Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Banyak orang mengeluh bermacam-macam gejala penyakit saluran cerna yang tanpa mereka sadari hal tersebut dipacu oleh gaya hidup masyarakat yang kurang sehat, gaya hidup yang asal-asalan, seperti kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi, baik pola maupun jenis makanannya. Selain itu, beban kerja yang tinggi ditambah berbagai persoalan hidup yang tak kunjung selesai membuat mereka cenderung mengidap penyakit saluran cerna (Yuliarti,2009). Penyakit saluran cerna yang paling sering terjadi adalah radang kerongkongan (reflux oesophgitis), radang mukosa lambung (gastritis), tukak lambung-usus (ulcus pepticum), dan kanker lambung-usus (Tjay,2007). Penyakit tukak lambung tersebar di seluruh dunia dengan prevalensi berbeda tergantung pada sosial-ekonomi, demografi dan dijumpai lebih banyak pada pria dan meningkat pada usia lanjut (Pangarapen Tarigan, 2006). Penyebab langsung tukak lambung adalah adanya kerusakan pada mukosa lambung atau usus halus akibat adanya asam lambung, yang normalnya ada di dalam lambung pada proporsi tertentu. Selain itu, infeksi bakteri Helicobacter pylori juga berperan penting menyebabkan tukak lambung maupun duodenum (Zulliesikawati,2010). Secara umum telah diketahui bahwa infeksi oleh Helicobacter pylori merupakan masalah global, tetapi mekanisme transmisi apakah oral-oral atau oral-fekal belum diketahui dengan pasti, data di Indonesia menunjukkan hubungan tingkat sanitasi lingkungan dengan prevalensi infeksi oleh Helicobacter pylori, sedangkan data

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

diluar negri menunjukkan hubungan antara infeksi oleh Helicobacter pylori dengan sumber air minum(Faradilla,2007). Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Koja sendiri penyakit tukak lambung tergolong dalam 10 penyakit terbesar. Pada instalasi farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah Koja obat obat tukak lambung termasuk obat yang banyak diresepkan setiap harinya. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengetahui profil peresepan obat tukak lambung pada pasien rawat jalan di RSUD Koja periode Januari Maret 2012.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah adalah bagaimana pola penggunaan obat tukak lambung pada pasien rawat jalan RSUD Koja periode Januari-Maret 2012.

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum Mengetahui profil penggunaan obat ukak lambung pada pasien rawat jalan RSUD Koja periode Januari-Maret 2012. 1.3.2 Tujuan khusus Tujuan khusus pada penelitian ini adalah ingin mengetahui : 1. Jenis dan golongan obat tukak lambung yang paling banyak digunakan di RSUD Koja periode Januari-Maret 2012.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

2. Banyaknya jumlah pasien rawat jalan yang menderita tukak lambung berdasarkan umur dan jenis kelamin. 3. 4. 5. Sediaan obat tukak lambung yang paling banyak digunakan. Jumlah peresepan obat tukak lambung generik dan obat merk dagang. Kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Rumah Sakit.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Untuk penulis Untuk memperluas wawasan tentang pola penggunaan obat tukak lambung yang diresepkan pada pasien rawat jalan di RSUD Koja periode Januari Maret 2012. 1.4.2 Untuk Akademik Menambah bahan pustaka dan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa mengenai profil peresepan obat tukak lambung pada pasien rawat jalan di RSUD Koja periode Januari Maret 2012. 1.4.3 Untuk Rumah Sakit Hasil penelitian diharapkan bermanfaat dalam perencanaan dan pengadaan obat tukak lambung pada pasien rawat jalan di RSUD Koja periode Januari Maret 2012.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tukak Lambung Tukak lambung atau Peptic Ulcer Disease dapat diartikan sebagai luka pada lambung atau usus duodenum karena terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori dengan faktor defensi/faktor pelindung mukosa seperti prostaglandin, gastric mucus, bikarbonat dan aliran darah mukosa. singkatnya, tukak lambung merupakan suatu penyakit pada saluran pencernaan yang ditunjukkan dengan terjadinya kerusakan mukosa lambung bisa karena sekresi asam lambung berlebih, infeksi Helicobacter pylori, maupun produksi prostaglandin yang berkurang. Dari namanya tukak lambung biasaterjadi di perut (lambung) dan usus duodenum proximal. Meskipun angka kejadian sedikit, tukak lambung dapat terjadi di esofagus bagian bawah, jejunum, atau ileum yang pembentukkannya disertai peranan asam dan pepsin (Misnadiarly,2009). Prevalensi terjainya tukak lambung pada pria lebih tinggi dibandingkan dengan pada wanita (2:1), diduga karena jumlah sel parietal pada pria lebih sedikit dibandingkan jumlah sel parietal wanita (Faradilla,2007).

2.2 Penyebab Tukak Lambung

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Tukak dapat terjadi bila ada gangguan keseimbangan antara faktor agresif (asam dan pepsin) dan faktor defensif (mukus,bikarbonat,aliran darah dan prostaglandin. Faktor agresif terjadinya tukak dipengaruhi oleh : 1. Faktor endogen Perangsangan terhadap sel sel parietal akan mensekresi asam ke lumen lambung melewati kanalikul sekretoar. Sel parietal dirangsang untuk 3 substansi endogen, yaitu :
a.

Asetilkolin Merangsang reseptor muskarinik (M3) yang mensekresi asam lambung, dimana rangsangan tersebut diperantai oleh meningkatnya ion kalsium bebas pada intraseluler.

b.

Gastrin Merangsang reseptor kolesistokinin (cck) yang mensekresi asam lambung, dimana rangsangan tersebut diperantai oleh meningkatnya ion kalsium bebas pada intraseluler.

c.

Histamin Merangsang reseptor histamin (H) dengn mengaktivasi enzim adenylate siklase yang mengubah ATP menjadi cAMP, sehingga konsentrasi cAMP intraseluler meningkat. Meningkatnya cAMP dan ion kalsium bebas dalam intraseluler akan mengaktivasi pompa proton pada membran sel apikal. Enzim H+ K+ - ATPase mengakatalis pertukaran antara ion hidrogen dalam intraseluler dengan ion kalium ekstraseluler, yang merupakan tahap akhir dari sekresi asam lambung.

2. Faktor eksogen

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Merupakan faktor faktor dari luar tubuh yang mempengaruhi sekresi asam lambung, antara lain : a. Stimulasi makanan Penglihatan, penciuman dan rasa dari makanan merupakan komponen fase sefalik melalui perangsangan nervug vagus. Fase gastrik terjadi pada saat makanan masuk kedalam lambung, makanan mengandung asam amino dan amino lainnya yang secara langsung akan merangsang sel G untuk melepaskan gastrin yang akan mengaktivasi sel sel parietal melalui mekanisme langsung atau tidak langsung. Fase terakhir adalah fase intestinal, dimana sekresi asam lambung dimulai pada saat makanan masuk kedalam usus dan pencampuran terhaddap kandungan makanan yang ada.
b. Stress

Hubungan stress sebagai penyebab tukak masih kontroversional, nmun diduga faktor stress akan menyebabkan tingkah laku yang negatif seperti merokok. c. Merokok Alasan spesifik, rokok dapat mempengaruhi tingkat kejadian, kekambuhan, penyembuhan dan komplikasi tukak masih belum jelas. Hal tersebut kemungkinan berkaitan engan mekanisme pengosongan cairan pada lambung, penghambatan sekresi bikarbonat pankreas, meningkatkan refluks

gastroduodenal dan penurunan produksi prostaglandin mukosa. walaupun rokok dilaporkan dapat meningkatkan sekresi asam lambung namun efeknya terhadap peningkatan asam lambung tidak konsisten. d. Obat antiinflamatori non steroid (OAINS)

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Obatobat antiinfalmatori non steroid dan asam asetil salisilat (ASA). Merupakan obat yang sering digunakan sebagai antipiretik, antiinflamasi, analgesik dan lain sebagainya. Pemakaian OAINS dan ASA secara kronik dan reguler dapat menyebabkan terjadinya resiko pendarahan gastrointestinal 3 kali lipat dibanding yang bukan pemakai. Pada usia lanjut, pengguna OAINS/ASA dengan meningkatkan angka kematian akibat terjadinya komplikasi berupa pendarahan / perforas dari tukak. Patogenesis terjadinya kerusakan mukosa gastroduodenal pengguna OAINS / ASA dapat disebabkan oleh 2 mekanisme, yaitu efek toksik / iritas langsung pada mukosa dan efek OAINS / ASA yang menghambat kerja dari enzim siklooksigenase (cox) pada asam arakidonat sehingga menekan produksi prostaglandin. e. Helicobacter pylori Infeksi oleh Helicobacter pylori dapat menghancurkan sawar ukosa gastroduodenal. Penderita infeksi kronis pada bagian akhir mukosa lambung dan bagian awal mukosa duodenum oleh Helicobacter pylori paling sedikit diderita oleh 75 % penderita tukak peptik dalam 5 tahun terakhir ini. Sekali infeksi ini dimulai, infeksi dapat berlangsung seumur hidup, kecuali jika dilakukan pengobatan antibakteri. Helicobacter pylori membentuk suatu koloni sehingga menjadi lebih stabil, bakteri ini mengeluarkan bermacam-macam sitotoksin yang secara langsung dapat merusak epitel mukosa gastroduodenal, seperti vocuolating cytotoxin yang menyebabkan vakuolisasi sel sel epitel. Helicobacter pylori juga melepaskan bermacam enzim yang dapat merusak sel sel epitel seperti

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

urease, protease, lipase dan fosfolipase. Sitotoksin dan enzim inilah yang paling bertanggung jawab terhadap kerusakan sel sel epitel. Faktor defensif penyebab terjadinya tukak adalah : 1. Sekresi mukus Mukus disekresi secara terus- menerus ke permukaan mukosa, dimana mukus mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu melindungi sel dan bersifat sebagai lapisan pelumas antara mukosa dan isinya. Mukus juga dapat berupa gel yang menghalangi difusi kembali ion hidrogen. 2. Sekresi bikarbonat Bikarbonat disekresi oleh permukaan sel epitel lambung dan duodenum, pankreas dan system billiary. Sebagian besar bikarbonat lambung terdapat didalam lapisan gel-mukus, dimana terdapat perbedaan pH antara sel epitel mukosa dan lumen. Permukaan gel yang berhadapan dengan lemen lambung mencapai pH 2, sedangkan permukaan gel yang bersentuhan dengan permukaan mukosa memiliki ph 7. Ion hidrogen dinetralisasi oleh bikarbonat mukosa saat berdifusi melewati lapisan gel-mukus, sehingga aktivitas pepsin menurun saat berdifusi melewati mukosa 3. Aliran mukosa darah Aliran darah lambung dan duodenum diperlukan untuk mengatur intergritas mukosa. Belum jelas bagaimana peranan aliran darah mukosa dalam patogenesis tukak. 4. Prostaglandin

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Prostaglandin E dihasilkan oleh sel mukosa lambung dan duodenum yang berfungsi untuk menstimulasi sekresi mukus dan bikarbonat, mengatur aliran darah mukosa, serta berperan pada perbaikan sel epitel dan pertumbuhan sel. Gambaran klinis tukak lambung adalah rasa nyeri ulu hati, sendawa dan rasa tidak nyaman (discomfort) disertai muntah. Rasa sakit pada tukak lambung muncul saat setelah makan, rasa sakit ini timbul pada sebelah kiri garis tengah perut. Mual, muntah, anorexia dan penurunan berat badan.

2.3

Gejala Tukak Lambung

Secara detail gejala-gejala penyakit tukak lambung adalah sebagai berikut : 1. Rasa terbakar di lambung dan akan menjadi semakin parah ketika sedang makan 2. 3. 4. 5. 2.4 Mual-mual Kehilangan nafsu makan Merasa lambung sangat penuh sehabis makan Berat badan menurun Pengobatan Tukak Lambung

Menurut Pengarapen Tarigan Pengobatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu : 1. a. Pengobatan non-medikamentosa Istirahat Secara umum pasien tukak dianjurkan pengobatan rawat jalan, namun bila kurang berhasil atau ada komplikasi, baru dianjurkan untuk rawat inap di rumah sakit. Walaupun mekanismenya belum jelas, namun diduga dengan bertambahnya jam istirahat akan mengurangi refluks empedu, stress dan penggunaan analgesik.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Stress dan kecemasan memegang peran penting dalam peningkatan asam lambung dan penyakit tukak. Masih terdapat silang pendapat mengenai hal tersebut, namun sebaiknya pasien hidup dengan teratur dan menerima stress dengan atau secara wajar. Diet Makanan lunak terlebh bubur saring, makanan yang mengandung susu tidak lebih baik daripada makanan biasa, karena makanan halus dapat merangsang pengeluaran asam lambung. Cabai dan makanan yang asam dapat menimbulkan rasa sakit pada beberapa pasien tukak, walaupun belum diketahui keterkaitannya, namun dianjurkan untuk menghindari makanan tersebut. Merokok menghalangi penyembuhan tukak labung kronik, menghambat sekresi bikarbonat pankreas, menambah keasaman bulbus duodeni da refluks duodenigastrik akibat relaksasi sfingter pilorus sekaligus meningkatkan kekambuhan tukak. Air jeruk yang asam, kopi, soda dan bir tidak memunyai pengaruh ulserogenik terhadap mukosa lambung tetapi dapat menambah sekresi asam lambung, hal ini belum jelas dapat menghalangi penyembuhan tukak, namun sebaiknya jangan diminum sewaktu perut kosong. Perubahan gaya hidup dan pekerjaan terkadang menimbulkan kekambuhan penyakit tukak.
b.

Obat obatan

Pengobatan dengan menggunakan OAINS sebaiknya dihindari, bila diperlukan, sebaiknya dikombinasi dengan AH atau PPI atau misoprostol. 2. Pengobatan medikamentosa

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat obat tukak lambung dapat digolongkan sebagai berikut (Tjay dan Rahardja, 2007) : a. Antasida

Zat pengikat asam atau antasida adalah basa lemah yang digunakan untuk mengikat secara kimiawi dan menetralkan asam lambung. Efeknya adalah paningkatan pH, yang mengakibatkan berkurangnya kerja proteolitis dari pepsin (optimal pada pH 2). Di atas pH 4, aktivitas pepsin menjadi minimal. Penggunaannya berbagai macam, selain pada tukak lambung-usus juga pada indigesti dan rasa terbakar (heartburn), pada gastro-oesopageal reflux riingan dan pada gastritis. Obat ini mampu mengurangi rasa nyeri di lambung dengan cepat (dalam beberapa menit). Contoh obat antasida DOEN. Antasida DOEN Memiliki mekanisme kerja antasida dengan jalan menetralkan asam klorida (lambung atau mengikatnya). Mengobati penyakit saluran cerna, meringankan gejala gejala yang muncul pada penyakit dispepsia tukak maupun bukan tukak, refluks gastroesofagitis dan pada gastritis dan memiliki efek samping seperti bersendawa, alkalosis pada penggunaan jangka panjang. Digunakan dalam dosis 3 4 kali sehari 1 2 tablet. b. Antibiotika

Obat obat ini digunakan dalam kombinasi sebagai triple therapy untuk membasmi Helicobacter pylori dan untuk mencapai penyembuhan penyakit tukak

lambung/usus dengan tuntas. Contoh obat antara lain amoksisilin, tetrasiklin, klaritromisin, metronidazol (Tjay, 2007). c. Antikolinergika

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Dahulu agak banyak digunakan, tetapi dengan itroduksi triple therapy untuk ersdikasi Helicobacter pylori, saat ini dianggap obsolet dan sudah ditinggalkan seluruhnya. Contohnya yaitu, pirenzepin. d. Obat penguat motilitas

Obat obat ini juga dinamakan prokinetika atau propulsiva dan merupakan antagonis dopamin. Berdaya antiemetik, memperkuat peristaltik dan mempercepat pengosongan lambung yang dihambat oleh neotransmitter dopamin. Penghambatan ini ditiadakan oleh zat zat antagonis dopamin dengan jalan menduduki reseptor yang banyak terdapat di saluran cerna dan otak. Contoh metoklopramida dan domperidone. e. a) Penghambat sekresi asam H2-blokers

Obatobat ini menempati reseptor histamin-H2 2secara selektif di permukaan sel sel pariental sehingga sekresi asam lambung pepsin sangat dikurangi. Antihistamin (H1-blokers) lainnya tidak memiliki khas ini. Efektivitas obat-obat ini pada

penyembuhan tukak lambung dengan terapi kombinasi melebihi 80%. H2-blokers paling efektif untuk pengobatan duodeni yang khusus dengan masalah hiperasiditas. Pada tukak lambung obat ini kurang efektivitasnya. contohnya Ranitidin Mekanisme kerja reseptor H2. Indikasi : tukak lambung dan ttukak duodenum, refluks esofangitis, : mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan

tukak akibat AINS, tukak duodenum karena Helicobacter pylori, sindrom Zollinger Ellison, kondisi lain dimana pengurangan asam lambung akan bermanfaat.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Efek samping : kebiasaan buang air besar berubah, pusing, ruam kulit, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, hipersensivitas, bradikardia. Dosis b) : 2 kali sehari 150 mg. Penghambat pompa-proton (PPP)

Obat-obat ini menghambat dengan praktis tuntas sekresi asam dengan jalan menghambat enzim H+/K+-ATPase secara selektif dalam sel-sel pariental dan merupakan obat pilihan pertama. Kerjanya panjang akibat kumuasi di sel-sel tersebut. Kadar penghambatan asam tergantung dari dosis dan pada umumnya lebih kuat daripada perintangan oleh H2-blokers. Omeprazol : menghambat asam lambung dengan cara menghambat

Mekanisme kerja

sistem enzim adenosin trifosfat hidrogen-kalium (pompa proton) dari sel parietal lambung. Indikasi : tukak lambung dan tukak duodenum, tukak duedenum karena

Helicobacter pylori, refluks gastroesofagus, sindrom Zollinger-Ellison, dispepsia karena asam lambung Efek samping : sakit kepala, diare, ruam, gatal gatal dan pusing. Dosis
f.

: 1 kali sehari 20 mg Lainnya Sedativa

a)

Sudah lama diketahui bahwa stress emosional embuat penyakit tukak lambung bertambah parah, sedangkan pada waktu serangan akut biasanya timbul kegelisahan da kecemasan pada penderita. Guna mengatasi hal-hal tersebut, penderita sering

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

kali diterapi dengan antasida yang ditambahkan obat penenang, misalnya meprobamat, oksazepam atau benzodiazepin lain. b) Analog prostaglandin-E1

Misoprostol (cyctotec) menghambat secara langsung sel-sel parietal. Misoprostol juga melindungi mukosa dengan jalan stimulasi produksi mukus dan bikarbonat. c) Zat-zat pembantu

Zat-zat pembantu ini digunakan pada formulasi antasida ditambahkan pula suatu adsorben yang dapat menyerap secara fisis pada permukaannya zat-zat aktif dari getah lambung atau zat-zat pelindung yang menutupi mukosa dengan suatu lapisan hidrofob. Kegunaannya zat-zat tambahan ini tidak selalu dapat dibuktikan dengan pasti. Contoh asam alginate, succus dan dimethicon (tjay,2007). 2.5 Sediaan obat tukak lambung Sediaan farmasi sangat jarang digunakan dalam bentuk zat aktif, tetapi hampir selalu diberikan dalam suatu formula tertentu dengan menggunakan berbagai bahan tambahan atau eksipien dan dengan teknologi manufacturing yang tepat sehingga dihasilkan suatu sediaan farmasi yang berkualitas (Ansel,1989). Begitu pula pada obat tukak lambung memiliki berbagai macam sediaan antara lain tablet contohnya , kapsul contohnya, suspensi contohnya, dan injeksi contohnya.

BAB III

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan cara mengambil data primer dari R/ dan disajikan dalam bentuk distribusi prosentase.

3.2 3.2.1

Populasi dan Sampel Populasi Populasi pada penelitian ini adalah semua resep pasien rawat jalan di RSUD

Koja. 3.2.2 Sampel Semua resep pasien rawat jalan yang mendapatkan resep obat tukak lambung periode Januari-Maret 2012 di RSUD Koja.

3.3

Tempat dan Waktu Pengambilan Data Penelitian ini dilakukan terhadap resep pasien rawat jalan yang mendapat obat

tukak lambung di RSUD Koja. Pengambilan data dilakukan pada 1 30 April 2012.

3.4

Cara Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data yang dilakukan adalah :


a.

Menyeleksi resep-resep pasien rawat jalan yang mengandung obat tukak lambung di RSUD Koja.

b.

Mengkelompokkan resep obat berdasarkan jenis dan golongan obat tukak lambung.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

c.

Menghitung jumlah penggunaan obat tukak lambung berdasarkan usia dan jenis kelamin pasien.

d. e.

Menghitung jumlah penggunaan sediaan obat tukak lambung. Mencatat 10 obat obat lain yang diresepkan bersamaan dengan obat tukak lambung

3.5
a.

Cara Pengolahan dan Analisa Data Mengumpulkan data dari resep di RSUD Koja selama 3 bulan yaitu bulan Januari Maret 2012.

b.

Menghitung jumlah dan presentase berdasarkan jenis dan golongan obat tukak lambung.

c.

Menghitung jumlah dan persentase berdasarkan usia dan jenis kelamin yang mendapatkan obat tukak lambung.

d. e.

Menghitung jumlah dan persentase sediaan obat tukak lambung. Menghitung 10 terbanyak obat obat lain yang diresepkan bersamaan obat

tukak lambung. f.
g.

Data yang disajikan dalam bentuk tabel. Membuat kesimpulan dari hasil pengolahan data tersebut.

2.7

Definisi Operasional

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

1.

Obat Tukak Lambung adalah obat atau zat zat yang digunakan untuk mengurangi serta menetralkan asam lambung, menghilangkan faktor penyebab, meringankan atau menghilangkan nyeri epigastrik, mencegah kekambuhan, memperkuat sistem perlindungan mukosa, dan mencegah terjadinya komplikasi serius.

2. 3.

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Obat paten adalah obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama sipembuat atau yang dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENGAMBILAN DATA (RSUD KOJA) 4.1 Gambaran RSUD Koja 4.1.1 Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Koja (RSUD Koja) berawal dari sebuah pusat pelayanan kesehatan sederhana yang dirintis oleh dr. Arif pada tanggal 8 Agustus 1952. Peletakan batu pertama pembangunan RSUD Koja dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta, yang ketika itu dijabat oleh Bapak Syamsurizal. Penggunaanya mulai diresmikan pada tahun 1954 yang bermula dari balai pengobatan umum dan rumah bersalin yang secara bertahap menjadi Rumah Sakit Umum. Pada tahun 1977, RSUD Koja ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum kelas C oleh Menteri Kesehatan. Pada waktu itu telah terdapat pelayanan spesialis anak, bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan penyakit kandungan dan spesialis THT. Pada tahun 1984, RSUD Koja ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui peraturan daerah (perda) DKI Jakarta No.1/1984. Pada tahun itu juga direncanakan pemindahan lokasi RSUD Koja ke daerah Sunter karena lokasinya akan terkena proyek perluasan pelabuhan. Rencana itu meyebabkan berkurangnya perhatian PEMDA terhadap sarana fisik dan peralatan yang ada, sehingga mengakibatkan minimnya sarana pelayanan.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Pada tahun 1988 dilakukan peninjauan terhadap rencana pemindahan lokasi. Dari hasil peninjauan tersebut, Dinas Kesehatan sebagai instansi induk mengusulkan kepada PEMDA DKI untuk mengembangkan RSUD Koja di lokasinya yang sekarang. Pada akhir tahun 1991 mulai dilakukan proyek pembangunan gedung baru RSUD Koja. Pembangunan tahap pertama (gedung berlantai 4) selesai pada akhir tahun 1992, sedangkan tahap kedua (gedung berlantai 8) selesai pada akhir tahun 1994. Sejak tahun 1990, secara bertahap dilakukan pengembangan jenis pelayanan spesialistik. Saat ini, di RSUD Koja sudah terdapat berbagai jenis spesialistik. Selain itu, RSUD Koja juga digunakan sebagai lahan pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan berbagai simposium dan seminar, serta sebagai sarana pembinaan kesehatan bagi masyarakat.

4.1.2 Visi, Misi dan Kebijakan Mutu 4.1.2.1 Visi Rumah Sakit Umum Daerah Koja dambaan seluruh masyarakat. 4.1.2.2 Misi Rumah Sakit Umum Daerah Koja melayani dengan sepenuh hati, profesional dan biaya terjangkau. 4.1.2.3 Kebijakan Mutu Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi, RSUD Koja bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang prima menuju Jakarta Sehat Untuk Semua melalui :

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Melaksanakan pelanggan

pelayanan

yang

memuaskan

Mentaati peraturan perundangan dan kebijakan pelayanan kesehatan yang berlaku

Pengembangan Siatem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 secara brkelanjutan guna memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Melakukan Riset, Pengembangan dan Inovasi Pelayanan

Melakukan perbaikan yang terus menerus dan berkesinambungan terhadap kualitas pelayanan

Memelihara dan menngkatkan Pendidikan dan Latihan

4.1.3 Tujuan RSUD Koja Mewujudkan pelayanan yang prima RSUD Koja untuk menyongsong dinamika perubahan tantangan masa mendatang dalam era globalisasi dan otonomi daerah. 4.1.4 Tugas dan Fungsi Tugas dan fungsi RSUD Koja yaitu meyelenggarakan pelayanan medis dan pelayanan penunjang medis serta pelayanan asuhan keperawatan termasuk pelayanan rujukan, pelayanan non medik, pendidikan dan pelatihan. 4.1.5 Organisasi RSUD Koja 4.1.5.1 Status

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

RSUD Koja adalah rumah sakit pemerintah DKI Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Utara yang merupakan rumah sakit kelas B non pendidikan, yang secara organisatoris berada di wilayah Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sedangkan secara teknis operasional mengacu kepada Perda DKI Jakarta No. 74/2009 tentang susunan organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Kesehatan DKI Jakarta. 1.1.5.2 Organisasi Organisasi RSUD Koja adalah Rumah Sakit pemerintah yang memberikan berbagai macam pelayanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, perawatan intensif, tindakan medis, dan penunjang medis.

4.2 Instalasi Farmasi RSUD Koja Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah suatu unit di rumah sakit yang merupakan fasiltas penyelenggaraan kefarmasian di bawah pimpinan seorang farmasis dan memenuhi persyaratan secara hukum untuk mengadakan, meyediakan, dan mengelola seluruh aspek penyediaan perbekalan kesehatan di Rumah sakit Umum Daerah Koja yang secara struktual berada di bawah satuan fungsional. Instalasi Farmasi RSUD Koja sudah menggunakan standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 serta telah diaudit pada bulan juli taun 2008 dan lulus.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

DAFTAR PUSTAKA

Anonim , 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta. http://www.ahlinyalambung.com http://asamurat.acepsuherman.com/obat-herbal/penyebab-penyakit-tukak-lambung/ http://zulliesikawati.wordpress.com/tag/tukak-lambung/ Misnadiarly, 2009, Mengenal penyakit Organ cerna, pustaka Populer Obor, jakarta. Rahardja, Kirana dan Tan Hoan Tjay, 2007, Obat Obat Penting, Edisi Keenam PT, Elex Media Komputindo, Jakarta. Sudoyo, Aru W. Et al, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi keempat jilid I, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dala FKUI, Jakarta Yuliarti, Nurheti, 2009, Maag Kenali, Hindari, dan Obati, Andi, Yogyakarta.

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012

Jurusan Farmasi Poltekkes Jkt II 2012