Anda di halaman 1dari 17

PROPOSAL

PROGRAM RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT (P R P T R)

NAMA LEMBAGA PENGUSUL :

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) SALUYU

KP. WATES RT. 04/ RW. 02 DESA SUKALUYU KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG PROPINSI JAWA BARAT

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN)

SALUYU
DESA SUKALUYU - KECAMATAN PANGALENGAN - KABUPATEN BANDUNG
Alamat : Kp. Wates RT. 04/ RW. 02, Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Telepon/ HP. : 085 320 872 173 - E-mail : saluyu_gpktn@yahoo.com

Nomor Perihal

: . : PERMOHONAN BANTUAN DANA

Kepada, Yth. : Gubernur Jawa Barat melalui Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Di tempat.

Lampiran : 1 (satu) berkas

Dengan hormat, Salam sejahtera, semoga Alloh SWT. Selalu melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua. Sejalan dengan program penguatan struktur agribisnis pertehan menuju pengembangan sektor perkebunan dan pengembangan komoditi lain dalam lingkungan perkebunan, maka kami Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU yang berlokasi di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat, dengan kegiatan usaha utama perkebunan teh rakyat, mencoba melakukan segala upaya dalam mencapai kondisi perkebunan seperti tujuan program di atas. Namun perubahan peningkatan manajemen serta pengembangan perkebunan teh kami rasakan mengalami hambatan, hanya dengan menggunakan pembiayaan yang berasal dari swadaya petani saja. Maka atas dasar tersebut kami mengajukan permohonan bantuan dana untuk kegiatan peningkatan perkebunan teh sebesar Rp. . (dengan hurup), sesuai Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang terlampir, dan akan digunakan sesuai dengan ketentuan / peraturan yang berlaku. Demikian permohonan ini kami sampaikan, terimakasih atas perhatian serta persetujuannya. Pangalengan, . Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU

H. BIBIN RUBINI. Ketua.

DADANG KURNIAWAN Sekretaris.

Tembusan disampaikan kepada Yth.: Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung.

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL


Nama Pengusul Nama Lembaga Pengusul Lama Berdirinya Lembaga Alamat : H. BIBIN RUBINI (KETUA) DADANG KURNIAWAN (SEKRETARIS) : Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU : 6 (enam) tahun : Kampung Wates RT. 04/ RW. 02 Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat No. Telepon/ HP. E-mail Kegiatan yang diajukan Bandung,.. Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU : 085 320 872 173 : saluyu_gpktn@yahoo.com : RESTRUKTURISASI

PERKEBUNAN TEH RAKYAT

H. BIBIN RUBINI. Ketua.

DADANG KURNIAWAN Sekretaris.

Mengetahui/ mengesahkan : Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung

PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEGIATAN


Yang bertandatangan di bawah ini : 1. Nama Tempat/ tanggal lahir Lembaga Pendidikan Jabatan Alamat : Ketua : . No. Telepon/ HP. 2. Nama Tempat/ tanggal lahir Lembaga Pendidikan Jabatan Alamat : . : DADANG KURNIAWAN : Bandung, .. : Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU : .. : Sekretaris : .. .. : H. BIBIN RUBINI : Bandung, : Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU : .

.. No. Telepon/ HP. E-mail : 085 320 872 173 : saluyu_gpktn@yahoo.com

Beserta para Ketua Kelompok Tani dan anggota menyatakan : BERSEDIA MELAKSANAKAN KEGIATAN RESTRUKTURISI PERKEBUNAN TEH RAKYAT Dengan melampirkan data/ persyaratan yang benar dan sah, serta menyatakan bahwa usulan kegiatan ini tidak menggunakan atau memanpaatkan sumber dana pihak lain. Dibuat di : Sukaluyu Pada tanggal : .. Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU

H. BIBIN RUBINI. Ketua.

DADANG KURNIAWAN Sekretaris.

