Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM EKSPERIMEN II
LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET
(P-1)


Nama : R. Herwindo Wijosena Putra
NPM : 140310090025
Patner : Rijal Ziya Ulhag
NPM : 140310090076
Hari/Tgl Percobaan : Kamis, 22 September 2011
Waktu Percobaan : 12.00 -14.30 WIB
Asisten : James Ricky N.




LABORATORIUM FISIKA LANJUT
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011


LEMBAR PENGESAHAN
LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET
(P-1)


Nama : R. Herwindo Wijosena Putra
NPM : 140310090025
Patner : Rijal Ziya Ulhag
NPM : 140310090076
Hari/Tgl Percobaan : Kamis, 22 September 2011
Waktu Percobaan : 12.00 -14.30 WIB
Asisten : James Ricky N.


Lap. Awal Speaken Lap. Akhir




Jatinangor, 6 Oktober 2011
Asisten,


(.................................)


BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Atom, merupakan suatu satuan dasar materi, terdiri dari inti atom dan
awan elektron (bermuatan negatif). Inti atom tersusun dari proton (bermuatan
positif) dan neutron (bermuatan netral). Elektron elektron pada atom terikat
terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Elektron bergerak dan
menghasilkan medan magnet. Saat elektron begerak melalui medan magnetik,
disini terjadilah gaya lorentz. Gaya lorentz adalah gaya yang timbul saat muatan
listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada pada suatu medan magnet.
Peristiwa itu menyebabkan lintasan elektron membentuk lingkaran, berarti gaya
lorentz disini bertindak sebagai gaya sentripetal.

I. 2. Identifikasi Masalah
Pada praktikum kali ini, kita akan mengamati lintasan elektron yang
dipengaruhi oleh suatu medan magnet, serta faktor-faktor yang mempengaruhi
lintasan elektron. Contohnya, ketika elektron sedang berputar pada suatu lintasan
statis maka disana terjadi gaya loretz yang menuju kearah pusat dan terdapat pula
gaya sentripetal yang juga berarah kedalam sehingga menyebabkan gaya lorentz
yang mempengaruhi elektron merupakan minus dari gaya sentripetal yang juga
mempengaruhi pergerakan elektron. Serta adanya gaya Lorentz yang juga turut
mempengaruhi lintasan elektron.

I.3. Tujuan Percobaan
Menentukan dan menghitung muatan spesifik e/m melalui defleksi sinar
elektron oleh medan magnetik homogen



BAB II
TEORI DASAR

Sudah kita ketahui bahwa elektron merupakan suatu partikel yang
memiliki massa dan muatan tertentu. Oleh karena itu akan, hal tersebut akan
menimbulkan suatu muatan spesifik yang merupakan perbandingan dari muatan
yang dimiliki oleh elektron tersebut dengan nilai massa yang juga dimiliki oleh
elektron tersebut. Atas dasar itu pula, dicari nilai muatan spesifik tersebut dengan
bantuan dari medan magnetik homogen yang dapat mendefleksikan sinar elektron
sehingga dari sini akan dipancarkan suatu sinar defleksi pada suatu tabung hampa
udara / vacum yang berbentuk suatu lintasan yang melingkar dengan suatu jari-jati
tertentu akibat dari besar kecilnya tegangan dan arus yang diberikan baik pada
pemancar elektronnya sendiri maupun besar tegangan dan arus yang dialirkan
pada kumparan yang dimaksudkan untuk menciptakan medan magnet yang
diinginkan sehingga besar medan magnet tersebut dapat mempengaruhi
pergerakan elektron.
Ketika elektron lepas dari kulitnya karena dipancarkan oleh pemancar
elektron maka elektron tersebut menerima energi, dan ketika elektron tersebut
kembali pada kulitnya elektron tersebut akan memancarkan energi dengan disertai
sinar yang merupkan defleksinya yang biasa disebut sinar foton tetapi pada
percobaan ini frekuensinya sangat lemah karena energi yang dilepaskannya sangat
lemah.
Pada saat elektron keluar dari pemancar elektron maka ia akan langsung
terpengaruhi oleh suatu medan yang sengaja dibuat yaitu medan magnet
homogen, sehingga dari sisni akan timbul suatu gaya yang biasa disebut gaya
lorentz yang disebabkan oleh interaksi dari muatan yang dimiliki oleh elektron
yang bergerak dan besar kuat medan magnetik homogen disertai dengan
kecepatan dari elektron tersebut bergerak.
Sebuah penghantar berarus mengalami suatu gaya ketika diletakan dalam
suatu medan magnetik. Arus listrik dapat dipandang sengai suatu partikel yang
bermuatan yang sedang bergerak, sehingga kita berfikir medan magnetik yang
bekerja pada partikel-partikel yang bermuatan, seperti ion-ion atau elektron-
elektron, menyebabkan timbulnya gaya pada partkel-partikel tersebut. Gaya yang
dikerjakan pada penghantar tidak lain adalah resultan gaya-gaya yang bekerja
pada elektron-elektron yang bergerak dalam penghantar tersebut.
Jika muatan listrik adalah e dan bergerak dengan kecepatan v maka kuat
arus adalah sebagai berikut :
t
q
i =

