terikat tali keatas sedangkan ujung bawah tertutup dan dilengkapi pemberat di bawah. Sedangkan untuk contoh alat pengambil contoh air sumur bor adalah alat Bailer yang terdiri dari tabung teflon dengan ujung atas terbuka dan ujung bawah tertutup dilengkapi dengan katup ball valve. Selain alat-alat tersebut, juga ada beberapa alat lain seperti : pH meter, konduktimeter, thermometer, meteran, water level meter atau tali yang telah dilengkapi pemberat dan terukur panjangnya dan Global Positioning System (GPS). Bahan yang digunakan dalam pengambilan sampel air berupa bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan sampel air. Mengawetkan dalam artian merupakan bahan kimia yang dicampurkan dalam sampel guna menjaga kondisi sifat kimia sampel air tetap terjaga dengan baik. Setelah persiapan alat dan bahan masih ada persiapan mengenai wadah yang digunakan untuk menampung sampel air. Wadah yang digunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: terbuat dari bahan gelas atau plastik poli etilen (PE) atau poli propilen (PP) atau teflon (Poli Tetra Fluoro Etilen, PTFE); dapat ditutup dengan kuat dan rapat; bersih dan bebas kontaminan; tidak mudah pecah; tidak berinteraksi dengan contoh.

Masih seperti pada peralatan sebelumnya, syarat wadah sampel ini juga bertujuan untuk memberikan perlindungan pada sampel. Sehingga sampel tidak mengalami perubahan sifat atau sampel tetap bertahan seperti pada keadaan dilapangannya. Untuk menghindari kontaminasi sampel di lapangan, seluruh wadah sampel harus benar-benar dibersihkan di laboratorium sebelum dilakukan pengambilan sampel. wadah yang disiapkan jumlahnya harus selalu dilebihkan dari yang dibutuhkan,

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

untuk jaminan mutu, pengendalian mutu dan cadangan. Jenis wadah sampel dan tingkat pembersihan yang diperlukan tergantung dari jenis sampel yang akan diambil. Penentuan titik pengambilan sempel airtanah berbeda untuk airtanah tertekan dengan airtanah bebas. Titik pengambilan contoh air tanah bebas dapat berasal dari sumur gali dan sumur pantek atau sumur bor. Sumur gali, sampel diambil pada kedalaman 20cm dibawah permukaan tanah dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Pada sumur bor airtanah sampel diambil dari kran/mulut pompa tempat keluarnya airtanah, dimana pengambilan dalam waktu 5 menit setelah air dari kran keluar. Lokasi pegambilan sampel airtanah bebas biasanya dilakukan di daerah seperti : di sebelah hulu dan hilir sesuai dengan arah aliran air tanah dari lokasi yang akan di pantau; di daerah pantai dimana terjadi penyusupan air asin dan beberapa titik ke arah daratan, bila diperlukan; tempat-tempat lain yang dianggap perlu tergantung pada tujuan pemeriksaan.

Sedangkan untuk pengambilan sampel airtanah tertekan dapat dilakukan pada tempat-tempat seperti : sumur produksi untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan, pedesaan, pertanian, industri dan sarana umum. sumur-sumur pemantauan kualitas air tanah. sumur observasi untuk pengawasan imbuhan. sumur observasi di suatu cekungan air tanah artesis. sumur observasi di wilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air asin. sumur observasi penimbunan atau pengolahan limbah domestik atau limbah industri. Pengambilan sampel air pada titik atau lokasi yang telah ditentukan diawali dengan pengukuran-pengukuran meliputi kedalaman sumur dan tinggi muka

airtanah, pengukuran diameter dan tinggi sumur, dan penulisan koordinat serta elevasi sumur. Selain itu, pencatatan jenis sumur, konstruksi sumur, tahun

