Anda di halaman 1dari 46

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Lampiran 1 Daftar Masalah (Keluhan/Gejala)


Dalam melaksanakan praktik kedokteran, dokter berangkat dari keluhan atau masalah pasien atau masalah klien. Melalui penelusuran riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan, serta karakteristik pasien, keluarga dan lingkungannya, dokter melakukan analisis terhadap masalah kesehatan tersebut untuk kemudian menentukan tindakan dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. Daftar ini berisikan masalah, keluhan atau gejala yang banyak dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer berdasarkan alasan yang membawa pasien atau klien mendatangi dokter atau pelayanan kesehatan. Selama pendidikan dokter, mahasiswa perlu dipaparkan pada berbagai masalah, keluhan atau gejala tersebut, serta perlu dilatih bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Semakin banyak terpapar oleh berbagai jenis masalah, keluhan atau gejala yang akan dijumpai di pelayanan kesehatan primer, lulusan dokter diharapkan memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang lebih baik. Daftar masalah ini dibagi menjadi dua, yaitu daftar masalah individu dan daftar masalah komunitas. Daftar masalah individu perlu dikuasai oleh lulusan dokter, karena merupakan masalah dan keluhan yang paling sering dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Daftar masalah individu berisikan keluhan, gejala maupun hal-hal yang membuat individu sebagai pasien atau klien mendatangi dokter atau institusi pelayanan kesehatan. Daftar masalah komunitas berisikan daftar masalah yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar tempat dokter praktik dan berpotensi dapat menimbulkan masalah kesehatan di tingkat individu, keluarga dan masyarakat. Daftar ini tidak menunjukkan urutan prioritas masalah kesehatan. A. Daftar Masalah Individu

Masalah yang sering dijumpai Demam Kejang Diare Batuk sesak napas sakit tenggorok sakit kepala Sakit dada Gatal-gatal Nyeri perut

Standar Kompetensi Dokter

37

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Perut kembung Muntah Sulit Buang Air Besar atau sembelit Nyeri sendi Sakit punggung Pusing Kulit kuning Kulit bersisik Kulit merah dan nyeri Kulit berminyak Luka bakar Benjolan leher Wajah kaku Mata merah Mata gatal Mata berair Mata nyeri Belekan Gangguan penglihatan Timbilan Kelilipan Sakit telinga Kopoken (telinga bernanah) Tuli Telinga gatal Pilek (ingusan) Mimisan Bersin-bersin Gangguan penciuman Sakit dan sulit menelan Mulut kering Bau mulut Sakit gigi Sariawan Bibir pecah-pecah Bibir sumbing Batuk (kering, berdahak, darah) Berdebar-debar ASI tidak keluar Benjolan payudara Luka puting Payudara mengencang Retraksi kulit dan puting Benjolan perut

38

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Perut kram Sendawa Cegukan Nyeri ulu hati Nyeri sesudah makan Kelainan tinja (lendir, nanah, darah) Ambein Nyeri saat BAB Gatal daerah anus Perdarahan saat BAB Nyeri daerah anus Nyeri saat buang air kecil Anyang-anyangan Sering buang air kecil pada malam hari Kencing mengedan Kencing tidak puas Retensi urin Inkontinensia urin Akhir kencing menetes Pancaran kencing menurun Kencing bercabang Waktu kencing preputium melembung/ballooning Frekuensi urin Disuria Nokturia Urgensi Stranguria Kencing merah (hematuria) Kencing campur udara (pnematuria) Faecaluria Darah pada muara uretra Hemospermia Anuria Poliuria Oliguria Perubahan warna urin Nyeri buah zakar Buah zakar tidak teraba Disfungsi ereksi Keputihan Vagina (gatal, nyeri, rasa terbakar) Gangguan menstruasi Gangguan menjelang menopause Gangguan menopause

Standar Kompetensi Dokter

39

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Patah tulang Nyeri sendi Sendi (kaku, bengkak, kelainan bentuk) Nyeri pinggang Nyeri otot Gerakan terbatas Bengkak pada kaki dan tangan Kaku pada pagi hari Pusing dan pusing sebelah Hilang kesadaran Epilepsi Kejang Kesemutan Gerakan tidak teratur Gangguan gerak dan koordinasi Gangguan otot Gangguan jalan Lumpuh Gangguan bicara Pelupa Perubahan perilaku (termasuk perilaku agresif) Stress Depresi Cemas Susah tidur Pemarah Ngamuk Penurunan fungsi berpikir Perubahan emosi dan mood Gangguan fungsi seksual Pelecehan seksual Perkosaan Tanda-tanda kehamilan Hiperemesis Nyeri perut waktu hamil Perdarahan vagina waktu hamil Anyang-anyangan waktu hamil Kaki bengkak waktu hamil Kontrasepsi Sulit punya anak Kehamilan tidak diinginkan Persalinan prematur Ketuban pecah dini Berat lahir rendah

