tugas keperawatan anak

Konsep Hospitalisasi Pada Anak

Oleh kelompok 8:

Suryani Sri fatmawati Santia Enggra ningsih roza isra mardiah reski yetti yusra
dosen pembimbing: Ns.Silvia,S.kep,M.Biomed

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI 2012

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. karena berkat izinnya penulis dapat menyelesaikan tugas keperawatan anak Yang merupakan salah satu syarat untuk smester eman. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahnya.Dalam penulisan tugas keperawatan ini penulis banyak mendapatkan peetunjuk dari berbagai macam buku dan internet.9 Maret 2012 . atas kekhilafan dan kekeliruan yang telah dilakukan selama pembuatan tugas keperawatan ini semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuknya amin. Bukittinggi. penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas keperawatan anak ini masih terdapat kekurangan dan penulis mengharapkan kritikan dan saran berupa masukan demi kesempurnaan tugas ini. Pada akhir kata penulis mohon ampun kepada Allah SWT.

anak dan orang tua harus dapat mengalami berbagai kejadian yang menurut beberapa ditunjukkan dengan pengalaman yang sangat traumatik dan penuh stress (Wong. Penyakit dan hospitalisasi sering kali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. selama hospitalisasi.( carson. anak yang aktif dan bekeinginan kuat cenderung lebih baik ketika dihospitalisasi bila dibandingkan anak yang pasif. secara tubuh dan nyeri. Pengertian Hopitalisasi Hospitalisasi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau darurat. clatworty.Konsep Hospitalisasi Pada Anak 1. kehilangan kendali. menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah. Faktor resiko individual Sejumlah faktor resiko membuat anak-anak tertentu lebih rentan terhadap stress hospitalisasi dibandingkan dengan lainnya. Stres utama dari hospitalisasi adalah perpisahan. Akibatnya. 1999) a. Anak-anak sangat rentang terhadap krisis penyakit dan hispitalisasi kerena stress akibat perubahan dari keadaan sehat biasa dan rutinitas lingkungan . pengalaman mereka sebelumnya dengan penyakit. 2000). Mungkin kerena perpisahan merupakan masalah penting seputar hospitalisasi bagi anak-anak yang lebih mudah. Reaksi anak terhadap krisis-krisis tersebut dipengaruhi oleh usia perkembangan mereka. Grafley. perpisahan atau hospitalisasi. Konsep sakit yang dimiliki anak bahkan lebih penting dibandingkan usia dan kematangan intelektual dalam memperkirakan tingkat kecemasan sebelum hospitalisasi. dan setelah pemulangan. dan anak memiliki jumlah mekanisme koping yang terbatas untuk menyelesaikan stressor (kejadian-kejadian yang menimbulkan stres). 2. dan council. 1992 . Efek hospitalisasi terhadap anak Anak-anak dapat bereaksi terhadap stres hospitalisasi sebelum mereka masuk. perawat harus mewaspadai anak-anak yang menerima secara pasif . mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit. Selama proses tersebut.simon dan tiedeman.

fisiologis (kurang tidur. meskipun terdapat kecenderungan memendeknya lama rawat. anak ini dapat memerlukan dukungan yang lebih banyak dari pada anak yang lebih aktif. Dampak Hospitalisasi Hospitalisasi atau sakit dan dirawat dirumah sakit bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak aman. Faktor inilah yang membuat mereka lebih rentang terhadap dampak emosional dari hospitalisasi dan enyebabkan kebutuhan mereka menjnadi berbeda. teman dan perubahan peran). Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan. Perubahan pada populasi pediatrik Saat ini populasi pediatrik dirumah sakit mengalami perubahan drastis. rencana pemulangan menjadi lama karena kompleknya asuhan medis dan keperawatan. perasaan nyeri. frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familernya peraturan rumah sakit . prosedur. kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit. lingkungan asing (kebiasaan sehari-hari berubah) Reaksi orang tua .semua perubahan dan permintaan. imobilisasi dan tidak mengontrol diri). keluarga lain. b. Tanpa perhatian yang khusus yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan psikososial dan perkembangan anak di lingkungan rumah sakit. 3. pengobatan dan dampak terhadap masa depan anak. Penyebab anak stres meliputi psikososial (berpisah dengan orang tua . 1993 ). Sifat dan kondisi anak kecenderungan bahkan mereka aakan mengalami prosedur yang lebih invasif dan traumatik pada saat mereka di hospitalisasi. Perhatikan pada tahun-tahun sekarang telah berfokus pada peningkatan jumlah pada anak-anak yang tumbuh dirumah sakit ( Britton dan Johnton.

