Anda di halaman 1dari 42

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

INTISARI

Viskositas merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan dalam zat cair atau gas. Viskositas dinyatakan dalam satuan (dyne/cm2). Dalam satuan cgs, kekentalan sebesar 1 dyne dt cm-2 disebut 1 poise. Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan angka kental dinamis suatu zat, menentukan hubungan antara viskositas dengan densitas larutan dan membuat grafik %V vs , %V vs dan vs waktu. Metode percobaannya dengan menentukan densitas larutan terlebih dahulu. Kemudian menentukan batas atas S1 dan batas bawah S2 pada viskosimeter Ostwald. Isi viskosimeter Ostwald dengan 5 ml aquadest, hisap cairan sampai tingginya lebih tinggi di atas batas atas S1. Hidupkan stopwatch saat cairan berada tepat di atas garis S1 dan matikan stopwatch sdaat cairan tepat berada pada garis batas S2. Catat waktu yang dibutuhkan dan tentukan viskositasnya dengan rumus. Ulangi langkah yang sama untuk zat yang akan dicari viskositasnya. Dari percobaan diporoleh hasil bahwa %volume berbanding lurus dengan densitas larutan (). Hal ini disebabkan massa jenis dari solute yang lebih besar dari air. Kemudian semakin besar %volume akan menyebabkan naiknya viskositas karena meningkatnya gaya gesekan antar lapisan zat cair seiring dengan bertambahnya %volume. Viskositas yang semakin besar juga akan mengakibatkan wkatu alir yang dibutuhkan untuk melewati batas S1 samapa S2 semakin lama. Hal ini dikarenakan apabila viskositas meningkat maka gaya gesekan antar lapisan zat cair juga bertambah besar sehingga laju zat cair menurun. Saran yang dapat kami berikan adalah membersihkan alat sebelum percobaan dan penetapan batas atas S1 dan batas bawah S2 harus seimbang.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 1

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

SUMMARY

Viscosity is the friction force between the layers in a liquid or gas. Viscosity is expressed in units (dyne/cm2). In cgs units, the viscosity of 1 dyne sec cm-2 is called a poise. The purpose of this experiment is to determine the dynamic viscous figure of a substance, determine the relationship between the viscosity of the solution density and graph% vs V,% V vs and vs. time. Experiment with methods of determining the density of the solution first. Then determine the upper limit of "S1" and the lower limit "S2" on viskosimeter Ostwald. Fill viskosimeter with 5 ml distilled water Ostwald, suction fluid to a higher height above the upper limit of "S1". Turn on the stopwatch when the liquid just above the line "S1" and turn off the stopwatch sdaat proper fluids are at the boundary line "S2". Record the time needed and specify the viscosity of the formula. Repeat the same steps for the agents to search its viscosity. From the experimental results that diporoleh% volume is proportional to the density of the solution (). This is due to the density of solutes larger than water. Then the greater the% volume will cause a rise in viscosity due to the increased frictional force between the liquid layer along with the increase in% volume. The greater the viscosity will result in a flow wkatu needed to cross the line "S1" samapa "S2" is getting old. This is because when the viscosity increases, the frictional force between the liquid layer also increase in size so that the liquid rate decreases. Advice we can give is to clean the appliance before the trial and determination of the upper limit of "S1" and the lower limit "S2" must be balanced.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 2

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Viskositas merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan dalam zat cair atau gas. Setiap fluida mempunyai viskositas yang berbeda-beda. Di antara lapisan-lapisan fluida terjadi gesekan-gesekan. Dengan adanya gesekan tersebut kita dapat mengetahui kecepatan dari suatu fluida. Semakin besar gaya gesekan maka semakin kecil laju alirnya. Teori ini bias digunakan untuk menentukan jenis pompa suatu zat cair sesuai dengan viskositas zat cair. Untuk itu kita perlu melakukan percobaan untuk mengetahui viskositas dari berbagai zat cair.

II.2 Tujuan Percobaan 1. Menentukan angka kental dinamis suatu zat 2. Menentukan hubungan antara viskositas dengan densitas larutan 3. Membuat grafik %v vs , %v vs , suhu vs , dan vs waktu

II.3 Manfaat Percobaan Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dan teori viskositas pada suatu zat, dapat melakukan percobaan sesuai prosedur, dapat menentukan hubungan antara viskositas dengan densitas larutan serta dapat membuat grafik %v vs , %v vs , suhu vs , dan vs waktu.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 3

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kekentalan dapat dianggap sebagai suatu gesekan antara lapisan zat cair atau gas yang mengalir. Tiap molekul dalam cairan dianggap dalam kedudukan setimbang. Maka sebelum lapisan molekul dapat melewati lapisan molekul lainnya diperlukan suatu energi tertentu sehingga suatu lapisan zat cair dapat meluncur diatas lapisan lainnya. Karena adanya gaya gesekan antara lapisan zat cair, maka suatu zat akan bersifat menahan aliran. Besar kecilnya gaya gesekan tersebut tergantung dari sifat zat cair yang dikenal dengan nama kekentalan. Dirumuskan:

Dengan ;

: viskositas G : gaya gesekan A : luas permukaan zat cair dv: perbedaan kecepatan antara dua lapisan zat cair yang berjarak dy

Jadi, viskositas dapat didefinisikan sebagai gaya tiap satuan luas (dyne/cm3) yang diperlukan untuk mendapatkan beda kecepatan sebesar 1 cm/dt antara dua lapisan zat cair yang sejajar dan berjarak 1 cm. Dalam satuan cgs, kekentalan sebesar 1 dyne dt cm-2 disebut 1 poise. Untuk kekentalan yang kecil dapat digunakan centipoises (10-3 poise). Macam macam angka kekentalan 1. Angka kental dinamis