Dengan demikian diperolah :
t
l
q l
t
q
il = =

lintasan yang ditempuh oleh suatu muatan dalam suatu selang waktu sama dengan
besar kecepatan ( t l v / = ), sehingga :

qv il
t
l
q il
=
=

selanjutnya kita masukan hubungan ini ke rumus gaya Lorentz sehingga kita
dapatkan rumusan sebagai berikut :

u
u
sin
sin
qvb F
ilB F
=
=

karena lintasan gerak elektron berupa lingkaran dan tegak lurus dengan arah
medan magnetic yang diciptakan oleh kumparan maka antara medan magnetic
dengan arah kecepatan elektron bergerak memiliki suadut 90
0
, dengan demikian
diperoleh rumus sebagai berikut :

qvB F =

Selanjutnya pada lintasan elektron yang berbentuk lingkran maka akan
timbul gaya yang menuju pusat yang disebut gaya sentripetal dengan perumusan :

R
v
m F
2
=


V
B




Suatu elektron yang bergerak dalam suatu medan elektrostatik yang
homogen mengalami suatu gaya konstan pada pneyusunan potensialnya. Hasilnya,
hukum-hukum yang berhubungan dengan permulaan elektron sama dengan
hokum pada suatu benda yang dipengaruhi oleh medan grafitasi setelah
ditemukannya kecepatan yang sangat tinggi yang tak terjangkau.
Dari Hukum II Newton diperoleh :
Ee
dt
x d
m =
2
2

dimana: m = massa dari elektron = 9.107 x 10
-31

x = panjang dalam meter
t = waktu dalam second

dx
dV
E =
merupakan gradien dari potensial, volt per meter
e = muatan elektron = 1,602 x 10
-19

dari persamaan pertama diperoleh
Et
m
e
dt
dx
v = = meter per second
konstanta diatas menjadi nol karena kecepatan diberikan bernilai nol pada saat t =
0. Intergral terhadap waktu memberikan kita rumusan sebagai berikut :

2
2
1
Et
m
e
x = meters
pada keadaan ini konstanta bernilai nol lagi untuk permulaan elektron yang
bergerak dari tempat yang tidak memiliki potensial.