Mengetahui/ mengesahkan : Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung

DAFTAR ISI
Halaman

Daftar Isi Kata Pengantar BAB I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Permasalahan C. Nama Kegiatan D. Ringkasan Kegiatan E. Maksud dan Tujuan F. Hasil yang diharapkan ii

BAB II. KEADAAN UMUM WILAYAH KECAMATAN PANGALENGAN A. Peta Politik B. Sumber Daya Alam C. Keadaan Iklim D. Deskripsi Umum Lokasi Kegiatan BAB III. PROFIL GAPOKTAN A. Legalitas Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU B. Struktur Pengurus

BAB IV. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA A. Rencana Usaha GAPOKTAN B. Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Anggaran Biaya C. Analisa Dampak Pelaksanaan Kegiatan D. Pelaksana Kegiatan E. Waktu dan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan BAB V. KESIMPULAN LAMPIRAN-LAMPIRAN

KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmaanirrohim. Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT. Atas rahmat serta ridho-Nya, pembuatan/ penyusunan Proposal Kegiatan GAPOKTAN ini dapat kami selesaikan. Sebagai lembaga gabungan dari kelompok tani yang beranggotakan para petani teh rakyat di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, kami menyambut baik dan ingin berperan serta dalam PROGRAM RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT yang di canangkan oleh Gubernur Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Barat. Dengan adanya program ini, mudah-mudahan perkembangan kekuatan petani teh rakyat yang sudah berkelompok dan bergabung dalam Gabungan Kelompok Tani, meningkatkan pengembangan sektor perkebunan teh rakyat, sehingga agribisnis teh serta penggalian/ pengembangan komoditi perkebunan lainnya menuju skema manajemen estate, yaitu penggabungan lingkup kegiatan budidaya, peternakan (sapi) dan pengolahan teh terlaksana di Propinsi Jawa Barat secara umum, dan secara khusus dengan harapan besar terlaksana di wilayah Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan melalui Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU. Ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Bandung dan Bapak Gubernur Jawa Barat atas pertimbangan/ persetujuan serta realisasi proposal rencana usulan kegiatan pengembangan ini. Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu selesainya pembuatan/ penyusunan proposal ini baik saran maupun tindakan, kami sampaikan terimakasih. Sukaluyu, . Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU

H. BIBIN RUBINI. Ketua.

DADANG KURNIAWAN Sekretaris.

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Keadaan geografis Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi merupakan wilayah yang cocok dan subur untuk tanaman teh. Ini dibuktikan adanya perkebunanperkebunan teh besar milik negara di wilayah Kabupaten Bandung khususnya. Namun bukan hanya perkebunan-perkebunan Negara saja yang membudidayakan/ menanam teh. Masyarakat secara perorangan pun banyak yang memiliki lahan dengan ditanami teh. Kelompok masyarakat ini yang merupakan pelaksana perkebunan-perkebunan teh milik rakyat. Dengan 3 (tiga) juta orang pelaku usaha agribisnis pertehan yang terlibat di Jawa Barat, ini merupakan potensi bagi kontribusi pendapatan devisa dari sektor pertanian/ perkebunan (industry hilir). Aktifitas pertehan pun merupakan budaya masyarakat Jawa Barat. Teh Jawa Barat memiliki kandungan polifenol (anti oksidan) tertinggi di dunia sehingga diminati pasar. Polifenol 100 kali lebih kuat dibanding vitamin C, dan 25 kali lebih kuat dibanding vitamin E, bahkan lebih tinggi daripada buah dan sayuran. Banyak kegunaan teh selain untuk kesehatan, bahan industri pangan untuk minuman dan makanan, juga fungsi lain sebagai bahan untuk perawatan kebersihan furniture. Kecamatan Pangalengan serta masyarakatnya tidak bisa dilepaskan dari cerita serta perkembangan pertehan di Jawa Barat mulai dari dirintisnya penanaman teh di wilayah dataran tinggi Pangalengan oleh Belanda dulu. Selain terkenal dengan petani sayurnya, sebagian petani Pangalengan pun menanami lahan pribadi ataupun bekerjasama dengan pemilik lahan lainnya mengembangkan budidaya tanaman teh. Perbedaan sistem pengolahan dan pemasaran dengan produk pertanian sayuran, membuat para petani teh rakyat lebih memerlukan fasilitas yang lengkap dan sistem yang terorganisir sehingga pengembangan perkebunan teh rakyat dapat berjalan sesuai tujuan peningkatan yang diharapkan. Hal inilah yang mendasari keperluan akan wadah pembinaan serta penjamin keberlangsungan program kegiatan para petani teh untuk menjalankan program-program pengembangannya. Di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan yang merupakan salah satu desa dengan jumlah petani teh rakyat terbanyak di Kecamatan Pangalengan, telah melakukan kegiatan penguatan kelembagaan bagi para petani teh dengan cara pembentukan kelompok-kelompok tani teh, kemudian untuk kesinambungan serta teraturnya sistem dilanjutkan dengan penggabungan kelompok-kelompok ini dalam wadah Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dengan nama GAPOKTAN SALUYU yang dibentuk pada tahun 2006.