40

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Kurang gizi pada balita Tidak nafsu makan pada balita Lecet pada pantat Cengeng Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita Kecelakaan pada balita Kejang demam Penyalahgunaan obat Gangguan belajar Tidak mau minum obat pada anak-anak Kelelahan Pingsan Perdarahan per vaginam Perdarahan trauma Perdarahan spontan Muntah darah Batuk darah Penurunan berat badan drastis Obesitas Gangguan komunikasi Nyeri dada Nyeri punggung Discharge urethra Gangguan perilaku
B. Daftar Masalah Komunitas

Masalah yang sering dijumpai Keluarga Berencana - Kesehatan reproduksi - Koordinasi di tingkat lapangan - Kontrasepsi mantap (suntik, pil, dst) Kesehatan Ibu dan Anak - Angka kematian ibu - Angka kematian bayi Gizi - Gizi buruk - Sosial ekonomi

Standar Kompetensi Dokter

41

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Penyakit-penyakit diare dan penyakit infeksi lain - Flu burung - HIV Aids - New emerging disease Imunisasi - Polio - Hepatitis B Pelayanan Kesehatan - Revitalisasi posyandu - Polindes - Revitalitasi puskesmas - Pembiayaan pelayanan kesehatan (bantuan langsung tunai, JPKM, asuransi kesehatan, dan sebagainya). - Tidak ada koordinasi yang baik antara puskesmas dengan rumah sakit. Sistem belum berjalan dengan baik Kesehatan Lingkungan * Bencana alam (banjir, gempa,) * Bencana buatan manusia (limbah, tanah longsor, kebakaran hutan, banjir lumpur panas) * Sanitasi * Pariwisata (travel medicine) Lain-lain Medical error Infeksi nosokomial Medical negligence Kejadian tidak diharapkan (KTD) Keselamatan pasien Masalah-masalah organisasi pelayanan kesehatan - Gaji rendah - Disiplin rendah - Medical supplies kurang - Dana terbatas - Kualitas SDM terbatas - Data terbatas (kurang lengkap) - Informasi ilmiah terbatas - Pengobatan tidak rasional - Regulasi Pelayanan Kesehatan - Tidak melaporkan penyakit KLB - Tidak berizin

42

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Lampiran 2 Daftar Penyakit


Daftar penyakit merupakan penyakit-penyakit yang dipilih menurut beban penyakit yang timbul berdasarkan perkiraan data kesakitan, data kematian serta case fatality rate di Indonesia pada tingkat pelayanan primer, tingkat keseriusan problem yang ditimbulkan dan efeknya terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Lulusan Dokter yang akan bekerja di tingkat pelayanan primer harus mempunyai tingkat kemampuan yang memadai agar mampu merujuk, membuat diagnosis yang tepat, memberi penanganan awal atau memberi penanganan tuntas. Oleh karena itu, pada setiap penyakit yang dipilih, ditetapkan tingkat kemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan dokter berdasarkan perkiraan kewenangan yang akan diberikan ketika bekerja di tingkat pelayanan kesehatan primer, sesuai dengan kondisi rata-rata di Indonesia. Apabila setelah lulus, dokter akan bekerja di daerah yang terpencil dengan kondisi pelayanan kesehatan yang minimal atau di daerah khusus sehingga membutuhkan kemampuan yang lebih, diharapkan pihak yang berwenang dapat memberikan pembekalan sebelum penempatan dokter. Daftar penyakit dikelompokkan menurut sistem, organ dan tahapan usia. Berikut ini tingkat kemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan. Tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan dokter Tingkat Kemampuan 1 Dapat mengenali dan menempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenal gambaran klinik ini, dan tahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level. Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, Dokter segera merujuk. Tingkat Kemampuan 2 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya. Tingkat Kemampuan 3 3a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat).

Standar Kompetensi Dokter

43

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

3b.

Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

Tingkat Kemampuan 4 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas. Cardiovascular
Cardiac disorders Angina pectoris Unstable angina Myocardial Infarction Imminent Myocardial Infarction Cardiac aneurysm Heart failure Cardiorespiratory arrest Mitral stenosis Mitral regurgitation Aortic stenosis Aortic regurgitation Other valvular heart diseases VSD ASD Sinus tachycardia Supraventricular tachycardia Atrial fibrillation Atrial flutter Supraventricular extrasystole Ventricular extrasystole BBB Other arrhythmias Endocarditis Pericarditis Myocarditis Cardiomyopathy 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

44

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Aorta-arteries disorders Essential hypertension Secondary hypertension Pulmonary hypertension Raynaud's disease Arterial thrombosis Coarctation of the aorta Burger's disease Arterial embolism Atherosclerosis Subclavian steal syndrome Aortic aneurysm Dissecting aneurysm Claudicatio Cardiogenic shock Septic shock Hypovolemic shock Veins Varices (primary, secondary) Obstructed venous return Deep vein thrombosis Thrombophlebitis Lymph vessels Lymphangitis Lymphadenitis Lymphedema, primary and secondary
Respiratory