F
Ketika Ex V = terjadi elektron menjadi jatuh. Pada keadaan
persamaan sebelumnya energi kinetik diberikan oleh permulaan elektron sederajat
dengan energi yang hilang atau dilepaskan,
Solusi untuk v selanjutnya menjadi :

m
eV
m
Exe
v
2 2
=

=
meter per second
Sehingga muatan spesifik dapat dihitung dengan persamaan :
2 2
2
xr B
U
m
e
A
=

Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Berikut
ini ilustrasi dalam menentukan gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan:



Jari-jari tangan kanan diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus
terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah medan
magnet (B) diwakili oleh telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari,
maka arah gaya lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah.
Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut :
(1) kuat medan magnet (B)
(2) besar arus listrik (I)
(3) panjang penghantar
Sehingga dapat dirumuskan :

F = B.I.L

keterangan :
F adalah gaya lorentz (N)
B adalah kuat medan magnet (Tesla)
I adalah kuat arus listrik (A)
L adalah panjang penghantar (m)
















BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III.1. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini diantaranya :
1. Fine Beam tube (FBT)
Digunakan sebagai tabung hampa udara untuk menempatkan elektron
sehingga bebas bergerak .
2. Helmholtz Coil With Holder (HC)
Digunakan untuk menempatkan FBT dan kumparan sehingga keduanya
saling berhubungan.
3. Tesla meter
Digunakan untuk mengukur besar medan magnetic.
4. Tangansial B Probe
5. Stabilis power supply
Digunakan untuk memberikan tegangan masukan pada rangkaian sehingga
rangkaian percobaan dapat berjalan dengan baik.
6. Voltmeter
Digunakan untuk mengukur tegangan yang mempengaruhi rangkaian
EFBT.
7. Controllable Current Source
Digunakan untuk mengontrol besarnya aliran arus yang dimasukan
kedalam rakaian sehingga pemancaran elektron lebih terencana.
8. AV meter
Digunakan untuk mengukur arus dan tegangan.
9. Jangka sorong
Digunakan untuk mengukur diameter lingkaran dari lintasan elektron yang
berupa deflesi sinar elektron.
10. Kabel-kabel penghubung
Digunakan untuk menyambungkan rangkaian yang satu ke rangkaian yang
lainnya.

III.2. Prosedur Percobaan

A. Kalibrasi Arus terhadap Medan Magnet (B= f (I))
1. Mengangkat Fine Beam Tube dengan hati-hati, simpan di tempat yang
aman
2. Menempatkan Tangential B-Probe yang sudah dihubungkan dengan
tesla meter ditengah-tengah antara kedua kumparan Helmholtz !
3. Menghubungkan input kumparan Helmholtz dengan Controllable
Curent source!(Lihat gambar)
4. Menghubungkan tesla meter dan controllable current source dengan
jaringan PLN 220 V!
5. Menyalakan tesla meter dan controllable current source, catat angka
yang ditunjukkan tesla meter untuk setiap variasi yang diberikan (0
2 A) !

B. Pengamatan Jari-jari Lintasan Elektron sebagai fungsi dari
Tegangan r = f(Ua), Pada Arus Konstan.
1. Memastikan sumber arus dan sumber tegangan dalam keadaan mati !
2. Membuat Rangkaian seperti pada gambar!
3. Menagangkat tangential B-Probe, tempatkan dengan hati-hati Fine
Beam Tube pada tempat semula.
4. Menyalakan Stabillis Power Supply dan Contollable Curent source !
5. Dengan memvariasikan tegangan anoda pada arus koil konstan,
dengan mengatur e dan f, ukur jarak e dan f sebagai diameter lintasan
elektron untuk setiap variasi tegangan anoda !
6. Melakukan percobaan 5 minimal 10 variasi tegangan (100 V 300 V)
7. Melakukan prosedur 5 dan 6 untuk arus konstan yang berbeda ! (Besar
nilai arus tanyakan pada asisten)!

C. Pengamatan Jari-jari Lintasan Elektron sebagai fungsi dari Medan
Magnet r = f(B) Pada Tegangan konstan.
1. Memastikan Sumber arus den sumber tegangan dalam keadaan mati !
2. Membuat rangkaian seperti pada gambar !
3. Menyalakan Stabilis Power Supply dan Controllable Curent Source !
4. Dengan memvariasikan aus koil pada tegangan anoda konstan, amati
dan catat perubahan diameter lintasan untuk setiap varisi arus koil
dengan mengatur e dan f !
5. Melakukan percobaan 4 minimal 10 variasi tegangan (1 A 2 A)!
6. Melakukan prosedur 4 dan 5 untuk tegangan anoda konstan yang
berbeda ! (Besar nilai tegangan anoda tanyakan pada asisten)!

