Anda di halaman 1dari 4

DEWAXING DAN DEASPALTING

Dewaxing Dewaxing adalah proses penghilangan komponen wax dari pelarut, bahan baker diesel dan lubricant. Teknologi awal dewaxing adalah pada perengkahan (cracking) bahan wax dalam produk pada tahun 1979 oleh industri Mobile Lube sehingga proses disebut Mobile Lube Dewaxing (MLDW). Pada tahap selanjutnya, katalis optimal digunakan untuk selain mereduksi wax juga dapat memperbaiki kualitas pelarut melalui hydroisomerisasi sehingga proses disebut sebagai Mobile selective dewaxing (MSDW). Pada awal 1999, Chevron memperbaiki proses dewaxing dengan kombinasi pemecahan paraffin rantai panjang dan isomerisasi isoparafin sehingga diperoleh titik leleh yang rendah serta indeks viskositas bahan yang tinggi. Proses disebut sebagai Isodewaxing. Oleh karena proses dewaxing baik MLDW, MSDW maupun isodewaxing bekerja dengan bantuan katalis, maka proses dewaxing tersebut disebut sebagai catalytic dewaxing.

Proses Catalytic Dewaxing menggunakan katalis fungsi ganda (bifunctional catalyst) berupa logam transisi teremban pada katalis yang bekerja efektif merengkah paraffin panjang bahan baku. Biasanya, tahap pertama dari proses melibatkan hydrotreatment dari bahan baku masuk melalui saturasi olefin, desulfurisasi, dan reaksi denitrifikasi. Pretreating melindungi katalis dewaxing dan memberikan feed dengan sulfur organik rendah dan kandungan nitrogen, yang meningkatkan kinerja hidrocracking. Yang kedua, katalis dewaxing eksklusif, perengkahan selektif parafin rantai lurus. Zeolit digunakan untuk katalis dewaxing memiliki ukuran pori yang selektif memungkinkan parafin normal dan parafin mendekati normal untuk masuk ke pori pada struktur. Akibatnya, laju perengkahan untuk parafin normal dan mendekati normal jauh lebih tinggi dari yang untuk parafin bercabang. Penurunan sangat selektif dari rantai-panjang parafin sehingga dicapai meningkatkan sifat alir dingin dari bahan baku hidrokarbon. Sistem catalytic dewaxing memungkinkan refiner untuk memvariasikan bahan baku dan kontaminan tanpa mempengaruhi kualitas produk atau panjang dijalankan. Katalis untuk Catalytic

Dewaxing biasanya berlangsung 6 sampai 8 tahun. Selama waktu itu, mereka akan diregenrasi sebagaimana diperlukan.

Deasphalting Deasphalting adalah proses untuk mengekstraksi asphaltenes dan resin dari gas vakum minyak berat (VGO), residu atmosfer atau residu vakum. Proses ini terdiri dari ekstraksi bahan baku dengan pelarut dalam ekstraktor pada suhu dan tekanan tertentu untuk mengendapkan fraksi aspalten dan resin yang tidak larut dalam pelarut. Parafinparafin di larut dalam pelarut pada suhu yang lebih rendah, tapi kelarutannya menurun seiring dengan meningkatnya suhu. Produk utama dari proses deaspaalting adalah

asphalt (asphaltenes, resin keras dan lunak) serta deasphalted oil (DAO).DAO dapat berupa bahan pelumas (lubricating oil) atau digunakan sebagai umpan dalam Hydrocracker menghasilkan bahan bakar (fuel oils).

Skema deaspalting:

Sebuah skema aliran khas dari proses deasphalting menggunakan pelarut pada Gambar 2 terdiri dari empat langkah dasar: Ekstraksi Pemulihan Pelarut (Solvent recovery) dari Deasphalted campuran minyak pelarut Pemulihan pelarut dari campuran asphaltene-pelarut Resirkulasi Pelarut

Dalam proses ekstraksi, beberapa variabel berpengruh terhaadap umpan antara lain adalah suhu, tekanan, pelarut terhadap minyak dan jenis pelarut.

Suhu dan Tekanan Tekanan dan temperatur adalah variabel penentu daya pelarut hidrokarbon dan kira-kira sebanding dengan kepadatan pelarut. Artinya, penurunan suhu atau meningkatnya tekanan akan meningkatkan berat molekul rata-rata dari hidrokarbon larut dalam pelarut kaya fase. Untuk propana, pada temperatur dibawah 80 C dan tekanan di atas uap propana tekanan, temperatur merupakan faktor paling penting dalam menentukan kelarutan. Pada suhu di dekat daerah kritis, tekanan juga merupakan faktor penting, karena sifat cairan propana mendekati gas.

Tinggi suhu selalu mengakibatkan penurunan hasil minyak deasphalted (deaspalted oil?DAO). Hal ini disertai dengan penurunan viskositas dan rentang berat molekul minyak deasphalted (DAO).

Tipe Pelarut Hidrokarbon ringan seperti propana, butana, isobutene, dan pentana dapat digunakan sebagai pelarut dalam deaspalting. Kekuatan pelarut hidrokarbon ringan meningkat dengan meningkatnya berat molekul. Ketika terendah praktis suhu yang dicapai dengan pelarut tertentu, perlu menggunakan berat molekul tinggi pelarut dalam rangka recovery DAO. Peningkatan DAO hasil dengan berat molekul yang lebih tinggi disertai dengan viskositas yang lebih tinggi, berat jenis, dll untuk masing-masing pelarut ditunjukkan pada Tabel 3 (Sprague, 1986). Namun, maksimum DAO yang dihasilkan sangat tergantung pada bahan baku dan kualitas produk yang diinginkan.