Anda di halaman 1dari 531

Banten in Figures

BANTEN DALAM ANGKA 2008 BANTEN IN FIGURES 2008 ISBN Katalog BPS/BPS Catalogue Uk uran buku/Book size Jumlah halaman/Number of pages Naskah/Manuscript : 978-979-1 426-10-7 : 1102001.36 : 6,5 x 8,5 : 392 + lxxx : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten BPS Statistics of Banten Province : Bidang Integrasi Pengolahan Dan Disem inasi Statistik Integration of Processing and Statistical Dissemination Division : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten BPS Statistics of Banten Province Gambar kulit/Book cover Diterbitkan oleh/Published by Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya. May be cited with reference to the source.

PETA ADMINISTRASI PROPINSI BANTEN ADMINSTRATION MAP OF BANTEN PROVINCE

LAMBANG PROVINSI BANTEN LOGO OF BANTEN PROVINCE

Arti Lambang BENTUK, UKURAN DAN ARTI LAMBANG PROPINSI BANTEN Lambang daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau, didalamnya terdapat g ambar unsur-unsur lambang dan tulisan BANTEN, serta didesain pita berwarna kuning dengan tulisan IMAN TAQWA . Lambang daerah terdiri dari 2 (dua) bagian perincian sebagai berikut : a. Bentuk Gambar terdiri dari : 1. 2. Kubah Mesjid, melambangkan kultur masyarak at Banten yang agamis. Bintang Ilahi, Pengejawantahan Pancaran Semangat Keyakina n yang menyinari seluruh jiwa masyarakat Banten 3. Menara Mesjid Agung Banten be rtingkat dua berwarna putih dengan Memolo berwarna merah, menjulang tinggi ke an gkasa, melambangkan masyarakat Banten mempunyai semangat yang tinggi untuk mewujudkan masyarakat madani, serta adanya tujuan mulia yang senantiasa berpedom an pada petunjuk Allah Swt, Menara Mesjid Agung juga melambangkan Budaya dan His toris Banten yang kokoh pada pendirian zaman kesultanan. 4. Gapura kaibon berwar na putih, melambangkan Daerah Propinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban du nia dan pintu gerbang perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi. 5. Padi berwa rna kuning berjumlah 17 (tujuh belas) dan kapas berwarna putih berjumlah 8 (dela pan) tangkai, 4 (empat) kelopak berwarna coklat, 5 (lima) kuntum bunga melambang kan Propinsi Banten merupakan daerah agraris yang cukup sandang, pangan, jumlah padi dan kapas menunjukkan hasil Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Banten Dalam Angka 2008 vii

Arti Lambang 6. Gunung berwarna hitam, melambangkan kekayaan sumber daya alam dan tekstur tanah yang agak bergelombang tidak merata terdiri dari dataran rendah dan pegunungan. 7. Badak Bercula Satu berwarna hitam, adalah satwa langka satu-satunya yang dilindu ngi dunia, melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakan kebenar an dan dilindungi oleh hukum. 8. Laut berwarna biru dengan gelombangnya yang berwarna putih berjumlah 17 (tujuh b elas) melambangkan daerah maritim yang kaya dengan potensi lautnya, mencerminkan historis dan peluang ke depan Banten sebagai Bandar Samudera Perdagangan Intern asional serta mengandung makna kedalaman jiwa, keluasan wawasan dan pandangan, muara tempat berlindungnya masyarakat Banten. 9. Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10 (sepuluh), melambangkan orientasi semangat kerja pembangun an serta menunjukkan sektor industri. 10. Dua garis Marka, Landasan Pacu Bandara Soekarno Hatta berwarna putih dan 3 (tiga) Lampu Pemandu (Beacon Light) berbent uk bulatan berwarna kuning melambangkan pemacu semangat untuk mencapai cita-cita . Makna yang terkandung dalam angka 8 (delapan), 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh) m empunyai arti lahirnya Propinsi Banten yang ditetapkan dan diundangkannya Undang -undang Nomor 23 tahun 2000, tentang pembentukan Propinsi Banten, pada tanggal 1 7 Oktober 2000. 11. Pita berwarna kuning sebagai pengikat, melambangkan betapa i ndah dan kuatnya ikatan persatuan dan kesatuan dalam integritas dan heteroginita s masyarakat Banten. 12. Semboyan Lambang daerah IMAN TAQWA sebagai landasan pemba ngunan (Darussalam). Banten Dalam Angka 2008 menuju Banten Mandiri, maju dan sejahtera viii

Arti Lambang b. Makna Warna Lambang : 1. 2. 3. Warna merah, melambangkan keberanian yang dida sari kebenaran. Warna putih, melambangkan kesucian, kebijaksanaan dan kearifan. Warna Kuning, melambangkan Kemuliaan, warna jiwa, lambang cahaya dan kebahagiaan , lambang kejayaan dan keluhuran budi. 4. 5. 6. Warna hitam, melambangkan ketegu han, kekuatan dan ketabahan hati. warna abu-abu, melambangkan ketabahan. Warna b iru, melambangkan kejernihan, warna laut melambangkan kedamaian, ketenangan. 7. 8. Warna hijau, melambangkan kesuburan. Warna coklat, melambangkan kemakmuran. Banten Dalam Angka 2008 ix

Arti Lambang SHAPE, SIZE, AND THE MEANING OF BANTEN PROVINCE SYMBOLS Regional symbols has shape a shield with intrinsic green, inside the symbols has picture of element and autograph BANTEN and at the yellow tape has autograph IMAN TAQWA. Regional Symbols have 2 (two) part: a. Shape of picture: 1. 2. Dome of Mos que; typify of Banten people that religious. Star of God, express the spirit tha t shining the soul of Banten people. 3. Great tower of Mosque of Banten with two terrace, express Banten people have highest spirit to realize madani people, an d objective which always constantly with percept Allah Swt. The tower of mosque also typify culture and history of Banten that staple at opinion of kingdom era (kesultanan) 4. White Kaibon Stone, typify of Banten Province area is the first port of world culture and economic, and international traffic to global era. 5. 17 yellow paddys and 8 white cottons, typify Banten Province is an agriculture ar ea that adequate, cloths, food, amount of paddys and cottons evince outcome decla ration of Republic of Indonesia, August 17, 1945. 6. Black grey mountain, typify the natural resources and texture of land that quite surge legible prevail. 7. One-horned rhinoceros is the one of wild animal whose protected in the world, ty pifies the people never surrender in justice the trough and protected by the law . Banten Dalam Angka 2008 x

Arti Lambang 8. Blue ocean with 17 white long wave, typify marine area that affluent of ocean re sources reflects the history and advantage in the future of Banten as a port of international trade. 9. 10 grey of gear, typify orientation of working spirit and evince industries sect ors. 10. 2 line mark, runways of Soekarno Hatta airport with colored white, and 3 Bea con light with colored yellow, typify basic spirit for gain aspire. The number o f 8, 9, and 10 have meaning of institution of Banten Province has ever born at O ctober 17, 2000 that legitimated with Act Number 23 year 2000. 11. Yellow tape a s a union, typify as mansion as beauty and tightly of unity of integrate and het erogeneous of Banten people. 12. Word of symbols IMAN TAQWA as anvil foundation to gain Banten, onward and welfare (Darussalam). b. The meaning of symbol colors. 1. 2. 3. Red, typify courage base on by the truth. White, typify the purificatio n, wise and tactful. Yellow, typify distinction, symbol of shine and happiness, glory and intelligent. 4. 5. 6. Black, typify strengthen, strongly and resoluten ess. Grey, typify firmness Blue, typify clarity, ocean color are symbol of recon cilement and calm. 7. 8. Green, typify fertile. Brown, typify prosperity Banten Dalam Angka 2008 xi

Arti Lambang Banten Dalam Angka 2008 xii

Hj. RATU ATUT CHOSIYAH GUBERNUR BANTEN

H. MOHAMMAD MASDUKI WAKIL GUBERNUR BANTEN

KATA SAMBUTAN GUBERNUR BANTEN Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Provins i Banten terbentuk pada bulan Oktober 2000 merupakan provinsi yang tergolong mud a di Indonesia. Untuk itu penerbitan publikasi Banten Dalam Angka (BDA) 2008 men jadi sangat penting dan bermanfaat dalam melihat potensi yang dimiliki serta kem ajuan yang telah dicapai. Oleh karena itu penerbitan buku ini harus mendapat duk ungan semua pihak. Publikasi ini bukan saja bermanfaat bagi perencanaan pembangu nan, namun juga bagi para peneliti, investor dan pengguna lainnya. Mengingat kes inambungan penyajian buku ini dari tahun ke tahun perlu dijaga, maka saya menghi mbau kepada semua pihak untuk menggunakan data pada Banten Dalam Angka 2008 ini sebagai acuan pengambilan kebijakan. Buku ini agar digunakan sebagai rujukan, ka rena data bersumber dari berbagai instansi dan lembaga di Banten. Akhirnya, saya mengharapkan agar kegiatan pengumpulan data di setiap aspek pembangunan lebih d itingkatkan lagi. Pemerintah senantiasa berkepentingan memiliki data yang benar untuk diinformasikan kepada masyarakat dan instansi yang memerlukannya. Terima k asih saya ucapkan kepada BPS Provinsi Banten yang telah mewujudkan terbitan ini. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Serang, September 2008 Gubernur Banten, Hj. RATU ATUT CHOSIYAH Banten Dalam Angka 2008 xv

GOVERNOR OF BANTEN FOREWORD The province of Banten has been formed at October 2000. We have many challenges to be faced for making of Banten peoples welfare becoming much better. Therefore, the publication of Banten in Figures 2008 is very important and useful to find out the potential that Banten has, and evaluating the progress that has been ach ieved. Because of that, everybody has to support this publication. This book is not only useful for the planner in the government institutions, but also useful for anyone who needs, it such as researchers, investors and other users. We need to keep this book published sustainable for the year as a serial publication. I strongly recommended to any institutions to use this publication as one of the matter for decision-making. The data in this book has been collected from any in stitutions and parties that can be used as a reference. I do hope that data coll ection activity in all aspects should be done continuously, so the government al ways has the reliable data that can be informed and shared to people and institu tions. Finally, I would like to thanks to BPS-Statistics of Banten Province who have done in the making of this book. Serang, September 2008 Governor of Banten, Hj. RATU ATUT CHOSIYAH Banten Dalam Angka 2008 xvi

PENGANTAR Banten Dalam Angka adalah publikasi tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang komprehensif. Publikasi ini menyajikan beraneka jenis data dari ber bagai bidang. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang keadaa n geografis dan iklim di Provinsi Banten, ciri dan keadaan sosial ekonomi pendud uk, serta kondisi sosial dan perekonomian Provinsi Banten. Publikasi ini disempu rnakan secara bertahap baik kualitas maupun kuantitas. Namun demikian kualitas d ata sangat berkaitan dengan ketersediaan data di masing-masing Dinas dan Instans i sebagai nara sumber. Kami sadari bahwa publikasi ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhat ian Pemerintah Provinsi Banten serta respon Dinas dan Instansi sehingga publikas i ini dapat diterbitkan, kami menyampaikan terima kasih. Kami berharap publikasi ini dapat dimanfaatkan terutama bagi kesejahteraan masyarakat Banten. Serang, S eptember 2008 Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Kepala, Ir. Nanan Sunandi, MSc NIP. 340004369 Banten Dalam Angka 2008 xvii

PREFACE Banten In Figure is a comprehensive publication, published by BPS Statistics of Banten Province. This publication presents collection of data from various field s. This book is aimed at providing general picture of geographic and climate, so cio-economic characteristics of the population, as well as social and economic c onditions of Banten Province. This publication gradually improved both in qualit y and quantity of data. Neverless quality of data depend on scarcity data in eac h Agencies and Institution. Comments and suggestions to improve the contents of this book are always welcome. Taking of this opportunity, I would like to expres s my deepest gratitude to Government of Banten Province for special attention an d all Agencies/Institution in Banten have already given responsiveness so this p ublication can be published. I hope this publication will beneficial primarily f or welfare of Banten society in the future. Serang, September 2008 BPS Statistics of Banten Province Chief, Ir. Nanan Sunandi, MSc NIP. 340004369 Banten Dalam Angka 2008 xviii

Daftar Isi DAFTAR ISI CONTENTS Halaman Page Peta Administrasi Propinsi Banten Administration Map of Banten Prov ince Kata Pengantar Preface . Daftar Isi Contents on Statistics iii xvii xix xxiii xxv xlvii liii

Bab I. Kondisi Geografis dan Iklim Geography and Climate Situation Bab a Kerja Population and Manpower 3.1. Penduduk Population 1 21 37 44 51

Bab IV. Sosial Social 4.1. Pendidikan Education 77 80 84 xix

Daftar Isi 4.3 Perumahan dan Lingkungan Housing and Environment . 4.4. Sosi Matters . Bab V. Pertanian Agriculture 5.1. Pert an Energi Manufacturing, Quarrying, Energy .. 6.1. Industri Pengolahan Manufactur ing 6.2. Penggalian Quarrying 6.3. Listrik rade, Hotel and Tourism . 7.1. Perdagangan Trade . nd Transportation .. 8.2. Perhubungan Udara Air Transportation 155 156 157 158 211 213 216 216 239 241 242 267 269 272 274 Banten Dalam Angka 2008 xx

Daftar Isi Bab IX. Keuangan dan Harga-harga Finance and Prices . 9.1. Inve ummer Index Price . 9.3. Harga-harga dan Indeks Harga Prices

Bab X. Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Food Availability and Population Expenditure . 10.1. Ketersediaan Pangan Food Availability ... k Population Expenditure 10.3. Lainnya Others . Bab XI. 363 365 365 366 375 Banten Dalam Angka 2008 xxi

Daftar Isi Banten Dalam Angka 2008 xxii

Daftar Gambar

DAFTAR GAMBAR LIST OF FIGURES Halaman Page Grafik 3.1. Grafik 3.2. Grafik 3.3. Grafik 3.4. Grafik 4.1. Grafik 4.2. Grafik 4.3. Grafik 4.4. Grafik 5.1. Grafik 5.2. Grafik 5.3. Grafik 5.4. Gra fik 6.1 Grafik 6.2. Grafik 6.3 Grafik 6.4 Grafik 7.1. Grafik 7.2. Perkembangan J umlah Penduduk Banten Tahun 1961-2007 Perkembangan Laju Pertumbuhan Penduduk Banten , Tahun 1961-2007 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK Kabupaten/Kota Di Ban ten . Persentase Penduduk Banten Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin Tahun 2007... Rasio Murid-Guru Menurut hun 2007 . Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan, Tahun 2007 . Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi menurut Jenis Kejah n Yang Dilaporkan Ke Polwil Banten, Tahun 2007 Luas Panen Padi Palawija Menurut Kabup aten di Banten Tahun 2007 (Ha) ... Produktivitas Padi Menurut Kabup t Kabupaten di Banten Tahun 2007 . Produksi Perikanan Tangkap dan Bu on) .. Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang di Banten Tahun 2002 2 an Industri Menurut Kab/Kota di Banten Tahun 2006... Jumlah Energi Listrik ya n Tahun 2007.............. Jumlah Volume Air Bersih yang Didistribusikan PDAM di Banten 2007..................................................................... ....................................... Volume Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cig ading dan Merak Tahun 2006-2007... Nilai Ekspor dan Impor di Pelabuhan Ciga 06 -2007. 57 57 58 58 93 93 94 94 161 161 162 162 219 219 220 220 243 243 Banten Dalam Angka 2008 xxiii

Daftar Gambar Grafik 8.1. Grafik 8.2. Grafik 8.3. Banyaknya Kecelakaan Lalu Lint as dan Jumlah Korban di Banten Tahun 2007 ... Banyaknya Penerbangan Ya ta Tahun 2007 .. Banyaknya Barang dan Pos Paket Intenasional yang Dimuat dan Dibon gkar di Bandara Soekarno Hatta 2005-2007 .. Banyaknya Surat Yang Dikirim Menu 7 . Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara Tahun 2007 ... Inflasi Kota Serang Cilegon Menurut Bulan Tahun 2007 ... Peranan Sektor Dalam PDRB Bant dan 2007 Grafik 11.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten dan Nasion 276 276 318 318 Grafik 8.4. Grafik 9.1. Grafik 9.2. Grafik 11.1. 384 Banten Dalam Angka 2008 xxiv

Daftar Tabel

DAFTAR TABEL LIST OF TABLES Halaman Page BAB I : 1.1. 1.2. 1.3. KONDISI GEOGRAFIS DAN IKLIM GEOGRAPHICAL SIT UATION AND CLIMATE Jarak Antar Kota di Banten dan Sekitarnya. Distance Among Selec ted Cities in Banten and Nearby Letak Wilayah Banten Menurut Kabupaten/Kota Regi on Location of Banten by Regency/Municipality.... Pulau-Pulau Yang Berpotensi Ba gi Banten Menurut Kabupaten/Kota .......................... Potential Island for Banten by Regency/Municipality Nama-Nama Sungai di Banten Menurut Kabupaten/Kot a .......................................... Name of Rivers in Banten by Regency /Municipality Keadaan Iklim di Banten.. Condition of Climate in Banten Suhu Udara Maksimum dan Minimum di Stasiun OBS. Average Maximum and Minimum Temperature ation 2007 Rata-Rata Curah Hujan, Kelembaban Udara, dan Kecepatan Angin di Stasi un OBS Average of Rainfalls, Relative, Humidity, Wind Velocity at Observation St ation 2007 Keadaan Musim Kemarau di Banten Situation of Dry Season in Banten Keadaan M sim Penghujan di Banten. Situation of Rainy Season in Banten Luas Tanah dan Penggunaan ya Menurut Kabupaten/Kota Land Area and its Usage by Regency/Municipality 2007 8 1.4. 10 1.5. 1.6. 14 15 1.7. 16 1.8. 1.9 1.10. 17 18 19 BAB II : 2.1. PEMERINTAHAN GOVERNMENT Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Banten Number of Districts, Special Villages and Villages in Banten 2007 25 Banten Dalam Angka 2008 xxv

Daftar Tabel 2.2. 2.3. Jumlah Desa Menurut Klasifikasi di Banten Number of Villag es by Classification in Banten 2007 Jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Menurut Kategori di Banten Number of LPM by Category in Banten 2007 . Jumlah Personi l Perlindungan Masyarakat Menurut Klasifikasi di Banten 2007 ... Number of Civilian Re erve Personnel by Classification in Banten Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten M enurut Fraksi dan Jenis Kelamin di Banten 2007 .. Number of Parliament by Faction a nd Sex of Banten Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Kab/Kota dan Jenis Kelamin di Banten 2007 Number of Parliament by Regency and Sex of Banten Jumlah Kepu tusan DPRD Provinsi Banten 2007..... Number of Parliament Decrees of Banten Jumla h Pegawai Negeri Sipil (PNS dan CPNS) Menurut Perndidikan 2007.. Number of Local Gov nt Employees by Education Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan dan Jen is Kelamin 2007.. Number of Local Government Employees by Education and Sex Jumlah P i Negeri Sipil Menurut Unit Kerja dan Jenis Kelamin 2007 .. Number of Local Governme ployees by Unit and Sex 26 27 2.4. 28 2.5. 29 2.6 30 2.7. 2.8. 31 32 2.9. 33 2.10 34 BAB III 3.1. : : 3.1.1. 3.1.2. 3.1.3.

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA POPULATION AND MANPOWER PENDUDUK POPULATION Perkembang an Penduduk di Banten 1961 - 2007..... Number of Population in Banten Laju Pertum buhan Penduduk di Banten 1961-2007. Population Growth Rate in Banten Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Banten 2007... Number of Household and lation by Sex in Banten 59 60 61 Banten Dalam Angka 2008 xxvi

Daftar Tabel 3.1.4. Penduduk Warga Negara Asing Cina dan Warga Negara Asing Lain nya di Banten 2000... Number of Chinese and Other Aliens in Banten Luas Wilayah, Rata -rata Penduduk Per Km2 dan Per Rumah Tangga di Banten 2007... Region Area, Population erage Per Square Km and Per Household in Banten Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Banten Banten 2007... Number of Population by Age Group an ex Proyeksi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Banten 2007-2010... Projection of Male lation by Age Group in Banten Proyeksi Penduduk Menurut Kab/Kota di Banten 20082010... Projection of Population by Regegency / Municipality in Banten Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten 1990-2007 Percentage Dist ribution and Population Density by Regency/Municipality in Banten Rasio Jenis Ke lamin Penduduk menurut Kabupaten/ Kota di Banten 1990-2007 Sex Ratio of Population by Regency/Municipality in Banten Rumah Tangga dan Rata-rata Besarnya Anggota Ru mah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2007 Number of Households and Av hold by Regency/Municipality in Banten 62 3.1.5. 63 3.1.6. 64 3.1.7. 65 3.1.8. 66 3.1.9. 67 3.1.10. 68 3.1.11. 69 3.2. : 3.2.1.

TENAGA KERJA MANPOWER Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten /Kota di Banten 2007. Labor Force Participation f Population Aged 15 Years and Over by Regency/Municipality in Banten 70 Banten Dalam Angka 2008 xxvii

Daftar Tabel 3.2.2. Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja, Mencari Pekerjaan da n Bukan angkatan Kerja per Kabupaten/Kota di Banten 2007 Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked, Looked for Job and Not Economically Active in Banten Penduduk 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama per Kabupat en/Kota di Banten 2007... Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Type ob in Banten Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kab/Kota dan La pangan Usaha di Banten 2007... Population 15 Years of Age and Over Who Worked b ipality and Main Industry Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Ka b/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Banten 2007...... Population 15 Years Age and o Worked by Regency/Municipality and Main Employment Statu s in Banten Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Banten 2007... Population 15 Years of Age and O ver Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Workin g Hours in Banten 71 3.2.3. 72 3.2.4. 74 3.2.5. 75 3.2.6. 76 BAB IV : SOSIAL SOCIAL 4.1. : 4.1.1.

PENDIDIKAN EDUCATION Penduduk Usia 7 - 24 Tahun yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin di Banten 2007.. Population Aged 7 24 Years Attending School by Sex in Bante n Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Taman Kanak-kanak di Banten 2007 Number of Ki s, Students and Teacher in Banten 95 4.1.2. 96 Banten Dalam Angka 2008 xxviii

Daftar Tabel 4.1.3. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar di Banten 2007 ementary Schools, Students and Teacher in Banten.. Jumlah Sekolah, Murid da Tingkat Pertama di Banten 2007 Number of Junior High Schools, Students and Teacher i anten Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Banten 200 7.. Number of Senior High Schools, Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah, M n Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kejuruan di Banten 2007. Number of Senior Vocat ional High Schools, Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah, Murid dan Gur u Raudathul Athfal/Bustanul Athfal di Provinsi Banten 2007 Number of Islamic Kin dergarten School in Banten... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah d i Provinsi Banten 2007 Number of Islamic Elementary School in Banten . Jumlah Seko lah, Murid dan Guru Madrasah Tsanawiyah di Provinsi Banten 2007 Number of Islami c Secondary School in Banten .......... Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Aliyah di Provinsi Banten 2007 Number of Islamic High School in Banten ......... .......... Jumlah Perrguruan Tinggi di Banten 2007. Number of University in Banten P enduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Ditamatkan dan Kabupaten/ Kota di Banten 2007 Population Aged 10 Years and Over by Educational Attainm icipality in Banten Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kepandaian Membaca da n Menulis dan abupaten/Kota di Banten 2007 Population Aged 10 Years and Over by R Writing Ability and Regency/Municipality in Banten 97 4.1.4. 98 4.1.5. 99 4.1.6. 100 4.1.7. 101 4.1.8. 102 4.1.9. 103 4.1.10. 104 4.1.11. 4.1.12. 105 106 4.1.13. 108 Banten Dalam Angka 2008

xxix

Daftar Tabel 4.2. : KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA HEALTH AND FAMILY PLANNING Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur di Banten 2007... Number of Hospitals and mlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas di Banten 2007.. Number of Medical Doct blic Hospital and Health Center in Banten Jumlah Penduduk Yang Diimunisasi Menur ut Jenis Imunisasi di Banten 2007 Number of Immunized People by Kind of Immunization Banten Jumlah Persalinan Menurut Penolong Persalinan di Banten 2007 Number of ersonel in Charge in Banten Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas d an Rumah Sakit Umum di Banten 2007... Number of Health Personnels OTher Than Dokte r at Public Health Center and Government Hospital in Banten Jumlah Penyalur Obat di Banten 2007... Number of Medicine Distributors in Banten Jumlah Akseptor Kelua rga Berencana (Usia 15-49 tahun Berstatus Kawin) Menurut Alat/Cara Kontrasepsi y ang Digunakan di Banten 2007. Number of Family Planning Acceptors by Method of Co ntraception Based on The Result of Family Registration in Banten Jumlah Keluarga Pasangan Usia Subur Menurut Umur Isteri di Banten 2007.. Number of Potential Couple Age of Wife in Banten Jumlah Keluarga Sejahtera Menurut Tahapan Keluarga Sejahte ra di Banten 2007 Number of Prosperous Family by Level of Prosperous Family in Banten 4.2.1. 109 4.2.2. 110 4.2.3. 111 4.2.4. 112 4.2.5. 113 4.2.6. 4.2.7. 115 116 4.2.8. 118 4.2.9. 119 Banten Dalam Angka 2008 xxx

Daftar Tabel 4.3. :

PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HOUSING AND ENVIRONMENT Jumlah Rumah Tangga Menurut Kab upaten/Kota dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal di Banten 2007 Number of H ousehold by Regency/Municipality and Residen Authority in Banten Jumlah Rumah Ta ngga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Banten 2007 Number of Household by Regency/Municipality and Area of House Floor in Banten Jumlah Rumah Tangga M enurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Banten 2007 Number of Household by Regen cy/Municipality and Source of Drinking Water in Banten SOSIAL LAINNYA OTHER SOCI AL MATTERS Rekapitulasi Produksi Sertifikat Oleh Badan Pertanahan Nasional di Ba nten Hingga 2007 ... Production of Sertificate by National Land Affair Board in Ba ntenUntil Jumlah PPAT dan Penerbitan Akta di Banten 2007 .... Number of Land Cer l Maker and Certificate Publishing in Banten Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Ter jadi Menurut Jenis Kejahatan di Wilayah Banten 2007 Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten 126 4.3.1. 121 4.3.2. 123 4.3.3 124 4.4. : 4.4.1. 4.4.2. 129 4.4.3. 131 Banten Dalam Angka 2008 xxxi

Daftar Tabel 4.4.4. Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota di Banten Tahun 2007 Number of Place of Worship by Municipality in Banten Persentase Penduduk Menur a di Banten 2007 Percentage of Population by Religion in Banten Jumlah Calon / J amaah Haji dan Besarnya Biaya Musim Haji 2000- 2007 Number of Aplicants / Pilgrims a st to Mecca Jumlah Jamaah Haji Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota 2007 Num ntsfor Pilgrims by sex and Municipality Tingkat Usia Calon Jamaah 2007.. Number of Pil rims by Age Group Jumlah Korban Bencana Alam Menurut Kabupaten/Kota 2007 Number o Disaster Outcomes by Reg/Mun Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Ka b/Kota di Banten 2007 Number of Potency and Source of Welfare by Regency in Banten Penyandang Masalah Kesejahteraan Social Menurut Jenis dan Kab/Kota di Banten 20 07 Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Reg/Mun in Banten Jumlah Pe rkara Yang Diterima Pengadilan Tinggi Agama Menurut Jenis Perkara............... ........ Number of Cases Registered in High Level Religion by Kind of Cases 2007 . Jumlah Perkara Yang Diproses Pada Pengadilan Tinggi Agama..................... ................................................ Number of Cases Processed in Hi gh Level Religious Court 2006 Jumlah Perkara Yang Diputus Pengadilan Tinggi Agam a Menurut Jenis Perkara............................ Number of Cases Sentenced at High Level Religious Court by Kind of Cases 2006 Jumlah Perkara Yang Diterima, Diputus Dan Belum Diproses Pengadilan Tinggi Agama Menurut Jenis Proses Perkara Number of Cases Registered in High Level Religious Court by Kind of Processing C ases 2006 132 4.4.5 4.4.6. 4.4.7. 133 134 135 4.4.8. 4.4.9. 136 137 4.4.10. 138 4.4.11. 139 4.4.12. 141 4.4.13. 143 4.4.14. 144 4.4.15. 146

Banten Dalam Angka 2008 xxxii

Daftar Tabel 4.4.16. Rekapitulasi Perkara Yang Diterima dan Diputus Pengadilan A gama di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Banten 2007 .... Recapitulation of Reg istered and Sentenced Cases in High Level Religion Court 148 BAB V :

PERTANIAN AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN FOOD CROPS Luas Panen Produktivit as dan Produksi Padi Palawija di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity an addy in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Palawija Menur ut Kab upaten/Kota di Banten 2007 Harvested Area, Productivity and Production of Paddy by Regency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupate n/Kota di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity and Production of Maize by Re gency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupate n/Kota di Banten 2007. Harvested Area, Productivity and Production of Cassava by Regency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Ka bupaten/Kota di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity and Production of Pean uts by Regency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Kedelai M enurut Kabupaten/Kota di Banten 2007... Harvested Area, Productivity and Prod by Regency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Ka bupaten/Kota di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity and Production of Sweet Pot toes by Regency in Banten Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Me nurut Kabupaten/Kota di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity and Production of 163 5.1. : 5.1.1. 5.1.2. 165 5.1.3. 168 5.1.4. 169 5.1.5. 170 5.1.6. 171 5.1.7. 172 5.1.8. 173

Banten Dalam Angka 2008 xxxiii

Daftar Tabel Mungbeans by Regency in Banten 5.1.9. Luas Panen, Produksi dan Hasi l per Ha Sayuran dan Buah-buahan Semusim di Banten 2007 ...... Harvested area, Produ ction and Yield Rate of Season Vegetables and Fruit in Banten Luas Panen, Produk si dan Hasil per Ha Sayuran dan Buah-buahan Tahunan di Banten 2007 ...... Harvested area, Production and Yield Rate of Annual Vegetables and Fruit in Banten Luas Pa nen, Produktivitas dan Produksi Tanaman Obat-obatan di Banten 2007.. Harvested Area, uctivity and Production of Medicine by Regency in Banten Luas Panen, Produktivit as dan Produksi Tanaman Hias di Banten 2007.. Harvested Area, Productivity and Produ of Decorated by Regency in Banten 174 5.1.10. 175 5.1.11. 176 5.1.12. 177 5.2. : 5.2.1.

TANAMAN PERKEBUNAN ESTATE CROPS Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Banten 2007 Area and Production of National Large Estate b y Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menur ut Jenis Tanaman di Banten 2007..... Area and Production of Private Large Estate by Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Banten 2007. Area and Production of Small Holders Private Plantation by Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilik an di Banten 2007 . Area and Production of Rubber by Ownership in Banten Luas Areal da Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikan di Banten 2007 Area and Production of Co onut by Ownership in Banten 178 5.2.2. 179 5.2.3. 180 5.2.4. 181 5.2.5. 182 Banten Dalam Angka 2008 xxxiv

Daftar Tabel 5.2.6. Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Banten 2007.. Area and Production of Coffee by Ownership in Banten Luas Areal dan Prod ksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Banten 2007.... Area and Production of Cacao by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Banten 2007.... Area and Production of Sugar Palm by Ownership in Banten Luas Are al dan Produksi Tanaman Melinjo Menurut Kepemilikan di Banten 2007.... Area and Produ ction of Melinjo by Ownership in Banten 183 5.2.7. 184 5.2.8. 185 5.2.9. 186 5.3. : 5.3.1. 5.3.2.

KEHUTANAN FORESTRY Luas Hutan Negara Menurut Jenisnya di Banten 2007 National Fo rest Area by Kind Luas Kawasan Negara Menurut Status dan BKPH di Banten 2007 ... ........................................................... National Forest Area by State Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Banten 2000-2007. P Value of Jati an Rimba Woods 187 188 5.3.3. 187 5.4. : 5.4.1. PETERNAKAN ANIMAL HUSBANDRY Populasi Ternak Menurut Jenis di Banten 2007 . Number of Livestocks by Kind in Banten Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota d i Banten 2007 ............................................................... Po pulation of Poultries in Banten Jumlah Ternak Yang Masuk dan Keluar Banten Menur ut Jenis Ternak 2007.. Number of Lifestock Inflow and Outflow Banten by Kind Produksi aging Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2007 190 5.4.2. 191 5.4.3. 192 5.4.4. 193

Banten Dalam Angka 2008 xxxv

Daftar Tabel Production of Meat in Banten 5.4.5. Jumlah Pemotongan Ternak Tercat at Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Banten 2007 Number of Beef Cattle by Regency/Municipality and Kind Lifestock in Banten PERIKANAN FISHERY Produksi Ik an Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten 2007... Fish Production by of Catching and Breeding Facilities in Banten Nilai Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten 2007... Value of Fish Production by Type of C hing and Breeding Facilities in Banten Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Jeni s di Banten 2007.. Number of Marine Fisheries Catching by Kind in Banten Jumla nangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten 2007 . Number of Fisheries Boat by Kind real dan Jumlah Tempat Pemeliharaan Ikan di Banten 2007.. Area and Number of F lities in Banten Jumlah Rumah Tangga Perikanan Menurut Jenis Perikanan di Banten 2007. Number of Fishery Household by Type of Fishery in Banten 196 195 5.5. : 5.5.1. 5.5.2. 199 5.5.3. 202 5.5.4. 205 5.5.5. 206 5.5.6. 207 BAB VI. 6.1. : : 6.1.1. INDUSTRI, PENGGALIAN DAN ENERGY MANUFACTURING, QUARRYING, ENERGY INDUSTRI PENGOL AHAN MANUFACTURING Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Kabupaten / Kota di Banten 2006*)..... Number of Manufacturing and Man Power of Establishment b y Regency/Municipality in Banten 221 Banten Dalam Angka 2008 xxxvi

Daftar Tabel 6.1.2. Nilai Input, Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Kabupa ten/Kota di Banten 2006*). Value Input, Output and Added of Manufacturngi by Regency /Municipality in Banten Jumlah P erusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Gol ongan Industri di Banten 2006*) Number of Manufacturing and Man Power Establishment by Industrial Group in Banten Nilai Input, Output dan Nilai Tambah Industri Menuru t golongan Industri di Banten 2006*).. Value Input, Output and Added of Manufacturing by Industrial Group in Banten 222 6.1.3. 223 6.1.4. 225 6.2. : 6.2.1.

PENGGALIAN QUARRYING Produksi Bahan Galian Golongan-C Pada Perusahaan Pemegang S IPD di Banten 2006.. Production of Quarrying Items on Companies Holding SIPD in Ba nten Produksi Bahan Galian Golongan-C Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2006. Producti of Classification C Quarrying Items by Regency/Municipality in Banten Jumlah Sur at Izin Pertambangan Daerah (SIPD) dan Luas Wilayah Penambangan per Jenis Bahan Galian di Banten 2006.. Number of SIPD and Area by Kind of Quarrying Items in dan Luas Wilayah Menurut Kabupaten/ Kota di Banten 2006.. Number of SIPD and Area by Regency/ Municipality in Banten LISTRIK DAN AIR MINUM ELECTRICITY AND DRINKING W ATER Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung dan Energi Listrik Terjual Menurut Jenis Tarif di Banten 2007 Number of Customers, Connected Power and Sold Electrical En ergy by Classification of Tariff in Banten Jumlah Transformator Distribusi Terpa sang di Banten 2000-2007. Number of Distribution Transfo rmator in Banten 230 6.2.2. 227 6.2.3. 228 6.2.4. 229 6.3. : 6.3.1. 6.3.2. 231 Banten Dalam Angka 2008 xxxvii

Daftar Tabel 6.3.3. 6.3.4. Penyediaan, Penjualan dan Susut Energi Listrik di Ban ten 2000-2007.. Stocked, Sold and Lost of Energy in Banten Banyaknya Desa Berlistri ah Langanan, dan Daya Tersambung di Banten 2000-2007 Number of Villages, Custome r, and Conection Power Jumlah Perusahaan Air Minum, Kapasitas Produksi dan Produ ksi Air Minum Menurut Sumber Air Yang Dipakai di Banten 2004-2007.... Number of Wate ply Enterprises Production Capacity Water Production by Water Resources in Bante n Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi Perusahaan Air Minum Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan di Banten 2005-2007.. Number of Technical and Administration Wo pply Enterprise by Educational Attainment in Banten Jumlah Pelanggan Air Minum y ang Didistribusikan Menurut Jenis Konsumen di Banten 2007 Number of Water Customer by type of Customer Group in Banten 233 234 6.3.5. 235 6.3.6. 236 6.3.7. 237 BAB VII. 7.1. : : 7.1.1.

PERDAGANGAN, HOTEL DAN PARIWISATA TRADE, HOTEL AND TOURISM PERDAGANGAN TRADE Vol ume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Utama di Banten 2007 Volumeand Value of Expo rincipal Ports Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Utama di Banten. 2007 .. alue of Import by Principal Ports Ekspor dan Impor Melaui Pelabuhan di Banten Me nurut Bulan 2007 .. Export dan Import of Banten Province by Month Ekspor Melalui pelab uhan di Banten Menurut Negara Tujuan 2007 .................................... Ex port from Banten by Destination Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Asal 2007.. Import from Banten by Source 245 7.1.2. 7.1.3. 246 247 7.1.4. 248 7.1.5. 250 Banten Dalam Angka 2008 xxxviii

Daftar Tabel 7.1.6. Ekspor Melalui pelabuhan di Banten Menurut Komoditi 2007..... ............................... Export from Banten by Commodity Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Banten 2007 Number of Restaurant in Banten Jumlah Desa yang Mempu Pasar di Banten 2006 Number of Villages Which Have Market 253 7.1.7 255 256 7.1.8. 7.2. : 7.2.1.

HOTEL HOTEL Banyaknya Hotel Berbintang dan Tidak Berbintang Menurut Kabupaten/Ko ta di Banten 2007 Number of Classified and Non Classified Hotel by Regency/Municipa lity in Banten Banyaknya Hotel, Kamar dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2007.. Number of Hotels Rooms, and Beds of Hotel by Regency/Municipality in Banten Banyaknya Tenaga Kerja Kejuruan dan Non Kejuruan Hotel/ Pariwisata Menuru t Kabupaten/Kota di Banten 2007. Number of Hotel/Tourism Educational Workers and Non o f Hotel by Regency/Municipality in Banten Banyaknya Tamu Nusantara dan Tamu Manc anegara Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2007.. Number of Domestic Gu gn Guest of Hotel by Regency/Municipality in Banten 257 7.2.2. 258 7.2.3. 259 7.2.4. 260 7.3. : 7.3.1.

PARIWISATA / TOURISM Jumlah Obyek Wisata Menurut Lokasi di Banten 2007 Number o t by Location in Banten Jumlah Museum, Situs Purbakala dan Bangunan Bersejarah d i Banten/ Number of Museum, Old Site and History Building 2007 Jumlah Pengunjung dan Nilai Penjualan Karcis Tempat Rekreasi/Taman Hiburan di Banten 2007... Number of Visitors and Receipts of Recreation Resorts in Banten Jumlah Unit Wisata,Pen gunjung, dan Penjualan Karcis 261 262 7.3.2 7.3.3. 263 7.3.4. Banten Dalam Angka 2008 xxxix

Daftar Tabel Menurut Kabupaten/Kota dan Obyek Wisata di Banten 2007. Number tors and Receipts by Regency/Municipality and Tourism Object in Banten 264 BAB VIII. 8.1. : : 8.1.1.

PERHUBUNGAN TRANSPORTATION PERHUBUNGAN DARAT LAND TRANSPORTATION Panjang Jalan M enurut Tingkat Pemerintah Yang Berwenang, Jenis Permukaan, Kondisi Jalan dan Kel as Jalan di Banten 2007 .. Length of Type of Surface, Condition and Category of R l of Government in Banten Data Ruas Jalan Nasional dan Propinsi di Banten 2007 D ata of National and Province Authority Road in Banten Daftar Penetapan Kelas Jal an di Wilayah Banten 2007 List of Road Classification in Banten Jumlah Kendaraan Bermotor di Banten 2007 .... Number of Vehicles in Banten Banyaknya Surat Ijin M engemudi Yang Dikeluarkan oleh Kepolisian Wilayah Banten 2007............ Number of Driving Certificate Was Produced by Police of Banten Region Banyaknya Penerb itan STNK oleh Polwil Banten 2007 .. Number of STNK Issued by Polwil Banten Bany aan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Wilayah Kepolisian Banten 2007 ... Number o f Accidents and Victims in Police of Banten Region Perkiraan Kerugian Materi Pad a Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Banten 2003-2007. Material Lost Est imation of Accident in Banten Police Region Jumlah Penumpang PT. KAI Daop I Jaka rta di Wilayah Banten 2007... Number of Train Passangers of PT. KAI Daop I Jakarta i ten Lalu Lintas Angkutan Barang PT. KAI Daop I Jakarta di Banten 2007 . Traffic es at PT. KAI Daop I Jakarta in Banten 277 8.1.2. 278 8.1.3. 8.1.4. 8.1.5. 287 290 291 8.1.6. 292 8.1.7. 293 8.1.8 294 8.1.9. 295 8.1.10. 297 Banten Dalam Angka 2008 xl

Daftar Tabel 8.1.11. Lalu Lintas Penumpang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat 200 7. Traffics of Train Passengers at West Exploitation Lalu Lintas Angkutan Bar ilayah Usaha Barat Non DKI 2007 . Traffics of Train Cargoes at West Exploitation Non 298 8.1.12. 299 8.2. : 8.2.1.

PERHUBUNGAN UDARA AIR TRANSPORTATION Banyaknya Penerbangan, Penumpang Domestik d an Barang di Banten 2007 Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatt rt Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno Hatta 2 007. Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport Banyakn ya Barang dan Pos Paket Domestik Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-H atta 2007.. ... Number of Loaded and Unloaded Domestic Cargoes and Parcels at S irport Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta 2007 .. ... Number of Loaded and Unloaded International Ca Parcels at Soekarno-Hatta Airport 2003 300 8.2.2. 301 8.2.3. 302 8.2.4. 303 8.3. : 8.3.1. 8.3.2. PERHUBUNGAN LAUT SEA TRANSPORTATION Data Angkutan Penyebrangan di Banten 2003-20 07.. Data of Merak Bakaheuni Sea Crossing in Banten Data Operasional Pelabuhan di Banten 2007 Operational Data of Port in Banten 304 306 8.4. : 8.4.1 KOMUNIKASI COMMUNICATION Perkembangan Kapasitas Sentral dan Pos Telepon Menurut Sambungan 307 Banten Dalam Angka 2008 xli

Daftar Tabel Trend of Central Capacity and Circuit Phone by Connection 2003-2007 ............................. 8.4.2 Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/K ota Number of TeleponConnection by Regency /Municipality 2004-2007.............. ..................... Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota Number of Telepon Connection by Regency/ Municipality 2007................................ ...... Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT. Pos Indonesia Menurut Jenis Surat Banten 2007.. Number of Mail R eceived and Sent by Kind 308 8.4.3 309 8.4.4. 310 BAB IX. : KEUANGAN DAN HARGA-HARGA FINANCE AND PRICES 9.1. : 9.1.1.

INVESTASI INVESTMENT Rekapit ulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMA Menur ut Kabupaten/Kota di Banten 2007. Recapitulation of Approval and Realization of Fo reign Investment by Regency/Municipality in Banten Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMDN Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2007.. Recapitulation o f Approval and Realization of Domestic Investment by Regency/Municipality in Ban ten Peringkat Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara di Banten 2007. Rank o eign Investment Planning Value by Origin Country in Banten Nilai Rencana Investa si PMA Menurut Sektor Usaha di Banten 2007. Foreign Investment Value by Sector in Ban Nilai Rencana Investasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Banten 2007. Domestic Investmen lanning Approval by Sector in Banten Rekapitulasi dan Realisasi Anggaran Pendapa tan dan Belanja Pemerintah Provinsi Banten 2007 .. Recapitularion and Realization of Budgeted Government Revenues and Expenditures (Juta/Million Rp) 319 9.1.2. 320 9.1.3. 321 9.1.4. 322 9.1.5. 323 9.1.6. 324 9.1.7. Banten Dalam Angka 2008

Ringkasan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah 325 xlii

Daftar Tabel Pemerintah Provinsi Banten 2007 Summary Budgeted and Actual Government E xpenditures Anggaran dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Provinsi Banten 2007 Bu tual Government Cost PENERIMAAN PAJAK DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TAX AND ACTUAL REVENUE Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor dan Kabupate n/Kota 2007... Actual Revenue of Land and Housing Tax by Sector and Regency/Munici pality Reaalisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak 20 07 Actual Revenue of Income Tax by Office of Tax Service Realisasi Penerimaan Pendapat n Asli Daerah Tingkat I Banten Menurut Komponen Penerimaan 2007 Actual Revenues of Banten First Level Local Government by Kind of Revenue Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dari Sektor Penggalian (Bahan Galian Golongan-C &Retribusi Lainnya) 20052 006............................................................ Actual Revenue o f Quarrying Sector (Class-C and Other Retributions) HARGA-HARGA PRICES Laju Infl asi 44 Kota di Indonesia 2003-2007. Inflation Rate at 44 Cities in Indonesia Indeks Harga Konsumen Kota Serang/Cilegon (2002=100) Menurut Bulan 2007 .. Consumer Price In (2002 =100) of Serang/Cilegon by Month Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bula n 2007... Inflation Rate of Serang/Cilegonby Month Perkembangan Harga Gabah Menur ut Bulan di Banten Trend of unhulled Paddy and Rice Price by Month in Banten 200 7 331 333 327 9.1.8. 326 9.2. : 9.2.1. 9.2.2. 9.2.3. 328 329 9.2.4. 330 9.3. : 9.3.1. 9.3.2. 9.3.3. 9.3.4. 335 337 9.4. : 9.4.1.

ASURANSI DAN BANK INSURANCE AND BANK Jumlah Peserta, Nilai PremiYang di Terima d an Nilai Klaim Yang dibayar oleh PT. TASPEN di Banten Menurut Bulan 2006. Number e of Received Premium and Value of Paid Claim by PT. Taspen by Month in Banten 338 Banten Dalam Angka 2008 xliii

Daftar Tabel 9.4.2. Posisi Simpanan Masyarakat Rupiah dan Valuta Asing Bank Umum dan BPR Menurut Daerah Tingkat II berdasarkan Lokasi Kantor Penghimpun Dana di Provinsi Banten (juta Rp) 2007 Outstanding of Private Deposit in Rupiah And Foreign C ncy Of Commercial And Rural Banks By Regions Based On Banks Office Funds Location In Province Of Banten (Million Rp) Posisi Kredit Rupiah Dan Valuta Asing Bank U mum Menurut Kabupaten/Kota, Jenis Penggunaan Dan Sektor Ekonomi Berdasarkan Loka si Proyek Di Banten 2007. Commercials Banks Outstanding Credits in Rupiah and Fo e by RegionsType of Currency and Economics Sectors Based on Projects Location in Banten Kinerja Koperasi Menurut Indikator Produksi 20062007.. Performance by Indicator of Production Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha da n Kabupaten/Kota 2007 Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establismen nd Municipality 339 9.4.3. 347 9.4.4. 361 9.4.5. 362 BAB X. : KETERSEDIAAN BAHAN MAKANAN DAN PENGELUARAN PENDUDUK FOOD AVAILABILITY AND POPULA TION EXPENDITURE 10.1. : 10.1.1. 10.1.2. 10.1.3

KETERSEDIAAN PANGAN FOOD AVAILABILITY Perkembangan Persediaan Pangan di Banten 2 007 ..... Rice Stock in Banten Laporan Realisasi Pengadaan Gabah Dolog Wilayah I Banten 2007.. Stock Realization Report of Rice by Dolog Banten Laporan Realisasi P n Beras Dolog Wilayah I Banten 2007.. Stock Realization Report of Rice by Dolog Ban 368 369 10.2. : 10.2.1. PENGELUARAN PENDUDUK POPULATION EXPENDITURE Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Golongan Pengeluaran Perkapita Sebulan 2007 . Population by Regency/Municipality and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 370 Banten Dalam Angka 2008 xliv

Daftar Tabel 10.2.2.

Rata-rata Pengeluaran Perkapita Menurut Jenis Pengeluaran Sebulan dan Golongan P engeluaran Perkapita Sebulan 2007. Average of Per Capita Monthly Expenditure by K nditure and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 372 10.3. : 10.3.1. LAINNYA OTHERS Gini Ratio Kabupaten/Kota 2003-2007.. Gini Ratio by Regency/Municipalit y in Banten 374 BAB XI. : 11.1.1

PENDAPATAN REGIONAL REGIONAL INCOME PDRB Propinsi Banten ADH Berlaku Menurut Lap angan Usaha 2004-2007... Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Marke by Industrial Origin PDRB Propinsi Banten ADH Konstan 2000 Menurut lapangan Usa ha 2004-2007 Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price2000 by Industri Origin Laju Pertumbuhan PDRB Propinsi Banten ADHK 2000 Menurut Lapangan Usaha 20 04-2007.. Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten at Constant Price 2000 by Industrial Origin Distribusi Persentase PDRB Propinsi Banten ADHB Menuru t Lapangan Usaha 2004-2007... Percentage distribution of Gross Regional Domestic Pr oduct of Banten at Current Price by Industrial Origin Angka Agregatif PDRB, Pend uduk Pertengahan Tahun dan PDRB Perkapita Banten 2004-2007 Agregate Figures of GRDP, P opulation at Mid Year and GRDP Per Capita in Banten PDRB Propinsi Banten ADH Ber laku Menurut Jenis Pengeluaran 2004-2007... Gross Regional Domestic Product of Banten Current Market Price by Expenditure PDRB Propinsi Banten ADH Konstan 2000 Menur ut Jenis Pengeluaran 2004-2007 Gross Regional Domestic Product of Banten Constant P 00 by Expenditure 385 11.1.2. 386 11.1.3. 387 11.1.4. 388 11.1.5. 389 11.2.1 391 11.2.2 392

Banten Dalam Angka 2008 xlv

Daftar Tabel Banten Dalam Angka 2008 xlvi

Penjelasan Umum Explanatory Notes PENJELASAN UMUM EXPLANATORY NOTES Tanda-tanda yang digunakan dalam publikasi ini adalah sebagai berikut: Symbols w hich are used in this publication, are as follows: Data belum tersedia Data not yet available Data tidak tersedia Data not availabl e Data dapat diabaikan Data negligible Tanda desimal Decimal point Angka sementa ra Final Angka sangat sementara Preliminary Angka diperbaiki Revised figures Ang ka perkiraan Estimated figures : : : 0 : , : *) : **) : r) :

e) Banten Dalam Angka 2008 xlvii

Penjelasan Umum Explanatory Notes Banten Dalam Angka 2008 xlviii

Sejarah Singkat Banten SEJARAH SINGKAT BANTEN Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. Mula -mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemu dian men jajah bangsa ini. Pada tahun 1330 orang sudah mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten, yang kemudian wilayah ini d ikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak Tahun 1524 1525 para merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Is alm di Banten. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan p ada 8 Oktober 1526. Pada tahun 1552 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama. Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di B anten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad Rafiuddin (1813 1820) merupakan sultan k e dua puluh setelah sultan dan rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah . Namun demikian perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah ber ada di bumi Banten. Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Ba nten untuk membentuk sebuah provinsi. Niatan tersebut pertama kali mencuat di ta hun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Ka bupaten Serang. Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sep akat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten. Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Pr ovinsi Banten. Namun ternyata perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat Banten Dalam Angka 2008 xlix

Sejarah Singkat Banten tidaklah mudah dan cepat. Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa dir ealisir. Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena m ulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Pada 18 J uli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Bada n Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Ke rja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB). Sejak itu mulai te rbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukun gan terbentuknya Provinsi Banten. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelah kan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Ban ten. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang PPB. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernu r H. Hakamudin Dja mal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu seb elum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama. Sumber: Buku Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propin si Banten 1953 2000 oleh Drs. E. Iwa Tuskana Supandri. Banten Dalam Angka 2008 l

Sejarah Singkat Banten Brief History of Banten Province Banten is the name of the area has been know si nce 14 century. In the beginning Banten is a port which the ships and trader are coming from any country, and finally Euro people control this area. In 1330 peo ple have known a country which as Panten, and then this area controlled by Kingd om of Majapahit with Gajah Mada and Hayam Wuruk as a leader. At that time, Kingd om of Majapahit and Kingdom of Demak are two of Kingdom has power in Nusantara ( Indonesia). In 1524 1525 Moslem traders came to Bnaten and that time; begin of I slam religious growth in Banten. In about two century later, regency (Kadipaten) of Banten has been build at Surasowan in October 8, 1526. In 1552 -1570 Maulana Hasanudin Princes (Panembahan) of Surasowan become the first leader (Sultan) of Baneten. At that time the government of Sultan has begun which finally Sultan M uhammad Rafiuddin (1813 1820) is the 20 th Sultan with all the people of Banten a ttack for the illegal government. But war of Banten forever until the illegal go vernment goes out from Banten. Since the freedom of Indonesia, people of Banten want to build a Banten province. That hoping had existed since 1953 and in 1963 made committee of Banten Province at Serang regency. In the meeting between Comm ittee of Banten Province with legislative (DPR-GR) agree to make a frame of Bant en province. In October 25, 1970 the great meeting of Banten has declared the Pr esidium of Committee of Banten Province. But not convenient to build the provinc e which unravel of West Java. In era Orde Baru struggle of Banten Province can n ot release yet. In reformation order (Orde Reformasi), struggle of Banten people is very obstinate because free democracy and regency autonomy (self-government) has issue by central government. In July 18, 1999 there was declaration of Bant en people in Serang, later official of Committee of Banten Province (Badan Banten Dalam Angka 2008 li

Sejarah Singkat Banten Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten) arrange the basic guide and job planning recommended Committee of Institution of Banten Province (Komite Pembentukan Pro vinsi Banten /PBB). Since that, conformed subs of commission PBB in some regency in Banten to fasted conformation of Banten Province. After through martial abor ious ultimately at October 4, 2000 tight at great meeting of legislative (Rapat Paripurna DPR-RI) affirm draft of law (RUU) of Banten Province become act the la w No. 23 Year 2000 about Institution of Banten Province. Posterior at October 17 , 2000 President Abdurrahman Wahid affirms the law No. 23 Year 2000 about PBB. O ne month after that at November 18, 2000 there was agreement of Banten Province, and functionary governor H. Hakamudin Djamal to implement officer transitory pr ovince before definitive governor electing. In 2002 Local legislative (DPRD) of Banten elected Dr. Ir. H. Djoko Munandar, M.Eng as Governor, and Hj. Atut Chosiy ah as Vice Governor. Source: Drs. E. Iwa Tuskana Supandri, Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Krono logis Terbetuknya Propinsi Banten 1953 - 2000. . Banten Dalam Angka 2008 lii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RA HMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa stati stik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pen yelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbang sa, dan bernegara dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaima na tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; b. bahwa dengan memperhat ikan pentingnya peranan statistik tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk men gatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien; bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statisti k pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarak at, dan kebutuhan pembangunan nasional; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaima na dimaksud dalam huruf a, b, c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik yang baru; c. d. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; Banten Dalam Angka 2008 liii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Meneta pkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undan g-undang ini yang dimaksud dengan: 1. Statistik adalah data yang diperoleh denga n cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yan g mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu popul asi. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsu r yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penye lenggaraan statistik. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya pen yediaan dan penyebarluasan data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya ya ng mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yamng bersifat luas, ba ik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, b erskala nasional, makro, dan penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan. St atistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi k ebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Statisti k khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain dalam keh idupan masyarakat, yang penyelenggaraannya 2. 3. 4. 5. 6. 7. Banten Dalam Angka 2008 liv

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainny a. 8. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semu a unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteri stik suatu populasi pada saat tertentu. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu pop ulasi pada saat tertentu. 9. 10. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan, pengolahan, penyajian , dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada peme rintah dan atau masyarakat. 11. Badan adalah Badan Pusat Statistik. 12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, benda maupun objek lainnya. 13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memper kirakan karakteristik suatu populasi. 14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyele nggaraan statistik. 15. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerin tah, lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya. 16. Pet ugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statis tik untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran, mau pun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. 17. Responden adalah instansi p emerintah, lembaga, organisasi, orang, dan atau unsur masyarakat lainnya yang di tentukan sebagai objek kegiatan statistik. Banten Dalam Angka 2008 lv

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB II ASAS, ARAH, DAN TUJUAN Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, undang-undang ini juga berasaskan : a. b. c. keterpaduan; keakuratan; dan kemutakhiran. Pasal 3 Kegiatan statistik diarahkan untuk : a. b. c. d. mendukung pembangunan n asional; mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisie n; meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan Mendu kung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 4 Kegiatan statistik ber tujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien gun a mendukung pembangunan nasional. Banten Dalam Angka 2008 lvi

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemafaatannya, jenis statistik terdiri atas: a. b. c . statistik dasar; statistik sektoral; dan statistik khusus. Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatanya untuk u mum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Set iap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statis tik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi Undang-undang. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggar akan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara: a. b. c. d. sensus; su rvei; kompilasi produk administrasi; dan cara lain sesuai dengan perkembangan il mu pengetahuan dan teknologi. (2) Banten Dalam Angka 2008 lvii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan se kurang-kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi: a. b . c. (2) sensus penduduk; sensus pertanian; dan sensus ekonomi. Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 9 (1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan se cara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. Survei antarsen sus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksu d dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah ter buka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang -undangan yang berlaku. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menget ahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, organis asi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan ha k seseorang atau lembaga yang dilindungi undangundang. (2) (2) (3) Banten Dalam Angka 2008 lviii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB IV PENYELENGGARAAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) (2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan. Dalam menyelenggarakan statistik da sar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan memperoleh data dengan cara: a. s ensus; b. survei; c. kompilasi produk administrasi; dan d. cara lain sesuai deng an perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 (1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan. Dalam men yelenggarakan statistik memperoleh data dengan cara: a. survei; b. kompilasi pro duk administrasi; dan sektoral, instansi pemerintah (2) c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Stat istik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik ters ebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi bers kala nasional. Banten Dalam Angka 2008 lix

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik (4) Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah w ajib diserahkan kepada Badan. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, peror angan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksusd dalam ayat (1), ma syarakat memperoleh data dengan cara: a. survei; b. kompilasi produk administras i; dan c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. P asal 14 (2) (1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dima ksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik ya ng telah selesai diselenggarakannya kepada Badan. Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat: a. judul; b. wilayah kegiatan statistik; (2) c. objek populasi; d. jumlah responden; e. waktu pelaksanaan; f. g. metode statistik; nama dan alamat penyelenggara; dan Banten Dalam Angka 2008 lx

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik h. (3) abstrak. Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunik asi data, atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara k egiatan statistik. Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan i ntern. (4) BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) (2) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik diselenggarakannya. Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Ber ita Resmi Statistik. Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselen ggarakannya. yang BAB VI KOORDINASI DAN KERJA SAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerja sama penyelen ggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat , di tingkat pusat dan daerah. Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran. (2) Banten Dalam Angka 2008 lxi

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik (3) Koordinasi dan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan il mu pengetahuan dan teknologi. Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinas i dan kerja sama penyelenggaraan statistik antara Badan, instansi pemerintah, da n masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 18 (4) (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi p emerintah, dan atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ke rja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarka n pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, atau masyarakat Indonesia. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Ke giatan Statistik Pasal 19 (2) Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden men genai karakterisrik setiap unit populasi yang menjadi objek. Pasal 20 Penyelengg ara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat u ntuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai deng an ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 21 Penyelenggara k egiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari resp onden. Banten Dalam Angka 2008 lxii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak me masuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang dipe rlukan. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan s tatistik sebagaimana adanya. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan ket erangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tan da pengenal, serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat , tata krama, dan ketertiban umum. Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. Setiap res ponden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan seba gaimana dimaksud dalam Pasal 25. Pasal 27 Setiap responden wajib memberikan kete rangan yang diperlukan dalam penyelengaraan statistik dasar oleh Badan. (2) Banten Dalam Angka 2008 lxiii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawa h dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan mempunyai perwakilan wil ayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. Ketentuan mengenai tugas, fungs i, susunan organisasi, dan tata kerja Badan, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. (2) (3) Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas membe rikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen, yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. Pasal 30 ( 1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organ isasi, dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaima na dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menera pkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah diba kukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. (2) (2) (3) Banten Dalam Angka 2008 lxiv

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsu r masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan m asyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan Na sional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bad an melakukan upaya-upaya sebagai berikut: a. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik; mengembangkan statistik sebagai ilmu; m eningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penye lenggaraan statistik; mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan d an pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya; mengem bangkan sistem informasi statistik; meningkatkan penyebarluasan informasi statis tik; meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk men dukung pembangunan nasional; dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam P asal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. b. c. d. e. f. g. h. Banten Dalam Angka 2008 lxv

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sen sus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (li ma puluh juta rupiah). Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar keten tuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1), dipidana dengan pidana kurung an paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua pu luh lima juta rupiah). Pasal 36 (1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alas an yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipida na dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp . 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Penyelenggara kegiatan statistik y ang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, dipi dana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp .100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (2) Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana d imaksud dalam Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahu n 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupi ah). Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dima ksud dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rup iah). Banten Dalam Angka 2008 lxvi

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, me nghalang-halangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dila kukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral, d ipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pasal 40 (1) (2) Tindak pidana sebaga imana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39 adalah kejahatan. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang No mor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Sta tistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 43 Undang-undang in i mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembara n Negara Republik Indonesia. Banten Dalam Angka 2008 lxvii

UU No. 16 Tahun 1997 Statistik Disahkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (Ttd) S OEHARTO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Ttd) MOERDIONO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 199 7 NOMOR 39 Salinan sesuai dengan aslinya Salinan sesuai dengan salinan aslinya B IRO PUSAT STATISTIK Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi (Ttd) Pietojo, MSA SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan (Ttd) Lambock V. Nahattands Banten Dalam Angka 2008 lxviii

Law of Number 16 of 1997 Statistics LAW OF REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 16 OF 1997 ON STATISTICS WITH THE MERCY AND COMPASSION OF THE ONE ONLY GOD THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Considering : a. That a statistics are important of planning, Implementation, Monitoring and eval uation of various activities is every aspect of the community, nation, state in the context of national development , as the implementation of Panacea, which ai ms to promote public Welfare in an effort to achieve the national goals as state d in the preambule to the constitution of 1945; That in the above mentioned impo rtance of statistics mean, that steps must be taken to regulate integrated natio nal statistics in the effort to create a reliable, effective, and efficient Nati onal statistics System; That in the law number 6 of 1960 on Censuses and Law Num ber 7 of 1960 on Statistics are no longer appropriate in light of subsequent dev elopments, community demands, and the requirement of national development; That in light of letter a, b, and c above, a new Law on Statistics is demand necessar y; b. c. d. In View of : Article 5 Section (1) and Article 20 section (1) of the Constitution of 1945. With the Approval of: THE PEOPLE REPRESENTATIVE COUNCIL OF THE INDONESIA DECREES : To Stipulate : THE LAW ON STATISTICS Banten Dalam Angka 2008 lxix

Law of Number 16 of 1997 CHAPTER I GENERAL PROVISIONS Article 1 In this law : 1. 2. Statistics are the obtained by collection Statistics preparation, presentation and analysis, and is system which regulates the connec tion between elements of statistics collection. Data are information in the form of numbers which concern the special characteristics of population. The Nationa l Statistics System is an institution consisting of parts which are interlinked in an order manner to form a totality in statistical collections. Statistic acti vities are measures directed towards providing and disseminating data, advancing the science of statistics, and eventually developing a national statistics syst em. Basic statistics are statistics utilized for a broad range of (Both governme nt and community) Purpose, which have cross-sectoral characteristics, are on a n ation and macro scale, and will be the responsibility of the agency. Sectoral st atistics are statistics utilized to satisfy the need of particular institution i n on effort to perform the duties of the administration and to further developme nt, the primary duty of the institution in question. Special statistics are stat istics utilized to fulfill The specific need of business, education, sociocultur e, and community interest, undertaken by non government institution, organizatio ns, individuals, and/or other parts of the community. A census is a data collect ed by enumerating a census of all population units in the entire territory of th e republic of the Indonesia to determine the characteristic of population at a g iven time. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. A survey is data collection method whereby a simple census is taken in other estimate the characteristics of a population at a given time. 11. The compilati on of administrative products is collecting, preparing, presenting and analyzing data from administrative records available from the government and/or community . 12. The agency is the BPS Statistics Indonesia. 13. Population is the unit or object of statistical activities, and includes government institutions, non gove rnment institutions, organization, individuals, items, and so on. 14. A sample i s a unit of the population used to estimate the characteristics of population. 1 5. A synopsis is an outline of a statistical collection. 16. A conductor of stat istical activities may be a government institutions, a non government institutio n, an organization, an individual, or another part of the community. Banten Dala m Angka 2008 lxx

Law of Number 16 of 1997 Statistics 17. An enumerator is an individual assigned by the conductor of statistical acti vities to collect data by interviewing, measuring (or using some other method on ) the object of statistical activity. 18. A respondents a government institution, a non government institution, an org anization, an individual, or another part of the community which has been select ed as the object of statistical activity. CHAPTER II. PRINCIPLES, DIRECTION, AND AIMS Article 2 In addition to the basic p rinciples of national development, this law based on : a. b. c. Integrity; Accur acy; and Currency. Article 3 Statistical activities should : a. b. c. d. support national development; develop a reliable, effective, and efficient national sta tistics system; increase public awareness of the significance and function of st atistics; and support development of science and technology. Article 4 Statistic al activities aim to provide complete, accurate, and current statistical data in order to create a reliable, effective, and efficient national statistic system to support national development. CHAPTER III. TYPE OF STTISTICS AND METHOD OF DATA COLLECTION Part one Types of s tatistics Article 5 Based on the purpose for which they are used, statistics are classified the following types: a. basic statistics; Banten Dalam Angka 2008 lxxi

Law of Number 16 of 1997 b. c. sectoral statistics; and special statistics. Arti cle 6 (1) Statistics Basic statistics and sectoral statistics are available for public utilization un less it is specified otherwise in prevailing legislation. Every individual has e qual opportunity to access and make use of special statistics but must maintain regard for the legally protected right of a person or an institution. (2) Part two Data Collection Methods Article 7 Statistics are collected by : a. b. c . d. census; survey; the compilation of administrative products; and other metho ds in keeping with developments in science and technology. Article 8 (1) Censuse s as referred to in article 7 letter a, will be conducted at least once every te n years by the agency, and will consist of : a. b. c. (2) a population census; a n agricultural census; and an economic census. (1)will be Changes to the Census and when it is to be conducted as referred to in section f urther regulated in a government regulation. Article 9 (1) Surveys is referred to in article 7 letter b, will be conducted periodically or at any time in order to obtain detailed data. Intercencal surveys will be carrie d out between censuses in order to bridge them. Article 10 (2) (1) Compilation of administrative product referred to in article 7 letter c, will be collected by utilizing various documents from administrative records. Banten Dalam Angka 2008 lxxii

Law of Number 16 of 1997 (2) Statistics Compilation of administrative products will be owned by government institution b ut will be available for public utilization unless prevailing legislation specif ies otherwise. Every individual will have an equal Opportunity to access the com pilation of administrative product owned by a non government institution, an org anization, an individual, or another part of the community but must maintain reg ard for the legally protected right of an individual or an institution. (3) CHAPTER IV. STSTISTICS COLLLECTION Part one Article 11 (1) (2) The Agency is res ponsible for basic statistics collection. When collecting basic statistics refer red to in section (1), the agency will obtained date by : a. b. c. d. census; su rvey; compilation of administrative product; and other methods in keeping with d evelopments in science and technology. Part two Sectoral Statistics Article 12 (1) A government institution will collec t sectoral statistics in accordance with the scope of its duties and function, e ither independently or in cooperation with the agency. When collecting sectoral statistics, the government institution will obtained data by: a. b. c. (3) surve y; compilation of administrative products; and other methods in keeping with dev elopments in science and technology. (2) Sectoral statistics must be collected in cooperation with the agency when the st atistics can only be obtained by census and need to be collected on a national s cale. The results of sectoral statistics activity when carried out by a governme nt institution on its own must be submitted to the agency. (4) Banten Dalam Angka 2008 lxxiii

Law of Number 16 of 1997 Part Three Specials Statistics Article 13 (1) Statistics Specials statistics will be collected by the community whether by a non governme nt institution, an organization, an individual, or another part of the community either independently or in a cooperation with the agency. The community may col lect special statistics as referred to in section (1) by: a. b. c. Survey; The c ompilation of administration products; and other methods in keeping with develop ments in science and technology Article 14 (2) (1) In order to develop a National Statistics System, the community as referred, to in article 13 section (1) must provide the Agency with a synopsis of the statist ical activity that it as undertaken when completed. The synopsis referred to in section (1) should contain: a. b. c. d. e. f. g. h. a title; the are where stati stical activities where conducted; the population; the number of respondents; th e time taken; the statistical method; the name address of the conductor of stati stics activities; and an abstract. (2) (3) The synopsis can be delivered by post, a data communication network, or other me an deemed convenient for the conductor of the statistical activity. The obligati on to provide a synopsis as referred to in section (1) does not apply to statist ics which are used to fulfill internal requirement. (4) Banten Dalam Angka 2008 lxxiv

Law of Number 16 of 1997 CHAPTER V. PUBLICATION AND DISEMINATION Article 15 (1) (2) The agency may publish the statistics it has collected. The statistics are t o be published in the official Statistics News Article 16 The agency is to disse minates the statistics it has collected. Statistics CHAPTER VI. COORDINATION AND COOPERATION Article 17 (1) The coordination and coo peration the collection of statistics will be the responsibility of the Agency i n consultation with government institutions and the community, at both central a nd regional levels. In the frame work of achieving and developing a National Sta tistics System, the Agency will cooperate with government institutions and the c ommunity to standardize concepts, definition classifications, and measurements. The coordination and cooperation referred to in section (1) are to be conduct on the basis of partnership, and developments in science and technology will be an ticipated and applied. The method and scope of the coordination and cooperation in the collection of statistics between the Agency, government institution, and the community will be further regulated by a presidential Decree. Article 18 (1) There may also be cooperation in collecting statistics between the Agency, gove rnment institutions, and/or the community and international institution, foreign countries institutions in accordance with prevailing legislation. The cooperati on in he collection of statistics referred to in section (1) is based on the pri nciple that the principal conductor of the statistical activities will be the Ag ency, the government institution, or the Indonesian community. (2) (3) (4) (2) Banten Dalam Angka 2008 lxxv

Law of Number 16 of 1997 CHAPTER VII. RIGHT AND OBLIGATIONS Part one Conductor o f Statistic Activities Article 19 Statistics The conductor of statistical activities may obtain information from respondents on the characteristics of every population which is the object of the research. Article 20 In accordance with prevailing legislation, the conductor of statistic al activities must provide equal opportunity to access available statistics. Art icle 21 The conductor of statistical activities must ensure the confidentiality of the information obtained from respondents. Part two Enumerator Article 22 Every enumerator from the Agency may enter an app ointed working area in order to obtain necessary information. Article 23 Every e numerator must deliver the results of the statistical activity without altering team. Article 24 Stipulation ensuring the confidentiality of the information col lected referred to in article 21 also apply to enumerators. Article 25 Every enu merator must display his or her letter of assignment and/or identification, and must observe religious beliefs, local customs, etiquette and public order. Part three Respondents Article 26 (1) Every individual has the right of to refus e to be respondent, except when the Agency is collecting basic statistics. Banten Dalam Angka 2008 lxxvi

Law of Number 16 of 1997 (2) Statistics Every respondent may turn away any enumerator who fails to satisfy the requireme nts of article 25. Article 27 Every respondent must provide the required information when the Agency is collec ting basic statistics. CHAPTER VIII. INSTITUTIONAL ISSUES Article 28 (1) The government will establish a Agency which will be under and directly responsible to the president. The Agen cy has regional representatives vertically. Stipulations regarding the Agencys du ties, function, organizational structure, and working procedures, as referred to in section (1), will be further regulated by a presidential Decree. Article 29 (1) The government will establish a statistics community forum which will provid e advice on statistics to the Agency. The forum referred to in section (1) will not have a formal structure but will be independent, its member will consist of government representatives, experts, practitioners, and public figure. Article 3 0 (1) A government institution may establish an organizational unit within its f ield of operation to collect sectoral statistics. The duties, functions, organiz ational structural, and working procedures of the organizational unit referred t o in section (1) will be regulated by the relevant institution base on prevailin g legislation. When collecting sectoral statistics, the organizational unit refe rred to in section (1) must coordinate with the Agency to apply standardized con cepts, definitions, classifications, and measurements to further develop the Nat ional Statistics System, and to support nations development. (2) (3) (2) (2) (3) CHAPTER IX. GUIDANCE Article 31 The Agency will cooperate with government instit ution and the community to guide the statistics collecting body and the communit y, in order to further increase the communitys contributions to, Banten Dalam Ang ka 2008 lxxvii

Law of Number 16 of 1997 Statistics and appreciation of statistic, to develop a National Statistic System, and to su pport national development. Article 32 The Agency should provide guidance as ref erred to in article 31, by: a. b. c. d. increasing the capabilities of the human resources used in statistics collections; developing statistics as a science; i ncreasing mastery of science and technology which can support statistics collect ions; creating conditions that support the necessary standardization and develop ment of concepts, definitions, classifications, and measurements in cooperation with other statistics collectors; developing an information statistic system; im proving the dissemination of statistical information; increasing the ability to use and utilize statistics to support national development; and promoting public awareness of the significance and function of statistics. Article 33 The guidan ce directive referred to in article 31 will be further regulated in a government regulation. e. f. g. h. CHAPTER X. CRIMINAL PENALTIES/PROVISIONS Article 34 Any individual who unlawfull y conducts a census in breach of article 11 section (2) letter a, will be subjec t to imprisonment for a period not exceeding two years and a fine not exceeding Rp. 50.000.000 Article 35 Any individual who deliberately violates article 14 se ction (1), will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year o r a fine of up to Rp 25.000.000. Article 36 (1) any conductor of statistical act ivities who deliberate, and without legal justification, fail to fulfill his or her obligation as set out in article 20, will be subject to imprisonment for one year or a fine not exceeding Rp 25.000.000. any conductor of statistical activi ties who deliberate violate article 21 will be subject to imprisonment for a per iod not exceeding five years and a fine not exceeding Rp. 100.000.000. (2) Banten Dalam Angka 2008 lxxviii

Law of Number 16 of 1997 Article 37 Statistics Enumerators who deliberately violate article 24 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one years and six month and a fine not exceeding 25.0 00.000. Article 38 Respondent who deliberately violate article 27 will be subjec t to imprisonment for a period not exceeding one year and six month and a fine n ot exceeding Rp. 25.000.000. Article 39 Any individual who deliberately and with out legal justification prevents, interrupts, or causes the conductor of statist ical activities to fail to collect basic or sectoral statistics will be subject to imprisonment for a period not exceeding Rp. 100.000.000. Article 40 (1) The c riminal acts referred to in article 34, article 36 section (2), article 37, arti cle 38, and article 39, are crimes. The criminal acts referred to in article 35 and article 36 section (1) are violation. (2) CHAPTER XI. TRANSITIONAL PROVISION Article 41 All regulations which implement La w Number 6 of 1960 on censuses and Law Number 7 on Statistics remain effective p eriod they do not conflict with, or have not been repealed by, this Law or any s ubsequent legislation. CHAPTER XII. CLOSING PROVISIONS Article 42 When this Law takes effect, Law Numbe r 6 of 1960 on census as Law Number 7 of 1960 on statistics will be invalid. Art icle 43 This Law will taken effect on hen date in is enacted. In order for every individual to know of this law, this legislation must be published in this stat e gazette of the Republic of Indonesia. Banten Dalam Angka 2008 lxxix

Law of Number 16 of 1997 Ratified in Jakarta on May 19, 1997 Statistics The President of Republic of Indonesia Signed SOEHARTO Promulgated in Jakarta On may 19, 1997 THE MINISTER /ATATE SECRETARY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Signed MOERDIONO STATE GAZATTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA OF 1997 NUMBER 39 Copy of original te xt Copy of original text SECRETARY OF THE CABINET OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Head of the bureau of law and regulations, signed BPS - STATISTIC INDONESIA head of the bureau of Personnel and organization, signed Lambock V. Nahattands Pietojo, MSA Banten Dalam Angka 2008 lxxx

Geographical and ClimateCondition

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Kondisi Geografis dan Iklim Melalui Undang-undang no. 23 tahun 2000, status Kare sidenan Banten Provinsi Jawa Barat berubah menjadi Provinsi Banten. Wilayah Prov insi Banten mempunyai luas 9.018,64 km2 , terdiri empat kabupaten yaitu Kabupate n Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang dan dua Kota yaitu Kota Tangerang dan Kot a Cilegon. Wilayah Provinsi Banten berada pada batas astronomis 1050 111 1060 712 BT dan 50 750 70 11 LS, mempunyai posisi strategis pada lintas perdagangan internasion al dan nasional. Provinsi Banten mempunyai batas wilayah: a. Sebelah utara denga n Laut Jawa b. Sebelah timur dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. c. Sebe lah selatan dengan Samudra Hindia d. Sebelah barat dengan Selat Sunda Sedangkan ekosistem wila -yah Banten pada dasarnya terdiri dari: a. Lingkungan Pantai Utar a yang merupakan ekosistem sawah irigasi teknis dan setengah teknis, kawasan pem ukiman dan industri. b. Kawasan Banten Bagian Tengah berupa irigasi terbatas dan kebun campur, sebagian berupa pemu kiman pedesaan. Geography and Climate Base on the act No. 23 year 2000, state of Banten residenc y of West Java change became Banten Province. Banten Province has area about 9,0 18.64 k m2 , that content four regencies namely Pandeglang, Lebak, Tangerang, an d Serang, and two municipalities namely Tangerang and Cilegon. In terms of astronomy boundaries, Banten Province located between 1050 1 11 1060 7 12 East Longitude and 5 0 750 7 011 South Latitude, this position is a strategy at in ternational and national trade traffic. Banten Province has boundaries: a. In th e north are bounded by Java Sea. b. In the east are bounded by DKI Jakarta and W est Java Province. c. In the south are bounded by Hindia Ocean. d. In the West a re bounded by Sunda Strait. While ecosystem of Banten Province is basically cont ent: a. Northern Beach environment those are irrigated rice field, housing and i ndustries. b. Region of central Banten is rice field with limited irrigation, an d estate crops, some of them are villages. The availability of water are 3 Banten Dalam Angka 2008

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim c. d. e. f. Ketersediaan air cukup dengan kuantitas yang stabil. Kawasan Banten sekitar Gunu ng Halimun-Kendeng hingga Malingping, Leuwi damar, Bayah berupa pegu nungan yang relatif sulit untuk di akses, namun menyimpan potensi sumber daya alam. Banten Bagian Barat (Saketi, DAS (Daerah Atas Sungai) Cidano dan lereng kompleks Gunung Karang Aseupan dan Pulosari sampai Pantai DAS Ciliman Pandeglang dan Serang bag ian Barat) yang kaya akan potensi air, merupakan kawasan pertanian yang masih pe rlu ditingkatkan (intensifikasikan) Ujung kulon sebagai Taman Nasional Konservas i Badak Jawa (Rhini Sondaicus). DAS Cibaliung Malingping, merupakan cekungan yan g kaya air tetapi belum diman faatkan secara efektif dan produktif. Sekelilingny a beru pa bukit-bukit bergelombang dengan rona lingkungan kebun campur dan talun , hutan rakyat yang tidak terlalu produktif. c. d. enough and stable. Area of Halimun-Kendeng through Malingping, Leuwidamar, and B ayah are hilliess which is relatively difficult to access, but has huge natural resources. Western area of Banten (Saketi, Cidanos RFA ;e.i River Flow Area and a rea between Karang and aseupan mountain, and Pulosari through the beach, Cilimans RFA Pandeglang and West Serang) that rich of water resources are agriculture fi elfs that need more attention of rising productivity or intensification Ujung Ku lon is National conservation of Java rhinoceros (Rhine Sondaicus) . Cibaliung RFA Malingping is an area that rich of water resources, but yet, did dot use effect ively and productively. The nearby are surge hills with estate crops and talon e nvironment as well as unproductive people forest e. f. Iklim wilayah Banten sangat dipengaruhi oleh Angin Monson (Monson Trade) dan Gel ombang La Nina atau E Nino. Saat musim l penghujan (Nopember - Maret ) cuaca did ominasi oleh angin barat (dari Sumatera , Samudra Hindia sebelah selatan India) yang bergabung dengan angin dari Asia yang melewati Laut Cina Selatan. Banten Dalam Angka 2008 The Climate of Banten is very influenced by Monson trade and El Nino Billow. In rainy season (November March), West wind dominate the climate of Banten (from Su matera, Hindia ocean Southern India) that joint with the wind from Asia that ove rreach South China Sea. 4

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Pada musim kemarau (Juni Agustus), cuaca didominasi oleh angin timur yang menyeba bkan wilayah Banten mengalami kekeringan yang keras terutama di wilayah bagian p antai utara, terlabih lagi bila berlangsung El Nino. Temperatur di daerah pantai dan perbukitan berkisar antara 220 C dan 320 C, sedangkan suhu di pegunungan de ngan ketinggian antara 400 1.350 m dpl mencapai antara 180 C 290 C. Banyaknya pu lau-pulau yang berpotensi bagi masyarakat Banten sekitar 55 pulau, yang tersebar di wilayah Banten maupun di perbatasan wilayah Banten. Sedangkan sungai-sungai yang melewati wilayah Banten sekitar 91 sungai. In dry season (June August) the climate dominated by the East wind that coused t he region of Banten suffer of heavy drought especially in the north coast, and i t will become worse during the El Nino. The temperature at coastal and hills area are between 220 C and 32 0 C, while in mountain area by altitude between 400 1.350 m the temperature reach between 18 0 C 29 0 C. The total of potential islands for Banten community are about 55 isl ands, that dispersed in the area and the boundery area of Banten, while rivers t hose flow the area of Banten are about 91 rivers Banten Dalam Angka 2008 5

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.1 Jarak Antar Kota di Banten dan Sekitarnya Distance Among Selected Cities in Bant en and Nearby (km) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Tangerang Serang Cilegon Bekasi Bandung Kota City (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Tangerang Serang Cilegon Bekasi Bandu ng 111 131 57 25 90 110 29 187 111 20 54 86 21 41 140 298 131 20 74 106 41 61 160 227

57 25 74 32 33 51 86 244 25 86 106 32 65 85 54 212 90 21 41 33 65 20 119 277 110 41 61 51 85 20 139 297 29 140 160 86 54 119 139 154 187 298 227 244 212 277 297 154 Banten Dalam Angka 2008 6

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.2 Letak Wilayah Banten Menurut Kabupaten/Kota Region Location of Banten by Regency /Municipality Kabupaten/Kota Regency/Municipality (2) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Letak Lintang/ Latitude (3) Letak Wilayah/ Region Location Letak Bujur/ Longitude (4) DPL (M) (5)

06 21 00"-07 10 00" LS 05 00 00"-10 00 00" LS 06 00 00"-06 20 00" LS 05 50 00"-06 20 00" L

105 48 00"106 11 00" BT 106 00 00"106 21 00"BT 106 20 00"106 43 00" BT 105 00 00"106 2200" BT 0.0-255.00 0.0-1000.00 0.0-50.00 0.0-177.80 06 06 00"-06 13 00" LS 05 52 24"-06 04 07" LS 05 07 50"-07 01 01" LS 106 36 00"103 42 00" BT 105 54 05"106 05 11" BT 105 01 11"106 07 12" BT 10.0-50.00 0.0-15.00 0.0-1000.00 Banten Banten Dalam Angka 2008 7

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.3 Pulau-pulau yang Berpotensi Bagi Banten Menurut Kabupaten/Kota Potential Islands for Banten by Regency/Municipality Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) 01.Pandeglang Nama Pulau/ Name of Island s (2) 1. Popole 2. Liwungan 3. Oar 4. Sumur 5. Omang 6. Mangir 7. Pamagangan 8. Boboko 9. Handeuleum 10. Peucang 11. Panaitan 12. Del i 13. Tinjil 14. Badul 1. Laki 2. Lancang Besar 3. Lancang Kecil 4. Bokor 5. Ram but 6. Untung Jawa 7. Bidadari 8. Kelor 9. Cipir/Kayangan 10. Ubi Besar 11. Payu ng Besar 12. Payung Kecil 13. Tidung Besar 14. Tidung Kecil 15. Aer Besar Luas / Area (Ha) (3) 1 200 5 000 1 100 1 500 1 000 1 500 900 900 6 000 50 000 10 7 000 95 000 59 000 1 500 106 000 2 137 000 1 103 000 732 000 1 527 000 2 062 00 0 603 000 193 000 123 000 89 000 1 342 000 178 000 4 892 000 1 740 000 650 000 Keterangan/ Notes (4) Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tida k Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Hutan Lindung Hutan Lindung Hu tan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Penangkar Kera Penangkar Kera Penangkar Kera Berpenghuni Berpenghuni Berpenghuni Cagar Alam Cagar Alam Berpenghuni Berpe nghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tenggelam Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghu ni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni 03.T angerang Banten Dalam Angka 2008 8

Bab I Lanjutan Continued Kondisi Geografis dan Iklim Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Nama Pulau/ Name of Island s (2) 16. Kapal 17. Gosong Lancang 18. Pari 19. Tukis 20. Kongsi 21. Burung 22. Tengah 1. Sangiang 2. Salira 3. Kali 4. Tarahan 5. Ka manisan 6. Cikantung 7. Panjang 8. Semut 9. Kubur 10. Lima 11. Gedang/Pisang 12. Dua/Burung 13. Satu/Tanjung Batu 14. Pamujan Besar 15. Pamujan Kecil 16. Tunda/ Babi Luas / Area (Ha) (3) 713 000 412 000 2 231 000 186 000 257 000 218 000 496 000 8 4 550 188 650 1 188 750 125 50 200 188 438 350 156 938 250 1 500 063 25 750 Keterangan/ Notes (4) Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berp enghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpengh uni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berp enghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni 04.Serang 1. Merak Besar 1 000 2. Merak Kecil 200 3.. Pulorida 200 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Bant en Province 72. Cilegon Banten Dalam Angka 2008 9

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.4 Nama-nama Sungai di Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Rivers in Banten by Re gency/Municipality Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) 01.Pandeglang Nama Sungai/ Name of Rivers (2) 01.Cikupa 02.Cimasayang 03.Cisangu 04.Cihaseum 0 5.Cipanas 06.Cinunggal 07.Cibali 08.Cijebuh 09.Cilemer 10.Cilancar 11.Cikoleang 12.Cikadueun 13.Cilemer 14.Cikarungkang 15.Cisata 16.Cikadueun 17.Cimoyang 18.Ci andur 19.Cimanunjang 20.Cikembang 21.Ciwates 22.Cikadueun 23.Cilemer 24.Cijakan 25.Cibama Hulu 26.Cipurang 27.Cigondang 28.Cisuwuk 29.Ciasata 30.Cikembang Panjang / Length (Km) (3) 4 5 3 3 10 10 5 10 12 18 14 6 14 9 6 4 3 3 3 4 4 15 17 9 4 4 10 8 15 5 Lokasi/ Location (4) Pandeglang Pandeglang Cadasari Cadasari Banjar Banjar Banja r Banjar Cimanuk Cimanuk Cimanuk Cipeucang Mandalawangi Saketi Saketi Saketi Sak eti Saketi Saketi Saketi Saketi Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes M enes Menes Banten Dalam Angka 2008 10

Bab I Lanjutan Continued Kondisi Geografis dan Iklim Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Nama Sungai/ Name of Rivers (2) 31.Cikuncil 32.Cisitugunung 33.Cibama 34.Ciwates 35.Cikadueun 36.Cilemer 37.Cijakan 38.Cibama Hulu 39.Cipurang 40.Cigondang 41.C isuwuk 42.Ciasata 43.Cikembang 44.Cikuncil 45.Cisitugunung 46.Cibama 47.Ciwates 48.Ciatuy 49.Cikadubuluh 50.Cipunten Agung 51.Cimala 52.Cibama 53.Ciletik 54.Cic arita 55.Cibeureum 56.Cikoreng 57.Citajur 58.Cilurah 59.Citampir 60.Cibungur 61. Ciliman 62.Cisurineun Panjang / Length (Km) (3) 5 9 12 15 15 17 9 4 4 10 8 15 5 5 9 12 15 9 20 18 18 2 5 15 6 2 3 7 7 2 10 25 20 Lokasi/ Location (4) Menes Menes Menes Jiput Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes Menes Menes Menes Menes Menes Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Ji put Labuan Labuan Labuan Labuan Labuan Labuan Pagelaran Pagelaran Pagelaran Banten Dalam Angka 2008 11

Bab I Lanjutan Continued Kondisi Geografis dan Iklim Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Nama Sungai/ Name of Rivers (2) 62.Cisolodeungeun 63.Ciseukeut 64.Cikeruh 65.Cil amis 66.Cibaliung 67.Cikeusik 68.Cijalarang 69.Cihandoyan 70.Cihonje 71.Cijengko l 72.Cicibaliung 73.Cinimbang 74.Cicorogol 75.Cikoleang 76.Ciletuk 77.Ciliman Panjang / Length (Km) (3) 13 14 10 8 12 13 8 15 12 3 6 6 4 4 5 20 42 10 30 10 45 20 55 15 40 10 10 41 8 20 15 Lokasi/ Location (4) Cigelis Cigelis Cigelis Cigelis Cibaliung Cikeusik Cimanggu Cimanggu Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Munjul Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Panggarangan Panggarangan Panggaranga n Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Malingping Malingping 02. Lebak 01.Cibareno 02.Cikidang 03.Sawarna 04.Cimanumbulan 05.Cidikit 06.Cidikit Leutik 07.Cimandur 08.Cimancak 09.Cisiih 10.Cisiih Leutik 11.Cimandiri 12.Cihara 13.Cim asuk 14.Cilangkahan 15.Cipeucangpari Banten Dalam Angka 2008 12

Bab I Lanjutan Continued Kondisi Geografis dan Iklim Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Nama Sungai/ Name of Rivers (2) 16.Cibinuangeun 17.Ciliman 18.Cilemer 19.Cimalur 20.Ciujung 21.Cimangeunteung 22.Cimaur 23.Ciberang 24.Cisimeut 25.Cilaki 26.Cim inyak 27.Cicinta 28.Cibeureum 29.Cidurian Panjang / Length (Km) (3) 38 35 15 10 58 10 10 50 30 25 25 15 15 25 314,3 58,0 4 0,0 44,0 24,0 25,0 20,0 48,0 25,0 39,0 100,0 Lokasi/ Location (4) Malingping Malingping Banjarsari Banjarsari Rangkasbitung C ipanas Cipanas Cipanas Leuwidamar Leuwidamar Muncang Maja Maja Maja Legok, Curug Anyar Padarincang Pamarayan Pontang Baros Ciomas Cikeusal Cikeusal Petir Tanger ang, Karawaci, Neglasari 03. Tangerang 04. Serang 01.Cisadane 01.Teneng 02.Cisaat 03.Ciujung 04.Kalimati 05.Ciwaka 06.Cibanten 07. Cisangu 08.Dahu 09.Cibango 01.Cisadane 71. Tangerang Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Offices for Marin e and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 13

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.5 Keadaan Iklim di Banten Condition of Climate in Banten No. (1) 1 Nama Daerah / No.DPM Name of Region (2) Kab. Serang a. Serang Selatan (ZOM 28) b . Serang Utara (ZOM 30) Bulan Basah Wet Month (3) Bulan Kering Dry Month (4) Tipe Iklim Type of Climate (5) 8 4 4 8 C C 2. Kab. Pandeglang a. Sebagian besar Pandeglang (ZOM 27) b. Sebagian Pandeglang bag ian Utara 8 8 4 4 3. Kab. Lebak a. Sebagian besar Lebak (ZOM 29) b.Sebagian Lebak bagian utara (ZOM 2 9) c.Sebagian Lebak bagian barat (ZOM 29) 7 7 7 4 4 5 5 5 8 8 4. 5. Kota Cilegon (ZOM 30) Kab. Tangerang Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 14

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.6 Suhu Udara Rata-Rata Maksimum dan Minimum di Stasiun OBS Average Maximum and Min imum Temperature at Observation Station 2007 Suhu Temperature ( 0 Celcius) Maksimum Minimum Maximum Minimum (2) (3) 31,9 30,6 31,0 31,8 31,7 31,5 31,7 32,4 33,2 33,2 32,9 31,0 31,9 32,2 31,6 32,0 23,6 23,6 23,9 23,8 23,6 23,1 22,3 22,1 21,8 23,0 22,9 23,7 23,1 22,9 23,3 23,8 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Rata-rata / Average 2006 200 5 2004 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 15

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.7 Rata-rata Curah Hujan, Kelembaban Udara, dan Kecepatan Angin di Stasiun OBS Average of Rainfalls, Relative Humidity, Wind Velocity at Observation Station 2007 Rata-rata 18 73 204 % (3) 79 verage of Curah Hujan Average of Rainfalls Mm (2) 207 301 250 92 152 68 48 2 8 1 127 114 16,67 Rata-rata Kelembaban Udara/ Average of Relative Humidity 85 96 84 84 82 81 77 74 78 78 84 82 80 85 Rata-rata Kecepatan Angin/ A Wind Velocity m/detik (4) 4 3 6 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May J uni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Rata-rata / Average 2006 2005 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 16

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.8 Keadaan Musim Kemarau di Banten Situation of Dry Season in Banten No, Nama Daerah / No,DPM Name of Region (2) Kab. Serang a. Serang Selatan (ZOM 28) b . Serang Utara (ZOM 30) Rata-rata Periode Musim Kemarau Average Period of Dry Season (3) (1) 1. Panjang Musim (Dasarian) Length of Season (4) Normal Curah Hujan (mm) Normal Rainfall (5) MEI I SEP III APR NOP III 10 25 356 - 482 615 - 832 2. Kab. Pandeglang a. Sebagian besar Pandeglang (ZOM 27) b. Sebagian Pandeglang bag ian Utara (ZOM 28) MEI I OKT I MEI I SEP III 11 10 376 - 509 356 - 482 3. Kab. Lebak a. Sebagian besar Lebak (ZOM 29) b.Sebagian Lebak bagian utara (ZOM 2 9) c.Sebagian Lebak bagian barat (ZOM 29) Kodya Cilegon (ZOM 28) Kab. Tangerang (ZOM 30) JUN I OKT I JUN I OKT I JUN I OKT 1 MEI I SEP III APR NOP III 10 10 10 10 25 336 - 454 336 - 454 336 - 454 356 - 482 615 - 832 4. 5. Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 17

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.9 Keadaan Musim Penghujan di Banten Situation of Rainy Season in Banten No, Nama Daerah / No,DPM Name of Region (2) Kab. Serang a. Serang Selatan (ZOM 28) b . Serang Utara (ZOM 30) Rata-rata Periode Musim Hujan Average Period of Rainy Season (3) (1) 1. Panjang Musim (Dasarian) Length of Season (4) Normal Curah Hujan (mm) Normal Rainfall (5) SEP III JUN I NOP II APR II 26 11 2 147 2 905 893 1 209 2. Kab. Pandeglang a. Sebagian besar Pandeglang (ZOM 27) b. Sebagian Pandeglang bag ian Utara (ZOM 28) OKT I JUN I SEP III JUN I 25 26 2 712 3 670 2 147 2 905 3. Kab. Lebak a. Sebagian besar Lebak (ZOM 29) b.Sebagian Lebak bagian utara (ZOM 2 9) c.Sebagian Lebak bagian barat (ZOM 29) OKT I JUN I OKT I JUN I OKT I JUN I SE P III JUN I NOP II APR II 24 24 24 26 11 2 907 2 837 2 907 2 837 2 907 2 837 2 1 47 2 905 893 1 209 4. 5. Kodya Cilegon (ZOM 28) Kab. Tangerang (ZOM 30) Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source:: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 18

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel 1.10 Table Luas Tanah dan Penggunaannya Menurut Kabupaten/Kota Land Area and its Usage by R egency/Municipality 2007 Lahan Sawah/ Field Area Kabupaten/Kota Regency/Municipality Irigasi/ Irrigation (3) Tidak Irigasi/ Not Irrigation (4) Tidak Diusahakan/ Not Used (5) (2) Kab/Reg 1. Pandeglang Lahan Bukan Sawah/ Not Field Area Bukan Tidak Pertanian/ Pertanian/ DiusahaAgric ulNot kan/ Not ture AgriculUsed ture (6) (7) (8) 34 347 31 146 2 285 136 808 23 246 11 110 2. Lebak 24 165 27 498 975 203 458 24 279 17 031 3. Tangerang 25 307 15 927 3 205 19 463 54 039 5 560 4. Serang 34 856

26 235 2 122 66 419 32 530 2 278 Kota/Mun 5. Tangerang 839 244 518 648 13 623 443 6. Cilegon 778 120 292 2 153 103 203 161 9 266 4 641 431 437 184 770 332 487 219 36 641 Banten Sumber : Potensi Desa SE 2006, BPS Source : Village Potential SE 2006, BPS Banten Dalam Angka 2008 19

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Banten Dalam Angka 2008 20

Government

Bab II Pemerintahan Penjelasan Teknis 1. Pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur segala kegia tan masyarakat dalam suatu daerah/wilayah/negara yang meliputi segala aspek kehi dupan berdasarkan normanorma tertentu. Provinsi Banten sebagai salah satu Provin si dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, mempunyai sistem peme rintahan yang sama dengan provinsi lainnya. Unit peme rintahan di bawah Provinsi adalah kabupa ten/kota. Ma sing-masing kabupaten/kota terdiri dari beberapa keca matan. Sedang kan kecamatan terbagi habis dalam beberapa desa/kelurahan. Technical Notes 1. Governance is a system that regulates all inhabitants activit ies in an area / in a state in all living aspects based on certain norms. Banten Province, as one of province in Republic of Indonesia, has the same governmenta l system with other provinces. Governmental unit below Province is regencies or municipalities. Each regency or municipality consists of many districts. Meanwhi le, district consists of many villages. 2. 2. Provinsi Banten terbagi dalam 4 kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang dan Sera ng) dan 2 kota (Tangerang dan Cilegon). Jumlah kecamatan di seluruh Banten seban yak 152. Sedangkan jumlah desa/kelurahan pada tahun 2006 adalah 1.504 (Tabel 2.1 ). Anggota DPRD Prov insi Banten berjumlah 75 orang terdiri dari 70 orang laki-l aki dan 5 orang perempuan, yang terbagi dalam 9 fraksi. Sebagai lembaga legislat if yang salah satu tugasnya adalah membuat peraturan perundangundangan. DPRD Pro vinsi Banten telah menghasilkan 7 buah Surat Keputusan Pimpinan Dewan, 51 buah S urat Keputusan Dewan dan 5 buah Peraturan Daerah. Banten Dalam Angka 2008 Banten Province is divided into 4 regency (Pandeglang, Lebak, Tangerang and Sera ng) and 2 municipalities (Tangerang and Cilegon). The number of districts in thi s province is 152. Meanwhile the number of villages in this province is 1,504. ( Table 2.1) The numbers of parliament of Banten Province are 75 members that 70 o f them are male, and 5 are female. Those members are divided into 9 factions. As a legislative institution, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) or Regional Pe ople Representatives Board has duties, some of them are establish laws and regul ations. Since now has establish; 7 Chairmans Board Decrees, 51 Board Decrees and 5 Local Regulation. 23

Bab II Pemerintahan Pemerintahan Provinsi Banten selama tahun 2007 didukung oleh 2.942 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana 2.095 orang lakilaki dan 847 orang perempuan. Apabil a dilihat dari pendidikan, maka 1.766 orang atau 60,03 persen PNS berpendidikan sarjana (Strata I/II/ III), sedangkan sisanya 39,97 persen hanya berpendidikan n on gelar (Sarjana Muda/D3 atau yang lebih rendah). Dari seluruh unit kerja di li ngkungan Pemerintah Provinsi banten jumlah pegawai terbanyak terdapat di Dinas P endapatan Daerah yakni 249 orang atau sekitar 8,46 persen dari total pegawai Pem erintah Provinsi Banten. The Government of Banten Province in 2007 has 2,942 civil servances that 2,095 o f them are male and 847 are female. As shown by education, 1,766 of them or 60.0 3 percent are graduate (Stratum I/II/III), while the rest or about 39.97 percent are non degree (bachelor and lower). Among the all of the local goverment offic e in Banten Province, the Provincial Income Office has the most civil servance, e.i 249 employees or 8,46 percent to total employee of Banten Province Governmen t. Banten Dalam Angka 2008 24

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.1 Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Banten Number of Districts, Special Vill ages and Villages in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Kecamatan District (2) Desa/Kelurahan Village/Special Village Desa Village (3) Kelurahan Special Villag e (4) Jumlah Total (5) 35 28 36 34 322 315 251 354 13 5 77 20 335 320 328 374 13 8 154 152 135 132 124 0 0 1 242 1 242 1 337 1 337 1 337 104 43 262 262 146 146 144 104 43 1 504 1 504 1 483 1 483 1 481 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 25

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.2 Jumlah Desa Menurut Klasifikasi di Banten Number of Villages by Classification i n Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Swadaya Self-Help (2) Swakarsa Self-Work (3) Swasembada SelfSupporting (4) Belum Terklasifikasi Unclassified (5) Jumlah Total (6) 266 306 294 322 69 14 34 52 27 14 1 229 1 207 77 29 275 277 1 1 1 483 1 482 1 480 21 1 504 1 504 1 483 1 483 1 481 Sumber : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Source :Board of Woman Empowerment and Rural Society of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 26

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.3 Jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Menurut Kategori di Banten Number o f LPM by Category in Banten 2007 Belum Terklasifikasi Unclassified (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Swadaya Self-Help (2) Swakarsa Self-Work (3) Swasembada Self-Supporting (4) Jumlah Total (6) 266 306 294 322 69 14 34 52 27 14 1 229 1 207 77 29 275 277 427 424 449 1 056 1 058 1 031 21 1 504 1 504 1 483 1 533 1 481 1 1 Sumber : Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa Provinsi Banten Source : B oard of Woman Empowerment and Rural Society of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 27

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.4 Jumlah Personil Perlindungan Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Civilian Reserve Personnel by Regency/Municipality 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Personil Personnel (2) Persentase Percentage (3) 47 600 55 749 45 900 85 928 100 100 100 100 21 900 21 588 278 665 41 143 40 691 228 518 466 965 100 100 100 100 100 100 100 Sumber : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten Source : Board of Nat ion and Politic Unity Banten Provinvce Banten Dalam Angka 2008 28

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.5 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin Number of P arliament Members by faction and Sex 2007 Fraksi Faction (1) Fraksi Partai Golongan Karya (F. P. Golkar) Laki-laki Male (2) 15 Perempuan Female (3) 1 Jumlah Total (4) 16 Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) 11 11 Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F.PDIP) Fraksi Partai Persatuan Pe mbangunan (F.PPP) 9 3 12 7 1 8 Fraksi Partai Demokrat 8 8 Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) 5 5 Fraksi Partai Bintang Reformasi (F..PBR)

5 5 Fraksi PAN 5 5 Fraksi BBPU 5 5 Jumlah/ Total 70 5 75 Sumber : Sekretariat DPRD Provinsi. Banten Source : Legislative Secretary of Ban ten Province Banten Dalam Angka 2008 29

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.6 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin Num ber of Parliament Members by Regency/Municipality and Sex 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Laki-laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. C ilegon 7. Kota Serang Jumlah/ Total 43 35 42 286 2 3 16 45 35 45 305 42 42 40 42 3 3 5 3 45 45 45 45 Sumber : Sekretariat DPRD Provinsi. Banten Source : Legislative Secretary of Ban ten Province Banten Dalam Angka 2008 30

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.7 Jumlah Keputusan DPRD Provinsi Banten Number of Parliament Decrees of Banten 200 7 Jenis Keputusan Kind of Decree (1) 1. Surat Keputusan Pimpinan DPRD Parliament C hairmans Decrees Paper Jumlah Keputusan Number of Decrees (2) 7 2. Surat Keputusan Dewan (DPRD) Parliament Decree 51 Keputusan 3. Peraturan Daerah Local Regulation 5 PERDA Jumlah/Total 56 2006 64 2005 37 2004 60 2003 Sumber : Sekretariat DPRD Provinsi. Banten Source : Legislative Secretary o f Banten Province 53 Banten Dalam Angka 2008 31

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.8 Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS dan CPNS) Menurut Pendidikan Number of Local Go vernment Employees and Before Employees by Education 2007 Jenis Pendidikan Education Level PNS/ CPNS/ Jumlah/ Total Employee (2) 35 9 712 55 47 277 41 1 307 456 3 Employee Before (1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diplo ma I Diploma II Doploma III/ Sarjana Muda / Bachelor Graduate Diploma IV Strata I Strata II Strata III Jumlah/Total 2006 2005 2004 Sumber: Badan Kepegawaian Dae rah Source : Employee Board of Regional Government (3) 174 3 3 (4) 35 9 712 55 47 277 41 1 307 456 3 2 942 2 960 2 768 2 768 2 942 2 786 2 765 2 765 Banten Dalam Angka 2008 32

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.9 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan dan Jenis kelamin Number of Local Government Employees by Education and Sex 2007 Jenis Pendidikan Education Level (1) SD / Primary School SMP / Junior High Schoo l SLTA / Senior High School Diploma I Diploma II Doploma III/Sarjana Muda / Bach elor Graduate Diploma IV Strata I Strata II Strata III Jumlah/Total 2006 2005 Laki-laki Male (2) 33 9 530 41 20 153 35 887 384 3 2 095 2 108 1 997 Perempuan Female (3) 2 182 14 27 124 6 420 72 847 852 771 Jumlah Total (4) 35 712 55 47 277 41 1 307 456 3 2 942 2 960 2 768 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Source : Employee Bureau of Regional Government Banten Dalam Angka 2008 33

Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.10 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Unit Kerja dan Jenis Kelamin Number of Local Government Employees by Unit and Sex 2007 Unit Kerja Unit (1) Laki-laki Male (2) 16 41 66 34 23 45 31 31 23 30 37 30 57 55 51 47 50 60 29 38 180 92 99 137 179 56 70 80 37 68 Perempuan Female (3) 25 37 2 7 14 30 11 11 14 17 12 11 24 19 14 22 19 24 16 20 69 19 22 30 15 55 9 43 38 24 J umlah Total (4) 16 66 103 61 37 75 42 42 37 47 49 41 81 74 65 69 69 84 45 58 249 111 121 167 194 111 79 123 75 92 1.Sekretariat Daerah 2.Biro Kepegawaian 3.Biro Umum 4.Biro Kesejahteraan Rakyat 5.Biro Organisasi 6.Biro Keuangan 7.Biro Hukum 8.Biro Pemerintahan 9.Biro Pereko nomian Daerah 10.Biro Hubungan Masyarakat 11.Biro Perlengkapan 12.Biro Administr asi Pembangunan 13.Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat 14.Badan Pengawasan Daera h 15.Badan Kesbang dan Linmas 16.Badan Pendidikan dan Pelatihan 17.Badan Pemberd ayaan Masyarakat 18.Badan Perencanaan Daerah 19.Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah 20.Badan Pengendalian Dampak Lingkungan 21.Dinas Pendapatan Daerah 22.Di nas Perhubungan 23.Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi 24.Dinas Pertani an dan Peternakan 25.Dinas Pekerjaan Umum 26.Dinas Kesehatan 27.Dinas Pertambang an dan Energi 28.Dinas Pendidikan 29.Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 30.Dinas Ke lautan dan Perikanan Banten Dalam Angka 2008 34

Bab II Lanjutan Continued Pemerintahan Unit Kerja Unit (1) 31. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 32. Dinas Sosial dan Tena ga Kerja 33. Kantor Perpustakaan 34. Kantor Pengelola Data Elektronik dan Arsip Daerah 35. Kantor Penghubung 36. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja 37. Rumah Sak it Umum Daerah Malingping 38. Sekretariat Dewan Korpri 39. BKSP JABODETABEKJUR 4 0. Komisi Pemilihan Umum 41. PLB Kab. Serang 42. PLB Kab. Pandeglang 43. PLB Kab . Lebak 44. PLB Kab. Tangerang 45. PLB Kota Tangerang 46. PLB Kota Cilegon Jumla h/Total Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Source : Employee Bureau of Regional Go vernment Laki-laki Male (2) 72 84 11 18 9 35 13 8 5 12 2 5 10 2 14 3 2 095 Perempuan Female (3) 28 27 10 9 8 2 16 5 1 3 5 7 7 5 13 10 847 Jumlah Total (4) 100 111 21 27 17 37 29 13 6 15 7 12 17 7 27 13 2 942 Banten Dalam Angka 2008 35

Bab II Pemerintahan Banten Dalam Angka 2008 36

Population and Manpower

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Penjelasan Teknis 1. Sumber utama data kepen dudukan adalah Sensus Pen duduk, ya ng dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak lima kali sejak Indo nesia merdeka yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990 d an 2000. Selain Sensus Penduduk, untuk menjembatani ketersediaan data kependuduk an diantara dua periode sensus, BPS melakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPA S), yang telah dilakukan sebanyak tiga kali, tahun 1976,1985,1995 dan terakhir 2 005. Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk ya ng berdo misili di wilayah geografis Indo nesia termasuk warga negara asing kecu ali anggota Korps Diplomatik berserta keluarga nya. Berbeda dengan pelaksa naan sensus penduduk sebelum nya, Sensus Penduduk 2000 hanya melaksanakan metode penc acahan lengkap dengan jumlah variabel yang lebih banyak. Sensus Penduduk 2000 di lakukan serentak di seluruh tanah air mulai tanggal 1-30 Juni 2000. Metode pe ng umpulan data dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan res ponden. Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk Technical Notes 1. The main source of population data is Population Census that is conducted every 10 years. The Population Census has conducted 5 times, those are in 1961, 1971, 1980, 1990 and 2000. Besides the Population Census, to mainta in the availability of population data between 2 censuses period, BPSStatistics Indonesia conducted Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) or Population Survey Be tween Censuses. SUPAS has been conducted 3 times in 1976, 1985, 1995 and 2005. In a Population Census, every citizen who domiciles in Indonesian geographical a rea is counted, including expatriates except the member of diplomatic corps and their family. Different from previous censuses, Population Census 2000 only cond ucted complete counting method with more variables considered. Population Census 2000 was started 1 June 2000 and ended 30 June 2000. Data was collected by the way of interview with respondent. Counting method used in population census is a combination between de jure and de facto method. Respondent who domiciles in a permanent resident is counted in de jure method or the place in which he/she hab itually domiciles, Meanwhile, respondent who doesnt domiciles Banten Dalam Angka 2008 39

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja adalah kombinasi antara de jure dan de facto. Bagi penduduk yang bertempat tingg al tetap dipakai cara de jure, dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan u ntuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto, y aitu dicacah di tempat mere ka ditemukan petugas sensus, biasanya pada malam (ha ri terakhir) sensus. Termasuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap tuna w isma, awak kapal berbendera Indonesia, penghuni perahu/rumah apung, masyarakat t erpencil/terasing dan pengungsi. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap , tetapi sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah d i tempat tinggalnya. Sebaliknya, seseorang atau keluarga menempati suatu banguna n be lum mencapai enam bulan tetapi bermaksud menetap disana dica cah di tempat tersebut. 2. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis R epublik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kur ang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. Rata-rata Pertumbuhan Pen duduk adala h angka yang menunjukkan tingkat pertam bahan penduduk per tahun In a permanent resident is counted in de facto method or the place in which cens us officer finds the respondent. Citizens that dont have a permanent resident are , among others, the homeless; Indonesian flagged marine vessel labour, refugees, boatmen and remote tribe. Those who have permanent residences but undergoing a trip for more than 6 moths are not counted in their residence. Meanwhile, those who occupy a house less than 6 months but intend to domicile are counted in that place. 2. Population are people who domicile in Indonesian geographical area for 6 mont hs or more and or those who live less than 6 months but intend to permanently do micile. 3. 3. Average Growth of Population is a number showing a population increases rate per year within specific period. This number is Banten Dalam Angka 2008 40

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja dalam jangka waktu tertentu. Angka ini dinyatakan sebagai persentase dari pendud uk dasar. 4. Kepadatan Penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan ban yaknya penduduk perem puan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinya takan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. Rumah Ta ngga adalah se seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur . Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-ha rinya dikelo la bersama -sama menjadi satu. Anggota Rumah Tangga adalah semua or ang yang bia sanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktu penca cahan maupun yang sementara tidak ada. Rata-rata Anggota Rumah Tangga adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga per rumah tangga. stated as a percentage of a population base. 4. Population Density is the number of population per kilometer square 5. 5. Sex Ratio is a ratio between the number of male compared with the number of f emale in a specific region and a specific time. It is customarily stated in the number of male for every 100 female. 6. 6. Household is one person or a group of person who occupies a part or a whole h ouse and customarily stays and eats together from one kitchen. Eat together from one kitchen means that daily need is managed together. 7. 7. Member of Household is every person who customarily stay in one household, in cluding those who dont stay at home when they are counted. 8. 8. Average Member of Household is the average number of member per household. Banten Dalam Angka 2008 41

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja 9. Pengumpulan data angkatan kerja dilaksanakan BPS melalui sensus dan survei. Surv ei Angkatan Kerja Nasional (Saker nas) merupakan survei yang khusus mengumpulkan informa si/data ketenagakerjaan. Pada beberapa survei sebelumnya, pengumpulan d ata angkatan kerja dipadukan dalam kegiatan lainnya, seperti Survei Sosial Ekono mi Nasional (Susenas), Sensus Penduduk (SP), dan Survei Penduduk Antar Sensus (S upas). 9. Labour force data collection is conducted by BPS through census and survey. S urvey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) or National Manpower Survey is a survey that especially gather data/information concerning with manpower. In previous s urvey, manpower data collecting is combined in other survey and census such as S urvey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) or National Economic and Social.Survey, Population Census and Population Survey between Censuses (Supas). 10. Working Ag e Population are those aged beyond 15 year. 11. Working is doing a job that inte nds to earn or help to earn revenue or profit and lasting continuously at least one hour in the previous week ( including family worker who works or helps econo mic activities of the family without any salary) 10. Penduduk Usia Kerja adalah Penduduk yang berumur 15 tahun ke atas 11. Bekerj a adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh p endapatan atau keuntungan dan lamanya beker ja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang mem bantu dalam suatu usaha /kegiatan ekonomi). 12. Angkatan Kerja adalah pen duduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan yang mencari pekerjaan. 12. Labor Force is those aged beyond 1 who work, or have 0 any job but at presen t is not working and those who try to find a job. Banten Dalam Angka 2008 42

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja 13. Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bek erja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untu k hal-hal diluar pekerjaan). 14. Lapangan Usaha adalah bidang kegiatan dari peke rjaan/tempat bekerja dimana seseorang bekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengik uti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit. 15. Status P ekerjaan adalah kedu dukan seseorang dalam unit usaha/kegiatan dalam melaku kan pekerjaan. 16. Pekerja Tak Dibayar adalah seseorang yang bekerja mem bantu usaha untuk memperoleh keuntungan/penghasilan yang dilakukan oleh salah seorang anggo ta rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji. 17. Ti ngkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah salah satu indikator dasar ketena ga kerjaan yang memberikan gam baran tentang seberapa besar keterlibatan pendudu k dalam kegiatan ekonomi produktif. Rumus TPAK adalah: 13. Total Working Hour is the number of working hour used to work (not include o fficial relax hour and working hour that used to do things instead a job) 14. Working Field is the kinds or the place of works in which someone do his job . The classification of working area follows Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Ind onesia (KBLI) or Indonesia Working Field Standard Classification in one digit. 1 5. Employment Status is the level in which someone does his job in a working uni t. 16. Unpaid Workers are those who work to help economic activities of the family without any salary, including those who are not the member of the family. 17. Labor Force Participation Rates is the basic manpower indicator showing inha bitants participation in the productive economic activities. TPAK is formulated as follows: Banten Dalam Angka 2008 43

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Jumlah Penduduk Yang Tergolong dalam Angkatan Kerja x 100 Jumlah Penduduk Berumu r 10 Tahun Ke Atas 3.1. Penduduk Dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjuta n, hampir tidak satu program pun yang tidak memperhatikan penduduk. Semua jenis program pembangunan ten tunya diintegrasikan dan akan di bawa ke dalam suatu tuj uan pembangunan, yaitu untuk mening katkan kesejahteraan dan kualitas hidup pend uduk. Oleh karena itu informasi kependudukan, dengan berbagai karakteristik, kec ende rungan dan diferensiasinya menjadi semakin penting. Sehubungan dengan itu, data penduduk seba gaimana data lainnya, sangat diperlukan dalam berbagai peren canaan dan evaluasi pembangunan, terutama setelah adanya pergeseran paradigma pe mbangunan yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan pertumbuhan ekonomi semata tetapi upaya meningkatkan kualitas SDM telah menjadi tumpuan dan tujuan pembangu nan itu sendiri. ( Number of Inhabitants In Work Force) X 100 Number of Inhabitants Aged beyond 1 0 year 3.1 Population In relation with continuing development, almost all programs are dealt with inhabitants. All development programs are integrated and directed tow ard the goal, namely increasing welfare and living quality of inhabitants. Becau se of that reason, population information that is completed with various charact eristics, tendency and differentiation is very substantial. By the same reason, population data and any other related data are very important for the developmen t planning and evaluation especially after paradigm change that not only based o n economic growth but also based on improving human resources quality that has b ecome the goal of development itself. (People centered development). Banten Dalam Angka 2008 44

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja a. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk di suatu daerah sebenarnya me rupakan asset dan potensi pembangunan yang besar besar, manakala penduduk terseb ut berkualitas. Sebaliknya dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang pesat tet api dengan kualitas yang rendah akan menjadi beban besar bagi proses pembangunan yang akan dilaksanakan. Penduduk Banten berdasar kan data hasil Sensus Penduduk yang disajikan pada Tabel 3.1.1, menunjukkan jumlah yang terus bertambah. Pada tahun 1961 tercatat sebanyak 2.438.574 jiwa dan tahun 1971 sebanyak 3.045.154 ji wa, meningkat menjadi 4.015.837 jiwa pada tahun 1980 dan 5.967.907 jiwa pada tah un 1990. Pada tahun 2000, jumlah penduduk tersebut ber dasarkan hasil Sensus Pen duduk 2000 (SP2000) telah bertambah menjadi sebanyak 8.096.809 jiwa dan tahun 20 07 meningkat kembali menjadi 9.423.367 jiwa. Kecenderungan penduduk yang terus b ertambah dari periode sensus yang satu ke sensus atau survei berikutnya tentunya bukan hanya disebabkan pertambahan penduduk secara alamiah, tetapi tidak terlep as dari kecenderungan migran baru yang masuk disebabkan daya tarik Provinsi Bant en, baik dilihat dari potensi daerah seperti banyaknya perusahaan industri a. Population Growth and Population Population in an area is actually a great development asset and potential if the population is qualified. In contrast, a great deal number of population and its growth with minor quality will be a big burden for the development process itse lf. Banten population based on the result of Population Census noted at Table 3.1.1 shows that the number of population increasee annualy. In 1961 population number is 2,438,574 while in 1971 is 3,045,154 and increasing toward 4,015,837 in 1980 and 5,967,907 in 1990. In year 2000 population number based on 2000 Population Census has become 8,096,809 and in 2007 is increasing to be 9,423,367 inhabitant s. Increasing trend in population growth from one census to the next census or from one survey to the next survey is not only caused by natural population growth, but also caused by migration. Migrants come to Banten because of many reason and job opportunities in many sectors, among others, industrial companies situated Cilegon, Tangerang and Banten Dalam Angka 2008 45

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja besar/sedang di daerah Cilegon, Tangerang dan Serang serta potensi pariwisata di Pandeglang, Serang dan daerah lainnya, sehingga keter sediaan lapangan kerja da n makin kondusifnya kesempatan berusaha akan menarik pendatang dari luar Banten. Laju Pertumbuhan pen duduk Banten seperti yang disajikan pada Tabel 3.1.2, sela ma kurun waktu 2000-2007 rata-rata tumbuh sebesar 2,19 persen. Angka ini menunju kkan penurunan dibanding kan pertumbuhan antara tahun 19902000 yang rata-rata tu mbuh sebesar 3,21 persen. Apabila dilihat menurut kabupaten/kota pada kurun wakt u 2000-2007, rata-rata pertumbuhan penduduk kabupaten/kota menunjukkan penurunan . Laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi masih terlihat di Kabupaten Tang erang dengan ratarata laju pertumbuhan sebesar 3,22 persen. Tingginya pertumbuha n penduduk di daerah tersebut tidak terlepas dari potensi daerah bersangkutan ya ng telah tumbuh menjadi pusat kawasan pertumbuhan ekonomi sehingga menjadi daera h tujuan para pendatang (migran), serta karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Ibu kota Negara (Jaka rta) wilayah Jabotabek, yang mau tidak mau harus m enampung pula penduduk yang aktivitas ekonomi kesehariannya di wilayah DKI Jakar ta. Selanjutnya, bila Serang, tourism companies in Pandeglang, Cilegon and Serang and any other job op portunities and also the more conducive atmosphere for people to enhance any eco nomic activities. Population growth rate in Banten, as noted in Table 3.1.2 for periods of 2000-20 07 grows in average of 2.19 percent. This rate shows a decrease compared with po pulation gro wth rate in periods of 1990-2000 showing 3,21 percent. If viewed fr om the regency and municipals side, for periods of 20002007 gro wth in average s hows a decrease. High population growth is still incurred in Kabupaten Tangerang the average of p opulation growth is 3.22 percent. The highest of population growth in this regen cy is closely related with their economic potential that has grown to be the cen tre of economic area and has become destination for migrants. It is also caused by their sites that are straight-bordered with Indonesian Capitol (Jakarta) Jabo tabek area. A great number of inhabitants whose daily economic activities in Jak arta stay in the above area Banten Dalam Angka 2008 46

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk pada periode sebelumnya (1990-2000) sem ua kabupaten/kota kecuali Kabupaten Lebak menunjukkan penurunan laju pertumbuhan penduduk. Penurunan laju pertumbuhan yang cukup ekstrim terjadi di Kota Tangera ng dari rata-rata sebesar 8,77 persen pada kurun waktu 19801990 menjadi 3,83 per sen pada tahun 1990-2000. Hal ini terjadi karena pada kurun waktu 1980-1990 di k ota Tangerang (sebelumnya Kotif) terjadi penambahan kecamatan, dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan yang keduanya berasal dari wilayah di Kabupaten Tangerang. S eperti dijelaskan dimuka, jumlah penduduk dari tahun ke tahun selalu mengalami p ening katan. Jumlah penduduk Banten pada tahun 2007 berdasarkan hasil Survei Sos ial Ekonomi Nasional (Susenas) keadaan Juni, bertambah menjadi 9.423.367 jiwa ya ng terdiri dari laki-laki 4.722.969 jiwa lebih banyak dibanding perempuan yang j umlahnya 4.700.398 jiwa. Sementara itu, jumlah rumahtangga tercatat sebanyak 2.2 49.648. Sebagai daerah yang terbuka bagi setiap warga, berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000 di Banten tercatat pula sekitar 16.871 warga negara asing (WNA) se perti yang disajikan pada Tabel Compared with population growth rate in the previous period (19902000), all rege ncies and municipals, except Lebak, shows a decreasing growth rate. Extremely decreasing growth rate incurred in Kota Tangerang from 8,77 percent (d uring 19801990) to 3,83 percent (during 19902000). This happened because in the periods of 1980-1990 in Kota Tangerang there is an addition in the number of dis trict from 3 districts becomes 5 districts. The 2 districts are previously of Ka bupaten Tangerang. As explained above, population number always increases from year to year. Popula tion number in Banten in 2007 based on the result of National Social Economic Su rvey (Susenas) in June, increase to be 9,423,367 inhabitants, 4,722,969 of them are men and greater than the woman that only amounting 4,700,398 inhabitants. Me anwhile, the number of household in Banten is 2,249,648. As a region that is ope n for everyone, based on the result of Population Census 2000 in Banten there ar e 16,871 expatriates as noted in table 3.1.4. Of all expatriates, most of them c ome from Banten Dalam Angka 2008 47

