Anda di halaman 1dari 3

Langkah-langkah Untuk melakukan penelitian dengan pendekatan cross sectional dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut. 1.

Identifikasi dan perumusan masalah Masalah yang diteliti harus diidentifikasi dan dirumuskan dengan jelas agar dapat ditentukan tujuan penelitian dengan jelas. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan mengadakan penelaahan terhadap insidensi dan prevalensi berdasarkan catatan yang lalu untuk mengetahui secara jelas bahwa masalah yang sedang dihadapi merupakan masalah yang penting untuk diatasi melalui suatu penelitian. Dari masalah tersebut dapat diketahui lokasi masalah tersebut berada. 2. Menentukan tujuan penelitian Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan jelas agar orang dapat mengethaui apa yang akan dicari, dimana akan dicari, sasaran, berapa banyak, dan kapan dilakukan serta siapa yang melaksanakan. Sebelum tujuan dapat dinyatakan dengan jelas, hendaknya tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Tujuan penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam suatu penelitian karena dari tujuan ini dapat ditentukan metode yang akan digunakan. 3. Menentukan lokasi dan populasi studi Dari tujuan penelitian dapat diketahui lokasi penelitian dan ditemukan pula populasi studinya.. biasanya, penelitian cross sectional tidak dilakukan terhadap semua subjek studi, tetapi dilakukan pada sebagian populasi dan hasilnya diekstrapolasi pada populasi studi tersebut. Populasi studi dapat berupa populasi umum dan dapat berupa kelompok populasi tertentu tergantung dari apa yang diteliti dan dimana penelitian dilakukan. Agar tidak terjadi kesalahan dalam pengumpulan data, sasaran yang dituju yang disebut subjek studi harus diberi kriteria yang jelas, misalnya jenis kelmain, umur, domisili, dan penyakit yang diderita. Hal ini penting untuk mengadakan ekstrapolasi hasil penelitian yaitu kepada siapa hasil penelitian ini berlaku. 4. Menentukan cara dan besar sampel

Pada penelitian cross sectional, diperlukan perkiraan besarnya sampel dan cara pengambilan sampel. Perkiraan besranya sampel dapat dihitung dengan rumus Snedecor dan Cochran berikut. a. Untuk data deskrit n= p.q.Z2 L2 b. Untuk data kontinu n= Z2.s2 L2 n= besar sampel p= proporsi yang diinginkan q= 1 p Z= simpangan dari rata-rata distribusi Normal standard L= besarnya selisih antara hasil sampel dengan populais yang masih dapat diterima S2= variasi sampel 5. Memberikan definisi operasional 6. Menentukan variabel yang akan diukur Variabel yang akan diteliti sudah harus jelas pada saat metumuskan tujuan penelitian. 7. Menyusun instrumen pengumpulan data Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian harus disusun dan dilakukan uji coba. Instrumen ini dimaksudkan agar tidak terdapat variabel yang terlewat karena dalam instrumen tersebut berisi semua variabel yang dikehendaki. Instrumen dapat berupa daftar pertanyaan atau pemeriksaan fisik atau pemeriksaan laboratorium atau radiologis dan lainlain disesuaikan dengan tujuan penelitian . 8. Rencana analisis Analisis data yang diperoleh harus sudah direncanakan sebelum penelitian dilaksanakan agar diketahui perhitungan yang akan digunakan. Rancangan analisis harus disesuaikan dengan tujuan penelitian agar hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab tujuan tersbeut.

Daftar Pustaka: Budiarto E, Anggraeni D. 2002. Pengantar Epidemiologi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.