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 4

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Adalah angka kental yang disebabkan apabila dua lapisan zat cair saling bergeseran sehingga besarnya gaya gesekan zat cair dinyatakan dengan banyaknya 1 gram zat cair yang mengalir sejauh 1 cm dt-1, satuannya dalam satuan SI adalah gr cm-1 dt-1 atau poise. 2. Angka kental kinematis Adalah angka kental yang ditimbulkan bila dua zat saling bergesekkan sehingga besarnya gaya gesekan zat cair dinyatakan dengan banyaknya zat cair yang mengalir per satuan luas tiap detik, satuannya adalah cm2 dt-1 atau stokes. Satu stokes didefinisikan sebagai gaya sebesar 1 dyne yang diperlukan untuk mendapat sejumlah zat cair yang mengalir dalam penampang seluas 1 cm2 dalam satu detik. Hubungan antara angka kental dinamis ( berdasarkan satuannya adalah : = gr cm-1 dt-1 jadi / = gr cm-3 = (densitas) = cm2 dt-1 ) dengan kental kinematis ( )

Faktor faktor yang mempengaruhi viskositas : 1. Densitas Pengaruh densitas terhadap viskositas dapat dilihat dari rumus :

2. Suhu Untuk gas semakin besar suhu maka maka tekanan semakin besar. Akibatnya jarak antar molekul makin kecil dan gesekan antar molekul bertambah sehingga viskositas makin besar. Pada cairan, viskositas meningkat dengan naiknya tekanan dan menurun bila suhu meningkat. 3. Tekanan Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 5

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Dari percobaan rontgen dan dilanjutkan oleh loney dan Dr. Ichman memperlihatkan bahwa untuk semua cairan, viskositas akan bertambah bila tekanan naik. Rumus : Dengan ( ) : viskositas pada tekanan total P (kg/cm2) : viskositas pada tekanan total I (kg/cm2) : konstanta 4. Gaya gesek Semakin besar gaya gesek antar lapisan maka viskositasnya semakin besar. Cara cara penentuan angka kental 1. Cara Ostwald Dasarnya adalah hukum Poiseuille II yang menyertakan bahwa volume cairan yang mengalir dalam waktu t keluar dari pipa dengan radius R, panjang L dan beda tekanan P dirumuskan sebagai ;

Gambar 2.1. Viskosimeter Ostwald Alat ini terdiri dari dua labu pengukur dengan tanda S1 & S2, pipa kapiler, dan labu contoh. Dengan alat ini, viskositas tidak diukur langsung pembanding, misalnya aquadest atau cairan lain yang telah diketahui Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 6

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

viskositas dan densitasnya. Cairan dihisap melalui labu pengukur dan viskosimeter sampai permukaan cairan lebih tinggi, daripada batas S1. Cairan kemudian dibiarkan turun. Ketika permukaan cairan turun melewati batas S2, stopwatch dinyatakan dan ketika cairan melewati batas S2, stopwatch dimatikan. Jadi waktu yang diperlukan untuk melewati jarak antara S1 & S2 dapat ditentukan. Perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap zat x yang akan dicari viskositasnya. 2. Cara Hoppler Dasarnya adalah hukum stokes yang menyatakan bahwa jika zat cair yang kental mengalir melalui bola yang diam dalam aliran laminer atau jika bola bergerak dalam zat cair yang kental yang berada dalam keadaan diam, maka akan terdapat gaya penghalang (gaya stokes) sebesar

Dengan : F : frictional resistance : viskositas r : jari jari bola v : kecepatan yaitu yang ditempuh per satuan waktu

Kegunaan Viskositas Pada umumnya viskositas sering digunakan untuk menentukan jenis pompa.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 7

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

III.1 Bahan dn Alat : III.1.1 Bahan yang Digunakan : 1) Susu fermentasi basis 100 ml ( 10%v, 20 %v, 30%v ) 2) Coca-cola basis 100 ml ( 20%v, 30%v, 40%v ) 3) Air legen basis 100 ml ( 30%v) (350C, 400C, 450C ) III.1.2 Alat yang Digunakan : 1) Viskosimeter Ostwald 2) Beaker glass 3) Picnometer 4) Corong 5) Stopwatch 6) Neraca analitik 7) Gelas ukur 8) Erlenmeyer

III.2 Gambar Rangkaian Alat

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 8

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Data yang diperlukan 1. Massa jenis larutan 2. Waktu alir

III.3 Cara Kerja : 1) Tentukan densitas zat cair dengan menggunakan picnometer 2) Tentukan batas atas S1 dan batas bawah S2 pada viskosimeter Ostwald 3) Isi viskosimeter Ostwald dengan menggunakan 15 ml cairan pembanding (air) 4) Hisap air (melalui selang karet) sampai permukaan cairan lebih tinggi dari batas atas S1 yang telah ditentukan. Kemudian biarkan cairan mengalir secara bebas. 5) Hidupkan stopwatch pada saat cairan tepat berada di garis atas S1 dan matikan stopwatch saat cairan tepat berada pada garis batas bawah S2. 6) Catat waktu yang diperlukan oleh cairan untuk mengalir dari batas atas S1 ke batas bawah S2. 7) Ulangi langkah 1 s/d 6 untuk zat cair yang akan dicari viskositasnya. 8) Tentukan harga viskositasnya dengan rumus:

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 9

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Percobaan Berat picnometer kosong V picnometer


T 0C 350C 40 C 45 C
0 0

= 23,31 gr = 25 ml
x (gr/ml) 0,9816 0,9888 0,9952 1,002 0,9896 0,9964 0,998 0,9836 0,9796 0,978 x 1 1,047 1,133 1,300 1,048 1,095 1,256 1,100 1,057 1,055

