Anda di halaman 1dari 12

Definisi Di dalam rongga mulut terdapat berbagai jenis lesi.

Salah satu dari berbagai lesi tersebut adalah lesi yang secara klinis berwarna putih. Lesi putih merujuk pada suatu istilah nonspesifik yang digunakan untuk menunjuk suatu daerah abnormal pada mukosa mulut yang pada pemeriksaan klinis tampak lebih putih daripada jaringan sekitarnya dan biasanya agak lebih tinggi, lebih kasar atau memiliki tekstur yang berbeda dari jaringan normal di dekatnya. Lesi putih terjadi akibat berbagai macam perubahan patologis dan memiliki etiologi yang bermacammacam pula. Pemeriksaan klinis yang lebih teliti dapat mengarahkan lesi pada kategori lebih jauh, misalnya melalui riwayat, lokasi, tekstur dan kemudahan lesi itu untuk diangkat dari mukosa. Pada beberapa kasus diperlukan pemeriksaan mikroskopis biopsi jaringan lesi tersebut untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Seperti warna kulit, warna mukosa tergantung pada kedekatan suplai darah dan jumlah keratin terhadap permukaan. Jika epitel dilapisi eschar atau slough, lapisan permukaan akan tampak putih. Penyebab Lesi Putih Berbagai macam faktor telah dikemukakan sebagai penyebab timbulnya daerah berwarna putih pada mukosa. Pada beberapa kasus, perubahan yang terjadi dapat karena kombinsai pada epitel dan jaringan ikat. Penyebab yang paling sering terjadi adalah hiperkeratosis, akantosis dan nekrosis. Hiperkeratinisasi merupakan penyebab yang paling sering terjadi. Istilah ini digunakan untuk kasus penebalan pada permukaan terluar epitel. Produksi yang ekstensif dan penyimpanan sel-sel keratin mengubah translusensi epitel melalui penyerapan cairan dari lingkungan sehingga tampak memutih. Iritasi kronis dapat menyebabkan perubahan kematangan epitel sehingga menimbulkan hiperkeratosis. Hiperkeratosis hanya dapat dilihat dengan mikroskop sedangkan secara klinis, keadaan ini hanya terlihat sebagai warna putih. Akantosis merupakan bentuk penebalan epitel yang disebabkan adanya hiperplasi lapisan sel prickle. Penebalan ini menyebabkan translusensi menghilang dan menjadi lebih putih karena berkurangnya refleksi cahaya pada pembuluh darah. Leukoplakia merupakan istilah klasik untuk plak ataupun patch pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus dan tidak dapat diklasifikasikan sebagai penyakit atau kelainan lain yang dapat didiagnosis secara

klinis. Leukoplakia bisa mengenai semua usia, leukoplakia adalah reaksi protektif terhadap iritas-iritasi kronis. Leukoplakia sangat bervariasi dalam ukuran, lokasi dan gambaran klinisnya. Leukoplakia mempunyai gambaran histologi yang tidak spesifik. WHO menetapkan bahwa istilah leukoplaia sebagai suatu bercak putih atau plak yang tidak dapat ditetapkan secara klinis atau patologis seperti lesi-lesi putih lainnya. Karenanya istilah ini secara spesifik akan mengesampingkan lesi putih yang dapat diidentifikasi seperti lichen planus, mucous patches sifilis, white sponge nevus, candidiasis, lupus eritematus, luka bakar kimia dan lesi-lesi yang tidak mengacu pada ada atau tidaknya displasia epitel. Jenis Lesi putih Pengklasifikasian lesi putih meliputi lesi putih herediter, lesi putih reaktif/

inflamasi, lesi putih infeksius, idiopatik leukoplakia. Lesi putih herediter antara lain leukoedema, white sponge nevus, hereditary benign intraepitel diskeratosis, diskeratosis congenita. Linea alba, focal frictional (traumatic) hyperkeratosis, cheek biting, actinic keratosis, smokeless tobacco-induced keratosis, nicotin stomatitis termasuk lesi putih reaktif inflamasi. Beberapa lesi infeksius adalah oral hairy leukoplakia, candidiasis dan mucous patch. a. Leukodema Definisi Leukoedema adalah perubahan mukosa yang umum, yang dapat dikatakan lebih mewakili variasi kondisi normal daripada perubahan patologis sejati. Kondisi ini jauh lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dibandingkan kulit putih, yaitu dilaporkan terjadi 90 % pada orang dewasa kulit hitam sedangkan pada orang kulit putih insidensnya sangat bervariasi (10-90%). Variasi ini mungkin disebabkan karena sulitnya mengobservasi leukoedema pada mukosa yang tidak terpigmentasi. Perubahan edematosa serupa juga dilaporkan pada permukaan mukosa lainnya seperti vagina dan larynx. Leukoedema lebih nyata pada perokok. Kondisi ini adalah variasi normal, jadi bukan suatu penyakit yang membahayakan.