Manfaat yang paling nyata adalah pulih dari sakit. 5. tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Akibat penyakit yang di derita atau tindakan seperti pembedahan. idial diri. harga diri dan identitasnya. tetapi hospitalisasi juga bermanfaat. perubahan identitas dan sulit bekerjasama mengatasi masalahnya. Regresi Klien mengalami kemunduran ketingkat perkembangan sebelumnya atau lebih rendah dalam fungsi fisik. . Keuntungan Hospitalisasi Meskipun hospitalisasi dapat dan biasa menimbulkan stres bagi anak-anak. 3). prilaku dan intelektual. 5). tetapi hospitalisasi juga dapat memberi kesempatan pada anak-anak untuk mengatasi stres dan merasa kompoten dalam kemampuan koping mereka.4. tidak realistis. perubahan citra tubuh dapat menyebabkan perubahan peran . 4). 2). Dipersonalisasi Peran sakit yang dialami klien menyebabkan perubahan kepribadian. pengaruh citra tubuh . Dependensi Klien merasa tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Takut dan Ansietas Perasaan takut dan ansietas timbul karena persepsi yang salah terhadap penyakitnya. mental. Perubahan Yang Terjadi Akibat Hospitalisai Adalah : 1). Perubahan konsep diri.

prilaku yang ditunjukkan adalah. Pada anak usia lebih dari enam bulan tejadi stranger anxiety atau cemas apabila. Pada tahap putus asa. marah dan banyak melakukan gerakan sebagai sikap stranger anxiety. pergerakan tubuh yang banyak. putus asa dan pengingkaran. Bila ditinggalkan ibunya. prilaku yang ditunjukkan adalah menangis kuat. untuk bermain dan makan. 6. mulai menerima perpisahan. apatis. sedih. Masa toddler (2-3Tahun) Anak usia toddler biasanya bereaksi terhadap hospitalisasi terhadap sumber stress yang utama adalah cemas akibat perpisahan. Pada tahap pengingkaran. b.6). Masa bayi (0-1 tahun) Masalah utama yang terjadi adalah karena dampak perpisahan dengan orang tua sehingga ada gangguan pembentukan rasa percaya diri dan kasih sayang. menangis berurang. . kehilangan kebebasan. berpisah dengan pasangan dan terasing dari orang yang dicintai. membina hubungan secara dangkal dan akan memulai menyukai ligkungan. Respon prilaku anak sesuai dengan tahapannya. bayi akan merasa cemas karena perpisahan dan prilaku yang ditunjukkan adalah dengan menangis keras. Pada tahap pengingkaran prilaku yang ditunjukan adalah secara sama. menjerit memanggil orang tua. Kehilangan dan perpisahan Kehilangan dan perpisahan selama klien dirawat muncul karena lingkungan yang asing dan jauh dari suasana kekeluargaan. atau menolak perhatian yang diberikan orang lain. berhadapan dengan orang yang tidak dikenalnya dan cemas karena perpisahan. Reaksi yang muncul pada anak usia ini adalah menangis. Reaksi anak terhadap proses hospitalisasi Menurut supartini (2002) reaksi anak yang dirawat dirumah sakit sesuai tahapan perkembangan adalah a. dan exspresi wajah yang tidak menyenangkan. kurang menunjukkan minat. yaitu tahap proses. anak tidak akatif.