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

pembuatan, pemilik sumur, lokasi atau denah sumur dan lainnya perlu dilakukan untuk mengetahui informasi pendukung yang mungkin bisa membantu member penjelasan dalam hasil analisa sampel airnya. Langkah pengambilan sampel airtanah dapat dimulai dengan

mempersiapkan alat yang sesuai dengan keadaan sumber air. Memastikan bahwa alat sudah dalam kondisi yang bersih. Sehingga kontaminasi terhadap sampel dapat dikurangi. Pengambilan sampel dilakukan secukupnya. Apabila sampel diambil dari beberapa titik, maka sampel air harus pada volume yang sama. Pengambilan sampel ditentukan pada kondisi sumber sampel. Apabila sumber berupa kran hasil sumur bor, maka sampel tinggal mengambil dari air kran yang keluar. Setelah pengambilan sampel, dianjurkan sampel segera dianalisa. Hal ini masih memiliki sebab yang sama, yaitu agar sampel tidak mengalami pencemaran yang intensif dari perilaku yang mungkin menyebabkan kontaminasi terhadap sampel. Apabila analisa memerlukan banyak waktu, sampel sebaiknya diawetkan dengan bahan kimia atau dengan cara mengawetkan menggunakan pendingin. Frekuensi pengambilan sampel air menurut Kep. No. 51/MenLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan produksi sekiranya dilakukan sekali dalam sebulan. Frekuensi pengambilan sampel ini dibutuhkan untuk mengetahui secara periodik kualitas air suatu lokasi. Dengan adanya frekuensi ini dapat diketahui tingkat pencemaran atau sebaliknya tingkat pemulihan suatu loksi

tercemar. Frekuensi pengambilan sampel air ini didasari oleh beberapa factor, yaitu perubahan beban pencemaran dan debit air, tujuan pemantauan kualitas air dan kemampuan analisa.

C. Penutup Airtanah dibedakan menjadi dua yaitu airtanah tertekan dan airtanah bebas. Jenis air tanah yang berbeda seperti ini akan memiliki beberapa perbedaan baik secara fisik maupun kimianya. Maka dari itu, dalam pengambilan sampel airnya pun memiliki perbedaan perilakunya. Sebagai dasar analisa kualitas air dalam hal ini air tanah, pengambilan sampel sangat penting guna memperoleh hasil analisa yang

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

akurat. Pengambilan sampel yang baik dan benar akan menjaga sifat airnya sesuai dengan kondisi atau sifat air dilapangannya. Pengambilan sampel airtanah meliputi beberapa proses, yaitu proses persiapan alat dan bahan, proses penentuan titik pengambilan sampel, proses pengambilan sampel dan pengukuran dilapangan serta frekuensi pengambilan sampel. Proses tersebut memiliki perbedaan perilaku untuk sampel airtanah bebas dan airtanah tertekan. Pada dasarnya metode pengambilan sampel airtanah ini memiliki tujuan untuk mendapatkan sampel dengan kondisi kimia dan fisik yang mendekati sama dengan kondisi aslinya di tempat air tersebut berada di lapangan. Sehingga dalam analisa kualitas airnya sesuai dengan keadaan aslinya di lapangan dan dapat dikatakan bahwa hasil analisa akurat. Hasil analisa ini akan berdampak pada pengambilan keputusan atau kebijakan terhadap kondisi airtanah daerah atau lokasi sampelnya.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Bahan Ajar Hidrologi Dasar. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Kanisius WMO, 1998. Manual on Water Quality Monitoring: Planning and Implementation of Sampling and Field Testing, Operational Hydrology. SNI 6989.58. 2008. Air dan air limbah Bagian 58: Metoda pengambilan contoh air tanah. Indonesia : Badan Standarisasi Nasional.

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840

TUGAS MATAKULIAH KUALITAS AIR


Dosen Pengampu : Dra. Margaretha Widyastuti M.T

Disusun oleh: Nama NIM : Igor Yoga Bahtiar : 10/301215/GE/6840

FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

Igor Yoga Bahtiar | 10/301215/GE/6840