B. Permasalahan

Pada umumnya kondisi perkebunan teh rakyat di wilayah Kecamatan Pangalengan, khususnya di Desa Sukaluyu yang dikelola oleh rakyat secara teknis masih memiliki potensi produksi yang baik apabila sistem peremajaan tanaman teh serta pengolahan pasca panen dengan penggunaan fasilitas alat yang layak dapat dilakukan. Namun dengan keterbatasan biaya/ modal yang dimiliki petani juga lembaga GAPOKTAN, rencana-rencana kegiatan untuk pengembangan perkebunan teh rakyat ini mengalami hambatan. Terbukanya peluang pasar yang baik, tidak dapat diimbangi dengan penyediaan produk teh yang berkualitas, karena berkurangnya hasil panen dengan sebab tingginya prosentase tanaman teh tua yang perlu peremajaan. Hal lain yang menyebabkan lambatnya ketersediaan produk teh siap pasar ini adalah belum tersedianya sarana serta prasarana gudang atau pabrik pengolahan teh yang baik dengan fasilitas alat/ mesin pengolah yang menghasilkan serta mempercepat proses penyediaan teh yang berkualitas baik. Dengan kondisi tersebut, secara otomatis para petani, kelompok tani serta GAPOKTAN masih melakukan kegiatan dengan sistem dan fasilitas yang ada namun tetap mencari cara untuk pengembangan perkebunan teh rakyat dalam naungan kelompok tani dan GAPOKTAN. Salah satu cara untuk menambah pendapatan di luar produksi teh serta pengolahan adalah mulai mencari kegiatan usaha lain dalam lingkup perkebunan, namun tetap saling berhubungan serta saling menguntungkan bagi proses pelaksanaan kegiatan-kegiatan usahanya. Inipun ternyata memerlukan tambahan biaya, dan modal yang ada belum mampu menopang pelaksanaan rencana kegiatan, sehingga otomatis pembiayaan dari sumber lain terutama sumber biaya dari pemerintah melalui program dinas terkait bagi pengembangan perkebunan teh rakyat sangat kami harapkan.
C.

Nama Kegiatan
Nama kegiatan yang merupakan usulan dalam proposal ini adalah : PROGRAM RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT

D.

Ringkasan Kegiatan
Saat ini areal lahan yang digunakan untuk perkebunan teh rakyat di Desa Sukaluyu seluas....... (..................) Hektar. Lahan ditanami terdiri dari lahan milik pribadi, lahan sewa ke..................... Sebelum terbentuknya kelompok tani teh rakyat yang kemudian tergabung dalam GAPOKTAN, pengelolaan serta pemeliharaan perkebunan teh dilakukan dengan kemampuan dasar tradisional yang turun temurun dari pendahulu. Tidak ada inovasi teknis dalam pemeliharaan maupun pengolahan apalagi pemasaran, melalui acuan standar yang layak dijadikan referensi bagi petani teh. Namun setelah terbentuknya kelompok tani, kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan GAPOKTAN, proses penerapan pengetahuan tentang pemeliharaan serta pengolahan teh, juga penataan sistem pemasaran mulai dilakukan. Kondisi tanaman teh pun belum mendapat perhatian secara serius, namun dengan komitmen penggalangan modal yang dilakukan di kelompok juga GAPOKTAN dari simpanan para petani yang dikelola dengan sistem simpan pinjam, pelaksanaan sebagian peremajaan tanaman teh milik anggota dapat dilaksanakan meskipun prosentase peremajaannya kecil. Produksi teh yang dihasilkan oleh para petani masih diolah secara tradisional dengan menggunakan fasilitas sederhana serta belum lengkap, sehingga peningkatan kualitas juga kecepatan pengolahan teh siap pasar mengalami hambatan. Potensi lahan perkebunan yang ternyata tidak semua bisa ditanami pohon teh, digunakan oleh petani untuk memelihara atau dijadikan sumber pakan hijau (rumput) bagi ternak-ternak peliharaan petani, bagi sebagian petani yang memiliki peliharaan ternak. Namun tambahan pendapatan petani dari sumber lain yaitu dengan cara memelihara ternak tidak bisa dilakukan oleh semua anggota ataupun

kelompok, karena tidak tersedianya sumber modal lain untuk pengembangan usaha ternak yang ternyata bisa termudahkan dalam penyediaan pakan, khususnya hijauan (rumput) yang tersedia dengan adanya lahan perkebunan. Berdasarkan uraian kegiatan para petani teh rakyat, kelompok serta GAPOKTAN diatas, maka kami Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU yang berlokasi di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, mengajukan proposal permohonan bagi kegiatan PROGRAM RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT untuk pengembangan sektor perkebunan, penyelamatan agribisnis teh, serta pengembangan komoditi perkebunan lainnya sebagai sumber pendapatan petani. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan nantinya tercipta perubahan struktur manajemen pengelolaan teh rakyat dengan skema manajemen estate, melalui penerapan manajerial yang utuh dan profesional yang dapat mengelola pembinaan, pengorganisasian, inovasi usaha perkebunan, penciptaan sarana/ prasarana penunjang pengolahan teh sehingga meningkatkan pertumbuhan kesejahteraan petani teh rakyat. Kegiatan peremajaan tanaman teh, menjadi penopang persediaan produk teh yang cukup dan berkualitas baik. Hal ini menjadi keuntungan dan kemudahan bagi petani dan lembaga dalam merancang program serta sistem pemasaran yang baik. Kegiatan penataan dan penyediaan sarana/ prasarana tempat menampung hasil produksi juga sarana bagi pengolahan teh, mempermudah pengorganisasian sumber daya manusia serta pengorganisasian jadwal pengolahan, sehingga efisiensi juga keefektipan proses pengolahan dapat tetap terjaga dan secara umum menunjang pada sistem pemasaran kemudian akhirnya meningkatkan pendapatan petani juga lembaga. Kemudian pemanpaatan potensi lahan perkebunan yang tidak terdapat tanaman teh untuk penyedian pakan hijau sebagai sumber pakan ternak, menjadi sumber pendapatan baru/ tambahan dan menguntungkan bagi petani teh rakyat dan lembaga khususnya ataupun warga masyarakat sekitar. Terciptanya perkebunan teh rakyat seperti gambaran rencana kegiatan di atas, dengan sarana/ prasarana yang lengkap, dikelola dengan manajemen yang baik serta profesional akan mendorong percepatan pengembangan perkebunan serta menciptakan iklim usaha yang baik melalui pelaksanaan usaha hulu maupun usaha hilir yang berbasis budidaya tanaman teh.
E.

Maksud dan tujuan


Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT ini adalah : 1. Perubahan struktur manajemen perkebunan teh rakyat menuju terbentuknya lembaga pengelola perkebunan yang baik 2. Peningkatan produksi dan kualitas teh melalui peremajaan tanaman teh rakyat 3. Terciptanya jenis usaha lain yang saling berkaitan dalam area perkebunan, lengkap memilki alur usaha dari hulu ke hilir dengan berbasis tanaman teh Sedangkan secara umum tujuan yang ingin dicapai adalah kokohnya lembaga penghimpun para petani teh rakyat, baik kelompok tani atapun lebih luas GAPOKTAN yang bisa memfasilitasi penyebaran pengetahuan, penyediaan sarana juga prasarana pengolahan yang lengkap, serta mengorganisir kegiatan teknis usaha-usaha perkebunan sampai pada pemasaran yang stabil dan berpihak pada petani.

F.

Hasil yang diharapkan Harapan akan hasil apabila kegiatan ini terealisasi antaralain: 1. Meningkatkan pendapatan petani teh rakyat 2. Membuka peluang usaha baru berbasis perkebunan teh rakyat 3. Menyerap banyak tenaga kerja di desa, sehingga menekan urbanisasi

4. Meningkatkan kualitas teh produksi Jawa Barat sehingga tetap paling baik di pasaran dunia 5. Mempertahankan keberlangsungan proses konservasi tanah, air serta lingkungan pegunungan, sehingga membantu dalam penanggulangan bencana yang diakibatkan oleh rusaknya lingkungan.

BAB II. KEADAAN UMUM WILAYAH KECAMATAN PANGALENGAN A. Keadaan Politik


Kecamatan Pangalengan mempunyai letak geografis yang sangat baik, serta memiliki potensi berkembang menjadi Kecamatan yang maju dibidang Agribisnis. Dengan jarak 30 (tiga puluh) kilometer dari pusat kota kabupaten, memiliki 13 desa dengan jarak ke desa terjauh 13 (tiga belas) kilometer, dan jarak desa terdekat 0.5 (setengah) kilometer. Kecamatan Pangalengan merupakan wilayah paling selatan dari Kabupaten Bandung, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Adapun batas wilayah Kecamatan Pangalengan adalah sebagai berikut : Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Penduduk merupakan sumber daya potensial dalam rangka pembangunan di berbagai bidang, dan sebagian besar penduduk Kecamatan Pangalengan adalah petani yang merupakan potensi bagi pengembangan bidang pertanian, baik pertanian sayur, holtikultura, ataupun perkebunan. Sampai akhir Desember tahun 2012 jumlah penduduk Kecamatan Pangalengan ............. orang, laki-laki ..................orang .............................. KK. Situasi dan kondisi masyarakat Kecamatan Pangalengan dilihat dari aspek politik sangat kondusif. Hal ini ditunjukan dengan tingginya kekeluargaan serta kebiasaan gotong royong yang masih terjaga dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, tidak pernah terjadi konflik politik maupun sara. B. Sumber Daya Alam dan keadaan iklim Luas lahan di Kecamatan Pangalengan adalah 27.294 hektar, dengan pemanpaatan untuk lahan pertanian cukup luas selain yang pemukiman. Jenis pertanian yang dilakukan terdiri dari pertanian untuk sayuran pangan, holtikultura, perkebunan. Tingkat (pH) tanah di Pangalengan bervariasi antara masam 4,5 sampai basa 5,7, dengan ketinggian tanah antara 1000 meter sampai dengan 1524 meter di atas permukaan laut. Curah hujan 1.500 2.400 mm/ tahun. perempuan .......................orang, dengan jumlah Keluarga sebanyak

C. Deskripsi Umum Lokasi Kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat.

Desa Sukaluyu adalah salahsatu dari 13 desa di wilayah Kecamatan Pangalengan, berjarak sekitar 10 km dari pusat kecamatan, berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut di sebelah selatan. Pertanian budidaya teh atau lebih dikenal dengan perkebunan teh di desa Sukaluyu sudah berkembang sejak jaman Belanda sebelum Indonesia merdeka. Letak geografis yang berada di dataran yang tinggi serta cocok untuk tanaman teh, menarik minat perintis penanam teh dari Belanda untuk membuat perkebunan teh di dataran yang sekarang menjadi desa Sukaluyu. Hinggga sekarang di desa Sukaluyu pun berdiri Perkebunan Teh milik negara yaitu Perkebunan Teh Nusantara 8. Dari 12 desa lainnya di wilayah Kecamatan Pangalengan, hanya desa Sukaluyu yang sebagian besar penduduknya melakukan budidaya penanaman teh. Hal ini di karenakan masih luasnya lahan produktif diluar pemukiman milik penduduk yang cocok untuk tanaman teh khususnya, serta budaya turun temurun yang di wariskan untuk menanami lahan diluar perkebunan milik negara dengan tanaman teh. Di desa Sukaluyu terdapat ............ (...............) orang petani teh, dan mereka tergabung kedalam .................(......................) kelompok tani teh, serta kelompok tani ini berhimpun dalam 1 (satu) Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), yaitu GAPOKTAN SALUYU.

BAB III. PROFIL Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)


A. Legalitas dan Kedudukan Nama GAPOKTAN Alamat Kantor : SALUYU : Kp. Wates RT.04/ RW. 02 Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat No. Telepon/ HP. E-mail Waktu Pendirian Pengukuhan Rekening : : Rekening Bank BRI Unit Pangalengan : : saluyu_gpktn@yahoo.com : tanggal 15 Oktober 2006

No. Rekening 3469-01-015861-53-3 Atas nama ................................... Jumlah Kelompok Tani Binaan Nama Kelompok Tani Binaan dan Jumlah Anggota : 1. SAWARGI (22 anggota) (30 anggota) 2. GIRIMUKTI 1 (30 anggota) 3. GIRIMUKTI 2 4. BATU BELANG MEDAL (22 anggota) 5. BUKIT RAHAYU (38 anggota) Pengalaman Bidang Usaha yang Berjalan Rencana bidang Usaha Asset yang dimiliki : : : : : 5 (lima) kelompok tani

B. Kepengurusan GAPOKTAN SALUYU Ketua Sekretaris Bendahara Bidang : H. BIBIN RUBINI : DADANG KURNIAWAN : AMIR SARIPUDIN :

BAB IV. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA


A. Rencana Usaha GAPOKTAN Peluang serta kebutuhan akan teh dalam negeri maupun luar negeri saat ini sangat besar. Menurut analisa data di pasaran, konsumsi dalam negeri saat ini meningkat permintaannya sebesar + 75.000 ton per tahun, sedangkan permintaan luar negeri bertambah sebesar + 110.000.000 ton per tahun. Untuk menyikapi keadaan ini, maka produksi yang cukup dengan kualitas teh yang baik semestinya tetap tersedia. Perkebunan teh, khususnya perkebunan teh rakyat selain perkebunan teh milik negara yang sudah teratur pola pemeliharaan serta perawatannya harus memiliki manajerial yang stabil dalam pelaksanaan kegiatan produksi sampai pada pengolahannya. Berdasarkan analisa tersebut di atas, kami GAPOKTAN SALUYU yang notabene anggota petaninya penggarap perkebunan teh, ingin perkebunan teh rakyat dalam lingkup pengelolaan manajerial GAPOKTAN dan Kelompok tetap stabil dapat menjaga kesediaan produksi

sesuai kapasitas permintaan pasar yang datang, kemudian secara umum menjadi bagian dari kesiapan Propinsi Jawa Barat dalam memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri. Untuk melaksanakan misi tersebut, kegiatan peremajaan tanaman teh di GAPOKTAN mesti terjadi secara kesinambungan. Penguatan lembaga GAPOKTAN dengan penyediaan sarana/ prasarana yang lengkap serta layak untuk menunjang kegiatan operasional lembaga dalam mengelola petani mutlak di butuhkan. Dengan pola peremajaan yang teratur karena mulai terjadwalnya sistem oleh lembaga bersama-sama POKTAN dan anggota, mudah-mudahan meningkatkan pendapatan petani teh rakyat dalam pengelolaan kami, dan secara umum meningkatkan kestabilan lembaga dan fasilitasnya. Dari konsisi tersebut, kami pun memiliki rencana untuk menggali potensi lain dengan adanya area perkebunan, sehingga tercipta jenis-jenis usaha yang berkaitan berbasis tanaman teh. Rencana pemanpaatan area kebun sebagai sumber tanaman hijau berupa rumput sebagai sumber pakan hijau makanan ternak, memotivasi GAPOKTAN untuk mengembangkan usaha peternakan sapi yang dikelola bersama oleh GAPOKTAN bersama POKTAN juga anggota. Kegiatan-kegiatan di atas, secara langsung ataupun tidak langsung berarti menjadi nilai tambah penghasilan bagi GAPOKTAN dan petani sehingga pelaksanaan kegiatan usaha makin berkembang. Gambaran rencana usaha serta rencana kebutuhan biaya untuk pelaksanaan kegiatan usaha GAPOKTAN yang akan dikelola adalah sebagai berikut :

B. Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Anggaran Biaya 1. Rencana Usulan Kegiatan