6Tahun) Perawatan anak dirumah sakit memaksakan untuk berpisah dari lingkungan yang dirasakannya aman. Penuh kasih sayang dan menyenangkan. sering bertanya. anak akan kembali mundur pada kemampuan sebelumnya atau regresi. anak kehilangan kelompok sosialnya. Akhirnya. Perawatan anak dirumah sakit sering diekspresikan anak pra sekolah sebagai hukuman sehingga anak merasa malu dan takut. anak akan menangis. perawatan di rumah sakit juga membuat anak kehilangan kontrol dirinya. Masa sekolah (6-12 Tahun) Perawatan anak di rumah sakit memaksa anak berpisah dengan lingkungan yang dicintainya yaitu keluarga dan kelompok sosialnya dan menimbulkan kecemasan. permainan dan teman sepermainannya. karena ia biasa melakukan kegiatan . ekspresi verbal dengan mengucapkan kata-kata marah. Oleh karena itu. bersalah. Perawatan anak dirumah sakit juga mengharuskan adanya pemabatasan aktifitas anak sehingga anak merasa kan kehilangan kekuatan diri. tidak mau bekerja sama terhadap perawat dan ketergantungannya terhadap orang tua. infus. yaitu lingkungan rumah.Oleh karena adanya pembatasan pergerakannya anak akan kehilangan kemampuannya untuk mengontrol diri dan akan menjadi tergantung pada lingkungannya. muncul karena anak menganggap atau tindakan dan prosedurnya mengancam integritas tubuhnya. dan tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan. Masa prasekola (3. Reaksi terhadap perpisahan yang ditunjukkan anak usia pra sekolah ialah dengan menolak makan. Kehilangan kontrol tersebut berdampak terhadap perubahan peran dalam keluarga. d. menangis walaupun secara berlahan. Prilaku yang dialami atau nyeri yang dirasakan karena mendapatkan tindakan yang invasif seperti injeksi. menggigit bibir dan memukul. Ketakutan anak terhaadap perlukaan. Walaupun demikian anak dapat menunjukkan lokasi rasa nyeri dan mengkomunikasikan rasa nyerinya c. hal ini menimbukan reaksi agresif dengan marah dan berontak. pengambilan darah. Kehilangan kontrol dan juga terjadi dirawat di rumah sakit karena adanaya pembatasan aktifitas.

sesama pasien. karena anak sudah mengkontaminasikannya. Respon orang tua terhadap proses hospitalisasi Respon keluarga yaitu suatu reaksi yang diberikan keluarga terhadap keinginan untuk menanggapi kebutuhan yang ada pada dirinya (kotler 1988). 2000) : . Dan dari hal ini. dan menolak kehadiran orang lain. Dan anak remaja begitu percaya dan sering kali terpengaruh terhadap teman sebayanya. Apabila dirawat di rumah sakit anak akan merasa kehilangan dan timbul perasaan cemas karena perpisahan itu. Pembatasan aktifitas di rumah sakit membuat anak kehilangan kontrol dirinya dan menjadi tergantung pada keluarga atau petugas kesehatan di rumah sakit. perasaan takut mati. dan karena adanya kelemahan fisik. timbul reaksi dari strees orang tua terhadap perawatan anak yang dirawat di rumah sakit yang meliputi (Supartini. 7. Perawatan anak dirumah sakit tidak hanya menimbulkan stress pada orang tua. Orang tua juga merasa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan keluarganya. yaitu dengan menggigit bibir dan memegang sesuatu dengan erat. dan petugas kesehatan. e. Reaksi terhadap adanya perlakuan fisik atau nyeri yang ditunjukkan ekspresi verbal maupun non verbal. Anak usia sekolah sudah mampu mengontrol perlakuan jika merasa nyeri.bermain atau pergaulan sosial. Masa remaja (13-18 Tahun) Anak usia remaja mengekspresikan perawatan di rumah sakit mengakibatkan timbulnya perasaaan cemas karena berpisah dengan teman sebayanya. dan hal ini juga terlihat bahwa perawatan anak selama dirawat di rumah sakit lebih banyak menimbulkan stress pada orang tua dan hal ini telah banyak dibuktikan oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Reaksi yang timbul akibat pembatasan aktifitas ini adalah dengan menolak tindakan dan perawatan yang dilakukan padanya atau anak tidak mau kooperatif terhadap petugas atau menarik diri dari keluarga. Perasaan sakit karena perlakuan atau pembedahan menimbulkan respon anak bertanya-tanya menarik diri dari lingkungan.