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Uncomplicated Pulmonary Tuberculosis TBC with HIV TBC with pneumothorax Acute Bronchitis Bronchiolitis Bronchial asthma Status asmaticus Lung emphysema Atelectasis

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

45

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Bronchiectasis COPD SARS Pneumonia Avian influenzae Lung abscess Pulmonary embolism Lung infarction Pleurisy TBC Pleurisy Cancer Pleurisy Lupus Pneumothorax Cystic fibrosis Aspiration pneumonia
Gastrointestinal

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Mouth Cleft lip and palate Micrognatia and macrognatia Leukoplakia Candidiasis Mouth ulcers (aphthous, herpes) Glossitis Esophagus Esophageal atresia Achalasia Corrosive lesions of esophageus Esophageal varices Esophageal rupture Reflux esophaghitis Diaphragma Diaphramatic hernia Hiatus hernia 1 1 2 2 3A 3A 3B 3B 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4

46

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Abdominal wall and herniae Inguinal hernia, direct and indirect Femoral hernia Bedah Epigastric hernia Incisional hernia Umbilical hernia Acute abdomen Peritonitis Abscess in pouch of Douglas Ileus Perforation Salphingitis Acute appendicitis Appendicular abscess Mesenteric lymphadenitis Stomach and duodenum Gastritis Gastric/duodenal ulcer Gastrointestinal bleeding Zollinger-ellison syndrome Mallory-weiss syndrome Gastroenteritis Liver Fatty liver Hepatitis A Uncomplicated Hepatitis B Active Hepatitis C Cirrhosis hepatis Amoebic liver abscess Liver failure 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

47

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Gall bladder, bile duct and pancreas Chole(docho)lithiasis Acute cholecystitis Hydrops of gall bladder Empyema of gall bladder Pancreatitis Jejunum, ileum Intestinal atresia Meckel's diverticulum Umbilical fistula, omphalocoele-gastroschisis Malrotation Enteritis Colon Irritable bowel syndrome Necrotizing enterocolitis Diverticulosis/diverticulitis Colitis Rectal, anal prolapse Proctitis Hemorrhoids (peri)anal abscess Fistula Anal fissure Pedriatrics Esophageal atresia Intestinal atresia Anal atresia Diapragmatic hernia (congenital) Pyloric stenosis Gastro-esophageal reflux Gastro-enteritis Gastro-enteritis dengan dehidrasi Worms Dehydration Malabsorbsion Food intolerance 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4

48

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Acute abdomen Ileus Peritonitis tuberculosis Peritonitis pancreatitis Intussussception Malrotation Umbilical hernia Meckell's diverticulum Crohn's disease Ulcerative colitis Hirschsprung's disease Biliary atresia Hepatitis Reye's syndrome Cirrhosis of the liver Food allergy
Nefrourologi

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Acute renal failure Chronic renal failure Nephrotic syndrome Acute glomerulonephritis Chronic glomerulonephritis Interstitial nephritis Renal colic Urinary stone diseases or urinary calculi without colic Polycystic kidneys symptomatic Urinary tract infection Acute tubular necrosis Horse shoe kidney Uncomplicated Pyelonephritis Urinary incontinence Nocturnal and diurnal enuresis Prostatitis Male genitalia Hypospadia Epispadia Undescended testes/cryptorchidism

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

49

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Retractile testes Torsion of testis Epididymitis Spermatocele Varicocele Hydrocele Phimosis Paraphimosis Ruptur uretra Ruptur kandung kencing Ruptur ginjal Striktura uretra Priapismus Penyakit peironi Ekstrophia vesicae Infertility Erection disorders Ejaculation disorders

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Vulva Vulvitis Dystrophy of vulva Cyst of bartholin, abscess of bartholin's gland Abscess of hair follicle or sebaceous gland Condylomata acuminata

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Vagina Congenital malformations Vaginitis Bacterial vaginosis Cyst of gartner Cystocoele Rectocoele Enterocoele Fistula (vesico-vaginal, uretero-vaginal, rectovaginal fistula) Foreign body

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

50

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Cervix Cervicitis Polyps Nabothian cyst

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Body of the uterus Congenital malformations Uterine prolaps Hematocolpos Endometriosis

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Adnexae Salpingitis Adhesions Ovarian cyst Polycystic ovarian disease Carcinoma of ovary Ectopic pregnancy Torsion tumour / ovarian cyst Rupture of ovarian cyst / tubo - ovarian abscess Uterine bleeding at ovulation

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

Breasts Inflammations Mastopathy


Hematology

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

Aplastic/hypoplastic anemia Iron deficiency anemia Macrocytic anemia Hemolytic anemia Hemoglobinopathy Anemia associated with chronic diseases Polycytemia Thrombocytopenia Thrombocytosis Hemophilia Von willebrand's disease DIC

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

51

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Agranulocytosis Haemorheologic disorders Antiphospholipid syndrome