2. Rencana Anggaran Biaya

C. Analisa Dampak Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan yang dikelola oleh GAPOKTAN diharapkan sebesar-besarnya mempunyai dampak yang baik bagi lingkungan serta kehidupan masyarakat sekitar. Beberapa dampak baik yang diharapkan antaralain : 1. Dampak bagi penyerapan tenaga kerja : kegiatan usaha yang dimulai dengan strukturisasi manajemen, kemudian penyedian kelengkapan fasilitas pengolahan teh, proses peremajaan tanaman teh sampai pada pengembangan unit usaha peternakan yang memanpaatkan area perkebunan, secara langsung membutuhkan persiapan jumlah sumber daya manusia yang banyak. Mulai dari yang memiliki kemampuan administrasi, kemampuan sipil, serta pelaksana pembantu teknis yang nantinya disesuaikan dengan kondisi pekerjaan yang ada yang tidak bisa ditanggulangi oleh pengelola GAPOKTAN ataupun oleh petani teh anggota POKTAN. 2. Dampak untuk lingkungan : penerapan sistem yang coba terorganisir melalui pola pengaturan manajerial yang baik, ini akan berimbas pada pemeliharaan perkebunan yang mudah serta efektip. Sehingga konsentrasi perhatian terhadap lingkungan alam sekitar juga lebih mudah, dan penjagaan terhadap gejala-gejala akan gangguan terhadap alam akan cepat terdeteksi. Perkebunan teh khususnya yang dikelola oleh rakyat dalam keadaan baik, maka lingkungan sekitar terjaga bidang konservas tanahnya, mempertahankan hidroologis, sebagai area penangkap/ penyerap air hujan sekaligus membantu dalam penyimpanan air dalam tanah, serta berperan besar dalam penanggulangan banjir dan longsor. 3. Dampak bagi pendapatan petani teh : terlaksananya kegiatan usaha dari hulu ke hilir yang berbasis tanaman teh, langsung ataupun tidak langsung akan menambah pendapatan/ penghasilan petani dibandingkan sebelumnya. Kegiatan yang teratur, efisien serta epektif akan mengurangi timbulnya biaya operasional yang terlalu tinggi, sehigga secara otomatis pengurangan pos biaya akan terjadi dan laba yang didapat akan lebih tinggi juga. Hal lain, dengan pelaksanaan kegiatan usaha peternakan menjadi sumber pendapatan baru menambah pendapatan dulu yang hanya dari hasil perkebunan teh. Dengan peningkatan pendapatan, kesejahteraan petani teh rakyat khususnya, serta masyarakat sekitar pun akan meningkat pula. 4. Dampak terhadap sosial dan ekonomi : dinamisnya kegiatan usaha yang menyerap banyak sumber daya manusia, secara langsung ataupun tidak langsung mengurangi jumlah pengangguran, dan secara sosial mengikis kesenjangan yang biasa terjadi. Secara ekonomi, peningkatan pendapatan pun tidak justru menghambat inovasi serta kreativitas petani juga masyarakat sekitar, namun dari

kondisi dinamis serta beranekaragamnya kegiatan usaha, menjadi motivasi untuk menggali usaha baru yang saling berkaitan namun tidak lepas dari basis yang sudah terlaksana. D. Pelaksana Kegiatan

E. Waktu dan Jadwal pelaksanaan Kegiatan

BAB V. KESIMPULAN

Petani yang diusulkan akan mengikuti kegiatan program ini adalah petani teh rakyat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU dengan jumlah Kelompok Tani binaan sebanyak 5 Kelompok Tani yaitu : POKTAN SAWARGI, POKTAN GIRIMUKTI 1, POKTAN GIRIMUKTI 2, POKTAN BATU BELANG MEDAL, dan POKTAN BUKIT RAHAYU dengan jumlah keseluruhan anggota sebanyak 142 (seratus empat puluh dua) orang. Demikian proposal PROGRAM RESTRUKTURISASI PERKEBUNAN TEH RAKYAT ini kami sampaikan, terimakasih atas waktu serta perhatiannya. Semoga perkembangan perkebunan teh rakyat sebagai aset Propinsi Jawa Barat tercapai sesuai harapan bersama, amin. Sukaluyu, ....................................... Pengurus Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) SALUYU

H. BIBIN RUBINI. Ketua.

DADANG KURNIAWAN Sekretaris.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Daftar Kelompok Tani beserta anggota 2. Surat Ijin Bupati tentang Ijin Gangguan 3. Nota Kesepakatan dengan lembaga pertehan

4. AD/ ART GAPOKTAN 5. Berita Acara Pendirian/ pembentukan GAPOKTAN 6. Surat Keterangan Domisili 7. Keputusan Bupati tentang Pengukuhan GAPOKTAN 8. Dokumentasi Kegiatan Usaha GAPOKTAN

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN)

SALUYU
DESA SUKALUYU - KECAMATAN PANGALENGAN - KABUPATEN BANDUNG
Alamat : Kp. Wates RT. 04/ RW. 02, Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Telepon/ HP. : 085 320 872 173 - E-mail : saluyu_gpktn@yahoo.com

ANGGARAN DASAR (AD)


GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) SALUYU
BAB I

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) ini bernama SALUYU, berkedudukan di Kampung Wates RT. 04, RW. 02 Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat.