Anda di halaman 1dari 44

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam kehidupan sehari-hari,kita sering mendengar sepeti tembaga,besi, emas dan perak. Bagaimana posisi unsure-unsur terseutdalam table periodik? Unsur-unsur tersebut terletak pada golongan transisi periode ke empat dan ke lima. Disini kami hanya menjelaskan tentang unsure-unsur transisis periode ke empat. 1. Titanium Tentunya kalian mempunyai jam tangan bukan? Ada jam yang terbuat dari logam, tidak berat ketika dipakai, tidak berkarat ketika kena air, dan tetap mengilap walaupun sudah lama dipakai. Pernahkah kalian perhatikan dari logam apakah jam itu? Salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan jam tangan adalah titanium. 2. Vanadium Vanadium adalah logam abu-abu yang keras dan tersebar luas dikulit bumi sekitar 0,02 % massa. 3. Kromium Kromium, terletak pada golongan VI B periode keempat dan merupakan salah satu logam yang penting. 4. Mangan Bijih mangan yang utama adalah pirolusit (MnO2) 5. Besi Besi bersifat logam dan terletak pada golongan VIII B periode empat dalam tabeln periodic. Besi di dunia, dengan produksi tahunan mendekati satu

miliar ton merupakan logam penting dalam peradaban modern.

6. Kobalt Kobalt di alam diperoleh sebagai bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya 7. Nikel Bijih nikel di alam banyak ditemukan dalam mineral petlantdit [(Fe,Ni)9S8) dan garnirit [(Ni, Mg)SiO3. nH2O].
8. Tembaga

berasosiasi dengan Ni dan Cu.

Tentunya kalian sering melihat kawat tembaga bukan ? kawat tembaga yang berwarna kuning dan digunakan untuk kawat listrik. 9. Zink

Zink di alam merupakan senyawa yang tersebar luas sebagai bijih tambang. Umumnya senyawa tersebut adalah zink blende (ZnS) dan calamine (ZnCO3). Senyawa-senyawa kompleks telah diketahui - walaupun saat itu belum sepenuhnya dimengerti - sejak awal ilmu kimia, misalnya Prussian blue dan Tembaga(II) sulfat. Terobosan penting terjadi saat kimiawan Jerman Alfred Werner, mengusulkan bahwa ion kobalt(III) memiliki enam ligan dalam struktur geometri oktahedral. Dengan teori ini, para ilmuwan dapat mengerti perbedaan antara klorida koordinasi dan klorida ionik pada berbagai isomer-isomer kobalt amina klorida, dan menjelaskan kenapa senyawa ini memiliki banyak isomer, yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan. Werner juga menggolongkan senyawa kompleks ini kepada beberapa isomer optis, mematahkan teori bahwa hanya senyawa karbon yang memiliki sifat khiralitas.

1.2 Rumusan Masalah


1.Pengertian unsur transisi dan senyawa kompleks ? 2. Bagaimana cara pembuatan unsur-unsur transisi periode ke empat ? 3. Bagaimana sifat fisis dan sifat kimia unsur-unsur transisi periode ke empat ?
2

4. Bagaimana penggunaan unsur-unsur transisi periode ke empat ? 5. Bagaimana tata nama senyawa kompleks ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami apa itu unsur transisi dan senyawa kompleks

2. 3. 4.

Untuk menjelaskan bagaimana cara pembuatan unsur-unsur periode ke empat. Untuk menjelaskan sifat fisis dan sifat kimia unsur-unsur periode ke empat. Untuk menjelaskan penggunaan unsur-unsur periode ke empat.

5. Untuk menjelaskan tata nama senyawa kompleks

1.4 MANFAAT PENULISAN Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi kita yang kurang tahu bagaimana mengetahui sifat fisis dan kimia dari unsur transisi dan bagaimana cara menentukan tata nama senyawa kompleks. Dengan disusunnya makalah ini, kita dapat mengetahui dan memahami unsur transisi dan senyawa kompleks.

1.5 TINJAUAN PUSTAKA


Untuk memperoleh data dalam makalah ini kami mengadakan telaah pustaka dan mencarinya di internet yang kami hubungkan dengan permasalahan yang dibahas dalam makalah ini.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Unsur Transisi


2.1.1 Pengertian
Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. Logam transisi adalah sesuatu yang dapat membentuk satu atau lebih ion stabil yang memiliki orbidal d yang tidak terisi (incompletely filled d orbitals.) Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).

Orbital Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron 3d Skandium (Sc) Titanium (Ti) 4s

21

(Ar) 3d1 4s2

22

(Ar) 3d2 4s2

Vanadium (V)

23

(Ar) 3d3 4s2

Krom (Cr)

24

(Ar) 3d5 4s1

Mangan (Mn)

25

(Ar) 3d5 4s2

Besi (Fe)

26

(Ar) 3d6 4s2

Kobalt (Co)

27

(Ar) 3d7 4s2

Nikel (Ni) Tembaga (Cu) Seng (Zn)

28

(Ar) 3d8 4s2

29

(Ar) 3d10 4s1

30

(Ar) 3d10 4s2

2.1.2 Sifat Fisis dan Sifat Kimia


Semua unsur- unsure periode ke empat ditemukan di alam dalam bentuk senyawa.

Unsur Jari-jari atom (nm) Titik leleh (0C) Titik didih (0 C) Kerapatan (g/cm3) E ionisasi I (kJ/mol) E ionisasi II (kJ/mol) E ionisasi III (kJ/mol) E0 red M2+ (aq) E0 red M3+ (aq) Kekerasan ( skala mohs)

Sc 0,16

Ti 0,15

V 0,14

Cr 0,13

Mn 0,14

Fe 0,13

Co 0,13

Ni 0,13

Cu 0,13

Zn 0,13

1540 1680 1900 1890 1240 1540

1500

1450

1080

420

2370 3260 3400 2480 2100 3000

2900

2730

2600

910

3,0

4,5

6,1

7,2

7,4

7,9

8,9

8,9

8,9

7,1

6,30

660

650

6500

720

760

760

740

750

910

1240 1310 1410 1590 1510 1560

1640

1750

1960

1700

2390 2650 2870 2990 3260 2960

3230

3390

3560

3800

-1,2 -0,86

0,91 0,74

1,19 0,28

0,44 0,04

-0,28

0,25 -

+0,34

0,76

-2,1

-1,2

+0,44

9,0

5,0

4,5

3,0

2,5

Unsure

transisi

periode

keempat

mempunyai

sifat-sifat

khas

yang

membedakannya dari unsure golongan utama. Sifat-sifat khas unsure transisi berkaitan dengan adanya sub kulit d yang terisi penuh. 1. Sifat logam

Semua unsure transisi periode keempat bersifat logam, baik dalam sifat kimia maupun dalam sifat fisis. Harga energy ionisasi yang relative rendah (kecuali seng yang agak tinggi), sehingga, mudah membentuk ion positif. Demikian pula, harga titik didih dan titik lelehnya relative tinggi (kecuali Zn yang membentuk TD dan TL relative rendah). Hal ini disebabkan orbital subkulit d pada unsure transisi banyak orbital yang kosong atau tersisi tidak penuh. Adanya orbital yang kosong memungkinkan atom-atom membentuk ikatan kovalen (tidak permanen) disamping ikatan logam. Orbital subkulit 3d pada seng terisi penuh sehingga titik lelehnya rendah. Bandingkan dengan unsure utama yang titik didih dan titik lelehnya juga relative rendah. 2. Sifat magnet

Adanya electron-elektron yang tidak berpasangan pada sub kulit d menyebabkan unsur-unsur transisi bersifat paramagnetic (sedikit ditarik ke dalam medan magnet). Makin banyak electron yang tidak berpasangan, maka makin kuat pula sifat paramagnetknya. Pada seng dimana orbital pada sub kulit d terisi penuh, maka bersifat diamagnetic (sedikit ditolak keluar medan magnet). 3. Membentuk senyawa-senyawa berwarna

Senyawa unsure transisi (kecuali scandium dan seng), memberikan bermacam warna baik padatan maupun larutannya. Warna senyawa dari unsure transisi juga berkaitan dengan adanya orbital sub kulit d yang terisi tidak penuh. Peralihan electron yang terjadi pada pengisian subkulit d (sehingga terjadi perubahan bilangan oksidasi) menyebabkan terjadinya warna pada senyaa logam transisi.

Senyawa dari Sc3+ dan Ti4+ tidak berwarna karena subkulit 3d-nya kosong, serta senyawa dari Zn2+ tidak berwarna karena subkulit 3d-nya terisi penuh, sehingga tidak terjadi peralihan electron. 4. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi

Kecuali Sc dan Zn, unsure-unsur transisi periode keempat mempunyai beberapa tingkat oksidasi. Bilangan oksidasi yang mungkin bergantung pada bilangan oksidasi yang dapat dicapai kestabilannya. Kestabilan senyawa logam transisi diantaranya bergantung pada jenis atom yang mengikat logam transisi, senyawa berbentuk Kristal atau larutan, PH dalam air. Kestabilan bilangan oksidasi yang tinggi dapat dicapai melalui pembentukan senyawa dengan oksoaniaon, fluoride, dan oksofluorida. Warna senyawa logam transisi dengan berbagai bilangan oksidasi

Unsure Sc Ti
V Cr Mn

+1 -

+2 Ungu Biru Merah muda

+3 Tb ungu
Hijau Hijau Coklat

+4 Tb
biru Coklat tua

+5 Merah Biru

+6 Jingga Hijau

+7 Ungu

Fe Co

Hijau Merah muda

Kuning Ungu

Ni

Hijau

Cu Zn

Tb -

Biru Tb

5.

Banyak di antaranya dapat membentuk ion kompleks

Ion kompleks adalah ion yang terdiri atas atom pusat dan ligan. Biasanya atom pusat merupakan logam transisi yang bersifat elektropositif dan dapat menyediakan orbital kosong sebagai tempat masuknya ligan. Contohnya ion besi (III) membentuk ion kompleks [Fe(CN)6]. 6. Beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai katalisator

Salah satu sifat penting unsure transisi dan senyawanya, yaitu kemampuannya untuk menjadi katalis-katalis reaksi-reaksi dalam tubuh. Di dalam tubuh, terdapat enzim sitokrom oksidase yang berperan dalam mengoksidasi makanan. Enzim ini dapat bekerja bila terdapat ion Cu2+. Beberapa logam transisi atau senyawanya telah digunakan secara komersial sebagai katalis pada proses industry seperti TiCl3 (Polimerasasi alkena pada pembuatan plastic), V2O5 (proses kontak pada pembuatan margarine), dan Cu atau CuO (oksidasi alcohol pada pembuatan formalin).

2.1.3 Kelimpahan Unsur Unsur di Alam


Unsur unsur yang termasuk periode keempat meliputi tembaga (Cu), seng (Zn), skadium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), kromium (Cr), mangan (Mn), besi (Fe), kobalt (Co), dan nikel (Ni). Unsur transisi dapat ditemukan dikerak bumi terutama sebagai bijih mineral (bijih logam) dengan kadar tertentu. Bijih besi merupakan mineral terbanyak di alam setelah O, Si, dan Al. Untuk lebih jelasnya keberadaan unsur transisi di alam dapat dilihat dalam uraian berikut. a. Skandium (Sc)

Skandium (Sc) terdapat dalam mineral torvetit (Sc2SiO7).

b.

Titanium (Ti) Unsur ini terdapat dalam mineralrutil (TiO2) yang terdapat dalam bijih besi sebagai ilmenit (FeTi)2O3 dan ferrotitanate (FeTiO3) juga terdapat dalam karang, silikat, bauksit batubara, dan tanah liat.

c.

Vanadium (V) Vanadium terdapat dalam senyawa karnotit (K-uranil-vanadat) [(K2(UO2)2 (VO4)2.3H2)], dan vanadinit (Pb5(VO4)3Cl).

d.

Kromium (Cr) Bijih utama dari kromium di alam adalah kromit (FeO.Cr2O2) dan sejumlah kecil dalam kromoker. e. Mangan (Mn)

Bijih utamanya berupa pirulosit (batu kawi) (MnO2), dan rodokrosit (MnCO3) dan diperkirakan cadangan Mn terbesar terdapat di dasar lautan. f. Besi (Fe) Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Besi umumnya ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3), dan magnetite (Fe3O4). Logam Besi bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Fe(s) + 2 H+(aq) > Fe2+(aq) + H2(g) Larutan asam sulfat pekat dapat mengoksidasi logam Besi menjadi ion Fe3+. Sementara larutan asam nitrat pekat akan membentuk lapisan oksida Fe3O4 yang dapat menghambat reaksi lebih lanjut. Umumnya, Besi dijumpai dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan +3. Beberapa contoh senyawa

10

Besi (II) antara lain FeO (hitam), FeSO4. 7H2O (hijau), FeCl2 (kuning), dan FeS (hitam). Ion Fe2+ dapat dengan mudah teroksidasi menjadi ion Fe3+ bila terdapat gas oksigen yang cukup dalam larutan Fe2+. Sementara itu, senyawa yang mengandung ion Besi (III) adalah Fe2O3 (coklat-merah) dan FeCl3 (coklat).

g.

Kobalt (Co) Kobalt terdapat di alam sebagai arsenida dari Fe, Co, Ni, dan dikenal sebagai smaltit, kobaltit (CoFeAsS) dan eritrit Co3(AsO4)2.8H2O.

h.

Nikel (Ni) Nikel ditemukan dalam beberapa senyawa berikut ini. Sebagai senyawa sulfida Sebagai senyawa arsen Sebagai senyawa silikat : penladit (FeNiS), milerit (NiS) : smaltit (NiCOFeAs2) : garnierit (Ni.MgSiO3)

i.

Tembaga (Cu) Tembaga (Cu) merupakan unsur yang jarang ditemukan di alam (precious metal). Tembaga umumnya ditemukan dalam bentuk senyawanya, yaitu bijih mineral, seperti Pirit tembaga (kalkopirit) CuFeS2, bornit (Cu3FeS3), kuprit (Cu2O), melakonit (CuO), malasit (CuCO3.Cu(OH)2). Semua senyawa Tembaga (I) bersifat diamagnetik dan tidak berwarna (kecuali Cu2O yang berwarna merah), sedangkan semua senyawa Tembaga (II) bersifat paramagnetik dan berwarna. Senyawa hidrat yang mengandung ion Cu 2+ berwarna biru. Beberapa contoh senyawa yang mengandung Tembaga (II) adalah CuO (hitam), CuSO4.5H2O (biru), dan CuS (hitam).

j.

Seng (Zn)

11

Seng (Zn) terdapat di alam sebagai senyawa sulfida seperti seng blende (ZnS), sebagai senyawa karbonat kelamin (ZnCO3), dan senyawa silikat seperti hemimorfit (ZnO.ZnSiO3.H2O).

2.1.4 Cara Pembuatan Unsur- Unsur Transisi


1. Cara pembuatan Titanium

Produksi titanium yang makin banyak disebabkan karena kebutuhan dalam bidang militer dan industry pesawat terbang makin meningkat. Hal ini disebabkan karena titanium lebih disukai daripada aluminium dan baja. Aluminium akan kehilangan kekuatannya pada temperatur tinggi dan baja terlalu rapat (mempunyai kerapatan yang tinggi).

Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan mengubah bijih rutil yang mengandung TiO2 menjadi TiCl4, kemudian TiCl4 dureduksi dengan Mg pada temperature tinggi yang bebas oksigen. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut : TiO2 (s) + C(s) + 2Cl2(g) TiCl4(g) + 2Mg(s) TiCl4(g) + CO2(g) Ti(s) + 2MgCl2(g)

Reaksi dilakukan pada tabung baja. MgCl2 dipindahkan dan dielektrolisis menjadi Mg dan Cl2. Keduanya kemudian didaurulangkan. Ti didapatkan sebagai padatan yang disebut sepon. Sepon diolah lagi dan dicampur dengan logam lain sebelum digunakan. 2. Cara pembuatan Vanadium Produksi vanadium sekitar 80% digunakan untuk pembuatan baja. Dalam penggunaannya vanadium dibentuk sebagai logam campuran besi. Fero vanadium mengandung 35% - 95% vanadium. Ferrovanadium dihasilkan dengan mereduksi

12

V205 dengan pereduksi campuran silicon dan besi. SiO2 yang dihasilkan direaksikan dengan CaO membentuk kerak CaSiO3(l). reaksinya sebagai berikut. 2 V205(s) + 5Si(s) SiO2(s) + CaO(s) CaSiO3 { 4V(s) + Fe(s) } + 5 SiO2(s)

Kemudian ferrovanadium dipisahkan dengan CaSiO3.

3.

Cara Pembuatan kromium

Krom merupakan salahsatu logam yang terpenting dalam industry logam dari bijih krom utama yaitu kromit, Fe(CrO2)2 yang direduksi dapat dihasilkan campuran Fe dan Cr disebut Ferokrom. Reksinya sebagai berikut :

Fe(CrO2)2(s) +4C(s)

Fe(s)+2Cr(s) + 4CO(g)

Ferokrom ditambahkan pada besi membentuk baja.

4.

Cara pembuatan mangan Logam ,mangan diperoleh dengan 1. mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau

dengan proses elektrolisis. 2. Proses aluminothermy dari senyawa MnO2, persamaan reaksinya: 3MnO2 (s) Mn3O4 (s) + O2(g)

Tahap 1 :

13

Tahap 2 :

3Mn3O4 (s) +

8Al (s)

9Mn (s)

4AL203 (s)

5.

Cara pembuatan Besi

Bahan dasar : Bijih besi hematit Fe2O3, magnetit Fe3O4, bahan tambahan batu gamping, CaCO3 atau pasir (SiO2). Reduktor kokes (C) Dasar reaksi : Reduksi dengan gas CO, dari pembakaran tak sempurna C Tempat : Dapur tinggi (tanur tinggi), yang dindingnya terbuat dari batu tahan api. Reaksi dalam dapur tinggi adalah kompleks. Secara sederhana dapat dilihat pada penjelasan berikut. Dalam 24 jam rata-rata menghasilkan 1.000 2.000 ton besi kasar dan 500 ton kerak (terutama CaSiO3). Kira-kira 2 ton bijih, 1 ton kokes dan 0,3 ton gamping dapat menghasilkan 1 ton besi kasar. Reaksi yang terjadi : 1. Reaksi pembakaran. Udara yang panas dihembuskan , membakar karbon terjadi gas CO2 dan panas. Gas CO2 yang naik direduksi oleh C menjadi gas CO. C + O2 CO2 CO2 + C 2CO 2. Proses reduksi Gas CO mereduksi bijih. Fe2O3 + 3CO 2 Fe + 3 CO2 Fe3O4 + 4CO 3 Fe + 4 CO2

14

Besi yang terjadi bersatu dengan C, kemudian meleleh karena suhu tinggi (1.5000C) 3. Reaksi pembentukan kerak CaCO3 CaO + CO2 CaO + SiO2 CaSiO3 kerak pasir Karena suhu yang tinggi baik besi maupun kerak mencair. Besi cair berada di bawah. Kemudian dikeluarkan melalui lubang bawah, diperoleh besi kasar dengan kadar C hingga 4,5%. Disamping C mengandung sedikit S, P, Si dan Mn. Besi kasar yang diperoleh keras tetapi sangat rapuh lalu diproses lagi untuk membuat baja dengan kadar C sebagai berikut : baja ringan kadar C : 0,05 0,2 % baja medium kadar C : 0,2 0,7 % baja keras kadar C : 0,7 1,6 %

Pembuatan baja : Dibuat dari besi kasar dengan prinsip mengurangi kadar C dan unsur-unsur campuran yang lain. Ada 3 cara : 1. Proses Bessemer : Besi kasar dibakar dalam alat convertor Bessemer. Dari lubang-lubang bawah dihembuskan udara panas sehingga C dan unsur-unsur lain terbakar dan keluar gas. Setelah beberapa waktu kira-kira jam dihentikan lalu dituang dan dicetak. 2. Open-hearth process
15

Besi kasar, besi tua dan bijih dibakar dalam alat open-hearth. Oksida-oksida besi (besi tua, bijih) bereaksi dengan C dan unsur-unsur lain Si, P, Mn terjadi besi dan oksida-oksida SiO2, P2O5, MnO2 dan CO2. dengan demikian kadar C berkurang. 3. Dengan dapur listrik. Untuk memperoleh baja yang baik, maka pemanasan dilakukan dalam dapur listrik. Hingga pembakaran dapat dikontrol sehingga terjadi besi dengan kadar C yang tertentu.

6.

Cara Pembuatan Kobalt Kobalt di alam diperoleh sebagai biji smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya berasosiasi dengan Ni dan Cu. Untuk pengolahan biji kobalt dilakukan sebagai berikut : Pemanggangan : CoAs (s) Co2O3(s) + As2O3(s) 2 CoCl3(aq) + 3 H2O(l)

Co2O3(s) + 6HCl

Zat-zat lain seperti Bi2O3 dan PbO diendapkan dengan gas H2S Bi2O3(s) + 3 H2S(g) PbO(s) + H2S(g) Bi2S3 (aq) + 3 H2O(l) PbS(s) + H2O(l)

Pada penambahan CoCO3

(s)

dengan pemanasan akan diendapkan As dan Fe

sebagai karbonat. Dengan penyaringan akan diperoleh CoCl3. Tambahan zat pencuci mengubah CoCl3 menjadi Co2O3. Selanjutnya CoCO3 direduksi dengan gas hydrogen, menurut reaksi : Co2O3 (s) + H2(g) 2 CO(s) + 3 H2O (g)

16

Penggunaan kobalt antara lain sebagai aloi, seperti alnico, yaitu campuran Al, Ni, dan Co.

7.

Cara pembuatan nikel Proses pengolahan biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut: - Pengeringan di Tanur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran 25 mm. - Kalsinasi dan Reduksi di Tanur untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. - Peleburan di Tanur Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak - Pengkayaan di Tanur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.

- Granulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas. 8. Cara pembuatan tembaga Pada umumnya bijih tembaga mengandung 0,5 % Cu, karena itu diperlukan pemekatan biji tembaga. Langkah-langkah pengolahan bijih tembaga adalah seperti skema berikut Reaksi proses pengolahannya adalah : 1. 2. 2 CuFeS2(s) + 4 O2 FeO(s) + SiO2 (s) 800 0 C Cu2S(l) + 2 FeO (s) + 3 SO2 (g) 14000C FeSiO3 (l)

17

Cu2S dan kerak FeSiO3 (l) dioksidasi dengan udara panas, dengan reaksi sebagai berikut :

2 Cu2S(l) + 3 O2 (g) 2 Cu2O(l) + Cu2S(s) 3 Cu2S(l) + 3 O2

2 Cu2O(l) + 2 SO2(g) 6 Cu(l) + SO2 (g) 6 Cu(l) + 3 SO2(g)

Pada reaksi oksidasi tersebut diperoleh 98% - 99% tembaga tidak murni. Tembaga tidak murni ini disebut tembaga blister atau tembaga lepuh. Tembaga blister adalah tembaga yang mengandung gelembung gas SO2 bebas.

Untuk memperoleh kemurnian Cu yang lebih tinggi, tembaga blister dielektrolisis dengan elektrolit CuSO4 blister.
(aq).

Pada elektrolisis, sebagai electrode negatif (katode)

adalah tembaga murni dan sebagai electrode positif (anode) adalah tembaga

9.

Cara pembuatan zink Logam seng telah diproduksi dalam abat ke-13 di Indina dengan mereduksi calamine dengan bahan-bahan organik seperti kapas. Logam ini ditemukan kembali di Eropa oleh Marggraf di tahun 1746, yang menunjukkan bahwa unsur ini dapat dibuat dengan cara mereduksi calamine dengan arang. Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida), smithsonite (karbonat), calamine (silikat) dan franklinite (zine, manganese, besi oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur ini dari bijihnya adalah dengan cara memanggang bijih seng untuk

18

membentuk oksida dan mereduksi oksidanya dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi.

2.1.5 Kegunaan dan Kerugian dari Unsur Transisi


A. Kegunaan Unsur Transisi 1. Skandium (Sc) Skandium merupakan unsur yang jarang terdapat di alam, walaupun ada cenderung dalam bentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3 misalnya ScCl 3, Sc2O3. Senyawa tidak berwarna dan bersifat diamagnetik, hal ini disebabkan ion Sc3+ sudah tidak memiliki elektron dalam orbital d nya.

Kira-kira 20 kg (dalam bentuk Sc2O3) skandium digunakan setiap tahun di Amerika Serikat untuk membuat lampu berkeamatan tinggi. Skandium iodida yang dicampur ke dalam lampu wap raksasa akan menghasilkan sumber cahaya buatan kecekapan tinggi yang menyerupai cahaya matahari dan membolehkan salinan warna yang baik untuk kamera televisi. Lebih kurang 80 kg skandium digunakan sejagat setiap tahun dalam pembuatan lampu mentol. Isotop radioaktif Sc-46 digunakan dalam peretak pelapis minyak sebagai agen penyurih. Penggunaan utamanya dari segi isi padu adalah aloi aluminium-skandium untuk industri aeroangkasa dan juga untuk peralatan sukan (basikal, bet besbol, senjata api, dan sebagainya) yang memerlukan bahan berprestasi tinggi. Apabila dicampur dengan aluminium. 2. Titanium (Ti) Titanium banyak digunakan dalam industri dan konstruksi : a. 1. Titanium digunakan sebagai bahan konstruksi karena mempunyai sifat fisik : Rapatannya rendah (logam ringan),

19

2. 3. 4. b.

Kekuatan strukturnya tinggi, Tahan panas, Tahan terhadap korosi,. Titanium digunakan sebagai badan pesawat terbang dan pesawat supersonik, karena pada temperatur tinggi tidak mengalami perubahan kekuatan (strenght).

c. d.

Titanium digunakan sebagai bahan katalis dalam industri polimer polietlen. Titanium digunakan sebagai pigmen putih, bahan pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik.

e. f.

Titanium digunakan sebagai katalis pada industri polimer. Karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasannya tinggi. Logam ini digunakan untuk bahan struktural terutama dalam mesin jet, karena mesin jet memerlukan massa yang ringan tetapi stabil pada suhu tinggi.

g.

Karena logam titanium tahan terhadap cuaca, sehingga dapat digunakan untuk bahan pembuatan pipa, pompa, dan tabung reaksi dalam industri kimia.

3.

Vanadium (V) Vanadium banyak digunakan dalam industri-industri seperti :

a.

Untuk membuat peralatan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan yang tinggi seperti per mobil dan alat mesin berkecepatan tinggi,

b. c.

Untuk membuat logam campuran, Oksida vanadium (V2O5) digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat dengan proses kontak.

20

d.

Umumnya digunakan untuk paduan dengan logam lain seperti baja tahan karat dan baja untuk peralatan berat karena sifatnya merupakan logam putih terang, relatif lunak dan liat, tahan terhadap korosif, asam, basa, dan air garam.

e.

V2O5 digunakan sebagai katalis pada proses pembuatan asam sulfat dan digunakan sebagai reduktor.

4.

Khromium (Cr) Adapun kegunaan kromium antara lain sebagai berikut :

1.

Khromium digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna.

2.

Kebanyakan khromium digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi.

3. 4. 5.

Khromium juga dapat memberikan warna hijau emerald pada kaca. Khromium juga luas digunakan sebagai katalis. Industri refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki titik cair yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal.

6. 7.

Digunakan untuk katalis dan untuk pewarna gelas. Campuran kromium (IV) oksida dan asam sulfat pekat mengahasilkan larutan pembersih yang dapat digunakan untuk mengeluarkan zat organik yang menempel pada alat-alat laboratorium dengan hasil yang sangat bersih, tetapi larutan ini bersifat karsinogenik (menyebabkan penyakit kanker).

5.

Mangan (Mn) Mangan merupakan logam putih kemerahan atau putih kehijauan, keras (lebih keras dari besi), sangat mengkilap, dan sangat reaktif banyak digunakan

21

untuk panduan logam dan membentuk baja keras yang digunakan untuk mata bor pada pemboran batuan. Di samping itu, Mangan Oksida (sebagai pilorusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi. Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan khlorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan vitamin B. 6. Besi (Fe) Kegunaan utama dari besi adalah untuk membuat baja. Baja adalah istilah yang digunakan untuk semua aloi dari besi (aliase). Baja aliase, yaitu baja spesial yang mengandung unsur tertentu sesuai dengan sifat yang diinginkan. Salah satu contoh baja yang terkenal adalah stainless steel, yang merupakan baja tahan karat. Berikut urai beberapa kegunaan dari besi : 1. Sebagai logam, besi memiliki kegunaan paling luas dalam kehidupan, seperti untuk kontruksi atau rangka bangunan, landasan, untuk badan mesindan kendaraan, tulkit mobil, untuk berbagai peralatan pertanian, bangunan dan lainlain. Mutu dari semua bahan yang terbuat dari besi tergantung pada jenis besi yang digunakan, seperti: a. b. c. d. 2. Baja krom (95,9% Fe; 3,5%Cr; 0,3%Mn; 0,3%C) Baja mangan (11-14%Mn) Baja karbon (98,1% Fe; 1% Mn; 0,9%C) Baja wolfram (94%Fe; 5%W; 0,3%Mn; 0,7%C) Fe(OH)3 digunakan untuk bahan cat seperti cat minyak, cat air, atau cat tembok.

22

3.

Fe2O3 sebagai bahan cat dikenal nama meni besi, digunakan juga untuk mengkilapkan kaca.

4. 7.

FeSO4 digunakan sebagai bahan tinta. Kobalt (Co) Kobalt merupakan logam putih keperakan dengan sedikit kebiruan bila digosok langsung mengkilap lebih keras dan lebih terang dari pada nikel, tahan terhadap udara, sehingga banyak digunakan untuk pelapis logam. Selain itu juga digunakan sebagai katalis, untuk paduan logam (baja kobalt) digunakan sebagai bahan magnet permanen. Campuran Co, Cr, dan W digunakan untuk peralatan berat dan alat bedah atau operasi. Campuran Co, Fe, dan Cr (logam festel) digunakan untuk elemen pemanas listrik. Kobalt yang dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobalt, khromium, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan pada kecepatan yang tinggi. Kobalt juga diguanakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Selain alloy, digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam diguanakan dalam elektropalting karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya. Garam kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik, dan lapis email gigi. Garam kobalt adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobalt klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobalt digunakan secraa hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, dan nitrat karena telah dibuktikan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang. Tanah yang layak mengandung hanya 0.13 0.30 ppm kobalt untuk makanan binatang.

23

8.

Nikel (Ni) Nikel banyak digunakan untuk hal-hal berikut ini:

1.

Merupakan logam putih perak keabuan, dapat ditempa, penghantar panas yang baik dan tahan terhadap udara, tetapi tidak tahan terhadap air yang mengandung asam sehingga banyak digunakan sebagi komponen pemanas listrik (nikrom) yang merupakan campuran dari Ni, Fe, dan Cr.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Perunggu-nikel digunakan untuk uang logam. Perak jerman (paduan Cu, Ni, Zn) digunakan untuk barang perhiasan. Logam rasein (paduan Ni, Al, Sn, Ag) untuk barang perhiasan. Pembuatan aloi, battery electrode, dan keramik. Zat tambahan pada besi tuang dan baja, agar mudah ditempa dan tahan karat. Pelapis besi (pernekel). Sebagai katalis. Tembaga (Cu) Tembaga merupakan logam berwarna kemerahan, mengkilap bila digosok dapat ditempa, penghantar panas pada listrik yang baik, tidak mudah berkarat tetapi bila terkena udara warnanya menjadi hijau oleh terbentuknya tembaga karbonat. Banyak digunakan sebagai rangakian atau peralatan listrik, kabel listrik, dan untuk paduan logam. CuSO4 (terusi) banyak digunakan untuk larutan elektrolit dalam sel elektrokimia, campuran terusi dan Ca(OH)2 dengan sedikit air dapat digunakan memberantas kutu dan jamur. Tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk kabel listrik, bahan uang logam, untuk bahan mesin pembangkit tenaga uap dan untuk aloi.
24

10. Seng (Zn) Logam seng berguna untuk hal-hal sebagai berikut: 1. Merupakan logam cukup keras, terang berwarna putih kebiruan, tahan dalam udara lembab dibanding Fe. Hal ini disebabkan diatas lapisan permukaan seng terbentuk lapisan karbonat basa (Zn2(OH)2CO3) yang dapat menghambat oksidasi lebih lanjut. Karena sifat tersebut, maka seng banyak digunakan untuk melapisi logam besi (disebut kaleng) 2. Digunakan juga sebagai elektroda pada elektroda (katoda) pada sel elektrokimia dan untuk pembuatan paduan logam. 3. ZnO digunakan untuk bahan cat untuk memberikan warna putih dan digunakan untuk pembuatan salep seng (ZnO-vaselin). 4. Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain. Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium adalah beberapa contoh campuran logam tersebut. 5. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk membuat cetakan dalam industri otomotif, listrik, dan peralatan lain semacamnya. 6. Campuran logam Prestal, yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah dari keramik atau semen. 7. Seng juga digunakan secara luas untuk menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti besi untuk menghindari karatan. 8. Seng oksida banyak digunakan dalam pabrik cat, karet, kosmetik, farmasi, alas lantai, plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat listrik dan produk-produk lainnya. 9. Lithopone, campuran seng sulfida dan barium sulfat merupakan pigmen yang penting. Seng sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya, sinar X, kaca-

25

kaca TV, dan bola-bola lampu fluorescent. Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang banyak gunanya. 10. Seng juga merupakan unsur penting dalam pertumbuhan manusia dan binatang. Banyak tes menunjukkan bahwa binatang memerlukan 50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang sama dibanding binatang yang disuplemen dengan zat seng yang cukup. B. Kerugian Unsur Transisi Logam besi mudah terkorosi dalam udara lembap, dalam bentuk senyawa kompleks [k4Fe(CN)6.3H2O], unsur ini bersifat racun bagi tumbuhan. Tembaga mudah terbakar dalam bentuk serbuk, dalam bentuk senyawa CuCl2 melalui pernapasan dapat menyebabkan keracunan. Asam kromium CrO3 beracun dan bersifat karsinogenik.

2.2 Senyawa Kompleks


2.2.1 Pengertian Senyawa Kompleks atau Koordinasi
Senyawa Koordinasi adalah senyawa yang terbentuk dari ion sederhana (kation maupun anion) serta ion kompleks. Unsur transisi periode keempat dapat membentuk berbagai jenis ion kompleks. Ion kompleks terdiri dari kation logam transisi dan ligan. Ligan adalah molekul atau ion yang terikat pada kation logam transisi. Interaksi antara kation logam transisi dengan ligan merupakan reaksi asam-basa Lewis. Menurut Lewis, ligan merupakan basa Lewis yang berperan sebagai spesi pendonor (donator) elektron. Sementara itu, kation logam transisi merupakan asam Lewis yang berperan sebagai spesi penerima (akseptor) elektron. Ion kompleks adalah senyawa ionik, di mana kation dari logam transisi berikatan dengan dua atau lebih anion atau molekul netral. Dalam ion kompleks, kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat, dan anion atau molekul netral terikat pada atom pusat dinamakan ligan (Latin: ligare, artinya mengikat).

26

2.2.2 Tatanama Senyawa Kompleks


Secara umum penulisan ion kompleks adalah sebagai berikut. L adalah ion transisi, x adalah ligan, n muatan ion kompleks, m bilangan koordinasi. Umumnya bilangan koordinasi, dua kali lipat dari biloks transisi terbesar. Contohnya besi (Fe) mempunyai biloks +2 dan +3 maka umumnya bilangan koordinasinya 6, sehingga jika membentuk ion kompleks misalnya dengan ion CN- maka terbentuk ion kompleks sebagai berikut Fe(CN)64Ligan Ion Fe2+ sebagai ion pusat pusat Dari kedua contoh diatas ion Fe(CN)64- dan Fe(CN)63- masingmasing memiliki muatan ion -4 dan -3. Bilangan oksidasi (biloks) ion pusat dapat kita tentukan dengan cara sebagai berikut. Biloks [Fe(CN)6]4- = -4 Biloks (Fe) + (6CN) = -4 Biloks (Fe) + (6 x -1) = -4 Biloks Fe -6 = -4 Biloks Fe = -4 + 6 Biloks Fe = +2 BO [Fe(CN)6]3- = -3 BO (Fe) + (6CN) = -3 BO (Fe) + (6 x -1) = -3 BO (Fe) -6 = -3 BO (Fe) = -3 + 6 BO (Fe) = +3 Fe(CN)63Ligan Ion Fe3+ sebagai ion

27

Penamaan ion/senyawa kompleks dilakukan dengan aturan sebagai berikut. 1. Nama kation ditulis lebih dahulu diikuti anionnya, sama seperti panamaan senyawa ionik pada umumnya. 2. Penamaan untuk ion kompleks, disebutkan nama ligannya dengan jumlahnya dan diberi akhiran o. 3. Jumlah ligan yang diikat lebih dari satu diberi awalan di (2), tri(3), tetra(4), penta (5) dan sebagainya. 4. 5. Bilangan oksidasi logam ditulis dengan angka romawi. Jika ion kompleks bermuatan negatif, maka nama logam diberi akhiran at. Nama kation logam bermuatan negatif dapat dilihat pada Tabel Nama Kation dan Anion Kompleks. 6. Dalam ion kompleks, nama ligan disusun menurut abjad, kemudian dilanjutkan dengan nama kation logam transisi. 7. Nama ligan yang sering terlibat dalam pembentukan ion kompleks dapat dilihat pada Tabel Nama Ligan.

Tabel Nama Ligan Kompleks Ligan Amonia, NH3 Sianida, CNAir, H2O Hidroksida, OHFNama Amino Siano Aquo Hidrokso Fluoro

28

Klorida, ClNitrit, NO2SCNBromida, BrOksida, O2Karbonat, CO32Oksalat, C2O42Karbon Monoksida, CO Etilendiamin

Kloro Nitrito Tiosiano Bromo Okso Karbonato Oksalato Karbonil Etilendiamin (en)

Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks Kation Aluminium, Al Kromium, Cr Kobalt, Co Cuprum, Cu Aurum, Au Ferrum, Fe Plumbum, Pb Mangan, Mn Nama Kation pada Anion Kompleks Aluminat Kromat Kobaltat Cuprat Aurat Ferrat Plumbat Manganat

29

Molibdenum, Mo Nikel, Ni Argentum, Ag Stannum, Sn Tungsten, W Zink, Zn

Molibdat Nikelat Argentat Stannat Tungstat Zinkat

Tabel Nama Ion Pusat Jika Muatannya Negatif Ligan Mn Cu Co Cr Ni Fe Contohnya adalah sebagai berikut. Ag(NH3)22+ [Cr(NH3)4Cl2]+ Fe(CN)63K4[Fe(CN)6] [Co(NH3)6]4 [Fe(CN)6]3 : ion diamino argentum I : ion tetra amino dikloro kromium III : ion heksasiano ferrat III : Kalium heksasiano ferrat II : Heksa amino kobalt III heksasiano ferrat II
30

Nama Manganat Kuprat Kobaltat Kromat Nikelat Ferrat

Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan nama maupun rumus kimia dari berbagai senyawa kompleks : 1. Ni(CO)4 Bilangan koordinasi = 4 Muatan ion kompleks = 0 Muatan ligan = 0 Muatan kation logam transisi = 0 Nama senyawa = tetrakarbonil nikel (0) atau nikel tetrakarbonil 2. NaAuF4 Terdiri dari kation sederhana (Na+) dan anion kompleks (AuF4-) Bilangan koordinasi = 4 Muatan anion kompleks = -1 Muatan ligan = -1 x 4 = -4 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = natrium tetrafluoro aurat (III) 3. K3[Fe(CN)6] Terdiri dari kation sederhana (3 ion K+) dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3) Bilangan koordinasi = 6 Muatan anion kompleks = -3 Muatan ligan = -1 x 6 = -6 Muatan kation logam transisi = +3

31

Nama senyawa = kalium heksasiano ferrat (III) atau kalium ferrisianida 4. [Cr(en)3]Cl3 Terdiri dari kation kompleks ([Cr(en)3]3+) dan anion sederhana (3 ion Cl-) Bilangan koordinasi = 3 x 2 (bidentat) = 6 Muatan kation kompleks = +3 Muatan ligan = 3 x 0 = 0 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = tris-(etilendiamin) kromium (III) klorida 5. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida Terdapat 5 NH3, satu Cl-, satu Co3+, dan ion ClMuatan kation kompleks = (5 x 0) + (1 x -1) + (1 x +3) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion ClRumus senyawa kompleks = [Co(NH3)5Cl]Cl2 6. Dikloro bis-(etilendiamin) platinum (IV) nitrat Terdapat 2 Cl-, 2 en, satu Pt4+, dan ion NO3Muatan kation kompleks = (2 x -1) + (2 x 0) + (1 x +4) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion NO3Rumus senyawa kompleks = [Pt(en)2Cl2](NO3)2 7. Natrium heksanitro kobaltat (III) Terdapat 6 NO2-, satu Co3+, dan ion Na+ Muatan anion kompleks = (6 x -1) + (1 x +3) = -3

32

Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan tiga ion Na+ Rumus senyawa kompleks = Na3[Co(NO2)6] 8. Tris-(etilendiamin) kobalt (III) sulfat Terdapat 3 en, satu Co3+, dan ion SO42Muatan kation kompleks = (3 x 0) + (1 x +3) = +3 Untuk membentuk senyawa kompleks, dua kation kompleks membutuhkan tiga ion SO42Rumus senyawa kompleks = ([Co(en)3])2(SO4)3 Bentuk ion kompleks dipengaruhi oleh jumlah ligan, jenis ligan, dan jenis kation logam transisi. Secara umum, bentuk ion kompleks dapat ditentukan melalui bilangan koordinasi. Hubungan antara bilangan koordinasi terhadap bentuk ion kompleks dapat dilihat pada tabel berikut : Bilangan Koordinasi 2 4 6 Bentuk Ion Kompleks Linear Tetrahedral atau Square Planar Oktahedral

2.2.3 Ikatan dalam Senyawa Kompleks

Ikatan dalam senyawa kompleks

33

Ikatan antara Ag+ dengan N pada [Ag(NH3)2]+ adalah ikatan kovalen, hanya sepasang electron yang dipakai bersama dari atom N. Ikatan semacam ini disebut ikatan koordinat kovalen. Ion Ag bersifat akseptor electron sedangkan N disebut donor electron. Donor electron biasanya atom N, O, Cl.

Ion logam dan ligand

Ion logam dalam senyawa kompleks disebut inti logam, sedangkan partikel donor elektronnya disebut lignand. Jumlah lignand yang dapat diikat oleh suatu ion logam disebut bilangan koordinasi. Besarnya bilangan koordinasi biasanya berkisar pada 2, 4, 6, dan 8. Umumnya 4 atau 6. Bilangan koordinat 4 dijumpai pada ion: Be2+, Zn2+, Cd2+, Hg2+, Pt2+, Pd2+, B3+, dan Al3+ Bilangan koordinat 6 dijumpai pada ion: Fe2+, Co2+, Ni2+, Al3+, Co3+, Fe3+, Cr3+, Tr3+, Sn4+, Pb4+, Pt4+, dan Tr4+

Beberapa jenis senyawa Kompleks

Ada 2 jenis ligand dilihat dari jumlah atom donor di dalamnya : 1. Ligand monodentat : terdapat 1 atom di dalamnya

2. Lignand polidentat : terdapat lebih dari 1 atom donor di dalamnya Dentat=gigi Ligand polidentat disebut golongan pengkelat yang berasal dari kata Yunani Chele yang berarti cakar, hal ini dikarenakan dalam membentuk senyawa

34

kompleks, lignand tersebut mencekram atom logam dengan sangat kuat. Senyawaannya disebut kompleks khelat.

2.2.4 Kegunaan dari Senyawa Kompleks


salah satu ciri penting dari logam transisi ialah kemampuannya membentuk kompleks atau senyawa koordinasi, dimana atom atau ion logam pusatnya mempunyai dua atau lebih ligan terikat padanya oleh ikatan kovalen koordinat. Senyawaan demikian mungkin berupa sebuah ion kompleks dengan ion-ion tergabung yang bermuatan berlawanan dengannya, atau mungkin berupa sebuah kompleks yang netral. Suatu ligan dengan lebih dari satu titik lekat kepada ion atau atom pusatnya, disebut zat penyepit (Keenan, 1992). Senyawa kompleks sudah sejak lama dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Beberapa penggunaan praktis senyawaan koordinasi yang paling tua, adalah yang disebabkan oleh warnanya. Berdasarkan kesenian dan praktek yang berasal dari zaman kuno, pada ahli kimia dan ahli kesenian dan kerajinan merumuskan zat-zat pewarna, kaca berwarna, dan glasir untuk keramik dari zatzat yang sekarang diuraikan menurut kimia koordinasi logam transisi. Jumlah dan jenis aplikasi kimia koordinasi atau senyawa kompleks sangat luas meliputi kehidupan rumah tangga, industri sampai kesehatan. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai aplikasi atau penggunaan senyawa kompleks atau senyawa koordinasi dalam industri, kimia analitik dan kesehatan. Beberapa aplikasi atau penggunaan senyawa koordinasi atau senyawa kompleks yaitu dalam dunia industri, kimia analitik dan kesehatan. A. 1. Dalam Industri Proses Fotografi

Film foto pada dasarnya merupakan emulsi perak bromide dalam gelatin. Bila film terkena cahaya, butiran perak bromida teraktifkan sesuai dengan tingkatan cahaya yang mengenainya. Jika film sudah terkena cahaya ini diletakkan
35

pada larutan pengembang (pereduksi lemah, misalnya hidrokuinon C6H4(OH)2, butir perak bromide yang teraktifkan membentuk logam perak bromide hitam. Butir-butir yang tidak teraktifkan pada bagian yang tidak terkena cahaya tidak berpengaruh. Hal ini ini menghasilkan bayangan foto. Proses fotografi inibelum selesai, butir-butir perak bromide yang tak teraktifkan dapat tereduksi menjadi logam perak hitam bila terkena cahaya. Bayangan film harus difikasi (diikat). Hal ini menyebabkan logam perak hitam yang dihasilkan dari pengembangan melekat pada film dan perak hitam yang dihasilkan dari pengembangan melekat pada film dan perak bromide sisa dihilangkan (dicuci). pengikat yang digunakan umumnya adalah Natrium tiosulfat. Pada proses pengikatan ini., AgBr (p) dilarutkan dan ion perak kompleks tercuci. AgBr (s) + 2 S2O32- [Ag(S2O3)2]3- + Br2. Penyepuhan

Larutan elektrolit yang digunakan pada penyepuhan komersial amat rumit komposisinya. Setiap komponen memainkan peranan dalam pembentukan hasil akhir berupa penyepuhan yang halus dan mengkilat. Beberapa logam, misalnya, tembaga, perak dan emas, umumnya disepuhkan dari larutan ion kompleks siano. Pada reaksi elektrolisis di bawah ini obyek yang disepuh dibuat sebagai katode dan batang tembaga sebagai anode. Anode : Cu + 4CN- [Cu(CN)4]3- + eKatode: [Cu(CN)4]3- + e- Cu + 4 CNPerubahan bersih secara sederhana mencakup pemindahan logam tembaga Cu dari ion kompleks [Cu(CN)4]3-. Keuntungan lain dari penyepuhan tembaga Cu dari larutan [Cu(CN)4]3-. Keuntungan lain dari penyepuhan tembaga Cu dari larutan [Cu(CN)4]3- ialah pembentukan 1 mol tembaga per Faraday, bukan mol per Faraday jika digunakan larutan Cu2+.

36

3.

Pengasingan Ion Logam

Ion logam dapat berlaku sebagai katalis reaksi-reaksi yang tak dikehendaki pada proses industry, atau dapat mengubah sifat-sifat bahan dalam proses industri. Sehingga, dianggap penting untuk membersihkan air dari logam-logam pengotor. Logam pngotor ini, misalnya Cu2+, biasanya hanya terdapat dalam jumlah kecil. Pengendapan ion logam ini dari larutan dapat dilakukan bila Ksp pengendapannya sangat kecil. Salah satu metode pengolahan air melibatkan pengkelatan. Pengkelat yang banyak dipakai ialah garam asam ETILENDIAMINTETRAASETAT (EDTA), misalnya garam natriumnya.

4Au (s) + 8CN- (aq) + O2 (g) + 2H2O (l) --> 4[Au(CN)2]- (aq) + 4OH -(aq) Selanjutnya ion kompleks ini dipisahkan dari material-material tak larut yang lain dengan penyaringan (biasanya dengan penambahan ion Na+), kemudian ke dalam larutan senyawa kompleks ditambahkan logam elektropositif Zn sehingga terjadi pemisahan emas: 2 [Au(CN)2]- (aq) + Zn (s) --> [Zn(CN)4]- (aq) + 2 Au (s)

Metode distilasi fraksional yang sangat terkenal adalah proses Mond (Ludwig Mond, 1839 - 1909 ahli kimia Inggris dari Jerman) untuk pemurnian logam nikel. Gas karbonmonoksida dialirkan lewat logam nikel yang tidak murni pada temperatur sekitar 70 oC sehingga terbentuk senyawa kompleks [Ni(CO)4] yang sangat volatil (mudah menguap, titik didih 43oC), tetapi sangat beracun. Ni (s) + 4 CO (g) [Ni(CO)4]
(g)

37

Selanjutnya senyawa kompleks ini dapat dipisahkan dari senyawa-senyawa lain yang lebih sukar menguap dengan destilasi. Pemanasan lebih lanjut senyawa kompleks ini pada 200 oC akan diperoleh logam murni Ni, dan gas CO yang dibebaskan dapat dipakai ulang dalam proses pengambilan logam Ni. Ni(CO)4]
(g)

Ni (s) + 4 CO (g)

A. Dalam kimia analitik 1. Analisis Kualitatif Pada pemisahan dan pengenalan kation dalam bagan analisa kualitatif Ag+, Pb2+, dan Hg22+ mula-mula diendapkan sebagai klorida. Seluruh kation umum yang lain membentuk klorida yang dapat larut. PbCl2 (p) dipisahkan dari AgCl (p) dan HgCl2 (p) berdasar kelarutannya yang lebih besar di dalam air panas. AgCl (p) dipisahkan dari Hg2Cl2 (p) berdasar kelarutannya dalam NH3 (aq). Pada bagian lain bagan analisis kualitatif diinginkan untuk mengendapkan CdS sebagai Sulfida dengan penambahan Cu2+. Pada keadaan biasa, Cu2+ akan mengendapkan serentak dengan Cd2+, sebab Ksp untuk CuS lebih kecil dari pada CdS. (6,3 x 10-36 dengan 8 x 10-27). Tetapi dengan penambahan CN- berlebih sebelum penjenuhan dengan H2S, pemisahan antara kedua kation terjadi, sesuai reaksi berikut : Cd2+ + 4CN- [Cd(CN)4]2- Kf = 7,1 x 1018 2Cu2+ + 10 CN- 2 [Cu(CN)4]3- + C2N2 (g) Reaksi diatas merupakan rekasi oksidasi reduksi dimana Cu2+ direduksi menjadi Cu+ dan terkompleks dengan CN-. Ion kompleks [Cu(CN)4]3- sangat mantap, dimana nilai Kf adalah 1 x 1028. Konsentrasi Cu+ bebas pada kesetimbangan dengan ion kompleks sangat rendah. Jika suatu larutan yang mengandung ion kompleks ini dijenuhkan dengan H2S, Ksp untuk Cu2S tidak

38

tercapai. Sebaliknya, pada kondisi yang sama Cd2+] pada kesetimbangan dengan [Cd(CN)4]2- cukup besar sehingga Ksp CdS tercapai. B. 2. Bidang Kesehatan

Terapi khelasi Terapi khelasi adalah metode pengobatan dengan menggunakan bahan

utama EDTA (Ethylene Diamine Tetracetik Acid ) dan nutrien lain yang dilarutkan dalam 500 ml larutan infus steril, kemudian dimasukan ke dalam tubuh langsung melalui pembuluh darah vena. Terapi khelasi berasal dari kata yunani CHELE yang berarti capit , sehingga prinsip terapi khelasi ini adalah mencapit dimana yang dicapit disini adalah logam-logam berat yang banyak masuk kedalam tubuh manusia karena berbagai polusi seperti timah hitam,

aluminium,merkuri,kadmium,dan bahan-bahan kimiawi lainnya. polutan tersebut dapat masuk kedalam tubuh kita dan beredar dalam pembuluh darah melalui polusi asap industri, makanan modern seperti makanan kaleng,bahan pengawet,bahanpewarna,bahan penyedap, dll. Terapi khelasi ini lebih bersifat detoksifikasi atau menghilangkan dan menetralkan racun yang masuk kedalam tubuh kita yang mengakibatkan proses atherosklerosis tersebut. Bahan bahan polutan dalam tubuh yang telah dicapit oleh EDTA akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal sebagai urine dalam keadaan masih seperti aslinya tanpa dimetabolisme. Keuntungan terapi khelasi : Memperbaiki fungsi organ tubuh secara alamiah dengan membersihkan zat-zat beracun dari dalam tubuh dan memperbaiki aliran darah. Memperbaiki organ organ secara menyeluruh tidak hanya satu organ saja Vitalitas setelah khelasi meningkat Biaya lebih ringan dibanding dengan operasi

39

Gambar 3. struktur CaNa2EDTA Untuk mengeluarkan Pb dari dalam tubuh maka tingkat ekskresi harus dinaikkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan khelat. Zat khelat yang dipakai untuk membuang logam beracun (timbal) dari dalam tubuh harus membentuk senyawa yang stabil dengan ion logam tersebut. Adapun khelat yang cocok untuk digunakan adalah Kalsium disodium EDTA (CaNa2EDTA) yang merupakan senyawa kompleks. Zat pengkhelat ini hanya cocok untuk orang dewasa, sedangkan pada anak-anak jarang digunakan zat ini. Di dalam tubuh, kalsium (Ca) akan digantikan oleh timbal (Pb) karena bisa membentuk senyawa yang lebih stabil dengan EDTA. Kalsium disodium EDTA (CaNa2EDTA) ini dalam bentuk infus yang diberikan kepada penderita keracunan timbal (Pb). Faktor yang menentikan stabilitas kompleks adalah berdasarkan pada sifat-sifat baik agen khelating dan logam khelat. Stabilitas konstan kompleks dapat secara kuantitatif dinyatakan dalam nilai persamaan kesetimbangan, yang tergantung pada struktur atom dari logam khelated. Sebagai contoh, konstanta stabilitas untuk logam berbeda dengan EDTA berada pada skala yang ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Stabilitas logam terhadap EDTA Meta l K 1, 2, 7, 8, Na Li Ba Sr M g 8,7 10, 13, 14, 16, 16, 16, 18, 18, Ca Mn Fe Co Zn Cd Pb Ni

40

(log)

dimana logam dengan k konstan yang lebih tinggi bersaing untuk agen chelating dengan logam nilai stabilitas lebih rendah dan akhirnya menghapus kedua Pemberian kalsium disodium EDTA (CaNa2EDTA) yang akan mengkhelat timbal (Pb) dari tulang dan jaringan lunak, sehingga membentuk ion kompleks PbNa2EDTA yang stabil dan secara cepat juga akan diekskresikan melaui urin. CaNa2EDTA merupakan kompleks dan Pb merupakan ion logam. Berdasarkan deret volta sifat reduktor Pb lebih kecil dibandingkan dengan Ca. Hal ini berarti kemampuan oksidasi Pb lebih kecil dibandingkan dengan Ca sehingga posisi Ca di EDTA akan digantikan oleh Pb. Sehingga Pb2+ akan berikatan dengan Na2EDTA dan terbentuk kompleks PbNa2EDTA yang stabil . Akibatnya Pb akan keluar dalam bentuk larutan berupa air seni. Sedangkan Ca2+ akan tertinggal dalam tubuh sebagai zat gizi. Jadi kompleks kalsium disodium EDTA (CaNa2EDTA) dapat digunakan sebagai pengikat logam timbal (Pb) dalam tubuh manusia sehingga timbal (Pb) yang bersifat racun dapat keluar dari dalam tubuh manusia tersebut. Pertukaran tersebut terjadi sebab [Pb Na2(EDTA)] (Kf = 1 x 1018) lebih mantap dibanding [Ca Na2(EDTA)]2- (Kf = 4 x 1010). Pb2+ + [CaNa2(EDTA)] [PbNa2(EDTA)] + Ca2+ Derajat kemantapan yang tinggi dari kompleks EDTA dan beberapa lainnya dapat dijelaskan dengan adanya cincin kelat beranggotakan lima dalam kompleks tersebut (Flora, 2010).

BAB III PENUTUP

41

3.1 KESIMPULAN
1 Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. 2 Sifat-sifat unsure periode keempat Sifat logam sangat keras, tahan panas, elektropositif, dan penghantar listrik yang baik. Pengecualian untuk Cu merupakan logam yang lembut dan elastis. Banyak di antaranya dapat membentuk ion ion berwarna yang berubah ubah menurut keadaan bilangan oksidasinya. Mempunyai bilangan oksidasi yang harganya 0 atau positif. Dapat membentuk senyawa kompleks. Memiliki elektron tidak berpasangan yang mengakibatkan titik didih atau titik leleh tinggi, bersifat paramagnetik,berwarna dan bersifat katalis. 3. Kegunaan unsure-unsur periode keempat Skandium digunakan pada lampu intensitas tinggi Titanium digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia. Vanadium digunakan untuk membuat per mobil dan sebagai katalis pembuatan belerang.

Kromium digunakan untuk bahan pembuatan baja, nikrom, stanless steel. Mangan digunakan untuk bahan pembuatan baja, manganin dalam pembuatan alat-alat listrik dan sebagai alloy mangan-besi atau ferromanganese.

Besi digunakan untuk pembuatan baja, perangkat elektronik, memori komputer, dan pita rekaman. Kobalt digunakan untuk membuat aliansi (paduan logam)

42

Nikel digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat dan paduan logam. Tembaga digunakan untuk kabel kabel, pipi pipa, kaleng makanan dan untuk alat alat elektronik. Seng digunakan sebagai logam pelapis antikarat, paduan logam, pembuatan bahan cat putih, dan antioksidan dalam pembuatan ban mobil.

3.2 Saran
Mengingat banyaknya kegunaan unsure-unsur periode ke empat dalam kehidupan sehari-hari, maka siswa harus benar-benar memahami mengenai unsure-unsur periode ke empat, sehingga menjadi sebuah pengetahuan di masa depan.

43

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com http://yu-mhi.blogspot.com/2011/12/kimia-unsur-transisi-periode.html http://erwantoindonesia.wordpress.com/2012/03/21/ kimia-unsur-golongan-iii-b/ http://labkesehatan.blogspot.com/2009/11/antikoagulan.html http://id.wikipedia.org/wiki/unsur

44