Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Hari dan anggal Pelaksanaan Waktu Tempat : Penyakit persendian : Artritis : Jumat, 1 Agustus 2008 : 30 menit : Panti Wredha Pucang Gading Semarang

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x 30 menit, lansia dapat memahami tentang artritis/radang Sendi.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1x30 menit lansia dapat :

1. Menjelaskan kembali pengertian artritis dengan bahasanya sendiri dengan


benar. 2. Menyebutkan penyebab artritis 3. Menyebutkan tanda dan gejala artritis 4. Menyebutkan penatalaksanaan untuk penderita artritis 5. Menyebutkan komplikasi dari artritis

C. Sasaran dan Target


Sasaran ditujukan pada lansia di Panti Wredha Pucang Gading Semarang

D. Strategi Pelaksanaan
Hari dan tanggal Pelaksanaan : Jumat, 1 Agustus 2008 Waktu Tempat : 30 menit : Panti Wredha Pucang Gading Semarang

E. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


No 1 Tahap Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan Salam perkenalan Menjelaskan kontrak dan tujuan pertemuan 2 Pelaksanaan 20 menit Melakukan pre conferens Menjelaskan tentang : artritis artritis 3. Penutup 5 menit komplikasi artritis melakukan post conferens memberikan reiforcemen positif atas jawaban yang diberikan salam menutup pembelajaran dengan penatalaksanaan pengertian artritis penyebab artritis tanda dan gejala LCD Media

F. METODA
Metoda yang digunakan adalah : 6. ceramah 7. diskusi / tanya jawab

G. Seeting Tempat
: audience : Penyuluh : Moderator

H. MEDIA
Media yang digunakan adalah 8. LCD 9. leaflet

I. MATERI
Terlampir

J. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur Kesepakatan dengan lansia (waktu dan tempat) Kesiapan materi penyaji Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung 2. Evaluasi Proses Peserta/ lansia hadir sesuai dengan kontrak waktu yang ditentukan Lansia antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya Lansia menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan 3. Evaluasi Hasil Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Lansia menjawab semua pertanyaan yang telah diberikan

DAFTAR PUSTAKA
Darmojo, Boedhi, Martono, Hadi, 2004, Buku Ajar Geriatri, Balai penerbit FKUI, Jakarta. Dieppe, Paul A,1995, Penyakit radang sendi, Penerbit Arcan, Jakarta Pudjiastuti, Sri Surini,2003, Fisiotherapi pada lansia, EGC, Jakarta. Stanley Mickey, 2006, Buku ajar keperawatan Gerontik, EGC, Jakarta

Lampiran materi ARTRITIS (RADANG SENDI) Pengertian Artritis adalah peradangan pada sendi yang biasanya ditandai oleh nyeri, kekakuan dan kelemahan serta adanya tiga tanda utama: pembengkakan sendi, kelemahan otot, dan gangguan gerak, adapun penyakit yang paling sering pada lansia adalah osteoarthritis (Darmodjo Boedhi, 2004) Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan. Penyebab 1. Mekanik (pada lansia karena faktor penuaan) Penyakit sendi degeneratif Penyempitan sendi Gangguan Metabolik Berkaitan dengan penyakit keganasan Pengaruh obat Radang/infeski Trauma (Darmodjo Boedhi, 2004) Tanda dan gejala Nyeri sendi Kekakuan / gangguan gerak Bengkak pada sendi Kelemahan (Stanley,Mickey, 2006)

Komplikasi Kerusakan sendi Dislokasi Penatalaksanaan Pemberian obat anti inflamasi non steroid Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan. Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat Pemakaian tongkat Diet untuk menurunkan BB Memberikan kompres hangat, rendam hangat Mandi dengan air hangat Pembedahan Fisiotherapi (Pudjiastuti, 2003) (Dieppe, paul, 1995) DIET UNTUK ARTRITIS : Makan Makanan mengandung tingi serat ( buah-buahan, sayur ). Minum cukup, batasi minum kopi atau teh. Hindari BENJOL (Bayam, Emping, Nanas, Jeroan, Otak , Lemak )

SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP )


LANSIA DENGAN ARTRITIS DI PANTI WREDHA PUCANG GADING SEMARANG

Disusun Oleh : Muh. Abdurrouf Dwi Kurniawati

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2008