Tabel 4.1.1 densitas dan viskositas larutan


Sampel Aquadest Susu fermentasi %V 10 % 20% 30% Coca-cola 20% 30% 40% Air legen 30% 30% 30% Berat picnometer 47,85 gr 48,03 gr 48,19 gr 48,36 gr 48,95 gr 48,22 gr 48,26 gr 47,90 gr 47,80 gr 47,76 gr tx (detik) 25,5 26,5 28,5 32,5 26,5 27,5 31,5 28 27 27

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 10

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

IV.2. Pembahasan 1. Grafik %Volume vs


1.005 Massa Jenis () 1 0.995 0.99 0.985 0 20 % Volume 40 y = 0.0007x + 0.9821 R = 0.9997

Susu Fermentasi Linear (Susu Fermentasi)

Grafik Hubungan %Volume VS Massa Jenis() Susu Fermentasi


1 Massa Jenis () 0.995 0.99 0.985 0 20 40 % Volume 60 y = 0.0004x + 0.9821 R = 0.8867 coca cola Linear

Grafik Hubungan %Volume VS Massa Jenis() Coca-Cola Pada grafik di atas dpat dilihat bahwa semakin besar %volume maka densitas () juga semakin besar. Hali ini dikarenakan massa jenis susu fermentasi dan coca-cola lebih besar daripada massa jenis air. Karena susu fermentasi dan coca-cola memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air maka massa jenis yang terbentuk akan semakin besar seiring dengan naiknya %V susu fermentasi dan coca-cola.

(http://priefiversfiveminutes.blogspot.com/2012/01/perbedaanmassajenis.html)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 11

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

(http://tramslate.google.co.id/translate?hl=id&langair=en%7ci d&u=http.//www/livestrong.com/article/316876-why-doescoke-sink-diet-coke-float-in-water) (http://scribd.com/doc/3817671/skm-jun2004-8)

2. Grafik %Volume vs
1.5 Viskositas () 1 Susu Fermentasi 0.5 0 0 10 20 % Volume 30 40 y = 0.0127x + 0.907 R = 0.967

Grafik Hubungan %Volume VS Viskositas () Susu Fermentasi

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 12

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0 10

Viskositas ()

y = 0.0104x + 0.821 R = 0.909

coca cola 20 30 % Volume 40 50

Grafik Hubungan %Volume VS Viskositas () Coca-Cola


Pada grafik di atas terlihat bahwa semakin besar %volume baik susu fermentasi maupun coca-cola mengakibatkan viskositas juga semakin besar pula. Hal ini bias terjadi karena semakin besar %volume susu fermentasi maupun coca-cola menyebabkan massa jenis bertambah dengan

bertambahnya massa jenis ini menyebabkan meningkatnya gaya gesekan antar lapisan zat cair. Sehingga dibutuhkan gaya yang lebih besar pula untuk mendapatkan beda kecepatan sebesar 1 cm/dt antara dua lapisan zat cair yang sejajar dengan jarak I cm. ( http://fredi-36-a1.blogspot.com/2011/05/viskositascairan- berbagai-larutan.html ) 3. Grafik Suhu vs viskositas ()
1.11 1.1 1.09 1.08 1.07 1.06 1.05 1.04 0 10

Viskositas()

air legen

y = -0.0045x + 1.2507 R = 0.7833 20 30 Suhu(T) 40 50

Grafik Hubungan Viskositas() VS Suhu(T) Air Legen Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 13

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Pada grafik terlihat bahwa semakin tinggi suhu, viskositas semakin rendah. Karena suhu berbanding terbalik dengan viskositas. Suhu yang semakin tinggi akan menyebabkan energi panas. Sehingga molekul-molekul larutan bergerak aktif, dan merenggang. Perenggangan ikatan antar molekul ini disebabkan penurunan densitas cairan. Dapat dilihat dari data yang kami peroleh dimana densitas air legen 30%volume pada suhu 35,40, dan 450C masing-masing adalah 0,9836, 0,9796, 0,978. Penurunan densitas ini menyebabkan viskositas semakin kecil. Karena densita () berbanding lurus dengan viskositas () sesuai dengan :

(student.chem.itb.ac.id/journal/.../HKIa(Syahril%20Achmad)DOC

4. Grafik vs waktu (t)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 14

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

35 30 Waktu (t) 25 20 15 10 5 0 0 0.5 Viskositas () 1 1.5 y = 23.748x + 1.6194 R = 0.9999 Susu Fermentasi

Grafik Hubungan Viskositas() VS Waktu(t) Susu Fermentasi


32 31 Waktu (t) 30 29 28 27 26 1 1.05 1.1 1.15 1.2 Viskositas () 1.25 1.3 y = 24.246x + 1.0296 R = 0.9993 coca cola

Grafik Hubungan Viskositas() VS Waktu(t) Coca-Cola


28.2 28 27.8 27.6 27.4 27.2 27 26.8 1.05 1.06

Waktu(t)

y = 22.692x + 3.0376 R = 0.9985 air legen

1.07 1.08 1.09 Viskositas()

1.1

1.11

Grafik Hubungan Viskositas() VS Waktu(t) Air Legen

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 15

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Dari grafik di atas terlihat bahwa semakin besar viskositas () maka waktu alir yang dibutuhkan juga semakin besar. Hal ini dikarenakan apabila viskositas meningkat menyebabkan gaya gesekan antara lapisan zat cair membesar, sehingga laju aliran zat cair semakin lambat dan mengakibatkan waktu yang dibutuhkan untuk melewati antara batas S1 dan batas bawah S2 menjadi semakin lama. ( http://fredi-36-a1.blogspot.com/2011/05/viskositas-cairanberbagai-larutan.html )

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 16

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB V PENUTUP

V.1. Kesimpulan 1. Semakin besar %volume maka densitas () akan semakin besar karena massa jenis solute (susu fermentasi dan coca-cola) yang lebih besar daripada air. 2. Semakin besar %volume (susu fermentasi dan coca-cola) maka viskositas semakin besar karena meningkatnya gaya gesekan antar lapisan zat cair. 3. Semakin besar suhu larutan maka viskositas semakin kecil, karena densitas yang semakin kecil. 4. Semakin besar viskositas maka waktu alir yang dibutuhkan juga semakin besar dikarenakan gaya gesekan antar lapisan zat yang membesar.

