Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PRAKTIKUM IRIGASI DAN DRAINASE PENGUKURAN KADAR AIR AKTUAL

Disusun Oleh : Nama Nim Kelas : UMMATUS SHOLEKHA : 105040213111058 :M

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air memiliki komposisi yang sangat besar dipermukaan Bumi, dan diperlukan untuk kehidupan semua makhluk hidup. Air di Buni berada pada permukaan tanah, di dalam tanah, dan aktif dalam siklus hidrologi. Sebagian besar air yang dibutuhkan oleh tanaman disediakan oleh tanah dan diserap oleh akar dari dalam tanah. Sehingga air tanah ini sangat penting dalam menopang kehidupan tanaman atau memenuhi kebutuhan sebagian besar air bagi tanaman. Air di dalam tanah berfungsi sebagai pelarut hara dan pergerakan larutan hara di dalam tanah. Saat ini, pengukuran kadar air tanah belum lazim digunakan dikalangan maskyarakat petani. Kecuali pada Institusi dan Perusahaan berskala cukup besar. Kendala umum yang dihadapi asalah ketersediaan alat ukur karena faktor harga serta kemampuan para petani yang belum menyeluruh. Penggunaan berbagai metode pengukuran kadar air sangat perlu dilakukan untuk mengetahui efisiensi pengaplikasian berbagai metode untuk berbagai kepentingan dalam bidang pertanian maupu pengembangan ilmu pertanian. Ada dua metode utama yang digunakan dalam pengukuran kadar air tanah yaitu metode penetapan kadar air tanah secara langsung maupun tidak langsung. Metode penetapan kadar air tanah secara langsung menggunakan metode Gravimetri sedangkan metode tidak langsung biasanya menggunakan berbagai alat seperti Neutron Probe dan Tetha Probe. Gravimetric soil moisture content (w): merupakan perbandingan antara massa air (M,) terhadap massa padatan (M*) dan dmyatakan dalam persen (%). Theta probe adalah alat ukur kadar air volumetrik (v) dengan dasar respon terhadap perubahan konstanta dielektrik dari tanah kondisi lembab. Meter ini mensuplai arus ke sensor yang digunakan dan mengukur voltase signal yang kembali. Tampilannya langsung dalam mV dan atau dikonversi ke dalam unit lain tergantung sensor yang digunakan dan informasi yang tersedia. HH2 meter mengkonversi bacaan mV menjadi unit kadar lengas dengan menggunakan tabel konversi dan parameter spesifik tanah Neutron probe atau neutron moisture meter (NMM) merupakan metode tidak langsung untuk mengukur kadar lengas tanah. Kadar lengas dihitung dengan mengukur air dalam thermalisasi neutron cepat yang diemisikan oleh sumber radioaktif. Sumber radioaktif terdiri dari kombinasi 241AmBe, 241Am mengemisi partikel dan kemudian menghasilkan reaksi nuklir dengan Be. Pancaran neutron terjadi ketika partikel alpha dari Amiricium memancar mengenai serbuk Beryllium. Pengukuran kadar air ini digunakan untuk kepentingan pengukuran kadar air aktual. Kadar air aktual merupakan kadar air sebenarnya dalam tanah pada saat dilakukan pengukuran. Berbagai penggunaan metode untuk oenetapan kadar air tanah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing serta tingkat kekuratan dan efisien yang berbda-beda. Sangat penting untuk menguasai

berbagai metode ini oleh mahasiswa serta sangat penting pula mengetahui kelebihan dan kekurannya sehingga dapat diterapkan pada kondisi dan kepentingan yang tepat. Untuk itu dilaksanakan praktikum pengukuran kadar air tanah aktual guna menambah wawasan, dan peningkatan kompetensi pengukuran kadar air tanah 1.2 Tujuan Untuk mengetahui cara kerja dan kelebihan serta kekurangan metode Gravimetri, Neitron probe dan Tetha Probe

2. CARA KERJA 2.1 Gravimetri Timbang berat tanah dalam ring (BB= Berat Basah) Oven 24 jam, 104 oC Timbang Berat Kering Oven (BKO) Perhitungan Kadar Air Aktual :