D. Mencatat Arus Sebagai fungsi dari Tegangan Anoda (I = f (Ua))
Pada Jari-jari konstan.
1. Memastikan sumber arus dan sumber tegangan dalam keadaan mati !
2. Membuat rangkaian seperti gambar!
3. Menyalakan Stabillis Power Supply dan controllable current source,
masukkan tegangan anoda maksimum (300 V), atur arus sehingga
lintasan elektron mempunyai diameter tertentu !
4. Memvariasikan tegangan anoda (300 V 100 V), atur kembali arus
setiap variasi tegangan sehingga diameter lintasan elektron sama
dengan diamter pada keadaan awal ! (minimal 10 variasi)
5. Mengulangi langkah 3-4, untuk diameter lintasan elektron tertentu
lainnya






DAFTAR PUSTAKA

Beisser, Arthur. 1990. Konsep Fisika Modern Edisi Keempat. Jakarta:
Erlangga.
Sears & Zemansky. College Physics. Third edition. Addison-Wesley
Publishing Company, Inc. 1961.
http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/06/gaya-lorentz/























BAB IV
PENGOLAHAN DATA
IV.1. Data Hasil Percobaan
a. Kalibrasi Medan Magnet
Sebelumnya sudah dilakukan kalibrasi medan magnet, dan didapatkan
nilai berikut :
B = (0,8329 I) + 0,0416 mT
b. Pengukuran Jari-jari Lintasan Elektron sebagai Fungsi Tegangan r=f(U
A
)
V (Volt)

Jari-jari (cm)
I = 1 A
I = 1.25
A
I = 1.5
A
I = 1.75
A
I = 2 A
100 3.7 2.6 2.3 1.6 1.2
115 4.6 2.9 2.4 1.8 1.4
130 4.5 3.6 3 2.5 2
145 4.8 3.7 3.1 2.55 2.3
160 4.8 3.8 3.05 2.65 2.4
175 5 3.7 3.25 2.7 2.35
190 5.5 4.3 3.8 2.75 2.5
205 5.55 4.55 3.85 3.1 2.85
220 5.6 4.65 3.95 3.15 2.95
235 5.7 4.8 4 3.5 3

c. Pengukuran Jari-jari Lintasan Elektron sebagai Fungsi Medan Magnet
r=f(B)
I (A) V (Volt) r (cm) I (A) V (Volt) r (cm) I (A) V (Volt) r (cm)
1




150 4.6 1.5




150 3.1 2




150 2.2
160 4.65 160 3.15 160 2.4
170 4.75 170 3.25 170 2.5
180 4.8 180 3.35 180 2.55
190 5.05 190 3.5 190 2.7





200 5.2




200 3.7




200 2.8
210 5.4 210 3.75 210 2.9
220 5.5 220 3.9 220 2.95
230 5.6 230 4 230 3.05
240 5.8 240 4.1 240 3.1

d. Menentukan Hubungan Arus Kumparan Tegangan Anoda (I=f(U
A
)) pada
jari-jari Konstan
Jari-jari (cm) V (Volt) I (A)
5 273 1.2
4 205 1.2
3 154 1.5
2 150 1.9
1 116 2

IV.2. Tugas Praktikum
1. Membuat Grafik Kalibrasi Medan Magnet B = f (I)

Untuk grafik kalibrasi medan magnet, nilai persamaannya sudah tertera di
lab, yaitu B = (0.8329 I) + 0.0416 mT. Dari grafiknya dapat kita lihat bahwa
semakin besar nilai arus, semakin besar pula medan magnetnya, atau dengan
B = 0.8329 I + 0.0416
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
1.4
1.6
1.8
0 0.5 1 1.5 2 2.5
M
e
d
a
n

m
a
g
n
e
t

(
m
T
)