Namun dengan begitu hidup orang itu akan sangat terbatas setelah beberapa pengalaman yang menyakitkan. 1999). bimbang. putus asa sehingga timbul pikiran lebih baik mati saja. Bila kesedihan terlalu lama maka timbulah tanda-tanda depresi dengan triasnya: rasa sedih. pengalaman sebelumnya terhadap . tegang. rasa bersalah tak berdaya terpojok dan sebagainya. pelatihan ketegasan dapat membantu : dianjurkan untuk mngungkapkan perasaan marah secara tegas dan jelas bila perasaan diungkapkan dengan baik. Untuk orang seperti ini. merasa terpaksa dan sebagainya. bingung dan merasa terancam. pengalaman tidak berdaya sering mengakibatkan depresi. Reaksi orang tua dipengaruhi oleh tingkat keseriusan penyakit anak. iba. Kecemasan. dan tegas. putus asa. jengkel.  Sedih Dalam kelompok sedih sebagai termasuk emosi primer termasuk susah.  Marah Dalam kelompok amarah sebagai emosi primer termasuk gusar. Ketidakmampuan mengatasi dan mengenal kemarahannya sering merupakan komponen dari penyesuaian diri dan hal ini merupakan sumber kecemasan tersendiri. kesal. isolasi dan mengangkat harga diri. ini termasuk dalam kelompok emosi primer dan meliputi perasaan was-was.  Stressor dan reaksi keluarga sehubungan denagn hospitalisasi anak jika anak harus menjalani hospitalisasi akan memberikan pengaruh terhadap anggota keluarga dan fungsi keluarga (Wong dan Whaley. Bila kita berbagi perasaan maka hal ini dapat menguatkan relasi. jelas. Untuk menghilangkan kecemasan harus memperkuat respon menghindar. dendam. kuatir. Sebaliknya ada orang yang terlalu banyak dan tidak dapat mengerem luapan amarahnya sehingga mereka menggangu orang lain. kaget. Depresi bisa terjadi setelah mengalami kehilangan dari sesuatu yang sangat disayangi.

makanan dan hal lain yg berhubungan dgn perw anak di RS menuntut org tua utk memprioritaskannya dibanding keperluan anak lain Reaksi yg sering muncul pd saudara kandung (sibling) thd kondisi ini adl : marah. kebudayaan dan kepercayaan 8. mencegah perasaan kehilangan kontrol dan mengurangi/ meminimalkan rasa takut thd perlukaan tbh dan rasa nyeri Utk mencegah/meminimalkan dampak perpisahan dpt dilakukan dgn cara : 1. prosedur pengobatan kekuatan ego individu. Melibatkan org tua berperan aktif dlm merawat anak dgn cara membolehkan mereka tinggal bersama anak selama 24 jam (rooming in) 2. Respon Saudara Kandung Terhadap Hospitalisai Org tua pd dasarnya tdk boleh membedakan perlakukan pd anak yg sedang sakit dan dirawat di RS dgn saudara kandung lainnya di rumah Selain kehadiran fisik org tua di RS. kemampuan koping. benci dan rasa bersalah. beri kesempatan org utk melihat anak setiap saat dgn maksud mempertahankan kontak antar mereka . Intervensi Keprawatan dalam Mengatasi Dampak Hospitalisasi Upaya meminimalkan stresor : Upaya meminimalkan stresor dpt dilakukan dgn cara mencegah atau mengurangi dampak perpisahan. Marah  jengkel thd org tua yg dinilai tdk memperhatikan Cemburu  dirasakan orrg tua lbh mementingkan saudaranya yg sedang sakit Rasa bersalah  anak berfikir mungkin saudaranya sakit akibat kesalahannya 9.sakit dan hospitalisasi. perhatian dlm bentuk lain mis : uang. Jika tdk mungkin utk rooming in. cemburu.