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja 3.1.4. Dari keseluruhan WNA tersebut, sebagian besar warga negara asing China ya ng teridentifikasi kebanyakan berasal dari keturunan RRC dan Taiwan dengan jumla h sekitar 12.141 jiwa (71,96 persen), sedang sisanya sebanyak 4.730 jiwa (28,04 persen) adalah warga asing lainnya seperti Arab, Pakistan, Inggris dan lainnya. Data tentang jumlah penduduk lainnya yang perlu untuk dikaji adalah penduduk yan g diperoleh dari hasil proyeksi. Data proyeksi penduduk diantaranya diperlukan u ntuk mengkuantifikasi kan targettarget pembangunan di masa mendatang. Proyeksi p en duduk (demografi) terutama dibutuh kan oleh tiga kelompok pemakai utama, yait u perencana, pembuat kebijaksanaan dan analis. Data penduduk Banten hasil proyek si menurut kelompok umur dan jenis kelamin serta jumlah penduduk menurut kabupat en/kota dapat dilihat pada Tabel 3.1.7 dan 3.1.8. Diperkirakan jumlah penduduk B anten pada tahun 2008 sekitar 10.106,6 ribu jiwa. the China Mainland and Taiwan amounted 12,141 expatriates (71.96 percent), while the rest amounting 4,730 expatriates (28.04 percent) are from Arab, Pakistan, B ritish and many others The other data about population that is necessary to know is the number of popul ation based on projection. Projected population data is needed to, among others, quantify development targets in the future. The projection of population (demog raphy) is basically needed by the three important users, those are planner, deci sion maker and analyst. Banten population data as the result of projection based on age group and sex an d the number of population based on regency can be seen in Table 3.1.7 and 3.1.8 . It is estimated that the number of population in Banten in 2008 is around 10,1 06,6 thousand inhabitants. b. Persebaran dan Kepadatan Penduduk b. Distribution Density and Population Persebaran atau distribusi penduduk pada dasarnya merupakan komposisi penduduk b erdasarkan geografis. Spread or distribution of population is basically a population composition based on geographical area. Banten Dalam Angka 2008 48

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Dari data persebaran penduduk dapat dilihat apakah komposisi penduduk di suatu w ilayah administrasi tersebut merata atau tidak. Melalui persebaran penduduk dapa t dilihat pula di wilayah mana terjadi pemusatan penduduk. Indikator persebaran inidinyatakan dalam persentase, sehingga dapat dilihat polanya. Pada selang wakt u 2000 sampai 2007, persebaran penduduk di Kabupaten Pandeglang, Kab Serang, Kot a Tangerang dan Kota Cilegon terhadap Provinsi Banten cenderung mengalami penuru nan sementara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang relatif mengalami kenaikan (Tabel 3.1.9). Terjadinya peningkatan di-2 daerah tersebut adalah hal yang waja r, mengingat daerah tersebut merupakan daerah berkembang terutama dari perkemban gan sektor industri besar/sedang yang dibarengi pertumbuhan pada sektor perda ga ngan dan jasa-jasa sehingga banyak tenaga kerja yang datang dari daerah lain ter masuk mereka yang membuka usaha baru baik skala besar/menengah maupun kecil disa mping menampung penduduk limpahan dari Jakarta. Dari persebaran penduduk ini aka n lebih bermakna apabila dikaitkan dengan ukuran kepadatan penduduk di suatu dae rah. Hal ini penting sebab suatu daerah dengan From the population spread data it can be seen whether the population compositio n in a region is flat or not. Trough population spread, it also can be seen whic h region with dense population. Population spread indicator is noted in percenta ge. By that way its pattern can be inferred. In the time range between 2000 and 2007, population spread in Pandeglang, Serang and Tangerang City municipal tends to decline while in Lebak municipal and Tang erang municipal, population spread relatively inclines (table 3.1.9). The inclin ation in those 2 municipals is quite fair remembering that the regions is develo ping, especially from industrial sector accompanied by trade and service sector, making many manpower come from outside area including those who open a new vent ure whether in small, middle of big scale like Jakarta. The spread of population will have more meaning when it is related with the dens ity of population in an area. Banten Dalam Angka 2008 49

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja jumlah penduduk yang besar belum tentu dirasakan padat apabila me miliki wilayah yang luas. Pada tabel 3.1.9 menunjukkan pula bahwa angka kepadatan penduduk Ban ten dari tahun ke tahun memperlihatkan peningkatan. Hal ini ditunjukkan berdasar kan data dua sensus terakhir, yaitu tahun 1990 sebesar 678 orang per km2 , tahun 2000 sebesar 920 orang per km2 meningkat menjadi 1.045 orang per km2 pada tahun 2007. Demikian pula yang terjadi di seluruh kabupaten/kota, tidak ada satu-pun kabupaten/kota yang mengalami penurunan tingkat kepadatan. Bila dibandingkan ant ar kabupaten/kota, sampai tahun 2007 terdapat tiga daerah yang tingkat kepadatan nya tinggi, yaitu terpadat Kota Tangerang dengan 8.068 orang per km2 , Kabupaten Tangerang 2.993 orang per km2 dan Kota Cilegon sebesar 1.926 orang per km2 . Se dangkan daerah yang relatif masih jarang penduduknya adalah Kabupaten Lebak seba nyak 397 orang per km2 , dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 395 jiwa per km2 . c. Rasio Jenis Kelamin, Rumah Tangga dan Rata-rata Aggota Rumah Tangga Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 3.1.10, rasio jenis kelamin penduduk Banten diat as 100 walaupun angkanya berfluktuasi. This is important because a region with a huge population will not be considered as dense if it is wide. Table 3.1.9 shows the number of population density that is increases from year to year. This is shown by the data from the last two cen suses. In 1990 there are 678 inhabitants per km square while in 2000 there are 9 20 inhabitants per km square and increases to be 1.045 inhabitants per km square in 2007. Just like in any other regency, there is not a decline in population d ensity. If the population density in every municipal is compared, until 2007 the re are three municipals with high population density, those are Tangerang city w ith 8.068 inhabitants per km square, Tangerang municipal with 2.993 inhabitants per km square and Cilegon city with 1.926 inhabitants per km square. The lowest population density occurs in Lebak with 397 and Pandeglang with 395 inhabitants per km square. c. Sex Ratio, Household and The Average Number of Family Household Based on data in Table 3.1.10 sex ratio in Banten is over 100 although it fluctu ates. Banten Dalam Angka 2008 50

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Kondisi ini sudah ber langsung sejak tahun 1990. Hal ini menggambarkan bahwa jum lah penduduk laki-laki di Banten lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempua n. Pada tahun 2007 rasio jenis kelamin penduduk Banten sekitar 100,48 menurun di banding tahun 2000 yang besarnya 101.48. Dengan melihat data tahun 2007, terdapa t 3 kabupaten/kota di Banten dengan rasio jenis kelamin dibawah 100. Rendahnya r asio jenis kelamin di Kabupaten Pandeglang diduga karena banyaknya pemudanya yan g bekerja keluar dari Pandeglang, sedangkan untuk Kabupaten Tangerang dan Kota T angerang diduga karena banyaknya pendatang tenaga kerja (buruh) wanita baik yang bekerja di pabrik (industri) maupun pada sektor lainnya. 3.2. Tenaga Kerja a. T ingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sektor ketenagakerjaan merupakan salah sektor penting pembangunan ekonomi khususnya dalam upaya pemerintah untuk menang gulangi kemiskinan. Hal ini karena tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan se iring dengan berlangsungnya proses demografi. Pada umumnya yang menjadi fokus pe rhatian dibidang ketenagakerjaan adalah penduduk usia kerja yang masuk This condition has lasted from1990. It shows that the number of men is greater t han the number of woman in Banten. In 2007 sex ratio is around 100,48 lower than sex ration in 2000 that shows 101,48 respectively. By looking at the data in 2007, there are 3 municipals /regency in Banten that h as sex ratio under 100. The low sex-ratio in Pandeglang municipal due to the hug e number of male worker is working out of this region . Meanwile the low sex rat io in Tangerang municipal and Tangerang regency due to the huge female migrant w orker working in any factory as well as any other sector. 3.2 Manpower a. Labor Force Participation Level (TPAK) Manpower sector is one of the important economic development sectors especially related with the governme nt effort to overcome poverty it is because manpower is the factor to move the d evelopment. The number and the composition of manpower will always changes along with the process of demography. Manpower sector is generally focused on the pop ulation becoming labor force, because this group has a high sensitivity to manBanten Dalam Angka 2008 51

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja angkatan kerja, karena kelompok ini memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terh adap pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada kelompok i ni akan mempengaruhi sisi permintaan dan penawaran akan tenaga kerja Berbeda hal nya dengan lainnya yang memang secara ekonomi tidak aktif, sehingga dikategorika n sebagai bukan angkatan kerja. Pada tahun 2007, di Banten terdapat 6,52 juta pe nduduk usia kerja, dan sekitar 37,41 persen (2,44 juta jiwa) dari mereka terdapa t di Kabupaten Tangerang. Bagian dari penduduk usia kerja yang aktif dalam kegia tan ekonomi disebut angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), m erupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 pendud uk usia kerja. TPAK Banten sedikit mengalami peningkatan dari 55,59 persen pada tahun 2005 menjadi 61,57 persen pada tahun 2007. Peningkatan TPAK ini salah satu nya dikarenakan terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang memasuki pasar kerja , disamping adanya kecenderungan membaiknya mutu sumber daya manusia yaitu ada k ecenderungan peningkatan jumlah penduduk yang sekolah. Terdapat variasi TPAK ant ar kabupaten/kota, pada tahun 2007 TPAK Kota Tangerang paling rendah yaitu 58,24 persen disusul power market. That is why the changes occur in this group will affect the demand and supply side of manpower. It is different from any other sectors that are ec onomically inactive so that they are categorized as non labor force (none econom ically active population). In 2007,in Banten there are 6.52 million inhabitants in working age and around 3 7.41 percent (2.44 million inhabitants) of them live in Tangerang regency. The p art of inhabitants in working age that are active in any economic activity is ca lled Labor Force. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) or Labor Force Parti cipation Level is a measurement showing the number of labor force for every 100 inhabitants in working age. TPAK in Banten slightly increases from 55.59 percent in 2005 to 61.57 percent in 2007. The increase in TPAK is, among others, due to the increase of population becoming labor force and better human resources qual ity proved by the increase in number of schools. There are some TPAK variations among municipals. In 2007 TPAK, Tangerang city is the lowest, only 58.24 percent followed Banten Dalam Angka 2008 52

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Kabupaten Serang sebesar 58,87 persen. Sedangkan TPAK paling tinggi terdapat di Kabupaten Lebak sebesar 66,87 persen dan Pandeglang sebesar 64,77 persen. b. Kom posisi Penduduk yang Bekerja Perkembangan jumlah tenaga kerja yang tidak diimban gi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingkat kesempatan atau pe nyerapan tenaga kerja cen derung menurun. Namun demikian, jumlah penduduk yang b ekerja tidak dapat sepenuhnya dipandang sebagai jumlah kesempatan kerja yang ada , hal ini dikarenakan sering terjadinya mismatch dalam pasar kerja. Pada tahun 2 007 dari total angkatan kerja (4,02 juta), sebanyak 3,38 juta orang atau 84.24 p ersen dari mereka telah bekerja. Disisi lain, dapat pula dianalisa bagian dari a ngkatan kerja yang masih mencari pekerjaan atau biasa disebut pengangguran terbu ka. Dari 100 angkatan kerja, sekitar 15 (15.75 persen) diantaranya masih mencari pekerjaan. Secara keseluruhan jumlah penganggur di Banten sebanyak 632 ribu ora ng, dan bagian terbesar penganggur terdapat di Kabupaten Tangerang sekitar 233 r ibu orang. Proporsi penduduk yang be kerja menurut lapangan usaha biasa by Serang 58.87 percent. The highest TPAK occurs in Lebak regency showing 66.87 percent and Pandeglang showing 64.77 percent. b. Composition of Working People The increase in the number of manpower that is not balanced by the increase of j ob opportunity causes a decline in working opportunity. Nevertheless, the number of population that work cannot be considered as the number of job opportunity b ecause of mismatch that often happened in manpower market. In 2007, of all total labor force (4.02 million inhabitants) , 3.38 million inhabitants of them or 84 .24 percent has worked. It also can be analyzed the part of labor force that sti ll looking for job or usually called as open unemployment. Of 100 labor force, a round 15 (15.75 percent) of them still look for job. Totally, the number of the unemployed in Banten is 632 thousand people, and most of them live in Tangerang regency around 233 thousand people. The proportion of population that work according to working field Banten Dalam Angka 2008 53

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja dipakai sebagai salah satu ukuran untuk melihat potensi sektor pereko nomian dal am menyerap tenaga kerja. Indikator tersebut juga bisa digunakan sebagai salah s atu ukuran untuk menunjukkan struktur perekonomian suatu wilayah. Di Banten pada tahun 2007, lapangan usaha pertanian merupakan sektor yang masih dominan dalam menyerap tenaga kerja dibawah sektor perdagangan. Tingginya lapangan usaha di se ktor pertanian merupakan kenyataan historis, karena sektor ini umumnya tidak ban yak membutuhkan tenaga kerja terdidik dan terampil. Kenyataan lainnya adalah tin gkat upah/pendapatan yang diterima pun biasanya rendah dan dikerjakan oleh masya rakat tradisional atau marjinal. Sekitar 22,43 persen dari total penduduk yang beker ja terserap di sektor ini, sementara sektor perdagangan menyerap 25,45 persen (t erbesar), dan sektor industri menyerap 20,54 persen, sektor jasajasa kemasyaraka tan 14,38 persen, dan sektor lainnya menyerap 17,19 persen. Sesuai dengan karakt eristik kabupaten/kota yang ada di Provinsi ini, dominasi penduduk yang bekerja di sektor pertanian paling tinggi di Lebak 253.923, Pandeglang 228.855, dan Sera ng 154.106. Sementara untuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Cilegon, ind ustri pengolahan, perdagangan dan jasa-jasa lebih dominan (Tabel 3.2.4). is usually used to measure the potential of economic sector in absorbing labor f orce. That indicator can also be used as measurement that shows economic structu re of a region. In Banten, agricultural sector is still a dominant sector that absorbs labour fo rce after trade sector. The huge job opportunity in this sector is a historical reality, because this sector generally doesnt require skilled labor. Another fact is the salary that is generally low and it is done by traditional or marginal c ommunity. Around 22.43 percent of all population that work is absorbed by agricu ltural sector, while trade sector was absorbed around 25.45 percent. The next se ctor is services sector 14.38 percent and other sector 17.19 percent. According to the characteristic of each municipal in Banten, the highest populat ion working in agricultural sector occurs in Lebak 253,923,Pandeglang 228,855 an d Serang 154,106. Meanwhile, in Tangerang regency, Tangerang and Cilegon city, i ndustrial manufacturing, trade and services sectors are more dominant (Table 3.2 .4). Banten Dalam Angka 2008 54

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Tenaga kerja di Banten apabila diamati dari status pekerjaan utamanya, ternyata jumlah buruh/karyawan/pegawai lebih dominan di bandingkan dengan pengusaha atau pekerja tidak dibayar (termasuk didalamnya pekerja keluarga). Terdapat sekitar 1 ,35 juta pekerja (40,06 persen) masuk dalam kategori buruh/karyawan. Jika dirinc i menurut Kab/Kota, akan terlihat bahwa sebagian besar (persentase) pekerja pada 3 (tiga) daerah yang banyak terdapat industri pengolahan yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan di Kota Cilegon berstatus buruh /karyawan. Kenyataan ter sebut adalah hal yang wajar mengingat daerah tersebut pusat pertumbuhan ekonomi setelah masuknya perusahaan-perusahaan industri besar/sedang yang diikuti tumbuh nya sektor perdagangan dan jasa-jasa yang banyak menyerap tenaga kerja. Sebalikn ya mereka yang bekerja di sektor informal di daerah tersebut porsinya relatif re ndah. Sedangkan mereka yang termasuk kelompok pengusaha pada tahun 2007 di Bante n terdapat sekitar 1,45 juta orang, yang merupakan gabungan dari mereka yang ber usaha sendiri 2 5,39 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja kel uarga 14,34 persen dan yang berusaha dibantu buruh tetap 3,13 persen. Manpower job status in Banten is dominated by labor/worker compared with the num ber of entrepreneurs or unpaid workers (including family workers). There are aro und 1.353 million workers (40.06 percent) categorized as labor/worker. From the regency /municipality side, it is shown that most of workers in 3 indus trial regencies namely Tangerang municipality, Tangerang regency and Cilegon hav e the status as labor. This fact is quiet fair considering that those 3 regencie s are industrial centers due to big industrial companies surrounded by trade and service companies that absorb many labors. In contrast, those who work in infor mal sector in those 3 regencies take relatively small portion. Meanwhile, those included as entrepreneur in Banten in year 2007 totaled 1.45 mi llion entrepreneurs. 25.39 percent of them are those who works by himself, 14.34 percent of them have labor or helped by family worker and 3,13 percent of them have permanent labor. Banten Dalam Angka 2008 55

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Relatif tingginya pengusaha yang dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga terlihat dari banyaknya pekerja keluarga atau tidak dibayar yang jumlahnya sebe sar 286.457 (8,47 persen). Penggunaan jam kerja secara tidak langsung dapat dija dikan salah satu indikator produktivitas pekerja. Makin lama jam kerja yang digu nakan diasumsikan produktivi tas pekerja juga meningkat. Terdapat sekitar 2,52 j uta (74,73 persen) penduduk yang bekerja diatas jam kerja normal (lebih dari ata u sama dengan 35 jam per minggu), sisanya sebasar 25,27 persen dapat dikategorik an sebagai penduduk setengah pengangguran karena mereka bekerja kurang 35 jam pe r minggu termasuk yang sementara tidak bekerja yang besarnya 2,24 persen. The highest percentage of entrepreneur who have labor or helped by family worker can be seen from the huge number of family worker and unpaid worker 286,457 (8. 47 percent) The usage of working hours indirectly can be used as one of indicato rs of labor productivity. The longer working hours used, the higher labor produc tivity assumed. There is 2.52 million (74.73 percent) population that works beyo nd normal working hour (35 hours or more per week). The rest 25.27 percent can b e categorized as semiunemployed population because they work less than 35 hour p er week, including those who at present dont work totaling 2.24 percent. Banten Dalam Angka 2008 56

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Grafik 3.1. Perkembangan Jumlah Penduduk Banten Tahun 1961-2007 10.000 9.000 8.000 7.000 Ribuan 9.423 8.097 5.968 4.016 3.045 2.439 6.000 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000 0 1961 1971 1980 Tahun 1990 2000 2007 Grafik 3.2. Perkembangan Laju Pertumbuhan Penduduk Banten, Tahun 1961-2007 5 4,04 4 3,12 Persen 3 2,25 3,21 2,19 2 1 0 1991-1971 1971-1980 1980-1990 Tahun 1990-2000 2000-2007 -Banten Dalam Angka 2008 57

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Grafik 3.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten/Kota di Banten T ahun 2002 - 2007 80 70 60 50 Persen 40 30 20 10 0 Pandeglang 2002 2003 2004 2005 2006 2007 56,13 56,33 60,52 57,52 58,40 64,77 Leb ak 50,90 55,43 58,19 59,88 60,98 66,87 Tangerang 51,30 51,51 53,21 56,13 57,39 6 2,13 Serang 50,63 47,82 55,41 54,07 54,19 58,87 Kota Tangerang 57,07 51,62 53,37 51,74 53,72 58,24 Kota Cilegon 48,75 44,28 51,76 56,08 54,29 59,39 Banten 52,57 51,56 55,07 55,59 56,62 61,57 Catatan : 2002-2006 berdasarkan Susenas, 2007 berdasarkan Sakernas Grafik 3.4. Persentase Penduduk Banten Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha, Tahu n 2007 Keuangan & Jasa Perusahaan 2,19% Angkutan dan Pergudangan 9,50% Jasa Kemasyarakatan 14,38% Pertanian 22,43% Pertambangan 0,71% Perdagangan 25,45% Bangunan 4,69% Listrik, Gas & Air 0,09% Industri 20,54% -Banten Dalam Angka 2008 58

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.1 Perkembangan Penduduk di Banten Number of Population in Banten 1961-2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 1961 (2) 1971 (3) 1980 (4) 1990 (5) 2000 (6) 2007 (7) 440 213 427 802 643 647 648 115 572 628 546 364 694 759 682 868 858 435 1 011 788 873 646 1 030 040 1 085 042 1 210 149 3 473 271 1 808 464 789 870 1 131 199 1 843 755 2 781 428 766 410 968 358 1 244 755 1 652 763 206 743 72 054 276 825 93 057 397 825 140 828 921 848 1 325 854 226 083 294 936 1 508 414 338 027 9 423 367 2 438 574 3 045 154 4 015 837 5 967 907 8 096 809 Sumber : Sensus Penduduk 1971. 1980. 1990. 2000 . Susenas 2005- 2007 Source : Po pulation Census 1971,1980,1990,2000 and Economy Social Survey 2005-2007 Banten Dalam Angka 2008 59

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.2 Laju Pertumbuhan Penduduk di Banten Population Growth Rate in Banten 1961 2007 ( Persen/Percent) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 1961-1971 (2) 1971-1980 (3) 1980-1990 (4) 1990-2000 (5) 2000-2007 (6) 2,66 2,48 4,07 2,69 2,17 2,51 4,07 2,63 2,14 2,49 5,00 2,54 1,71 1,72 4,35 2,98 1,00 2,33 3,22 1,29 2,96 2,59 4,11 4,71 8,77 4,85 3,83 2,79 1,86 1,97 BANTEN 2,25 3,12 4,04 3,21 2,19 Sumber : Sensus Penduduk 1961. 1971. 1980. 1990. 2000, Susenas 2007 Source : Pop ulation Census 1961,1971,1980,1990,2000, Economy Social Survey 2007 Banten Dalam Angka 2008

60

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.3 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Banten Number of House hold and Population by Sex in Banten 2007 Penduduk/Population Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglan g 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 382 070 77 95 2 753 322 170 909 755 092 167 118 1 508 414 338 027 245 248 283 648 848 048 412 032 538 014 619 905 1.719 839 920 980 547 028 590 244 1 753 432 887 484 1 085 04 2 1 210 149 3 473 271 1 808 464 Rumah Tangga Household (2) Laki-laki Male (3) Pe rempuan Female (4) Jumlah Total (5) Banten 2 248 998 4 722 969 4 700 398 9 423 367 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 61

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.4 Penduduk Warga Negara Asing Cina dan Warga Negara Asing Lainnya di Banten Number of Chinese and Other Foreign Citizen in Banten 2000 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Warga Negara Asing Cina Chinese Aliens Laki-laki Male Perempuan Female (3) Warga Negara Asing Lainnya Other Aliens Laki -Laki Male (4) Perempuan Female (5) Jumlah Total (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangera ng 6. Cilegon 2000 (2) (6) 7 68 2 248 10 14 55 2 153 8 41 19 1.194 6 72 18 801 6 134 160 6.396 30 3 565 66 5.964 3.900 47 6.177 1.241 91 2.592 1.215 26 2.138 9.921 230 16.871 Sumber: Sensus Penduduk 2000, BPS Source : Population Census 2000,BPS Banten Dalam Angka 2008 62

Bab III 2 Penduduk Tabel Table 3.1.5 Luas Wilayah, Rata-rata Penduduk Per Km dan per Rumah Tangga di Banten Region Ar ea, Population Average Per Square Km and Per Household in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Wilayah Region Area (Km2) Rata-rata Penduduk Population Average Per Km2 Per Sq Km (3) Per Rumah Tangga Per Household (4) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (2) 2 746,91 3 044,72 1 160,41 1 704,12 395,00 397,46 2 993,14 1 061,23 4,42 4,27 4,10 4,39 186,97 175,51 9 018,64 1) 8 067,68 1 925,97 1 044,88 3,95 4,34 4,19 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS 1) Revisi lua s wilayah Banten berdasarkan : - Keputusan Mendagri Nomor 109 A Tahun 2003 - Per aturan Mendagri Nomor 18 Tahun 2005 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi P emerintahan Banten Dalam Angka 2008 63

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.6 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Banten Number of Popu lation by Age Group and Sex 2007 (Ribu/Thousands) Kelompok Umur Age Group (1) 0 -4 59 10 14 15 19 20 24 25 29 30 34 35 39 40 44 49 50 54 55 59 60 64 65 69 70 74 75 + Laki-laki Male (2) 441 843 501 535 545 116 492 900 446 359 400 252 357 415 385 1 83 329 296 252 136 210 462 127 812 95 611 52 951 54 671 29 427 Perempuan Female (3) 434 433 490 690 501 278 492 587 456 511 439 371 393 734 387 654 311 074 233 803 187 856 100 516 103 935 69 346 45 712 51 898 Jumlah Total (4) 876 276 992 225 1 046 394 985 487 902 870 839 623 751 149 772 8 37 640 370 485 939 398 318 228 328 199 546 122 297 100 383 81 325 9 423 367 Jumlah 4 722 969 4 700 398 Total Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, Susenas 2007 Source : BPS Statitistics of Banten Province, Economy Social Surve y2007 Banten Dalam Angka 2008 64

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.7 Proyeksi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Banten Projection of Population by Ag e Group 2007 2010 (Ribu/Thousands)

Kelompok Umur Age Group (1) 04 59 10 14 15 19 20 24 25 29 30 34 35 39 40 44 4 50 54 55 59 60 64 65 69 70 74 75 + 2007 (2) 1 015,7 1 012,8 1 010,5 979,8 970,1 933,8 868,7 785,5 647,6 498,8 362,8 249,7 170,1 124,0 86,0 120,2 2008 (3) 1 038,1 1 012,3 1 022,8 996,2 985,1 965,2 889,9 811,6 683,9 526,7 388,9 267,8 181,1 127,0 91,9 118,1 2009 (4) 1 061,9 1 013,5 1 033,3 1 008,7 998,6 995,3 912,0 837,5 719,0 556,5 416 ,0 286,9 193,0 131,8 96,8 116,9 2010 (5) 1 076,0 1 017,3 1 045,7 1 021,7 1 014,1 1 024,4 939,4 865,2 753,8 590,7 444,8 308,6 206,3 137,8 100,0 115,3 10 661,1 Jumlah 9 836,1 10 106,6 10 377,7 Total Sumber : Badan Pusat Statistik, Proyeksi Penduduk Indonesia 2000-2025 Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 65

Bab III Penduduk Tabel Table 3.1.8 Proyeksi Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten Projection of Population by R egency/Municipality in Banten 2008 2010 (Ribu/Thousands) Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2008 (2) 2009 (3) 2010 (4) 1 207,7 1 251,3 3 602,5 2 023,4 1 242,4 1 286,5 3 690,8 2 079,6 1 106,6 1 283,5 3 781,2 1 860,4 1 652,4 369,2 10 106,6 1 696,7 381,7 10 377,7 1 577,9 354,7 9 964,4 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, data perbaikan Source : BPS Stat itistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 66

Bab III Penduduk Tabel 3.1.9 Table Distribusi Persentase dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten Pe rcentage Distribution and Population Density by Regency/Municipality in Banten 1 990-2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Distribusi Persentase Percentage Distribution Kepadatan Penduduk per km2 Population Density per km2 (orang/person) 1990 (5) 20 00 (6) 2007 (7) 1990 (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tange rang 6. Cilegon Banten 15,45 3,79 100,00 14,38 14,64 30,88 20,86 (2) 2000 (3) 2007 (4) 12,50 12,72 34,35 20,41 11,51 12,84 36,86 19,19 313 305 1 660 722 368 360 2 505 959 395 397 2 993 1 061 16,38 3,64 100,00 16,01 3,59 100,00 5 010 1 288 678 7 206 1 681 920 8 068 1 926 1 045 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statitistics of Bante n Province Banten Dalam Angka 2008 67

Bab III Penduduk Tabel 3.1.10 Table Rasio Jenis Kelamin Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Banten Sex Ratio of Popul ation by Regency/ Municipality in Banten 1990- 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 1990 (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. T angerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 102,71 102,23 103,07 102,76 102,70 (2) Rasio Jenis Kelamin/Sex Ratio 2000 (3) 2001 (4) 2007 (5) 105,26 106,33 99,77 100,50 107,75 113,10 98,96 108,97 98,35 105,03 98,08 103,77 99,35 104,46 101,48 105,67 105,62 105,07 99,77 102,27 100,48 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statitistics of Bante n Province Banten Dalam Angka 2008 68

Bab III Penduduk Tabel 3.1.11 Table Rumah Tangga dan Rata-rata Besarnya Anggota Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Households and Average Size of Household by Regency/Municipa lity in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1..Pandeglang 2..Lebak 3..Tange rang 4..Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Rumah Tangga Household 2000 (3) 2007 (5) Rata-rata Besarnya Anggota Rumah Tangga Average Size of Household 2000 (7) 2007 (9) 230 833 246 854 680 585 378 837 245 248 283 648 848 048 412 032 4,38 4,17 4,09 4,36 4,42 4,27 4,10 4,39 342 230 71 565 1 950 904 382 070 77 952 2 248 998 3,87 4,12 4,15 3,95 4,34 4,19 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statitistics of Bante n Province Banten Dalam Angka 2008 69

Bab III Penduduk Tabel 3.2.1 Table Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menu rut Kabupaten/Kota di Banten Labor Force Participation Rate of Population Aged 1 5 Years and Over by Regency/Municipality in Banten 2007 Kabupaten /Kota Regency/Municipality (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tang erang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Laki-laki (2) Perempuan (3) Total (4) 83,77 87,04 81,25 80,82 46,58 47,48 42,15 37,38 64,77 66,87 62,13 58,87 77,06 77,75 81,19 38,28 40,46 41,66 58,24 59,39 61,57 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S Banten Dalam Angka 2008 70

Bab III Penduduk Tabel Table 3.2.2 Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja, Mencari Pekerjaan dan Bukan Angkatan Ker ja per Kabupaten/Kota di Banten Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked, Looked for Job and Not Economically Active in Banten 2007 Kabupaten /Kota Regency/Municapitaly Bekerja Working (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (2) Angkatan Kerja Economically Active Mencari Kerja Finding Work (3) Jumlah Total (4) Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active (5) Penduduk =10 Tahun Population = 10 Years (6) 412 219 449 252 1 282 821 575 751 45 901 63 324 233 357 119 020 458 120 512 576 1 516 178 694 771 249 163 253 982 924 337 485 389 707 283 766 558 2 440 515 1 180 160 543 704 119 914 3 383 661 139 587 31 573 632 762 683 291 151 487 4 016 423 490 022 103 584 2 506 477 1 173 313 255 071 6 522 900 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S Banten Dalam Angka 2008 71

Bab III Penduduk Tabel Table 3.2.3 Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama per Kabupat en/Kota di Banten Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Type of Prim ary Job in Banten 2007 Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/ Kota Regency/Municipality T enaga Kepemimpinan/ Profesional Managerial/ Professional (2) Pejabat Tata Usaha/ Administrasion Tenaga Usaha Penjualan/ Sale (4) (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangera ng 6. Cilegon Banten (3) 12 837 24 060 73 368 18 060 2 856 7 989 84 799 18 489 66 718 62 037 346 133 135 937 43 470 13 161 184 956 62 988 8 539 185 660 130 506 26 501 767 832 Banten Dalam Angka 2008 72

Bab III Penduduk Lanjutan Continued Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/ Kota Regency/Municipality T enaga Usaha Jasa/ Service (5) Tenaga Usaha Pertanian/ Agricultur (6) Tenaga Prod uksi/ Production (7) Jumlah Total (8) (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangera ng 6. Cilegon Banten 18 513 10 009 128 864 26 918 228 020 252 179 112 715 153 224 83 275 92 978 536 942 223 123 412 219 449 252 1 282 821 575 751 51 307 15 070 250 681 4 369 3 456 753 963 251 064 53 187 1 240 569 543 704 119 914 3 383 661 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S Banten Dalam Angka 2008 73

Bab III Penduduk Tabel Table 3.2.4 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota Dan Lapangan Usaha Utama Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipali ty and Main Industry 2007 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality Pertanian Agriculture Industri Industry Perdagangan Trading Jasa Kemasyarakatan/ Community, Social,and Personal Services (5) Lainnya/ Others (1) Kab /Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Mun 5. Tangera ng 6. Cilegon Banten (2) (3) (4) (6) 228 855 253 923 113 426 154 106 25 235 26 373 330 377 104 518 77 099 66 842 398 397 145 751 35 639 44 089 217 276 69 478 45 391 58 025 223 345 101 898 5 321 3 456 759 087 177 996 30 662 695 161 142 055 30 948 861 092 96 651 23 543 486 676 121 681 31 305 581 645 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S Banten Dalam Angka 2008

74

Bab III Penduduk Tabel Table 3.2.5 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pe kerjaan Utama di Banten Population 15 Years Age and Over Who Worked by Regency/M unicipality and Main Employment Status in Banten 2007 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality Berusaha Sendiri/ Self Employed Dibantu buruh tidak tetap/ Self Employed (3) Dibantu buruh tetap/ Employer Buruh/ Karyawan/ Emplo yer Peker ja Bebas Pertanian/ Freelance (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (2) (4) (5) (6) Pekerja bebas non pertanian/ Free lance Non Agriculture (7) Pekerja tidak dibayar/ Unpaid Employer Jumlah Total (8) (9) 99 210 62 588 362 655 165 204 77 373 133 454 146 474 83 982 13 734 10 728 48 475 17 237 53 951 71 108 663 430 169 541 59 059 38 885 13 420 39 933 26 999 28 973 12 493 48 499 81 893 103 516 35 874 51 355

412 219 449 252 1 282 821 575 751 144 014 25 415 859 086 31 871 12 216 485 370 12 243 3 529 333 964 63 363 462 219 151 978 15 806 6 697 139 467 5 344 8 475 286 457 543 704 119 914 3 383 661 105 946 1 355 357 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S Banten Dalam Angka 2008 75

Bab III Penduduk Tabel Table 3.2.6 Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupa ten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Banten Population 15 Years of Age an d Over Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Wor king Hours in Banten 2007 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tang erang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours 0 *) (2) 1 -9 (3) 10 - 24 (4) 25 34 (5) 35 - 44 (6) 45 - 59 (7) 60+ (8) Jumlah Total (9) 12 539 26 894 26 834 6 062 19 275 7 903 17 734 9 552 72 437 99 972 73 588 80 117 78 162 86 659 95 912 99 064 47 235 38 665 412 219 449 252 1 282 821 575 751 73 186 103 568 91 618 313 715 82 984 147 190 486 822 272 510 186 320 63 526 2 608 928 75 865 4 765 767 59 996 25 615 8 456 24 224 156 252 8 976 37 215 240 395 40 309 89 845 23 263 543 704 119 914 3 383 661 360 185 359 150 844 599 1 148 822 535 044 Sumber : Sakernas 2007, BPS Source :National Labor Force Survey Agustus 2007, BP S *)

Sementara tidak bekerja Banten Dalam Angka 2008 76

Social

Bab IV Sosial Penjelasan Teknis 1. Masih Bersekolah adalah sedang mengikuti pendidikan (formal ) di pendidikan dasar, menengah, atau tinggi. Tamat Sekolah adalah menye lesaika n pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat ijazah. Orang yang belum me ngikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti ujian dan lulus di anggap tamat sekolah. Dapat Membaca dan Me nulis adalah seseorang yang dapat mem baca dan menulis surat/kalimat sederhana de ngan suatu huruf, baik latin dan ata u lainnya. Luas lantai adalah luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk kep erluan sehari-hari. Air Leding adalah sumber air minum yang berasal dari air yan g telah diproses menjadi jernih sebelum dialirkan kepada konsu men melalui insta lasi berupa saluran air. Sumber air ini biasanya diusahakan oleh PAM/ PDAM/BPAM. Technical Notes 1. Attending school are those who following education at primary school, Junior High School, Senior High School and undergraduate. Graduate is a classification for those who passed the highest level of a particular school wi th certificate or diploma regardless of whether the schools are government or pr ivately managed. In addition, a person who had taken find examination at the hig hest level and passed is regardless as graduated even though the person had not gone through the highest level. Able to Read and Write is a person has ability t o read and write a letter or a simple sentence even though Latin and other. Floo r Area is the total area which is occupied and utilized daily. Pipe Water is pro cessing water became sterile and flowed to consumer write installation. Supporte d by establishment or PDAM. 2. 2. 3. 3. 4. 4. 5. 5. Banten Dalam Angka 2008 79

Bab IV Sosial 4.1. Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehi dupan s erta diakui sebagai kebutuhan pokok manusia secara keseluruhan. Semakin tinggi t ingkat pendidikan masyarakat, semakin baik kualitas sumber dayanya. Diakui atau tidak, dunia pendidikan di negeri ini terus menimbun berbagai permasalahan. Mesk i telah berganti aparat birokrat dan orde pemerintahan serta banyaknya kampanye tentang pentingnya pendidikan, dunia pendidikan tak kunjung lepas dari sejumlah permasalahan klasik baik menyangkut kualitas, daya jangkau masyarakat terhadap p endidikan, budi pekerti para siswa, minimnya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah, hingga minat belajar para siswa. Pembangunan pendidikan di Indonesi a lebih difokuskan kepada penduduk usia 724 tahun, terutama bagi anak usia 715 tah un seiring dengan dicanangkannya program wajib belajar pendidikan dasar (Wajardi kdas) 9 tahun. Namun realitasnya situasi pendidikan dini jangankan untuk seluruh manusia, dengan titik sen tral usia di atas saja segudang persoalan kerap menye rtainya. Saat ini, pendidikan tidak hanya di peruntukkan bagi anak usia 7 tahun ke atas, akan tetapi pendidikan usia dini (pra-sekolah) seperti Taman Kanak-kana k (TK) sebagai tahap awal pendidikan anak untuk Banten Dalam Angka 2008 4.1. Education Education is One important aspect in human life as a basicneeds p eople as whole. The Higher the level of society educationn, the better the quali ty of its human resources. Like or not, Education in this country have faced many problems. Even though the ministry and the government era has changed, but the education still face many classical problems such as; quality and distribution o f education in society, good behavior of student, budgeting that always lack fro m the government, and the lack of interestt from the student. Education Development in Indonesia more focused on aged 7 24 year, especially fo r aged 715 year with compulsory program of 9 years education. However, in the rea lity, the aplication of education faced many problem for the society. Recently, the education gave not only for the aged 7 to up, but also for aged pre school a s well as kindergarten School as early step for the next level of education. 80

Bab IV Sosial masuki jenjang pendidikan berikutnya pun menjadi penting. Jumlah penduduk Banten usia 7-24 tahun yang masih/sedang sekolah pada tahun 2007 tercatat sekitar 2,16 juta orang yang terdiri dari 1,12 juta laki-laki dan 1,04 juta perempuan. Secar a persentase, sebagian besar adalah anak usia 7 12 tahun 58,71 persen, sementara anak usia 1315 tahun sebesar 21,96 persen. Jika di konversikan ke dalam tingkat p endidikan, penduduk yang bersekolah kebanyakan masih se tingkat SD. Pemerataan k esempatan pen didikan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana p endidikan seperti gedung sekolah, perpustakaan dan buku-buku penun jang pelajara n serta tenaga pendidik (guru) yang memadai. Untuk tingkat sekolah dasar ada seb anyak 4.384 buah SD dengan 1.233.903 siswa dan 48.066 guru, sehingga terhitung r asio guru-murid sebesar 25,67 yang artinya setiap 1 (satu) orang guru membimbing sekitar 25 orang siswa. Pada tingkat Sekolah Menengah/Lanjutan Pertama terdapat sebanyak 752 sekolah dengan kapasitas murid yang mengikuti pendidikan sebanyak 310.238 siswa dan tenaga pengajar (guru) sebanyak 16.268 orang atau rasionya sek itar 19,07. Selanjutnya jumlah Sekolah Lanjutan Atas terdapat 550 sekolah yang t erdiri dari 347 SMU dan 203 SMK Banten Dalam Angka 2008 Banten population aged 7 24 years who are attending school in 2007 is about 2.16 million persons, each man is 1.12 million and woman is 1.04 million. Part of who le is aged 7 12 years (58.71 percent), and aged 1315 years (21.96 percent). In fa ct that is population of schooling is low as primary school. The opportunity equity of education depend on school building, library, books, a nd teachers capability. For the Primary school, there was 4.384 building with 1. 233.903 pupils and 48.066 teachers or the ratio between teacher and pupil is 25. 67. It is mean than 1 (one) of teacher have to teach about 25 pupils. For the Ju nior high School there was 752 building with 310,238 pupils and 16,268 teachers or the ratio is around 19.07. Meanwhile for the Senior High School there was 550 school which are 347 Senior High School (SMU) and 203 Senior High Vocational Sc hool with total amount of student are 211,920 81

Bab IV Sosial (sekolah kejuruan) dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 211.920 orang, melip uti mereka yang sekolah di SMU sebanyak 127.048 (59.95 persen) yang lainnya seba nyak 84.872 (40.05 persen) bersekolah di SMK. Tenaga pendidik di kedua jenis pen didikan tersebut sebanyak 13.377 orang terdiri atas guru SMU sebanyak 8.309 oran g (62,11 persen) dan 5.068 orang (37,89 persen) sebagai guru SMK. Secara keselur uhan rasio guru-murid sebesar 15,84 atau setiap 1 (satu) orang guru mengajar sek itar 15-16 orang siswa. Sektor pendidikan merupakan sektor yang dominan dalam pe mbangunan sumber daya manu sia (SDM). Hal ini terlihat dari beberapa indikator y ang terkait dengan pembangunan SDM atau kualitas hidup penduduk yang selalu mema sukkan komponen pendidikan dalam penentuan/ penghitungannya. Salah satu indikato r yang biasa digunakan diantaranya tingkat pendidikan yang ditamatkan, angka mel ek huruf dan angka buta huruf. Sampai dengan tahun 2007, tingkat pendidikan pend uduk Banten usia 10 tahun ke atas sebagian besar hanya tamat sekolah dasar dan y ang belum/tidak tamat SD/Sederajat, yang besarnya sekitar 58,10 persen meliputi mereka yang tamat SD/Sederajat sebanyak 31,34 persen dan yang tidak/belum tamat SD/Sederajat sebesar 26,76 persen. Banten Dalam Angka 2008 that is 127,048 (59.95 percent) pupils in Senior High school and 84,872 (40.05 p ercent) pupils in Senior Vocational School. Teachers are 13.377 respectively are 8,309 (62.21 percent) for Senior High school and 5.068 (37.89 percent) for Voca tional School. As whole the ratio of teacher and student is 15.84 or for every 1 (one) teacher has to teach around 15-16 pupils. Education is dominant sector in Human Resources Development (SDM). In fact, from several indicators that has relation with human resources development or qualit y of life always using education component in each calculation. The indicators t hat always used are level of education, literate and illiterate. Until the year ed 10 year and 58.10 percent, finish primary of 2007, level of education that finished by Banten population ag up are for both primary and not finish primary school, is around respectively 31.34 percent for primary and 26.76 percent for not school. 82

Bab IV Sosial Pada tingkat sekolah menengah/lanjutan, yang telah menamatkan pendidikan setingk at SLTP sebesar 17,82 persen dan yang tamat SLTA sebesar 18,80 persen. Untuk jen jang pendidikan tinggi porsinya lebih rendah lagi dimana hanya sekitar 5,28 pers en yang berhasil menamatkan pendidikan setingkat diploma I sampai Sarjana. Kondi si ini cukup memprihatinkan dan kritis bila dikaitkan dengan kecenderungan berge sernya tuntutan pasar kerja (sektor formal) yang lebih mengutamakan pendidikan s eren dah-rendahnya SLTA sebagai prasyarat bagi angkatan kerja dalam mengikuti ko mpetisi di bursa pasar kerja. Krisis di dunia pendidikan dikaitkan dengan pang s a pasar tenaga kerja dapat diamati dari relatif rendahnya tingkat pendidikan yan g ditamatkan pada jenjang SLTA ke atas (dengan asumsi seandainya sebagian dari m ereka termasuk angkatan kerja) yang besarnya baru sekitar 24,08 persen. Diharapk an tingkat pendidikan penduduk di masa mendatang dapat lebih ditingkatkan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja melalui pendidikan setingkat SLTA ke atas seba gai standar minimal. Pada sisi lain, dengan semakin meningkatnya pendidikan pen duduk, efek multiplier-nya diharap kan dapat meningkatkan angka melek huruf atau sebaliknya menurunkan banyaknya penduduk yang buta huruf. Karena hal ini meBant en Dalam Angka 2008 For the level of junior high School, people who are finished their junior high s chool are 17,82 percent and for Senior High School are 18.80 percent. Meanwhile, for the graduate level, those who are finished for undergraduate up to graduate level is only less than 5,28 percent . This circumstance is deeply unwanted and critical as the change demand of job market that tend to need the higher level of education, at least Senior High School. Crisis in education relate to the sup ply for the job market can be seen from the fact that less graduated Senior High School and up, which is around 24,08 percent, and assumed that half of them ent er the job market. Hopefully the level of population education in the future wil l be raised for preparing man power who fulfill the minimal standard qualificati on for the job market, e.i senior high school. On the other hand, the higher the level of people education the more literate or the less illiterate the people are. Because, this is the indicator that people become smart and smarter. 83

Bab IV Sosial rupakan salah satu indikator semakin cerdasnya penduduk sebab dengan kemampuan m embaca dan menulis (melek huruf) akan memperluas kesempatan menyerap pengetahuan dan informasi lebih banyak. Sampai saat ini (tahun 2007), di Banten terdapat se kitar 320.154 (4,24 persen) penduduk yang tidak bisa membaca dan menulis (buta h uruf). Angka ini sebenarnya dapat lebih besar seandainya melek huruf dibatasi ha nya untuk mereka yang dapat membaca dan menulis huruf latin saja (tidak termasuk mereka yang hanya dapat membaca dan menulis huruf lainnya seperti Arab, China d an sebagainya). 4.2. Kesehatan dan Keluarga Berencana Sejak awal negara sangat m emperhatikan dan berupaya me ningkatkan kesehatan warganya dengan alasan kemanus iaan dan karena keuntungan yang besar (positip) dari kesehatan baik bagi individ u masyarakat maupun tujuan lain yang diinginkan masyarakat. Sudah sepantasnya ap abila warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengeluar kan bia ya atau menekan biaya serendah-rendahnya. The better reading and writting abbility of people, the wider opportunity for th em to received more knowledge and information. Now day in 2007, the illiterate p opulation in Banten is 320,154 (4.24 percent). This figure will be bigger whenev er the illiterated is limited only for them who can read and write in Latin (exc lued them who can read and write in Arabic, chines etc) 4.2. Health and Family Planning. Since the beginning, this country d about and try to increase the people healthy becouse of humanity big advantage for individual or other goal that the society wish. that the citizen get a better services in health without spending y Banten Dalam Angka 2008 84 most concerne reason and its Its diservable a lot of mone

Bab IV Sosial Pada faktanya, pembangunan kesehatan masih banyak me nyimpan setumpuk persoalan baik bagi pemerintah maupun masya rakat. Oleh karena itu kesehatan perlu mendapa tkan perhatian serius dari berbagai pihak. Tentu saja dalam hal ini peran pemeri ntah sangat menentukan. Peran peme rintah dalam pembangunan ke sehatan menyangku t segala aspek seperti menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai d an dapat dijangkau oleh masyarakat secara keseluruhan baik dari segi finansial m aupun aksesbilitasnya (keberadaan lokasinya). Sarana kesehatan seperti rumah sak it, puskesmas, pukesmas pembantu, tenaga kesehatan dan pusat-pusat pelayanan lai nnya adalah faktor yang akan menentukan berhasil tidaknya pembangunan di bidang kesehatan. Pada tahun 2007 di Banten terdapat tidak kurang 38 buah rumah sakit d engan kapasitas tempat tidur sekitar 4.124. Sarana kesehatan lain yang relatif m udah dijangkau masyarakat adalah Puskesmas terdapat sebanyak 180 buah yang terse bar di seluruh kabupaten/kota. In fact, the health development is still facing many problems even for the gover nment or for the society it self. Therefore health problem need seriously attent ion from all of us and Of course the government role is very important. The role of government in Health development involved all of aspect such facilities etc that accesible and affordable. Health facilites such as Hospital, community heal th center, sub community health center and others health services are determinan t factors to success in health development. For the year 2007 in Banten Province at least 38 hospital with around 4.124 bed capacity are available. Meanwihle there are other health facility those relative ly easy to acces are 180 community health center which are spreading out in the regency/ municipality. Banten Dalam Angka 2008 85

Bab IV Sosial Petugas kesehatan yang keberadaannya sangat vital sebagai pelayan kesehatan masy arakat, seperti dokter pada tahun 2007 secara keseluruhan terdapat tidak kurang dari 2.385 orang yang terdiri dari sekitar 926 dokter umum, 1099 dokter ahli (sp esialis) dan 360 orang dokter gigi. Tentu saja tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak terbatas hanya tenaga dokter tetapi tenaga selainnya seperti perawat, tena ga ahli farmasi bahkan keberadaan dukun melahirkan (paraji) baik terlatih maupun tidak terlatih yang kerap dimanfaatkan masyarakat harus diperhitungkan dan dija dikan pusat perhatian di bidang kesehatan. Adalah suatu kenyataan di setiap wila yah, proses kelahiran anak masih banyak yang dibantu oleh dukun baik terlatih ma upun tidak terlatih disamping adapula yang lebih mengutamakan tenaga medis. Seba gai upaya meningkatkan tingkat kesehatan penduduk sejak dini, maka kegiatan imun isasi bayi atau balita sangat penting dilakukan. Bayi dan balita yang mendapat i munisasi terlebih bagi anak yang menerima imunisasi lengkap secara medis diakui akan lebih kebal (tahan) dari serangan penyakit yang umum menyerang bayi. Oleh k arena pemberian imunisasi pada anak sejak bayi seperti BCG, DPT-I sampai DPTIII, Campak dan Polio sangat The the availability of health personnel are very important in terms of serveing for the society health, such as physicians in 2007 at least around 2.385 person s are available which respectively around 926 is general physicians, specialist is aboutt 1099 persons and dentist is around 360 persons. Of course the health p ersonnel needed are not only for the physicians but also other paramedics and fa rmaciest even trained or untrained paranormal who asists the give birth. In fact , in almost every community most of birth process is still assistant by paranorm al even by the untrained. However, some of them are prefer by the paramedic. As an effort of increasing health level of population since the early birth or c hild, it is very important to have the immunization. The baby or child under 5 y ears who got complete immunization, medically will have strong defend on deseas. Therefore, it is need to give immunization since the early baby such as BCG, DP T-I till DPT-III, champaks and Polio which have positive advantage for the child ren and the society in the future. 86 Banten Dalam Angka 2008

Bab IV Sosial penting sehubungan dengan keuntungan positip yang akan diperoleh anak dan masyar akat pada masa-masa berikutnya. Dengan pemberian imunisasi anak diharapkan dapat menurunkan tingkat kematian bayi yang sampai saat ini di Banten angkanya disiny alir masih relatif tinggi, atau dalam arti yang lebih luas lagi dapat meningkatk an derajat kesehatan anak dan penduduk secara keseluruhan. Pada tahun 2007 seban yak 225.312 bayi telah menerima imunisasi BCG, 196.747 mendapat imunisasi DPT-II I, 210.863 memperoleh imunisasi campak dan Polio-IV diberikan kepada sekitar 202 .161 anak (bayi). Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.2.3. Disamping ke tersediaan sarana kesehatan, ketersediaan prasarana kesehatan seperti pedagang b esar farmasi juga perlu mendapat perhatian. Pedagang besar farmasi yang berfungs i sebagai distributor maupun penyalur obat-obatan termasuk apotik sangat dibutuh kan. Jumlah pedagang besar farmasi pada tahun 2007 terdapat sebanyak 65 buah ter batas hanya di Kabupaten Tangerang (21 buah), Serang (4 buah), Kota Tangerang (3 9 buah) dan Kota Cilegon (1 buah). Sedangkan apotik terdapat sebanyak 540 buah t ersebar di setiap kabupaten/kota dengan jumlah terbesar terdapat di Kabupaten Ta ngerang (260 buah) dan Kota Tangerang (170 buah), adapun jumlah terkecil terdapa t di Kabupaten Lebak yaitu 11 buah. Keberadaan dan ketersediaan Banten Dalam Angka 2008 giving the Imunization for the children, hopefully will decreasing the infant mo rtlity level in Banten which the figure prediction is still high, in other wodrs , its will increase the level of children health and population as whole. In 2007 the number of babyies received imunization BCG are 225.312 and DPT-III are 196. 747; Campak are 210.863 and Polio IV are 202.161 For complete data, ca be seen i n table 4.2.3. Beside the available of health facilities, the available of health infrastructur e such the pharmacies wholesaler should be concerned too. The excist of pharmaci es wholesaler is needed as medicine distributor (e.g. drugstore). The number of pharmacie wholesaler, in 2007 were 65 , e.i 21 in Tangerang regency, 4 in Serang , 39 in Tangerang city. On the other hand there were 540 drugstores that spread in municipacility or regency. The largest number was in Tangerang regency (260) and Tangerang city (170) and the smallest number was in Lebak regency (11). The available of medicine is extremly influenced by 87

Bab IV Sosial obat-obatan sangat dipengaruhi oleh keberadaan Industri farmasi baik dalam sekal a besar maupun kecil. Industri farmasi di Banten pada tahun 2007 terdapat sebany ak 34 buah. Seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan bah wa, pengelolaan kependudukan salah satunya diwujudkan melalui pengendalian kuantitas penduduk. Pengendalian k uantitas penduduk diarahkan pada terwujudnya kese rasian, keselarasan dan keseim bangan antara kuantitas, penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkunga n dan kondisi perkembangan sosial ekonomi dan sosial budaya. Penurunan angka kel ahiran salah satunya ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimba ng menuju dan serendah-rendahnya seperti yang ditargetkan pemerintah. Untuk mewu judkan hal tersebut dilakukan upaya pembudayaan nor ma keluarga kecil bahagia da n sejahtera, yang meliputi upaya peningkatan kesadaran dan mendo rong masyarakat diantaranya melalui pemakaian alat kontrasepsi (KB) dan pendewasaan usia per ka winan. Perlu diakui bahwa pro gram Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerinta h telah membawa dampak positif dalam menurunkan angka kelahiran dan menekan laju pertumbuhan pendu duk serta sedikit banyak telah memberi andil dalam peningkata n tingkat kesejahteraan rakyat. Banten Dalam Angka 2008 the available of pharmacies manufacture whether for the big or small scale manuf acture. There were 34 pharmacies manufacture in Banten, in 2007. Based on the go vernment law No. 27 year 1994 about the management of demographys development, st ate that the law can be accomplished by control the population quantity. In term s of control the population quantity, There must be directed to a balance betwee n the quantity of people and environmental support, social economic condition an d social cultural condition. The reduction of natality has aim to make a balance of population growth and to minimize it based on the government target. To gain the goal, the government makes a program called Upaya Pembudayaan Norma Keluarga Kecil Bahagia & Sejahtera. It contains many programs of increasing societys aware ness in birth control or postponing the early marriage. Family planning that the government proposed has brought many positive impacts in birth reducing, minimi ze the population growth, and improve the societys welfare. 88

Bab IV Sosial Seberapa banyak partisipasi masyarakat Banten dalam program KB dapat dilihat pad a tabel 4.2.7. Pada tahun 2007 terdapat sekitar 1,07 juta akseptor KB yang se ba gian besar menggunakan suntik sekitar 569.143 (52,74 persen) berikutnya sebanyak 279.546 memakai pil. Kedua jenis KB tersebut termasuk yang meng gunakan kondom dan ovag disebut KB metoda jangka pendek (Non Metode Jangka Panjang). Sementara akseptor yang menggunakan Metoda Jangka Panjang (MJP) sebanyak 225.957 atau seki tar 20,94 persen dari total akseptor KB. 4.3. Perumahan dan Lingkungan Dalam keh idupan sehari-hari rumah merupakan tempat berlindung dari berbagai macam ganggua n, baik yang datangnya dari alam seperti hujan, panas dan rasa dingin maupun gan gguan binatang buas serta gangguan lainnya. Idealnya rata-rata luas lantai per k apita minimal 10 m2. Sehingga bila dalam satu rumah tinggal terdapat 4-5 anggota rumah tangga, idealnya rumah tangga menempati luas lantai minimal 50m2. Berdasa rkan hasil Susenas 2007, terlihat bahwa sebagian besar rumahtangga tinggal di ru mah dengan luas lantai 50-99 m2 yaitu dihuni oleh sekitar 945.332 rumah tangga a tau 40,02 persen Banten Dalam Angka 2008 Due to the table 4.2.7, can be seen further information about Banten Peoples part icipation in implementation of family planning. There were 1,07 million family p lannings acceptors, most of them used injection (569,143; 52.90. percent), the ot hers used pill (279,546). Both kinds of Family planning including the usage of c ondom and ovag stated as shortterm method. Meanwhile, the acceptors who used the long-term method were 225,957 (20.94 percent). 4.3. Housing and Environment In daily life, house is shelter that protected people from many kinds of disturbanc e such as rain, hot or cold weather, or wild animal. Ideally a house has floor a rea minimum 10 m2 per person. Therefore if there are 4 5 household members, the house should have floor area at least 50 m2. According to Susenas (Socioeconomic National Survey) 2007, It appeared that many households lived in a house with f loor area of 50-99 m2. The number of these households were 945,332 (40.02 percen t) from 2.24 million household. 89

Bab IV Sosial dari total rumah tangga yang jumlahnya 2,24 juta. Dilihat dari kualitas air minu m yang relatif memenuhi persyaratan sebagai air minum bersih dan sehat, yang mel iputi air kemasan, ledeng, dan pompa dan sumur dikonsumsi oleh sekitar 1,98 juta (88,13 persen) rumah tangga, yang lainnya sebanyak 267.066 (11,87 persen) masih mengkonsumsi air minum yang diperkirakan tidak memenuhi standar air bersih (seh at) seperti air yang berasal dari mata air, air sungai, air hujan dan air lainny a. 4.4. Sosial Lainnya Saat ini sertifikasi tanah yang menyangkut status hak kep emilikan seperti hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, tidak terkecuali tanah wakaf semakin penting. Tanah sebagai sumber kepemilikan seperti contoh status di atas, tidak jarang mewarnai pemberitaan di media massa manakal a muncul kasuskasus persengketaan bahkan menjadi sumber konflik baik antar warga , kelompok atau komunitas masyarakat sampai termasuk dengan negara sendiri. Kare nanya jaminan keamanan kepemilikan tanah atau status penguasaannya yang legalisa sinya lebih terjamin melalui kepemilikan sertifikat tanah atau dalam bentuk akta tanah sangat dibutuhkan.Konflik seputar tanah biasanya dalam proses penyelesaia nnya akan menyertakan sertifikat atau akta tanah. Banten Dalam Angka 2008 Based on the criteria of good drinking water (for example packaged, pipe, pump w ater and protcted well, there are 1.98 million (88.13 percent) households that c onsumed these kinds of water. The rest of them e.i 267,066 or 11.87 percent stil l consumed water that predicted below the standard such as water from unprotecte d water source, river, rain and many more. 4.4. Other Social Aspects Nowadays, land certificate that determine the authorit y of ownership such as authority of belonging, authority of the venture and buil dings use, authority of use, as well as a gift of land are extremely important. L and as a source of ownership based on the above example often raise a sources of news when never there are some conflicts or dispute cases among people, a group of people or a community, even a conflict between people and government Because of that, the ownership of land is badly needed especially the ownership which h as a formal legalitation such as land certificate. The conflict of land usually requires a land certificate in its trouble shootings process. 90

Bab IV Sosial Ketika terjadi sengketa antar warga atau yang melibatkan institusi/ lembaga bahk an negara pihak yang memiliki sertifikat/akta biasanya akan meme nangkannya seba liknya yang tidak memiliki akan menjadi yang dikalahkan. Pada tahun 2007 produks i sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten diperuntukan sebanya k 1,31 juta bidang tanah dengan luas tanah 732.289,633 hektar. Produksi sertifik at dilihat dari sisi jumlah bidang dan luas sebagian besar diperuntukan untuk ta nah berstatus hak milik yaitu sebanyak 798.829 (60,97 persen) dan 369.997,852 he ktar; 49,16 persen (tabel 4.4.1). Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan baik melalui survei maupun laporan instansi terkait. Semakin banyak anggota masyarak at yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mere ka rasakan dan berlaku sebaliknya. Kesulitan ekonomi yang berke panjangan pada m asyarakat, kesulitan memperoleh bahan pa ngan, kesulitan mencari pekerjaan yang berdampak membengkaknya angka pengangguran dan berbagai kesulitan lainnya diduga dapat meningkatkan tindak kejahatan When the conflict happens among people or government institution, they who have certificate usually wins the case and vice versa. In 2007, production of certifi cate in Badan Pertanahan Nasional of Banten province was made for 1.31 million lan d with area of 732,289.633 hectares. Production of certificate considering the t otal site and area, most of them was made for authority of property right status 798,729 (60.97 percent) with area 369,997.852 hectare; 49,16 percent ( table 4. 4.1). A sense of security as people daily needs can be used as an indicator of t he social welfare. One of method for measure peoples sense of security is a resea rch of crimes victim weather by doing a survey or a report from the institution i tself. The more people being a crimes victim, the least sense of people security and vice versa Long Economics crisis, food crisis and lack of job opportunity in the society has made a massive impact for increasing the number of unemployment as well as the numBanten Dalam Angka 2008 91

Bab IV Sosial (kriminalitas) ditengah-tengah masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan. Dengan hanya bersumber dari laporan Polisi Daerah (Polda) Ban ten, pada tahun 2007 ditemukan sebanyak 178 tindak kejahatan dengan berbagai mot if. Angka tersebut mengalami penurunan drastis dibanding tahun 2006 yang tercata t sebanyak 1.465 kejadian atau mengalami penurunan sekitar 87,85 persen. Jumlah Tindak Pidana (JTP) yang menduduki peringkat pertama adalah kasus perjudian seba nyak 62 kasus, disusul kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 27 kas us. Hal ini diperkirakan akan lebih banyak lagi seandainya setiap bentuk kejahat an sekecil apapun yang dialami masyarakat dilaporkan kepada pihak berwajib. Seme ntara dari seluruh kejadian di atas, jumlah penyelesaian tindak pidananya pada t ahun 2007 hanya mencapai 161 untuk seluruh kasus atau sekitar 90,45 persen. Adap un Penduduk yang menyandang masalah kesejah teraan social sebanyak 129.169 jiwa, terdiri dari mereka yang dikategorikan sebagai anak terlantar/jalanan 53.069 jiw a atau 41,08 persen dan orang lanjut usia (lansia) terlantar 45.031 Jiwa atau 34 ,86 persen dan penyandang cacat 18.232 (14,11%). Banten Dalam Angka 2008 number of crimenals that finally caused the unsafetiness among the society. Due to the report got from the Police departement of Banten Province, in 2007 there was happened 178 kinds of crime with different motive. That figure drastically d ecrease compare to the 2006 figure e.i. 1,465 cases or decreased by 87,85 percen t. The number of criminals case that got a first rank was gambling (62 cases), se cond was an heavy theft (27 cases). There might be more cases than the above fig ure , if every motive of crime is reported by victim to the police From all crim inal cases that mentioned, the number of crime solving process in 2007, just rea ched 161 cases or 90.45 percent In 2007, there are 129,169. People who suffer from social welfare. About 41.08 P ercent (53,069 persons) are categorized as neglected children,and about 45,031 P ersons ( 34.86 Percent) as abondoned elderly. The number of disable is 18,232 (1 4.11%). 92

Bab IV Sosial Grafik 4.1. Penduduk Usia 7-24 Tahun Yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin, 2 007 700000 600000 500000 400000 300000 200000 100000 0 7-12 Laki-laki Perempuan 6592 86 610081 13-15 236471 238275 16-18 165142 141746 19-24 58387 52569 Grafik 4.2. Rasio Murid-Guru Menurut Jenjang Pendidikan, 2007 (Termasuk Sekolah dibawah Pengawasan Depag) 25 24,25 20 15,38 15 13,22 10 5 0 SD SLTP SLTA Banten Dalam Angka 2008 93

Bab IV Sosial Grafik 4.3. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Di tamatkan, 2007 Tidak Tamat 26,76% D I/II 0,62% SLTP 7,82% SLTA 18,80% D III-Sarjana 4,66% Tamat SD 31,34% Grafik 4.4. Banyaknya Tindak Dilaporkan Ke Polda Banten, 70 60 50 40 30 20 10 0 P embunuhan A ni r at Cur at san P er kosaan Nar kot i ka 62 27 23 16 8 0 22 11 1 0 8 Banten Dalam Angka 2008 94 Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan Yang 2007 Cur as Cur anmor K ebakar an P er j udi an P emer a K enakal an Remaj a

Bab IV Sosial Tabel 4.1.1 Table Penduduk Usia 7 - 24 Tahun yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin di Banten Po pulation Aged 7 24 Years Attending School by Sex in Banten 2007 Jumlah Total (2) Persentase Percentage (%) (3) Jenis Kelamin/ Kelompok Umur Sex/Group of Age (1) Laki-laki/Male 7 - 12 13 - 15 16 - 18 19 - 24 Jumlah/Total Perempuan/Female 7 - 12 13 - 15 16 - 18 19 - 24 Jum lah/Total Lak-laki+Perempuan/Male+Female 7 - 12 13 - 15 16 - 18 19 - 24 Jumlah/T otal Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS 659 286 236 471 165 142 58 387 1 119 286 58,90 21,13 14,75 5,22 100,00 610 081 238 275 141 746 52 569 1 042 671 58,51 22,85 13,59 5,04 100,00 1 269 367 474 746 306 888 110 956 2 161 957 58,71 21,96 14,19 5,13 100,00 Banten Dalam Angka 2008 95

Bab IV Sosial Tabel 4.1.2 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Taman Kanak-kanak di Banten Number of Kindergarte n Schools, Students and Teacher in Banten 2006/2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005 Sekolah School Negeri Swasta Public Private (2) (3) Murid Student Negeri Swasta Public Private (4) (5) Guru Teacher Negeri Swasta Public Private (6) (7) 1 1 1 1 197 60 587 123 180 33 94 25 4 997 1 975 26 213 6 708 11 4 6 6 425 200 1 905 458 1 3 8 6 272 55 1 294 935 123 125 580 667 15 488 3 418 58 799 41 528 68 13 108 28 932 273 4 193 4 599 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 96

Bab IV Sosial Tabel 4.1.3 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar di Banten Number of Elementary Scho ols, Students and Teacher in Banten 2006/2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005/2006 2004/2005 2003/2 004 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) 880 761 962 930 4 4 185 15 171 847 171 848 358 745 264 973 415 653 52 896 4 512 9 005 7 850 11 537 10 031 121 28 2 575 256 377 149 4 059 4 065 4 122 4 129 100 17 325 251 222 1 014 127 906 41 383 1 136 702 1 146 424 1 222 236 1 079 689 32 967 5 758 97 201 68 965 66 406 284 556 3 262 1 939 43 624 35 806 33 460 26 309 1 140 322 4 442 5 909 4 758 13 536 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 97

Bab IV Sosial Tabel 4.1.4 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Banten Number of Junior High Schools, Students and Teacher in Banten 2006/2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005/2006 2004/2005 2003/2004 59 63 63 70 13 13 16 75 34 795 32 150 46 789 41 965 1 626 3 213 62 731 14 022 766 1 564 2 188 2 058 268 314 4 139 1 445 21 10 286 258 253 266 129 20 466 404 353 867 25 116 6 997 187 812 189 863 173 947 157 299 36 167 4 667 122 426 136 210 95 649 310 278 830 392 7 798 7 072 6 315 6 333 1 899 405 8 470 6 424 4 798 10 168 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 98

Bab IV Sosial Tabel 4.1.5 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Banten Number of Senior High Schools, Students and Teacher in Banten 2006/2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005/2006 2004/2005 2003/2004 17 22 34 22 13 13 77 41 8 686 10 785 20 227 15 540 1 669 2 221 22 644 7 327 243 629 955 1 239 281 236 1 449 1 022 14 5 114 89 81 89 75 14 233 207 187 353 9 116 3 608 67 962 62 248 53 239 53 514 22 137 3 088 59 086 62 860 52 820 118 588 429 221 3 716 2 634 2 853 2 575 1 289 316 4 593 4 512 3 307 6 535 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 99

Bab IV Sosial Tabel 4.1.6 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kejuruan di Banten Number of Senior Vocational High Schools, Students and Teacher in Banten 2006/20 07 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005/2006 2004/2005 2003/2 004 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) 7 2 5 4 10 7 64 30 3 033 1 567 1 427 3 286 2 751 2 451 29 570 8 718 14 86 138 209 221 252 1 553 669 4 2 24 23 18 13 60 8 179 161 157 146 4 130 1 003 14 446 14 015 11 494 9 760 22 987 3 949 70 426 78 683 68 671 119 184 304 96 847 926 823 834 1 285 241 4 221 4 150 4 095 5 665 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 100

Bab IV Sosial Tabel 4.1.7 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Raudhatul Athfal/Bustanul Athfal di Banten Number of Islamic Kindergarten Schools, Students and Teacher in Banten 2007/2008 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 91 47 251 104 3 489 1 400 10 543 4 057 183 210 1 158 477 236 36 765 9 613 1 507 30 609 1 182 243 3 453 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 101

Bab IV Sosial Tabel 4.1.8 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Banten Number of Islamic E lementary Schools, Students and Teacher in Banten 2007/2008 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 3 2 9 3 199 184 355 103 582 437 3 478 1 005 14 243 19 108 53 606 17 243 199 13 102 42 1 139 1 833 2 598 889 1 1 19 97 10 948 340 483 6 325 19 042 1 301 124 543 29 20 405 1 213 128 7 800 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 102

Bab IV Sosial Tabel 4.1.9 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Tsanawiyah di Banten Number of Islamic S econdary Schools, Students and Teacher in Banten 2007/2008 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 6 4 6 6 106 97 197 162 3 439 1 963 4 743 4 360 15 808 17 972 51 643 30 221 233 136 188 280 2 003 1 599 4 214 2 761 3 3 28 46 32 640 1 936 1 793 18 234 8 260 7 181 131 085 106 145 1 088 855 1 092 12 524 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 103

Bab IV Sosial Tabel 4.1.10 Table Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Madrasah Aliyah di Banten Number of Islamic High Schools, Students and Teacher in Banten 2007/2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) 4 2 6 3 41 37 57 61 1 347 569 2 336 1 077 4 305 2 990 7 028 5 286 123 65 135 131 796 417 1 086 1 260 2 2 19 15 17 228 925 633 6 887 1 412 2 953 23 974 87 82 623 305 499 4 363 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 104

Bab IV Sosial Tabel 4.1.11 Table Jumlah Perguruan Tinggi di Banten Number of University in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Politeknik Akademi/ Academy Institut/ Institute Universitas/ University (5) Sekolah Tinggi/ (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (2) (3) (4) (6) 2 1 6 2 3 1 3 15 4 15 1 1 4 15 3 25 2 4 11 28 5 67 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 105

Bab IV Sosial Tabel 4.1.12 Table Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Ditamatkan dan Kabupaten/ Kota di Banten Population Aged 10 Years and Over by Educational Attainment and R egency/Municipality in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality < SD (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. T angerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 1 78 821 51 253 2 021 420 1 901 150 1 862 117 1 913 256 1 977 693 268 891 402 968 663 337 456 150 (2) Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment SD/Sederajat (3) SLTP (4) 365 212 386 138 766 461 538 493 118 806 91 532 545 884 248 910 242 875 68 799 2 367 978 2 401 220 2 396 761 2 293 094 2 328 375 277 305 64 109 1 346 546 1 361 214 1 264 767 1 249 919 1 146 367 Banten Dalam Angka 2008 106

Bab IV Sosial Lanjutan/ Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality SLTA (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. T angerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 4 23 480 77 097 1 420 040 1 446 220 1 481 555 1 405 924 1 279 654 69 146 41 067 63 8 976 170 274 (5) Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment Dipl. I/II (6) Dipl. III-Univ. (7) Jumlah Total (8) 5 485 5 003 18 970 9 508 13 020 4 258 188 324 24 826 840 560 930 966 2 821 952 1 448 161 6 625 1 518 47 109 65 507 55 199 48 152 52 445 109 061 12 284 351 773 285 157 356 296 216 101 222 664 1 238 167 275 060 7 554 866 7 460 468 7 416 695 7 126 446 7 007 198 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 107

Bab IV Sosial Tabel 4.1.13 Table Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kepandaian Membaca dan Menulis dan Kabupa ten/Kota di Banten Population Aged 10 Years and Over by Reading and Writing Abil ity and Regency/Municipality in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kemampuan Membaca dan Menulis Reading and Writing Ability Huruf Latin Latin (2) Huruf Lainnya Huruf Latin & Huruf Lainnya Other Latin & Other (3) (4) Tidak Dapa t Cant (5) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 (6) 635 743 491 445 1 663 081 486 636 7 493 13 068 30 615 67 804 169 563 343 518 1 008 277 831 929 27 761 82 935 119 979 61 792 840 560 930 966 2 821 952 1 448 161 762 180 59 817 4 098 902 5 149 605 5 195 895 6 668 594 6 534 370 14 131 5 546 138 657 246 868 88 438 81 552 94 192 443 312 200 554 2 997 153 1 735 898 1 849 786 18 544 9 143 320 154 328 097 282 576 376 300 378 636 1 238 167 275 060 7 554 866 7 460 468 7 416 695 7 126 446 7 007 198 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 108

Bab IV Sosial Tabel 4.2.1 Table Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Banten Number of Hospitals and Public Health Center 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Rumah Sakit Hospitals Jumlah Tempat Tidur Total Beds (2) (3) Puskesmas Public Health Center (4) 2 3 12 2 126 163 1 180 439 34 35 40 38 18 2 38 37 35 24 24 1 846 370 4 124 3 151 2 868 2 906 1 096 25 8 180 180 175 172 172 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Provi nce Banten Dalam Angka 2008 109

Bab IV Sosial Tabel 4.2.2 Table Jumlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas di Banten Number of Medical Doctors at Public Hospital and Health Center in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Dokter Umum General Practitioner (2) Dokter Ahli Medical Specialist (3) Dokter Gigi Dentist Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 (4) (5) 105 86 282 55 12 32 431 32 11 16 134 32 128 134 847 119 204 194 926 815 1 016 602 368 525 67 1 099 871 575 577 125 109 58 360 317 285 243 169 838 319 2 385 2 003 1 876 1 442 662 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Provi nce Banten Dalam Angka 2008 110

Bab IV Sosial Tabel Table 4.2.3 Jumlah Penduduk Yang Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi di Banten Number of Imm unized People by Kind of Immunization in Banten 2007 Kabupaten/ Kota Regency /Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tang erang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 BCG (2) DPT-I (3) Imunisasi/Immunization Campak DPT-II DPT-III Measles (4) (5) (6) Polio-I (7) Polio -IV (8) 24 788 26 472 80 938 46 890 28 201 26 456 68 954 43 173 25 394 25 247 68 674 47 658 22 426 24 642 60 725 44 594 20 965 24 340 78 406 42 587 24 444 26 758 96 609 45 857 19 551 21 447 76 393 41 796 38 568 7 656 225 312 228 370 216 210 214 594 216 234 38 002 8 257 213 043 213 036 206 418 209 621 205 864 37 206 7 953 212 132 203 285 198 818 198 860 197 104 36 855 7 504 196 747 203 325 202 649 196 858 192 763 37 744 6 821 210 863 217 684 208 224 203 275 198 599 39 628 7 534 240 830 222 350 178 797 219 396 213 599 36 270 6 704 202 161 202 533 165 381 198 699 195 293 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Provi nce Banten Dalam Angka 2008 111

Bab IV Sosial Tabel 4.2.4 Table Jumlah Persalinan Menurut Penolong Persalinan di Banten Number of Birth by Kind of Personel in Charge in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Tenaga Medis Medical Personel (2) Tenaga Medis Lainnya Other Medical Personel (3) 16 936 16 998 69 712 31 174 14 782 17 712 24 926 22 585 33 482 6 209 174 511 155 383 152 909 135 328 123 526 7 365 87 370 85 462 74 479 78 586 13 850 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Provi nce Banten Dalam Angka 2008 112

Bab IV Sosial Tabel 4.2.5 Table Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum di Bante n Number of Health Personnels OTher Than Dokter at Public Health Center and Gove rnment Hospital in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Sarjana Farmasi/ Pharmacy (2) SKM/ Health School (3) Perawat/ Nurse (4) 8 3 40 50 20 38 20 654 448 1 423 337 28 4 83 104 61 251 42 84 13 225 263 239 238 37 1 389 99 4 350 4 538 5 665 3 368 2 893 Banten Dalam Angka 2008 113

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Bidan/ Midwife (5) Paramedis Non Keperawatan/ Not Nurse (6) Non Medis/ Not Medical (7) 287 278 811 473 17 5 228 11 497 577 498 361 303 133 2 285 1 970 1 583 1 474 1 092 256 7 534 827 678 141 1 525 26 3 484 2 488 1 225 1 283 126 Sumber: Din as Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Prov ince Banten Dalam Angka 2008 114

Bab IV Sosial Tabel Table 4.2.6 Jumlah Penyalur Obat di Banten Number of Medicine Distributors in Banten 2007 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality Industri Farmasi Pharmaceuti cal Industry Pedagang Besar Farmasi Pharmaceuti cal Whole Sale Apotik Dispensaries Industri Kecil Obat Lainnya Other Drug Industry Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 (2) (3) (4) (5) (6) 19 4 21 4 13 11 260 48 1 23 3 14 11 323 59 11 34 23 35 25 25 39 1 65 57 74 30 30 170 38 540 520 476 379 297 20 1 48 40 45 26 26 240 40 687 640 630 460 378 Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Banten Source : Health Services of Banten Provi nce Banten Dalam Angka 2008

115

Bab IV Sosial Tabel 4.2.7 Table Jumlah Akseptor Keluarga Berencana (Usia 15-49 Tahun Berstatus Kawin) Menurut Al at/Cara Kontrasepsi Yang Digunakan di Banten Number of Family Planning Acceptors by Method of Contraception Based on The Result of Family Registration in Banten 2007 Metode Jangka Panjang (MJP) / Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipali ty (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangera ng 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 30 783 3 189 127 848 121 041 163 106 12 2 479 121 117 1 663 139 17 463 16 802 19 500 17 328 17 869 4 555 981 20 462 19 8 92 21 101 19 628 19 267 5 901 2 925 60 184 62 361 69 573 71 082 84 056 6 121 4 8 31 72 292 10 632 1 320 2 497 9 267 2 577 2 156 1 884 6 860 4 026 12 094 13 396 1 4 976 10 892 IUD IUD (2) MOP Vasectomy (3) MOW Tubectomy (4) Susuk Implant (5) Banten Dalam Angka 2008 116

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Non Metode Jangka Panjang (Non MJP) / Non Long Term Method Tradisional Suntik Pi l Kondom & Lainnya Injection Pil Condom Traditional & Others (6) (7) (8) (9) Jumlah MJP dan Non MJP Total of MJP and Non MJP (10) 77 900 68 250 178 976 122 117 27 133 42 806 104 090 61 657 158 1 015 1.709 447 126 882 134 679 388 170 212 348 93 444 28 456 569 143 550 749 536 280 523 228 508 755 36 197 9 663 279 546 265 514 247 559 254 658 255 599 941 285 4 555 3 641 3 560 3 565 3 160 4 47 18 173 484 43 638 1 079 201 1 040 000 1 060 683 1 012 015 1 009 841 Sumber: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten Source : Na tional Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2008 117

Bab IV Sosial Tabel Table 4.2.8 Jumlah Keluarga Pasangan Usia Subur Menurut Umur Isteri di Banten Number of Pote ntial Couple by Age of Wife in Banten 2007 Umur Isteri / Age of Wife < 20 Tahun (2) 20 29 Tahun (3) >29 Tahun (4) Jumlah To tal (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 11 328 20 016 36 160 12 247 80 796 88 254 288 252 127 923 109 773 107 236 327 097 192 096 201 897 215 506 651 509 332 268 5 977 3 156 88 884 82 587 81 113 80 203 79 581 78 827 20 582 684 634 654 884 675 609 627 816 615 773 162 433 39 278 937 913 930 455 873 738 875 708 848 315 332 266 63 016 1 711 431 1 667 926 1 630 460 1 583 727 1 543 669 Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten Source : N ational Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2008 118

Bab IV Sosial Tabel Table 4.2.9 Jumlah Keluarga Sejahtera Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera di Banten Number of Prosperous Family by Level of Prosperous Family in Banten 2007 Keluarga Sejahtera Tahap Pra Sejahtera/ Prosperous Family Step Prosperous Before Kabupaten/Kota Regency/Municipality Keluarga Sejahtera Tahap I/ Prosperous Family Step I Keluarga Sejahtera Tahap II/ Prosperous Family Step II (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon (2) (3) (4) 80 756 73 750 168 472 109 208 77 116 86 080 180 216 103 670 58 465 83 360 227 376 132 246 18 508 8 991 54 996 16 446 91 612 22 994 Banten 459 685 518 524 616 053 2006 462 578 526 775 603 133 2005 470 251 528 213

547 157 2004 314 223 577 680 574 340 2003 322 030 577 654 531 921 Banten Dalam Angka 2008 119

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality Keluarga Sejahtera Tahap III/ Prosperous Family Step III Keluarga Sejahtera Tahap III Plus/ Prosperous Family Step III Plus Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 (2) (3) (4) 42 829 35 465 174 227 77 676 9 927 6 752 98 924 16 566 269 093 285 407 849 215 439 366 103 674 21 468 455 339 435 637 379 835 382 688 366 881 33 056 6 910 172 135 145 759 127 150 125 111 121 053 301 846 76 809 2 221 736 2 173 882 2 052 606 1 974 042 1 919 611 Sumber: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten Source : Na tional Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2008 120

Bab IV Sosial Tabel Table 4.3.1 Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Number of Household by Regency/Municipality and Drinking Water Facility in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Milik Sendiri/ Owner Self (2) Kontrak/ Contract (3) Sewa/ Rent (4) 223 514 269 460 615 504 326 608 2 774 366 53 552 11 190 286 108 596 10 648 231 840 55 353 1 722 279 47 380 2 625 117 887 65 780 9 642 194 952 Banten Dalam Angka 2008 121

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Kabupaten/Kota Regency/Municipality Be bas sewa/ Free Rent (5) Dinas (6) Milik orang tua, famili & lainnya (7) Jumlah/ Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (8) 2 162 13 781 1 912 1 304 1 870 3 612 956 15 208 11 952 53 003 60 718 245 248 283 648 848 048 412 032 7 360 125 25 340 1 750 9 492 30 360 8 457 179 698 382 720 77 952 2 249 648 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 122

Bab IV Sosial Tabel 4.3.2 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Banten Numbe r of Household by Regency/Municipality and Area of House Floor in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Luas Lantai / Area of Floor < 20 (2) 20 - 49 (3) 50 -99 (4) 100 - 149 (5) 150+ ( 6) Jumlah/ Total (7) 3 792 4 066 100 823 7 268 117 350 153 296 260 108 125 572 107 342 115 798 358 576 210 314 12 846 7 114 78 287 46 566 3 918 3 374 50 254 22 312 245 248 283 648 848 048 412 032 69 460 1 071 186 480 122 749 160 581 172 415 119 154 98 440 13 409 768 175 893430 724 609 729 100 655 596 121 900 31 402 945 332 826 616 1 195 497 1 026 684 934 217 63 020 17 968 225 801 206 707 284 968 227 813 177 209 29 900 14 102 123 860 147 089 138 675 24 324 101 246 382 720 77 952 2 249 648 2 196 591 2 504 330 2 180 336 1 987 422 Sumber : Susenas 2007 BPS Source : Economy Social Survey2007 BPS Banten Dalam Angka 2008 123

Bab IV Sosial Tabel Table 4.3.3 Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Banten Number of Household by Regency/Municipality and Source of Drinking Water in Banten 200 7 Sumber Air Minum / Source of Drinking Water Air dalam Leding Pompa Sumur Kemasan ledeng Pump Well Packaged (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 1 184 17 800 16.958 129 424 2. Lebak 2 316 11 980 22 680 141 796 3. Tangerang 174162 70 986 401 684 186 925 4. Serang 50 236 39 776 120 766 136 656 Kota/Mun 5. Tangerang

115 920 59 340 202 400 2 300 6. Cilegon 30 045 7 517 18 525 21 206 Banten 2006 2005 2004 373 863 167 421 195 062 83 776 207 399 283 764 345 095 351 113 783 013 733 512 785 359 828 949 618 307 760 494 896 472 680 307 Banten Dalam Angka 2008 124

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 Sumber Air Minum / Source of Drinking Water Mata Air Springs (6) Air Sungai Rive r (7) Air Hujan Rain (8) Lainnya Others (9) Jumlah/ Total (10) 56 084 68 076 903 31 966 22 820 36 434 5 261 27 724 326 956 652 366 8 127 3 952 245 248 283 648 848 048 412 032 157 029 167 143 191 251 164 541 534 92 773 58 790 60 170 35 180 1 282 11 769 27 316 25 976 2 760 125 15 982 13 698 3 605 10 494 382 720 77 952 2 249 648 2 196 91 2 504 330 2 180 336 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Economy Social Survey 2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 125

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.1 Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional di Banten Produc tion of Sertificate by National Land Affair Board in Banten Hingga/Until 2007 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tang erang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Hak Milik Proprietary Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3) Hak Guna Usaha Concession Used Right Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) Hak Guna Bangunan/ Building Used Right Bidang Field (6) Luas Area (ha) (7) 60 945 90 670 374 860 86 199 1 570,906 32 529,400 244 206,430 23 403.903 53 12 4 18 193,900 974,573 1 163,702 3 629 8 084 320 046 56 013 2 940,451 5 674,960 140 816,573 7 596,440 153 255 32 796 798 725 59 676,253 610,970 359 997,862 37 106 11 407,000 31 739,175 90 281 13 100 491 153 7 935,000 39,628 165 003,052 Banten Dalam Angka 2008 126

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Hak Pakai/ Used Right Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandegl ang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 529 47 2 212 5 726,553 13,763 75 407,531 381 656 490 109 4 947,600 4 820,250 58 494, 910 1 404,455 Bidang Field (8) Luas Area (ha) (9) Hak Pengelolaan/Management Right Bidang Field (10) Luas Area (ha) (11) 7 17 132 8,960 107,050 498,000 23 41 220 19 100,000 19 714,010 Banten Dalam Angka 2008 127

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Hak Sarusun Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Leb ak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 1 814 646 10 4 28 53 579 59 757 543 5 553 1 872 6178 Bidang Field (12) Luas Area (ha) (13) Tanah Wakaf Bidang Field (14) Luas Area (ha) (15) 6 853 234 3 972 3 544,000 45,260 5 261,550 635,193 19 5 084 11 185,000 20 671,003 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten Source : National Land Board o f Banten Province Banten Dalam Angka 2008 128

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.2 Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta di Banten Number of Land Certificate Legal Maker and Certificate Publishing in Banten 2007 Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Jumlah PPAT Total PPAT PPAT Sementara/ Provisional (2) PPAT Notaris/ Notary (3) Jenis Akta/Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta/ Production (Total Acta) Pembagia n Pelepasan Tukar Hak Jual Beli Hibah Hak/ Bersama/ Menukar Purchasing Gift Righ t Right Exchange Free Division (4) (5) (6) (7) (8) 35 28 36 34 10 4 273 45 1 672 539 49 917 16 599 127 19 1 061 1 106 67 84 485 223 3 15 13 8 154 92 20 444 16 858 2 480 88 065 443 216 2 972 255 97 1 211 4 22 Banten Dalam Angka 2008 129

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Wilayah Kerja Kabupaten/Kota/ Region Work Area Regency/City (1) Kab/Reg 1. Pande glang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Jenis Akta/Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta/ Production(Total Acta) APHT (9) SK.MHT (10) Jumlah/ Total (11) 553 6 913 2 419 7 555 51 466 17 943 6 913 965 15 344 187 885 1 072 24 660 4 643 108 686 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten Source : National Land Board o f Banten Province Banten Dalam Angka 2008 130

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.3 Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Banten Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten 2007 Tindak Kejahatan/ Crime Tindak Pidana (2) 16 8 27 8 23 0 62 11 1 22 0 178 1 465 1 435 1 106 920 Penyelesaian Tindak Pidana (3) 10 7 27 10 23 0 52 11 1 20 0 161 767 680 577 552 Jenis Kejahatan Type of Crime (1) 1. Pembunuhan 2. Anirat 3. Pencurian dengan pe mberatan (Curat) 4. Pencurian dengan kekerasan (Curas) 5. Pencurian kendaraan be rmotor (Curanmor) 6. Kebakaran 7. Perjudian 8. Pemerasan/ 9. Perkosaan/ 10. Nark otika/Narcotics 11. Kenakalan Remaja/ Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 Sumber : Polda Provinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 131

Bab IV Sosial Tabel 4.4.4 Table Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota Number of Place of Worship by Munici pality 2007 Tempat Ibadah Islam (2) Protestan (3) Katholik (4) Hindu (5) Budha (6) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 3 578 3 782 9 760 5 719 5 6 317 21 1 3 18 2 5 1 1 2 37 4 867 974 24 680 287 8 644 12 1 37 5 11 35 2 81 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 132

Bab IV Sosial Tabel 4.4.5 Table Persentase Penduduk Menurut Agama di Banten Percentage of Population by Religion in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Agama/Religion Islam/ Moeslim (2) Protestan/ Protestant (3) Katholik / Catholic Hindu/ Hindu (4) (5) Budha/ Budhha (6) Jumlah/Total (7) 99,24 97,04 81,22 98,28 0,38 1,66 7,56 0,96 0,03 0,32 2,16 0,25 0,14 0,41 1,84 0,24 0,21 0,57 7,21 0,26 100,00 100,00 100,00 100,00 66,24 93,12 18,44 3,87 3,51 1,26 1,63 0,99 10,18 0,75 100,00 100,00 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 133

Bab IV Sosial Tabel 4.4.6 Table Jumlah Calon / Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Musim Haji Number of Aplicants / P ilgrims and cost to Mecca 2000-2007 Jemaah Haji Berangkat Leaving (3) Jemaah yang Batal Cancelling (4) Besarnya ONH (000 Rp) cost (5) 17 758 000 Musim Haji Periode (1) 2000 Calon Jemaah Haji Applicant (2) 2001 63 000 000 800 000+US $2.677 967 500+US $2.675 967 500+US $2.675 963 266+US $2.6 68 466 864+US $2.851,7 400 100+US $2.925,9 2002 4 866 4 865 2003 5 150 5 110 40 2004 5 216 5 216 2005 5 128 5 128 2006 8 505 8 401 104

2007 8 474 8 366 98 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 134

Bab IV Sosial Tabel 4.4.7 Table Jumlah Jamaah Haji Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Number of Aplicantsf or Pilgrims by Sex and Municipality 2007 Jenis Kelamin Sex Laki-laki Perempuan Male Female (3) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 Jumlah Total (5) 290 266 1 219 620 371 294 1 350 719 661 560 2 569 1 339 1 172 294 3 861 3 908 2 477 2 480 1 402 369 4 505 4 493 2 647 2 736 2 574 663 8 366 8 401 5 124 5 216 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 135

Bab IV Sosial Tabel 4.4.8 Table Tingkat Usia Jamaah Haji Number of Pilgrims by Age Group 2007 Kelompok Umur Age Group 31- 40 41- 50 (3) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 0 -30 (2) 51+ (5) Jumlah Total (6) 49 53 177 171 133 90 518 321 192 174 861 350 287 243 1 013 497 661 560 2 569 1 339 107 33 590 531 361 410 451 95 1 608 1 795 1 207 1 233 846 272 2 695 2 717 1 814 1 709 1 170 263 3 473 3 358 1 742 1 864 2 574 663 8 366 8 401 5 124 5 216 Sumber : Kanwil Departemen Agama Provinsi. Banten Source : Department of Religio us, Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2008 136

Bab IV Sosial Tabel 4.4.9 Table Jumlah Korban Bencana Sosial/Pengungsi dan Korban Bencana Alam Menurut Kabupaten /Kota Number of Social Disaster Victims/Refugees and Nature Disaster by Reg/Mun 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Sumber : Dinas Sosial Prov insi Banten Source : Social Official of Banten Korban Bencana Sosial/Pengungsi Disaster Victims/Refugees Jiwa/Person (2) Korban Bencana Alam Nature Disaster Jiwa/Person (3) 2 951 433 198 95 11 321 1 258 2 329 297 3 677 2 969 70 18 244 Banten Dalam Angka 2008 137

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.10 Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Banten Potency and Source Of Social Welfare by Reg/Mun in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Munici pality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Tenaga Kesejahteraan Masyarakat (2) Organisasi Sosial (3) Karang Taruna (4) Panti Sosial (5) Keterlibatan Wanita di Bidang Sosial Kemasyarakatan Anggota PKK LSM Wanita (6) ( 7) 1 675 1 229 3 071 519 74 79 934 171 334 320 446 236 25 38 28 59 5 551 734 3 887 10 198 99 246 2 117 86 6 697 25 9 1 292 104 11 1 451 26 7 183 2 624 1 400 24 394 39 24 410 Sumber : Dinas Sosial Provinsi Banten Source : Social Official of Banten Banten Dalam Angka 2008 138

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.11 Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Jenis dan Kabupate n/Kota di Banten Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Reg/Mun in Banten (Jiwa/Person) 2007 Jenis PMKS Kind of Social Welfare Problem (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Anak Anak Nakal Wanita Pengemis Gelandangan Waria Terlantar Naughty Tuna Susila Neglated Beggar Vagrant Transsexual Children Prostitute Children (2) (3) (4) (5) (6) (7) 10 834 20 454 8 202 7 319 797 117 734 255 169 102 245 36 871 180 241 410 1 131 49 60 177 66 20 180 24 4 109 2 151 53 069 99 220 2 222 20 55 627 158 61 1 921 2 252 1 671 5 295 Banten Dalam Angka 2008 139

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Jenis PMKS Kind of Social Welfare Problem (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Korban NAPZA Drugs Addicted (8) Bekas Penyandang Anak Narapidana Cacat Jalanan Presiour The Disable Street Kid S cor (9) (10) (11) Lansia Terlantar Abondoned Elderly (12) Jumlah Total (13) 60 122 246 36 418 621 682 488 5 832 1 569 2 309 6 734 909 721 114 439 12 518 13 152 4 797 10 082 33 605 37 107 17 810 26 000 407 62 933 296 180 2 685 1 363 425 18 232 149 151 2 483 4 480 2 45 031 11 083 3 564 129 169 Sumber : Dinas So sial Provinsi Banten Source : Social Official of Banten Banten Dalam Angka 2008 140

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.12 Jumlah Perkara Yang Diterima Pengadilan Tinggi Agama Menurut Jenis Perkara, 2007 Number of Registered Cases in High-level Religious by Kind of Cases, 2007 Jan Jan (2) Jenis Perkara/Kind of Cases (1) Feb Feb (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 1. Ijin Poligami/Polygamy Permission 2. Pencegahan Pekawinan/Marriage Preventati on 3. Penolakan Perkawinan/Marriage Rejection 4. Pembatalan Perkawinan/ Marriage Disqualification 5. Kelalaian Kewajiban/Derelication of the duty 6. Cerai Talak /Divorce 7. Cerai Gugat/Divorce(womans inisiative) 8. Pembagian Harta Bersama/Her riage by married 9. Penguasaan Anak/Child Guardian 10. Nafkah dari Ibu/Mothers fi nance 11. Hak Bekas Istri/Right of ex-wife 12. Pengesahan kekuasaan 13. Pencabut an Kekuasaan/Revocation of Authority 14. Perwalian/Trusteeship 15. Penunjukan sb g Wali/Reference as Trustee 16. Ganti Rugi thd Wali/Compensation about Trustee 1 7. Asal Usul Anak/ChildOrigin 18. Kawin Campuran/Mixed marriage 19. Isbat Nikah 20. Ijin Kawin/Marriage Permission 21. Wali Adhal 22. Warisan/Legacy 23. Lain-la in/Others Jumlah/Total 1 1 3 5 1 3 4 2 1 3 1 2 3 1 2 1 4 1 3 4 Banten Dalam Angka 2008 141

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Jenis Perkara/Kind of Cases (1) Juli July (8) Agust Aug (9) Sept Okt Nov Septr Octr Nov (10) (11) (12) Des Jumlah Dec Total (13) (14) 1. Ijin Poligami/Polygamy Permission 2. Pencegahan Pekawinan/Marriage Preventati on 3. Penolakan Perkawinan/Marriage Rejection 4. Pembatalan Perkawinan/ Marriage Disqualification 5. Kelalaian Kewajiban/Derelication of the duty 6. Cerai Talak /Divorce 7. Cerai Gugat/Divorce(womans inisiative) 8. Pembagian Harta Bersama/Her riage by married 9. Penguasaan Anak/Child Guardian 10. Nafkah dari Ibu/Mothers fi nance 11. Hak Bekas Istri/Right of ex-wife 12. Pengesahan kekuasaan 13. Pencabut an Kekuasaan/Revocation of Authority 14. Perwalian/Trusteeship 15. Penunjukan sb g Wali/Reference as Trustee 16. Ganti Rugi thd Wali/Compensation about Trustee 1 7. Asal Usul Anak/ChildOrigin 18. Kawin Campuran/Mixed marriage 19. Isbat Nikah 20. Ijin Kawin/Marriage Permission 21. Wali Adhal 22. Warisan/Legacy 23. Lain-la in/Others Jumlah/Total Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten Source: H igh-level Religious of Banten 1 2 1 4 3 3 2 3 5 2 2 1 5 4 1 1 1 7 3 3 2 17 27 2 1 1 50 Banten Dalam Angka 2008 142

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.13 Jumlah Perkara Yang Diproses Pada Pengadilan Tinggi Agama, 2007 Number of Proces sed Cases in High-level Religious Court, 2007 Sisa Bulan Lalu (2) 6 Perkara yang Diterima (3) 5 4 3 3 4 4 4 3 5 5 7 3 50 Bulan/ Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/M ay Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopemb er/November Desember/December Jumlah/Total Jumlah (4) 11 4 3 3 4 4 4 3 5 5 7 3 dicabut (5) Diproses (6) 11 4 3 3 4 4 4 3 5 5 7 3 Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten Source: High-level Religious of Banten Banten Dalam Angka 2008 143

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.14 Jumlah Perkara Yang Diputus Pengadilan Tinggi Agama Menurut Jenis Perkara, 2007 Number of Sentenced Cases at High-level Religious Court by Kind of Cases, 2007 Juni June (7) 2 1 3 Jan Feb Maret April Mei Jan Feby March April May (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Ijin Poligami/Polygamy Permission 2. P encegahan Pekawinan/Marriage Preventation 3. Penolakan Perkawinan/Marriage Rejection 4. Pembatalan Perkawinan/ Marriage Disqu alification 1 5. Kelalaian Kewajiban/Derelication of the duty 6. Cerai Talak/Div orce 1 2 2 7. Cerai Gugat/Divorce(womans inisiative) 1 2 5 1 2 8. Pembagian Harta Bersama/Herriage by married 1 9. Penguasaan Anak/Child Guardian 10. Nafkah dari Ibu/Mothers finance 11. Hak Bekas Istri/Right of ex-wife 12. Pengesahan Kekuasaa n 13. Pencabutan Kekuasaan 14. Perwalian/Trusteeship 15. Penunjukan sbg Wali/Ref erence as Trustee 16. Ganti Rugi thd Wali/Compensationabout Trustee 17. Asal Usu l Anak/Chid Origin 18. Kawin Campuran/Mixed marriage 19. Isbat Nikah 20. Ijin Ka win/Marriage Permission 21. Wali Adhal 22. Warisan/Legacy 23. Lain-lain/Others 2 4. Ditolak/Rejected 25. Gugur Jumlah/Total 1 4 7 3 3 Jenis Perkara/Kind of Cases Banten Dalam Angka 2008 144

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Jenis Perkara/Kind of Cases (1) 1. Ijin Poligami/Polygamy Permission 2. Pencegah an Pekawinan/Marriage Preventation 3. Penolakan Perkawinan/Marriage Rejection 4. Pembatalan Perkawinan/ Marriage Disqualification 5. Kelalaian Kewajiban/Derelic ation of the duty 6. Cerai Talak/Divorce 7. Cerai Gugat/Divorce(womans inisiative ) 8. Pembagian Harta Bersama/Herriage by married 9. Penguasaan Anak/Child Guardi an 10. Nafkah dari Ibu/Mothers finance 11. Hak Bekas Istri/Right of ex-wife 12. P engesahan kekuasaan 13. Pencabutan Kekuasaan 14. Perwalian/Trusteeship 15. Penun jukan sbg Wali/Reference as Trustee 16. Ganti Rugi thd Wali/Compensationabout Tr ustee 17. Asal Usul Anak/Chid Origin 18. Kawin Campuran/Mixed marriage 19. Isbat Nikah 20. Ijin Kawin/Marriage Permission 21. Wali Adhal 22. Warisan/Legacy 23. Lain-lain/Others 24. Ditolak/Rejected 25. Gugur Jumlah/Total Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten Source: High-level Religious of Banten Juli Agust J uly Augt (2) (3) 2 2 1 1 Sept Sept (4) 3 4 1 8 Oktr Oct (5) 1 1 2 4 Nov Nov (6) 3 2 5 Des Dec (7) 5 4 1 1 11 Jumlah Total (8) 2 19 27 2 1 1 52 Banten Dalam Angka 2008 145

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.15 Jumlah Perkara Yang Diterima, Diputus Dan Belum Diproses Pengadilan Tinggi Agama Menurut Jenis Perkara, 2007 Number of Registered Cases in High-Level Religious Court by Kind of Processing Cases, 2007 Januari Februari January February (2) (3) Maret March (4) April April (5) Mei Ma y (6) Juni June (7) Jenis Perkara/Kind of Cases (1) 1. Perkara Banding Yang Diterima The case have a ccepted - Sisa Bulan Lalu The rest previous month - Diterima Bulan Ini The case accepted this month Sub Jumlah/ Sub Total 2. Perkara Banding Diputus Bulan Ini T he case verdicted this month - Dicabut/Revocated - Dikuatkan/Confirmed - Dibatal kan/Disqualificated - Tidak Diterima/Rejected Sub Jumlah/Sub Total 3. Belum Dipr oses The Case have not pro cessed 6 5 11 10 4 14 10 2 12 5 4 9 6 4 10 7 3 10 1 1 2 2 4 5 2 7 3 3 3 3 3 3 Banten Dalam Angka 2008 146

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Jenis Perkara/Kind of Cases (1) 1. Perkara Banding Yang Diterima The case have a ccepted - Sisa Bulan Lalu The rest previous month - Diterima Bulan Ini The case accepted this month Sub Jumlah/ Sub Total 2. Perkara Banding Diputus Bulan Ini T he case verdicted this month - Dicabut/Revocated - Dikuatkan/Confirmed - Dibatal kan/Disqualificated - Tidak Diterima/Rejected Sub Jumlah/Sub Total 3. Belum Dipr oses The Case have not processed Juli July (2) Agust Aug (3) Sept Sept (4) Okt Oct (5) Nov Nov (6) Des Dec (7) Jumlah Total (8) 7 2 9 7 6 13 12 5 17 9 3 12 8 9 17 12 3 15 99 50 149 2 2 1 1 6 2 8 2 2 4 4 1 5 9 2 11 41 11 0 52 Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten Source: High-level Religious of Banten Banten Dalam Angka 2008 147

Bab IV Sosial Tabel Table 4.4.16 Rekapitulasi Perkara Yang Diterima dan Diputus Pengadilan Agama di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Banten Tahun 2007 Recapitulation of Registered and Sent enced Cases in High-level Religious Court in Banten, 2007 No. Pengadilan Agama/ Lower-Level Religious (2) Sisa Tahun Lalu/ The rest previous year (3) Bulan Perkara Yang Diterima Dan Putus/ Month of Registered and Sentenced Cases J anuari Februari Maret April Mei Juni January February March April May June T (4) P (5) T (6) P (7) T (8) P (9) T (10) P (11) T (12) P (13) T (14) P (15) (1) 1

Serang 57 41 40 30 31 39 34 34 38 42 39 31 35 2 3 Tangerang Rangkasbitung 109 21 65 18 62 14 51 16 54 15 61 20 58 23 66 11 71 14 52 23 69 16 55 14 54 25 4

Pandeglang 23 22 17 17 20 9 15 14 15 9 14 16 10 5 Tigaraksa 214 89 120 75 63 81 83 79 73 98 87 79 96 6

Cilegon 30 15 20 36 25 19 25 30 23 35 33 31 34 Jumlah 454 250 273 225 208 229 238 234 234 259 258 226 254 Banten Dalam Angka 2008 148

Bab IV Sosial Lanjutan Continued Pengadilan Agama/ Lower-Level Religious (2) No. Bulan Perkara Yang Diterima Dan Putus/ Month of Registered and Sentenced Cases S ept Juli Agust Okt Nov Des Sept July Aug Oct Nov Dec T P T P T P T P T P T P (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (1) 1 Serang 44 35 41 42 32 40 27 29 61 32 28 35 2 Tangerang 70 64 104 66 50 85

61 39 81 76 49 74 3 4 Rangkasbitung Pandeglang 16 20 16 16 11 12 17 17 22 15 17 14 16 11 16 14 19 26 18 14 13 19 12 17 5 Tigaraksa 105 73 73 117 56 63 53 45

112 73 69 76 6 Cilegon 19 30 27 30 13 15 15 21 28 22 26 27 Jumlah 274 234 268 289 188 234 183 164 327 235 204

241 Banten Dalam Angka 2008 149

Bab IV Sosial Lanjutan Continued No. (1) Pengadilan Agama Lower-Level Religious (2) Jumlah Diterima Number of Registered (28) Jumlah Total Perkara Number of Cases (29) Jumlah Putus Number of Sentenced (30) Sisa Perkara The Rest Cases (31) 1 2 3 4 5 6 Serang Tangerang Rangkasbitung Pandeglang Tigaraksa Cilegon 450 765 199 190 969 294 507 874 220 213 1.183 324 430 772 203 183 969 305 77 102 17 30 214 19 Jumlah 2 867 3 321 2 862 459 Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten Source: High-level Religious of Banten Banten Dalam Angka 2008 150

Agriculture

Bab V Pertanian 5.1 Pertanian Tanaman Pangan a. Padi dan Palawija Produksi padi Provinsi Banten tahun 2007 sebesar 1,816 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 64,67 rib u ton (3,69 persen) dibandingkan produksi tahun 2006. Peningkatan produksi padi tahun 2007 dis ebabkan adanya peningkatan luas panen dan produktivitas padi yang naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2006. Selain iklim yang mendukung, ada nya program pompanisasi pada lahan tadah hujan dan program perbaikan irigasi, me lalui JIDES (Jaringan Irigasi Desa) dan JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Ta ni) cukup mendongkrak kenaikan luas panen. Sedangkan kenaikan produktivitas (lua s panen/hektar) tanaman padi dipengaruhi oleh adanya Program Peningkatan Produks i Beras Nasional (P2BN) melalui bantuan benih unggul (termasuk hibrida). Dari 6 (enam) jenis komoditas kelompok palawija; komoditas jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang tanah mengalami kenaikan produksi masing-masing sebesar 15,13 persen, 18,12 persen, 1,98 persen dan 1,97 persen sedangkan komoditas kedelai dan kacan g hijau mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 36,60 persen dan 20,10 persen. Penurunan produksi pada komoditi Banten Dalam Angka 2008 5. 1 Food Crops Agriculture a. Paddy and Socondary crops Paddy production of Ban ten Province year 2007 is equal to 1,816 million tons (dry unhusked paddy/DUP), this figure increase 64.67 thousand tons (3.69 percent) compared to production y ear 2006. The increase of paddy production in 2007 caused by the increse of harv ested area and paddy productivity which raise signify compared to year 2006. Bes ides the good support of climate, the exist of pumping program for the farm base rainfall and irrigation repairing program for the Countryside Irrigation Networ k as well as for the Farming Irrigation Network , was strong enough for increasi ng the harvested area. Meanwhile the increase of productivity (harvested area/he ctare) influenced by the exist National Program for Increasing Rice Production ( P2BN) through the seed aid (including hybrid). Among 6 (six) commodities of seco ndary crops; production of maize, cassava, sweat potatoes and peanut increase ea ch 15.13 percent, 18.12 percent, 1.98 percent and 1.97 percent while soybeans an d mungbeans commodity decrease significantly that is equal to 36.60 percent and 20.10 percent. The decrease of soybeans production is affected by decreasing of its harvested area (38.65 percent) as well as decreas153

Bab V Pertanian ing of its productivity. kedelai disebabkan oleh selain menurunnya produktivitas lebih disebabkan oleh menurunnya luas panen yang mencapai 38,65 persen. Sentra p roduksi kedelai hampir semuanya (96 %) berada di Pandeglang. Lebih jauh melihat kontribusi daerah Kabupaten/kota, seperti ditampilkan mulai tabel 5.1.2 hingga 5 .1.8 nampak bahwa komoditas padi terbesar produksinya berasal dari Pandeglang di susul Serang dan Lebak. Hampir 80 % produksi padi Banten berasal dari daerah ini . b. Hortikultura Tanaman hortikultura yang terdiri dari tanaman sayuran, buahbu ahan, obat-obatan dan tanaman hias, untuk memenuhi kebutuhan konsumen, tahun ini datanya diupayakan lebih lengkap dibanding tahun lalu. Untuk jenis tanaman sayu ran semusim, pada tahun 2007 di Banten terdapat 3 (tiga) jenis dengan produksi p aling banyak yaitu ketimun, kacang panjang dan kangkung masing-masing tercatat 3 0.228 ton, 17.039 ton dan 12.632 ton. Sedangkan untuk buah-buahan semusim yang t erbanyak adalah blewah dengan total produksi 3.359 ton. Potensi jenis tanaman sa yuran dan buah-buahan tahunan di Banten juga cukup besar. Pisang misalnya yang m erupakan jenis makanan Banten Dalam Angka 2008 Most of soybeans central production is in Pandeglang (96%). Based on Table 5.1.2 to 5.1.8, Regency of Pandeglang, Serang and Lebak has the biggest contribution of paddy productivity. Its more than 80 % of production in Banten comes from thos e regencies. b. Horticultures We have effort to improve the data of horticultures such as veg etables, fruits, medicine crops and decoration plants. The data is more complete than before. The biggest productions of seasonal vegetable crops in Banten province year 2007 are cucumber (30,228 tons), long beans (17,039 tons) and swamp cabbage (12,632 tons). Meanwhile, blewah is the biggest production of seasonal fruit crops(3,359 tons). The potential of annual vegetables and fruit crops in Banten are big enough. In 2007, a banana as a popular fruit has stated production 131,258 tons. 154

Bab V Pertanian yang banyak disukai masyarakat pada tahun 2007 produksinya tercatat sebesar 131. 258 ton. Emping melinjo yang merupakan makanan khas Banten, populasinya memang c ukup banyak terutama di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Serang. Komoditas ini ma mpu menyerap banyak tenaga kerja di pedesaan melalui usaha industri emping melin jo yang pada tahun 2007 produksinya tercatat sebesar 4.895 ton. Untuk kelompok t anaman obat-obatan terbanyak adalah kencur, jahe dan laos masingmasing 6,38 ton, 1,36 ton dan 1,07 ton. Sementara tanaman hias, budi daya anggrek merupakan tana man yang terbanyak. Pada tahun 2007 dari luas panen 181.482 m2 menghasilkan 0,92 juta tangkai. Komoditas ini terbanyak di kabupaten Tangerang. 5.2 Perkebunan Da ta perkebunan ini dibagi dalam 3 (tiga) kelompok yaitu Perkebunan Besar Negara, Perkebunan Besar Swasta dan Perkebunan Rakyat yang disajikan ke dalam tabel 5.2. 1 sampai dengan 5.2.9. Perusahaan Besar Negara selama ini mengusahakan tanaman k aret, kelapa dan kelapa sawit dengan mempergunakan total areal seluas 9.303 hekt ar. Sementara Perusahaan Perkebunan Besar Banten Dalam Angka 2008 Emping melinjo (fried chips made of Gnetum gnemon fruit), another popular commod ity from Banten especially in Pandeglang, Lebak and Serang regency, has been pro duced 4,895 tons in 2007. This commodity can absorb so many labor forces in rura l area The numbers of medicine crops were kencur (6.38 tons), ginger (1.36 tons) and laos (1.07 tons). Among decorative plants orchid is the most popular. In 20 07, with 181.482 hectare harvest area that plant produced 0.92 stalk of orchid. Orchid can be easily found in Regency of Tangerang. 5.2 Estate Crops The estate data is classified in 3 groups as National Large Est ate, Private Estate and smallholder estate. These data is provided in Table 5.2. 1 to 5.2.9. National Large Estates Company has managed several commodities such as rubber, c oconut and palm oil in Banten with 9,303 hectare in wide total. In 2007, private estate companies stated the production of cocoa is 568.00 tons (in dry kernel) and rubber is 3,201 tons (in sheet). 155

Bab V Pertanian Swasta di Banten, mengusahakan komoditas tanaman kakao dan karet yang tahun 2007 kedua jenis tanaman perkebunan tersebut masing-masing mencatat produksi sebesar 568,00 ton biji kering, dan 3.201 ton sheet. Dari kelompok tanaman perkebunan r akyat, 3 (tiga) komoditas utama yang merupakan tumpuan perekonomian rakyat adala h kelapa sawit, kelapa dan karet. Pada tahun 2007 ketiga komoditas ini mencatat produksi kelapa sawit 87.568 ton (TBS), kelapa 36.183 ton (kopra) dan karet 7.11 1 ton (lump ). Sementara emping melinjo yang merupakan makanan khas Banten pada tahun 2007 mencatat produksi sebesar 1.280 ton (emping). Produksi ini berasal da ri tanaman produktif seluas 1.918 hektar. 5.3. Kehutanan Luas hutan produksi di Banten pada tahun 2007 tercatat seluas 69.266 hektar dimana 41.644 hektar (60 pe rsen) diantaranya berada di kabupaten Pandeglang. Sedangkan hutan lindung menuru t data dari Perum Perhutani KPH Banten seluas 7.775 hektar. Selanjutnya Tabel 5. 3.2. menginformasikan bahwa total luas kawasan hutan negara di Banten tercatat s ebesar 66.133 hektar. Areal tersebut berada di kabupaten Banten Dalam Angka 2008 The important commodities of smallholder estate were coconut, palm oil and rubbe r. These commodities give more advantage of people mainly economic sector. In 2007 production of these commodities are 36,183 tons (copra) of coconut, 87,5 68 tons (fresh fruit) of palm oil and 7,111 tons (sheet) of rubber. In 2007 the smallholder estates has produced 1,280 tons (emping) of melinjo. That production comes from 1,918 hectares cultivated areas. 5.3. Forestry The total area of production forest stated 69,266 hectares in Bant en province year 2007. About 60 percent or 41,644 hectares of that area is in Pa ndeglang. Meanwhile, the area of protection forest is 7,775 hectares. More over, the total area of national forest reached 66,133 hectares. That area spread in Pandeglang, Lebak, Serang and Cilegon. 156

Bab V Pertanian Pandeglang, Lebak, Serang dan Cilegon. Sementara itu jenis produksi hutan Banten yang tercatat adalah kayu jati dan kayu rimba. Kayu jati pada tahun 2007 produk sinya mencapai 25.884 m3dengan nilai sebesar Rp. 40 milyar lebih. Untuk jenis ka yu rimba tercatat sebesar 10.049 m3 dengan nilai sebesar Rp 3,62 milyar. Lebih j auh informasi tentang kehutanan dapat disimak pada tabel 5.3.1 sampai dengan 5.3 .3. 5.4 Peternakan Ternak merupakan salah satu sumber bahan makanan protein hewa ni, data perkembangannya ditampilkan mulai Tabel 5.4.1. hingga Tabel 5.4.5. Dari tabel-tabel tersebut dapat disimak antara lain populasi dan produksi serta tern ak keluar/masuk Provinsi Banten dari masing-masing jenis ternak dan unggas. Hing ga tahun 2007 di Banten populasi ternak besar jenis kerbau masih merupakan terna k terbanyak di antara ternak lainnya. Pada tahun ini tercatat sebanyak 144.944 e kor, sedangkan sapi potong meskipun ternak jenis ini banyak dipotong untuk memen uhi kebutuhan masyarakat, namun jumlah populasinya masih kurang. The kind of forest production can be recorded were teak wood and jungle wood. In 2007, production of teak wood reached 25,884 m3 with value more than Rp 40 bill ion. Production of jungle wood is 10,049 m3 or more than Rp 3.62 billion in valu e. More information about forestry can be seen in 5.3.1 until 5.3.3 tables 5. 4 Livestocks Livestock was one of animal protein food material, growth data w as shown a table 5.4.1 to table t 5.4.5 at those tables were shown as population , production and incoming/outgoing livestock of Banten province by kind of lives tock and fowl. In 2007, buffalo has a lot of amount among large livestock in Banten. In that ye ar, population of buffalo is 144,944 head while cow though livestock this type o f cut many to fulfill requirement of society, but the amount of its population s till less. Amount of cow counted 54.887 head, while milk cow only 7 head (tables 5.4.1) Banten Dalam Angka 2008 157

Bab V Pertanian Jumlah sapi potong tercatat sebanyak 54.887 e kor, sedangkan sapi perah hanya 7 ekor (tabel 5.4.1) Untuk kelompok ternak kecil seperti domba dan kambing jumlah populasinya relatif tidak berbeda jauh. Kambing sebanyak 729.713 ekor sementara domba 581.131 ekor. Ayam buras atau ayam kampung pada tahun 2007 tercatat sebany ak 9,8 juta ekor sedangkan ayam ras petelur dan pedaging masing-masing 5,8 juta dan 26,2 juta ekor. 5.5 Perikanan. Tabel 5.5.1. sampai dengan Tabel 5.5.6. menun jukkan perkembangan data perikanan baik produksi ikan hasil usaha penangkapan ma upun hasil budidaya. Produksi perikanan pada tahun 2007 yang berasal dari usaha penangkapan tercatat sebesar 61,23 ribu ton dimana hampir seluruhnya atau 60,63 ribu ton ( 99,01 %) berasal dari penangkapan perikanan laut. Sementara itu produ ksi perikanan yang berasal dari usahabudidaya tercatat sebanyak 30,73 ribu ton. Dari jumlah tersebut terbanyak dari usaha budidaya tambak yaitu sebesar 12,33 ri bu ton ( 40,11 %). There is no a big difference of small livestock population between sheep and goa t. The population of sheep is 581,131 head and goat is 729,713 head. In 2007, the two biggest populations of poultry are native poultry (9.8 million) , layer (5.8 million) and broiler (26.2 million). 5. 5 Fishery Tables 5.5.1. up to Tables 5.5.6. showing good fishery data growth of fish production result of effort conducting result and also reached. In 2007, fishery production reached about 61.23 thousand tons where about 60.63 thousand tons (99.01%) comes from marine fishery. Meanwhile, production of fishery aquaculture is 30.73 thousand tons. About 40.11 % or 12.33 thousand tons comes from brackish water pond production. Banten Dalam Angka 2008 158

Bab V Pertanian Adapun jumlah armada penangkapan ikan laut berjumlah 6.262 buah yang terdiri dar i 4.429 motor tempel, 1.195 kapal motor dan perahu layar berbagai jenis sebanyak 182 buah. Sementara armada penangkapan ikan sangat sederhana dan tradisional ya itu, jukung masih cukup banyak dipergunakan nelayan Banten yaitu sebanyak 456 bu ah. The number of marine fishery boat is 6,262 units consists of 4,429 units of out board motor boat, 1,195 units of in board motor boat and 182 units of small sail ing boat. Jukung as simple and traditional boat still applied by Banten fisherma n is about 456 units. Banten Dalam Angka 2008 159

Bab V Pertanian Banten Dalam Angka 2008 160

Bab V Pertanian Grafik 5.1. Luas Panen Padi Menurut Kabupaten di Banten Harvest Area of Paddy by Regency in Banten Tahun/Year 2007 (Hektar) (Hektar) 120000 L 100000 u a 80000 s P a n e n 60000 40000 20000 0 Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kabupaten Grafik 5.2. Produktivitas Padi Menurut Kabupaten di Banten Productivity of Paddy by Regency in Banten Tahun/ Year 2007 (Kuintal/Hektar) (Kuintal/Ha) 60 P r o d u k t i v i t a s 50 40 Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kabupaten Banten Dalam Angka 2008 161

Bab V Pertanian Grafik 5.3. Produksi Padi Menurut Kabupaten di Banten Tahun Production of Paddy by Regency Tahun/ Year 2007 (Ton) 600000 525.998 440.107 379.845 451.121 500000 400000 300000 200000 100000 0 Pandeglang Lebak Tangerang Serang Grafik 5.4. Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya Menurut Kab/Kota Production of Capture and Aquaculture Fishery by Reg/Mun Tahun/ Year 2007(Ton) 25.000 20.000 15.000 10.000 5.000 0 Tangkap Budidaya Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kota Kota Tangerang Cilegon Banten Dalam Angka 2008 162

Bab V Pertanian Tabel 5.1.1 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Palawija di Banten Harvested Area, P roductivity and Production of Paddy in Banten 2007 Januari April/ January - April Jenis Tanaman/ Crops Luas Panen/ Harvested Area ( Ha) (2) 139 275 27 937 167 212 4 379 317 7 097 503 2 169 857 Hasil per Ha Yield per Ha (Ku/Ha) (3) 53,71 28,91 49,57 31,21 13,55 13,36 9,18 139,38 113,43 Produk si/ Production (Ton) (4) 748 046 80 766 828 812 13 667 430 9 482 462 30 232 9 72 1 Luas Panen Harvested Area (Ha) (5) 114 570 2 837 117 407 1 584 1 005 5 335 1 6 01 3 110 1 231 Mei Agustus/ May - August Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ku/Ha) (6) 52,93 28,59 52, 34 29,14 12,83 13,21 8,87 141,05 116,87 Produksi/ Production (Ton) (7) 606 419 8 111 614 530 4 616 1 289 7 048 1 420 43 867 14 387 (1) Padi Sawah Wetland Paddy Padi Ladang Dryland Paddy Padi (sawah+Ladang) (Wetl and+Dryland) Paddy Jagung Maize Kedelai Soybeans Kacang Tanah Peanuts Kacang Hij au Mungbeans Ubi Kayu Cassava Ubi Jalar Sweet Potatoes Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 163 163

Bab V Pertanian Lanjutan Continued September Desember/ September-December Jenis Tanaman/ Crops Luas Panen/ Harveste d Area (Ha) (8) 72 108 76 72 184 773 719 1 283 559 3 040 816 Hasil per Ha/ Yiel d per Ha (Ku/Ha) (9) 51,67 28,47 51,65 31,57 12,53 12,79 8,24 142,93 117,47 Prod uksi/ Production (Ton) (10) 372 582 216 372 798 2 440 901 1 641 461 43 451 9 586 Luas Panen/ Harvested Area (Ha) (11) 325 953 30 850 356 803 6 736 2 041 13 715 1 663 8 319 2 904 Jumlah/Total Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ku/Ha) (12) 52,98 28,88 50,90 30,76 12, 84 13,25 8,80 141,30 116,02 Produksi/ Production (Ton) (13) 1 727 047 89 093 1 8 16 140 20 723 2 620 18 170 2 342 117 549 33 693 (1) Padi Sawah/ Wetland Paddy Padi Ladang/ Dryland Paddy Padi (Sawah+Ladang)/ (W etland+Dryland) Paddy Jagung/ Maize Kedelai/ Soybeans Kacang Tanah/ Peanuts Kaca ng Hijau/ Mungbeans Ubi Kayu/ Cassava Ubi Jalar/ Sweet Potatoes Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 164 164

Bab V Pertanian Tabel 5.1.2 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Palawija Menurut Kabupaten/Kota di B anten Harvested Area, Productivity and Production of Paddy by Regency in Banten 2007 Padi/Paddy(Wetland + Dryland) Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 107 903 86 894 71 679 86 779 48,75 50,65 52,99 51,99 525 998 440 107 379 845 451 121 931 2 617 356 803 348 414 374 755 364 721 348 033 338 666 52,36 54,24 50,90 50,27 49,68 49,70 48,61 43,37 4 875 14 195 1 816 140 1 751 468 1 861 776 1 812 495 1 691 923 1 468 765 Banten Dalam Angka 2008 165 165

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Padi Sawah/Wetland Paddy Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 931 2 583 325 953 316 040 337 986 327 414 316 255 311 171 52,36 54,59 52,9 8 52,51 51,96 52,07 50,60 45,38 4 875 14 099 1 727 047 1 659 640 1 756 037 1 704 819 1 600 191 1 411 977 92 911 75 960 70 944 82 624 52,03 53,73 53,25 53,11 483 390 408 127 377 762 438 794 Luas Panen Harvested Area (Ha) (5) Produktivitas Pr oductivity (Ku/Ha) (6) Produksi Production (Ton) (7) Banten Dalam Angka 2008 166 166

Bab V Pertanian Lanjutan Continue Padi Ladang/Dryland Paddy Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3 . Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 200 3 2002 34 30 850 32 374 36 769 37 307 31 778 27 495 28,02 28,88 28,36 28,76 28,8 6 28,87 20,65 95 89 093 91 828 105 739 107 676 91 732 56 788 14 992 10 934 735 4 155 28,42 29,25 28,34 29,67 42 608 31 980 2 083 12 327 Luas Panen Harvested Are a (Ha) (8) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (9) Produksi Production (Ton) (10) Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 167 167

Bab V Pertanian Tabel 5.1.3 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Banten H arvested Area, Productivity and Production of Maize by Regency in Banten 2007 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 2 186 1 897 180 2 358 28,32 29,24 26,90 34,38 6 191 5 547 484 8 108 11 104 6 736 8 155 10 324 8 818 8 331 8 354 37,95 33,76 30,76 29,94 28,82 28,47 29.86 23,00 42 351 20 723 24 418 29 751 25 102 24 875 19 216 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 168 168

Bab V Pertanian Tabel 5.1.4 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area, Productivity and Production of Cassava by Regency in Banten 200 7 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 1 980 2 188 492 3 458 140,93 141,16 141,49 141,62 27 905 30 886 6 961 48 974 39 162 8 319 10 266 10 435 11 950 11 321 10 544 141,70 140,14 141,30 139,84 138,10 137,21 137,60 130,86 553 2 270 117 549 143 562 144 110 163 969 155 776 137 975 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 169 169

Bab V Pertanian Tabel 5.1.5 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Ba nten Harvested Area, Productivity and Production of Peanuts by Regency in Banten 2007 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 1 020 664 287 9 116 13,57 13,90 12,37 13,38 1 384 923 355 12 202 2 628 13 715 14 211 13 284 10 487 9 668 13 939 3 306 18 170 18 535 17 853 13 752 12 256 14 136 12,58 13,25 13,04 13,44 13,11 12,68 10,14 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 170 170

Bab V Pertanian Tabel 5.1.6 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area, Productivity and Production of Soybeans by Regency in Ban ten 2007 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 1 961 69 9 12,85 12,57 0,00 12,38 2 520 87 11 2 2 041 1 472 1 832 3 430 2 452 11,30 0,00 12,84 13,03 13,63 13,41 13,23 2 2 620 1 918 2 497 4 601 3 245 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 171 171

Bab V Pertanian Tabel 5.1.7 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Bante n Harvested Area, Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency in Ba nten 2007 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produk si Production (Ton) (4) Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 674 670 101 1 417 115,94 116,54 116,62 115,75 7 815 7 808 1 178 16 402 3 39 2 904 3 020 3 638 3 386 3 443 117,41 116,69 116,02 113,82 113,46 114,05 115,22 35 455 33,693 34 373 41 276 38 618 39 669 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 172 172

Bab V Pertanian Tabel 5.1.8 Table Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Ba nten Harvested Area, Productivity and Production of Mungbeans by Regency in Bant en 2007 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota /Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 1 403 193 2 983 8,91 8,85 8,52 8,66 1 250 171 2 851 82 2 663 2 145 2 293 2 840 2 813 0,00 8,80 8,80 9,09 9,10 9,16 9,84 68 2 342 1 950 2 086 2 602 2 767 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 173 173

Bab V Pertanian Tabel 5.1.9 Table Luas Panen, Produksi dan Hasil per Hektar Sayuran dan Buah-buahan Semusim di Ban ten Harvested area, Production and Yield Rate of Season Vegetables and Fruit in Banten 2007 Luas Panen/ Harvested Area (Ha) (2) 33 238 5 1 1 968 56 22 32 3 256 1 592 610 30 2 601 1 124 174 3 624 140 1 992 1 716 17 94 142 Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ton/ Ha) (3) 74,85 48,87 8,00 10,00 63,323 90,18 65,00 4,06 52,33 39,42 50,98 57,91 8 5,67 104,64 71,21 83,41 189,64 63,41 48,86 40,59 157,98 236,55 Produksi/ Product ion (Ton) (4) 247 1 163 4 1 12 461 505 143 13 17 039 6 276 3 110 1 749 5 149 11 761 1 239 30 228 2 665 12 632 8 384 69 1 485 3 359 Jenis Sayuran/ Vegetables (1) Bawang Merah/Onions Bawang Daun/Spring Onions Kent ang/Potatoes Kubis/Cabbage Petsai/Sawi/Mustard Green Wortel/Carrots Lobak/Radish Kacang Merah/Red Beans Kacang Panjang/ Long Beans Cabe Besar/Large Chili Cabe R awit/Chili Jamur/Mushroam Tomat/Tomatoes Terung/Eggplants Buncis/String Beans Ke timun/Cucumber Labu Siam/gourd Kangkung/Swamp Cabbage Bayam/Spinach Melon/Melon Semangka/Water Melon Blewah/Blewah Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 174 174

Bab V Pertanian Tabel 5.1.10 Table Jumlah Pohon, Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis di Banten Number of Trees, Production and Yield Rate of Annual Vegetables and Fruit by Kinds in Banten 2007 Jumlah Pohon Number of Trees (Pohon/Trees) (2) 2 614 16 287 54 301 175 190 53 37 6 41 896 15 613 3 672 120 083 35 262 64 358 45 953 74 946 3 222 254 131 760 174 658 26 214 388 30 561 26 987 454 160 Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) 84,1 6 55,20 15,52 95,49 73,93 86,62 87,81 60,73 100,10 26,06 167,25 6,29 48,59 40,73 74,69 14,17 90,71 34,54 48,46 98,08 37,96 59,99 Produksi Production (Ton) (4) 2 20 899 843 16 729 3 946 3 629 1 371 223 12 020 919 10 764 289 3 642 131 258 9 84 1 2 475 2 378 13 1 481 2 647 17 241 4 895 Jenis Buah-buahan Kind of Fuits (1) Alpukat/Avocado Belimbing/Star Duku/Langsat/ Kokosan/Lanzon Durian/Durian Jambu Biji/Guava Jambu air/Common Guava Jeruk Siam/ Siam Orange Jeruk Besar/ Large Orange Mangga/Mango Manggis/Manggis Nangka/Cemped ak/Nangka Nenas/Pineapple *) Pepaya/Papaya Pisang/Banana *) Rambutan/Rambutan Sa lak/Salacia *) Sawo/Sapodilla Markisa/Konyal/Marcissa Sirsak/Sirsak Sukun/Sukun Melinjo/Melinjo Petai/Petai 81 601 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province *) satuan untuk tanaman adalah rumpun Banten Dalam Angka 2008 175 175

Bab V Pertanian Tabel 5.1.11 Table Luas Panen, Produksi dan Hasil per Meter persegi Tanaman Obat-obatan di Banten H arvested Area, Production and Productivity of Medicine Plants by Kind 2007 Luas Panen Harvested Area (M2) (2) 965 915 742 418 344 952 1 247 486 85 409 80 4 51 42 797 25 754 5 072 41 530 46 088 21 260 21 059 Produktivitas Productivity (K g/M2) (3) 1,41 1,45 1,85 0,84 1,26 1,31 0,97 1,00 0,55 1,14 1,75 11,17 0,94 Prod uksi Production (Kg) (4) 1 360 089 1 076 213 6 381 884 1 051 714 107 929 105 429 41 614 25 778 2 813 47 284 80 673 237 532 19 829 Jenis Tanaman/ Kind of Plants (1) Jahe/Ginger Laos/Lengkuas Kencur Kunyit/Tturme ric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Dlingo/Dringo Kapolaga/Cardamom Tem ukunci Mengkudu/Pace Sambiloto Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 176 176

Bab V Pertanian Tabel 5.1.12 Table Luas Panen, Hasil per Meter persegi dan Produksi Tanaman Hias di Banten Harveste d Area, Production and Productivity of Decorated Plants by Kind 2007 Luas Panen Harvested Area Tangkai (2) 181 482 24 899 340 1 435 1 851 2 607 2 001 4 176 128 323 6 088 3 689 64 041 Produktivitas Productivity Tangkai (3) 5,09 1, 59 15,71 26,01 1,00 2,44 5,11 11,70 3,06 1,87 7,28 1,41 Produksi Production Tang kai (4) 923 969 39 683 5 323 37 323 1 851 6 351 10 233 48 874 392 924 11 396 26 856 90 410 Jenis Tanaman/ Kind of Plants (1) Anggrek/ Orchid Anthurium (kuping Gajah) Anyel ir/ Carnation Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar/ Rose Sedap Malam Dracaena Melati / Jasmine Palem / Palm 1) Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province 1) Catatan /Note: Satuan luas dan produksi tanaman palm adalah pohon/ Unit of area harvested and p roduction of palm is tree Banten Dalam Angka 2008 177 177

Bab V Pertanian Tabel 5.2.1 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Banten Area and Production of National Large Estate by Types of Crops in Banten 2007 Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Jenis Tanaman Crops Tanaman Muda Young Crops (2) 79, 00 Menghasilkan Produced Crops (3) 907,41 Tanaman Rusak Damage Crops (4) 279,62 Produksi / Production Jumlah Quantity (Ton/Tons) (6) 5 636,55 Wujud Produksi Typ e of Products (7) Lump Jumlah Total (5) 1 266,03 (1) 1. Karet/Rubber 2.Kelapa Dalam/ Coconut 3. Kelapa Sawit /Palm Oil 4. Teh/Tea 50,49 50,49 26,72 Kopra 2 496,75 5 530,63 8 027,38 81 425,37 TBS 5. Kina/Cinchona -

6. Kakao/Cacoa 7. Cengkeh/Clove 8. Tebu/Sugar Cane Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 178 178

Bab V Pertanian Tabel 5.2.2 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menurut Jenis Tanaman di Banten Area and Production of Private Large Estate by Types of Crops in Banten 2007 Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Produksi / Production Jumlah Quantity (Ton/Ton s) (6 ) 568,00 3 201,12 Wujud Produksi Type of Products (7) Biji Kering Lump Jenis Tanaman Crops Tanaman Muda Young Crops (2) 77,00 682,75 Menghasil kan Produced Crops (3) 797,00 2 896,81 Tanaman Rusak Damage Crops (4) 99,00 845,67 Jumlah Total (5) 973,00 4 425,23 (1) 1. Akar Wangi 2. Cengkeh/Clave 3. Kakao/Cacoa 4. Karet/Rubber 5. Kelapa Dala m 6. Kelapa Hibrida 7. Kelapa Sawit/Oil Palm 8. Kemiri/Candlenut 9. Kenanga 10. Kina/Cinchona 11. Kopi/Cofee 12. Serehwangi 13. Teh/Tea 14. Murbai Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 179 179

Bab V Pertanian Tabel 5.2.3 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Banten Area a nd Production of Small Holders Private Plantation by Types of Crops in Banten 20 07 Tanaman Muda Young Crops (2) Jenis Tanaman Crops (1) Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Tanaman Menghasil-kan Rusak Produced Damage Crops Cr ops (3) (4) Produksi / Production Jumlah Total (5) Jumlah Quantity (Ton/Tons) (6) Wujud Produksi Type of Products (7) 1 140,12 1 308,27 213,53 2. Cengkeh/Clove 1 908,50 8 776,29 2 313,76 3. Jahe/Gin ger 4. Jambu Mete 7,25 5,00 5. Kakao/Cocoa 1 819,04 1 915,89 738,12 6. Kapuk/kap ok 40,25 160,50 35,75 7.Kapulaga/Cardamom 83,45 119,95 3,25 8. Karet/Rubber 4 44 4,99 15 074,62 3 329,70 9. Kayumanis 10. Kelapa Dalam 7 591,04 49 291,02 3 673,2 3 11. Kelapa Hibrida 371,81 391,11 12. Kelapa Sawit 317,45 5 314,42 1 234,84 13. Kemiri/Candlenut 52,00 28,25 12,50 14. Kenanga 15. Kencur 35,40 52,65 2,00 16. Kina/Cinchona 17. Kopi/Cofee 1 837,02 6 753,62 1 233,80 18. Kumis Kucing 2,05 6, 65 3,00 19. Kunyit 35,75 28,75 1,00 20. Lada/Pepper 299,43 279,54 52,61 21. Laos 63,00 403,50 2,00 22. Mendong 23. Pala/Nutmeg 24. Pandan 163,15 265,53 25,72 25 . Panili/Vanilla 32,66 50,47 24,60 26. Pinang/Areca nut 27. Serehwangi 28. Tebu/ Sugar cane 29. Teh/tea 30. Tembakao/Tobacco 31. Akar Wangi 32. Melinjo 779,00 1 031,00 108,75 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Fo rest and Estate of Banten Province 1. Aren 2.661,92 12.998,55 12,25 4.473,05 236,50 206,65 22.849,31 60.555,29 762,92 6.866 ,71 92,75 90,05 9.824,44 11,70 65,50 631,58 468,50 454,40 107,73 1 918,75 1 583,24 2 714,28 5,47 1 753,11 13,76 12,50 7 111,69 36 183,21 89,24 87 568,17 5 ,41 381,75 5 343,15 1,77 18,00 95,47 13,76 124,47 31,78 1 280,10 Gula Merah Bunga Kering Biji mete Biji kering Biji kering Lump Kopra Butiran TBS Biji kering Berasan Rimpang basah Rimpang basah Rimpang basah Buah Kering Berasan

Banten Dalam Angka 2008 180 180

Bab V Pertanian Tabel 5.2.4 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Banten Area and Pro duction of Rubber by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Areal (Ha) (6) Produksi Produ ction (Ton) (7) 2 497,95 20 351,36 1 446,86 5 664,83 542,55 3 534,53 348,15 585,00 2 374,93 241,19 1 123,41 142,62 1 136,55 4 500,00 22 849,31 15 967,50 15 917,50 18 316,25 15 846,40 7 111,69 6 032,77 6 032,77 7 884,08 6 874,02 4 425,23 4 791,39 5 333,94 4 602,99 5 220,36 3 201,12 3 061,32 3 061,32 585,64 2 892,17 1 266,03 1 499,91 1 499,91 257,20 1 488,93 5 636,55 1 306,87 1 306,88 19,13 1 303,01 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 181 181

Bab V Pertanian Tabel 5.2.5 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikandi Banten Area and Pro duction of Coconut by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Produc tion (Ton) (7) 42 469,05 18 050,24 19 194,00 23 835,62 12 347,59 8 765,84 50,49 26,72 79 713,29 81 798,00 81.458,00 87 988,35 99 971,10 99 521,36 44 949,05 30 053,00 50 118,53 53 004,66 59 677,11 40 869,18 89,12 89,00 129,32 67,59 53,50 37,32 50,49 54,00 54,49 54,49 54,90 54,49 26,72 26,00 26,72 26,72 14 164,00 91 216,00 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 182 182

Bab V Pertanian Tabel 5.2.6 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Banten Area and Prod uction of Coffee by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municip ality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 2002 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Produc tion (Ton) (7) 2 960,15 2 029,84 2 102,00 1 485,14 500,15 793,00 7 091,99 8 459,00 8 590,00 4 624,09 8 889,50 8 790,50 2 778,29 2 509,00 2 509,30 2 485,86 2 192,69 2 102,97 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 183 183

Bab V Pertanian Tabel 5.2.7 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Banten Area and Pro duction of Cacao by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Produc tion (Ton) (7) 1 731,86 2 737,00 192,50 512.86 1 240,25 7,00 973,00 568,00 4 661,36 4 223,50 4 109,75 3 713,00 1 247,25 587,00 2 254,69 1 684,02 973,00 913,98 913,98 1 781,73 568,00 932,45 932,45 11 758,00 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 184 184

Bab V Pertanian Tabel 5.2.8 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Banten Area and Prod uction of Sugar Palm by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Produc tion (Ton) (7) 341,02 2 320,90 145,00 274,99 1 308,25 39,30 2 806,92 2 367,58 2 367,58 1 622,54 1 177,43 1 283,51 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 185 185

Bab V Pertanian Tabel 5.2.9 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Melinjo Menurut Kepemilikan di Banten Area and P roduction of Melinjo by Ownership in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Product ion (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Produc tion (Ton) (7) 1 918,75 1 280,10 1 918,75 6 048,33 8 274,00 6 610,00 1 280,10 86 604,26 8 808,45 7 221.845 8 027,38 81 435,37 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Source : Forest and Estat e of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 186 186

Bab V Pertanian Tabel 5.3.1 Table Luas Hutan Negara Menurut Jenisnya di Banten National Forest Area by Kind 2007 Jenis Hutan / Forest Kind Kabupaten/Kota Regency/Municipality Produksi/ Producti on (Ha) (2) Konversi PHPA/ Convertion (Ha) (3) Lindung/ Proctected (Ha) (4) Huta n Produksi Terbatas/ Limited (Ha) (5) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 41 644,79 23 467,13 2 739,83 2 628,71 4 420,59 726,64 86,59 5,00 1 414,31 69 266,06 41 080,26 42 479,95 42 537,55 53 533,60 7 775,94 7 867,53 7 867,53 91,59 28 185,80 80 160,11 29 757,92 7 894,11 25 116,01 Sumber : Perum Perhutani Unit III Banten Source : Unit III of Forestry Estate of Banten Catatan/Notes : Kab/Kota Tangerang masuk Wilyah KPH Bogor Banten Dalam Angka 2008 187 187

Bab V Pertanian Tabel 5.3.2 Table Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Status Kenyataan dan KPH di Banten National Fo rest Area by Reality Status and KPH 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municip ality (1) Pandeglang Kesatuan Pemangku Hutan/ Forest Adminiostrator Districs (2) 01. Malimping 02 Ser ang 03 Pandeglang 04 Sobang 05 Cikeusik Status/ State (Ha) (3) 1 510,43 721,92 8 443,78 538,57 13 753,42 7 433,12 8 984, 44 13 291,29 5 657,88 2 744,55 1 639,88 1 414,31 66 133,59 Kenyataan/ Reality (Ha) (4) 1 510,43 721,92 8 443,78 538,57 13 753,42 7 433,12 8 984,44 13 291,29 5 657,88 2 744,55 1 639,88 1 414,31 66 133,59 Lebak 06 Rangkasbitung 07 Gn Kencana 08 Malimping 09 Bayah Serang 10 Serang 11 Pandeglang Cilegon 12 Serang Jumlah Sumber : Perum Perhutani Unit III Banten Source : Unit III of Forestry Estate of Banten Catatan/Notes : Kab/Kota Tangerang masuk Wilyah KPH Bogor Banten Dalam Angka 2008 188 188

Bab V Pertanian Tabel 5.3.3 Table Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Banten Production and Value o f Jati and Rimba Woods 2000 - 2007 Kayu Jati/ Jati Woods Tahun Year Produksi Production (m3) (2) 2 863 Nilai Produk si Value (Rp) (3) 2 066 806 363 Kayu Rimba/ Rimba Woods Produksi Production (m3) (4) 10 431 Nilai Produksi Value (Rp) (5) 1 385 023 245 (1) 2000 2001 5 297 3 574 603 000 13 784 2 294 385 000 2002 6 485 5 673 793 000 8 248 2 243 483 000 2003 4 114 9 800 201 249 6 219 2 236 644 082 2004 16 549 27 174 651 770 9 510 3 448 852 032 2005 13 944,301

19 767 331 707 50 731,740 1 564 830 972 2006 14 780,350 21 678 354 125 8 115,92 3 059 112 802 2007 25 884,287 40 868 119 707 10 049,696 3 626 085 737 Sumber : Perum Perhutani Unit III Banten Source : Unit III of Forestry Estate of Banten Catatan/Notes : Kab/Kota Tangerang masuk Wilyah KPH Bogor Banten Dalam Angka 2008 189 189

Bab V Pertanian Tabel 5.4.1 Table Populasi Ternak Menurut Jenis di Banten Number of Livestocks by Kind in Banten 2 007 (Ekor / Head) Ternak / Livestock Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4.Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 200 5 2004 2003 487 176 54 887 36 611 18 838 12 420 7 8 46 104 534 144 944 141 849 1 35 033 204 457 8 15 198 256 169 192 6 639 11 439 729 713 613 222 567 550 652 977 1 132 4 107 581 131 501 605 443 706 595 953 630 3 890 7 070 11 283 12 673 499 4 062 44 126 5 537 7 42 724 54 091 20 710 26 781 55 87 33 172 844 193 470 147 891 197 430 150 785 164 226 126 988 133 896 3 260 -Sapi Potong Cow (2) Sapi Perah M ilk Cow (3) Kerbau Buffalo (4) Kuda Horse (5) Kambing Goat (6) Domba Sheep (7) B abi Pig (8) Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 190 190

Bab V Pertanian Tabel 5.4.2 Table Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Banten Population of Poultries in Banten 2007 (Ekor/ Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Ayam Ras Pedaging Broiler (4) Itik/ Manila Duck (5) 2 307 955 1 694 257 4 254 011 1 365 588 4 207 870 1 532 629 932 097 1 074 500 21 098 938 2 915 440 138 606 65 615 573 815 467 399 82 213 132 193 9 836 217 7 426 247 7 094 906 10 211 986 8 615 047 70 276 51 100 5 861 875 5 416 596 4 628 146 9 211 043 8 395 005 21 012 191 000 26 232 996 21 594 305 6 481 396 6 629 874 5 311 391 25 591 17 590 1 306 206 945 887 723 578 1 465 248 1 172 198 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 191 191

Bab V Pertanian Tabel 5.4.3 Table Jumlah Ternak Yang Masuk dan Keluar Banten Menurut Jenis Ternak Number of Livest ock Inflow and OutflowBanten by Kind (Ekor / Head) 2007 Ternak yang Masuk Jenis Ternak/ Kind Livestock (1) 1. Sapi Potong/ Cow 2. Sapi P erah/Milk Cow 3. Kerbau/Buffalo 4. Kambing/Goat 5. Domba/Sheep 6. Babi/Pig 7. Ku da/Horse 8. Ayam Buras/Native Chicken 9. Ayam Ras Petelur/ Layer 10. Ayam Ras Pe daging/ Broiler 11. Itik/ Ducks 2006 (2) 98 146 17 712 37 270 22 775 13 703 3 85 845 3 318 400 23 750 416 8 817 2007 (3) 75 249 2 2 908 47 361 44 167 4 001 7 14 2 162 742 118 38 373 951 63 975 Ternak yang Keluar 2006 (4) 14 513 2 530 27 734 25 134 3 209 3 743 233 274 655 6 021 843 30 850 2007 (5) 14 391 7 4 431 29 346 27 354 4 518 945 173 120 6 274 04 7 123 831 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 192 192

Bab V Pertanian Tabel 5.4.4 Table Produksi Daging Menurut Kabupaten/Kota di Banten Production of Meat in Banten 20 07 (Kg) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Ayam Ras Pedaging Broiler (4) Itik/ Manila Duck (5) Babi Pig (6) 4 693 500 1 350 142 5 043 851 666 837 264 045 2 005 500 353 857 2 237 723 3 269 129 12 796 940 11 294 398 74 425 7 070 20 315 920 749 119 62 149 866 389 657 12 293 853 44 621 2 668 023 152 800 29 750 990 8 814 2 252 21 157 600 597 511 597 573 Banten Dalam Angka 2008 193 193

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4.Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Sapi Potong Cow (7) Sapi Perah Milk Cow (8) Kerbau Buffalo (9) Kuda Horse (10) Kambing Goat (11) Domba Sheep (12) 87 031 95 678 3 050 305 1 370 420 637 440 629 250 234 211 736 780 227 681 250 115 841 591 564 998 100 926 804 87 512 561 084 544 875 10 212 179 59 680 14 875 293 40 329 1 760 2 279 770 227 625 495 3 012 250 877 440 2 997 715 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 194 194

Bab V Pertanian Tabel 5.4.5 Table Jumlah Pemotongan Ternak Tercatat Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Ban ten Number of Beef Cattle by Regency/Municipality and Kind Livestock in Banten 2 007 (Ekor / Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 Sapi/ Cow (2) Kerbau/ Buffalo (3) Kambing/ Goat (4) Domba/ Sheep (5) Babi/ Pig (6) Kuda/ Horse (7) 424 639 19 851 7 363 2 852 3 895 1 408 3 684 13 625 9 895 59 156 66 540 14 829 7 791 53 335 36 325 2 421 2 50 356 2 920 81 553 60 772 69 526 181 24 12 044 9 094 7 696 28 255 4 271 181 742 82 100 145 252 18 836 3 846 134 962 92 183 69 087 4 000 2 2 6 421 5 297 5 294 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 195 195

Bab V Pertanian Tabel 5.5.1 Table Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten Fish Product ion by Type of Catching and Breeding Facilities in Banten 2007 (Ton / Tons) Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Laut Mar ine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open Water Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Tot al (4) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003r) 2002r) 24 787,04 10 408,55 17 427,48 7 834,16 177,03 132,93 297,36 24 787,04 10 585,58 17 560,41 8 131,52 173,42 60 630,65 57 743,46 58 711,78 53 534,40 52 867,30 64 343,30 607,32 578,40 536,33 499,70 449,50 803,40 173,42 61 237,97 58 321,86 59 248,11 54 034,10 53 316,80 65 146,70 Banten Dalam Angka 2008 196 196

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003 r) 2002 r) 6 958,29 6 626,94 5 840,00 2 937,50 2 860,00 2 760,00 12 330,68 11 743,50 10 876,40 9 425,20 9 163,70 9 386, 60 244,76 5 843,68 5 565,50 5 254,17 4 865,60 4 285,60 4 348,14 0,05 5 407,45 5 149,95 5 210,22 5 092,50 5 037,40 4 781,96 2 546,25 3 165,54 1 246,50 464,31 164 ,75 8 269,17 3 432,45 1 842,12 1 166,45 2 306,85 283,50 3 132,99 2 010,02 10,29 254,10 Laut Marine (6) Tambak Brackish Waterpond (7) Kolam Freshwater Pond (8) S awah Paddy Field (9) Banten Dalam Angka 2008 197 197

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kar amba Cage (10) Jaring Terapung / Floating Cage Net (11) Sub Jumlah Sub Total (12 ) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003 r) 2002 r) (13) 39,27 4,41 21,11 128,94 7 990,08 3 401,60 13 880,79 5 216,55 32777,12 13987,18 31441,2 13348,07 5,18 44,45 42,33 29,14 33,80 21,20 17,50 154,46 249,99 249,99 173,42 30 739,01 29 275,32 27 309,33 22 474,10 21 563,90 21 492,20 91 976,98 87 597,18 86 531,14 76 508,20 74 880,70 87 279,40 147,10 99,40 119,50 196,00 198,00 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 198 198

Bab V Pertanian Tabel 5.5.2 Table Nilai Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan/Pemeliharaan di Banten Value of F ish Production by Type of Catching and BreedingFacilities in Banten 2007 (Rupiah ) Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/ Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cileg on Banten 1 843 270,80 396.574.136,70 3 530 677,50 141 463 213,50 27 530 574,75 175 373 880,15 50 363 197,50 941 955,00 843 202,50 1 745 520,00 141 463 213,50 2 8 472 529,75 176 217 082,65 52 108 717,50 0,00 0,00 1 843 270,80 400 104 814,20 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open Water Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Total (4) Banten Dalam Angka 2008 199 199

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 17 114 144,25 205 629 952,50 2 096 918,25 47 658 675,75 52 475,85 42 694 466,85 1 335 768,00 12 662 160,00 3 116 216,25 15 896 580,00 1 635 637,5 0 150 551 310,00 37 546 425,00 14 338 747,50 7 686 210,00 21 082 950,00 2 453 85 0,00 26 680 605,00 13 595 715,00 76 671,00 2 289 000,00 Laut Marine (5) Tambak B rackish Waterpond (6) Kolam Freshwater Pond (7) Sawah Paddy Field (8) Banten Dalam Angka 2008 200 200

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kar amba Cage (9) Jaring Terapung / Floating Cage Net (10) Sub Jumlah Sub Total (11) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten (12) 361 095,00 34 912,50 180 495,00 977 970,00 58 286 613,00 23 459 152,50 185 351 061,00 45 405 491,25 0,00 199 749 826,50 51 931 682,25 361 568 143,65 97 514 208,75 0,00 2 149 738,50 1 84 3 270,80 714 756 870,45 344,40 2 149 738,50 0,00 314 652 056,25 361 439,40 1 193 377,50 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 201 201

Bab V Pertanian Tabel 5.5.3 Table Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten Number of Marine Fisheries Catching by Kind in Banten 2007 Jaring / Seine Jaring Hanyut Drift Gill Net (2) Klitik Tickle (3) Insang Gill Ne t (4) Jaring Lingkar Circle Seine (5) Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003r) 122 129 676 266 19 114 88 132 624 524 29 29 1 222 1 313 999 1 102 918 5 226 216 695 671 636 5 1 285 330 1 171 1 245 1 144 29 28 16 16 189 Banten Dalam Angka 2008 202 202

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Jaring / Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipa lity (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003r) 55 1 224 121 195 121 9 222 212 317 309 246 57 376 357 290 264 286 24 6 4 279 358 2 921 1 042 1 061 55 183 30 206 57 3 53 523 1 397 1 707 406 Jaring R ampus Tramel Net (6) Bagan Tancap Fixed Trap (6) Bagan Perahu Baot Trap (7) Lain nya Others (8) Banten Dalam Angka 2008 203 203

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Bukan Jaring /Not Seine Kabupaten/Kota Regency/Municip ality (1) Kab/Reg 1. Pand eglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2 006 2005 2004 2003r) 12 735 700 652 522 501 556 530 180 171 171 146 139 176 164 27 442 1 801 1 786 3 892 4 395 3 565 35 43 47 46 43 81 24 63 555 89 467 146 226 224 491 418 34 1 576 249 1 021 973 0 0 454 3 273 7 236 11 477 5 479 5 244 Payang Large Net (9) Dogol Danish Seine (10) Pukat Pantai Coast Trap (11) Pancing Puka t Cincin Hook & Purse Sein Lines (12) (13) Jumlah Total (14) Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 204 204

Bab V Pertanian Tabel 5.5.4 Table Jumlah Perahu / Kapal Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten Number of Fisheri es Boat by Kind in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jukung Unmoto rized Boat (2) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003 r) Perahu Layar Kecil Small Sailing Boat (3) Perahu Layar Sedang Medium Sailing Boat (4) Perahu Layar Besar Large Sailing Boat (5) Motor Tempel Out Board Motor (6) Kapal Motor In Board Motor (7) Jumlah Total (8) 92 150 81 35 66 121 419 2 566 1 072 540 264 104 207 834 833 2 705 1 345 214 456 633 1 182 770 686 182 173 77 132 141 0 143 9 0 0 251 4 429 4 218 3 111 3 129 3 117 80 1 195 1 137 1 152 1 197 1 119 545 6 262 6 304 5 522 5 237 5 063 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province

Banten Dalam Angka 2008 205 205

Bab V Pertanian Tabel 5.5.5 Table Luas Areal dan Jumlah Tempat Pemeliharaan Ikan di Banten Area and Number of Fish Breeding Facilities in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003r) Budidaya Tambak 1) Brackish Water Pond (Ha) (2) Budidaya Kolam 1) Fresh WaterPond (Ha) (3) Budidaya Sawah 1) Field WaterPond (Ha) (4) Jumlah Total (5) 375 38 4 716 5 783 406 649 136 171 4 187 3 412 370 126 4 968 4 099 5 222 6 080 10 912 6 195,88 10 459,66 10 867,53 8 496,80 226 1 588 1 193,86 1 479,29 1 526,86 1 501,06 1 8 096 7 791,83 7 902,48 6 918,03 11 317,90 227 20 596 15 171,57 19 841,43 19 312,42 21 316 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province Catatan / Notes : 1). Luas Kotor / Gross Area Banten Dalam Angka 2008 206 206

Bab V Pertanian Tabel 5.5.6 Table Jumlah Rumah Tangga Perikanan Menurut Jenis Perikanan di Banten Number of Fisher y Household by Type of Fishery in Banten 2007 Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/ Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cileg on Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003r) 611 6 124 5 975 5 242 4 653 4 481 3 312 3 231 4 978 625 370 611 9 436 9 206 10 220 5 278 4 851 976 665 2 559 1 313 2 854 1 19 339 976 3 519 2 678 1 652 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open W ater Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Total (4) Banten Dalam Angka 2008 207 207

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003 r) 548 535 366 293 283 2 004 1 951 2 36 9 1 536 2 193 1 607 15 541 15 168 15 058 13 747 11 205 10 20 894 20 383 19 690 1 7 537 16 970 87 290 171 119 51 653 1 181 4 208 5 836 3 494 396 7 749 12 204 740 191 Laut Marine (5) Tambak Brackish Waterpond (6) Kolam Freshwater Pond (7) Sawa h Paddy Field (8) Banten Dalam Angka 2008 208 208

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kar amba Cage (9) Jaring Terapung / Floating Cage Net (10) Sub Jumlah Sub Total (11) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 r) 2004 r) 2003 r) (12) 400 4 4 40 12.167 18 495 5 217 1 939 13 143 22 014 7 895 3 591 41 441 430 430 368 373 48 47 163 47 17 1 658 39 476 38 514 38 076 33 528 31 041 1 658 611 48 912 47 720 48 296 38 806 35 892 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Source : Marine and Fisheri es Offices of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 209 209

Bab V Pertanian Banten Dalam Angka 2008 210 210

Manufacturing, Quarrying, Electricity and Water Supply

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi 6.1. Industri Pengolahan Sektor Industri Pengolahan dapat dibedakan menjadi empa t yaitu Industri Besar, Industri Sedang, Industri Kecil dan Industri Rumah tangg a. Perbedaan ini dida sarkan dari banyaknya tenaga kerja yang diserap. Industri Besar adalah industri yang menyerap tenaga kerja 100 orang atau lebih, Industri Sedang adalah yang menyerap tenaga kerja 20 sampai 99 orang, Industri Kecil adal ah tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang dan Industri Rumah tangga kurang dari 5 orang tenaga kerjanya. Data mengenai Industri besar dan sedang tersedia setiap tahun yang dikumpulkan dengan cara sensus lengkap. Berdasarkan hasil survei dari tahun 2005 dan 2006, berturut-turut tercatat 1.605 dan 1.809 perusahaan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 470.693 orang dan 505.517 orang dan memberikan ha sil dengan nilai tambah sebesar Rp 38,12 trilyun pada tahun 2005 naik menjadi 69 ,25 trilyun pada tahun 2006. Data ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya juml ah perusahaan pada tahun 2006 dibandingkan dengan tahun 2005, memberikan hasil n ilai tambah yang bertambah juga. Apabila dilihat lebih rinci, hasil nilai tambah mengalami kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan nilai output yang jauh lebih be sar Banten Dalam Angka 2008 6. 1. Manufacturing Industry Manufacturing sector can be differenced into four c ategories namely large, medium, small and household manufacture industry. The di fference among them based on the number workers involved The Large manufacture was establishment that involve about 100 workers or more, medium manufacture that involve about 20 to 99 workers, and small manufacture th at involve between 5 to 19 workers, while household manufacture involve less tha n 5 workers. Data on large and medium manufacture are available every year that its collected by complete census. Due to the survey result in year 2005 and 2006, record ed co nsecutive 1,605 and 1,809 establisment which hire about 470,693 and 505,517 work ers with total value added about 38.12 billion rupiah and 69.25 billion rupiah. The survey show that by increasing total establishment in 2006 compare to the 20 05s coused the increased of its value added. Moreover, can be seen that the increa se of value added caused by the higher increase of output compare to the input. 213

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi dibandingkan hasil input. dengan kenaikan Apabila dilihat per Golongan Industri, tahun 2006 perusahaan yang ada di Provins i Banten ternyata didominasi oleh Industri karet, barang dari karet dan barang d ari plastik, Industri makanan dan minuman, Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, dan Industri furniture dan industri pengolahan lainnya masing-masi ng sebesar 247, 208, 161 dan 145 perusahaan. Sedangkan dalam menyerap tenaga ker ja, Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki karet, sangat dominan mencap ai 79.386 orang atau 15,70 persen dari total tenaga kerja yang bekerja di perusa haan. Industri kimia dan barang dari bahan kimia, merupakan industri yang member ikan Nilai tambah yang terbesar yaitu sebesar 21.02 trilyun rupiah. Dilihat dari analisis di atas, ternyata di Provinsi Banten kontribusi industri bervariasi, d engan Industri Kimia dan barangbarang dari bahan kimia memberikan nilai tambah y ang paling besar dan apabila dilihat lebih lanjut golongan industri ini memberik an nilai output dan input yang besar pula, walaupun For the 2006s , if the establisment shown by group of manufacture, The establisme nt in Banten province really dominated by rubber, stuff of rubber and stuff of b ucket manufacture; Food and drinking manufacture; Chemical, and stuff of chemica l wrapping, furniture and other manufacture which are 247; 208; 161 and 145 unit . In terms of deman worker, Leather, stuff of leather and bed foot manufacture are the most dominant establishment that hire worker gain almost 79,386 worker or 1 5.70 % of total of labor force. Chemical and stuff of chemical wrapping manufacture are establisment that share value added about 21.02 billion rupiahs From the above analysis, shows that the Chemical, and stuff of chemical wrapping manufacture share the largest value add ed as well as the largest value of output and input. However, they have not a bi g shared interms of worker involved. Banten Dalam Angka 2008 214

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi penyerapan tenaga kerja golongan industri ini tidak begitu besar. Seperti tahuntahun sebelum nya, pada tahun 2006 dilihat per Kabupaten/Kota ternyata perusaha an yang berada di Kota dan Kabupaten Tangerang sangat mendominasi konstribusinya baik dalam jumlah, tenaga kerja yang diserap maupun dalam memberikan nilai tamb ah industri. Jumlah perusahaan yang ada di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangeran g masing-masing hampir mencapai separuh jumlah keseluruhan industri di Provinsi Banten yaitu sebesar 719 perusahaan dan 866 perusahaan. Sedangkan dalam penyerap an tenaga kerja, perusahaan yang ada di kabupaten dan kota Tangerang mencapai 20 5.378 orang dan 220.440 orang. Dalam hal kontribusi nilai tambah, Kabupaten Tang erang berada diurutan ketiga yaitu sebesar 16,79 persen, masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai tambah yang diberikan oleh Kota Tangerang dan Kot a Cilegon yaitu masing-masing sebesar 38,63 persen dan 36,52 persen. Ini berarti bahwa perusahaan industri yang ada di kota Tangerang dan kota Cilegon merupakan Industri yang menghasilkan output yang besar Like the previus years, in 2006 if the establishment break down by regency/munic ipality show that the number, the infolved worker and the value added of manufac ture in regency and municipality of Tangerang have a dominant constribution to t hose of Banten Province. The number of manufacturing industry in the regency and municipality of Tangeran g gain almost half of total manufactureing industry in Banten province e.i about 719 and 866 unit company. While the involve worker, in those of Tangerang regen cy and municipality gain 205,378 and 220,440 worker. In terms of value added contribution, Tangerang Regency was in the third positio n e.i 16.79 percent, far a way smaller compare to the value added of Tangerang a nd Cilegon municipality that each 38,63 percent and 36.52 percent. This means that manufactur ing industry in Tangerang and Cilegon municipality ar e establisment that contribute large output and value added even there was small er number establisment than those of Tangerang regency. Banten Dalam Angka 2008 215

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi dan memberikan nilai tambah yang besar walaupun jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten Tangerang. 6.2 Penggalian Jenis bahan tambang atau galian yang banyak terdapat di Banten ad alah andesit dan pasir darat yang masing-masing volume penggalian untuk tahun 20 06 sebesar 730.730 m3 dan 276.689 m3. Jenis tambang lainya juga terdapat Pasir K uarsa, Tanah Urug, dan Batu bara. Jumlah pemilik SIPD Gubernur tahun 2006 sebany ak 128 pemilik yang terdiri dari penggalian eksploitasi dan eksplorasi. 6. 2 Mining Kind volume for year ere kuarsa sand, vernor Permit in of wrapping field or quarry in Banten are andesit and sand with 2006 about 730,730 m3 and 276,689 m3 . Other kind field also th failed land, and charcoal. The total mining industry who has Go 2006 is about 128 unit for exploitation and exploration.

6. 3 Electricity and Water Supply 6.3 Listrik dan Air Bersih Dilihat dari jumlah pelanggan yang mengkonsumsi energi listrik dari PLN tahun 2007 yang mencapai 68 1.601 pelanggan. Rumah tangga adalah kelompok pelanggan yang terbesar yaitu menc apai 94,79 persen dari seluruh pelanggan PLN. Kemudian diikuti oleh kelompok Sos ial (2,84%), Bisnis (1,93%), Pemerintah (0,37%) dan terakhir adalah kelompok sek tor industri (0,07%). Tetapi walaupun kecil dalam jumlah pelanggan, kelompok ind ustri ini mempunyai peranan sebagai konsumen terbesar dari seluruh penggunaan en ergi listrik. Banten Dalam Angka 2008 Shown by the number of customer that consume the PLN electricity, in 2007 is abo ut 681,601 customer. Housing customer is the largest group from all PLN customer e.i 94.79 percent. And then followed by social community group (2.84%), busines s (1.93%), government (0.37%), and finally, group of Manufacture sector (0.07%). Although low in amount of customer, those group of manufacture sector is the la rgest electric consumer from all PLN customer e.i about 82.76 percent, subsequen tly housing customer that contribute about 12.24 percent. 216

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi dengan kontribusi pemakaian sebe sar 82,76 persen, berikutnya baru rumah tangga dengan kontribusi sebesar 12,24 persen Data tentang perusahaan air minum didapat dari Survei Perusahaan Air Minum yang dilaku kan oleh Badan Pusat Statistik Pro vinsi Banten. Data tersebut berasal dari 6 perusahaan air minum baik perusahaan daerah maupun perusahaan swasta yang berada di semua kabupaten/kota di Provinsi Banten. Dari data yang masuk total produksi air minum tahun 2007 sebesar 197.926 .677 m3 . Sedangkan jumlah pelanggan air minum yang paling besar adalah golongan rumah tangga, yang mencapai 156.382 pelanggan atau 95,52 persen dari total pela nggan semua golongan sebesar 163.711 pelanggan. Sedangkan jika dilihat dari volu me air minum yang dialirkan, sebagian besar diserap oleh pelanggan lainnya, ruma h tangga, serta pelanggan dari industri yang masing-masing mencapai 57,95 persen , 20,08 persen dan 16,86 persen dari total volume air yang dialirkan. Data about drinking water company came from the establishment survey conduct by BPS Statis tics of Banten province. The data came from 6 companies weather private or local government company that located in regency/municapality of Banten province. The survey shown that the product of drinking water in 2007 is about 197,926,677 m3 . The largest customer is household caustomer that reach 156,382 or 95.52% out o f the total customer e.i 163,711 customer. Meanwhile, if shown the volume distri buted of drinking water to the consumer, the largest part is distributed to othe r customer, then to household, and to manucture industry with respect about 57.9 5 percent, 20.08 percent, and 16.86 percent. Banten Dalam Angka 2008 217

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2000 Sektor Industri Pengolahan Standart Classification of Indonesia Business Sector 2000 Manufacturing Industry Sector Code 15 16 17 18 19 20 Descreption Food and drinking Tobbaco manufacture Textile Garment Leather, stuff of leather and bed foot wood, stuff of wood (legible per tinent furniture) and tress stuff of rattan, wicker and other kind paper, stuff of paper, and other kind publication, printing, and reproduction, recording cind er grindstone, explore of world ayonnaise, manufacture of world mayonnaise, stuf f of outcome explore of world mayonnaise and grill wrapping of nuchlear Chemical , and stuff of chemical wrapping rubber, stuff of rubber and stuff of bucket stu ff quarry not nugget intrinsic nugget stuff of nugget, except machine and tool m achine and tools machine and agency tools, accounting and data processing other electric machine, and tools radio, television, and communication outfit, and too ls doctoral outfit, sh ave tools, navigasi outfit, optical outfit, clock and bel l motor vehicle transport tools except motor vehicle four wheel or dull furnitur e and other manufacture repeat cycle Kode Uraian 15 Industri makanan dan minuman 16 Industri pengolahan tembakau 17 I ndustri tekstil 18 Industri pakaian jadi 19 Industri kulit, barang dari kulit da n alas kaki 20 Industri kayu, barang dari kayu (tidak termasuk furniture) dan ba rang anyaman dari rotan,bambu dan sejenisnya 21 Industri ketas, barang dari kert as, dan sejenisnya 22 Industri penerbitan, percetakan, dan reproduksi media reka man 23 Industri batu bara, pengilangan minyak bumi, pengolahan minyak gas bumi, barang dari hasil pengilanagan minyak bumi dan bahan bakar nuklir 24 Industri ki mia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Industri karet, barang dari karet dan barang dari plastik 26 Industri barang galian bukan logam 27 Industri logam dasa r 28 Industri barang dari logam, kecuali mesin dan peralatannya 29 Industri mesi n dan perlengkapannya 30 Industri mesin dan peralatan kantor, akuntansi, dan pen golahan data 31 Industri mesin listrik lainnya, dan perlengkapannya 32 Industri radio, televisi, dan peralatan komunikasi, serta perlengkapannya 33 Industri per alatan kedokteran, alatalat cukur, peralatan navigasi, peralatan optik, jam dan lonceng 34 Industri kendaraan bermotor 35 Industri alat angkutan selin kendaraan bermotor roda empat atau lebih 36 Industri furnitur dan industri pengolahan lai nnya 37 Daur ulang Banten Dalam Angka 2008 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 218

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Grafik 6.1 Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang di Banten Tahun 2002 - 2006 1.850 1.800 1.750 1.700 1.650 1.600 1.550 1.500 1.450 2006 2005 2004 2003 2002 Grafik 6.2. Nilai Input dan Output Perusahaan Industri Menurut Kab/Kota di Bante n Tahun 2006 100.000.000.000 90.000.000.000 80.000.000.000 70.000.000.000 60.000.000.000 50.0 00.000.000 40.000.000.000 30.000.000.000 20.000.000.000 10.000.000.000 0 Input P andeglang Serang Lebak Kota Tangerang Output Kab.Tangerang Cilegon Banten Dalam Angka 2008 219

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Grafik 6.3. Jumlah Energi Listrik yang Terjual di Banten Tahun 2007 5000000000 4000000000 3000000000 2000000000 1000000000 0 1.Sosial 2. Rumah Tangga 3. Bisnis 4. Industri 5. Pemerintahan Grafik 6.4. Jumlah Volume Air Bersih yang Didistribusikan PDAM di Banten 2007 Rumah Tangga 58% 20% 1% 0%4% 17% Perdagangan Industri Badan Sosial Instansi Pemerintah Lainnya Banten Dalam Angka 2008 220

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.1.1 Table Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Kabupaten/Kota di Banten Num ber of Manufacturing and ManPower of Establishment by Regency/Municipality in Ba nten 2006*) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 2006*) 2005 2004 2003 2002 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Provi nce Perusahaan Company (2) Tenaga Kerja Man Power (3) 15 10 866 148 1 218 1 194 205 378 50 781 719 51 1 809 1 605 1 638 1 576 1 638 220 440 26 506 505 517 470 693 498 943 499 303 508 034 Banten Dalam Angka 2008 221

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.1.2 Table Nilai Input, Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Kabupaten/Kota di Banten I nput, Output and Value Added of Manufacturing by Regency/Municipality in Banten 2006*) (000 Rp/ Thousand Rp) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 2006*) 2005 2004 2003 2002 Input Input (2) Output Output (3) Nilai Tambah Value Added (4) 54 525 955 127 760 980 23 920 219 088 12 358 529 100 101 369 913 144 595 473 35 546 234 724 17 883 867 420 46 843 958 16 834 493 11 626 015 636 5 525 338 320 33 362 116 714 72 356 384 221 142 179 536 058 108 806 894 398 103 938 765 613 71 766 810 123 102 968 840 951 60 112 734 506 97 645 986 641 211 434 788 677 146 928 544 820 144 758 946 997 10 6 612 223 292 133 270 893 031 26 750 617 792 25 289 602 420 69 255 252 619 38 121 650 422 40 820 181 384 34 84 5 413 169 30 302 052 080 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 222

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.1.3 Table Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Golongan Industri di Banten Number of Manufacturing and Man Power Establishment by Industrial Group in Bante n 2006*) Kode Code (1) 15 17 18 19 Golongan Industri Industrial Group (2) Industri makanan dan minuman/ Food and dr inking Industri tekstil/ Textile Industri pakaian jadi/ Garment Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki/ Leather, stuff of leather and bed foot Industri kayu, barang dari kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman dari rotan ,bambu dan sejenisnya/ Wood, stuff of wood (legible pertinent furniture) and tre ss stuff of rattan, wicker and other kind Industri ketas, barang dari kertas, da n sejenisnya/ Paper, stuff of paper, and other kind Industri penerbitan, perceta kan, dan reproduksi media rekaman/ Publication, printing, and reproduction, reco rding Industri batu bara, pengilangan minyak bumi, pengolahan minyak gas bumi, b arang dari hasil pengilanagan minyak bumi dan bahan bakar nuklir/ Cinder grindst one, explore of world ayonnaise, manufacture of world mayonnaise, stuff of outco me explore of world mayonnaise and grill wrapping of nuchlear Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia/ Chemical, and stuff of chemical wrapping Indust ri karet, barang dari karet dan barang dari plastik/ Rubber, stuff of rubber and stuff of bucket Industri barang galian bukan logam/ Stuff quarry not nugget Ind ustri logam dasar/ Intrinsic nugget Perusahaan Company (3) 208 132 113 103 Tenaga Kerja Man Power (4) 38 020 40 397 76 373 79 386 20 66 21 766 21 86 28 570 22 27 2 314 23 8 509 24 161

28 561 25 247 45 187 26 91 46 27 593 21 365 27 Banten Dalam Angka 2008 223

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Lanjutan Continued Kode Code (1) 28 Golongan Industri Industrial Group (2) Industri barang dari logam, kecuali mesin dan peralatannya/ Stuff of nugget, except machine and tool Industri mesin dan p erlengkapannya/ Machine and tools Industri mesin dan peralatan kantor, akuntansi , dan pengolahan data/ Machine and agency tools, accounting and data processing Industri mesin listrik lainnya, dan perlengkapannya/ Other electric machine, and tools Industri radio, televisi, dan peralatan komunikasi, serta perlengkapannya / Radio, television, and communication outfit, and tools Industri peralatan kedo kteran, alat-alat cukur, peralatan navigasi, peralatan optik, jam dan lonceng/ D octoral outfit, shave tools, navigasi outfit, optical outfit, clock and bell Ind ustri kendaraan bermotor/ Motor vehicle Industri alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih/ Transport tools except motor vehicle four wheel or dull Industri furnitur dan industri pengolahan lainnya/Furniture and other ma nufacture Daur ulang/ Repeat cycle Banten Perusahaan Company (3) Tenaga Kerja Man Power (4) 130 20 049 29 67 8 994 30 0 0 31 50 12 035 32 25 6 875 33 8 42 46 1 354 8 190 12 411

34 35 36 145 8 1 809 24 891 377 505 517 37 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 224

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.1.4 Table Nilai Input, Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Golongan Industri di Bante n Input, Output and Value Added of Manufacturing by Industrial Group in Banten 2 006*) (000 Rp/ Thousand Rp) Kode Code (1) 15 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Banten Input 3 903 6 249 7 895 Input (2) 6 907 752 524 8 439 227 483 4 627 498 927 5 469 242 008 1 216 85 8 545 075 674 471 211 727 96 739 047 39 150 817 859 6 808 987 964 3 624 57 40 832 913 381 4 583 716 169 934 283 691 0 3 007 161 430 298 461 405 48 17 1 705 816 358 3 747 268 784 1 640 669 225 23 084 355 142 179 536 058 905 10 087 788

Output Output (3) 9 784 759 640 16 193 349 247 8 369 617 211 9 442 468 512 1 061 903 11 030 485 786 610 288 892 138 666 173 60 175 800 163 9 009 827 046 637 419 686 47 741 921 729 9 928 241 179 1 639 402 938 0 3 915 986 910 1 050 570 90 697 047 2 228 320 877 4 957 404 171 2 550 228 367 34 723 630 211 434 677

Nilai Tambah Value Added (4) 2 877 007 116 7 754 121 764 3 742 118 284 3 973 256 504 688 208 000 2 485 410 112 139 077 165 41 927 126 21 024 982 304 2 200 839 0 82 7 012 843 737 6 909 008 348 5 344 525 010 705 119 247 0 908 825 480 751 626 1 65 42 519 152 522 504 519 1 210 135 387 909 559 142 11 639 275 69 255 252 619 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 225

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.2.1 Table Produksi Bahan Galian Pada Perusahaan/Perorangan Pemegang SIPD/SIPR/SIPGI/KP di Banten Production of Quarrying Items on Companies Holding SIPD/SIPR/SIPGI/KP in Banten 2006 Gol Bahan Galian (2) C B C C C C C C C C C A A C Produksi M3 (3) 730 730 37 559 988 6 593 25 220 276 689 183 386 2 433 16 840 39 400 7 834 9 660 2 324 344 Kg (4 ) 684,99 171,09 856,08 Jenis Bahan Galian Quarrying Items (1) 1. Andesit 2. Batu Kapur 3. Batu 4. Batu Sela 5. Batubara 6. Batu Split 7. Batu Belah 8. Galena 9. Diatome/Kieselguhr 10. Feldspar 11. Fospat 12. Gipsum 13. Kaolin 14.Makadam 15. Marmer 16. Pasir Darat 17. Pasir Kuarsa 18. Pasir Laut 19. Pasir Endapan 20. Pasir Kali 21. Pasir Batu (Sirtu) 22. Tanah Liat 23. Tanah Urug 24. Trass 25. Zeolit 26. Yarosit 27. Toke si 28. Breksi Tufaan 29..Perak (kg) 30. Emas (kg) 31. Batu Gamping Jumlah/Total *) Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Source : Minning and Energ y Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 226

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.2.2 Table Produksi Bahan Galian Golongan C Menurut Kabupaten/Kotamadya di Banten Productio n of Classification C Quarrying Items by Regency/Municipality in Banten (Ton/ton /m3) 2006 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005 2004 2003 1) Produksi/ Production (2) Persentase/ Percentage (%) (3) 11 483 532 722 725 920 0,86 39,84 54,28 67 207 1 337 332 631 211,77 1 754 595 338 847 516 5,02 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Source : Minning and Energ y Official of Banten Province *) Catatan/Notes : Satuan produksi tahun 2003 masi h dalam M3 / Production measurement at 2003 still in M3 Banten Dalam Angka 2008 227

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.2.3 Table Jumlah Surat Izin SIPD/SIPR/SIPGI/KP dan Luas Wilayah Penambangan per Jenis Baha n Galian di Banten Number of SIPDSIPR/SIPGI/KP and Area by Kind of Quarrying Ite ms in Banten 2006 SIPD/SIPR/SIPGI/KP Eksploitasi Exploitation (2) 23 2 8 6 7 20 16 13 3 14 1 1 1 4 1 120 Eksplorasi Exploration (3) 0 0 2 0 1 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Luas Wilayah/ Region Area (Ha) Eksploitasi Exploitation (4) 200,80 105,26 9 094,70 448,92 4 20 4,50 94,44 1 093,53 810,63 8,41 3,30 0,60 124,39 3,00 707,67 1,00 16 901,15 Eksp lorasi Exploration (5) 0 0 6 947,00 0 4 188,00 0 29 304,90 0 0 0 0 0 0 0 0 40 43 9,90 Jenis Bahan Galian Quarrying Items (1) 1. Andesit 2 Zeolit 3. Emas 4. Tanah Liat 5. Gelana 6. Pasir Darat 7. Batubara 8. Pasir Kuarsa 9. Pasir Laut 10. Pasir Ka li 11. Bentonit 12. Tras 13. Tanah Urug 14. Batu Gamping 15. Pasir Besi Jumlah Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Source : Minning and Energ y Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 228

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.2.4 Table Jumlah Surat Izin SIPD/SIPR/SIPGI/KP dan Luas Wilayah di Banten Menurut Kabupate n/Kotamadya Number of SIPDSIPR/SIPGI/KP and Area by Regency/Municipality 2006 Luas Wilayah/Region Area (Ha) Eksploitasi Eksplorasi Exploitation Exploration (4 ) (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2005 2004 2003 SIPD/SIPR/SIPGI/KP Eksploitasi Exploitation (2) Eksplorasi Exploration (3) 4 93 2 14 0 8 0 0 1 343,56 15 347,25 6,00 191,74 0 40 466,90 0 0 0 7 120 111 56 61 0 0 8 13 6 0 12,61 16 901,16 38 518,41 34,32 280,59 0 0 40 466,90 58 647,712 118,273 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Source : Minning and Energ y Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 229

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.1 Table Jumlah Pelanggan, Daya Tersambung Dan Energi Listrik Terjual Menurut Jenis Tarif di Banten Number of Customers, Connected Power and Sold Electrical Energy by Cl assification of Tariff in Banten 2007 Klasifikasi Classification (1) Jumlah Pelanggan Number of Customer (2) Daya Tersambung Connected Power (Kva) (3) Energi Terjual Sold Electrical Energy (Kwh) (4) Pendapatan Penjualan (Juta Rp) Income (Juta Rp) (5) 1.Sosial/Public 2. Rumah Tangga/ Household 3. Bisnis/Bussines 4. Industri/Indust ry 5. Pemerintahan/ Government Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 19 334 646 076 13 178 488 2 525 681 601 639 914 604 959 565 861 533 782 19 886 413 563 96 708 1 018 355 20 473 1 568 985 1 485 926 1 396 962 1 338 836 1 296 962 31 842 609 774 804 415 134 812 601 4 781 700 930 61 247 479 5 784 408 034 5 661 236 070 5 519 473 286 5 528 633 999 4 623 429 966 15 519 396 898 105 538 2 683 438 40 894 3 242 287 3 154 234 2 876 616 2 805 029 2 255 115 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity O fficial of Banten Banten Dalam Angka 2008 230

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.2 Table Jumlah Transformator Distribusi Terpasang di Banten Number of Distribution Trans formator in Banten 2000 - 2007 1-50 KVA Tahun Year Unit Unit (2) 1 756 Daya Power (3) 70 600 51-100 KVA Unit Unit (4) 413 Daya Power (5) 42 850 101-200 KVA Unit Unit (6) 300 Daya Power (7) 52 500 (1) 2000 2001 1 809 444 44 400 305 2002 1 942 73 325 370 37 000 238 41 160 2003 1 861 73 150 426 42 400 309 53 430 2004

2 359 95 400 419 41 900 257 44 040 2005 2 405 98 625 464 46 400 283 48 600 2006 2 427 103 550 510 52 250 287 49 320 2007 2 418 101 600 555 55 200 316 54 800 Banten Dalam Angka 2008 231

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Lanjutan Continued 201-500 KVA Tahun Year Unit Unit (1) 2000 (8) 172 Daya Power (9) 50 345 >500 KVA Jumlah Total Unit Unit (12) 2 650 Daya Power (13) 221 965 Unit Unit (10) 9 Daya Power (11) 5 670 2001 172 50 345 9 5 670 2 739 100 415 2002 147 48 845 98 60 760 2 793 271 360 2003 175 51 145 9 5 670 2 780 225 795 2004

56 50 050 22 17 170 31 113 248 560 2005 215 63 010 21 16 540 3 388 248 560 2006 222 65 170 22 17 540 3 468 287 830 2007 240 70 715 23 19 420 3 552 301 735 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity O fficial of Banten Banten Dalam Angka 2008 232

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.3 Table Penyediaan, Penjualan Dan Susut Energi Listrik di Banten Stocked, Sold and Lost of Energy in Banten 2000 - 2007 (Kwh) Tahun Year (1) 2000 Energi Siap Jual Energy Ready to Sell (2) 4 440 325 434 Penjualan Sold (3) 4 271 219 435 Susut Lost (4) 169 105 999 2001 4 556 744 769 4 314 292 831 242 451 938 2002 4 904 286 199 4 615 968 996 288 317 203 2003 5 217 390 930 4 623 429 966 593 960 964 2004 5 800 620 674 5 542 904 418 257 716 256 2005 5 830 360 244 5 568 041 492 262 318 752 2006 5 886 926 510

5 661 236 070 225 690 440 2007 6 033 522 186 5 784 408 634 249 114 152 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity O fficial of Banten Banten Dalam Angka 2008 233

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.4 Table Banyaknya Desa Berlistrik, Jumlah Langganan, dan Daya Tersambung di Banten Numbe r of Villages, Customer and Connected Power 2000 - 2007 (Kwh) Tahun Year (1) 2000 Desa Berlistrik Electred Village (2) 988 Jumlah Langganan Daya Tersambung Number of Customer Connected Power (3) 444 924 (4) 1 169 058 225 2001 1 015 476 432 1 215 953 285 2002 1 032 504 717 1 271 185 343 2003 1 054 533 782 1 296 962 103 2004 1 158 565 861 5 528 633 999 2005 1 228 604 959 1 396 962 255 2006 1 228

639 914 1 485 825 716 2007 1 228 681 601 1 568 984 970 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity O fficial of Banten Banten Dalam Angka 2008 234

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.5 Table Jumlah Perusahaan Air Minum, Kapasitas Produksi dan Produksi Air Minum Menurut S umber Air yang Dipakai di Banten Number of Water supply Enterprises Production C apacity Water Production by Water Resources in Banten 2005 - 2007 Uraian Description (1) Jumlah Perusahaan Number of water supply Enterprises Juml ah Kapasitas Produksi Potensial (liter/detik) Number of Potential Production Cap acity Jumlah Kapasitas Produksi Efektif (liter/detik) Number of Potential Effect ive Production Capacity Produksi Air (m3) Water Production Sumber Air / Water Re sources (m3) : Sungai / River Danau / Lake Mata Air / Springs Artesis / Artesian Lainnya / Others Sumber : Survei PAM, BPS Source : PAM Survey, 2005 (3) 6 2006 (4) 6 2007 (5) 6 7 640 7 692 7 864 6 465 6 567 6 637 187 501 979 177 025 876 3 466 689 5 245 027 222 942 1 541 445 200 359 199 203 771 645 188 928 621 0 5 893 315 421 083 5 116 180 192 365 599 0 5 088 617 523 979 5 793 450 Banten Dalam Angka 2008 235

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.6 Table Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM Menurut Pendidikan yang Ditamatkan di Banten Number of Technical and Administration Worker Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten 2005 2007 Uraian Description (1) Jumlah Pekerja Teknik Number of Technical Worker SD Prima ry School SLTP Junior High School SLTA Senior High School Akademi Bachelor Degre e Universitas University Graduate Jumlah Pekerja Administrasi Number of Administ ration Worker SD Primary School SLTP Junior High School SLTA Senior High School Akademi Bachelor Degree Universitas University Graduate Sumber : Survei PAM, BPS Source : PAM Survey, BPS 2005 (3) 502 84 41 298 23 58 2006 (4) 408 43 38 262 17 48 2007 (5) 337 31 25 219 19 43 663 780 851 69 91 387 31 85 76 66 465 39 134 81 82 503 38 147 Banten Dalam Angka 2008 236

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Tabel 6.3.7 Table Jumlah Pelanggan, Volume dan Nilai Air Minum yang Didistribusikan Menurut Jenis Konsumen di Banten Number of Water Customer, Volume, and Value by type of Custom er Group in Banten 2007 Uraian Description (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading and In dustry Industri Industry Badan Sosial Social Institution Instansi Pemerintah Gov ernment Institution Lainnya Others ect. Jumlah / Total Pelanggan Water Customer (2) 162 548 Volume Volume 3 (m ) (3) 68 890 393 Nilai Value (000 Rp) (4) 105 170 399 4 939 1 806 445 7 281 921 165 28 717 152 106 550 087 1 921 6 727 908 4 718 252 628 466 731 1 564 233 67 67 401 767 147 963 329 170 268 174 010 395 373 248 221 2006 2005 2004 Sumber : Survei PAM, BPS Source : PAM Survey, BPS 149 315 145 176 136 670

171 221 590 160 234 155 194 044 436 376 827 582 224 062 966 270 836 326 Banten Dalam Angka 2008 237

Bab VI Industri, Penggalian dan Energi Banten Dalam Angka 2008 238

Trade, Hotel and Tourism

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata 7.1 Perdagangan luar negeri Volume ekspor menurut pela buhan penting di Banten y aitu di pelabuhan Merak dan Cigading pada tahun 2007 mencapai total 1.680.118.36 1 ton atau menurun sebesar 5,72 persen dibandingkan tahun 2006 dengan nilai eksp or sebesar US $ 579.864.006 atau turun 28,46 persen . Sedangkan volume impor pad a tahun 2007 mencapai total 10.644.926.654 ton, meningkat sebesar 0,11 persen da ri tahun sebelumnya dengan nilai impor sebesar US $ 4.827.418.156 (naik 9,07 per sen). Pada tahun 2007 Provinsi Banten mengalami defisit devisa sebesar US $ 4.24 7.554.150 atau terjadi kenaikan defisit sebesar 17,55 persen dibanding tahun seb elumnya yang defisit sebesar US $ 3.613.379.117. Defisit ini diperkirakan diseba bkan oleh adanya ekspor Provinsi Banten melalui Pelabuhan diluar Pelabuhan Bante n. Bila dilihat setiap bulannya selama tahun 2007 , nilai tertinggi ekspor Provi nsi Banten terjadi pada Bulan Oktober sebesar US $ 71.025.455 dan nilai terendah terjadi di Bulan Januari 2007 dengan nilai US $ 29.329.991. Untuk nilai impor P rovinsi Banten tahun 2007, nilai tertinggi terjadi pada Bulan Nopember sebesar U S $ 537.920.575 dan nilai impor terendah terjadi pada Bulan Juni senilai US$ 297 .545.192 7.1 Foreign Trade According to Merak and Cigading port, the data of export volum e in 2007 reached 1,680,118,361 ton or decreased 5.72 percent compared to 2006 s with exports volume reached Us $ 579,864,006 (decreased 28.46 %) Meanwhile, impo rts volume in 2007 reached 10,644,926,654 ton. It increased 0.11 % compare to the 2006 s, with import value reached US $ 4,827,418,156 (increased 9.07 %) For the year 2007, Banten province had a deficit of income equal to US $ 4,247,5 54,150 or increased 17.55% compare to 2006 (US $ 3,613,379,117). This Deficit co used by the export of Banten Province trough other Port that located in the out side of Banten Province. By looking montly export during the 2007, the highest value of the export was in October with US $ 71,025,455 and the lowest value was in January with US $ 29,3 29,991. Meanwhile, For the import value of Banten Province in 2007, The highest value of imports was in November with US $ 537,920,575 and the lowest value was in June with US $ 297,545,192.. Banten Dalam Angka 2008 241

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata 7.2 Hotel Dan Pariwisata Hotel Jumlah hotel di Banten menurut kab./kota pada kea daan terakhir tahun 2007 tercatat seba nyak 215 hotel. Sedangkan jumlah kamar pa da tahun 2007 sebanyak 5.522 buah kamar, jumlah ini menurun dari tahun sebelumny a. Sedangkan jumlah tempat tidur sebanyak 11.256 tempat tidur. Jumlah tenaga ker ja yang berpendidikan sekolah kejuruan hotel/pariwisata yang tertampung di perus ahaan perhotelan di Banten pada tahun 2007 sebanyak 1.038 orang. Sedangkan tenag a kerja yang berpendidikan non kejuruan hotel/pariwisata sebesar 3.074 orang. Ba nyaknya tamu nusan tara dan mancanegara yang datang menginap di hotel tahun 2007 sebesar 876.424 dan 139.976 7.2. Hotel and Tourism Hotel According the last condition of the regency/city in 2007, the number of hotel in Banten were 215 hotels the the number of room hote ls were 5,522 rooms, these number is smaller compare to the previous year. Meanw hile the number of bed were 11.256 beds. The number of labor who majored in tourism vocational school and worked in Bante ns hotel were 1,038 worker and the others 3,074 worker were majoring in other fie ld. In 2007, the number of local and foreign guest were 876,424 and 139,976 Banten Dalam Angka 2008 242

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Grafik 7.1. Volume Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2006 2007 (Ton) 7000000000 6000000000 5000000000 4000000000 3000000000 2000000000 1000000000 0 Ekspor Impor Cigading 2006 Merak 2006 Cigading 2007 Merak 2007 Grafik 7.2. Nilai Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2006- 2 007 (Juta USD) 3500000000 3000000000 2500000000 2000000000 1500000000 1000000000 500000000 0 Ci gading 2006 Banten Dalam Angka 2008 Ekspor Impor Merak 2006 Cigading 2007 Merak 2007 243

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Banten Dalam Angka 2006 244

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.1 Table Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhanpelabuhan Utama di Provinsi Banten Volu me and Value of Export by Principal Ports 2007 Pelabuhan Utama Principal Port (1) Volume Volume (Berat Bersih/ Net Weight : kg) (2) Nilai Value (Nilai FOB / FOB Value : US $) (3) Cigading 1 016 572 662 188 661 144 Merak 663 545 699 391 202 862 Jumlah / Total 1 680 118 361 579 864 006 2006 1 782 152 173 812 636 545 2005 1 195 172 931 709 985 836 2004 1 398 685 835 816 604 112 2003 1 274 643 801 538 013 148 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province

Banten Dalam Angka 2008 245

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.2 Table Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhanpelabuhan Utama di Banten Volume and Val ue of Import by Principal Ports 2007 Pelabuhan Utama Principal Port (1) Volume Volume (Berat Bersih/ Net Weight : kg) (2) Nilai Value (Nilai FOB / FOB Value : US $) (3) Cigading 6 356 910 928 1 811 689 126 Merak 4 288 015 726 3 015 729 030 Jumlah / Total 10 644 926 654 4 827 418 156 2006 10 633 024 746 4 426 015 662 2005 8 043 715 487 3 326 285 143 2004 10 199 948 760 3 581 975 185 2003 6 444 234 866 1 816 624 624 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province

Banten Dalam Angka 2008 246

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.3 Table Ekspor dan Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Bulan Export dan Import of Banten Province by Month 2007 Ekspor/Export Bulan Month Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (2) 101 261 042 55 613 0 49 123 035 660 191 742 752 142 827 168 163 506 965 115 885 614 155 039 914 111 6 23 033 155 915 953 167 676 039 195 991 172 1 680 118 361 1 782 152 173 1 195 172 931 Nilai/ Value FOB (US $) (3) 29 329 991 35 669 761 58 217 721 46 074 039 44 745 963 48 758 546 45 612 857 45 504 678 42 460 430 71 025 455 51 279 299 61 185 266 579 864 006 812 636 545 709 985 836 Impor/Import Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (4) 1 196 344 843 893 893 807 720 305 754 739 387 696 824 222 787 728 755 103 983 777 639 957 277 892 798 477 943 657 712 009 1 276 385 675 868 385 506 10 644 926 654 10 633 024 746 8 043 715 487 N ilai/ Value FOB (US $) (5) 450 357 241 362 018 234 341 315 832 381 858 503 346 1 71 770 297 545 192 377 398 568 463 679 950 396 054 016 377 873 108 537 920 575 4 95 225 167 4 827 418 156 4 426 015 662 3 326 285 143 (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May J uni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2006 2005 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 247

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.4 Table Ekspor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Tujuan Export from Banten Port by Destination Country 2007 Benua/ Continent (1) ASIA A. ASEAN Negara Tujuan/ Destination Country (2) MALAYSIA THAILAND SINGAPORE VIETNAM PHILI PPINED CAMBODIA MYANMAR CHINA INDIA JAPAN HONGKONG TAIWAN KOREA SRILANKA SAUDI A RABIA UNITED ARAB EMIRATES PAKISTAN BANGLADESH QATAR KUWAIT TURKEY JORDAN BAHRAI N IRAN ISLAMIC REP OF SOUTH AFRICA EGYPT NIGERIA SUDAN ZIMBABWE ALGERIA COTE DIVO IRE ANGOLA TOGO MAURITIUS Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 348 789 489 70 261 071 53 513 008 47 326 960 44 632 1 859 240 47 868 853 820 312 83 379 477 45 701 316 25 668 735 8 230 516 320 438 24 901 549 19 809 484 4 198 339 3 380 496 1 026 533 533 898 597 820 1 60 397 809 176 9 177 351 63 598 928 747 124 509 708 201 1 336 211 78 012 1 113 00 224 951 18 847 18 713 17.331 9 5 0 2

Nilai/ Value FOB (US $) (4) 175 473 787 39 318 013 22 066 798 35 172 489 707 642 1 168 273 23 958 100 619 881 43 906 274 44 276 707 13 574 571 7 217 677 3 651 0 98 12 701 108 9 548 645 3 031 847 2 513 183 958 032 2 429 161 326 870 871 659 65 1 040 242 634 56 086 1 300 808 90 674 478 036 475 530 45 844 1 692 955 113 818 1 8 000 16.750 16 094 B. NON ASEAN AFRIKA Banten Dalam Angka 2008 248

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Benua/ Continent (1) AUSTRALIA Negara Tujuan Destination (2) Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 13 512 870 866 845 716 053 36 000 4 653 011 24 396 278 14 275 807 13.085 4 052 070 4 653 011 2 043 280 1 680 118 361 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 10 823 988 609 904 1 720 683 40 320 2 532 395 25 856 702 7 683 901 11 318 2 512 284 2 532 395 1 601 921 579 864 006 AUSTRALIA NEWZEALAND AMERIKA UNITED STATES PERU EROPA SWISZERLAND BELGIUM UNITED KINGDOM GREECE GERMANY, FED REP, OF MALTA ITALY JUMLAH Sumber : Badan Pusat Sta tistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 249

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.5 Table Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Asal Import from Banten by Sour ce Country 2007 Benua/ Continent (1) ASIA A. ASEAN Negara Asal/ Source SAUDI ARABIA INDIA RAN,ISLAMIC REP. OF PAKISTAN BANGLADESH Country (2) SINGAPORE MALAYSIA THAILAND VIET NAM PHILIPPINES UNITED ARAB EMIRATES CHINA JAPAN KOREA, REPUBLIC OF TAIWAN I KUWAIT BAHRAIN QATAR HONG KONG OTH. SOUTH & S.E ASIA TURKEY NEPAL KOREA,DEM. PEOP. REP.

Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 1 500 867 797 586 075 189 717 398 718 33 529 5 31 1 102 763 416 155 821 466 128 054 78 696 529 502 977 969 191 130 201 170 096 483 61 773 955 46 626 128 21 862 863 63 830 662 52 049 329 794 815 1 687 37 014 19 935 216 1 750 278 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 1 273 657 591 409 862 194 287 258 022 10 816 799 927 497 397 687 966 305 050 752 52 669 910 253 293 941 174 109 169 135 923 785 63 5 42 577 50 910 560 21 107 637 7 069 769 30 619 752 1 515 250 3 574 72 951 35 007 622 3 220 772 B. NON ASEAN Banten Dalam Angka 2008 250

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Kode/ Code (1) AFRIKA Negara Asal/ Source (2) SOUTH AFRICA SWAZILAND EGYPT MOROC CO KENYA TUNISIA CONGO AUSTRALIA NEW ZEALAND BRITISH INDIAN OCEAN NEW CALEDONIA UNITED STATES BRAZIL ARGENTINA CHILE GUATEMALA CANADA MEXICO TURKS&CAICOS ISLAND S JAMAICA VENEZUELA ARUBA COSTA RICA ECUADOR NETHERLAND ANTILLES HONDURAS Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 105 683 693 25 009 538 1 815 684 25 35 13 1 872 015 256 11 221 517 28 363 780 172 076 1 338 909 573 590 533 918 705 612 106 87 604 4 15 13 307 039 24 232 1 332 799 712 574 443 784 85 17 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 36 776 125 8 616 828 4 066 985 110 41 34 327 797 423 6 624 703 26 1 964 285 220 644 273 823 380 179 683 991 81 161 943 31 885 459 15 989 101 54 908 2 568 1 542 1 505 1 030 876 747 125 65 AUSTRALIA AMERIKA Banten Dalam Angka 2008 251

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Kode/ Code (1) EROPA Negara Asal/ Source (2) RUSSIAN FEDERATION UNITED KINGDOM G ERMANY,FED. REP. OF SWEDEN NETHERLANDS ANDORA ITALY FRANCE BELGIUM SPAIN IRELAND SWITZERLAND FINLAND DENMARK PORTUGAL HUNGARY CZECH REPUBLIC ROMANIA SLOVENIA AU STRIA POLAND GREECE BULGARIA BOSNIA-HERCEGOVINA SLOVAKIA NORWAY JUMLAH Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 119 947 468 68 836 640 6 322 144 2 279 355 3 284 111 1 003 333 336 041 404 357 72 200 59 529 991 890 44 142 21283 13 322 12 8 44 14 411 18 342 1 772 1 658 2 011 358 365 184 82 45 8 10 644 926 654 Nilai/ Val ue FOB (US $) (4) 58 693 948 27 546 466 10 138 320 2 451 104 2 123 880 1 003 333 699 464 390 297 133 269 132 147 112 584 87 226 39 836 29 748 12 720 11 479 10 8 71 4 663 4 172 3 155 752 707 296 149 43 21 4 827 418 156 Banten Dalam Angka 2008 252

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.6 Table Ekspor Melalui Pelabuhan di Provinsi Banten Menurut Komoditi Export from Banten by Commodity 2007 Komoditi Commodity (2) Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 0 2 482 0 0 21 579 1 80 8 918 0 0 62 666 342 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 0 8 296 0 0 31 443 86 828 0 0 5 544 968 Kode/ Code (1) 03 09 10 12 15 17 19 Ikan dan udang, binatang lunak dan binatang air yang tidak bertulang belakang/ F ish and crustaceans, molluscs, and other aquatic invertebrates Kopi, teh, mate, dan rempah-rempah/ Coffee, tea, mate, and spices Gandum-ganduman/ Cereals Oil se eds,grains,seeds and fruit Minyak dan lemak, malam hewani/nabati/ Fats and oils, animal or vegetable waxes Sugar and sugars convectionery Olahan dari gandum-gan duman, tepung, pati atau susu, produk industri kue/ Preparations of cereals, flo ur, starch or milk, pastrycooks products Tembakau / Tobacco Garam, belerang, tan ah, dan batu, plester, kapur dan semen/ Salt, sulphur, earth and stone, plasteri ng materials, lime and cements Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk su lingnya, bahan mengandung bitumen, malam mineral/ Mineral fuels, mineral oils an d products of their distillation, bitumenous substances, mineral waxes. Bahan ki mia anorganik / Inorganic chemicals Bahan kimia organik/ Organic chemicals Sabun , preparat pencuci, preparat pelumas, malam tiruan, lilin/ Soap, washing prepara tions, lubricating preparations, artificial waxes, candles Aneka produk kimia/ M iscellanous chemical products Plastik dan barang dari plastik/ Plastics and arti cles thereof Karet dan baranag dari karet/ Rubber and articles thereof Kayu dan barang dari kayu, arang kayu/ Wood and articles thereof Pulp dari kayu/ kertas / Pulp of wood/ paper Kertas, barang dari pulp kertas / Paper, articles of paper pulp Man made filaments 24 25 27 471 616 058 5 905 917 28 29 34 6 674 250 84 453 110 396 143 788 2 029 429 3 684 008 2 449 588 678 309 0 0 165 1 60 472 2 770 519 23 246 214 275 210 079 2 128 990 5 976 656 4 119 013 905 191 0 0 112 2 52 171 38 39 40 44 47 48 54 Banten Dalam Angka 2008 253

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 0 0 0 94 858 749 0 369 842 959 11 832 700 0 43 9 405 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 0 0 0 1 851 030 0 114 542 409 19 119 669 0 190 970 Kode/ Code (1) 60 61 62 68 70 72 73 78 84 Komoditi Commodity (2) Kain rajutan / Knitted fabrics Barang dan perlengkapan pa kaian, rajutan atau kaitan/ Articles of apparel and cloting accessories, knitted and crocheted perlengkapan pakaian tidak dirajut/ Barang dan Articles of appare l and cloting accessories, not knitted Articles of stone,cement,mica Kaca dan ba rang dari kaca/ Glass and glassware Besi dan baja/ Iron and steel Barang dari be si atau baja/ Articles of iron or steel Timah hitam dan barang terbuat dari tima h hitam/ Lead and aricles thereof Reaktor nuklir, ketel uap, mesin dan pesawat m ekanik, bagiannya/ Nuclear reactor, boilers, machinery and mechanical appliances , parts thereof Mesin dan alat listrik, serta bagiannya, pesawat perekam/ reprod uksi suara, gambar dan suara untuk televisi, dan bagiannya/ Electrical machinery and equipment and parts thereof, sound recorders and reproducers, television im age and sound recorders and reproduers, and parts Railway loc.,tramway track and part Vehicles other than railway Kapal, bahtera dan bangunan terapung/ Ship, bo ats, and floating structure Alat dan aparat optik, fotografi, sinematografi, uku r, peneliti, presisi, kedokteran dan bedah, bagian dan perlengkapannya/ Optical, photographic, sinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgi cal instruments and apparatus, parts and accessories thereof Jam dinding, jam ta ngan dan bagiannya/ Clocks, watches and parts Perabot rumah, kasur tempat tidur, lampu dan perlengkapan penerangan, isyarat iluminasi, papan nama iluminasi, ban gunan prefabrikasi/ Furniture, bedding, mattresses, mattress suports, cushions a nd similar stuffed furnishings, lamps and lighting fittings not elsewhere specif ied or included, illuminated sign, illuminated name plates and the like, prefabr icated buildings Jumlah/Total 85 281 490 1 428 250 86 87 89 90 0 0 3 789 121 0 0 501 485 1 215 22 640 91 94 0 0 1 684 389 4 021 268

1 680 118 361 579 864 006 Banten Dalam Angka 2008 254

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.7 Table Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Banten Number of Restaurant in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Restoran/ Restaurant (2) Rumah Makan /Cafe (3) 5 35 33 169 216 152 146 74 373 404 337 358 Sumber: Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Provinsi Banten Souce : Tourism, Art a nd Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 255

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.1.8 Table Jumlah Desa Yang Mempunyai Pasar di Banten Number of Vilages Which Have Market i n Banten 2006 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality Pasar Bangunan Permanen / With Permanent Building (2) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten Sumber: Podes SE-06, BPS Souce : Villages Potential 06, BPS Pasar Tanpa Bangunan Permanen/ Not With Permanent Building (3) Supermarket/Pasar Swalayan/Toserba Supermarket (4) 26 29 65 44 22 33 32 29 11 8 110 28 20 6 190 32 3 151 75 14 246 Banten Dalam Angka 2008 256

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.2.1 Table Banyaknya Hotel Berbintang dan Tidak Berbintang Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Classified and Non Classified Hotel by Regency/Municipality in Banten 2007 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 2007 2006 2005 2004 2003 Hotel Berbintang Classified (2) Hotel Tidak Berbintang Non Classified (3) Jumlah Total 8 1 15 53 19 2 68 61 19 3 83 6 7 37 39 35 35 27 20 16 178 185 115 115 122 26 23 215 224 150 150 149 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 257

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.2.2 Table Banyaknya Hotel, Kamar dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Hotel, Rooms and Beds of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2007 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 2007 2006 2005 2004 2003 Hotel Hotel (2) Kamar Rooms (3) Tempat Tidur Beds (4) 61 19 3 83 1 294 292 268 1 520 1 087 845 1 703 1 622 26 23 215 224 150 150 149 854 1 294 5 522 7 730 5 070 5 070 5 036 4 912 1 087 11 256 13 111 8 596 8 596 8 527 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 258

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.2.3 Table Banyaknya Tenaga Kerja Kejuruan dan Non Kejuruan Hotel/Pariwisata pada Hotel Men urut Kabupaten/Kota di Banten Number of Hotel/Tourism Educational Workers and No n of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2007 (Orang/Person) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Tenaga Kerja Kejuruan Educational Workers (2) Tenaga Kerja Non Kejuruan Non Educational Workers (3) 59 8 340 230 569 123 68 964 295 106 1 038 1 033 1 033 965 547 824 526 3 074 3 096 3 096 3 093 2 725 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 259

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.2.4 Table Banyaknya Tamu Nusantara dan Tamu Mancanegara Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Domestic Guest and Foreign Guest at Hotel by Regency/Municip ality in Banten 2007 (Orang/Person) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Tamu Nusantara Domestic Guest (2) Tamu Mancanegara Foreign Guest (3) 131 594 64 386 7 278 311 698 9 120 11 43 628 14 855 236 404 125 064 876 424 876 528 876 528 873 295 930 943 68 704 3 658 139 976 140 276 140 276 86 438 51 803 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 260

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.3.1 Table Jumlah Objek Wisata Menurut Lokasi di Banten Number of Tourism Object by Locatio n in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Wisata Marina Pantai Beach (2) Wisata Tirta Swimming Pool (3) Wisata Sejarah Historical Tour (4) Suaka Alam Wild Life Pie Serve (5) Jumlah Total (6) 10 12 3 7 10 2 1 24 21 5 18 25 27 40 3 25 18 46 30 11 48 48 48 16 3 10 10 13 4 22 126 119 134 90 Sumber: Dinas Pariwisata, Seni dan budaya Provinsi Banten Souce : Tourism, Art a nd Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 261

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.3.2 Table Jumlah Museum, Situs Purbakala dan Bangunan Bersejarah di Banten Number of Museu m, Old Site and History Building in 2007 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 Museum Museum (2) Situs Purbakala Old Site (3) Bangunan Bersejarah History Building (4) Makam Sejarah History (5) 1 13 4 6 2 21 6 1 22 8 3 11 1 1 1 1 25 25 25 25 28 28 28 28 1 8 53 53 53 53 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 262

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.3.3 Table Jumlah Pengunjung dan Nilai Penjualan Karcis Tempat Rekreasi/Taman Hiburan di Ba nten Number of Visitors and Receipts of Recreation Resorts in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Tempat Rekreasi Recreation Ground (2) Pengunjung / Penonton Visitors (Orang / Person) (3) Penjualan Karcis Receipts (Rp) (4) 8 30 16 49 16 756 704 38 826 1 404 611 57 869 2 194 284 000 21 589 000 781 027 250 13 676 000 Sumber: Dinas Pariwisata, Seni dan budaya Provinsi Banten Souce : Tourism, Art a nd Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 263

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Tabel 7.3.4 Table Jumlah Unit Wisata, Pengunjung Dan Penjualan Karcis Menurut Kabupaten Dan Objek Wisata Di Banten Number of Tourism Unit, Visitors and Receipts by Regency/Munici pality and Tourism Object in Banten 2007 Objek Wisata / Tourism Object Kabupaten/Kota Regency/Municipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2 003 5 25 25 27 40 10 12 (2) Wisata Pantai Marina Beach Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (3) Penjualan Kar cis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (4) Unit Unit (5) Wisata Tirta Swimming Pool Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (6) Penjualan Kar cis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (7) 3 7 362 249 397 544 578 193 1 301 794 791 011,5 1 251 360 849 917 500 10 386 000 3 43 36 46 30 370 970 102 039 14 176 1 902 988 784 255 873 18 000 000 1 600 000 Banten Dalam Angka 2008 264

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Objek Wisata / Tourism Object Wisata Sejarah Historical Tourism Pengunjung Visit ors (Orang/ Person) (9) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (10) Sua ka Alam Wild Life Pie Serve Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (12) Penjualan K arcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (13) Kabupaten/Kota Regency/Munivipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2 003 11 48 48 48 16 10 2 (8) Unit Unit (11) 1 9 600 123 9 757 688 1 088 344 9 320 548 6 000 6 000 1 690 000 3 10 10 13 4 57 951 61 148 6 425 10 910 6 451 70 391 2 735 000 Banten Dalam Angka 2008 265

Bab VII Perdagangan, Hotel dan Pariwisata

Lanjutan Continued Jumlah / Total Kabupaten/Kota Regency/Munivipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1. Pand eglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2 006 2005 2004 2003 30 126 119 134 90 10 391 252 10 358 439 1 687 138 10 635 154 589 204 746,5 1 584 124 870 652 500 13 676 000 24 21 (14) Pengunjung Visi rang/ Person) (15) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (16) Sumber: Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Provinsi Banten Souce : Tourism, Art a nd Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 266

Transportation

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi 8.1.Perhubungan Darat Panjang jalan Provinsi dan jalan negara di Provinsi Banten pada akhir tahun 2007 adalah 1.379,410 km. Berdasarkan pengelolaannya, 35,55 pe rsen jalan negara dan 64,45 persen jalan provinsi. Jalan negara seluruhnya sudah diaspal, demikian pula dengan jalan provinsi seluruhnya sudah diaspal. Dari sel uruh jalan yang dikelola baik jalan Provinsi maupun negara, hanya 623,520 km (54 ,80 persen) dalam kondisi baik, sepanjang 429.890 km (35,73 persen) dalam kondis i sedang dan sisanya 326 km jalan negara dan Provinsi atau 9,47 persen dalam kon disi rusak. Jalan negara kelas II sebesar 23,15 persen, kelas IIIA sebesar 13,08 persen, kelas IIIB sebesar 56,67 persen dan tidak dirinci sebesar 7,10 persen. Sedangkan jalan Provinsi kelas IIIA sebesar 8,41 persen, kelas IIIB sebesar 22,0 9 persen dan sisanya 69,49 persen kelas yang tidak dirinci. Jumlah kendaraan ber motor yang terdaftar di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Provinsi Ban ten pada akhir tahun 2007 sebanyak 1.518.676 unit. Terdiri dari kendaraan sedan sebanyak 43.352, jeep sebanyak 13.304, minibus sebanyak 138.367, mikro bus seban yak 4.173, truk sebanyak 51.975, kendaraan alat berat sebanyak 68 Banten Dalam Angka 2008 8.1. Land Transportation. The total length of the province and national roads in Banten Province for the 2007 reached 1,379.410 km. Based on the management otor ization 35.55 percent of them was under state responsibility and 64.45 percent w as under provincial responsibility. All of the roads that under the state respon sibility were asphalted, as well as the roads which under the provincial respons ibility were asphalted . From all of the roads wether under the provincial or th e state responsibility, only 623.520 km (54.80 percent) are in well condition, a round 429.890 km (35.73 percent) are sufficient or moderate, and around 326 km ( 9.47 percent) are in damage condition. The roads that under the state responsibi lity can be classified into classes, which are class II (23.15 percent), Class I II-A (13.08 percent), class III-B (56.67 percent) and 7.10 percent are not class ified yet. While the roads that under the provincial responsibility can be class ifiend into: class III-A (8.41 percent), class III-B (20.09 percent), and 69.49 percent are not classified yet. Number of motor vehicle that had been recorded i n transportation agency was 1,518,676 units. That are 43,352 units are passenger cars, 13,304 269

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi dan kendaraan roda dua sebanyak 1.267.437. Jenis-jenis kendaraan terbagi dalam k ategori umum (sebanyak 31.617 unit), non umum (sebanyak 206.250 unit), objek (se banyak 1.267.437 unit terdiri dari roda dua). Berdasarkan sumber yang dihimpun d ari Polda Provinsi Banten, SIM yang dikeluarkan di Provinsi Banten selama tahun 2007 sebanyak 79.215. Pada tahun 2007 jumlah perpanjangan SIM menurun sebesar 18 ,10 persen, dan pembuatan SIM baru meningkat sebesar 9,33 persen. Selama tahun 2 007 banyaknya penerbitan STNK bagi kendaraan baru sebanyak 75.037 unit, pindah d aerah sebanyak 2.136 unit, dan pengesahan sebanyak 32.251 unit. Selama kurun wak tu 2006 2007, jumlah kecelakaan lalulintas mencapai 743 kasus. Jumlah kecelakaan lalulintas selama kurun waktu tersebut cendrung naik, yakni sebesar 4,12 persen . Kenaikan jumlah kecelakaan lalulintas selama tahun 2007 telah mengakibatkan ko rban meninggal sebesar 23,09 persen, korban luka berat sebesar 36,33 persen dan korban luka ringan sebesar 40,58 persen. Units are jeeps, 138,367 units are mini buses, 4,173 units are micro buses, 51,9 75 units are trucks, 68 units are heavy duty vehicle and 1,267,437 units are mot orcycles. Those vehicle can be divided into two categories. There were 31,617 un its are public category, and 206,250 units are non public (private) category, 1, 267,437 units are object that was motorcycles. Acoring to the Regional Police of Banten province, the published driver license during the 2007 is 79,215. Meanwh ile, the renewal driver license was decrease around 18.10 percent compare to tho se of previous year, and the new driver license are increase 9.33 percent. There were 75,037 unit registration vehicle number (STNK) published for the new vehichle during the 2007, and 2,136 units are move to other regional responsibil ities, and 32,251 units are apporoval. From 2006 until 2007, the number of traff ic accident was 743 cases. Those accidents showed the increasing trend: 2006 - 2 007 e.i increase 4.12 percent. The increase of those trafic accident coused died victims around 23.09 percent, 36.33 percent were heavy wounded, and 40.58 perce nt were light wounded. Banten Dalam Angka 2008 270

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Jumlah kerugian materi pada kecelakaan lalu lintas selama tahun 2007 diperkiraka n mencapai 1,9 milyar rupiah. Jumlah kerugian tertinggi terjadi di Jl. Tol Jakar ta Merak Km 47 - 98 sebesar 40,20 persen. Sedangkan berdasarkan Kabupaten/Kota k erugian tertinggi terjadi di Kota Cilegon sebesar 26,92 persen, Kabupaten Pandeg lang 21,18 persen dan Lebak sebesar 6,29 persen. Jumlah penumpang kereta api di 21 stasiun yang ada di wilayah Banten selama tahun 2007 mencapai 5.870.902 orang (turun 5,63 persen), dengan jumlah penumpang terbanyak berada di stasium Parung Panjang yang mencapai 1.375.805 orang atau 23,43 persen dan stasiun rangkas Bit ung 1.319.530 orang atau 22,48 persen. Sedangkan jumlah penumpang tertinggi sela ma tahun 2007 terjadi pada bulan Juli sebanyak 559.354 orang. Selama tahun 2007 jumlah angkutan barang kereta api dari jenis komoditi yaitu Batubara, mencapai t otal 367.968 ton (turun 19,76 persen). Berdasarkan sumber yang diperoleh dari PT .Kereta Api (Persero) Unit Stasiun Serang, berdasarkan total penumpang selama ta hun 2007 sebanyak 99.026 orang diperoleh pendapatan sebesar Rp. 406.696.500,-. S elama tahun tersebut, jumlah penumpang tertinggi terjadi pada bulan Oktober yang mencapai 10.18 persen. Banten Dalam Angka 2008 The suffering a financial lost of traffic accident in 2007 was 1.9 billion rupia hs. The highest financial lost happened at km 4798 Jakarta-Merak toll road. Mean while ,if shown by region, the highest financial lost happened in Cilegon (26.92 percent), Pandeglang (21.18 percent) and Lebak (6.29 percent) The Number of railways passengers at 21 stations in Banten province are 5,870,90 2 passengers (decrease 5.63 percent). Parung Panjang station is the most crowded station (1,375,805 passengers or 23.43 percent) compare to the other stations, while Rangkasbitung station has 1,319,530 passengers (22.48 percent). The crowde d passengers had been occurs in July 2007 (559,354 passengers). In 2007 railways freight transportation of coals is 367,968 ton (decrease 19.76 percent). Branch of Railways Company of Indonesia (P.T. Kereta Api Indonesia) at Serang st ation inform thats in 2007 had embarked passengers around 99,026 persons, and get amount Rp 406,696,500,-. During 2007, the crowded passengers had been occurs in October, 2007 (10.18 percent). 271

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Pendapatan terbesar pada bulan Oktober sebesar 10,34 persen. Pendataan yang dila kukan di Stasiun Serang, menunjukan jumlah barang selama tahun 2007 sebanyak 7 t on diperoleh pendapatan sebesar Rp. 585.500,-. Selama tahun tersebut, jumlah bar ang terbanyak terjadi pada bulan Oktober yang mencapai 19,71 persen dan total pe ndapatan sebesar 23,23 persen. While the highest income had been occurs in October 07 e.i about 10.34 percent. I n 2007, the number of railways freight transportation is 7 ton, and get amount R p. 585,500,-. During that year the highest loaded had been occurs in October, 20 07 (19.71 percent), and get amount 23.23 percent of the total amount of the 2007s . 8.2. Air Transportation. 8.2 Perhubungan Udara Pada tahun 2007, jumlah pesawat y ang datang mengalami penurunan sedangkan yang berangkat serta jumlah penumpang d omestik yang datang dan berangkat mengalamai kenaikkan dari tahun 2006, yakni pe sawat yang datang penurunannya sebesar 0,76 persen. Sementara pesawat yang beran gkat naik sebesar 2,81 persen, penumpang yang datang naik 2,97 persen, dan penum pang yang berangkat sebesar 8,91 persen. Sama seperti pada penerbangan domestik, banyaknya penerbangan internasional pada tahun 2007 juga mengalami penurunan da ri tahun 2006, yakni pesawat yang datang turun sebesar 3,51 persen, pesawat yang berangkat naik 1,40 persen, sedangkan jumlah penumpang internasional yang datan g naik sebesar 11,59 persen dan Banten Dalam Angka 2008 In 2007, arrival number of domestic flight aircraft has been decreased, on the o ther hand the departure number has been increased compare to those of the previo us year. The decreasing percentage of domestic fight aircraft arrival is 0.76 pe rcent, and increasing percentage of domestic aircraft departure is 2.81 percent. Meanwhile, number of domestic passengers arrived and domestic passengers embark ed also increased. There are domestic passenger arrived increase 2.97 percent, a nd domestic passengers embarked increase 8.91 percent. Like the domestic aircraf t, the international aircraft in 2007 has also been decreased compare to the pre vious year. Arrival Number of international aircraft decreased 3.51 percent comp are to previous year, and the departure number of international aircraft increas ed 1.40 percent. Mean while, number of international passengers arrived 272

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi penumpang yang berangkat naik sebesar 11,57 persen. Selama tahun 2007 banyak nya barang dan pos paket domestik yang dimuat dan dikirim mengalami peningkatan dar i tahun 2006 sebesar 16,35 persen. Untuk pos paket yang dimuat mengalami kenaika n sebesar 6,23 persen, peningkatan jumlah barang yang dimuat sebesar 15,76 perse n dan peningkatan paket pos dan barang yang dibongkar masing-masing sebesar 15,3 0 persen dan 5,10 persen. Rata-rata barang yang di muat selama tahun 2007 untuk se tiap bulannya adalah 11.633.154 kg, barang yang dibongkar sebesar 5.344.403 k g, pos paket yang dimuat sebesar 397.585 kg dan pos yang dibongkar sebesar 168.7 71 kg. Secara total barang dan pos paket internasional yang dimuat selama tahun 2007 mengalami peningkatan dibandingkan dengan keadaan tahun 2006 sebesar 30,94 persen. Untuk pos paket yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 12,19 persen d an yang dibongkar mengalami peningkatan sebesar 14,34 persen. Peningkatan jumlah barang yang dimuat adalah sebesar 30,04 persen dan jumlah barang yang dibongkar mengalami peningkatan sebesar 44,53 persen. increase 11.59 percent, and international Passengers embarked increased 11.57 pe rcent. In 2007 number of goods and domestic package post were increase 16.35 per cent. Number of package post had been loaded was decreased 6.23 percent, number of goods had been loaded was increased 15.76 percent. Package post had been unlo aded was increased 15.30 percent and 5.10 percent for goods. Average of goods had been loading is 11,633,154 kg monthly, goods had been unloa ding is 5,344,403 kg monthly. Package post had been loading is 397,585 monthly, and unloading is 168,771 kg. Goods and international package post had been loading increased 30.94 percent co mpare to the previous year. International package post had been loading increase d 12.19 percent and unloading increased 14.34 percent. Increasing of goods had b een loading is 30.04 percent, and goods had been unloading increased 44.53 perce nt. Banten Dalam Angka 2008 273

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi 8.3 Perhubungan Laut Data angkutan penyeberang an di pelabuhan Banten merupakan salah satu dari kegiatan usaha jasa kepelabuhan yang diberikan oleh pelabuhan um um di Indonesia. Pe labuhan umum menurut statusnya dibedakan antara pelabuhan um um yang diusahakan dan pelabuhan umum yang tidak diusahakan. Secara umum jumlah trip angkutan penyeberangan di pelabuhan Banten pada tahun 2007 mengalami penuru nan dibandingkan dengan tahun 2006. untuk jumlah trip, tahun 2007 terjadi sebany ak 2.490 trip untuk kapal cepat Bakauheni dan 21.271 trip untuk kapal Ro-ro. Jum lah penumpang kapal Ro-ro untuk tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 12,52 per sen dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk kapal cepat terjadi penurunan dari 24 6.960 orang penumpang pada tahun 2006 menjadi hanya 164.536 penumpang di tahun 2 007 (turun 33,38 persen). Jumlah kapal yang bersandar di pelabuhan Banten pada t ahun 2007 sebanyak 2.082 kapal Asing dan 2.861 kapal domestik dengan jumlah bara ng yang dibongkar sebanyak 34.478.504 ton dan barang yang dimuat sebesar 6.107.1 63 ton. 8.3. Sea Transportation. Ferry transportation is one of many activities of the p ort services. The service is giving by company of general port of Indonesia. Gen eral port by status divided into two categories. There are exploited general por t and unexploited general port. In 2007 number of trips of ferry transportation Banten decrease compare to the p revious year. Number of trips of speed boat is 2,490 trips, and 21,271 by regula r ferry. Number of passengers of regular ferry had been decreased 12.52 percent, while number of passengers of speed boats was decrease 33.38 percent (from 246, 960 passenger became 164,536 passengers). In 2007 number of ships that lean at ports in Banten is 2,082 foreign ships, and 2,861 domestic ships. The goods was unloaded at ports in Banten is 34,478,504 t on, and the goods was loaded at ports in Banten is 6,107,163 ton. Banten Dalam Angka 2008 274

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Grafik 8.1. Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Banten Tahun 2 007 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 jan feb mar apr mei juni juli agust sept okt nov de s kecelakaan meninggal luka berat luka ringan Grafik 07 10.000 gt Feb Banten 275 8.2. Banyaknya Penerbangan Yang Datang di Bandara Soekarno-Hatta Tahun 20 9.000 8.000 7.000 Penerbangan 6.000 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000 0 Apr A Mei Domestik Internasional Nop Mar Juni Des Juli Sep Okt Jan Dalam Angka 2008

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Grafik 8.3 Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandar a Soekarno-Hatta 2005-2007 140.000.000 120.000.000 100.000.000 80.000.000 60.000.000 40.000.000 20.000.000 0 2005 2006 2007 Bongkar Muat Grafik 8.4 Banyaknya Surat Yang Dikirim Menurut Jenis Surat 2007 Standar Dinas Bebas bea Wesel Pos Tercatat Paket Pos Kilat Khusus Kartu Pos Banten Dalam Angka 2008 276

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.1 Table Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang Berwenang, Jenis Permukaan, Kondis i Jalan dan Kelas Jalan di Banten Length of Type of Surface, Condition and Categ ory of Road by Level of Government in Banten 2007 (Km/Kms) Status Jalan/Road Level Negara State (2) 490,40 0,00 0,00 0,00 490,40 350,07 98, 03 42,30 0,00 490,40 0,00 113,53 0,00 64,13 277,89 0,00 34,85 490,40 Provinsi Pr ovince (3) 889,01 0,00 0,00 0,00 889,01 273,45 394,96 220,60 0,00 889,01 0,00 0, 00 0,00 74,78 196,42 0,00 617,31 889,01 Uraian Description (1) I. Jenis Permukaan/ Surface Condition a. Diaspal/Asphalte d b. Kerikil/Gravel c. Tanah/Land d. Tidak Dirinci/ Unclassificated Jumlah / Tot al II. Kondisi Jalan/ Road Condition A. Baik / Good B. Sedang / Moderate C. Rusa k / Damage D. Rusak Berat / Seriously Damage Jumlah / Total III. Kelas Jalan/ Ro ad Class A. Kelas I / Class I B. Kelas II / Class II C. Kelas III / Class III D. Kelas IIIA / Class IIIA E. Kelas IIIB / Class IIIB F. Kelas IIIC / Class IIIC G . Kelas Tidak Dirinci /Unclassificated Jumlah / Total Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang ProvinsiBanten Source : Road Maintenanc e And Estate Arrangement Offices Of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 277 277

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.2 Table Data Ruas Jalan Nasional dan Provinsi di Banten Data of National and Province Au thority Road in Banten 2007 Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) La pis Permukaan (7) Nomor Ruas Ruas Jalan Number Road by Section of section (1) (2) I. Serang dan Ci legon Nasional/National 001. 001.11K 001.12K 002. 002.11K 002.12K 002.13K 002. 1 4K 002.15K 003.11K 003.12K 026.1 026.11K Cilegon - Merak Jl. Raya Cilegon (Cileg on) Jl. Raya Merak Serang - Cilegon Jl. Maulana Yusuf(Serang) Jl. SA Tirtayasa ( Serang) Jl. Mayor Safe) (Serang) Jl. Raya Cilegon (Serang) Jl. Raya Serang (Cile gon) Jl. Ahmad Yani (Serang) Jl. Sudirman (Serang) Cilegon - Pasauran Jl. Raya A nyer (Cilegon) N N N N N N N N N N N N N N A A A A A A A A A A A K-1 K-1 K-1 II II II II II II II II II II II IIIB IIIB 8,02 1,48 3,00 6,42 0,45 0,55 0,80 6,15 3,73 1,65 4,40 38,92 3,50 34,85 113,92 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hot mix Hotmix Hotmix Serdang - Bojonegara 127 Merak Jalan Nasional Serang dan Cilegon/ National Rod i n Serang and Cilegon Provinsi/Province 029 029.14K 029.15K 029.16K 082 128 129 1 55 156 169 Serang - Cadasari Jl. Tb. A. Khatib (Serang) Jl. Yumaga (Serang) Jl. Raya Pandeglang (Serang) Cikande - Citeras Pakupatan - Palima Palima - Pasang Te neng Terate Banten Lama Banten Lama Pontang Ciruas Pontang P P P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 IIIA IIIA IIIA IIIA 14,22 0,65 0,80 0,73 18,10 10,50 40,90 11,50 16,20 14,80 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Lapen-Hotmix Banten Dalam Angka 2008 278 278

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 182 168 186 174 176 177 178 179 180 181 187 188 175 183 184 170 157 185 Ruas Jalan Road by Section (2) Sempu - Dukuh Kuwung Jal an Parigi - Sukamanah Kramatwatu - Tonjong Jl.Trip Jamaksari Jl.Ayip Usman Lopan g - Banten Lama Jl. KH. Abdul Fatah Hasan Jl.Abdul Hadi Jl. Lingkar Selatan (Jl. TB Suwandi) Jl. Letnan Jidun Simpang Taktakan - Gn. Sari Gunung Sari - Mancak A nyer Kemang - Kaligandu Jl.Veteran Serang Jl. KH.Syamun Serang Ciruas-Petir - Wr. Gunung (sorok) Pontang - Kronjo (Pontang - Tanara) Jl. Yasin Beji Status Status (3) P P P P P P P P P P P P P P P P P P Fungsi Functi on (4) Kelas class (5) Pan jang Length (Km) (6) 10,70 25,60 4,80 1,35 2,27 7,70 1,75 0,71 3,70 0,70 13,50 2 2,00 1,90 0,80 0,58 19,50 12,80 3,00 261,76 Lapis Permukaan (7) Hotmix Hotmix Ho tmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmi x Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Jalan Provinsi Serang dan Cilegon/ Province Road in Serang and Cilegon Banten Dalam Angka 2008 279 279

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) Lapis Permukaan (7) II. Pandeglang Nasional/National 026.2 027.1 027.2 028 028.11K 0.28.12K 030.11K 030.12K 093 115 Labuhan - Pasauran Labuhan - Sp. Labuhan Sp. Labuhan - Saketi Pa ndeglang - Saketi Jl. Abdulrahim (Pdg) Jl. Raya Labuhan (Pdg) Jl. Mayor Widagdo (Pdg) Jt. Raya Rangkasbitung (Pdg) Sp. Labuhan - CibaRung N N N N N N N N N N K1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA II IB IIIB 16,60 3,65 17,10 17,60 0,20 3,02 0,25 3,39 49,27 43,92 155,00 Hotmix Hot mix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Cibaliung - Cikeusik Binuangeun Jalan Nasional Pandeglang/ National Road in Pand eglang Provinsi/Province 029 029.11K 029.12K 029.13K 032 099 189 191 Cadasari - Pandeglang Jl. Tb. Asnawi (Pandeglang) Jl. Ahmad Yani (Pandeglang) Jl . Raya Serang (Pandeglang) Saketi - Picung Cibaliung - Sumur Cigadung Cipacung M angger Mandalawangi - Caringin P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 IIIA IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB 4,51 0,20 3,01 0,40 17,05 20,31 10,50 28,70 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Lapen,Hotmix Banten Dalam Angka 2008 280 280

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 190 192 193 196 194 195 Ruas Jalan Road by Section (2) Saketi - Ciandur Jl. Jendral A.Yani (Labuan) Picu ng - Munjul Munjul - Cikeusik Munjul - Panimbang Ciseuket - Sobang - Tela Status Status (3) P P P P P P Fungsi Functi on (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) 0,40 1,10 16,60 16,10 20,20 12,10 151,18 Lapis Permukaan (7) Hotmix Rigid,Hotmix Hotmix Hotmix,Lapen Hotmix Lapen Jalan Provinsi Pandeglang/ Province Road in Pandeglang Banten Dalam Angka 2008 281 281

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) III. Lebak Nasional/National 030 030.13K 031. 0 31.11K 031.12K 033 034 119.2 Pandeglang - Rangkasbitung Jl. Raya Pandeglang (Rks ) Rangkasbitung - Cigelung Jl. Sunan Kalijaga (Rks) Jl. Raya Cipanas (Rks) Simpa ng - Muara Binuangeun Simpang - Bayah Bayah - Cibareno - Bts Jabar Jalan Nasiona l Lebak/ National Rod in Lebak Provinsi/Province 032 035 036 082 082.11K 082.12K 087.2 149 167 Saketi Simpang Bayah Cikotok Gunung Madur - Pulau Manuk Citeras R angkasbrtung Jl. By Pass (Rangkasbftung) Jl. Raya Cikande (Rks) Cikotok - Bts. J abar Cipanas - Warung Banten Maja - Koleang P P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K2 K-2 K-2 K-2 IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB 44,93 13,86 4,42 4,10 3,98 1,32 25,0 3 59,00 16,40 Hotmix Hotmix N N N N N N N N K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB 14,26 3,20 39,23 1,60 2,20 16,94 33,69 33,48 144,60 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas class (5) Panjang Len gth (Km) (6) Lapis Permukaan (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Banten Dalam Angka 2008 282 282

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 170 171 172 173 Ruas Jalan Road by Section (2) Ciruas - Petir - Wr.Gunung (Sorok - Wr.Gunung) Wa rung Gunung - Gn. Kencana Gn Kencana Malingping Gunung Kencana - Banjarsari Statu s Statu s (3) P P P P Fungsi Functio n (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) 6,10 49,20 34,70 10,50 273,54 Lapis Permukaan (7) Hotmix Hotmix Hotmix Jalan Provinsi Lebak/ Province Road in Lebak Banten Dalam Angka 2008 283 283

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) IV. Tangerang Nasional/National 003. 003.13K Ta ngerang-Serang N N N N A A A K-1 II II II II 52,82 7,39 7,45 9,22 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Fungsi Functi on (4) Panjang Length (Km) (6) Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Kelas class (5) Lapis Permukaan (7) Jl. Raya Serang (Tangerang) Jl.Daan Mogot 004.11 (Tangerang-Bts.DKI) Ciputat -Bo gor(Bts.DKI07.1 Gandaria/Bts,Bogor/Tan gerang) Jalan Nasional Tangerang/ Nationa l Rod in Tangerang 100 Ciputat Ciledug Jl. Raya Jombang (Ciledug) Jl. Raya Jomba ng (Ciputat) Jl. Aria Putra (Ciputat) Jl. H. Usman (Ciputat) Tangerang - Serpong Bte. Bogor Jl. Raya By Pass (Tangerang) Jl. Raya Serpong (Tangerang) 76,88 P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB I IIA IIIA IIIA 4,02 4,04 2,08 4,50 0,46 15,10 4,07 4,24 Hotmix Hotmix Hotmix Hotm ix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix 100.11K 100.12K 100.13K 100.14K 101.1 101.11K 101.12K Banten Dalam Angka 2008 284 284

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 102 102.11K 103.11K 103.12K 104 104.11K 104.12K 154 158 159 160 164 165 163 161 Ruas Jalan Road by Section (2) Sp. Bitung Curug Jl. Beringin Raya (Tangerang) Jl . Raya Cipondoh Jl. Raya Ciledug Ciputat Serpong Jl. Pajajaran (Ciputat) Jl. Pus pitek Raya (Ciputat) Curug - Parung Panjang Kronjo Mauk Mauk-Teluk Naga Teluk Na ga-Dadap Cisauk Jaha MalangnengahTigaraksa Karawaci-Legok Pamulang TimurSP.Gaplek Status Status (3) P P P P P P P P P P P P P P P Fungsi Functi on (4) K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 Kelas class (5) IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB Panjang Length (Km) (6) 5,02 1,70 9,50 7,40 4,25 3,09 2,94 11,82 11,40 20,40 8,5 0 11,60 15,60 8,50 1,80 Lapis Permukaan (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Rigi d ATB ATB+Rigid ATB+Rigid ATB+Rigid ATB+Rigid Hotmix+Rigid Banten Dalam Angka 2008 285 285

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 162 157 166 Ruas Jalan Road by Section (2) SP.Gaplek-Batas DKI Pontang Kronjo (Tanara-Kronjo ) Tigaraksa-Citeras Status Status (3) P P P Fungsi Functi on (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) 7,50 5,80 27,20 202,53 490,40 889,01 1 379,41 Lapis Permukaan (7) Hotmix+Rigid Hotmix+Rigid Hotmix+Rigid Jalan Provinsi Tangerang/ Province Road in Tangerang Total Jalan Nasional/ Total National Road Total Jalan Provinsi/ Total Province Road Jalan Nasional dan Prov insi/ National And Province Road Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang ProvinsiBanten Source : Road Maintenanc e And Estate Arrangement Offices Of Banten Province Keterangan / Notes: 1. Fungs i / Fuction A = Arteri K = Kolektor Status / Status : N = Nasional P = Provinsi L = Lokal 2. Jaringan Jalan Nasional di Provinsi Banten berdasarkan Kepmen Kimpraswil No. 376/KPTS/M/2004 3. Jaringa n Jalan Provinsi di Provinsi Banten berdasarkan SK Gubernur Banten No.761/Kep.8. Huk/2006 Banten Dalam Angka 2008 286 286

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.3 Table Daftar Penetapan Kelas Jalan di Banten List of Road Classification in Banten 200 7 Ruas Jalan Road by Section (1) Cilegon-Merak Jl. Raya Cilegon (Cilegon) Jl. Raya Merak (Cilegon) Serang-Cilegon Jl. Maulana Yusuf (Serang) Jl. Tirtayasa (Serang ) Jl. Mayor Safei (Serang) Jl. Raya Cilegon (Serang) Jl. Raya Serang (Cilegon) J l. A. Yani (Serang) Jl. Sudirman (Serang) Tangerang-Serang Jl. Raya Serang (Tang erang) Jl. Daan Mogot (Tangerang -Bts. DKI) Ciputat -Bogor-(Bts. DKIGandaria/Bts . Bogor/Tangerang) Jl. Mayor Widagdo (Pandeglang) Jl. Raya Rangkasbitung (Pandeg lang) Pandeglang-Rangkasbitung Jl. Raya Pandeglang (Rangkasbitung) Rangkasbitung -Cigelung Jl. Sunan Kalijaga (Rangkasbitung) Jl. Raya Cipanas (Rangkasbitung) Panjang Length (Km) (2) 8,02 1,48 3,00 6,42 0,45 0,55 0,80 6,15 3,73 1,65 4,40 5 2,82 7,39 7,45 9,22 0,25 3,39 14,26 3,20 39,23 1,60 2,20 Fungsi Function (3) Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arte ri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Status Status (4) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasiona l Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Kelas Class (5) II II II II II II II II II II II II II II II III A III A III A I II A III A III A III A Banten Dalam Angka 2008 287 287

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Ruas Jalan Road by Section (1) Cilegon-Pasauran Jl. Raya Anyer (Cilegon) LabuanPasauran Labuan-Sp. Labuan Sp. Labuan-Saketi Pandeglang-Saketi Jl. Abdulrahim (P andeglang) Jl. Raya Labuan (Pandeglang) Sp. Labuan-Cibaliung Cibaliung-CikeusikMuara Binuangeun Simpang-Muarabinuangeun Simpang-Bayah Bayah-Cibarenok-Bts. Prov . Jabar Serang-Cadasari Jl. Yumaga (Serang) Jl. Raya Pandeglang (Serang) Cikande -Citeras Cadasari Pandeglang Jl. TB. Asnawi (Pandeglang) Jl. Ahmad Yani (Pandegl ang) Jl. Raya Serang (Pandeglang) Citeras-Rangkasbitung Jl. Raya Cikande (Rangka sbitung) Panjang Length (Km) (2) 38,92 3,50 16,60 3,65 17,10 17,60 0,20 3,02 49,27 43,92 16,94 33,69 33,48 14,22 0,80 0,73 18,10 4,51 0,20 3,01 0,40 4,10 1,32 Fungsi Function (3) Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolek tor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Status Status (4) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Provinsi Provinsi Provins i Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Kelas Class (5) III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III A III A III A III A III A III A III A III A III A III A Banten Dalam Angka 2008 288 288

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Ruas Jalan Road by Section (1) Tangerang-Serpong-Bts. Bogor Jl. Raya By Pass (Ta ngerang) Jl. Raya Serpong (Tangerang) Saketi-Simpang (Saketi-Picung) Cibaliung-S umur Saketi-Simpang (Picung-Simpang) Bayah-Cikotok Gunung Madur-Pulau Manuk Ciko tok-Batas Jabar Ciputat -Ciledug Jl. Raya Jombang (Ciledug) Jl. Raya Jombang (Ci putat) Jl. Aria Putra (Ciputat) Jl. H. Usman (Ciputat) Sp. Bitung-Curug Jl. Beri ngin Raya (Tangerang) Jl. Raya Cipondoh Jl. Raya Ciledug Ciputat -Serpong Jl. Pa jajaran (Ciputat) Jl. Puspitek Raya (Ciputat) Curug-Parungpanjang Panjang Length (Km) (2) 15,10 4,07 4,24 17,05 20,31 44,93 13,86 4,42 25,03 4,02 4,04 2,08 4,50 0,46 5,02 1,70 9,50 7,40 4,25 3,09 2,94 11,82 Fungsi Function (3) Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 3 Kolek tor 2 Kolektor 2 Kolektor 3 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Status Status (4) Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provins i Provinsi Provinsi Provin si Provinsi Provinsi Provinsi Kelas Class (5) III A III A III A III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Source : Road Maintenan ce And Estate Arrangement Offices Of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 289 289

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.4 Table Jumlah Kendaraan Bermotor Objek Pajak di Banten Number of Tax Object Vehicles in Banten 2007 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan Umum/Public Sedan Sedan Buk an Umum/ Private sedan Jeep Obyek/Object Jeep Mini Bus Umum/Public Mini Bus Mini Bus Bkn Umum/Private Mini Bus Micro Bus Umum/Public Micro Bus Micro Bus Non Umu m/Private Micro Bus Truk umum/Public Truck Truk Non Umum/Private Truck Alat Bera t / Heavy duty Roda Dua Obyek/ Obj Motorcycle Jumlah /Total 2006 2005 2004 Potensi Awal Pre Potential (2) 6 924 33 962 12 471 18 738 105 893 2 258 1 752 1 014 46 975 48 1 051 679 1 281 714 1 044 275 1 044 275 751 694 Kendaraan Baru New Vehicles (3) 980 1 386 1 161 1 385 15 039 81 106 201 4 978 19 226 250 251 586 244 293 279 098 226 509 Mutasi Masuk In Mutation (4) 36 3 560 1 039 224 7 096 90 91 58 2 156 1 19 139 33 490 24 017 107 734 36 310 Daftar Ulang/ Registra tion (5) 5 201 24 139 9 149 15 191 90 483 1 686 1 026 941 38 460 70 741 260 927 606 842 839 689 030 625 997 Mutasi Keluar Out Mutation (6) 132 3 364 1 367 143 9 865 46 159 51 3 356 Potensi Akhir Final Potential (7) 7 808 35 544 13 304 20 204 118 163 2 383 1 790 1 222 50 753 68 29 631 48 114 30 871 31 587 41 036 1 267 437 1 518 676 1 281 714 1 044 275 973 477 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Source : Regi onal Finance and Asset Management Offices of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 290 290

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.5 Table Banyaknya Surat Ijin Mengemudi Yang Dikeluarkan oleh Kepolisian Daerah Banten Nu mber of Driving Certificate Was Produced by Police of Banten Region 2007 Jenis SIM Kind of Certificate (1) 1. SIM C Perpanjangan Add (2) 7 144 Surat Ijin/ Driving Certificate Baru New (3) 43 182 Jumlah Total (4) 50 326 2. SIM A 5 562 17 510 23 072 3. SIM B - I 1 832 2 687 4 519 4. SIM B - II Jumlah 2006 2005 2004 2003 609 15 147 18 494 44 300 34 296 15 430 689 64 068 58 602 23 174 6 868 32 138 1 298 79 215 77 096 67 474 41 164 47 568 Sumber : Polda Provinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 291 291

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.6 Table Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten Number of STNK Issued by Police of Banten Region 2007 Kendaraan Baru New Car (2) 5 637 4 454 4 912 5 267 5 803 5 973 6 533 7 139 6 835 6 869 8 764 6 851 75 037 67 720 80 089 54 003 39 702 Balik Nama Transfer Duties (3) 2 711 2 949 Pindah Daerah Mived to Another Place (4) 165 147 161 165 216 20 1 195 200 198 137 219 132 2 136 2 086 2 177 705 1 323 Hilang / Salinan Lost / Co py (5) 547 11 019 171 376 Pengesahan New Printing / Legalization (6) 2 521 1 955 2 266 2 608 2 799 2 915 3 038 3 107 2 791 2 859 2 955 2 437 32 251 157 529 32 7 00 32 615 41 468 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/Ma y Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopembe r/November Desember/December Jumlah /Total 2006 2005 2004 2003 Sumber : Polda Provinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 292 292

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.7 Table Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Banten Number of Accidents and Victims In Banten Region 2007 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/Ma y Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopembe r/November Desember/December Jumlah /Total 2006 2005 2004 2003 2002 Jumlah Kecelakaan Total Accidents (2) 26 18 22 23 27 28 32 48 35 49 40 31 379 36 4 195 145 133 123 Meninggal Deaths (3) 18 8 12 15 18 20 17 22 9 23 16 12 190 187 203 154 148 108 Korban (Orang) Victim(person) Luka Berat Luka Ringan Seriously Slightly Injured Injured (4) (5) 21 17 17 16 20 23 20 19 37 28 40 32 26 299 248 186 79 30 47 11 3 0 21 13 9 35 38 28 84 29 19 334 304 116 125 97 92 Sumber : Polda Provinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 293 293

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.8 Table Perkiraan Kerugian Materi Pada Kecelakaan Lalu Lintas Di Banten Material Lost Es timation of Accident in Banten 2003 2007 (Ribu/Thousand Rp) Kabupaten/Kota Regency/City (1) Kab/Reg. Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kota/ Mun. Tangerang Cilegon Jalan Tol JakartaMerak Km 47 98 A/B *) Banten 2003 (2) 2004 (3) 2005 (4) 2006 (5) 2007 (6) 25 500 110 950 127 850 23 000 77 000 85 650 32 500 75 700 1 887 350 89 750 416 700 000 123 800 000 72 000 73 650 106 350 000 72 650 336 950 105 100 290 750 211 500 391 700 498 800 2 549 550 529 750 000 791.000.000 1 967 600 000 Sumber : Polda Provinsi Banten Source : Police Official of Banten Province *) Pe nanganan kecelakaan di bawah Ditlantas Polda Banten tidak di bawah Polres Kabupa ten/Kota Banten Dalam Angka 2008 294 294

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.9 Table Jumlah Penumpang PT.KAI Daop I Jakarta di Banten Number of Train Passangers of P T. KAI Daop I Jakarta 2007 (Orang/Person) Bulan/Month Maret April March April (4) (5) 3 281 1 855 3 493 141 2 670 8 388 1 012 5 107 4 810 3 653 87 387 10 192 22 920 33 386 29 112 78 531 9 514 38 189 10 763 27 270 6 702 388 376 523 322 355 436 3 919 2 115 3 595 150 4 668 8 505 1 203 6 127 6 931 3 585 108 458 12 697 26 679 43 027 32 897 116 621 12 995 38 512 11 169 33 699 7 726 485 278 513 905 314 703 Stasiun Port (1) Merak Krenceng Cilegon Tonjong Baru Karangantu Serang Walantaka Cikeusal Catang Jambubaru Rangkasbitung Citeras Maja Tenjo Cileujit Rarungpanja ng Cisauk Serpong Sudimara Tigaraksa Pondokranji Jumlah /Total 2006 2005 Januari January (2) 4 306 2 689 3 695 147 2 901 10 894 1 465 8 100 6 724 3 826 1 30 365 12 557 23 872 38 856 24 945 93 790 10 804 36 708 8 686 32 741 7 564 465 6 35 473 370 300 769 Februari February (3) 2 467 1 427 2 653 133 1 947 7 636 785 4 927 3 290 2 847 69 665 7 676 16 525 22 371 19 744 52 535 8 092 33 321 6 528 19 641 4 229 288 439 3 97 967 275 997 Mei May (6) 3 976 2 096 3 865 264 3 410 9 151 1 417 6 542 6 940 3 550 106 132 13 313 27 612 47 166 33 792 122 971 13 820 47 036 13 636 34 871 6 836 508 396 553 857 329 043 Juni June (7) 4 214 2 207 4 181 259 4 336 9 712 1 454 6 429 6 896 3 650 108 484 13 126 28 749 43 915 35 367 124 984 13 498 45 488 14 621 35 526 6 692 513 788 52 1 776 342 250 Banten Dalam Angka 2008 295 295

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Stasiun Port (1) Merak Krenceng Cilegon Tonjong Baru Karangantu Serang Walantaka Cikeusal Catang Jambubaru Rangkasbitung Citeras Maja Tenjo Cileujit Rarungpanja ng Cisauk Serpong Sudimara Tigaraksa Pondokranji Jumlah /Total 2006 Juli July (8) 5 070 3 015 4 303 273 3 571 9 910 1 488 7 108 7 052 3 605 121 829 14 069 27 962 49 108 38 581 134 976 15 197 51 934 16 039 36 755 7 509 559 354 57 8 201 Agustus August (9) 4 449 1 871 3 822 131 3 100 8 596 1 128 5 862 5 810 3 663 114 258 13 375 28 362 47 537 38 889 129 857 14 897 30 729 14 272 36 678 7 178 514 4 64 540 174 Bulan/Month September Oktober September October (10) (11) 4 204 8 103 1 981 3 82 3 132 2 314 8 106 1 135 5 057 4 899 2 909 107 146 13 728 26 005 47 128 40 846 13 3 827 14 967 49 143 13 014 64 186 7 168 551 718 537 204 3 681 4 848 242 4 676 10 527 1 700 7 498 6 113 3 517 143 163 16 066 31 153 45 382 36 785 135 423 15 385 55 574 13 790 38 803 8 746 591 175 551 554 Nopember November (12) 3 769 2 062 3 373 155 5 831 7 427 993 4 977 5 440 3 379 1 07 593 12 847 26 684 46 283 37 632 124 330 14 729 33 441 11 407 37 466 7 242 497 060 522 453 Desember December (13) 4 612 2 431 3 812 173 3 615 8 470 1 128 5 845 5 607 3 263 115 050 14 311 25 954 44 537 34 363 127 960 13 452 31 265 15 958 36 045 9 368 5 07 219 507 531 Jumlah Total (14) 52 370 27 430 45 463 2 200 43 039 107 322 14 908 73 579 70 512 41 447 1 319 530 153 957 312 477 508 696 402 953 1 375 805 157 350 491 340 149 883 433 681 86 960 5 870 902 6 221 314 3 959 238 2005 369 224 329 793 322 567 329 409 383 464 306 583 Sumber : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Source : Transportation Traffic Servi ce Communication and Informatics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 296 296

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.10 Table Lalu Lintas Angkutan Barang PT. KAI Daop I Jakarta di Banten Traffic of Train Ca rgoes at PT. KAI Daop I Jakarta 2002-2007 (Ton) Jenis Komoditi Kind of Comodity Besi Baja (Sta. Cilegon) (2) Batubara (Sta. Ciga ding) (3) Petikemas (St. Tj. Baru) (4) Tahun Year (1) 2002 1 218 545 608 2003 439 740 2004 417 564 2005 528 528 2006 458 584 2007 367 968 -

Sumber : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Source : T ransportation Traffic Service Communication and Informatics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 297 297

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.11 Table Lalu Lintas Penumpang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat Traffics of Train Passen gers at West Exploitation 2007 Bulan Month (1) 1. Januari/January 2. Pebruari/February 3. Maret/March 4. April/ April 5. Mei/May 6. Juni/June 7. Juli/July 8. Agustus/August 9. September/Septem ber 10. Oktober/October 11. Nopember/November 12. Desember/December Jumlah /Tota l Penumpang Yang Berangkat Departing Passengers (Orang/Person) (2) 10 002 6 705 7 874 7 911 8 562 8 781 8 830 8 016 7 566 10 078 6 986 7 715 99 026 Pendapatan Receipt (Ribu/Thousand) (3) 34 289 000 23 249 000 33 795 000 32 348 0 00 35 868 500 38 540 500 37 318 000 32 663 500 32 068 000 42 043 500 30 212 500 34 301 000 406 696 500 Sumber : PT. Kereta Api (Persero) Unit Stasiun Serang Source : State Railways En terprise of Serang Unit Station Catatan/Note : Stasiun Serang saja/ Serang Port only Banten Dalam Angka 2008 298 298

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.12 Table Lalu Lintas Angkutan Barang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat Non DKI Traffics o f Train Cargoes at West Exploitation Non DKI 2007 Barang Yang Berangkat Departing Goods (Ton/ Ton) (2) 0,800 0,600 0,500 0,100 0,1 80 0,400 0,300 0,950 0,830 1,380 0,350 0,250 7,000 Pendapatan Receipt (Ribu/Thou sand) (3) 60 000 47 500 6 000 10 000 18 000 40 000 30 000 95 000 83 000 136 000 35 000 25 000 585 500 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Jumlah /Total Sumber : PT. Kereta api (Persero) Unit Stasiun Serang Source : State Railways En terprise of Serang Unit Station Catatan/Note : Stasiun Serang saja/ Serang Port only Banten Dalam Angka 2008 299 299

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.2.1 Table Banyaknya Penerbangan, Penumpang Domestik dan Barang di Bandara Soekarno-Hatta N umber of Domestic Flights and Passangers at SoekarnoHatta Airport 2007 Pesawat (Flights) Berangkat Departure (3) 8 457 6 112 7 960 8 111 8 540 8 721 9 783 9 573 8 301 9 907 9 042 9 657 104 164 101 316 100 114 93 297 76 340 Penumpan g/Passangers (Orang/Persons) Datang Berangkat Arrival Departure (5) (6) 985 141 668 307 942 630 931 868 1 024 392 1 057 342 1 208 241 1 190 792 983 644 1 129 33 0 1 105 525 1 089 186 12 316 398 11 961 585 10 921 703 9 984 618 7 344 625 867 8 89 724 .409 869 938 863 469 951 196 1 013 281 1 154 657 1 070 152 89 7807 1 051 810 1 047 175 1 110 029 11 621 812 10 671 031 9 752 645 8 767 315 6 485 039 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 Datang Arrival (2) 8 498 5 821 7 751 7 774 8 282 8 361 9 329 9 280 7 960 9 363 8 656 9 099 100 174 100 940 100 369 94 011 76 463 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source : Angkasa Puta II, Ltd Banten Dalam Angka 2008 300 300

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.2.2 Table Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Numb er of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport 2007 Pesawat Flights Datang Berangkat Arrival Departure (2) (3) 1 910 1 519 1 721 1 7 09 1 743 1 740 1 868 1 826 1 729 1 931 1 792 1 894 21 382 22 161 20 539 21 269 1 6 771 2 040 1 548 1 795 1 819 1 888 1 795 1 948 1 940 1 826 2 078 1 986 2 099 22 762 22 448 20 609 21 220 16 906 Penumpang/Passangers (Orang/Persons) Datang Ber angkat Arrival Departure (5) (6) 324 577 199 809 249 423 268 794 261 629 289 971 344 652 292 562 246 514 306 947 267 968 302 635 3 355 481 3 006 976 2 890 018 2 754 849 2 379 790 253 534 203 221 268 092 266 947 275 983 299 233 305 927 309 9 05 271 150 288 668 332 277 378 239 3 453 176 3 094 973 2 909 043 2 712 567 2 403 358 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source :Angkasa Puta II, Ltd Banten Dalam Angka 2008 301 301

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.2.3 Table Banyaknya Barang dan Pos Paket Domestik Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soe karno-Hatta Number of Loaded and Unloaded Domestic Cargoes and Parcels at Soekar no-Hatta Airport 2007 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source : Angkasa Pura II, Ltd Banten Dalam Angk a 2008 Barang/Cargoes Muat Loaded (2) 10 664 166 7 539 958 10 934 511 10 589 546 11 747 350 11 415 095 11812 885 12 773 505 14 222 861 10 667 599 13 655 026 13 595 341 139 617 843 120 604 782 117 322 952 48 940 647 43 705 639 Bongkar Unloaded (3) 5 336 518 4 143 847 5 174 336 5 277 119 5 158 001 4 979 807 5 472 507 5 482 975 5 623 820 4 761 211 5 969 329 6 749 767 64 129 237 61 018 372 59 655 792 105 406 488 90 791 367 Pos Paket/Parcels Muat Loaded (4) 341 945 382 151 396 691 393 745 420 939 373 42 0 396 313 398 936 428 803 363 943 416 438 457 692 4 771 016 4 490 985 5 174 911 1 654 018 1 386 713 Bongkar Unloaded (5) 176 187 158 695 148 842 132 537 161 352 161 605 175 682 175 300 201 539 176 967 183 992 172 548 2 025 246 1 756 528 1 5 39 454 5 081 402 3 866 309 302 302

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.2.4 Table Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandar a Soekarno-Hatta Number of Loaded and Unloaded International Cargoes and Parcels at Soekarno-Hatta Airport 2007 Barang/Cargoes Muat Loaded (2) 9 590 201 10 246 909 12 320 042 10 765 569 10 187 272 9 368 408 10 448 089 10 208 194 12 525 570 10 774 225 12 470 548 12 160 307 131 065 334 100 022 903 85 060 691 80 793 286 87 153 429 Bongkar Unloaded (3) 9 104 944 8 265 661 10 607 831 10 396 031 10 486 875 10 159 587 11 296 946 11 009 934 14 593 564 12 162 221 10 740 467 10 703. 605 129 527 666 89 619 711 74 072 874 83 435 700 88 473 406 Pos Paket/Parcels Muat Loaded (4) 52 047 33 522 38 708 49 492 53 426 37 954 44 802 49 206 50 787 75 929 37 407 29 275 552 555 492 524 376 496 1 083 388 1 033 965 Bongkar Unloaded (5) 152 484 149 640 189 903 248 217 164 555 120 290 171 660 155 034 152 472 155 401 119 920 125 068 1 904 644 1 665 746 1 147 833 296 560 353 752 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktobe r / October Nopember / November Desember / December Jumlah/Total 2006 2005 2004 2003 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source :Angkasa Puta II, Ltd Banten Dalam Angka 2008 303 303

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.3.1 Table Data Angkutan Penyeberangan Merak Bakaheuni di Banten Data of Merak Bakaheuni Se a Crossing in Banten 2003 2007 Tahun/Year 2005 (5) 0 6 964 20 753 0 6 235 20 940 No (1) 1. Uraian Description (2) Jumlah Trip/Total Trip a. Kapal/Ship Cepat Sukaraja b. Ka pal/Ship Cepat Bakahuni c. Kapal/Ship Ro-Ro 2003 (3) 0 7 705 20 493 2004 (4) 2006 (6) 0 3 497 21 411 2007 (7) 0 2 490 21 271 2. Penumpang/Passenger a. Kapal Cepat (a). Eksekutif Dewasa (b). Eksekutif Anak (c) . Bisnis Dewasa (d). Bisnis Anak Sub Jumlah/Sub Total b. Kapal/Ship Ro-Ro 1) Bis nis Dewasa 2) Bisnis anak 3) Ekonomi A Dewasa 4) Ekonomi A anak 5) Ekonomi B Dew asa 6) Ekonomi B Anak Sub Jumlah/Sub Total Jumlah (a + b)/Total (a+b) 0 0 241 51 3 0 3 358 924 181 864 4 243 641 4 704 981 0 0 936 878 0 2 992 308 147 952 4 077 138 4 438 237 0 0 833 951 0 1 124 763 90 571 2 049 285 2 377 943 0 0 620 448 0 9 80 248 84 030 1 684 726 1 931 686 0 0 0 0 1 385 285 88 595 1 473 880 1 638 416 0 0 455 203 6 137 461 340 0 0 350 431 10 668 361 099 0 0 316 394 12 264 328 658 0 0 234 839 12 121 246 960 0 0 155 113 9 423 164 536 Banten Dalam Angka 2008 304 304

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued No (1) 3. Jenis Karcis Kind of Tickets (2) Kendaraan/Vehicles a. Golongan / Rank II a b. G olongan / Rank III kosong c. Golongan/ Rank III isi d. Golongan / Rank IV kosong e. Golongan / Rank IV isi f. Golongan/ Rank V kosong g. Golongan/ Rank V isi h. Golongan/ Rank VI.a i. Golongan/ Rank VI.b j. Golongan VII k. Golongan VIII Jum lah/Total Barang / Lain-Lain Goods/Others a. Umum (Ton)/Common b. Kend. Sbg. Mua tan (Unit) 1). Golongan/ Rank II a 2). Golongan / Rank III 3). Golongan/ Rank IV 4). Golongan / Rank V 5). Golongan/ Rank VI.a 6). Golongan/ Rank VI.b 2003 (3) 44 642 435 222 14 147 22 563 256 917 72 271 250 752 62 869 0 0 0 1 159 383 2004 (4) 73 950 465 036 15 066 24 255 270 651 65 777 279 693 77 690 0 0 0 1 272 118 Tahun/Year 2005 (5) 120 096 0 211 80 427 415 135 264 856 21 727 274 684 61 754 7 8 207 10 330 1 327 427 2006 (6) 170 551 228 389 981 77 157 20 992 234 981 54 181 281 768 73 931 13 309 0 1 317 079 2007 (7) 0 195 813 134 381 825 107 767 20 405 263 609 56 128 307 668 76 161 14 5 69 1 424 079 4. 3 234 144 4 012 628 382 827 0 0 528 110 49 1 2 332 1 155 788 443 96 3 4 424 1 393 62 225 5 0 0 30 170 620 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 c. Gayor (Meter) 8 884 8 471 Sumber: Perum Angkutan Sungai Danau dan Penyeberang an Merak Source : River and Brigde Transport Public Company of Merak Banten Dalam Angka 2008 305 305

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.3.2 Table Jumlah. Kapal (Unit) Number of Ship Asing Foreign (2) 170 170 181 183 175 174 16 8 183 178 157 187 156 2 082 1 142 645 2 563 2 138 Domestik Domestic (3) 220 194 218 232 246 220 243 223 229 259 291 286 2 861 1 293 1 323 1 932 1 957 Data Operasional Pelabuhan di Banten Operational Data of Port in Banten 2007 Jumlah Barang (Ton) Number of Goods Luar Negeri/Overseas Dalam Negeri/Domestic M uat/ Bongkar/ Export Import Loaded Unloaded (4) (5) (6) (7) 203 846 134 122 185 746 237 369 167 652 169 148 228 929 127 827 275 188 153 321 345 313 214 417 2 44 2 878 288 020 505 47 763 959 2 012 611 80 367 1 314 803 717 682 879 827 1 041 97 1 2 100 214 1 055 705 925 357 1 032 941 1 188 646 1 458 665 958 209 978 083 13 6 52 103 3 467 640 695 246 303 685 7 987 672 8 075 186 161 214 125 117 141 709 142 126 199 095 327 428 257 587 79 825 305 059 197 484 1 109 580 618 061 3 664 285 335 612 426 686 681 357 2 706 422 986 605 1 576 188 1 540 316 1 627 940 1 811 07 2 1 629 254 1 747 347 1 422 884 1 129 830 3 754 371 1 481 828 1 596 495 1 508 87 6 20 826 401 350 784 772 716 305 111 13 062 372 691 015 Bulan Month (1) Januari January Pebruari February Maret March April April Mei Ma y Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October Nopembe r November Desember December Jumlah Total 2006 2005 2004 2003 Sumber : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Source : T ransportation Traffic Service Communication and Informatics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 306 306

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.4.1 Table Perkembangan Kapasitas Sentral dan Pos Telepon Menurut Sambungan, Trend of Centr al Capacity and Circuit Phones by Connection, 2003-2007 Pos Telepon/Circuit Phone Tahun Year Kapasitas Sentral Central Capacity ( S.S) S ambungan Induk (S.S) (3) 496 653 Sambungan Cabang (S.S) (4) 604 590 Jumlah Total (S.S) (5) 1 101 243 (1) 2003 (2) 354.034 2004 388.006 526 574 515 000 1 041 574 2005 393.064 516 595 602 088 1 118 683 2006 457.236 559 626 653 268 1 212 894 2007 Sumber: PT. Telkom Source : Telkom. PT 423.934 518 867 605 688 1 124 555 Keterangan : -Tidak termasuk data wilayah Pandeglang dan Rangkasbitung Banten Dalam Angka 2008

307 307

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.4.2 Table Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota, Number of Telephone Connections by Municipality,2004- 2007 Wilayah/Divisi Region/Division (1) 2004 (2) 2005 (3) 2006 (4) 2007 (5) Pandeglang Rangkasbitung Serang Tangerang Cilegon Banten Sumber: PT. Telkom Sour ce : Telkom. PT 40 097 247 031 37 645 324 773 37 106 253 614 35 815 326 535 14 062 10 745 37 198 25 637 34 931 351 573 35 350 253 125 32 580 Catatan : - Termasuk data wilayah Parung ,Tenjo - Tidak termasuk data wilayah Ci putat, Cengkareng, Teluk Naga Banten Dalam Angka 2008 308 308

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.4.3 Table Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota, Number of Telephone Connections by Municipality, 2007 Line in services Wilayah/Divisi Region/Division Internal Subcriber Jumlah Sambun gan Telepon Conneted Line Total Public Phone i. Pay Phone ii. Non Pay Phone (2) 2 335 11 838 1 769 (1) Pandeglang Rangkasbitung Serang Tangerang Cilegon Sumber: PT. Telkom Source : Telkom. PT (3) 32 790 240 091 30 664 (4) 225 1 196 14 (5) 35 350 253 125 32 580 Banten Dalam Angka 2008 309 309

Bab VIII Perhubungan Tabel 8.4.4 Table Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT. Pos Indonesia Menurut Jenis Surat Number of Mail R eceived and Sent by Kind 2007 Jenis Surat Pos Kind of Post Mail (1) 1 Standar Surat Dalam Negeri Domestic Diterima Dikirim Received Sent (2) (3) 294 422 214 1 54 Surat Luar Negeri International Diterima Dikirim Received Sent (4) (5) 29 510 19 271 2.Tercatat 5 852 3 810 3 625 3.Kilat Khusus 211 814 121 991 1 523 898 4.Dinas Bebas Bea 5. Paket Pos 7 909 4 476 135 25 6. Kartu Pos -

7. Wesel Pos 131 752 56 589 9 230 15 Jumlah/ Total Sumber: PT. Pos Indonesia Source: Indonesia Mail,PT 651 749 401 020 44 023 20 209 Banten Dalam Angka 2008 310 310

Finance and Prices

Bab IX Keuangan dan Harga-harga 9.1 Investasi Penggerak perekonomian biasanya adalah konsumsi dan investasi. Kon sumsi akan memicu sektor produksi untuk menciptakan output. Peningkatan konsumsi yang tinggi akan menyebabkan pening katan output yang tinggi pula. Selanjutnya, investasi juga menjadi faktor yang pemicu yang tak kalah penting. Bahkan invest asi memi likin pengganda ekonomi lebih besar dibanding konsumsi, karena daya gun a investasi lebih lama. Dengan fungsi seperti itu, investasi sangat dibutuhkan b agi pembangunan ekonomi. Setiap daerah/negara berlomba untuk me narik investor, baik asing maupun domestik,agar mau berinvestasi di wilayahnya. Berbagai sarana dan kemudahan diberikan dalam rangka menarik investor tersebut. Banyaknya proyek PMA dan PMDN yang disetujui oleh pemerintah di Banten pada tahun 2007 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah proyek PMA 73 proyek menj adi 114 proyek, sedangkan PMDN naik menjadi 21 proyek dari 13 proyek tahun 2006. Pada proyek PMA, pada tahun 2006 nilai yang disetujui sebesar US $ 231,41 juta, sedangkan tahun 2007 naik menjadi US $ 268,63 juta. 9.1 Investment Generally, the motor of economic are consumption and investment. Consumption will put on production sector to create output. Increasing of high c onsumption will increase output higher. In the other side, investment has bigger economic multiplier than those of consumption, since the investment has a longge r usage periode than those of consumption. The number of foreign (PMA) and domestic (PMDN) investment project that has been approved by government in 2007 increased. The number of PMA project in 2006 was 73 projects and 114 projects in 2007. Mean while, the number of PMDN project wa s 23 projects in 2006, and in 2007 is 21 projects. In 2006, the value of approve d was US $ 231.41 million where as in 2007 about US $ 268,63 million. Banten Dalam Angka 2008 313

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Selanjutnya pada proyek PMDN turun dari Rp 6,47 trilyun pada tahun 2006 menjadi Rp 1,75 trilyun pada tahun 2007. Isu teroris, kondisi politik dan keamanan serta sejumlah aksi bom di tanah air tidak menjadi penghambat mengalirnya investasi y ang ada. Milyaran rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Banten untuk promosi i nvestasi begitu berarti walaupun selama ini kondisi Indonesia secara umum belum cukup kondusif bagi investasi. Berdasarkan data BKPMD Provinsi Banten, pada tahu n 2007 rencana investasi PMA terbesar berasal dari negara Korsel (US $ 33 juta), kemudian diikuti oleh Malaysia (US $ 8,4 juta), British Virgin Island (US $ 7 j uta) dan Singapore (US $ 5,25 juta). Sebagian besar rencana investai PMA ini dip eruntukkan bagi sektor perdagangan dan reparasi (US $ 36,4 juta), jasa lainnya ( US $ 21,44 juta), dan rumah makan (US $ 15,59 juta). Sepertinya sektor pertanian belum dilirik oleh investor asing terbukti dengan tidak adanya rencana investas i PMA yang ditanamkan pada sektor tersebut, The value of PMDN approved project was Rp 6.47 quintillion in 2006 become Rp 1.7 5 quintillion in 2007. Issues of terrorist, political and security condition not affected investment fascinating. Invesment promotion by Banten government sould be ineffective when the global situation of Indonesia is not condusive. Due to BKPMD data in 2007, the highest value of investment planning is South Kor ea (US $ 33 million), then Malaysia (US $ 8.4 million), British Virgin Island (U S $ 7 million) and Singapore (US $ 5.25 million). Most of foreign investment planning was planted in trade and reparation (US $ 36 .4 million), Other services (US $ 21.44 million), and restaurant (US $ 15.59 mil lion) It seems that the agricultural sector is not interesting yet to the foreig n investor. It can be figured out from the fact that there is no foreign investm ent planning in that Banten Dalam Angka 2008 314

Bab IX Keuangan dan Harga-harga padahal pemerintah Banten dalam rangka mengurangi kesenjangan antara Banten Utar a dan Selatan berusaha untuk mengembangkan sektor pertanian ini. Sektor-sektor y ang diminati oleh investor domestik melalui PMDN juga tidak jauh beda dengan inv estor asing. Seluruh rencana investasi PMDN diperuntukkan bagi sektor industri, mulai dari industri kimia dasar, makanan, logam, sampai pada industri percetakan . Lagi-lagi sektor pertanian belum dilirik. Perlu kiranya pemerintah Banten menc ari kiat khusus agar para investor asing dan domestik mau melirik sektor pertani an di Banten. 9.2 Indeks Harga Konsumen sector. Incontrast to the above condition, the government of Banten province mak e an effort to develop the agricultural sector in order to decrease the gap betw een North and South Banten. The condition is not quite difference for the domestic invesment planning. The w hole domestic investment planning was alocated for manufacture sector, such as: Basic chemical, food, metal until printing. Once again, investor not interest ye t in agricultural sector. Banten government needs a special effort to pull of in vestor in agricultural investment capital. 9.2 Consumer Price Index Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator inflasi di Indonesia yang dihitu ng di 43 kota, mencakup 249500 komoditi yang dihitung berdasarkan pola konsumsi d ari hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2002. IHK mencakup 7 kelom -pok pengelu aran yaitu : bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; perumahan , air, listrik, gas dan bahan bakar; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi da n olah raga serta transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Consumer Price Index (IHK) is inflation indicator in Indonesia based on result o f Life Cost Survey (SBH) year 2002 at 43 cities and cover 249500 comodities. IHK covered 7 expenditures group, that is Foods; Prepared Foods,Beverages &Tobac co; Housing; Clotihing; Health; Education,Recreation and Sport. Banten Dalam Angka 2008 315

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Persentase (%) perubahan IHK (laju inflasi/deflasi) bulanan diperoleh dari : In In-1 x 100 In-1 Dimana : In = Indeks bulan n In-1 = Indeks bulan n-1 Persentase perubahan IHK dalam satu tahun dihitung dengan menggunakan metode point to point . 9.3 Harga-harga dan Indeks Harga Perkembangan harga barangbarang dan jasa kebu tuhan pokok masyarakat Kota Serang/Cilegon tahun 2007 secara umum mengalami kena ikan. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya angka Indeks harga konsumen (IHK) kota S erang/ Cilegon pada tahun 2007 yang tercatat 151,37 sehingga selama tahun 2007 d i Kota Serang/Cilegon terjadi inflasi 6,31 persen, lebih rendah dibanding angka inflasi tahun 2006 yang tercatat 7,67 persen. Kenaikan IHK tahun 2007 tersebut t idak hanya disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi seperti demand dan supply semat a tetapi juga ada beberapa faktor lain yakni kebijakan pemerintah menaikkan harg a BBM khususnya premium . Hal ini memberikan pengaruh yang sangat signifikan ter hadap naiknya harga barang-barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat. Banten Dalam Angka 2008 Monthly percentage of IHK differentiation (inflation/deflation rate) was calcula ted by : In In-1 x 100 In-1 Where In : mounth n index In-1 : mounth n-1 index Yearly percentage of IHK differ entation was calculated by point to point method. 9.3 Price and Price Index Generally, price of basic needs goods and services in Serang /Cilegon city for 2007 tends to increase. That condition was shown by pri ce index(IHK) in 2007 about 151.37. Therefore, the inflation rate in 2007 is abo ut 6.31 percent lower than inflation rate in 2006, about 7.67 percent The Increase of price index in 2007 is not only caused by economic factor like d emand and supply, but also any other factor like government policies that increa sed fuel price, tariff of telephone call, electrical tariff and transportation t ariff. More over, others social polotics and security 316

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Disamping itu kondisi sosial politik, dan keamanan yang belum sepenuhnya membaik pada tahun 2007 juga ikut mempengaruhi produksi dan distribusi barang dan jasa. Besarnya angka inflasi tersebut disebabkan oleh naiknya indeks kelompok pendidi kan, rekreasi dan olah raga 11,84 persen, kemudian kelomp ok makanan jadi, minum an rokok & tembakau 10,85 persen; kelompok bahan makanan 8,46 persen; kelompok s andang 7,55 persen; kelompok kesehatan 5,89 persen; kelompok perumahan, air, lis trik, gas dan bahan bakar 1,77 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan ja sa keuangan 1,02 persen. Sementara itu jika melihat perkembangan inflasi selama tahun 2007 di Kota Serang/Cilegon Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Agustus y ang mencapai 1,32 persen, kemudian bulan Juli inflasi 1,13 persen, Februari dan Desember masing-masing 0,98 persen dan 0,86 persen. Sedangkan inflasi bulan Janu ari, Maret, Juni, September, Oktober dan Nopember tercatat dibawah 0,8 persen. S ementara itu penurunan harga secara umum selama tahun 2007 terjadi pada bulan Ap ril dan Mei dengan besaran angka inflasi masing-masing tercatat -1,10 persen dan -0,35 persen. condition in 2007 that no fully recovery affected production and distribution of goods and services. The amount of Inflation rate in 2007 was caused by the increasing index of educa tion, recreation and sport e.i 11.48 percent; prepared foods, beverages & tobacc o 10.85 percent; foods about 8.46 percent; clothing about 7.55 percent; health 5 .89 percent; housing about 1.77 percent; and transportation and communication gr oup about 1.02 percent. Meanwhile if seeing the inflation growth during 2007 in Serang/Cilegon city, the highest Inflation occure in August e.i. 1.32 percent, then July aroud 1.13 perc ent, December and February each 0.98 percent and 0.86 percent. While inflation i n January, March, June, September, October and November noted under 0.8 percent. Meanwhile, there were a decreasing of price in general during 2007 and it happe ned in April and May with noted each 1.10 percent and 0.35 percent. Banten Dalam Angka 2008 317

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Grafik 9.1. Nilai Rencana Investasi PMA Lima Terbesar Menurut Asal Negara Tahun 2007 (US $) 250.000.000 200.000.000 150.000.000 100.000.000 50.000.000 0 Gabungan Negara Korea Selatan China (RRC) Taiwan Malaysia Britis Virgin Island S ingapura Grafik 9.2 Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Tahun 2007 (Persen) 1,5 1,32 1,13 1 0,98 0,77 0,75 0,48 0,21 0,24 0,77 0,96 0,5 0 -0,35 -0,5 -1 -1,1 -1,5 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Banten Dalam Angka 2008 318

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.1 Table Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMA Menurut Kabupaten/Kota di B anten Recapitulation of Approval and Realization of Foreign Investment by Regenc y/Municipality in Banten 2007 Persetujuan / Approval Kabupaten / Kota Regency/ Municipality Jumlah Proyek Total Project (2) Investasi Investment Value (US$) (3) Nilai Ekspor /Export (US$) (4) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Penyerapan Tenaga Kerja (orang) / Spare of Manpower Asing/ Indonesia/ Foreign In donesia (5) (6) Realisasi Realization (7) 6 69 10 7 750 000 147 415 000 58 900 000 106 445 900 38 000 000 6 681 1 331 1 36 3 28 1 114 73 85 71 63 39 695 000 14 866 667 268 626 667 231 411 200 17 990 000 162 455 900 264 527 500 142 225 359 229 2 135 24 10 171 12 524 18 509 9 134 4 594 6 1 47 59 7 25 20 1 805 681 690 1 036 651 500 262 796 904 127 720 520 109 151 094 80 688 779 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Source : Investm ent Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2008

319

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.2 Table Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMDN Menurut Kabupaten / Kota d i Banten Recapitulation of Approval and Realization of Domestic Investment by Re gency/Municipality in Banten 2007 Persetujuan / Approval Kabupaten / Kota Regency/ Municipality Nilai Ekspor/ Expo rt (US $) Rencana Penyerapan Tenaga Kerja (orang)/ Spare of Manpower Asing/ Indo nesia/ Foreign Indonesia (5) (6) Realisasi Realization Jumlah Proyek Project (2) Nilai Investasi / Investment Value (000 Rupiah) (3) (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 (4) (7) 12 4 355 905 000 209 987 000 2 550 000 42 000 000 779 211 6 3 3 2 21 13 17 11 11 450 732 438 437 100 000 1 753 724 438 6 472 198 320,614 705 775 000 1 124 070 18 6 1 229 845 000 75 595 000 40 000 000 160 145 000 186 000 000 15 273 058 12 819 317 9 747 600 2 4 23 31 899 168 2 057 2 907 2 737 1 782 1 272 5 15 11 7 7 5 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Source : Investm ent Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 320

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.3 Table Peringkat Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara di Banten Rank ign Investment Planning Value by Origin Country in Banten 2007 Jumlah Proyek/ Total Project (2) 62 34 4 2 6 4 2 114 73 85 71 51 Rencana si/ Investment Plan (US $ ) (3) 209 506 667 33 005 000 4 900 000 550 000 00 7 000 000 5 250 000 268 626 667 231 411 200 1 805 681 690 262 796 904 520 of Fore Investa 8 415 0 114 530

Negara Asal/ Origin Country (1) Gabungan Negara/ Others Korea Selatan/ South of Korean China (RRC)/Chin a Taiwan/Taiwan Malaysia /Malaysia Britis Virgin Island Singapura/Singapore Jumlah/ Total 2006 2005 2004 2003 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Source : Investm ent Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 321

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.4 Table Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Sektor Usaha di Banten Foreign Investment Pl anning Value by Sector in Banten 2007 Sektor/ Sector (1) Jumlah Proyek/ Total Project (2) 5 11 6 6 2 9 6 5 3 32 5 2 4 8 5 5 Nilai Investasi/ Investment Value (US $) (3) 7 050 000 9 525 000 5 050 000 4 000 000 1 300 000 4 700 000 3 030 000 3 180 000 15 590 000 36 356 667 13 150 000 3 500 000 6 450 000 21 440 000 76 955 000 57 350 000 268 626 667 Industri Makanan/ Manufacture of Food Industri Logam Dasar, Barang dari Logam, M esin dan Elektronika/ Basic metal, metal products, machine & electronic industri al Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi/ Chemical Industrial Industri Tekstil/ Textile Industrial Industri Kayu/ Wood Industrial Industri Karet, Bara ng dari karet dan Plastik/ Rubber, stuff of ru bber and plastics Industrial Indu stri Kulit Barang dari Kulit dan Sepatu/ Leather Products & Footwear Industrial Industri Kertas, barang dari kertas dan percetakan/ Paper, stuff of paper dan pr inting Industrial Rumah Makan / Restaurant Perdagangan dan Reparasi/Trade & Repa ration Industri Pengolahan Lainnya yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain/ O ther Industrial not Classification Kendaraan Bermotor Roda Dua, dan Empat/ Motor cyle and Car Industri Cat, Pernis dan Lak/ Paint, Varnish and Wax Industrial Jas a Lainnya/Others Services Industri Alat Transmisi Komunikasi/ Comminication Tran smition Tool Industri Lainnya/ Other Industrial Perumahan, Kawasan Industri, & P erkantoran/ Housing, Industrial Area Industri Logam dasar Besi dan Baja/ Metal a nd Steel Industrial Jumlah/ Total 114 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bante n Source : Investment Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 322

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.5 Table Nilai Rencana Investasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Banten Domestic Investment Planning Value by Sector in Banten 2007 Sektor / Sector (1) Industri Kimia Dasar/ Chemical Industrial Industri Kertas / Paper Industrial Jasa Pertambangan Umum/Public Quarrying Services Industri Makan an/ Food Industrial Industri Kendaraan Bermotor/ Motorcycle Industrial Industri Baja dan Besi/ Steel and Metal Industrial Industri Tekstil / Textile Industrial Industri Karet / Rubber Industrial Industri Peralatan Rumah Tangga / Industri Al at Angkutan / Industri Lainnya / Other Indutrial Industri Pengolahan Lainnya / O ther Manufacturing Industrial Pembangkit Listrik Tenaga Gas/ Jasa Akomodasi/ Acc omodation Services Jumlah/ Total 2006 2005 2004 2003 Jumlah Proyek Number of Project (2) 4 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 21 13 17 11 4 Nilai Investasi Invesment Value (Rupiah) (3) 446 225 000 000 250 000 000 000 140 887 000 000 440 400 000 000 3 000 000 000 27 180 000 000 83 460 000 000 11 300 000 000 4 000 000 000 12 500 000 000 13 600 000 000 1 800 000 000 317 272 438 00 0 2 100 000 000 1 753 724 438 000 5 233 010 700 633 705 775 000 000 1 124 070 18 6 376 885 124 000000 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Source : Investm ent Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 323

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.6 Table Rekapitulasi dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Provinsi B anten Recapitulation and Realization of Budgeted Government Revenues and Expendi tures (Juta/Million Rp) 2004-2007 Realisasi Triwulan IV Uraian Description (1) Pendapatan / Revenue 2004 (2) 2005 (3) 2006 (4) 2007 (5) Rencana / Budgeted 1 255 361 1 512 001 1 607 528 1 899 730 Realisasi / Actual Persentase/ Percentage (%) 1 345 967 1 598 107 1 587 902 1 908 749 107,22 105,69 98,78 100,47 Belanja / Expenditure Rencana / Budgeted 1.290.417 1.679.427 1.955.446 2.029.838

Realisasi / Actual Persentase/ Percentage (%) 1.091.721 1.488.344 1.812.124 1.867.399 84,60 88,62 92,67 92,00 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Source : Boar d Of Regional Finance and Asset Management Banten Dalam Angka 2008 324

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.7 Table Ringkasan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Banten Sum mary Budgeted and Actual Government Expenditures (Rupiah/Rupiahs) 2007 Uraian Detail (1) I. Pendapatan Daerah/ Revenue A. Pendapatan Asli Daerah/Revenu e B. Dana Perimbangan C. Lain -lain Pendapatan Daerah yang Sah Jumlah Pendapatan Daerah II. Belanja Daerah A. Belanja Tidak Langsung B Belanja Langsung Jumlah B elanja Daerah III. Pembiayaan Daerah A. Penerimaan Pembiayaan Daerah B Pengeluar an Pembiayaan Daerah Anggaran Budgeted (2) 1 899 730 331 917,00 1 306 871 331 917,00 590 684 000 000, 00 2 175 000 000,00 1 899 730 331 917,00 2 029 838 815 848,00 1 043 980 178 552, 28 985 858 637 295,72 2 029 838 815 848,00 130 108 483 931,00 157 784 723 049,00 27 676 239 118,00 0,00 Realisasi Actual (3) 1 908 749 564 688,00 1 298 456 281 758,00 607 713 112 630,0 0 2 580 170 300,00 1 908 749 564 688,00 1 867 399 378 837,00 953 510 384 169,00 913 888 994 668,00 1 867 399 378 837,00 129 480 941 956,00 157 157 181 074,00 27 676 239 118,00 170 831 127 807,00 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Sumber: Dinas Pengelolaan Keuanga n dan Aset Daerah Provinsi Banten Source : Board Of Regional Finance and Asset M anagement Banten Dalam Angka 2008 325

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.1.8 Table Anggaran dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Provinsi Banten Budgeted and Actual Government Cost (Rupiah/Rupiahs) 2007 Sumber Penerimaan Source of Revenues (1) A. Penerimaan Daerah/Local Receipt 1. S isa lebih Perhitungan Tahun Lalu 2. Tranfer Dari Dana Cadangan 3. Penerimaan Pin jaman dn Obligasi 4. Hasil Penjualan Aset Daerah 5. Penerimaan Hutang Pihak Keti ga B. Pengeluran Daerah 1. Tranfer ke Dana Cadangan 2. Penyertaan Modal 3. Pemba yaran Utang pokok yang jatuh tempo 4. Sisa Lebih Perhitungan Anggraran Tahun Ber jalan Jumlah Pembiayaan Anggaran Budgeted (2) Realisasi Actual (3) 137 784 723 045 20 000 000 000 137 157 181 074 20 000 000 000 27 676 239 118 185 460 962 163 27 676 239 118 170 831 122 507 355 664 542 699 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Source : Boar d Of Regional Finance and Asset Management Banten Dalam Angka 2008 326

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.2.1 Table Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota,2 007 Actual Revenue of Land and Housing Tax by Sector and Regency/Municipalit,y 2 007 (Ribuan/Thousand Rp.) Perkotaan Urban (3) Perkebunan Estates (4) Kehutanan Forestry (5) Pertambangan M ining (6) Kab/ Kota Regency/ Muni cipality (1) Kab/Reg Pandeglang Lebak Tangerang Serang K ota/Mun Tangerang Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Pedesaan Rural (2) BPHTB) (7) Jumlah Total (8) 2 492 348 3 041 972 11 738 966 3 737 825 1 755 088 1 074 648 144 034 641 25 013 987 634 192 2 985 328 75 806 446 261 328 246 83 206 24 393 763 25 593 262 42 974 633 31 406 572 1 229 863 1 371 324 232 783 262 21 438 356 30 951 495 34 394 780 431 531 502 81 755 752 21 011 111 16 143 100 14 753 346 13 363 629 9 994 890 123 912 048 40 364 336 154 393 291 164 920 260 058 625 226 144 627 191 656 045 3 695 326 2 549 790 2 152 771 2 243 270 2 203 174 857 713 847 410 874 000 981 831 1 279 249 22 775 208 11 002 381 158 146 099 120 748 887 102 168 613 104 810 945 78 563 153 100 687 533 6 982 853 364 493 191 275 218 390 247 374 789 58 349 515 884 357 833 706 672 497 380 007 355 347 544 302 283 696 5 11 Sumber: Kanwil DJP Jawa Banten Source : Tax Official of Banten Catatan : ) BPHTB( Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan = PBB + BPHTB Banten Dalam Angka 2008 327

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.2.2 Table Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak Actual Rev enue of Income Tax by Office of Tax Service 2007 (Ribuan/Thousand Rp.) KPP Office of Tax Service (1) KPP Pratama Serpong KPP Pratama Kosambi KPP Pratam a Tigaraksa KPP Pratama Tangerang Barat KPP Pratama Tangerang Timur KPP Madya Ta ngerang KPP Pratama Serang KPP Pratama Pandeglang KPP Pratama Cilegon Banten 200 6 2005 2004 2003 PPH Pasal 25/29 OP (2) 13 911 795,63 216 876,63 372 744,59 6 298 028,29 693 626, 72 7 931 655,60 82 893,00 1 292 847,31 30 800 467,77 44 848 930 23 605 816 24 56 9 430 25 062 065 PPH Pasal 25/29 Badan (3) 31 311 530,11 1 957 570,36 4 055 054,36 25 069 467,18 2 336 207,04 324 654 957,57 137 362,74 65 942,02 1 778 870,91 391 366 962,29 274 777 030 106 083 401 218 053 250 219 383 283 PPH Pasal 21 (4) 515 918 848,74 9 020 151,02 59 814 490,84 95 378 731,58 17 466 762,51 443 226 446,27 313 465 943,18 5 735 663,25 90 082 980,69 1 550 110 018,08 1 288 260 380 1 067 265 483 1 942 266 420 1 073 684 253 Jumlah Total (5) 561 142 174,48 11 194 598,01 64 242 289,79 126 746 227,05 20 49 6 596,27 767 881 403,84 321 534 961,52 5 884 498,27 93 154 698,91 1 972 277 448, 14 1 607 886 340 1 196 954 700 2 184 889 100 1 318 129 601 Sumber: Kanwil DJP Banten Source : Tax Official of Banten Banten Dalam Angka 2008 328

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.2.3 Table Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Banten Menurut Komponen Pen erimaan Actual Revenues of Government by Kind of Revenue 2007 (Rupiah/ Rupiahs) Target Target (2) 1 263 350 000 000 2 610 000 000 17 660 831 917 23 250 000 000 Realisasi Actual (3) 170 831 122 507 1 252 797 519 460 3 051 694 022 17 834 634 333 24 196 144 612 Persentase Percentage (4) 99,16 116,92 100,98 104,07 Jenis Penerimaan Kind of Revenues (1) 1. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Last Year Balance 2. Bagian Pendapatan Asli Daerah Actual Regional Ba lance 2.1. Pajak Daerah Local Tax Receipt 2.2. Retribusi Daerah Retributions Rec eipt 2.3 Laba BUMD Regional Manufacture Interest 2.4. Lain-lain Pendapatan Other Receipt 3. Bagian Dana Perimbangan 3.1 Bagi Hasil Pajak Tax share 3.2. Bagi Has il Bukan Pajak Non Taxes share 3.3. Dana Alokasi Umum General alocation Fund 3.4 . Dana Alokasi Khusus PrivateAlocation Fund 4. Bagian Lain -lain / Other Jumlah / Total 2006 2005 2004 260 240 000 000 150 000 000 330 294 000 000 2 175 000 000 1 899 729 831 917 1 60 7 528 384 705,18 1 512 001 068 138,50 1 255 360 782 813,00 273 844 032 811 157 048 678 330 597 000 000 2 580 320 300 2 075 889 516 723 1 58 8 218 786 255 1 598 339 217 552,24 1 359 456 412 453,26 105,23 104,70 100,09 118,64 109,27 98,80 105,71 108,29 Sumber : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Source : Board Of Regional F inance and Asset Management Banten Dalam Angka 2008 329

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.2.4 Table Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dari Sektor Penggalian (Bahan Galian Golongan-C dan Retribusi Lainnya) Actual Revenue of Quarrying Sector (Class-C and Other Retrib utions) 2005-2006 (Rupiah/Rupiahs) Bulan Month (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5 . Tangerang 6. Cilegon Jumlah / Total 2005 (2) 2006 (3) 3.000.000 1.977.853.300 450.000.000 50.332.968 79.080.950.200 1.413.030.000 0 103.705.500 2.534.558.800 0 121.804.000 80.666.117.168 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Source : Minning and Energ y Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 330

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.3.1 Table Laju Inflasi 44 Kota di Indonesia Inflation Rate at 44 Cities in Indonesia 2003 - 2007 (Persen/Percent) Kota/City (1) Lhokseumawe Banda Aceh Padang Sidempuan Sibolga Pematang Siantar M edan Padang Pekanbaru Batam Jambi Palembang Bengkulu Bandar Lampung Pangkal Pina ng *) Jakarta Tasikmalaya Serang/Cilegon Bandung Cirebon Purwokerto Surakarta Se marang Tegal Yogyakarta Jember Kediri Malang Surabaya Denpasar 2003 (2) 4,53 3,50 4,07 3,94 2,51 4,46 5,55 6,65 4,27 3,79 5,03 4,14 5,44 5,78 3 ,88 5,21 5,69 3,35 2,89 1,73 6,07 1,86 5,73 5,20 1,13 3,23 4,79 4,56 2004 (3) 7,36 6,97 8,99 6,64 7,31 6,64 6,98 8,92 4,22 7,25 7,95 4,67 5,22 9,00 5 ,87 5,92 6,40 7,56 3,27 6,32 5,15 5,98 5,25 6,95 6,24 6,38 6,28 6,06 5,97 2005 (4) 17,57 41,11 18,47 22,39 19,67 22,91 20,47 17,10 14,79 16,50 19,92 25,22 21,17 17,44 16,06 20,83 16,11 19,56 16,82 14,54 13,88 16,46 18,39 14,98 16,86 1 6,84 15,74 14,12 11,31 2006 (5) 11,47 9,54 10,02 5,03 6,06 5,97 8,05 6,32 4,58 10,66 8,44 6,52 6,03 6,4 2 6,03 8,44 7,67 5,33 6,31 8,45 6,18 6,08 7,73 10,40 6,84 7,77 5,92 6,71 4,30 2007 (6) 4,18 11,00 5,87 7,13 8,37 6,42 6,90 7,53 4,84 7,42 8,21 5,00 6,58 2,64 6,04 7,72 6,31 5,25 7,87 6,15 3,28 6,75 8,89 7,99 7,25 6,85 5,93 6,27 5,91 Banten Dalam Angka 2008 331

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kota/City (1) Mataram Kupang Pontianak Sampit Palangka Raya Banjarmasin Balikpap an Samarinda Manado Palu Ujung Pandang Kendari Gorontalo*) Ternate Ambon Jayapur a 2003 (2) 1,82 5,45 5,48 3,06 5,68 6,77 5,92 7,99 0,69 5,84 3,01 2,41 6,27 2,51 8 ,39 2004 (3) 6,61 8,28 6,06 6,67 7,25 7,52 7,60 5,65 4,69 7,01 6,47 7,72 8,64 4,82 2 ,84 9,45 6,36 2005 (4) 17,72 15,16 14,43 11,90 12,12 12,94 17,28 16,64 18,73 16,33 15,20 21,45 18,56 16,67 19,42 14.15 17,11 2006 (5) 4,17 9,72 6,32 7,75 7,72 11,03 5,52 6,50 5,09 8,69 7,21 10,57 7,54 4,80 5,12 9,52 6,60 2007 (6) 8,76 8,44 8,56 7,57 7,96 7,78 7,27 9,18 10,13 8,13 5,71 7,53 7,02 10,43 5,85 10,35 6,59 Nasional 5,06 Sumber : BPS Provinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Prov ince Banten Dalam Angka 2008 332

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.3.2 Table Indeks Harga Konsumen (2002 = 100) Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Consumer Pr ice Index (2002=100) of Serang/Cilegon by Month 2007 Bulan/ Month Bahan Makanan/ Food (2) 151,54 154,32 154,55 148,44 146,64 147,91 151,66 156,10 156,15 158,38 159,40 162,95 154,00 150,24 133,58 114,91 266,61 (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November D esember/December 2007 2006 2005 2004 2003 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau/ Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 133,44 133,63 134,24 135,34 135,43 136,56 138,62 140,02 145,23 145, 76 146,19 147,39 139,32 132,96 125,90 115,47 314,99 Perumahan/Air/Li strik/gas dan bahan bakar Housing/WaterEle ctricity/gas and flu el (4) 153,29 153,66 153,86 153,99 153,91 154,03 154,08 154,21 154,39 154,40 154 ,42 154,49 154,06 152,70 145,75 127,70 243,23 Sandang/ Clothing (5) 157,89 129,43 129,84 130,49 130,27 130,86 131,12 131,39 132,46 134,76 135,35 135,70 13163 126,17 120,07 113,94 265,60 Keterangan /Notes: IHK Tahun/ Inflation in Year=IHK Bulan Desember /Inflation in December Banten Dalam Angka 2008 333

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan/ Continued Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga/ Education, Recreation and Sport (7) 175,14 18 2,09 182,29 182,29 182,42 182,58 183,30 188,17 188,17 188,29 188,25 188,71 184,3 1 168,73 135,77 125,22 235,19 Transportasi dan Komunikasi/ Transportation and Co mmunication (8) 168,39 168,40 168,47 168,91 169,44 169,52 169,57 169,59 169,60 1 70,81 169,80 169,96 169,37 168,25 166,85 110,31 202,90 Bulan/ Month Kesehatan/ Health Umum/ General (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November D esember/December 2007 2006 2005 2004 2003 (6) 120,59 120,90 122,00 122,16 122,56 122,52 122,61 123,00 123,33 124,51 124,99 125,88 122,92 118,88 114,74 111,25 253,12 (9) 148,41 149,87 150,19 148,54 148,02 148,73 150,41 152,39 153,53 154,71 155,08 156,57 151,37 147,28 136,79 117,81 261,68 Sumber: BPS Provinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Province Keterangan /Notes: IHK Tahun/ PriceIndex in Year=IHK Desember /Price Index in December Bant en Dalam Angka 2008 334

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.3.3 Table Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Inflation Rate of Serang/Cilegon by Mo nth 2007 (Persen/Percent) Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau/ Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,36 0,14 0,46 0,82 0,07 0,83 1,51 1,01 3,72 0,36 0,30 0,82 10,85 5 ,61 9,03 6,14 8,47 Bulan/ Month Bahan Makanan/ Food Perumahan/Air/Listrik/gas dan bahan bakar Housing/WaterElectricity/gas and fluel erumahan/ Housing (4) 0,39 0,24 0,13 0,08 0,05 0,08 0,03 0,08 0,12 0,01 0,01 0, 05 1,17 4,77 13,25 5,86 10,81 Sandang/ Clothing (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November D esember/December 2007 2006 2005 2004 2003 Banten Dalam Angka 2008 (2) 0,87 1,83 0,15 -3,95 -1,21 0,87 2,54 2,93 0,03 1,43 0,64 2,23 8,46 12,47 16, 25 8,02 -2,57 (5) 1,36 1,20 0,32 0,50 0,17 0,45 0,20 0,21 0,81 1,74 0,44 0,26 7,55 5,08 5,38 4 ,51 7,71 335

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Bulan/ Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/M ay Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopemb er/November Desember/December 2007 2006 2005 2004 2003 Kesehatan/ Health (6) 1,44 0,26 0,91 0,13 0,33 -0,03 0,07 0,32 0,27 0,96 0,39 0, 71 5,89 3,61 3,14 4,80 4,45 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga/ Education, Recreation and Sport (7) 3,80 3,97 0,11 0,00 0,07 0,09 0,39 2,68 0,00 0,08 -0,02 0,24 11,84 24,28 8,43 3,04 8,95 Transportasi dan Komunikasi/ Transportation and Communication (8) 0,08 0,01 0,04 0,26 0,31 0,05 0,03 0,01 0,01 0,71 -0,59 0,09 1,02 0,84 51,26 6,73 0,35 Umum/ General (9) 0,77 0,98 0,21 -1,10 -0,35 0,48 1,13 1,32 0,75 0,77 0,24 0,96 6,31 7,67 16,11 6,40 5,21 Sumber: BPS Provinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Province Keterangan /Note: Inflasi Tahun/ Inflation in Year=Inflasi Bulan Desember /Inflation in De cember Banten Dalam Angka 2008 336

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.3.4 Table Perkembangan Harga Gabah Menurut Bulan di Banten Trend of unhulled Paddy Price b y Month in Banten 2007 (Rupiah/kg) Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/Ma y Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopembe r/November Desember/December Gabah di Tingkat Pet ani / Unhulled Paddy in farmer (2) 2 752 2 854 2 450 1 729 1 764 2 189 2 305 1 992 2 028 2 174 2 389 2 317 Gabah di Penggilingan / Unhulled Padd in Mill (4) 2 790 2 894 2 493 1 783 1 812 2 243 2 345 2 031 2 057 2 227 2 426 2 391 Rata rata/ Average Sumber: BPS Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 2 245 2 291 Catatan /Note : Harga yang dimaksud adalah rata-rata harga gabah di tingkat peta ni untuk kualitas IR 64/ The prices is average of unhulled paddy and hulled rice price in farmer with IR 64 quality Banten Dalam Angka 2008 337

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.4.1 Table Nilai Premi Yang Diterima dan Nilai Klaim Yang Dibayar Oleh PT. Taspen Menurut B ulan di Banten Value of Received Premium and Value of Paid Claim by PT. Taspen b y Month in Banten 2006 Nilai Premi yang Diterima Value of Premium PNS Civil Servants (2) 5.446.469.742 6.347.098.241 6.912.838.987 6.272.876.852 6.274.715.402 6.301.586.908 6.295.285. 427 6.274.610.572 6.283.786.411 6.370.834.572 6.352.445.041 6.038.588.628 BUMN S tate-Owned Corporation/ (3) 20.091.509 20.044.702 20.316.808 20.891.526 20.732.1 57 20.717.903 20.703.793 23.452.484 20.606.138 20.497.472 20.564.098 20.580.820 Nilai Klaim Yang Dibayarkan Value of Paid Claim (Rp) (4) 463.173.204 443.378.904 452.936.813 593.660.463 471.373.542 480.563.911 468.993.415 520.969.144 332.227 .971 288.640.819 493.518.708 420.782.745 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November D esember/December Jumlah/Total 75.181.136.783 249.199.410 5.430.219.639 Sumber: PT. Taspen (Persero) Source : Taspen, PT Banten Dalam Angka 2008 338

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.4.2 Table Posisi Simpanan Masyarakat Rupiah dan Valuta Asing Bank Umum dan BPR Menurut Dae rah Tingkat II Berdasarkan Lokasi Kantor Penghimpun Dana di Provinsi Banten 2007 (Juta Rp) Outstanding of Private Deposit in Rupiah And Foreign Curency Of Comme rcial And Rural Banks By Regions Based On Banks Office Funds Location In Province Of Banten 2007 (Million Rp) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 1. Pandeglang a. Giro/ - nominal Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 295 396 1 927 74 418 745 245 016 146 037 265 952 1 900 74 959 745 256 465 139 005 222 485 1 906 81 379 750 256 516 140 296 162 688 1 937 132 493 758 252610 139 968 165 490 1 965 134 602 717 228 839 98 069 155 121 1 932 154 289 738 265 177 133 380 Demand deposit - rekening b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Savin g deposits 2. Lebak a. Giro/ - nominal - nominal - bilyet - nominal - rekening 91 555 1 412 125 934 1 227 257 232 115 600 94 054 1 431 127 132 1 229 256 814 86 560 92 096 1 422 127 410 1 216 257 937 87 224 102 330 1 466 130 060 1 230 256 521 88 394 131 789 1 573 128 072 1 081 258 860 67 430 129 946 1 600 149 065 1 193 262 185 89 928 Demand deposit - rekening b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Savin g deposits - nominal - bilyet - nominal - rekening Banten Dalam Angka 2008 339

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 1. Pandeglang a. Giro/ Demand deposit b . Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Saving deposits - nominal - reke ning - nominal - rekening - nominal - bilyet Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 130 542 1 963 175 398 805 266 334 104 924 123 146 1 900 149 183 757 261 820 132 549 167 968 1 985 76 807 739 271 106 131 818 110 130 1 886 77 825 751 286 611 129 289 115 654 1 902 78 483 762 293 182 127 942 159 642 2 012 81 164 781 311 280 117 824 2. Lebak a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan / Saving deposits - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet 1 06 692 1 626 146 654 1 189 274 178 80 304 117 758 1 634 143 994 1 172 277 062 98 168 112 036 1 652 143 394 1 175 276 116 98 664 97 262 1 661 142 846 1 174 292 4 74 98 281 93 779 1 761 142 641 1 183 302 369 97 922 101 570 1 782 85 417 1 114 3 21 504 91 985 Banten Dalam Angka 2008 340

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 3. Kab.Tangerang a. Giro/ Demand deposi t b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 1 312 244 12 817 3 111 589 24 932 2 650 323 613 600 1 064 059 13 074 3 035 712 25 419 2 671 272 646 251 1 049 610 13 280 2 906 779 25 337 2 498 773 681 346 1 145 770 13 945 2 966 229 26 811 2 692 612 809 256 1.284.499 15 118 3 040 398 26 767 2 792 790 799 902 1 176 621 14 715 2 954 618 26 327 2 913 680 805 014 c. Tabungan/ Saving deposits 4. Kab. Serang a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nom inal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet 552 847 4 588 617 015 5 226 745 606 301 409 516 701 4 633 712 593 5 268 748 841 299 664 555 045 4 652 71 4 924 5 273 770 300 300 138 598 504 4 706 704 999 5 293 788 945 302 200 591 499 4 726 776 853 5 200 784 817 250 011 632 830 4 579 772 592 5 159 799 489 301 029 c. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2008 341

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 3. Kab. Tangerang a. Giro/ Demand depos it b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet Juli July (2) Agustus August (3) September September Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) (4) 1 261 632 15 562 3 068 410 26 652 2 878 631 731 264 1 463 454 17 677 3 347 896 27 850 3 314 297 873 567 1 454 775 18 356 3 242 863 27 844 3 438 371 875 775 1 376 056 19 527 3 330 511 28 022 3 429 453 872 506 1 654 573 20 449 3 347 188 28 116 3 551 046 884 326 1 487 949 21 249 3 808 516 28 697 3 848 674 833 718 c. Tabungan/ Saving deposits 4. Kab. Serang a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet 574 862 4 701 858 210 5 031 813 753 22 171 118 786 660 5 105 849 514 5 279 888 667 335 642 733 300 5 247 939 157 5 254 920 017 326 554 621 240 5 509 969 365 5 296 947 271 322 482 592 081 5 751 827 630 5 249 960 237 328 173 550 422 5 796 694 467 5 170 1 051 295 317 009 c. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2008 342

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 5. Kota Tangerang a. Giro/ Demand depos it b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet 2 721 750 20 968 5 674 631 35 977 4 195 517 896 531 2 584 20 5 21 081 5 671 790 36 197 4 290 147 914 137 2 634 903 21 260 6 023 202 36 259 4 671 951 924 156 2 734 837 21 300 5 716 989 35 339 4 505 903 809 934 3 145 784 21 509 5 733 134 35 083 4 577 254 808 306 3 021 000 21 579 5 482 522 35 036 4 646 222 818 938 Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April Apri l (5) Mei May (6) Juni June (7) c. Tabungan/ Saving deposits 6. Kota Cilegon a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet 468 344 6 120 1 149 005 5 954 844 979 247 224 494 162 6 194 1 121 953 5 886 860 412 243 357 478 397 6 160 1 417 773 5 891 861 001 244 543 477 378 6 064 1 139 893 5 850 891 899 243 771 497 274 6 087 1 074 505 5 828 905 647 237 064 521 017 6 151 1 140 266 5 786 947 128 246 074 c. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2008 343

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 5. Kota Tangerang a. Giro/ Demand depos it b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Saving deposits 6. Kota Cile gon a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Sav ing deposits - nominal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet - nomi nal - rekening - nominal - rekening - nominal - bilyet Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 3 069 814 21 818 5 529 744 35 051 4 486 065 797 890 2 839 528 20 845 5 350 046 33 335 4 533 201 788 462 2 879 781 20 949 5 122 214 33 073 4 658 995 788 216 2 933 246 21 066 5 294 849 33 339 4 718 520 793 414 3 124 921 21 234 5 313 289 33 075 4 834 113 798 403 3 305 743 21 666 5 867 643 33 019 5 095 184 798 836 542 596 6 273 1 137 343 5 646 925 802 231 981 524 560 6 433 1 174 474 5 634 923 642 256 281 567 097 6 554 1 205 492 5 626 1 017 701 261 549 554 716 6 783 1 216 140 5 641 1 004 247 262 676 503 772 6 892 1 273 641 5 661 1 048 554 268 619 523 599 6 971 1 005 705 5 630 1 100 809 261 354 Banten Dalam Angka 2008 344

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) JUMLAH/Total a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Saving deposits - nominal - reken ing Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 5 442 136 47 832 5 019 133 48 313 5 032 536 48 680 5 221 507 49 418 5 816 335 50 978 5 636 535 50 556 - nominal 10 752 592 10 744 139 11 271 466 10 790 664 10 887 564 10 653 352 - re kening - nominal - bilyet 74 061 8 938 674 2 320 401 74 744 9 083 951 2 328 974 74 726 9 316 478 2 377 703 75 281 9 388 490 2 393 523 74 676 9 548 206 2 260 782 74 239 9 833 882 2 394 363 Banten Dalam Angka 2008 345

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) JUMLAH/Total a. Giro/ Demand deposit b. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Tabungan/ Saving deposits - nominal - reken ing Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 5 686 138 51 943 5 855 106 53 594 5 914 957 54 743 5 692 650 56 432 6 084 780 57 989 6 128 925 59 476 - nominal 10 915 759 11 015 105 10 729 926 11 031 536 10 982 872 11 542 912 - re kening - nominal - bilyet 74 374 74 027 73 711 74 223 74 046 74 411 9 644 763 10 198 689 10 582 305 10 678 575 10 989 501 11 728 745 24 117 481 2 48 4 669 2 482 576 2 478 648 2 505 385 2 420 726 Sumber : Bank Indonesia Source : Indonesia Bank Banten Dalam Angka 2008 346

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.4.3 Table Posisi Kredit Rupiah Dan Valuta Asing Bank Umum Menurut Kabupaten/Kota, Jenis Pe nggunaan Dan Sektor Ekonomi Berdasarkan Lokasi Proyek Di Banten Commercials Banks Outstanding Credits in Rupiah and Foreign Exchange by RegionsType of Currency a nd Economics Sectors Based on Projects Location in Banten 2007 (Juta Rp/ Million s of Rp) Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei Ma y (6) Juni June (7) Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 01. Pandeglang A. Menurut Peggunaan By Type of Credit s 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Me nurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambang an/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade 178 659 224 579 382 247 187 445 224 459 390 362 177 913 224 522 397 385 181 054 229 255 401 456 152 186 226 418 445 606 190 163 226 911 431 267 4 719 4 149 174 731 7 642 12 263 164 573 227 426 215 447 3 204 4 565 4 210 390 362 7 226 4 175 168 436 222 598 210 850 3 275 4 478 3 995 397 385 6 805 4 642 179 832 219 030 207 595 3 296 4 274 3 865 401 456 6 657 4 496 147 250 220 201 208 610 3 262 4 350 3 979 445 606 5 977 4 761 183 030 223 302 210 320 3 285 4 876 4 821 431 270 5. Jasa-Jasa/Services 219 638 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konst ruksi/Construction 208 182 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ B usiness Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..La in-lain/Others 3 215 4 738 3 503 382 247 Banten Dalam Angka 2008 347

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 01. Pandeglang A. Menurut Peggunaan By Type of Credit s 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Me nurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambang an/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 199 326 227 169 443 330 215 638 226 603 448 154 218 178 159 631 467 549 218 126 161 080 467 859 226 170 155 250 472 969 241 788 152 151 477 964 5 745 5 237 190 197 5 260 4 633 203 840 228 507 40 215 572 3 272 5 636 3 987 448 156 5 453 5 044 203 077 164 234 40 148 969 3 255 5 524 6 446 467 550 5 352 3 210 205 670 164 970 40 146 086 3 221 5 488 10 135 467 864 5 687 3 440 207 627 164 664 40 146 499 2 760 9 994 5 371 472 970 4 295 3 368 223 988 162 287 39 141 414 2 883 9 611 8 340 477 966 5. Jasa-Jasa/Services 225 313 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konst ruksi/Construction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/ Others 211 922 3 278 5 453 4 660 443 333 Banten Dalam Angka 2008 348

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 02. Lebak A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan/Mi ning 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 171 882 26 880 393 196 178 053 26 639 398 695 181 085 26 065 406 327 204 499 28 231 417 169 221 868 29 172 442 778 253 728 30 507 447 931 4 501 409 8 282 145 077 40 325 15 740 9 073 9 020 6 492 393 363 4 328 706 8 316 147 895 43 286 20 369 8 940 8 284 5 693 398 856 4 027 694 8 308 148 864 45 077 20 958 8 678 8 556 6 885 406 508 4 357 684 10 240 171 901 45 339 56 21 265 8 721 8 401 6 896 417 377 2 592 727 10 614 175 798 61 089 55 37 241 8 543 8 242 7 008 442 998 4 291 720 23 322 186 783 69 117 54 42 922 8 326 9 312 8 503 447 934 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 349

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 02. Lebak A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan/Mi ning 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 275 387 32 667 440 100 289 973 40 602 444 144 329 220 34 743 448 659 326 529 36 747 442 511 332 674 33 247 443 429 327 532 33 687 442 741 4 213 2 475 28 896 190 681 81 530 94 40 214 8 189 23 643 9 390 440 360 4 209 4 601 41 719 187 380 92 666 72 42 962 9 763 29 092 10 777 444 144 3 823 6 754 48 813 261 387 43 179 70 5 058 9 691 17 378 10 982 448 666 3 919 6 724 48 422 243 384 60 827 49 23 117 11 295 15 867 10 499 442 511 5 796 7 013 47 021 224 920 81 173 311 42 807 11 278 16 148 10 629 443 429 5 705 7 117 49 577 234 727 64 092 303 24 153 10 952 17 704 10 980 442 741 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community so cial Services 11. Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 350

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 03. Tangerang A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Men urut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambanga n/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 11 088 618 11 326 445 11 781 721 11 428 794 11 713 886 12 176 555 3 648 599 6 62 7 548 3 608 991 6 666 891 3 720 814 6 813 840 4 120 497 6 963 330 4 125 209 7 13 8 313 4 143 394 7 328 959 81 549 22 682 8.479 882 2 422 215 109 025 21 652 8 714 253 2 312 425 3 758 000 397 634 1 763 222 219 333 1 229 738 148 073 6 686 972 106 194 21 817 8 815 111 2 721 743 3 816 101 421 819 1 756 077 212 989 1 277 077 148 139 6 835 409 97 802 21 167 8 561 957 2 639 330 4 208 739 547 476 1 812 549 210 524 1 483 715 154 475 6 983 626 95 503 22 473 8 863 128 2 579 880 4 255 220 532 607 1 787 667 197 161 1 574 238 163 547 7 161 203 95 451 23 808 9 134 055 2 807 865 4 235 660 564 110 1 761 293 202 047 1 531 870 176 340 7 352 069 5. Jasa-Jasa/Services 3 714 136 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. 396 101 ,Wate r 7. Konstruksi/Construction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11.. Lain-lain/Others 1 736 001 194 565 1 235 971 151 498 6 644 302 Banten Dalam Angka 2008 351

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 03. Tangerang A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Men urut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambanga n/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade 12 176 000 12 948 327 13 015 504 13 087 519 13 149 143 14 938 889 4 208 678 7 768 838 4 569 649 8 024 55 5 4 466 823 8 092 858 4 443 284 4 649 084 8 154 980 8 270 930 4 773 997 8 445 70 5 Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) N ovember Desember November December (6) (7) 104 359 22 574 9 029 993 2 884 687 90 201 28 702 9 870 615 2 873 133 4 635 530 673 000 1 854 921 151 880 1 688 127 267 602 8 044 350 83 252 26 979 9 584 212 2 951 827 4 815 228 676 039 1 921 712 140 995 1 775 201 301 281 8 113 688 84 705 26 630 97 261 25 480 293 969 24 962 9 813 060 9 822 329 10 325 578 2 892 665 2 971 623 4 690 881 4 855 394 675 743 8 25 282 3 757 563 5 280 147 972 447 1 891 440 149 090 1 885 732 381 438 8 476 372 5. Jasa-Jasa/Services 4 317 407 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. 594 358 ,Wate r 7. Konstruksi/Construction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11.. Lain-lain/Others 1 817 377 144 200 1 585 928 175 544 7 794 497 1 757 812 1 781 027 142 261 140 778 1 779 599 1 826 680 335 466 281.627 8 177 842 8 297 069 Banten Dalam Angka 2008 352

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 04. Serang A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menuru t Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan/M ining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 2 762 649 950 292 1 360 756 2 754 115 963 498 1 371 182 2 667 927 968 813 1 404 597 2 893 908 969 621 1 435 465 2 647 931 951 643 1 485 956 2 960 338 976 282 1 509 902 117 212 91 299 2 793 887 367 583 335 788 3 617 142 437 25 679 147 556 16 499 1 3 67 928 145 675 90 519 2 754 560 385 171 338 022 3 470 144 468 25 067 148 437 16 580 1 3 74 847 166 705 91 577 2 601 020 393 352 384 103 2 933 191 350 24 863 146 911 18 046 1 4 04 580 175 090 90 318 2 822 985 389 389 385 728 3 012 193 265 24 300 146 663 18 488 1 4 35 484 172 358 88 406 2 554 922 393 544 390 286 3 032 199 043 23 609 147 054 17 548 1 4 86 014 178 225 91 473 2 792 000 424 922 449 991 3 042 220 229 21 836 187 766 17 118 1 5 09 910 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11. Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 353

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 04. Serang A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menuru t Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan/M ining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 2 837 655 1 000 133 1 511 159 2 777 866 1 019 703 1 575 592 2 494 216 1 020 621 1 610 100 2 773 999 1 370 842 1 619 941 2 869 730 1 419 680 1 649 161 3.029.708 1.467.068 1.684.622 158 033 92 511 2 683 224 427 133 476 865 3 577 214 159 19 881 215 184 24 064 1 5 11 181 142 627 94 045 2 639 429 425 031 496 442 6 224 229 998 19 864 215 877 24 479 1 5 75 586 111 272 92 338 2 384 126 459 150 467 965 7 444 193 231 20 838 225 820 20 632 1 6 10 087 182 198 91 859 2 933 712 456 512 480 564 7 204 188 682 19 755 243 272 21 651 1 6 19 939 206 942 96 016 3 051 694 473 439 461 312 7 158 190 238 17 095 224 823 21 998 1 6 49 168 198 160 98 951 3 161 429 502 652 535 587 7 160 191 478 59 443 254 195 23 311 1 6 84 619 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 354

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 71. Kota Tangerang A. Menurut Peggunaan By Type of Cr edits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B . Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertam bangan/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 1 787 734 741 694 1 274 193 2 543 331 696 323 1 287 885 2 750 866 726 635 1 287 332 2 554 368 681 109 1 310 049 2 576 963 716 614 1 359 360 2 668 397 740 757 1 402 363 76 910 967 1 257 928 429 321 759 044 741 137 083 25 006 562 254 33 960 1 279 451 81 775 1 028 1 937 154 448 701 765 236 685 153 579 26 037 555 274 29 661 1 293 6 45 95 190 1 038 2 098 018 467 875 809 698 705 97 561 30 463 651 189 29 780 1 293 01 4 63 628 952 1 972 754 408 952 788 177 657 57 716 28 344 672 670 28 790 1 311 062 90 932 2 843 1 978 970 416 294 800 142 650 113 256 30 627 622 676 32 933 1 363 7 55 83 788 2 827 2 022 799 447 927 844 605 586 138 151 32 977 636 483 36 408 1 409 5 71 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 355

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 71. Kota Tangerang A. Menurut Peggunaan By Type of Cr edits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B . Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertam bangan/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 2 701 517 807 070 1 458 415 2 406 604 637 977 1 390 610 2 776 717 692 396 1 496 349 2 742 373 673 568 1 498 685 2 769 913 653 831 1 615 408 3 239 010 663 410 1 618 597 80 275 2 825 2 076 199 492 670 849 480 537 142 641 23 195 629 712 53 395 1 465 5 52 74 813 2 669 1 828 114 459 477 673 648 1 444 121 192 20 218 478 163 52 631 1 396 470 79 347 2 852 1 975 034 558 249 848 515 19 255 157 983 14 796 616 972 39 509 1 50 1 465 70 077 2 842 2 014 597 473 609 848 363 6 318 150 601 24 666 624 245 42 533 1 505 138 76 543 2 860 2 041 091 476 405 814 307 884 114 004 29 828 628 391 41 200 1 627 9 47 81 735 1 867 2 275 778 522 812 1 009 747 816 105 081 58 881 801 118 43 851 1 629 077 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 356

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 72. Kota Cilegon A. Menurut Peggunaan By Type of Cred its 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertamba ngan/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 2 248 939 1 494 897 470 448 1 858 695 1 495 040 535 841 2 010 912 1 460 065 498 408 1 776 434 1 454 875 498 886 1 788 811 1 438 995 515 427 1 965 335 1 398 542 524 115 1 226 61 220 3 115 541 207 233 358 603 86 68 785 47 434 234 578 7 720 470 461 1 355 61 163 2 670 930 264 508 355 767 86 76 495 46 296 225 582 7 308 535 853 1 382 61 656 2 754 645 308 840 344 442 136 50 397 43 955 242 532 7 422 498 421 1 498 62 043 2 516 996 309 344 341 428 60 61 321 41 958 230 764 7 325 498 886 1 604 62 316 2 514 498 306 373 343 015 283 57 101 41 538 235 637 8 456 515 427 1 721 54 911 2 626 889 314 000 366 356 357 71 355 45 406 240 601 8 637 524 115 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 357

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 72. Kota Cilegon A. Menurut Peggunaan By Type of Cred its 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertamba ngan/Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 1 783 052 1 157 732 526 326 1 748 533 1 153 652 533 923 2 132 505 909 847 548 638 2 051 801 908 046 546 460 2 109 974 890 429 546 844 2 003 721 864 586 527 305 1 998 47 581 2 181 292 315 694 394 218 348 70 397 53 607 261 497 8 369 526 326 1 996 48 789 2 121 376 342 675 387 349 322 67 516 47 307 262 871 9 333 533 923 2 171 48 843 1 899 373 673 809 418 157 207 95 022 55 752 258 371 8 805 548 638 2 008 48 294 1 817 497 667 143 424 905 337 95 338 55 075 266 500 7 655 546 460 2 263 41 212 1 808 249 670 450 478 229 913 91 844 110 769 266 921 7 782 546 844 2 312 40 358 1 784 131 516 290 525 216 1 106 126 510 109 483 261 106 27 011 527 305 5. Jasa-Jasa/Services Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. ,Water 7. Konstruksi/Co nstruction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11..Lain-lain/Others Banten Dalam Angka 2008 358

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) JUMLAH/Total A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menu rut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan /Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 18 238 481 18 848 084 19 570 424 19 039 057 19 101 645 20 214 516 7 086 941 7 01 4 950 7 126 914 7 483 587 7 488 050 7 516 393 10 508 389 10 650 856 10 807 888 11 026 355 11 387 441 11 644 537 286 118 176 577 349 801 175 068 380 723 176 782 349 180 175 164 369 647 176 765 369 454 173 739 15 659 668 16 097 476 16 281 276 15 889 574 15 926 628 16 603 827 3 746 161 3 72 3 274 5 487 737 401 875 2 373 580 328 877 2 171 880 211 525 4 209 110 5 622 019 425 593 2 327 193 324 223 2 330 743 214 267 4 098 749 5 988 441 551 261 2 353 71 1 317 143 2 546 487 219 839 4 019 139 6 069 953 536 627 2 402 918 304 740 2 592 197 233 471 4 364 527 6 189 031 568 149 2 444 270 313 877 2 610 908 251 827 5. Jasa-Jasa/Services 5 427 534 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. 400 545 ,Wa t er 7. Konstruksi/Construction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha / Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11. .Lain-lain/Others 2 308 228 304 972 2 194 117 219 672 10 537 752 10 680 535 10 835 317 11 047 891 11 415 004 11 674 869 Banten Dalam Angka 2008 359

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) JUMLAH/Total A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2. Investasi/Investment 3. Konsumsi/Consumer B. Menu rut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Pertanian/Agriculture 2. Pertambangan /Mining 3. Perindustrian/Industry 4. Perdagangan/Trade Juli July (2) Agustus August (3) September Oktober September October (4) (5) November Desember November December (6) (7) 19 972 938 20 386 941 20 966 341 21 200 347 21 457 604 23 780 649 7 433 449 7 64 8 186 7 284 061 7 593 567 7 801 521 7 954 899 12 148 169 12 416 979 12 664 152 12 730 436 12 998 741 13 196 934 354 622 167 966 319 106 178 806 285 318 177 766 348 259 176 349 394 492 172 581 586 177 173 255 16 004 841 16 505 885 15 896 600 16 630 497 16 773 824 17 599 861 4 501 063 4 49 1 536 6 514 143 681 102 2 532 161 252 304 2 679 767 368 809 5 107 498 6 757 277 703 055 2 521 975 245 327 2 899 265 387 655 4 938 982 6 670 509 689 691 2 361 63 6 256 273 2 934 970 427 939 5 024 464 6 855 078 834 588 2 366 419 312 508 2 972 956 368 607 5 758 031 7 577 076 981 871 2 480 076 390 732 3 229 466 494 931 5. Jasa-Jasa/Services 6 344 813 Listrik,Gas,Air/Electriciti,Gas 6. 598 914 ,Wate r 7. Konstruksi/Construction 8. Pengangkutan/Transport 9. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 10. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 11.. Lain-lain/Others 2 496 710 252 350 2 721 417 275 422 12 181 249 12 442 630 12 690 093 12 759 754 13 037 427 13 238 081 Sumber : Bank Indonesia Source : Indonesia Bank Banten Dalam Angka 2008 360

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.4.4 Table Kinerja Koperasi Menurut Indikator Produksi Performance of Cooperation Activity by Indicator of Production 2006-2007 Satuan Unit (2) Indikator Indicator (1) Koperasi / Cooperative Aktif/Active Non Aktif/Non Active Anggota / Member Modal Sendiri / Capital Owned Modal Luar / Capital Aid Jumlah Asset / Asset Volume Usaha / Omzet Jumlah SHU / Capital Gain Jumlah Manajer / To tal Manajer Jumlah Karyawan / Total Employee 2006 (3) 2007 (4) Unit Unit Orang / Person Rupiah Rupiah Rupiah Rupiah Rupiah Orang / Person Orang / Person 3 229 2 079 869 731 268 230 580 533 320 783 375 552 431 745 513 536 3 131 2 207 872 203 270 701 879 458 323 483 966 552 484 287 741 209 1 521 409 737 524 1 543 323 924 124 63 286 613 227 1 827 6 827 64 476 713 657 1 837 6 929 Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Source : Cooperative and UKM of B anten Province Banten Dalam Angka 2008 361

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.4.5 Table Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha dan Kabupaten/ Kota Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establishment and Municipality/Regency 2007 Kabupaten / Kota Regency / Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Ta ngerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Perusahaan Besar Large Scale Establishment (2) Perusahaan Menengah Medium Scale Establishment (4) Perusahaan Kecil Smaall Scale Establishment (5)

32 108 180 8 104 180 373 175 517 553 960 1154 110 54 492 624 221 563 426 272 90 1 194 1 462 371 2 185 1 924 964 454 4 602 6 341 2 009 12 676 9 778 Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Source : Industrial Trade of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 362

Food Available and Population Expenditure

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk 10.1 Ketersediaan Pangan Perkembangan persediaan pa ngan di Provinsi Banten dapa t dilihat pada Tabel 11.1.1. Sampai dengan akhir bulan Desember 2007 Provinsi Ba nten memiliki 28,6 juta ton persediaan beras, dimana terjadi penurunan sebesar 1 2,51 persen dari tahun 2006 yang memiliki sebesar 29,71 juta ton. Jika dilihat d ari rinciannya, pada bulan Januari dan Februari tidak ada pemasukan sama sekali dan pemasukan terbanyak pada bulan Mei yaitu sebesar 34,7 juta ton. Sedangkan un tuk pengeluaran terkecil terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 1,19 juta ton dan pengeluaran terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 10,00 juta ton. 10 .2 Pengeluaran Penduduk Pengelompokkan pengeluaran perkapita sebulan menurut kab upaten/kota dapat dilihat pada Tabel 11.2.1.Pengeluaran perkapita sebulan terbes ar adalah pada kelompok pengeluaran 300 s/d 499,9 ribu rupiah yaitu sebesar 2,80 juta orang atau sekitar 29,76 persen, sedangkan pengeluaran perkapita terkecil yaitu pada kelompok 40 ribu s/d 59,9 ribu rupiah sebesar 2.282 orang (hanya di K ab. Pandeglang . Distribusi pengeluaran ma sing-masing komoditi baik makanan dan non makanan dapat dilihat pada Tabel 11.2.2. Perbandingan persentase antara 10.1 The Availability of Food The growth of food availa bility in Banten provinc e is shown at table 11.1.1. At the end of December 2007, Banten had 28.6 million ton stock of rice or decrease than those of 2006 e.i. 29,71 million ton. Seeing for the detail, there was no supply in January and February and the biggest sup ply occured in May (34.7 million ton). While for the out going, the smallest ones occurred in January (1.19 million ton) and the biggest out going occurred in Fe bruary (10.00 million ton). 10.2. The Population expenditure The group of percap itas expenditure per month in regency / city is shown at table 11.2.1. The bigges t expenditure per capita was in group ofRp. 300.000,- - Rp 499.900, there was 2. 80 million people (29.76 %). The smallest expenditure per capita was in group of Rp 40,000,- - Rp. 59,999 there was 2,282 people (only Pandeglang regency). The Expenditure distribution of each commodity is shown at table 11.2.2 for food or non food. The ratio between food group and non 365 Banten Dalam Angka 2008

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk kelompok makanan dan non makanan adalah 54,81 persen berbanding 45,19 persen. Ta hun 2007 pada kelompok makanan yaitu kelompok Padipadian merupakan persentase te rbesar yaitu mencapai 10,49 persen dari total konsumsi perkapita. Sedangkan untu k kelompok non makanan jenis pengeluaran terbesarnya adalah sektor perumahan men capai 23,75 persen. 10.3 Lainnya Salah satu indikator yang memperlihatkan ketimp angan pen dapatan adalah Gini Rasio. Semakin besar angka Gini Ratio pada suatu d aerah menunjukan terjadi ketimpangan pendapatan di daerah tersebut. Dalam pendat aan untuk mendapatkan besaran pendapatan sering kali mengalami kegagalan, karena responden keberatan jika ditanyakan rincian pendapatannya. Sebagai jalan keluar maka digunakan peubah pengganti untuk melihat besarnya pendapatan penduduk yakni dengan menggunakan data pengeluaran. Dengan adanya informasi pengeluaran pendudu k maka dapat dihitung angka Gini Ratio. Tabel 11.3.1 menampilkan angka Gini Rati o per kabupa ten/kota tahun 2003- 2007. Terlihat bahwa distribusi pendapatan yan g terjadi di Banten secara umum merata. Angka gini ratio pada tahun 2007 yaitu 0 ,29 mengalami penurunan dari tahun 2006. Kab. Serang dan Kota Cilegon memiliki A ngka gini ratio terbesar yaitu 0,27. Banten Dalam Angka 2008 food group was 54.81 percent to 45.19 percent. In 2007, for the group of food, c ereals has the biggest porsion household expenditure, it was 10,49 % out of the total per capita consumption. While for the group of non food, the biggest expen diture is housing sector that reach 23.75 %). 10.3 The Others Gini ratio is one indicator that shows the unbalance of income. A big gini ratio shows the unbalan ce income in the region. We often fail in collecting the data of incomes scale be cause the respondent doesnt want to inform their objective income. There fore, we use proxy variable to know peoples income by using the data of out put as the way out. With the information of peoples expenditure, Gini ratio is easily calculated . The gini ratio for each regency/city in 2003 2007 is shown in Table 11.3.1. Ge nerally, there are disequality of income in Banten province. In 2007 the gini ra tio is 0,29 smaller than those of the 2006s. Serang Regency and Cilegon Municipal ity has the biggest gini ratio in Banten province e.i 0,27. 366

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Perkembangan Persediaan Pangan /Beras di Banten Tabel 10.1.1 Table Rice Stock in Banten 2007 (Ton) Bulan/ Month (1) Januari/ January Pebruari/ February Maret/ March April/ April M ei/ May Juni/ June Juli/ July Agustus/ August September/ September Oktober Octob er Nopember/ November Stok Awal/ Pre Stock (2) 18 802 851 17 606 876 7 597 571 10 105 571 18 580 295 4 9 484 310 51 639 111 49 765 215 47 119 177 43 314 006 40 264 712 Pemasukan/ In (3) 6 486 263 12 422 639 34 782 374 5 692 000 1 711 160 1 668 690 1 390 640 472 420 863 600 166 050 Stok Dikuasai/ Stock Controlled (4) 18 802 051 17 606 876 14 083 834 22 527 678 53 362 669 55 175 310 53 350 271 51 434 175 48 509 817 43 786 426 41 128 312 34 644 048 Pengeluaran/ Out (5) 1 195 975 10 009 305 3 978 795 3 947 383 3 878 359 3 536 19 9 3 585 156 4 314 998 5 195 811 3 512 714 6 650 314 6 066 395 Stok Akhir/ Final Stock (6) 17 606 076 7 597 571 10 105 039 18 580 295 49 484 31 0 51 639 111 49 765 115 47 119 177 43 314 006 40 273 712 34 477 998 28 577 653 Desember/ 34 477 998 December Sumber: Bulog Subdivre Banten Source : Logistic Of ficial of Banten Banten Dalam Angka 2008 367

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 10.1.2 Table Laporan Realisasi Pengadaan Gabah Dolog Wilayah I Banten Stock Realization Repor t of Rice by Dolog Banten 2007 Kontrak/ Contract Realisasi/ Realization Karung Sack (4) Kotor Bruto (5) Bersih Netto (6) Mitra Kerja/ Contractor Unit/ Unit (1) Kab.Pandeglang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/Total Kab Lebak Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Malingping Sub Jumlah/ Total Kab. Serang Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Taktakan Sub Jumlah/ Total Mit ra Kerja Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Ciruas Jumlah/ Total Sumber: Bulog Subdi vre Banten Source : Logistic Official of Banten Banten Dalam Angka 2008 28 3 3 3 4 2 350 000 200 000 300 000 2 850 000 47 000 4 000 2 000 53 000 2 350 000 200 00 0 100 000 2 650 000 15 1 2 18 750 000 200 000 950 000 15 000 15 000 750 000 750 000 5 1 1 7 100 000 200 000 100 000 400 000 2 000 4 000 2 000 8 000 100 000 200. 000 100 000 400 000 8 1 8 1 500 000 1 500 000 30 000 30 000 1 500 000 1 500 000 (2) Kg/ Kg (3) 368

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 10.1.3 Table Laporan Realisasi Pengadaan Beras Dolog Wilayah I Banten Stock Realization Repor t of Rice by Dolog Banten 2007 Kontrak/ Contract Realisasi/ Realization Karung Sack (4) Kotor Bruto (5) Bersih Netto (6) Mitra Kerja/ Contractor Unit/ Unit (1) Kab.Pandeglang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/Total Kab Lebak Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Malingping Sub Jumlah/ Total Kab. Serang Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Taktakan Sub Jumlah/ Total Mit ra Kerja Mitra Kerja Ada DN Satgas UPGB Ciruas Jumlah/ Total Sumber: Bulog Subdi vre Banten Source : Logistic Official of Banten Banten Dalam Angka 2008 28 3 3 3 4 28 700 000 2 250 000 30 950 000 15 4 2 18 22 005 000 1 800 000 23 805 000 1 09 5 679 90 000 1 185 679 1 430 429 112 500 1 542 929 28 700 000 2 250 000 30 950 0 00 22 005 000 1 800 000 23 805 000 5 1 1 7 2 475 000 450 000 2 925 000 123 750 2 2 500 146 250 2 475 000 450 000 2 925 000 8 1 9 4 220 000 4 220 000 211 000 211 000 4 220 000 4 220 000 (2) Kg/ Kg (3) 369

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 10.2.1 Table Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan di B anten Population by Regency/Municipality and Monthly Per Capita Expenditure Clas s in Banten 2007 Kabupaten/Kota Regency /Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tange rang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Pengeluaran Perkapita Sebulan/ Monthly Per Capita Expenditure <40.000 (2) 40.000 59.999 (3) 60.000 79.999 (4) 80.000 99.999 (5) 100.000 149.000 (6) 150.000 199. 999 (7) 2 282 1 236 2 976 2 790 11 728 24 464 32 901 20 238 192 313 301 428 117 509 219 239 268 974 393 811 307 168 388 849 7 030 2 282 4 920 12 452 57 857 9 894 1 088 8 090 37 528 114 595 127 473 75 801 1 749 91 080 96 797 183 924 429 640 365.808 4 417 6 449 841 355 957 865 1 345 630 1 890 792 2 079 699 40 182 19 137 1 418 121 1 606 916 1 751 128 1 956 287 1 973 212 Banten Dalam Angka 2008 370

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2006 2005 2004 2003 Pengeluaran Perkapita Sebulan/Monthly Per Capita Expenditure 200.000 299.999 (8) 300.000 499.999 (9) 500.000 dan lebih (10) Jumlah Total (11) 356 954 357 541 730 605 600 963 211 491 93 511 1 300 382 420 241 40 064 36 418 984 706 156 144 1 085 042 1 210 149 3 473 271 1 808 464 201 333 71 393 2 318 789 2 547 842 2 496 992 2 718 512 2 491 757 660 570 118 196 2 804 391 2 547 369 1 911 432 1 473 218 1 401 838 601 912 120 015 1 939 259 1 424 613 1 492 791 422 335 558 220 1 508 414 338 027 9 423 367 9 223 850 9 308 944 9 083 144 8 956 229 Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Social Economy Survey 2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 371

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 10.2.2 Table Rata-rata Pengeluaran Perkapita Menurut Jenis Pengeluaran dan Golongan Pengeluar an Perkapita Sebulan di Banten Average of Per Capita Monthly Expenditure by Kind of Expenditure and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 2007 (Rupiah) Rata-rata Pengeluaran Per kapita Sebulan (Rp) Average of Per Capita Monthly Expe nditure (Rp) 40.000 59.999 (2) 15 000 1 837 4 286 1 286 3 000 4 286 1 224 918 12 857 44 694 6 190 1 369 3 583 2 381 12 714 14 250 58 944 60.000 79.999 (3) 25 16 7 985 1 848 450 5 394 1 123 946 3 000 2 573 1 555 288 2 733 721 1 722 48 506 12 631 5 391 3 884 367 3 748 14 124 80 26 238 74 744 80.00099.999 (4) 29 360 446 4 983 158 2 034 5 207 3 485 816 3 975 3 107 1 701 1 268 4 097 726 5 144 66 505 15 095 3 900 1 727 1 380 3 094 260 204 559 26 218 92 724 100.000149.999 (5) 35 627 948 8 942 335 2 279 5 172 3 934 1 529 4 953 4 370 2 567 2 150 6 766 743 11 910 9 2 226 21 550 6 633 2 452 1 614 5 133 352 239 799 38 771 130 997 Jenis Pengeluaran Kind of Expenditure (1) Padi-padian/Cereals Ubia-ubian/Tubers Ikan/Fish Daging/Meat Telur dan susu/Eggs & Milk Sayur-sayuran/Vegetables Kacang -kacangan/Legumes Buah-buahan/Fruits Minyak dan lemak/Oil & Fats Bahan minuman/B everages stuffs Bumbu-bumbuan/Spices Konsumsi lainnya/Miscellaneous food item Ma kanan & Minuman/Prepared food and beverages Minuman alkohol/Alcoholic beverages Tembakau dan Sirih/Tobacco & betel Jumlah Makanan/Total of Food Perumahan/Housin g Aneka barang &jasa/Goods & services Biaya pendidikan/Education Cost Biaya kese hatan/Health cost Pakaian dan alas kaki/Clothing & Footwear Barang tahan lama/Du rable Goods Pajak dan asuransi/Taxes & Insurances Keperluan pesta/Parties Jumlah Bukan Makanan/ Total Non Food Rata-rata Pengeluaran Sebulan/ Everage Monthly Ex penditure Banten Dalam Angka 2008 372

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Lanjutan Continued Rata-rata Pengeluaran Per kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditu re 150.00199.999 (8) 7 388 1 130 10 741 743 4 197 6 636 4 952 2 182 6 218 5 674 3 250 3 572 9 974 902 20 724 118 283 30 718 10 716 3 387 2 171 7 057 959 355 1 1 28 56 491 174 774 200.00299.999 (9) 39 452 1 143 14 802 2 562 6 409 8 871 6 843 3 259 7 572 6 767 4 265 5 155 16 887 1 551 26 996 152 535 51 183 17 773 5 619 4 009 10 378 2 046 965 1 263 93 236 245 771 300.00499.999 (10) 37 286 1 142 18 923 7 522 15 365 13 155 8 346 6 022 9 274 8 149 4 716 8 288 34 687 3 220 30 174 206 270 99 130 38 229 14 261 7 785 14 599 5 214 2 838 2 016 184 072 390 343 500.000 dan lebih (11) 36 222 1 437 25 053 20 121 31 247 19 688 9 573 15 258 10 834 10 965 5 725 10 495 93 081 10 203 38 082 337 984 173 874 88 311 27 550 11 079 21 01 4 11 226 8 999 2 752 344 805 682 789 Ratarata Average (12) 37 375 1 177 16 894 7 153 13 435 11 666 7 269 6 208 8 273 7 624 4 368 6 637 35 781 3 649 27 696 195 2 05 84 583 36 172 12 046 6 068 12 777 4 543 3 011 1 724 160 923 356 127 Jenis Pengeluaran Kind of Expenditure (7) Padi-padian/Cereals Ubia-ubian/Tubers Ikan/Fish Daging/Meat Telur dan susu/Eggs & Milk Sayur-sayuran/Vegetables Kacang -kacangan/Legumes Buah-buahan/Fruits Minyak dan lemak/Oil & Fats Bahan minuman/B everages stuffs Bumbu-bumbuan/Spices Konsumsi lainnya/Miscellaneous food item Ma kanan & Minuman/Prepared food and beverages Minuman alkohol/Alcoholic beverages Tembakau dan Sirih/Tobacco & betel Jumlah Makanan/Total of Food Perumahan/Housin g Aneka barang &jasa/Goods & services Biaya pendidikan/Education Cost Biaya kese hatan/Health cost Pakaian dan alas kaki/Clothing & Footwear Barang tahan lama/Du rable Goods Pajak dan asuransi/Taxes & Insurances Keperluan pesta/Parties Jumlah Bukan Makanan/ Total of Non Food Rata-rata Pengeluaran Sebulan/ Everage Monthly Expenditure Sumber : Susenas 2007, BPS Source : Social Economy Survey 2007, BPS Banten Dalam Angka 2008 373

Bab X Ketersediaan Bahan Makanan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 10.3.1 Table Gini Ratio Menurut Kabupaten/Kota di Banten Gini Ratio by Regency/Municipality i n Banten 2003 - 2007 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tanger ang 4. Serang Gini Ratio 2003 (2) 2004 (3) 2005 (4) 2006 (5) 2007 (6) 0,217 0,189 0,352 0,258 0,230 0,190 0,270 0,270 0,220 0,230 0,350 0,280 0.21 0.26 0.31 0.29 0,23 0,22 0,25 0,27 Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon 0,229 0,226 0,260 0,260 0,280 0,27 0.23 0.26 0, 22 0,27 Banten 0,315 0,290 0,380 0,31 0,29 Sumber : BPS Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 374

Regional Income

Bab XI Pendapatan Regional Penjelasan Teknis Produk Domestik Regional Bruto menggambarkan kemampuan suatu w ilayah dalam menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu. PDRB dapat dili hat dari 3 sisi pendekatan, yaitu produksi, pengeluaran dan pendapatan. Ketigany a menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sektor ekonomi, kompone n penggunaan dan sumber pendapatan. PDRB dari sisi produksi merupakan penjumlaha n seluruh nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektorsektor ekonomi ata s berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan ten tang penggunaan dari nilai tambah tersebut. Selanjutnya dari sisi pendapatan, ni lai tambah merupakan jumlah dari upah/gaji, surplus usaha, penyusutan dan pajak tak langsung neto yang diperoleh.. PDRB disajikan dalam dua versi penilaian, yai tu atas dasar harga berlaku dan harga konstan. PDRB atas dasar harga berlaku menggun akan harga tahun berjalan, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menggunakan d ata harga tahun tertentu (saat ini menggunakan dasar harga tahun 2000). Laju Per tumbuhan Ekonomi didapat dari perhitungan PDRB adhk. Diperoleh dengan cara me ng urangi nilai PDRB pada tahun ke n terhadap nilai pada tahun ke n-1, Banten Dalam Angka 2008 Technical Notes Gross Regional Domestic Product (GRDP) described the ability of a region in creating output (value added) at a certain time. GRDP can be compile d using three approaches those are Production approach, expenditure approach and inc ome approach. All of them, presenting the composition of value added according to economic sectors, source of income and expenditure component. The first approac h is to explain output produced by various kind of economic activity, which valu e added generated by economic sectors; the second approach is to explain the fin al uses of the value added that had been created by all economics sectors; the t hird approach is to explain the value added that become the source of income, wh ich derived from the aggregate of wage/salary, benefit, decrease and net indirec t taxes. GRDP and its aggregations are presented in two forms, at current market prices a nd constant market prices. In presenting current market prices, all aggregates a re valued at current market prices. While, base year constant market prices are shown by valuing all aggregates at fixed base year prices. (Year of 2000 has bee n used as the base year now) Economic growth derives from GRDP at constant marke t prices, by decreasing the value GRDP year of n with the value GRDP year of n-1 and 377

Bab XI Pendapatan Regional dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, kemudian dikalikan dengan 100 persen. LPE menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu terhadap waktu sebe lumnya. PDRB perkapita adalah salah satu indikator makro yang biasa digunakan un tuk mengukur tingkat produktivitas penduduk di suatu daerah dalam jangka waktu t ertentu. PDRB perkapita merupakan PDRB adhb dibagi jumlah penduduk pertengahan t ahun suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Produk Domestik Regional Bruto (P DRB) Level perekonomian provinsi Banten tergambar dari besaran nilai PDRB yang m ampu dicapai oleh provinsi ini. Perkembangan memperlihatkan dari tahun ke tahun level perekonomian Banten terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2007, untuk pe rtama kalinya level perekonomian Banten mencapai di atas 100 triliun rupiah. Hal ini terlihat dari nilai PDRB Banten atas dasar harga berlaku yang besarnya 107, 43 triliun rupiah. Nilai tersebut tercapai setelah adanya penambahan nilai tamba h sebanyak 9,56 triliun rupiah atau 9,77 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan atas dasar harga konstan, PDRB Banten baru mencapai 65,05 triliun rupiah. Divided by the value GRDP year of n-1 than multiplied with 100 percent. Growth r ate of GDRP shows/explain incom /production progress of certain year to the prev ious year Per capita GRDP is one of macro economic indicators that use to measure the leve l of citizens productivity in a region at certain time/year. Per capita GRDP is GRDP at current market prices divided by mid-year population of a region at cert ain year. Gross Regional Domestic Product (GDRP) The economic level of Banten province is expressed from the GRDP value which capable to reach by this province. Growth sh ow from year to year level economics of Banten continue to experience of improve ment. In the year 2007, for the first time the economic level of Banten can be a chive above 100 quintillion rupiah. This matter seen from the GDRP value of Bant en Province on based market prices which level of 107.43 quintillion rupiah. The value reached after existence of addition value added counted 9.56 quintillion rupiah or 9.77 percentage of previous year. While on the basis of constant price , new GRDP Banten reach 65.05 quintillion rupiah. Banten Dalam Angka 2008 378

Bab XI Pendapatan Regional Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Sama halnya dengan perekonomian yang menembus level baru, pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2007 juga menembus nilai baru. Seja k tahun 2000 hingga 2006, pertumbuhan ekonomi Banten selalu berada di bawah angk a 6 persen, akan tetapi pada tahun 2007 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonom i Banten melewati angka 6 persen meskipun tidak begitu jauh yaitu hanya 6,04 per sen. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten di tahun 2007 terutama didorong oleh kelompok sektor tersier yang tumbuh 10,22 persen pada tahun tersebut. Dengan pe rtumbuhan seperti itu, kelompok sektor tersier memberi sumbangan lebih dari sete ngah pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2007 yaitu sebesar 3,59 persen. Sedangkan kelompok sektor sekunder hanya tumbuh 3,70 persen sehingga sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 2,09 persen. Kelompok sektor primer, meskipu n mampu tumbuh di atas kelompok sektor sekunder akan tetapi sumbangannya hanya 0 ,36 persen. Adapun sektor yang mengalami percepatan pertumbuhan sangat tinggi ad alah sektor pertambangan dan penggalian dari 3,75 persen tahun 2006 menjadi 12,6 5 persen tahun 2007. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan dan sektor listrik , gas dan air bersih. Banten Dalam Angka 2008 Economic Growth by Sector Same as with economics penetrating new level, economic growth of Banten in the year 2007 also penetrate new value. Since year 2000 til l 2006, economic growth of Banten always under number 6 percent, however in the year 2007 for the first time of economic growth of Banten pass number 6 percent though do not so far that is only 6.04 percent. The increased of economic growth of Banten in year 2007 is especially pushed by tertiary sector group growing 10.22 percent in the year. With growth like that, tertiary sector group give contribution more than semi economic growth of Banten Year 2007 that is equal to 3,59 percent. While secondary sector group only grow ing 3.70 percent so that its contribution to economic growth of Banten equal to 2,09 percent. Sector primary group, though can grow above secondary sector group however its contribution only 0,36 percent. As for natural sector of acceleration of growth very high is mining sector and d ig from 3.75 percent year 2006 becoming 12.65 percent year 2007.Is hereinafter f ollowed by building sector and electrics sector, clean water and gas. 379

Bab XI Pendapatan Regional Percepatan pertumbuhan ekonomi pada 3 sektor di atas tidak berarti tanpa sebab. Pada sektor pertambangan dan penggalian disebabkan oleh meningkatnya produksi ba tubara yang dihasilkan dari Lebak. Di sektor bangunan disebabkan oleh konstruksi yang didanai oleh pemerintah maupun swasta yang meningkat. Sedangkan pada sekto r listrik, gas dan air bersih akibat bertambahnya pasokan gas dari sambungan Sou th Sumatera and West Java. Sektor pertanian selaku sektor yang banyak mendapatka n perhatian juga mengalami percepatan pertumbuhan dari -0,63 persen tahun 2006 m enjadi 4,22 persen tahun 2007. Faktor pendorongnya karena adanya peningkatan pro duksi padi yang ditunjang dengan ketersediaan air yang memadai serta dampak dari program P2BN. Berbeda dengan sektor yang disebutkan di atas, beberapa sektor ju stru mengalami perlambatan, seperti sektor pengangkutan dan komunikasi serta sek tor industri pengolahan. Pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi melambat dari 10,31 persen menjadi 6,71 persen sebagai akibat melambatnya sub sektor pen gangkutan maupun komunikasi. Sedangkan sektor industri melambat dari 5,43 persen menjadi 3,10 persen. Banyak faktor yang menyebabkan perlambatan yang terjadi di sektor ini, salah satunya karena persaingan dalam memperebutkan pasar dengan in dustri Cina. Banten Dalam Angka 2008 Acceleration of economic Growth at 3 sector above meaningless without cause. At mining sector and dig because of product increase yielded coal from Lebak. In bu ilding sector because of construction which is fund by private sector and also g overnment which mounting. While at electrics sector, clean water and gas of effe ct increase gas from South Sumatra and West Java extension. Agricultural sector as sector which getting many attention also experience of ac celeration of growth from -0.63 percent year 2006 becoming 4.22 percent year 200 7. Its Impeller factor caused by supported paddy product increase with availabil ity of adequate water and also affect from P2Bn program. Differ from mentioned b y sector above, some sector exactly experience of deceleration, like transportat ion sector and communications and also processing industrial sector. Growth of t ardy Sector communications and transportation from 10.31 percent become 6.71 per cent as tardy effect of transportation sub sector and also communications. While tardy industrial sector from 5.43 percent become 3.10 percent. Many factor caus ing deceleration that happened in this sector, one of them because emulation in fighting over market with Chinese industry. 380

Bab XI Pendapatan Regional PDRB Perkapita Angka PDRB perkapita merupakan indikator tingkat produktivitas pe nduduk suatu wilayah. PDRB perkapita hanya menggambarkan NTB yang terbentuk di s uatu wilayah dibagi dengan seluruh penduduk. Akan tetapi, sering kali indikator ini dijadikan sebagai proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat karen a ketiadaan data pendapatan perkapita. PDRB perkapita Provinsi Banten pada tahun 2007 sebesar 11,40 juta rupiah. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PDRB perk apita ini mengalami penambahan 790.351 rupiah atau meningkat 7,45 persen. Kenaik an ini masih sedikit lebih tinggi dari angka inflasi di Banten yang besarnya 6,3 1 persen. Berdasarkan harga konstan, PDRB perkapita Banten tahun 2007 sebesar 6, 90 juta rupiah atau sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya ya ng besarnya 6,65 juta rupiah. PDRB perkapita atas dasar harga konstan ini mengal ami pertumbuhan sebesar 3,80 persen. Ini berarti bahwa ada peningkatan besaran P DRB perkapita secara riil yang diharapkan dinikmati oleh penduduk Banten. GRDP per Capita Number PDRB per Capita represent indicator mount resident produc tivity in region. GRDP Per capita PDRB only depicting formed by value added in r egion divided with entire resident. However, frequently this indicator is made a s proxy to see level prosperity of society because no data earnings of per capit a. GRDP Per capita of Banten province in the year 2007 equal to 11.40 million rupia h. Compared to previous year, this GRDP per capita experience of addition 790.35 1 rupiah or mount 7.45 percent. This increase still a little higher than the inf lation number in Banten which level of 6.31 percent. Base on the constant price, GRDP per capita Banten year 2007 equal to 6.90 milli on rupiah or a little higher compared to previous year which the level of 6.65 m illion rupiah. GRDP per capita base on constant price experience of growth equal to 3.80 percent. This means that there is increase of GRDP per capita really wh ich is expected to be enjoyed by Banten resident. Banten Dalam Angka 2008 381

Bab XI Pendapatan Regional PDRB Banten Menurut Komponen Penggunaan PDRB Menurut penggunaan dirinci menurut komponen konsumsi rumahtangga, konsumsi pemerintah, pembentukan modal, ekspor da n impor barang dan jasa. PDRB dari sudut penggunaan yang terbesar adalah untuk p engeluaran konsumsi rumahtangga. Menurut harga berlaku tahun 2007, konsumsi ruma h tangga menguasai 54,85 persen dari total PDRB Provinsi Banten atau senilai 58, 93 triliun rupiah. Dibandingkan tahun sebelumnya nilai tersebut naik 10,04 perse n. Jika didasarkan harga konstan 2000 nilainya mencapai 40,00 triliun rupiah, na ik sebesar 8,78 persen dari tahun 2006. Konsumsi pemerintah yang dipakai untuk p enyelenggaraan pemerintah pusat dan daerah serta pertahanan dan keamanan, tahun 2006 atas dasar harga berlaku sebesar 3,68 triliun rupiah, naik menjadi 3,87 tri liun rupiah pada tahun berikutnya atau meningkat 3,60 persen. Jika diukur berdas arkan harga konstan 2000, konsumsi pemerintah tahun 2007 naik 8,32 persen dari t ahun 2006. Penggunaan lain yang cukup besar dari Produk Domestik Regional Bruto adalah untuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Menurut harga berlaku, tahun 2007 mencapai 24,29 triliun rupiah, dan sebesar 15,73 triliun Banten Dalam Angka 2008 GRDP of Banten by Expenditure Gross Regional Domestic Product by utilization consists of household consumption , government consumption, gross fixed capital, and export import of goods and se rvices. The expenditure of consumption was the largest expenditures of GRDP. Bas ed on current price 2007, the expenditures of household consumption were 54,85 p ercent from the total of GRDP Banten Province, or valuing about 58,93 trillion r upiahs. Compared to the previous year, it was increased to 10,04 percent. In add ition, based on constant price 2000, the expenditure of household consumption we re reached at 40,00 trillion rupiahs, increased 8,78 percent from 2006. The gove rnment consumption for arrangement of national and regional government as well a s defense and safety at current price 2006 were amounted around to 3,68 trillion rupiahs up to 3,87 trillion rupiahs in 2007 or an increase of about 3,60 percen t, whereas based on constant price 2000 was increased around 8,32 percent in 200 6. The other large expenditure of GRDP is Gross Fixed Capital. According to current price in 2007, it was reached 24,29 trillion rupiahs and 24,29 trillion rupiahs at constant price 2000. Gross Fixed Capital at current price were added to 12,9 5 percent, meanwhile at constant price 382

Bab XI Pendapatan Regional Rupiah atas dasar harga konstan 2000. PMTB atas dasar harga berlaku naik sebesar 12,95 persen, sementara atas dasar harga konstan tahun 2000 naik 9,32 persen. I nvestasi yang ditanamkan di berbagai sektor ekonomi berhasil meningkatkan produk si. Meningkatnya produksi akan lebih mendorong ekspor. Nilai ekspor yang dicapai Banten pada tahun 2006 mencapai 64,16 triliun rupiah naik menjadi 64,95 triliun rupiah pada tahun 2007. Kegiatan ekspor ke luar negeri sebesar 21,23 persen dar i total nilai ekspor. Nilai impor barang dan jasa masih di bawah kegiatan ekspor . Pada tahun 2007, nilai impor atas dasar harga berlaku mencapai 53,59 triliun r upiah, turun 1,53 persen. Sebaliknya untuk nilai impor atas dasar harga konstan 2000 mengalami kenaikan sebesar 2,58 persen atau tercatat senilai 42,75 triliun rupiah. Increased around 9,32 percent. The total investment extended at all sort of economic sector, caused the output had grew up. Additional of output can force the improvement of export. In 2006, the value of export on Banten Province amounted around to 64,16 trillion rupiahs up to 64,95 trillion rupiahs in 2007. The export activity to overseas at 21,23 percent from the total export value. While mport eased 2000 import value of goods and services still lower than export. In 2007, the i value at current price amounted around to 53,59 trillion rupiahs, had decr at 1,53 percent from the previous year, but import value at constant price increased 2,58 percent or it has reached 42,75 trillion rupiahs.

Banten Dalam Angka 2008 383

Bab XI Pendapatan Regional Grafik 11.1. Peranan Sektor Dalam PDRB Banten Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 200 1 dan 2007 (persen) 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Bangunan Pengangkutan & Kom Perdag., H & R Keuangan, P & JP 5,53 5,07 5,63 2001 2007 Grafik 11.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten dan Nasional Tahun 2001-20 07 (persen) 6,5 6 5,5 5 4,5 4 3,5 3 2001 2002 Banten 3,95 4,11 5,88 Pertamb & P 6,32 6,04 5,60 5,48 4,50 4,78 5,05 3,64 2003 2004 2005 2006 2007 Nasional Dengan Migas Banten Dalam Angka 2008 384 Jasa-jasa Pertanian Industri P LGA

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel 11.1.1 Table Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Market Price by Industrial Origin ( Juta / Millions Rp ) 2004 - 2007 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN / Mining and Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN / Manufacturing Ind ustry 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH / Electricity, Gas, and Water Supply 5. B A N G U N A N / Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN / Trade, Hotel and Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI / Transport and Communication 8. KEUA NGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance, Dwelling and Business Service 9. JAS A-JASA / Services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO / Gross Regional Domestic Produ ct 2004 (2) 6 530 642,07 79 474,41 36 972 196,87 3 737 228,48 1 898 331,36 12 605 8 13,75 2005 (3) 7 219 036,22 88 457,21 2 0 0 6 *) (4) 7 604 853,80 95 648,58 2 0 0 7 **) (5) 8 523 310,07 115 127,47 51 386 344,95 4 283 999,13 3 259 394,62 20 400 505,50 42 098 680,26 48 642 336,74 4 119 922,21 2 306 353,89 4 137 473,81 2 828 380,78 14 499 930,60 17 081 607,50 5 889 081,54 7 257 845,03 9 182 131,34 9 929 409,84 2 329 052,13 3 671 963,80 73 713 784,40 2 782 823,49 4 249 754,41 3 278 935,87 5 015 904,97 3 814 970,56 5 718 895,75 84 622 803,32 97 867 273,39 107 431 957,88 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 385

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel Table 11.1.2 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Men urut Lapangan Usaha Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price 200 0 by Industrial Origin ( Juta / Millions Rp) 2004 - 2007 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN / Mining and Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN / Manufacturing Ind ustry 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH / Electricity, Gas, and Water Supply 5. B A N G U N A N / Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN / Trade, Hotel and Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI / Transport and Communication 8. KEUA NGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance, Dwelling and Business Service 9. JAS A-JASA / Services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO / Gross Regional Domestic Produ ct 2004 (2) 4 930 266,80 56 557,59 27 749 175,75 2 416 794,00 1 443 158,80 9 830 05 4,85 2005 (3) 5 061 650,42 59 286,02 2 0 0 6 *) (4) 5 030 011,59 61 508,86 2 0 0 7 **) (5) 5 242 350,48 69 292,77 31 496 751,75 2 629 581,32 1 880 273,94 1 2 800 800,86 28 975 547,08 30 548 566,62 2 567 049,93 1 580 487,69 2 510 895,12 1 662 420,23 10 699 437,65 11 478 134,19 4 540 508,58 4 910 855,75 5 417 133,59 5 780 569,93 1 557 896,64 2 355 993,50 54 880 406,50 1 744 477,29 2 508 156,40 1 888 037,80 2 744 950,65 2 138 061,77 3 009 092,96 65 046 775,77 58 106 948,22 61 341 658,64 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 386

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel 11.1.3 Table Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Growth Rate of Gross Regional Domestic Prod uct of Banten at Constant Price 2000 by Industrial Origin (Persen/Percent) 2004 2007 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN / Mining and Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN / Manufacturing Ind ustry 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH / Electricity, Gas, and Water Supply 5. B A N G U N A N / Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN / Trade, Hotel and Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI / Transport and Communication 8. KEUA NGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance, Dwelling and Business Service 9. JAS A-JASA / Services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO / Gross Regional Domestic Produ ct Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Ban ten Province 2004 (2) 2,07 4,75 4,39 5,99 9,71 2005 (3) 2,66 4,82 4,42 6,22 9,52 2 0 0 6 *) (4) (0,63) 3,75 5,43 (2,19) 5,18 2 0 0 7 **) (5) 4,22 12,65 3,10 4,73 13,10 6,25 8,84 7,28 11,52 9,65 8,16 10,31 6,71 21,39 6,10 5,63 11,98 6,46 5,88 8,23 9,44 5,57 13,24 9,62 6,04 Banten Dalam Angka 2008 387

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel Table Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Banten Atas Dasar Harga Ber laku Menurut Lapangan Usaha 11.1.4 Percentage Distribution of Gross Regional Dom estic Product of Banten at Current Price by Industrial Origin (Persen/Percent) 2 004 2007 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN / Mining and Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN / Manufacturing Ind ustry 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH / Electricity, Gas, and Water Supply 5. B A N G U N A N / Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN / Trade, Hotel and Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI / Transport and Communication 8. KEUA NGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance, Dwelling and Business Service 9. JAS A-JASA / Services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO / Gross Regional Domestic Produ ct 2004 (2) 8,86 0,11 50,16 5,07 2,58 17,11 2005 (3) 8,54 0,11 49,75 4,87 2,73 17,13 2 0 0 6 *) (4) 7,77 0,10 49,70 4,23 2,89 17,45 2 0 0 7 **) (5) 7,93 0,11 47,83 3,99 3,03 18,99 8,00 8,58 9,38 9,24 3,16 4,97 100,00 3,29 5,02 100,00 3,34 5,12 100,00 3,55 5,32 100,00 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008 388

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel Table 11.1.5 Angka Agregatif PDRB, Penduduk Pertengahan Tahun dan PDRB Perkapita Banten Agreg ate Figures of GRDP, Population at Mid Year and GRDP Per Capita in Banten 2004 2007 Uraian Description (1) 1. NILAI ABSOLUT a. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta R p)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b. PDRB atas dasar harga konstan 2 000 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 2000 Prices (millionRp) c. Jumlah penduduk perte ngahan tahun (Jiwa)/ Total Population at Mid Year (Person) d. PDRB per kapita at as dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Market Prices e. PDRB pe r kapita atas dasar harga konstan 2000 (Rp)/ GRDP Per Capita at Constans 2000 Pr ice(Rp) 2. INDEKS PERKEMBANGAN (2000 = 100,00)/ Growth Index a. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta Rp)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b. PDRB atas dasar harga konstan 2000 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 2000 Prices (millionRp) c. Jumlah penduduk pertengahan tahun (Jiwa)/ Total Popula tion at Mid Year (Person) d. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Ma rket Prices e. PDRB per kapita atas dasar harga konstan 2000 (Rp)/ GRDP Per Capi ta at Constans 2000 Price(Rp) Banten Dalam Angka 2008 2004 (2) 2005 (3) 2 0 0 6 *) (4) 2 0 0 7 **) (5) 73 713 784,40 84 622 803,32 97 867 273,39 107 431 957,88 54 880 406,50 58 106 948,22 61 341 658,64 65 046 775,77 8 780 814 9 028 816 9 223 850 9 423 367 8 394 869,00 9 372 525,00 10 610 241,00 11 400 592,00 6 250 036,00 6 435 722,00 6 650 331,00 6 902 711,00 161,33

185,21 214,20 235,13 120,11 127,17 134,25 142,36 109,02 112,10 114,52 117,00 147,98 165,21 187,03 200,96 110,17 113,44 117,23 121,68 389

Bab Xl Pendapatan Regional Lanjutan Continued Uraian Description (1) 3. INDEKS BERANTAI/ Chain Index b. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta Rp)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b. PDRB atas dasar harga konstan 2000 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 2000 Prices (millionRp) c. Jumlah penduduk pertengahan t ahun (Jiwa)/ Total Population at Mid Year (Person) d. PD RB per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Market P rices e. PDRB per kapita atas dasar harga konstan 2000 (Rp)/ GRDP Per Capita at Constans 2000 Price(Rp) INDEKS HARGA IMPLISIT PDRB/ Implicit Price Index of GRDP Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Bante n Province 2004 (2) 2005 (3) 2 0 0 6 *) (4) 2 0 0 7 **) (5) 110,72 114,80 115,65 109,77 105,62 105,88 105,57 106,04 102,15 102,83 102,16 102,17 108,39 111,64 113,21 107,45 103,41 102,97

103,34 103,80 134,32 145,63 159,54 165,16 Banten Dalam Angka 2008 390

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel Table 11.2.1 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluara n Gross Regional Domestic Product of Banten at Current by Expenditure ( Juta / M illions Rp ) 2004 - 2007 Jenis Pengeluaran / Type of Expenditure (1) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga / Household Consumption Expenditure 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nirlaba/ Non Profit Consumption Expenditure 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/ General Gove rnment Consumption Expenditure 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto/ Gross Fixed Cap ital Formation 5. Perubahan Stock/ Change In Stock 6. Ekspor/ Export 7. Impor/ I mport 2004 (2) 2005 (3) 2006 *) (4) 2007 **) (5) 41 793 419,38 47 685 057,22 53 551 671,74 58 928 760,34 453 281,11 529 824,72 641 887,94 715 789,43 2 850 507,22 3 190 137,04 3 685 552,58 3 872 266,85 15 310 282,21 18 097 675,69 21 508 420,82 24 294 241,24 6 993 111,95 8 059 982,8 4 8 750 909,50 8 261 091,39 46 650 263,23 53 298 570,22 64 158 597,93 64 954 892,73 40 337 080,69 46 238 959 ,26 54 429 767,12 53 595 084,10 PDRB / GRDP 73 713 784,40 84 622 288,47 97 867 273,39 107 431 957,88 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008

391

Bab Xl Pendapatan Regional Tabel Table 11.2.2 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran Gross Regional Domestic Product of Banten at Constan Price 2000 by Expenditure ( Juta / Millions Rp ) 2004 - 2007 Jenis Pengeluaran / Type of Expenditure (1) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga / Household Consumption Expenditure 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nirlaba/ Non Profit Consumption Expenditure 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/ General Gove rnment Consumption Expenditure 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto/ Gross Fixed Cap ital Formation 5. Perubahan Stock/ Change In Stock 6. Ekspor/ Export 7. Impor/ I mport 2004 (1) 2005 (2) 2006 *) (3) 2007 **) (4) 32 732 252,12 34 984 129,38 36 776 276,34 40 004 574,38 323 541,11 349 118,92 382 655,86 417 934,89 2 246 368,22 2 406 195,87 2 630 658,52 2 849 630,09 12 364 363,00 13 442 649,35 14 387 865,96 15 728 507,06 5 129 260,29 5 256 105,1 9 5 321 691,44 4 306 345,53 36 250 048,40 39 088 828,98 43 517 179,18 44 488 801,87 34 165 426,64 37 420 079 ,47 41 674 668,66 42 749 018,04 PDRB / GRDP 54 880 406,50 58 106 948,22 61 341 658,64 65 046 775,77 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2008

392