Arus (A)
Grafik medan magnet terhadap arus
(kurva kalibrasi)
kata lain nilai arus dan medan magnet berbanding lurus. Hal ini tentu sesuai
dengan rumusan berikut ini :
l
N
i B
0
=


2. Menghitung Harga e/m untuk Setiap Prosedur
Untuk prosedur B:
Sebagai sampel data pertama I = 1 A, V = 100 Volt, jari-jari = 3.7 cm.
Data medan magnetnya diambil dari data kalibrasi pada prosedur A, dimana
B = (0.8329 I )mT+0,0416
Didapatkan
B = 0,8329 x 1 A+0.0416= 0.8467 mT
dan B
2
= 0.76475 (mT)
2
Diameter yang diperoleh dibagi dua untuk mendapatkan jari-jarinya, yaitu :
r = 3.7cm, dan r
2
= 13.69 cm
2
, sehingga :

2 2
2
xr B
U
m
e
A
=

) 10 69 . 13 ( ) 10 76475 . 0 (
100 2
4 6
=
x x x
x
m
e
= 1.91x10
11
C/Kg
Untuk rata-ratanya :
C/Kg 1.74x10
11
=
=


rata rata
rata rata
m
e
n
i
m
e
m
e

Dengan cara yang sama, maka :
V
(Volt) I = 1 A

r (cm) B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
) e/m
100 3.7 0.76475 13.69 1.91E+11
115 4.6 0.76475 21.16 1.42E+11
130 4.5 0.76475 20.25 1.68E+11
145 4.8 0.76475 23.04 1.65E+11
160 4.8 0.76475 23.04 1.82E+11
175 5 0.76475 25 1.83E+11
190 5.5 0.76475 30.25 1.64E+11
205 5.55 0.76475 30.8025 1.74E+11
220 5.6 0.76475 31.36 1.83E+11
235 5.7 0.76475 32.49 1.89E+11
e/m rata-rata 1.74E+11

V
(Volt) I = 1.25 A

r (cm) B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
) e/m
100 2.6 1.17229 6.76 2.52E+11
115 2.9 1.17229 8.41 2.33E+11
130 3.6 1.17229 12.96 1.71E+11
145 3.7 1.17229 13.69 1.81E+11
160 3.8 1.17229 14.44 1.89E+11
175 3.7 1.17229 13.69 2.18E+11
190 4.3 1.17229 18.49 1.75E+11
205 4.55 1.17229 20.7025 1.69E+11
220 4.65 1.17229 21.6225 1.74E+11
235 4.8 1.17229 23.04 1.74E+11
e/m rata-rata 1.94E+11

V
(Volt) I = 1.5 A

r (cm) B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
) e/m
100 2.3 1.6666 5.29 2.27E+11
115 2.4 1.6666 5.76 2.40E+11
130 3 1.6666 9 1.73E+11
145 3.1 1.6666 9.61 1.81E+11
160 3.05 1.6666 9.3025 2.06E+11
175 3.25 1.6666 10.5625 1.99E+11
190 3.8 1.6666 14.44 1.58E+11
205 3.85 1.6666 14.8225 1.6598E+11
220 3.95 1.6666 15.6025 1.69E+11
235 4 1.6666 16 1.76E+11
e/m rata-rata 1.79E+11

V
(Volt) I = 1.75 A

r (cm) B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
) e/m
100 1.6 2.2475 2.56 3.48E+11
115 1.8 2.2475 3.24 3.16E+11
130 2.5 2.2475 6.25 1.85E+11
145 2.55 2.2475 6.5025 1.98E+11
160 2.65 2.2475 7.0225 2.03E+11
175 2.7 2.2475 7.29 2.14E+11
190 2.75 2.2475 7.5625 2.24E+11
205 3.1 2.2475 9.61 1.90E+11
220 3.15 2.2475 9.9225 1.97E+11
235 3.5 2.2475 12.25 1.71E+11
e/m rata-rata 2.24E+11

V
(Volt) I = 2 A

r (cm) B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
) e/m
100 1.2 2.91522 1.44 4.76E+11
115 1.4 2.91522 1.96 4.03E+11
130 2 2.91522 4 2.23E+11
145 2.3 2.91522 5.29 1.88E+11
160 2.4 2.91522 5.76 1.91E+11
175 2.35 2.91522 5.5225 2.17E+11
190 2.5 2.91522 6.25 2.09E+11
205 2.85 2.91522 8.1225 1.73E+11
220 2.95 2.91522 8.7025 1.73E+11
235 3 2.91522 9 1.79E+11
e/m rata-rata 1.94E+11

Dari nilai e/m diperoleh KSR sebagai berikut :

% 100

=
Literatur
Percobaan Literatur
KSR

Dari data diatas diperoleh nilai e/m rata-rata untuk tegangan berikutnya
beserta nilai KSR sebagai berikut :
Arus (I) e/m rata-rata (C/Kg) e/m literature (C/Kg) KSR (%)
1
1.74E+11
1.76x10
11

1.06
1.25
1.94E+11 10.03
1.5
1.79E+11 1.49
1.75
2.24E+11 27.54
2
1.94E+11 10.32

Untuk prosedur C:
Sebagai sampel data pertama I = 1 A, V = 150 Volt, jari-jari = 4.6 cm.
Data medan magnetnya diambil dari data kalibrasi pada prosedur A, dimana
B = (0.8329 I )mT+0,0416
Didapatkan
B = 0,8329 x 1 A+0.0416= 0.8467 mT
dan B
2
= 0.76475 (mT)
2
Diameter yang diperoleh dibagi dua untuk mendapatkan jari-jarinya, yaitu :
r = 4.6cm, dan r
2
= 21.16cm
2
, sehingga :

2 2
2
xr B
U
m
e
A
=

) 10 16 . 21 ( ) 10 76475 . 0 (
150 2
4 6
=
x x x
x
m
e
= 1.85x10
11
C/Kg
Untuk rata-ratanya :
C/Kg 1.93x10
11
=
=


rata rata
rata rata
m
e
n
i
m
e
m
e

Dengan cara yang sama, maka :
I (A)
V
(Volt) r (cm)
B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
)
1/r
2

(cm)
-2
e/m
1









150 4.6 0.76475 21.16 0.04726 1.85E+11
160 4.65 0.76475 21.62 0.04625 1.94E+11
170 4.75 0.76475 22.56 0.04432 1.97E+11
180 4.8 0.76475 23.04 0.0434 2.04E+11
190 5.05 0.76475 25.50 0.03921 1.95E+11
200 5.2 0.76475 27.04 0.03698 1.93E+11
210 5.4 0.76475 29.16 0.03429 1.88E+11
220 5.5 0.76475 30.25 0.03306 1.90E+11
230 5.6 0.76475 31.36 0.03189 1.92E+11
240 5.8 0.76475 33.64 0.02973 1.87E+11
e/m rata-rata 1.93E+11

I (A)
V
(Volt) r (cm)
B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
)
1/r
2

(cm)
-2
e/m
1.5



150 3.1 1.6666 9.61 0.10406 1.87E+11
160 3.15 1.6666 9.92 0.10078 1.94E+11
170 3.25 1.6666 10.56 0.09467 1.93E+11
180 3.35 1.6666 11.22 0.08911 1.92E+11






190 3.5 1.6666 12.25 0.08163 1.86E+11
200 3.7 1.6666 13.69 0.07305 1.75E+11
210 3.75 1.6666 14.06 0.07111 1.79E+11
220 3.9 1.6666 15.21 0.06575 1.74E+11
230 4 1.6666 16 0.0625 1.73E+11
240 4.1 1.6666 16.81 0.05949 1.71E+11
e/m rata-rata 1.82E+11


I (A)
V
(Volt) r (cm)
B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
)
1/r
2

(cm)
-2
e/m
2









150 2.2 2.91522 4.84 0.20661 2.13E+11
160 2.4 2.91522 5.76 0.17361 1.91E+11
170 2.5 2.91522 6.25 0.16 1.87E+11
180 2.55 2.91522 6.50 0.15379 1.90E+11
190 2.7 2.91522 7.29 0.13717 1.79E+11
200 2.8 2.91522 7.84 0.12755 1.75E+11
210 2.9 2.91522 8.41 0.11891 1.71E+11
220 2.95 2.91522 8.7 0.11491 1.73E+11
230 3.05 2.91522 9.3 0.1075 1.70E+11
240 3.1 2.91522 9.61 0.10406 1.71E+11
e/m rata-rata 1.82E+11

Dari nilai e/m diperoleh KSR sebagai berikut :

% 100

=
Literatur
Percobaan Literatur
KSR

Dari data diatas diperoleh nilai e/m rata-rata untuk tegangan berikutnya
beserta nilai KSR sebagai berikut :
Arus (I) e/m rata-rata (C/Kg) e/m literature (C/Kg) KSR (%)
1
1.74E+11
1.76x10
11

9.4
1.5
1.82E+11
3.67
2
1.82E+11
3.37

Untuk prosedur D:
Sebagai sampel data pertama I = 1.2 A, V = 273 Volt, jari-jari = 5 cm.
Data medan magnetnya diambil dari data kalibrasi pada prosedur A, dimana
B = (0.8329 I )mT+0,0416
Didapatkan
B = 0,8329 x 1.2 A+0.0416= 1.04108 mT
dan B
2
= 1.083848 (mT)
2
Diameter yang diperoleh dibagi dua untuk mendapatkan jari-jarinya, yaitu :
r = 5cm, dan r
2
= 25cm
2
, sehingga :

2 2
2
xr B
U
m
e
A
=

) 10 25 ( ) 10 083848 . 1 (
273 2
4 6
=
x x x
x
m
e
= 2.02x10
11
C/Kg
Dengan cara yang sama, maka :
V (Volt) r (cm) I (A)
B
2
(mT
2
) r
2
(cm
2
)
e/m
273 5 1.2 1.083848 25 2.02E+11
205 4 1.2 1.083848 16 2.36E+11
154 3 1.5 1.6666 9 2.05E+11
150 2 1.9 2.63773 4 2.84E+11
116 1 2 2.91522 1 7.96E+11

3.Grafik untuk ketiga prosedur
Prosedur B, grafik U
A=
f (r
2
)

Dari grafik diatas maka didapat :
( )
2
2
2
2
r
m
eB
U
r f U
A
A
=
=

sehingga :
U
A
= y
r
2
= x

nt mtx y
r
m
eB
U
A
+ =
=
2
2
2

Dari persamaan tersebut diperoleh nilai mt dan nt : (untuk I = 1 A)
Mt = 7.191
Nt = -13.05 ; dengan menggunakan data diatas didapat :
10
2
10
0.76475
7.191 2
2
x
m
e
B
mt
m
e
|
.
|

\
|
=

=

y = 7.191x - 13.054
y = 8.0643x + 43.468
y = 11.125x + 44.696
y = 14.928x + 59.705
y = 16.968x + 72.397
0
50
100
150
200
250
300
0 10 20 30 40
1.0 A
1.25 A
1.5 A
1.75 A
2.0 A
jari-jari kuadrat (cm
2)

Grafik U
A=
f (r
2
)

tegangan
(Volt)
C/Kg 18.8x10
10
=
m
e

Untuk prosedur C, B
2
=f (1/r
2
)


Untuk prosedur D, Grafik U
A
=f (B
2
)


y = -2E-13x + 0.7648
y = -1E-13x + 2.9152
y = 7E-14x + 1.6666
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0.0000 0.0500 0.1000 0.1500 0.2000 0.2500
1.0 A
2.0 A
1.5 A
1/r
2
(cm
2)
B
Grafik B
2
=f (1/r
2
)
y = -138.6x + 395.82
0
50
100
150
200
250
300
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Grafik U
A
=f (B
2
)
IV.3. Analisa
Pada praktikum kali ini, kita menghitung muatan spesifik e/m melalui
berkas elektron oleh medan magnetik homogen. Kita mendapatkan data berupa
nilai diameter lintasan elektron yang terbentuk, arus dan tegangan. Untuk
prosedur pertama, kita tidak melakukan percobaan karena nilai kalibrasi medan
magnet telah tertera di lab, yaitu B = (0,8329 I) + 0,0416 mT.
Untuk prosedur kedua, kita melakukan pengukuran jari-jari lintasan
elektron sebagai fungsi tegangan r=f(U
A
). Disini besar tegangan divariasikan, dan
terlihat dari data bahwa semakin besar nilai tegangan, jari-jari lintasan elektron
semakin besar juga, atau berbanding lurus. Nilai KSRnya <30%. Dari grafik kita
lihat bahwa benar adanya berbanding lurus antara nilai tegangan dengan jari-jari
kuadrat.
Untuk prosedur ketiga, kita melakukan pengukuran jari-jari lintasan
elektron sebagai fungsi medan magnet r=f(B). kali ini arus yang divariasikan dari
1A. 1.5A, 2 A. Nampak bahwa semakin besar nilai arus, jari-jari lintasan elektron
semakin kecil, atau berbanding terbalik. Nilai KSRnya <10%. Pada grafiknya,
karena nilai B
2
konstan jadi tidak terlalu jelas perubahannya.
Pada prosedur keempat, kita melakukan menentukan hubungan arus
kumparan tegangan anoda (I=f(U
A
)) pada jari-jari konstan, maksudnya disini kita
menentukan jari-jari lintasan elektron terlebih dahulu, setelah itu kita menentukan
nilai tegangan dan arusnya. Dari data nampak bahwa arus dan tegangan
berbanding terbalik seiring berkurangnya nilai jari-jari.

.







BAB V
KESIMPULAN
Dalam praktikum ini dari hasil pengolahan data , maka didapatkan besar
harga muatan spesifik e/m sebagai berikut:
Untuk Pengamatan Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi dari Tegangan
pada Arus Konstan.
e/m = 1.74x10
11
C/kg ; KSR = 1.06 % ( pd arus 1 A)
e/m = 1.94 x10
11
C/kg ; KSR = 10.03 % ( pd arus 1,25 A)
e/m = 1.79 x10
11
C/kg ; KSR = 1.49 % ( pd arus 1.5 A)
e/m = 2.24 x10
11
C/kg ; KSR = 27.54 % ( pd arus 1.75 A)
e/m = 1.94 x10
11
C/kg ; KSR = 10.32 % ( pd arus 2 A)

Untuk Arus Sebagai Fungsi dari Medan magnet Pada tegangan konstan.
e/m = 1.74x10
11
C/kg ; KSR = 9.4 % ( pd arus 1 A)
e/m = 1.82x10
11
C/kg ; KSR = 3.67 % ( pd arus 1.5 A)
e/m = 1.82x10
11
C/kg ; KSR = 3.37 % ( pd arus 2 A)

Untuk Arus sebagai fungsi dari tegangan anoda pada jari-jari konstan.
e/m = 2.02 x10
11
C/kg ( pd r = 5cm )
e/m = 2.36 x10
11
C/kg ( pd r = 4 cm )
e/m = 2.05 x10
11
C/kg ( pd r = 3 cm )
e/m = 2.84 x10
11
C/kg ( pd r = 2 cm )
e/m = 7.96 x10
11
C/kg ( pd r = 1 cm )