V.2. Saran 1. Membersihkan alat sebelum percobaan. 2. Penetapan batas atas S1 dan batas bawah S2 harus seimbang. 3. Kecermatan untuk menghidupkan dan mematikan stopwatch. 4. Pastikan larutan tercampur secara homogeny sebelum melakukan percobaan.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 17

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

DAFTAR PUSTAKA

Badger, W.Z. and Bachero, J.F. Introduction to Chemical Engineering. International Student Edition, Mc. Graw Hill Book Co., Kogakusha, Tokyo. Daniels, F. 1961. Experimental Physical Chemistry, 6th ed. Mc. Graw Hill Book. Kogakusha, Tokyo. http://fredi-36-a1.blogspot.com/2011/05/viskositas-cairan- berbagai-larutan.html http://id.wikipedia.org/wiki/massa-jenis http://priefiversfiveminutes.blogspot.com/2012/01/perbedaan-massa-jenis.html http://tramslate.google.co.id/translate?hl=id&langair=en%7cid&u=http.//www/livest rong.com/article/316876-why-does-coke-sink-diet-coke-float-in-water http://scribd.com/doc/3817671/skm-jun2004-8 student.chem.itb.ac.id/journal/.../HKIa(Syahril%20Achmad)DOC www.scribd.com/doc/40525157/viskositas

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 18

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

INTISARI

Tujuan percobaan ini adalah menentukan tegangan muka berdasarkan metode kenaikan pipa kapiler dan metode tetes, menentukan pengaruh densitas terhadap tinggi, jumlah tetesan, volume tetesan dan mengetahui pengaruh tinggi, jumlah tetesan dan volume tetesan terhadap tegangan muka. Tegangan muka adalah gaya yang bekerja sepanjang permukaan cairan dengan sudut yang tegak lurus pada garis yang panjangnya 1 cm yang mengarah ke dalam cairan. Metode percobaan pertama menggunakan pipa kapiler, yaitu dengan mengukur densitas terlebih dahulu menggunakan picnometer. Kemudian cairan pembanding (aquadest) dimasukkan dalam beaker glass dan diukur dengan pipa kapiler. Langkah yang sama dilakukan untuk zat yang ingin diketahui tegangan permukaannya. Yang kedua adalah metode tetes yaitu volume tetes konstan dengan menggunakan alat metode tetes dan mengatur kran dengan sudut tertentu, dan hitung jumlah tetesan. Sedangkan pada metode tetes konstan, hitung volume tetesan setiap 35 kali tetesan. Hasil percobaan kami yaitu semakin besar %volume, semakin besar densitasnya karena massa zat yang terlarut juga semakin besar. Pada metode pipa kapiler semakin besar %volume semakin tinggi ketinggian zat cair yang dikarenakan adanya gejala pipa kapiler, semakin tinggi ketinggian zat cair maka tegangan muka semakin besar yang dikarenakan semakin besarnya tegangan muka maka menyebabkan adhesi antara partikel zat dan dinding kaca semakin besar. Pada metode volume konstan, semakin besar %volume, semakin banyak jumlah tetesan. Hal ini karena molto dan rinso cair adalah surfaktan, sedangkan pada santan terdapat lemak. Semakin banyak jumlah tetesan, semakin kecil pula tegangan muka yang dikarenakan tegangan muka yang menahan tetesan sebanding dengan berat tetesan. Pada metode tetes konstan semakin besar %volume pada molto dan rinso cair menyebabkan volume tetesan semakin kecil, sedangkan pada santan volume tetesan semakin besar. Karena volume tetesan yang semakin besar maka tegangan muka semakin besar pula. Hal ini karena tegangan muka berbanding lurus dengan volume tetesan. Saran yang diberikan adalah supaya tidak mengubah kran atau sudutnya selama percobaan.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 19

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

SUMMARY

The purpose of this experiment is to determine the voltage of the face based on the method of capillary rise and drop method, to determine the effect of high density, the number of droplets, droplet volume and determine the effect of height, the number of droplets and droplet volume on the face of stress. Face tension is the force acting along the surface of the liquid at an angle perpendicular to the line of 1 cm in length that leads into the liquid. The first experimental method using a capillary tube, by measuring the density of first use picnometer. Then a comparison of fluid (distilled water) was included in the beaker glass and measured with a capillary tube. The same steps are done for substances known to surface tension. The second is the drop volume method by using a constant drip drip method and set the valves with a certain angle, and count the number of droplets. While the method of constant drip, drip count every 35 times the volume of the droplet. The results of our experiments that the greater the% volume, the greater the density because the mass of the dissolved substances are also getting bigger. In the greater the capillary tube method% higher volume of liquid height due to the symptoms of the capillary tube, the higher the height of the liquid face greater stress due to the magnitude of the voltage causes the face of the adhesion between the particles of matter and the large glass wall. In the method of constant volume, the greater the% volume, the greater number of droplets. This is because the liquid is molto and Rinso surfactant, while the fat contained in milk. The more the number of droplets, the smaller the voltage is also due to face the face that holds the voltage drop proportional to the weight of the droplet. On a constant drip method the greater the% volume of the liquid causes Rinso molto and the smaller the droplet volume, whereas the larger droplets of milk volume. Because of the greater volume of the droplet, the greater the tension face. This is because the face is directly proportional to the voltage drop volume. Advice given is not to change the faucet or the angle during the experiment.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 20

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Tegangan permukaan merupakan tegangan zat cair yang berada di permukaan cairan akibat gaya tarik antar molekul. Di permukaan zat cair cenderung menegang permukaannya yang tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi yang kuat di antara molekul-molekul air. Dengan adanya tegangan muka, kita dapat mempelajari mengapa suatu benda yang mempunyai massa jenis lebih besar dari massa jenis air mampu mengapung di atas air. Contohnya klip yang mengapung di atas air.