Immunology

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Autoimmune rheumatological and autoimmune orthopedic disorders Uncomplicated SLE Complicated SLE Scleroderma Polyarteritis nodosa Vasculitis Lupus Polymyalgia rheumatica Rheumatoid arthritis Immunological/allergic reactions Anaphylactic reaction Rheumatic fever Juvenile chronic arthritis Henoch-schoenlein purpura Erythema multiforme Atopy Steven johnson's syndrome Transplantation immunology Immunodeficiency -HIV
Genetics/newborn/chromossal disoerder)

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

Genetics/congenital disorders Down's syndrome Turner's syndrome Klinefelter's syndrome Gonadal xy-dysgenesis Testicular feminization Fragile x syndrome PKU (Phenyl Ketonuria) Galactosemia 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4

52

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Glycogen storage disease Other storage diseases Spina bifida Anencephaly Hydrocephalus Cleft palate and/or lip Marfan's syndrome Disorders of newborns Hypothermia Bacteraemia and septicemia Respiratory stress syndrome Bronchopulmonary dysplasia Aspiration pneumonia Pneumo thorax Apnea attacks Jaundice of newborn Severe neonatal jaundice (kern icterus) Hypoglycemia Child of diabetic mother Neonatal convulsion Necrotizing enterocolitis Retinopathy of prematurity Anemia Rhesus incompatibility Blood group incompatibility Vitamine k defficiency Cerebral hemorrhage Conjuctivitis Infection of umbilicus Sudden infant death syndrome (sids)
Endocrine, metabolic disorder and nutrition

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Endocrinological disorders IDDM NIDDM Complication of DM (acute and chronic) Hypoglycemia Diabetes incipidus 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

53

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Acromegaly, gigantism Growth hormone deficiency Hyperparathyroidism Hypoparathyroidism Hyperthyroidism Hypothyroidism Thyroiditis Cushing's disease Adrenal cortex failure Primary hyperaldosteroidism Phaeochromocytoma Precocious puberty Testicular feminization syndrome Hypogonadism Adrenogenital syndrome Addison's disease Multiple endocrinological neoplasia (men syndrome) Tumor with ectopic production of hormone Nutritional deficiency Marasmus Kwashiorkor Vitamin deficiencies Error of metabolism Hyperlipoproteinemia Porphyria Gout Obesity

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Central and peripheral neural system

Loss of consciousness Metabolic Encephalopathy Comatous Brain death

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

54

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Headache Tension headache Migraine Cranial arteritis Trigeminal neuralgia Cluster headache Cardio Vascular Diseases TIA Cerebral infarction Intracerebral hematoma Subarachnoid hemmorhage Hypertensive encephalopathy

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Cranial nerve and brain stem lesions Bels palsy Brain stem lesions

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

Disorder of vestibular system Menier's disease Benign paroxysmal positional vertigo Vertigo Central

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Memory deficit Vascular dementia Alzheimer's disease Pick's disease

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Movement Disorders Parkinson's disease Tremor Secondary parkinsonism Huntington disease Chorea sydenham Dystonia Hemifacial spasm

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

55

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Epilepsy and other seizures Focal epilepsy Generalized epilepsy Absence seizure Status epilepticus Narcolepsy Sleep apnea syndrome Demyelination diseases Multiple sclerosis Optic neuromyelitis (Devic's disease) Diseases of spine and spinal cord Amyotrphic lateral sclerosis (ALS) Complete spinal transection Brown sequard syndrome Cauda equina syndrome Neurogenic bladder Syringomyelia Myelopathy Dorsal root syndrome Medulla compression acute Radicular syndrome/HNP Spondilitis TB Neuromuscular diseases and neuropathy Horner syndrome Carpal tunnel syndrome Tarsal tunnel syndrome Neuropathy Peroneal palsy Guillain Barre syndrome Myasthenia gravis Polymyositis Duchenne muscular dystrophy Neurofibromatosis (von reckling hausen disease)

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

56

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Infectious diseases Meningitis Encephalitis Malaria cerebral Tetanus Cerebral Toxoplasmosis Tuberculoma Brain abscess HIV AIDS Congenital disorders Hydrocephalus Spina bifida Phenyl ketonuria Pediatrics neurologic disorders Meningitis Encephalitis Cerebral abscess Epilepsi Infantile spasms Petit mal epilepsy Febrile convulsion Duchene muscular dystrophy Poliomyelitis Cerebral palsy Kernicterus Mental Retardation Autism ADHD
Neurobehaviour Disorders Amnesia Pasca trauma Afasia MCI (Mild Cognitive Impairment) VCI (Vascular Cognitive Impairment) 1 2 1 2 2 2 2 3A 3A 3A 3B 3B 3B 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 38 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

57

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Trauma CNS Epidural hematom Subdural hematom SAH (Sub Arachnoid Hemorrhage) Trauma Medula Spinalis Tumor CNS Tumor primer Tumor sekunder Pain Nyeri Nosiseptif Nyeri neuropatik Gangguan visual Buta mendadak Diplopia Visual field disorders
Ear, nose and throat

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

3A

3B 3B

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Ears, hearing and equilibrium Inflammation of auricle Herpes zoster oticus Pre-auricular fistula Foreign body in ear Wax (serumen) Otitis externa Acute otitis media Otitis media serous (glue ear) Chronic otitis media Perforated tympanic membrane Bullous myringitis Otosclerosis Tymphanosclerosis Cholesteatoma Presbyacusis Mastoiditis Labyrinthitis Benign postural vertigo Motion sickness

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

58

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Meniere's diseases Vestibular neuritis Acoustic neuroma Acute acoustic trauma Ear, other trauma Perceptive hearing loss Conductive hearing loss Congenital deafness Facial palsy or paralysis Noses and sinuses Epistaxis Furuncle of nose Acute rhinitis (common cold) Vasomotor rhinitis Allergic rhinitis Chronic rhinitis Rhinitis medicamentosa Acute frontal sinusitis Acute maxillary sinusitis Acute ethmoiditis Chronic sinusitis Deviation of nasal septum Choanal atresia Foreign body in nose

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B ? 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Larynx and pharynx Pharyangitis Tonsilitis Hypertrophy of adenoids Pseudo-croop acute epiglotitis

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Neck Medial and lateral branchial cyst and fistula Cystic hygroma Torticollis

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

Standar Kompetensi Dokter

59

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Thyroid glad and parathyroid glands Cyst Goitre Hyperthyroidism Hyperparathyroidism Hypoparathyroidism

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Trachea Aspiration Foreign bodies Tracheitis


Eye

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Conjunctiva Conjunctiva, foreign body Conjunctivitis, allergy Conjunctivitis, viral Conjunctivitis, bacterial Pterygium Subconjunctival haemorrhage

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

Eyelids Blepharitis Hordeolum Chalazion Eyelid laceration Entropion Trichiasis Lagophtalmos Epicanthus Ptosis Eyelid retraction Xanthelasma Lacrimal apparatus Dacryoadenitis Dacryocystitis Dacryostenosis Lacrimal duct, laceration

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

60

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Sclera Scleritis/episcleritis Cornea Erosion Cornea, foreign body Burn Keratitis Kerato-conjunctivitis sicca Corneal oedema Corneal dystrophy Keratoconus Eyeball Endophtalmitis Microphtalmos Buphtalmos Anterior chamber Hyphaema Hypopyon Iris and ciliary body Iridocyclitis, iritis Tumour of iris Glaucoma Glaucoma, congenital Simple glaucoma Acute glaucoma Secondary glaucoma Lens Cataract Aphakia Psudoaphakia (artificial lens) Lens dislocation

3A

3B

1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

61

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Refraction and accommodation Hypermetropia Myopia Astigmatism Presbyopia Anisometropia Vision and visual fields Amblyopia Diplopia Suppresion Night-blindness Scotoma Hemianopia, bitemporal and homonymous Loss of vision and blindness Retina Retinal detachment Retina, vessel occlusion or bleeding Degeneration of macula, age dependent Retinopathy of prematurity (rop) Diabetic retinopathy Hypertensive retinopathy Choroid Chorioretinitis Vitreous fluid Vitreous haemmorrhage Optic disc and optic nerve Optic disc cupping Papilloedema Optic atrophy Optic neuropathy Optic neuritis

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

3A

3B

3A

3B

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

62

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Skin
Eczematous dermatitis Contact dermatitis irritant Contact dermatitis allergica Atopic dermatitis (kecuali recalcitrant) Nummular dermatitis Lichen simplex chronicus Napkin eczema

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

Erythro-squamous lesions Psoriasis vulgaris Plamoplantar pustulosis Seborrheic dermatitis Pityriasis rosea Disorders of skin eccrine and sebaceous glads Acne vulgaris Rosacea Hidradenitis suppurativa Perioral dermatitis Miliaria

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Viral skin infections Verruca vulgaris Condyloma accuminata Molluscum contagiosum Herpes zoster

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Bacterial infections Impetigo Ulcerative impetigo (ecthyma) Superficial folliculitis Furuncle, carbuncle Erythrasma Erysipelas

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

63

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Superficial fungal infections Tinea capitis Tinea barbae Tinea faciale Tinea corporis Tinea manus Tinea unguinum Tinea cruris Tinea pedis Tinea versicolor Mucocutaneous candidiasis

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Insect bites and infestations Pediculosis capitis Pediculosis pubis Scabies Insect bites reactions

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Vesicobullous diseases Pemphigus vulgaris Pemphigoid Dermatitis herpetiformis Toxic epidermal necrolysis Stevens-johnson's disease

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Allergic skin diseases Urticaria Angioedema Allergic vasculitis

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Autoimmune diseases Dermatomyositis Systemic sclerosis Scleroderma/morphea Lupus erythematosus

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

64

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Disorders of hairs Alopecia areata Androgenic alopecia Trichotillomania Telogen eflluvium