Gambaran Klinis Leukoedema tampak sebagai diskolorasi (perubahan warna) mukosa menjadi tampak keputihan, diffuse, dan filmy (seperti lapisan film), dengan banyak lipatan-lipatan permukaan yang diakibatkan mengkerutnya mukosa. Lesi tidak dapat dikelupas, dan menghilang atau memudar saat mukosa diregangkan. Leukoedema paling sering terjadi di mukosa bukal (pipi bagian dalam) secara bilateral (kanan dan kiri), dan kadang-kadang dapat ditemui pada mukosa labial (jaringan lunak bibir), palatum (langit-langit) lunak, dan dasar mulut.

Pemeriksaan mikroskopis Pemeriksaan mikroskopis memperlihatkan penebalan epitel,

dengan edema intraseluler yang signifikan pada stratum spinosum. Permukaan parakeratin. epitel dapat menunjukkan penebalan lapisan

Perawatan Tidak ada perawatan yang diindikasikan karena kondisi ini adalah variasi normal. Tidak ada laporan tentang leukoedema yang berubah ke arah keganasan.

b. White sponge nervous Etiologi Biasanya tidak ditemukan faktor penyebab Insiden Jarang, sering ditemukan pada usia tua Tanda-tanda klinis Lesi mulut sangat dominan, tidak sakit tersebar luas, lesi putih bilateral dengan permukaan yang berlubang atau keriput. Mengenai mukosa bukal tetapi kadang-kadang mengenai lidah dasar mulut

atau daerah mukosa lain : faring, esofagus, hidung, genital dan anus. Pemeriksaan Tanda klinis. Serta biopsi untuk memperkuat diagnosa. Diagnosa Bedakan dengan lesi putih lain terutama cheek biting. Perawatan Tenangkan pasien Gambaran Klinis

Gambaran Histopatologi

c. Linea Alba
Linea alba adalah suatu perubahan yang sering terjadi pada mukosa bukal yang berhubungan dengan adanya penekanan, iritasi friksional akibat gesekan, atau trauma pada bagian muka gigi karena kebiasaan menghisap (sucking trauma). Sesuai dengan namanya, perubahan yang terjadi terdiri atas garis putih yang (biasanya) bilateral. Linea alba terletak pada mukosa bukal setinggi dengan bidang oklusi gigi yang di dekatnya. Garis yang terbentuk lebih terlihat jelas pada mukosa bukal yang berbatasan dengan gigi posterior. Tidak ada terapi yang dibutuhkan dan tidak terdapat komplikasi dari kejadian ini

Gambaran Klinis

d. Cheek biting Etiologi Kepribadian mudah cemas atau yang mengalami keratosis friksional Insiden Sering terjadi, paling sering pada wanita yang mudah cemas, terutama mereka dengan gangguan psikologis lain, seperti sakit dan disfungsi sendi temporomandibula Tanda-tanda klinis Abrasi epithelium superfisial, yang meninggalkan frakmen keputihan dengan latar belakang kemerahan. Lesi umumnya terbatas pada mukosa labial bawah atau mukosa bukal di dekat garis oklusi. Pemeriksaan Sesuai tanda klinis Diagnosa Bedakan dengan penyebab lesi putih lain, terutama dengan white sponge nervous Perawatan Menghentikan kebiasaan Gambaran Klinis

e. Lichen Planus Etiologi Biasanya tidak ditemukan faktor penyebab. Sebagian kecil diantaranya disebabkan oleh obat yang merangsang timbulnya lesi seperti lichen planus (lichenoid) seperti antihipertensi, antidiabetes, dll. Insiden Sering, terutama pada wanita setengah baya dan lanjut usia Tanda-tanda klinis Lesi mungkin tidak terasa sakit. Lesi cenderung bilateral. Tidak teratur sulit dihilangkan, dengan lapisan kekuningan dan seringkali berhubungan dengan lesi putih. Memiliki sedikit kemungkinan

berubah menjadi ganas.Lesi retikular paling sering ditemukan pada mukosa bukal kadang juga pada lidah. Lesi seperti plak biasanya menyerang mukosa bukal bagian belakang. Lesi-lesi mulut kadang hperpigmentasi Pemeriksaan Riwayat pemakaian obat, biopsi. Diagnosa Bedakan dengan penyebab ulser yang lain. Perawatan Tidak ada gejala: tidak dilakukan perawatan kalau ada gejala : kortikosteroid topikal. Histopatologi

Gambaran Klinis

f. Stomatitis nicotina Etiologi Merupakan bentuk keratosis yang dihubungkan dengan tembakau. Stomatitis nicotina ini terjadi pada perokok yang menggunakan pipa dan sigaret. Keparahan lesi berhubungan positif dengan dengan intensitas merokok. Gambaran Klinis Eritema pada mukosa palatum diikuti keratinisasi, bintik merah dikelilingi oleh cincin keratotik putih. Bintik merah menunjukkan adanya inflamasi duktus ekskresi glandula saliva

Histopatologi

Daftar Pustaka Bla bla bla