Anda di halaman 1dari 5

BAHASA DAN NEUROLOGI MANUSIA 22:25 Posted In Ilmu Lughah Edit This 0 Comments Oleh : Rona Amelia BAHASA

A DAN NEUROLOGI MANUSIA Pendahuluan Bahasa merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sehin gga dapat dikatakan bahwa bahasa itu adalah milik manusia yang telah menyatu den gan pemiliknya. Sebagai salah satu milik manusia, bahasa selalu muncul dalam seg ala aspek dan kegiatan manusia. Diantara kegiatan manusia itu adalah berbahasa, yakni kegiatan manusia dalam mem produksi dan meresepsi bahasa itu yang dimulai dari encode semantic dalam otak p embicara dan berujung kepada decode semantic dalam otak pendengar. Dari penjelalasan diatas dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan hasil dari bua h pikir manusia yang dimulai dari encode semantic dalam otak pembicara danberuju ng pada decode semantic dalam otak pendengar. Dari pembahasan ini, muncul pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bahasa dan neurology manusia yang harus pemakalah jawab, diantaranya : Bagaimana strukrtur otak manusia dan otak binatang Bagaimana kaitan otak dengan bahasa manusia Apa perbedaan otak laki-laki dengan otak wanita Apa sebab dan akibat dari gangguan wicara Pembahasan Otak Manusia dan Otak Binatang Otak Manusia Otak adalah salah satu komponen dalam system susunan saraf manusia. Pada otak ma nusia ada bagian-bagian yang sifatnya dapat disebut manusiawi, seperti bagian-ba gian yang berkenan dengan pendengaran, ujaran, pengontrolan alat ujaran dan seba gainya.[1] Dari segi ukuran dan berat otak manusia adalah antara 1 sampai 1,5 kilogram. Unt uk orang Barat,ini hanylah 2% dari berat badannya, sedangkanuntuk orang Indonesi a mungkin kurang dari itu.[2] Dengan kata lain dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwasanya ukuran otak manus ia itu tergantung ukuran badan manusia itu sendiri . Mengenai sistem saraf manusia, terdiri dari dua bagian utama : Tulang punggung yang terdiridari sederetan tulang punggung yang bersambung-sambu ng ( spinal cord ). Otak, otak terdiri dari dua bagian : Batang otak Batang otak terdiri dari bagian-bagian yang dinamakan mendulla, pons, otak tenga h, dan cerebellum. Bagian ini berkaitan dengan fungsi fisikal tubuh, termasuk pe rnafasan, detak jantung, gerakan, refleks, pencernaan, dan pemunculan emosi.

Korteks serebral Korteks serebral manusia terdiri dari dua bagian yaitu hemisfir kiri dan hemisfi r kanan. Hemisfir kiri mengendalikan semua anggota badan yang ada disebelah kanan, termas uk muka bagian kanan dan sebaliknya. Wujud fisik dari hemisfir kiri dan hemisfir kanan hamper merupakan pantulan cerm in, namun pada hemisfir kiri ada daerah yakni dearah wernicke yang lebih luas ka rena dalam kaitannya dengan bahasa yang paling banyak berperan adalah hemisfir k iri. Hemisfir kiri terdiri dari empat daerah yang dinamakan lobe, Pada semua lobe ter dapat apa yang di namakan dengan gurus dan sulkus. Girus adalah semacam gunduk a tau bukut dengan lereng-lerengnya, sedangkan sulkus adala seperti lembah. Salah satu girus ini adalah girus angular, girus ini mempunyai fungsi untuk meng hubungkan apa yang kita lihat dengan apa yangkita pahami didaerah wernicke. Adapun empat daerah lobe itu diantaranya : v Lobe frontal ; yang bertugas mengurusi ihwal yang berkaitan dengan kognisi. Pa da lobe ini juga terdapat suatu daerah yang kemudian dikenal sebagai daerah broc a yaitu daerah yang berkaitandengan wicara. Didekat daerah broca yang ada jalur yang dinamakan korteks motor, yang bertugas mengendalikan alat-alat ujaran seper ti lidah, rahang, bibir, gigi dan pita suara. v Lobe temporal ; yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pendengaran. Pada lobe temporal terdapat korteks pendengaran primer yang berfungsi untuk menangga pi bunyi yang didengar. v Lobe osipital ; menangani ihwal penglihatan, pada lobe osipital juga terdapat korteks yang serupa yaitu korteks visual yang tugasnya menanggapi apa yang dilih at. v Lobe parietal ; mengurusi rasa somaestetik yakni rasa yang ada pada tangan ,ka ki , muka dsb.[3] Dengan kata lain tulang punggung dan korteks serebral ini merupakan system saraf sentral untuk manusia. Segala ihwal yang dilakukan manusia baik yang berupa fis ik maupun mental dikendalikan oleh sistem saraf ini. Otak Binatang Dari sejarah pertumbuhan makhluk, evolusi otak pada manusia dan otak hewan itu b erbeda, seperti ikan, tikus dan burung. Pada binatang atau hewan korteks serebra lnya bisa dikatakan tidak tampak, padahal korteks inilah yang sangat berkembang pada manusia sehingga manusia dapat berbahasa sedangkan binatang tidak. Sedangkan dalam soal pemakaian otak,sebagian besar otak manusia untuk proses men tal, termasuk proses kebahasaan. Sedangkan binatang seperti simpanse lebih banya k memakai otaknya untuk kebutuhan-kebutuhan fisik.[4] Mengenai perbedaan otak manusia dengan otak makhluk lain, seperti kera dan simpa nse, bukan hanya terletak pada beratnya saja melainkan juga pada struktur dan fu ngsinya. Pada otak manusia ada bagian-bagian yang sifatnya dapat disebut manusia wi, seperti bagian-bagian yang berkenan dengan pendengaran, ujaran, pengontrolan alat ujaran. Pada otak makhluk lain tidak ada bagian-bagian yang berkaitan deng

an ujaran itu. Sebaliknya , pada otak makhluk lain banyak bagian yang berhubunga n dengan insting, sedangkan otak manusia tidak banyak.[5] Dengan kata lain perbuatan binatang lebih banyak dikendalikan oleh insting, seda ngkan manusia tidak hanya dengan insting saja. Otak Dengan Bahasa Manusia Berbicara tentang otak dan bahasa diantaranya aristoteles pada tahun 384-322 SM telah berbicara soal hati yang melakukan hal-hal yang kini kita ketahui dilakuka n oleh otak. Dari struktur serta organisasi otak manusia bahwa otak memegang peranan yang san gat penting dalam bahasa. Apabila imput-imput yang masuk adalah dalam bentuk lisan maka bunyi akan ditangg api dilobe temporal khususnya oleh korteks primer pendengar( disini imput tadi d iolah ). Setelah diterima dicerna dan diolah maka bunyi-bunyi bahasa tadi dikiri m kedaerah wernicke untuk diinterpretasikan dan didaerah inilah bunyi-bunyi tadi dipilah-pilah menjadi suku kata,frase,klausa dan akhirnya kalimat. Bila imput yang masuk dalam bentuk tulisan, maka jalur pemerosesannya agak berbe da, masuknya tidak ditanggapi oleh korteks primer pendengaran, tetapi oleh korte ks visual dilobe osipital. Masuk ini tidak langsung dikirim kedaerah wernicke,te tapi harus melewati girus angular yang mengkoordinasikan daerah pemahaman dengan daerah osipital. Setelah tahap ini imput tadi difahami oleh daerah wernicke unt uk diiterpretasikan.[6] Otak Laki-Laki Dan Otak Wanita Kalau kita perhatikan disetiap lembaga maka kita akan dapati mayoritas adalah wa nita. Namun mengenai otak dengan jenis kelamin banyak yang berbeda pendapat. Ada yang berpendapat ada prbedaan antara otak pria dan otak wanita dalam hal ben tuknya yakni hemisfir kiri pada wanita lebih tebal dari pada hemisfir kanan. Kea daan seperti inilah keluasan bahasa didominasi oleh wanita. Akan tetapi Philip d kk menunjukan bahwa meskipun ada perbedaan dalam pemerosesan antara pria dan wan ita namun perbedaan ini hanya mengarah pada pengaruh budaya pada genetic. Mengenai otak pria dan otak wanita ini,ada kecendrungan yang lebih besar bagi wa nita untuk dapat sembuh dari penyakit afasia dari pada pria. Begitu juga afasia lebi sering muncul pada pria dari pada wanita saat mereka kenak stroke.[7] Gangguan Wicara Meskipun ukuran otak hanya maksimal 2% dari seluruh ukuran badan manusia, dia ba nyak sekali menyedot energi diantaranya 15% dari seluruh aliran darah dan 20% da ri sumber metabolic tubuh. Apabila aliran darah pada otak tidak cukup atau ada p enyempitan pembuluh darah maka akan terjadinya kerusakan pada otak atau yang bia sa dinamakan dengan stroke. Stroke mempunyai berbagai akibat karena adanya kotrol silang dari hemisfir kiri dan hemisfir kanan. Apabila stroke terdapat pada hemisfir kiri maka akan menyeba bkan gangguan pada belahan kanan dan sebaliknya. Biasanya kerusakan pada hemisfir kiri mengakibatkan munculnya gangguan wicara. G angguan wicara yang disebabkan oleh stroke disebut dengan afasia (aphasia). Macam-macam afasia :

a. Afasia Broca kerusakan yang terjadi pada daerah broca,karena daerah ini berdekatan dengan jal ur korteks motor,sehingga alat-alat ujaran seperti bentuk mulut bisa terganggu,k adang-kadang mulut bisa bencong, dan menyebabkan gangguan pada perencanaan dan p engungkapan ujaran,sehingga kalimat yang yang diproduksi terpata-patah. b. Afasia Wenicke letak kerusakannya adalah pada daerah wernicke yakni bagian agak kebelakang dari lobe temporal, sehingga penderita afasia ini lancer dalam berbicara dan bentuk sintaksisnya juga cukup baik,hanya saja kalimat-kalimatnya sukar untuk dimengert i karena banyak kata yang tidak cocok dengan maknanya dengan kata-kata lain sebe lum dan sesudahnya. Penderita afasia ini juga mengalami gangguan dalam komprehensi lisan,dia tidak m udah memaami apa yang kita katakana. c. Afasia Anomic kerusakan otak terjadi pada bagian depan dari lobe pariental atau pada batas ant ara lobe pariental dengan lobe temporal. Sehingga penderita ini tidak mampu meng aitkan konsep dan bunyi. Jadi bila pasien ini diminta untuk mengambil benda yang bernama gunting dia akan bisa melakukannya. Akan tetapi, kalau kepadanya di dit unjukan gunting,dia tidak dapat mengatakan nama benda itu. d. Afasia Global kerusakan yang terjadi tidak hanya satu daerah saja tetapi dibeberapa daerah yan g lain, kerusakan bisa menyebar dari daerah broca melewati korteks motor menuju lobe pariental dan sampai kedaerah wenicke. Sehingga mengakibatkan gangguan fisi kal dan verbal yang sangat besar. Dari segi fisik penderita bisa lumpuh disebela h kanan, mulut bisa moncong dan lidah bisa menjadi tidak cukup fleksibel, dari e gi verbal dia bisa sukar memahami ujaran orang dan ujaran dia tidak mudah dimeng erti oaring karena kata-kata yangtidak jelas. e. Afasia Konduksi kerusakan yang terjadi pada fiber-fiber yang ada pada fasikulus arkuat yang meng hubungkan lobe frontal dan lobe temporal, sehingga penderita ini tidak dapat men gulangi kata yang diberikan padanya.[8] ] Penutup Kesimpulan Dari uraian diatas dapat kita tarik sebuah kesimpulan : a. Perbedaan otak manusia dengan otak makhluk lain(binatang) dapat kita lihat pa da struktur dan fungsinya, pada manusia ada bagian-bagian yang berkaitan dengan ujaran. Sebaliknya , pada otak makhluk lain banyak bagian yang berhubungan denga n insting, sedangkan otak manusia tidak banyak b. Kaitan otak dengan bahasa manusia dapat kita ketahui melalui imput-imput yang masuk baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. c. Perbedaan otak laki-laki dengan otak wanita lebih identik pada pemerosesan an tara pria dan wanita namun perbedaan ini hanya mengarah pada pengaruh budaya pad

a genetic. d. Sebab dan akibat dari gangguan wicara biasanya adanya kerusaka pada hemisfir kiri. Gangguan wicara yang disebabkan oleh stroke disebut dengan afasia (aphasia ). Kritik dan Saran Dalam pembuatan makalah ini, pemakalah tidak terlepas dari kesalahan dan kekuran gan,baik dalam segi penulisan maupun dari segi isi serta referensi yang penulis temukan. Untuk itu pemakalah mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang konstruksi onal dari pembaca, khususnya dari dosen pembimbing demi kesempurnaan makalah ini . DAFTAR PUSTAKA Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAPI ;J akarta). 2003 Chaer abdul, psikolinguistik ( PT Rineka Cipta ; Jakarta ). 2003 [1] Chaer abdul, psikolinguistik ( PT Rineka Cipta ; Jakarta ). 2003. hal.116 [2] Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAP I ;Jakarta). 2003. hal.203 [3] Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAP I ;Jakarta). 2003. hal 203206 [4]Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAPI ;Jakarta). 2003. hal 208 [5] Chaer abdul, psikolinguistik ( PT Rineka Cipta ; Jakarta ). 2003. hal 116 [6] Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAP I ;Jakarta). 2003. hal 208- 211 [7] Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAP I ;Jakarta). 2003. hal 221 [8] Dardjowidjojo Soenjono, Psikolinguistik ( yayasan obor indnesia anagota IKAP I ;Jakarta). 2003. hal 214-216 ________________________________________ http://afrizaldaonk.blogspot.com/2011/01/bahasa-dan-neurologi-manusia.html