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Disorders of keratinizations Ichthyosis vulgaris Other nonifectious inflammatory skin disorders Lichen planus Granuloma annulare Morphea Lichen sclerosus er atrphicus

3A

3B

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Drug reactions Exanthematous drug eruption Fixed drug eruption Pigmentary disorders Vitiligo Melasma Albinism Post-inflammatory hyperpigmentation Post-inflammatory hypopigmentation

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Infectious and tropical diseases


Localized infections and abscesses Infections of the hand Paronychia Suppurative tenosynovitis Human bite Infections of the head and neck Suppurative parotitis Suppurative cervical adenitis Peritonsilar abscess Ludwig's angina Bezold abscess 1 1 1 2 2 2 3A 3A 3A 3B 3B 3B 4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

65

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Gram-positive cocci Staphylococcal and streptococcal infections Superficial infections, including folliculitis, hidradenitis suppurativa, carbuncle. Osteomyelitis Staphylococcal pneumonia Staphylococcal bacteremia Streptococcal infection Rheumatic fever Sinusitis, otitis media, mastoiditis, pertonsilar abscess - THT Rheumatic heart disease Gram-negative cocci Meningococcal infection (neuro) Meningitis (neuro) Nasopharyngitis Gonococcal infections Gonorrhea Gram-negative bacilli Urinary tract infection (UTI) Typhoid fever Dysentry bacilli Cholera Pertussis Plague (Pes) Chancroid Toxin producing bacteria Diphteria (THT) Tetanus (pediatri) Mycobacterial diseases Tuberculosis kutis Leprosy Lepra reaction 1 2 3A 3B 4 1 1 2 2 3A 3A 3B 3B 4 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

66

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Spirochetal diseases Syphilis Yaws Leptospirosis Deep fungal infections Actinomycosis Chromoblastomycosis Maduromycosis Viral infections Influenza avian influenza (THT) Viral gastroenteritis Poliomyelitis Rabies Morbilli Varicella Herpes zoster Herpes simplex Mumps CMV infections Dengue hemorrhagic fever (DHF) HIV-AIDS Protozoal infections Amebiasis Malaria Leishmaniasis dan tripanosomiasis Toxoplasmosis Giardiasis Trichomoniasis Worms infestations Hookworm diseases Strongyloidiasis Ascariasis Filariasis Schistosomiasis Cutaneus larva migran Taeniasis

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

67

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Neoplasma
Blood and lymph nodes Non-hodgkin's lymphoma Hodgkin's lymphoma Acute leukemia Chronic leukemia Myelodysplastic syndromes Multiple myeloma Langerhans' cell histiocytosis

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

Lung Bronchogenic carcinoma Bronchoalveolar carcinoma Neuroendocrine tumor (carcinoid tumor) Mesothelioma

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Head and neck Leukoplakia Polyps Nasopharynx carcinoma Pleomophic adenoma Warthins tumor Gatrointestinal Benign polyps Squamous cell carcinoma Adenocarcinoma Carcinoid tumor Lymphoma Liver - Hepatoma Liver cell adenoma Hepatocellular carcinoma Cholangiocarcinoma Pancreas Carcinoma of the pancreas

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

3A

3B

68

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Kidney Cortical adenoma Renal cell carcinoma Wilm's tumor Male genitals Squamous cell carcinoma Seminoma Teratoma testis Benign prostatic hyperplasia Carcinoma of the prostate

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Female genitals Condyloma accuminata Cervical carcinoma Extramammary Paget's disease Endometrial hyperplasia Endometrial carcinoma Ovarial teratoma (dermoid cyst) Ovarian carcinoma Hydatidiform mole Choriocarcinoma Breast Fibrocystic change Fibroadenoma mammae Phyllodes tumor Breast carcinoma Paget's disease of the breast Gynecomastia Endocrine glands Somatotropic adenoma Prolactinoma Thyroid adenoma Thyroid carcinoma Thymus Thymoma

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

3A

3B

Standar Kompetensi Dokter

69

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Skin Benign epithelial tumors Seborrheic keratosis Epithelial cyst Premalignant and malignant epithelial tumors Actinic keratosis Bowen's disease Squamous cell carcinoma Basal cell carcinoma Tumors of the dermis Xanthoma Hemangioma Lymphangioma Angiosarcoma Tumors of immigrant cells to the skin Mycosis fungoides Mastocytosis Langerhans' cell histiocytosis Tumors of melanocytic cells Lentigo Nevus pigmentosus Malignant melanoma

1 1 1 2 2 3A 3A 3B 3B 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Bone and soft tissue Osteoma Osteoid osteoma Osteoblastoma Osteosarcoma Osteochondroma Chondroblastoma Chondrosarcoma Fibrous dysplasia Fibrosarcoma and mfh Ewing sarcoma Giant cell tumor

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

70

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Ganglion cyst Lipoma Liposarcoma Fibromatosis Desmoid tumor Fibroma Fribrosarcoma Benign fibrous histiocytoma Malignant fibrous histiocytoma (mfh) Rhabdomyosarcoma Leiomyoma Leiomyosarcoma Synovial sarcoma Central and peripheral nervous system Astrocytoma Oligodendroglioma Ependymoma Medulloblastoma Retinoblastoma Meningioma Neurofibroma Schwannoma

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4

Psychiatry and mental health


Developmental and behavioral disorders Mental deficiency Autistic disorder Disorder of intellectual skills Disorder of motor development Disorder of coodination Behavior and attention disorders 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4

Eating disorders Anorexia nervosa Bulimia Pica Rumination in infancy

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Gender identity disorder

Standar Kompetensi Dokter

71

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Tics Gilles de la tourette syndrome Chronic motor of vocal tic disorders Transient tic disorders

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Disorders of excression Functional encoperasis Functional enuresis

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

Speech disorders Uncoordinated speech Stammer Psych-organic syndromes and disorders due to drugs Intoxication Withdrawal syndrome Delirium Dementia Amnesic syndrome Other organic disorders

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

Misuse of psychoactive drugs

Psychosis Schizophrenia Other psychoses including reactive psychosis and puerperal psychosis

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

Affective disorders

Bipolar disorders Bipolar disorder, manic episode Bipolar disorder, depressive episode Cyclothymic disorder

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

72

Standar Kompetensi Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Unipolar disorders Endogenous depression, single episode and recurrent Dysthymic disorder (or neurotic depression) Depressive disorder not otherwise classified

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Anxiety disorders Panic disorder with agoraphobia Panic disorder without agoraphobia Agoraphobia without history of panic disorder Social phobia Simple phobia Obsessive compulsive disorder (neurosis) Post traumatic stress disorder Diffuse anxiety disorder Anxiety disorder not otherwise classified

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

Somatic disorder Disorder of body sensation Conversion disorder (hysterical neurosis) Hypochondriasis (hypochondriacal neurosis) Somatisation disorder Somatoform pain disorder Undifferentiated somatoform disorder Somatoform disorder not otherwise classified Dissociative disorders (or hysterical neurosis, dissociative form) Multiple personality Fugu states Psychogenic amnesia Depersonalisation disorder or depersonalisation neurosis Dissociative disorder, noc

1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Sexual disorders Paraphilia

3A

3B

Standar Kompetensi Dokter

73

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Sexual dysfunctions Disorder of sexual desire Disorder of sexual exitement Disorder of orgasm Sexual pain disorders Sexual dysfuctions, noc

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Other sexual disorders Sexual disorders, noc

3A

3B

Sleeping disorders Dyssomnia Insomnia Hypersomnia Sleep-wake cycle disturbances 1 1 1 2 2 2 3A 3A 3A 3B 3B 3B 4 4 4

Parasomnia Nightmares Night terrors Sleep walking Disorder of impulse control Adjustment disorder Psychological factors affecting physical condition Personality disorders Paranoid personality Schizoid personalinty Schizotypal personality Antisocial personality Borderline personality Histerionic personality Narcisistic personality Avoidance personality Dependent personality

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

3A

3B

1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4

74

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Obsessive-compulsive personality Passive-aggressive personality Personality disorders, noc

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Side effects of psychoactive drug therapy Extrapyramidal side effects (eg. Acute dystonia, tradive dyskenia, parkinsonism) Anticholinergic side effects Sedative side effects Malignant neuroleptic syndrome 1 1 1 1 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4

Other items of knowledge Knowledge of forensic psychiatry Knowledge of indication for involuntary admission to hospital Knowledge of basic principles of methods used by different psychotherapeutic schools (eg. Rogerrian, psychoanalytic, etc) Neuropsychiatric and psychosomatic disorders (pediatrics) Pseudoconstipation Encopresis Anorexia nervosa Bulemia Tics, neuropathic behavior Hyperkinetic syndrome Primary infantile autism Disorders of mother-child relationship Disorders due to social deprivation Neurotic disorder of chilhood Breath holding due to exitement

1 1

2 2

3A 3A

3B 3B

4 4

3A

3B

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

75

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Musculoskeletal system
Bone and joints (pediatrics) Congenital dislocation of the hips Arthritis Genu varum (bow legs) Genu valgum (knock knee) Pes planus Scoliosis Kyphosis Lordosis Terthes disease Slipped epiphysis Osgood-schlatter diseasev Chondromalacia patellae Club foot Marfan's disease Osteogenesis imperfecta Bone cyst Achondroplasia Generalized disorders of the musculoskeletal system Rickets, osteomalacia Osteoporosis Fibrous dysplasia Paget's disease Localized disorders of the musculoskeletal system Physical overload Aseptic necrosis of bone Osteomyelitis, acute Arthritis Trauma of joint cartilage Trauma of joint capsule Ganglion Primary bone tumors Bone metastasis Pathological fracture

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

1 ?1 ?1 ?1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

76

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Degenerative disorders of joints Arthrosis deformans Crystal arthropathy Rheumatoid arthritis Bechterew disease

1 1 1 1

2 2 2 2

3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B

4 4 4 4

Spine Spina bifida Sacrococcygeal teratoma Scoliosis Kyphosis Lordosis Spondylarthrosis, spondylosis Spondylitis, spondylodiscitis Hernia of nucleus pulposus Spondylolisthesis Spondylolysis Metastases from elsewhere Pathological fractures Fractures and dislocations of spine Spinal transaction

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Pelvic and lower extremities Congenital hip dislocation Hip dysplasia Femoral head necrosis Intermittent arthritis of the hip Fractures of pelvis Fractures of hip Dislocation of hip Ligamentous lesions of hip Arthritis of hip Fractures of femur Fractures, capsule, tendon and ligament lesions of knee Lesion of meniscus, medial and lateral Abnormal patellear cartilage Genu varum, genu valgum Osteochondritis dissecans

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

77

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Arthritis of the knee Achilles tendonitis Rupture of achilles tendon Tarsal tunnel syndrome Instability of ankle In growing toe nail Pes planus Club foot Claw foot Hallux valgus Hammer toe Metatarsalgia Onychogryposis Anisomelia

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Traumatology
Birth trauma Caput succedaneum Brachial plexus injury Fracture (clavicle, humerus, rib)

1 1 1

2 2 2

3A 3A 3A

3B 3B 3B

4 4 4

Trauma (Tergantung ringan sampai berat) Drowning Head injury Burning Poisoning Suffocation Bleeding Hypovolemic shock Dislocation of jaw Fracture of jaw Dislocation of knee Dislocation of patella Prepatellar bursitis Fractures of tibia Rib fractures/contusion Injury caused by rib fractures Sternal fractures Fractures of toes Crush injury to the heel (in children)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

78

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Fractures of fibula Whiplash Fractures, capsule, tendon and ligament lesions of ankle Pneumothorax Hemothorax Injury to specific internal organs, such as liver, kidney, lung, etc Peripheral nerves Injury of peripheral nerves

1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4

3A

3B

Neck, shoulder girdle and upper extremities Fractures of shoulder Dislocation of shoulder Ligamentous lesions of shoulder Instability of shoulder Frozen shoulder Fracture of clavicle Fracture of humerus Fracture of radius/ulna Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of elbow Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of wrist Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of fingers and thumb Lateral epicondylitis (tennis elbow) Dislocation of distal radius Dislocation of wrist Progressive inflammation of finger following injury Olecranon bursitis Carpal tunnel syndrome Injury to finger tendon, e.g. Boutonniere-deformity Mallet finger Dupuytren's contracture Nail loss Subungual hematome Traumatic vessel injury

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

79

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Accidents and emergency neurology Head injuries Diffuse brain damage Cerebral concussion and contusion Brain death Extradural hemorrhage Subdural hemorrhage Basilar fracture scalp Acute traumatic spinal transaction Injury of plexus and peripheral nerves 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Reproduction system
Infection during pregnancy/delivery Syphillis Rubella CMV infection Toxoplasmosis AIDS Gonorrhoea Herpes virus infection type 2 Hepatitis B Drugs and harmful substance during pregnancy Mother taking tobacco Mother taking drugs of addiction 1 1 2 2 3A 3A 3B 3B 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4

Pregnancy disorders Threatened abortion Incompleted spontaneous abortion Completed spontaneous abortion Hyperemesis gravidarum Blood group incompatibility Hydatidiform mole Intra-uterine infection Pregnancy induced hypertension Pregnancy induced diabetes mellitus Dysmaturity Placental insufficiency Placenta previa

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

80

Standar Kompetensi Dokter

15

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Vasa previa Abruptio placenta - SOL Cervical incompetence Polyhydramnion Jaundice late in pregnancy Urinary tract infection Pyelitis in pregnancy Iron dificiency anaemia Megaloblastic anaemia Dead fetus

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Delivery Premature contractions Premature delivery Rupture of uterus Postmature infant Premature rupture of membranes Unstable lie / malposition after 36 weeks Dystocia, fetal and passage Malpresentation of fetus Prolonged delivery Primary mild contractions IMININ Secondary mild contractions Cord presentation / cord prolapse Hypoxia of fetus Failure to rotate / incorrect rotation Rupture of cervix Rupture of perineum Shoulder distortion, infant Retained placenta

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Postpartum Retained placental tissue Uterine inversion Postpartum haemorrhage Thrombo embolism Blood group incompatibility

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4

Standar Kompetensi Dokter

81

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Puerperium Mastitis Cracked nipple Inverted nipple Endometritis Inflammation of pelvis (salpingitis, pelviperitonitis, perimetritis etc) Incontinence of urine Incontinence of faeces Deep venous thrombosis Thrombophlebitis Embolism Post-natal psychoses Post-natal depression Subinvolution of uterus

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A

3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

82

Standar Kompetensi Dokter