I.2. Tujuan Percobaan 1. Menentukan nilai tegangan muka berdasarkan metode kenaikan pipa kapiler dan metode tetes 2. Menentukan pengaruh densitas terhadap tinggi, jumlah tetesan, volume tetesan 3. Mengetahui pengaruh tinggi, jumlah tetesan, volume terhadap tegangan muka.

I.3. Manfaat Percobaan Mahasiswa dapat memahami pengertian tegangan muka dan teori tegangan muka serta dapat melakukan percobaan sesuai prosedur, menentukan nilai tegangan muka berdasarkan metode kenaikan pipa kapiler dan metode tetes,

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 21

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

menentukan pengaruh densitas terhadap tinggi, jumlah tetesan, volume tetesan, mengetahui pengaruh tinggi, jumlah tetesan, volume terhadap tegangan muka.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Molekul-molekul yang terletak didalam cairan dikelilingi oleh molekulmolekul lain sehinga mempunyai resultan gaya sama dengan nol. Sedangkan untuk molekul yang berada di permukaan cairan, gaya tarik ke bawah tidak diimbangi oleh gaya tarik ke atas. Akibat dari gaya tarik ke bawah ini, maka bila keadaan memungkinkan cairan akan cenderung mempunyai luas permukaan yang sekecil kecilnya. Misalnya tetesan cairan akan berbentuk bola, karena untuk suatu volume tertentu bentuk bola akan mempunyai luas permukaan yang sekecil-kecilnya, maka ada tegangan pada permukaan cairan yang disebut tegangan permukaan. Sehingga tegangan permukaan dapat didefinisikan sebagai gaya bekerja sepanjang permukaan cairan dengan sudut yang tegak lurus pada garis yang panjangnya 1 cm yang mengarah ke dalam cairan.

Metode Penentuan Tegangan Muka 1. Metode Kenaikan Pipa Kapiler Berdasarkan rumus : Dengan: y : tegangan muka h : tinggi kenaikkan zat cair : densitas zat cair g : tetapan gravitasi r : jari jari pipa kapiler Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 22

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Karena kadang kadang penentuan jari jari pipa kapiler sulit maka digunakan cairan pembanding ( biasanya air) yang sudah diketahui nilai tegangan mukanya.

2. Metode Tetes Jika cairan tepat akan menetes maka gaya tegangan permkaan sama dengan gaya yang disebabkan oleh gaya berat itu sendiri. Maka :

Dengan m : massa zat cair Harus diusahakan agar jatuhnya tetesan hanya disebabkan oleh berat tetesannya sendiri dan bukan oleh sebab yang lain. Selain itu juga digunakan metode pembanding dengan jumlah tetesan untuk volume ( v ) tertentu. Berat satu tetesan =

3. Metode Cincin Dengan metode ini, tegangan permukaan dapat ditentukan dengan cepat dengan hanya menggunakan sedikit cairan. Alatnya dikenal dengan nama tensiometer duitog, yang berupa cincin kawat Pt yang dipasang pada salah satu lengan timbangan. Cincin ini dimasukkan ke dalam cairan yang akan diselidiki tegangan mukanya dengan menggunakan kawat. Lengan lain dari timbangan diberi gaya sehingga cincin terangkat ke permukaan cairan.

4. Metode Tekanan Maksimum Gelembung Dasarnya adalah bahwa tegangan muka sama dengan tegangan maksimum dikurangi gaya yang menentukan gas keluar. Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 23

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Faktor faktor yang Mempengaruhi Tegangan Muka : 1) Densitas 2) Konsentrasi 3) Suhu 4) Viskositas

Kegunaan tegangan muka : 1) Mengetahui kelembapan tanah seperti yang ditunjukkan tumbuhan dengan proses kapilaritas. 2) Digunakan pada industri barang barrang ekstrak plastik untuk melepaskan hasil cetakan dari cetakannya. 3) Mengetahui konsentrasi suatu larutan dengan membuat kurva kalibrasi y vs konsentrasi.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 24

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN III.1. Bahan dan Alat III.1.1. Bahan yang Digunakan : 1. Molto basis 100 ml ( 15%V, 20%V, 30%V ) 2. Rinso cair basis 100 ml ( 4%V, 7%V, 10%V ) 3. Santan basis 100 ml ( 5%V, 10%V, 15%V ) III.1.2. Alat yang digunakan : 1. Pipa kapiler 2. Alat metode tetes 3. Picnometer 4. Corong 5. Beaker glass 6. Neraca analitik 7. Gelas ukur 8. Mistar 9. Erlenmeyer

III.2. Gambar rangkaian alat :

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 25

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

1 Gambar 3.2.1 Alat Metode Tetes Keterangan : 1. Alat metode tetes 2. Alat metode pipa kapiler

2 Gambar 3.2.2 Alat Metode Pipa Kapiler

Data yang diperlukan : - Densitas - Tinggi cairan - Jumlah tetesan - Volume tetesan

III.3. Cara Kerja : a. Metode Kenaikan Pipa Kapiler 1. Tentukan densitas zat cair dengan menggunakan picnometer 2. Tuangkan 10 ml cairan pembanding (air) ke dalam beaker glass. 3. Masukkan pipa kapiler ke dalam beaker glass, biarkan beberapa saat agar aquadest naik ke pipa. 4. Setelah tinggi air konstan, tutup bagian atas dari pipa kapiler dengan ibu jari. Angkat, kemudian ukur tingginya menggunakan mistar. 5. Ulangi langkah 1, 2 dan 3 untuk zat cair yang akan dicari tegangan mukanya. Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 26

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

6. Hitung tegangan mukanya dengan rumus :

b. Metode Tetes 1. Volume tetes konstan a. Tentukan densitas zat cair dengan menggunakan air sebagai cairan pembanding. b. Isi alat metode tetes dengan menggunakan air 10 ml sebagai cairan pembanding. c. Buka kran dengan sudut tertentu dan tetap selama percobaan, biarkan air menetes sampai habis. d. Hitung jumlah tetesan e. Lakukan langkah 1 s/d 4 untuk zat cair yang akan dicari tegangan mukanya. f. Hitung tegangan mukanya dengan rumus

2. Tetes Konstan a. Tentukan densitas zat cair dengan menggunakan picnometer. b. Isi alat metode tetes dengan menggunakan air sebagai cairan pembanding. c. Buka kran dengan sudut tertentu dan tetap selama percobaan biarkan air menetes sejumlah tetesan yang telah ditentukan (35 tetesan) d. Hitung volume tetesan e. Lakukan langkah 1 s/d 4 untuk zat cair yang akan dicari tegangan mukanya. f. Hitung tegangan mukannya dengan rumus

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 27

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil Percobaan Berat picno kosong V picno = 15,39 gram = 25 ml

Tabel 4.2.2 densitas dan tegangan muka


Sampel Berat Picno 15% 20% 30% 4% 7% 10% 5% 10% Pipa %V h 1,0116 1,0044 1,0048 1,0104 1,0084 1,0096 1,0116 1,0116 1,0108 3,3 1,2 1,4 2,2 1,6 1,8 2 1,4 2 kapiler 72,8 26,27 30,68 40,48 35,18 39,41 44,21 30,88 44,09 n 96 135 144 268 233 251 246 130 158 Volume konstan 72,8 51,37 48,21 26,05 29,89 27,79 28,41 55,76 44,19 Tetes konstan V 4,5 2,3 2,2 1,2 2 1,5 1,3 2,1 2,2 72,8 36,93 35,35 19,39 32,25 24,19 21,03 33,97 35,56

aquadest 40,68 gr molto 40,55 gr 40,51 gr 40,65 gr Rinso cair 40,60 gr 40,63 gr 40,68 gr santan 40,68 gr 40,66 gr

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 28

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

40,74 gr

15%

1,014

1,8

39,80

144

48,65

2,5

40,54

IV.2. Pembahasan 1. %Volume vs


1.012 Massa Jenis() 1.01 1.008 1.006 1.004 1.002 0 10 20 %Volume 30 40 y = 0.0004x + 0.9974 R = 0.9269 molto

Grafik Hubungan %Volume VS Massa Jenis() Molto

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 29

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

1.012 Massa Jenis() 1.011 1.01 1.009 1.008 0 5 10 %Volume 15 y = 0.0005x + 1.0061 R = 0.9796 rinso cair

Grafik Hubungan %Volume VS Massa Jenis() Rinso Cair


1.015 Massa Jenis() 1.014 1.013 1.012 1.011 1.01 0 5 10 %Volume 15 20 y = 0.0002x + 1.0097 R = 0.5192 santan

Linear (santan)

Grafik Hubungan %Volume VS Massa Jenis() Santan Pada grafik dapat dilihat semakin besar %volume maka densitas () juga semakin besar. Hal ini terjadi karena semakin besar %volume yang ditambahkan maka massa zat yang terlarut dalam larutan yang dihasilkan juga akan semakin besar dan semakin besar massa massa zat yang terlarut maka massa jenis larutan yang dihasilkan juga semakin besar. (http://priefiversfiveminutes.blogspot.com/2012/01/per bedaan-massa-jenis.html)

2. Metode Pipa Kapiler a. Grafik %volume vs tinggi (h) Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 30

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

3 Tinggi(h) 2 1 0 0 10 molto Grafik Hubungan %Volume VS Tinggi(h) Molto 3 Tinggi(h) 2 1 0 0 5 %Volume 10 15 y = 0.0667x + 1.3333 R = 1 rinso cair 20 %Volume 30 40 y = 0.0686x + 0.1143 R = 0.9796

Grafik Hubungan %Volume VS Tinggi(h) Rinso Cair


3 Tinggi(h) 2 1 0 0 5 10 15 %Volume 20 y = 0.04x + 1.3333 R = 0.4286 santan

Grafik Hubungan %Volume VS Tinggi(h) Santan Pada grafik %volume vs tinggi (h) di atas semakin besar %volume semakin besar pula ketinggian cairan pipa kapiler.hal tersebut karena adanya gejala pipa kapiler. Gejala pipa kapiler disebabkan adanya kohesi antar partikel zat dan adhesi antara partikel zat dengan pipa kapiler. Pada larutan (molto, rinso cair, dan santan) adhesi antar partikel zat dan kaca pada pipa kapiler lebih besar daripada kohesi anta partikel zat, sehingga mengakibatkan sudut kontak antara molto, rinso Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 31

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

cair, dan santan dengan kaca menjadi lebih kecil seiring dengan penambahan %volume. Sesuai dengan rumus

Makin kecil sudut kontak makin tinggi ketinggian zat di pipa kapiler. Sehingga semakin besar %volume (molto, rinso cair, dan santan)mengakibatkan sudut kontak makin mengecil dan membuat ketinggian pipa kapiler makin tinggi. (shafa-cha.blogspot.com/2011/02-kapilaritas.html)

b. Grafik Tinggi(h) vs tegangan muka ()


Tegangan Muka()
50 40 30 20 10 0 0

molto y = 13.65x + 10.637 R = 0.9862 1 2 Tinggi(h) 3

Grafik Hubungan Tinggi (h) vs Tegangan Muka () Molto

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 32

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Tegangan Muka()

50 40 30 20 10 0 0

y = 22.35x - 0.66 R = 0.999 1 2 Tinggi(h) 3

rinso cair

Grafik Hubungan Tinggi (h) vs Tegangan Muka () Rinso cair


50 40 y = 22.057x + 0.0243 R = 0.9999 30 20 10 0 0 1 2 Tinggi(h) Tegangan Muka()

santan

Grafik Hubungan Tinggi (h) vs Tegangan Muka () Santan Pada grafik terlihat bahwa semakin tinggi zat dalam pipa kapiler menunjukkan tegangan muka yang semakin tinggi pula. Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa tinggi ketinggian zat dalam pipa kapiler disebabkan oleh sudut kontak antara larutan dengan dinding kaca. Semakin tinggi tegangan muka menyebabkan adhesi antara partikel zat dan kaca pada pipa kapiler semakin besar. Sehingga terbentuk sudut kontak yang makin kecil. Dan akibatnya tinggi ketinggian zat pada pipa kapiler semakin tinggi apabila tegangan muka larutan (molto, rinso cair, dan santan) semakin besar. (http://scribd.com/doc/53709359/laporan-praktikum-teganganpermukaan kelompok-sesil)

3. Metode Volume Konstan a. Grafik %volume vs n tetesan Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 33

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

300

n Tetesan

200 100 0 0

y = 9.3714x - 20.714 R = 0.9274 molto

10

20 %Volume

30

40

Grafik Hubungan %Volume VS n Tetesan Molto


255 250 245 240 235 230 0 n Tetesan y = 2.1667x + 228.17 R = 0.4894 rinso cair

5 %Volume

10

15

Grafik Hubungan %Volume VS n Tetesan Rinso Cair


200 n Tetesan 150 100 50 0 0 5 10 %Volume 15 20 y = 1.4x + 130 R = 0.25 santan

Grafik Hubungan %Volume VS n Tetesan Santan Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa trend grafik menunjukkan semakin besar %volume maka semakin besar pula jumlah tetesannya. Hal ini terjadi karena pada molto dan rinso cair merupakan sabun dan sabun merupakan ssenyawa yang mengandung basa. Semua senyawa yang bersifat basa akan menjadi lebih licin. Ditambah lagi molto dan rinso cair merupakan surfaktan. Surfaktan sendiri bersifat menurunkan tegangan muka. Sehingga semakin besar %volume molto

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 34

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

dan rinso cair akan menyebabkan tegangan mukanya menurun. Oleh karena itu, jumlah tetesannya menjadi semakin banyak. Sedangkan pada santan terkandung lemak yang cukup banyak. Lemak merupakan senyawa yang licin. Makin besar %volume makin banyak lemak terkandung sehingga membuat santan semakin licin. Sifat licin inilah yang membuat santan mudah jatuh menetes sehingga jumlah tetesan pada santan meningkat seiring peningkatan %volume. (http://chem-is-try.org/materi-kimia/kimia-dasar/asam-danbasa/sifat-sifat-asam-basa-dan-garam) (http://en.wikipedia.org.wiki/coconut-milk) (http://id.wikipedia.org/wiki/minyak) (www.dipomharakanu-files.worsdpress.com/2011/03/bukupetunjuk-pdtk2-undip-2010.pdf)

b. Grafik n tetesan vs tegangan muka ()

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 35

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

Tegangan Muka()

60 y = -0.1854x + 75.673 R = 0.9971 40 20 0 0 100 n Tetes 200 300 molto

Grafik Hubungan n Tetes VS Tegangan Muka() Molto


Tegangan Muka() 31 30 29 28 27 230 y = -0.1161x + 56.948 R = 0.9996

rinso cair 260

240 250 n Tetes

Grafik Hubungan n Tetes VS Tegangan Muka() Rinso Cair


60 40 20 0 0 50 100 150 n Tetes 200 y = -0.3418x + 98.084 R = 0.9985 santan

Tegangan Muka()

Grafik Hubungan n Tetes VS Tegangan Muka() Santan Pada grafik hubungan n tetesan vs tegangan muka makin banyak tetesan menunjukkan tegangan muka semakin kecil. Hal ini dapat terjadi karena pada saat cairan tepat akan menetes gaya berat dari tetesan itu sendiri akan sama dengan gaya tegangan muka cairan tersebut. Sehingga makin kecil tegangan permukaan cairan maka massa tetesan yang dibutuhkan untuk terjatuh semakin kecil pula, sehingga tetesan yang terbentuk semakin banyak. Hal ini sesuai dengan rumus : Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 36

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

m.g = 2 r dengan m = massa jenis air (Buku panduan PDTK 2 Teknik kimia UNDIP)

4. Metode Tetes Konstan a. Grafik %volume vs volume tetesan

3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0

Volume Tetesan

y = -0.0771x + 3.5714 R = 0.9382

molto

10

20 %Volume

30

40

Grafik Hubungan %Volume VS Volume Tetesan Molto


2.5 Volume Tetesan 2 1.5 1 0.5 0 0 y = -0.1167x + 2.4167 R = 0.9423 5 10 %Volume 15 rinso cair

Grafik Hubungan %Volume VS Volume Tetesan Rinso Cair

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 37

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

3 Volume Tetesan 2 1 0 0 5 10 %Volume 15 20 y = 0.04x + 1.8667 R = 0.9231

santan

Grafik Hubungan %Volume VS Volume Tetesan Santan Pada grafik hubungan %volume vs volume tetesan terlihat pada grafik molto dan rinso cair makin besar %volume makin kecil volume tetesannya. Hal ini dikarenakanmolto dan rinso cair

mengandung surfaktan yang bekerja menurunkan tegangan permukaan. Karena cairan tepat akan menetes pada saat tegangan permukaan sama dengan gaya berat tetesan itu sendiri, maka jika tegangan permukaan semakin kecil maka berat tetesan akan semakin kecil karena berat tetesan sebanding dengan volume tetesan ( m = v ). Maka semakin kecil tegangan mukas volume tetesanpun semakin kecil. Pada santan setiap penambahan %volume, volume tetes konstannya bertambah. Hal ini dikarenakan setiap penambahan %volune densitas santan bertambah sehingga otomatis tegangan muka semakin besar pula. Padahal berat tetesan sama dengan besar tegangan mukanya sehingga waktu tetesan santan ikut bertambah siring penambahan %volume. (http://scribd.com/doc/70891387145/TEGANGAN-MUKA)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 38

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

b. Grafik volume tetesan vs tegangan muka ()


Tegangan Muka() 40 20 0 0 y = 15.951x + 0.2491 R = 1 1 2 Volume Tetesan(ml) 3 molto

Grafik Hubungan Volume Tetesan(ml) VS Tegangan Muka() Molto


Tegangan Muka() 40 30 20 10 0 0 1

y = 16.046x + 0.1495 R = 1 2 3 Volume Tetesan(ml)

rinso cair

Grafik Hubungan Volume Tetesan(ml) VS Tegangan Muka() Rinso Cair


Tegangan Muka() 42 40 y = 16.465x - 0.6315 R = 0.9999 38 36 34 32 2 2.2 2.4 Volume Tetesan(ml)

santan 2.6

Grafik Hubungan Volume Tetesan(ml) VS Tegangan Muka() Santan Pada grafikhubungan volume tetesan vs tegangan muka, semakin besar volume tetesan maka tegangan muka makin besar. Hal ini disebabkan tepat saat tetesan akan terjadi gaya berat dari tetesan sama dengan gaya tegangan muka. Sehingga apabila volume tetesan makin besar massa dari tetesan juga akan semakin besar dan gaya berat dari Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 39

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

tetesan makin besar pula. Sehingga gaya tegangan muka yang menahan gaya berat dari tetesan tersebut akan meningkat pula. ( Buku panduan PDTK 2 Teknik Kimia UNDIP ) 5. Metode Terbaik Metode terbaik dalam percobaan kami adalah metode pipa kapiler. Dilihat dari hasil percobaan yang sesuai dengan konsep teori yang berlaku, yaitu :

Dimana densitas berbanding lurus dengan kenaikan pipa kapiler. Semakin besar %volume maka densitas () juga semakin besar. Dan semakin besar densitas maka kenaikan pipa kapiler juga semakin besar. Sehingga tegangan muka sebanding dengan kenaikan pipa kapiler. Semakin besar kenaikan pipa kapiler, tegangan muka juga semakin besar.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 40

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

BAB V PENUTUP

V.1. Kesimpulan 1. Semakin besar %volume maka densitas semakin besar. 2. Metode Pipa Kapiler a. Grafik Hubungan %volume vs tinggi (h) - semakin besar %volume (molto, rinso cair, dan santan) maka semakin tinggi ketinggian zat cair di dalam pipa kapiler. b.Grafik Hubungan tinggi (h) vs tegangan muka () - semakin tinggi ketinggian zat cair dalam pipa kapiler, maka tegangan muka semakin besar. 3. Metode Volume Konstan a. Grafik %volumevs n tetesan - Pada molto, rinso cair, dan santan semakin besar %volume, maka jumlah tetesan juga semakin banyak. b. Grafik n tetesan vs tegangan muka () - Semakin banyak jumlah tetesan, maka tegangan muka juga semakin besar. 4. Metode Tetes Konstan a. Grafik %volume vs volume tetesan - Pada molto dan rinso cair, semakin besar %volume maka volume tetesan semakin kecil. b. Grafik volume tetesan vs tegangan muka () - Semakin besar volume tetesan maka tegangan muka semakun besar. 5. Metode terbaik untuk menentukan tegangan muka adalah pipa kapiler. V.2. Saran 1. Tidak mengubah kran atau sudut alat metode tetes selama percobaan. 2. Sebelum melakukan percobaan pastikan larutan zat bercampur sempurna. Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 41

VISKOSITAS DAN TEGANGAN MUKA

3. Gunakan cairan yang memiliki %volume paling besar terlebih dahulu. DAFTAR PUSTAKA Badger, W.Z. and Bachero, J.K.Introduction to Chemical Engineering.

International Student edition, Mc Graw Hill Book Co, Kogakusha, Tokyo Buku Panduan PDTK 2 Teknik Kimia UNDIP Daniels, F. 1961. Experimental Physical Chemistry. 6th ed. Mc Graw Hill Book Co, Kogakusha, Tokyo Qhafa-cha.blogspot.com/2011/02/kapilaritas.html/ http://bukuonlinegratis2xx8.wordpress.com http://chem-is-try.org/materi-kimia/kimia-dasar/asam-dan-basa/sifat-sifat-asam-basadan- garam http://en.wikipedia.org.wiki/coconut-milk http://id.wikipedia.org/wiki/minyak http://scribd.com/doc/53709359/laporan-praktikum-tegangan-permukaan-kelompoksesil http://scribd.com/doc/70891387145/TEGANGAN-MUKA www.dipomharakanu-files.worsdpress.com/2011/03/buku-petunjuk-pdtk2-undip2010.pdf

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Universitas Diponegoro 42