Anda di halaman 1dari 8

Analisis Beban Mooring

Mooring merupakan prinsip dasar dari pemilihan bollard. Prinsip mooring pada dasarnya adalah untuk
menahan posisi kapal yang bersandar pada dermaga. Mooring bisa ditempatkan di dermaga (offshore
sttucture) dan juga bisa ditempatkan di luar dermaga (offshore structure). Mooring yang terdapat di
bagian offshore berupa buoy mooring sedangkan mooring yang terdapat di bagian onshore berupa
mooring dolphin yang merupakan perpanjanngan dermaga. Selain itu, ada juga mooring yang langsung
menempel di struktur dermaga. Pada kasus kali ini, mooring yang digunakan adalah mooring yang
menempel ke dermaga. Sistem mooring tersebut menghasilkan gaya mooring. Gaya mooring yang berasal
dari kapal merupakan gaya-gaya horizontal dan vertikal yang disebabkan oleh angin dan arus. Sistem
mooring didesain untuk dapat mengatasi gaya-gaya akibat kombinasi angin dan arus. Keseluruhan gaya
angin dan arus yang terjadi dapat dimodelkan sebagai gaya-gaya dalam arah transversal dan longitudinal
yang dikombinasikan dengan gaya-gaya yang bekerja pada dermaga.
Gaya mooring akibat angin
Kapal yang ditambatkan mengalami pengaruh dari arah angin dominan dan akan menyebabkan gerakan
kapal yang bisa menimbulkan gaya pada dermaga. Besar gaya akibat angin dihitung dengan persamaan
berikut:
Gaya akibat angin dengan arah transversal dengan badan kapal:
dengan
Gaya akibat angin dengan arah longitudinal dengan badan kapal:
dengan
Dimana:
F
WT
= gaya akibat angin arah transversal (kN).
F
WL
= gaya akibat angin arah longitudinal (kN).
= massa jenis angin (0,001 ton/m
3
).


F
wt
0.5
a
C
Dw
A
wt
U
2
:=
A
wt
L
oa
f :=
F
wl
0.5
a
C
Dw
A
wl
U
2
:= A
wl
Bf :=
= massa jenis air (1,025 ton/m
3
).
C
Dw
= koefisien drag angin.
A
WT
= luas bidang proyeksi kapal yang tidak basah arah transversal (m
2
).
A
WL
= luas bidang proyeksi kapal yang tidak basah arah longitudinal (m
2
).
U = kecepatan angin (m/s).
Nilai dari koefisien drag angin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Nilai koefisien drag angin untuk setiap bentuk bidang proyeksi
(Sumber: OCDI)

Gaya mooring akibat arus
Seperti halnya angin, arus yang bekerja pada bagian kapal yang terendam air juga akan menyebabkan
terjadinya gaya pada kapal yang kemudian diteruskan pada alat penambat yaitu bollard. Besar gaya akibat
arus dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Gaya arus dengan arah transversall dengan badan kapal:
dengan
F
ct
0.5 C
Dc
A
ct
V
t
2
:= A
ct
L
bp
d :=
Gaya arus dengan arah longitudinal dengan badan kapal:
dengan
Dimana:
F
CT
= gaya akibat arus arah transversal (kN).
F
CL
= gaya akibat arus arah longitudinal (kN).
= massa jenis air (ton/m
3
).
C = koefisien tekanan arus.
A
CT
= luas bidang proyeksi kapal yang basah arah transversal (m
2
).
A
CL
= luas bidang proyeksi kapal yang basah arah longitudinal (m
2
).
V
T
= kecepatan arus untuk gaya arah transversal (m/s).
V
L
= kecepatan arus untuk gaya arah longitudinal (m/s).
Nilai dari koefisien tekanan arus dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Tabel Nilai koefisien drag angin untuk setiap bentuk bidang proyeksi
(Sumber: OCDI)



F
cl
0.5 C
Dc
A
cl
V
t
2
:= A
cl
Bd :=
Hubungan antara gaya-gaya yang bekerja pada kapal
Gaya arus bekerja pada sisi badan kapal yang berada di bawah air (draft) sedangkan gaya angin bekerja
pada sisi badan kapal yang berada di atas air. Perhitungan besarnya gaya akibat arus dan angin yang telah
diproyeksikan menurut arah longitudinal (x) dan transversal (y) dapat menggunakan persamaan berikut:


Dimana:
F
m.max
= gaya mooring maksimum (kN).
R
m
= gaya mooring pada titik tambat (kN).
|
V
= sudut vertikal tali (Gambar 2).
|
H
= sudut horizontal tali (Gambar 3).


Gambar 2 Ilustrasi sudut vertikal tali.

Gambar 3 Ilustrasi sudut horizontal tali.
Gaya pada tali tersebut merupakan gaya reaksi akibat adanya gaya mooring yang bekerja pada tali
penahan kapal. Sistem gaya yang bekerja disederhanakan dengan mengasumsi bahwa gaya longitudinal
yang bekerja akan ditahan oleh sping lines dan untuk gaya transversal oleh breastling lines
Berdasarkan Oil Companies International Marine Forum (OCIMF), batasan sudut horizontal dan vertikal
mooring lines untuk kondisi optimal adalah sebagai berikut:
- sudut horizontal breastling lines maksimal 15.
- sudut horizontal spring lines maksimal 10.
- sudut vertikal mooring lines maksimal 25.
Jika tali yang digunakan kapal untuk bertambat diasumsikan 6 buah, 4 buah tali yang berfungsi sebagai
breasting lines, dan 2 buah spring lines. Sepertiga dari total gaya yang tegak lurus kapal harus dapat
dipikul oleh satu titik mooting breasting lines. Gaya arah sejajar kapal tetap dipikul oleh spring lines.
Tali mooring untuk tiap-tiap gaya yang bekerja diasumsikan mempunyai karakteristik yang sama.
Perhitungan gaya mooring pada titik-titik tambat dapat dihitung berdasarkan jenis bollard yang
digunakan. Jenis bollard yang digunakan adalah Tee Bollard dapat dilihat pada Gambar 4 yang diambil dari
Trelleborg.

Gambar 4 Tee Bollard
Berikut mengenai kapasitas gaya yang dapat ditampung Tee Bollard:

Dari data yang didapat, analisis beban mooring dapat dilihat pada perhitungan berikut:
Data lingkungan (menurut OCDI dan Port Designer's Handbook)
Data kapal
Massa jenis angin Draft kapal
Length overall
Massa jenis air
Length between
perpendicular

Koefisien Drag Angin
Moulded breadth
Koefisien Drag Arus
Moulded depth
Kecepatan Angin Laden freeboard
Kecepatan Arus
Pengaruh dari Angin
Arah Transversal
Luas bidang proyeksi kapal
tidak basah

Gaya Transversal
Arah Longitudinal
Luas bidang proyeksi kapal
tidak basah

Gaya Longitudinal
Pengaruh dari Arus
Arah Transversal
Luas bidang proyeksi kapal
tidak basah

Gaya Transversal

a
0.001
t on
m
3
:= d 11.8m :=
L
oa
200m :=
1.025
t on
m
3
:=
L
bp
170m :=
C
Dw
1.5 :=
B 29.9m :=
C
Dc
1.0 :=
D 15.35m :=
U 30
m
s
:= f D d 3.55m = :=
V
t
1.5
m
s
:=
A
wt
L
oa
f := A
wt
710m
2
=
F
wt
0.5
a
C
Dw
A
wt
U
2
:= F
wt
4.348 10
5
N =
A
wl
Bf := A
wl
106.145m
2
=
F
wl
0.5
a
C
Dw
A
wl
U
2
:= F
wl
6.5 10
4
N =
A
ct
L
bp
d := A
ct
2.006 10
3
m
2
=
F
ct
0.5 C
Dc
A
ct
V
t
2
:= F
ct
2.098 10
6
N =


Dari perhitungan tersebut, didapat:
- Gaya mooring total arah transversal, R
mt
= 6.988x10
5
N = 78.546 ton.
- Gaya mooring total arah longitudinal, R
ml
= 6.773x10
5
N = 76.137 ton.
Dilihat dari hasil di atas, gaya mooring total terbesar merupakan gaya mooring total yang berasal dari arah
transversal. Dengan R
mt
= 78.546 ton, maka kapasitas bollard yang diambil adalah Tee Bollard 100 ton.
Arah Longitudinal
Luas bidang proyeksi kapal
tidak basah

Gaya Longitudinal
Gaya mooring total arah transversal
Gaya total transversal
Sudut vertikal
Sudut horisontal
Beban tarik kapal
Gaya mooring total arah longitudinal
Gaya total longitudinal
Sudut vertikal
Sudut horisontal
Beban tarik kapal
A
cl
Bd := A
cl
352.82m
2
=
F
cl
0.5 C
Dc
A
cl
V
t
2
:= F
cl
3.691 10
5
N =
F
T
F
wt
F
ct
+
( )
:= F
T
2.533 10
6
N =
u
vt
25deg :=
u
ht
0deg :=
R
mt
F
T
4
cos u
vt
( )
cos u
ht
( )

:= R
mt
6.988 10
5
N =
F
L
F
wl
F
cl
+
( )
:= F
L
4.341 10
5
N =
u
vl
25deg :=
u
hl
45deg :=
R
ml
F
L
cos u
vl
( )
cos u
hl
( )

:= R
ml
6.773 10
5
N =