2.2 Neutron Probe Install access tube dari pipa aluminium atau PVC 1.5 inci dengan kedalaman 80 cm. Tabung disisakan 10 cm di atas permukaan tanah Ukur dengan neutron probe tiap interval kedalaman 10 cm, dengan waktu bacaan 16 detik, bacaan diulang 3 kali. 2.3 Tetha Probe Memasukkan probe ke dalam tanah, menghubungkan ke data logger atau meter, menyediakan 5-15V DC pada 20mA, dan dalam beberapa ddapat login kelembaban tanah. Setup alat sesuai prosedur Tancapkan probe ke tanah yang akan diukur Hidupkan logger (tekan tombol Esc) Ukur kadar air tanah (tekan tombol Read) Catat nilai kadar airnya Setelah selesai (tekan tombol Esc)

3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE GRAVIMETRI, NEUTRON PROBE, DAN TEHA PROBE 3.1 Gravimetri Kelebihan Gravimetri a. b. c. d. Murah, karena tidak memerlukan alat yang mahal Akurasinya sangat tinggi. Metodenya sederhana, tidak perlu setting atau kalibrasi alat. Relatif aman karena tidak menggunakan radioaktif dan listrik.

Kekurangan Gravimetri a. Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar. b. Memerlukan penghitungan kadar air lebih lanjut. c. Hanya dapat digunakan bila data pengukuran kadar air yang diperlukan jumlahnya sedikit. d. Tidak dapat digunakan untuk memperoleh data yang lebih rinci (secara interval waktu dan dalam periode yang cukup panjang). e. Memakan waktu. Tidak mungkin pengambilan contoh tanah dilakukan berulang-ulang dalam satu tempat. 3.2 Neutron Probe Kelebihan Neutron Probe a. Efisiensi waktu dan tenaga dalam pengukuran kadar air. b. Pembacaan langsung kadar air. c. Pembacaan dapat diambil berulang-ulang pada satu tempat. d. Pengukurannya sangat cepat. e. Dapat dikalibrasikan dengan kadar lengas volumetrik. Kekurangan Neutron Probe a. Harga alat masih sangat mahal. b. Sulit untuk pengukuran pada lapisan dekat permukaan tanah sebab banyak neutron yang hilang keluar. c. Neutron thermal dapat diikat oleh unsur-unsur B, Fe, dan Cl dalam tanah. d. Menggunakan radioaktif yang dapat berbahaya. Perlu memperhatikan dengan benar prinsip proteksi radiasi, yaitu : waktu pengukuran harus cepat, perlu ada jarak antara operator dan alat, serta perlu pelindung radiasi. 3.3 Tetha Probe Kelebihan Tetha Probe a. Efisiensi waktu dan tenaga. b. Dapat dibaca dengan cepat. c. Dapat digunakan untuk menghasilkan data yang lebih terperinci. d. Dapat dilakukan berulang-ulang dalam satu tempat.

e. Pengukuran kadar air daapt dilakukan secara interval waktu dan dalam periode yang cukup panjang. f. Output hasil pengukuran dapat dibaca dan diolah dengan PC (bantuan perangkat lunak DL6-SW1 dan HH2Read). g. Dapat ditanam pada berbagai kedalaman sesuai dengan keperluan dan resistensi elektriknya. Kekurangan Tetha Probe a. Harga alat masih sangat mahal. b. Terbatas pada kepanhjangan kabel. c. Sangat dipengaruhi oleh suhu dan kadar garam dalam larutan tanah. d. Memerlukan proses instalasi yang rumit. e. Memerlukan kalibrasi. f. Kepekaan terbatas dalam volume tanah tertentu. DAFTAR PUSTAKA Madjid, A. 2009. Fisika Tanah (Bagian 6: Air Tanah Dan Kadar Air Tanah). Available @ http://dasar2ilmutanah.blogspot.com, diakses pada 7 April 2012. Prijono, S. 2012. Materi-1: Pengukuran Kadar Air Tanah. Modul Praktikum TPT. Malang: Universitas Brawijaya. Sujarwanto. 2012. BAB 2 Landasan Teori. JBPT. UNIKOM.