Mempertahankan kontak dgn kegiatan sekolah. Tunjukkan sikap empati sebagai pendekatan utama dlm mengurangi rasa takut akibat prosedur yg menyakitkan. antara lain dgn memfasilitasi pertemuan dgn guru. Membantu perkembangan org tua dan anak dgn cara memberi kesempatan org tua mempelajari tumbang anak dan reaksi anak thd stresor yg dihadapi selama perw di RS 2.3. Lakukan permainan terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan fisik anak. teman sekolah dan membantunya melakukan surat menyurat dgn siapa saja yg anak inginkan Utk Meminimalkan Rasa Takut Terhadap Cedera Tubuh Dan Rasa Nyeri Dapat Dilakukan Dgn Cara : 1. Pada tind pembedahan elektif. lakukan persiapan khusus jauh hari sebelumnya apabila memungkinkan Memaksimalkan Manfaat Hospitalisasi Anak : 1. Utk itu perw dpt memberi kesempatan pd org tua utk belajar ttg peny anak. terapi. Hospitalisasi dpt dijadikan media utk belajar org tua. yg berkaitan dgn tindakan yg akan dilakukan Pertimbangkan utk menghadirkan org tua pada saat anak dilakukan tindakan yg menimbullan rasa nyeri 4. sesuai dgn kapasitas belajar . a.. perw dsb.mis : bercerita 3. Mempersiapkan psikologis anak dn org tua utk tind prosedur yg menimbulkan rasa nyeri 2. 5.l dengan cara membuat dekorasi ruangan yg bernuansa anak 4. Modifikasi rgn perawatan dgn cara membuat situasi rgn rawat perawatan seperti di rumah.

3. dioreintasikan dgn situasi RS dengan bentuk miniatur bangunan RS Pada hari pertama dirawat lakukan tindakan : Kenalkan perawat dan dokter yg akan merawatnya Orientasikan anak dan org tua pd rg rawat serta fasilitas Kenalkan dgn ps anak lain yg akan jadi teman sekamarnya . Utk meningkatkan kemampuan kontrol diri dpt dilakukan dgn memberi kesempatan pd anak mengambil keputusan. Beri dukungan keluarga utk menerima kondisi anaknya dgn nilai-nilai yg diyakini 4. fasilitasi keluarga utk berkonsultasi pd psikolog/ahli agama. Fasilitasi anak utk tetap menjaga sosialisainya dgn sesama pasien yg ada. Fasilitasi utk menghadirkan saudara kandung anak apabila diperlukan keluarga dan berdampak positif pd anak yg dirawat maupun saudara kandungnya Mempersiapkan Anak Utk Mendapat Perawatan Di RS Pada tahap sebelum MRS dpt dilakukan : Siapkan ruang rawat sesuai dgn tahapan usia anak dan jenis penyakit dgn peralatan yg diperlukan Apabila anak harus di rawat secara berencana. Berikan dukungan pd keluarga utk mau tinggal dgn anak di RS 2. 4. Memberi Dukungan Pd Anggota Keluarga Lain : 1. teman sebaya atau teman sekolah. tdk terlalu bergantung pd org lain dan percaya diri. karena sgt dimungkinkan keluarga mengalami msl psikososial dan spiritual yg memerlukan bantuan ahli 3. 1 – 2 hari sebelum dirawat. Apabila diperlukan.

Berikan identitas pd anak. mis : papan nama anak Jelaskan aturan RS yg berlaku dan jadwal kegiatan yg akan diikuti Lakukan pengkajian riwayat keperawatan Lakukan pemeriksaan fisik dan pemr lainnya sesuai dgn program .

Penutup A. Saran terima kasih atas waktu yang telah pembaca luangkan untuk membaca makalah kami ini. oleh karena itu kami menyarankan pembaca untuk dapat membaca referensi yg telah kami cantumkan ataupun yang belum dan kami juga siap menerima kritik dan saran dari pembaca. Kesimpulan Hospitalisasi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau darurat. menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah Perasaan yg sering muncul pd anak : cemas. 2000) Bila anak stress  org tua jg mjd stress & akan membuat stress anak semakin meningkat (Supartini. marah. Terima kasih . mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit.sedih. takut & rasa bersalah (Wong. Kami menyadari masih ada kekurangannya. 2000) B.

anak-terhadap-hospitalisai.google.com/KONSEP-HOSPITALISASI-PADA-ANAK.co.html http//reaksi.id/url?sa=t&rct=j&q=konsep+hospitalisasi+pada+anak&source .htm http://www.html hermanlaja.Daftar Pustaka http//konsep hospitalisasi-pada-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful