Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN USAHA TANI KELOMPOK TANI MARGO MULYO, DESA PETIR, PIYUNGAN, BANTUL, JOGJAKARTA

Di Susun Oleh: Kelompok 1 Ahmad Ansori Dafiqi N H Harsono Putut Irawan Siska Christi W Wanda Ratriningtyas (H3310001) (H3310006) (H3310011) (H3410016) (H3510021) (H3510026)

PROGRAM DIPLOMA III AGB. HORTIKULTURA

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. PROFIL KELOMPOK TANI Kelompok Tani Margo Mulyo adalah kelompok tani yang bergerak dalam bidang budidaya sayuran organic, terletak di desa Petir, Piyungan, Bantul, Jogjakarta. Berdiri diatas lahan 1 Ha dengan Luas baku 25 Ha. Pada tahun 2010, varieties yang di budidayakan adalah Ciherang. Kini berbagai varieties yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Margo Mulyo. Produk-produk yang dihasilkan adalah kacang panjang, timun, cabai, pare. Dominannya adalah bayam cabut, sawi dan kangkung (yang umurnya pendek). Selain kelompok tani Margo Mulyo, di Petir juga berjalan kelompok tani Ternak Sidodadi yang membudidayakan hewan-hewan seperti sapi. Kelompok tani Petir juga memiliki cabang lain, kelompok tani Mitra Melon, salak organik di Pakem. Kelompok tani Margo Mulyo memilki tenaga kerja wanita yakni 25 anggota aksisi (hampir 50% dari laki-laki). Kelompok Tani Margo Mulyo saat ini memiliki minimal 51 kelompok tani yaitu terdiri dari 1200 orang. Dan setiap kelompok tani terdiri dari minimal 20 orang. Waktu kerja para petani yaitu di mulai pukul 08.00-11.00 dan pukul 13.00-13.30. B. PEMILIHAN KOMODITAS Pada usaha tani Kelompok Tani Margo Mulyo memiliki beberapa komoditas jenis tanaman atau sayuran yang di budidayakan. Tanaman yang dibudidayakan, dominan adalah tanaman yang memakai alir ( tanaman merambat ), yaitu seperti kacang panjang, timun, cabai, dan pare. Yang ditekankan disini adalah komoditas kacang panjang. Kelompok tani Margo Mulyo memiliki alasan tersendiri dalam pememilih komoditi sayuran ini, yaitu karena : 1. 2. 3. 4. Lahan di desa tersebut sangatlah cocok untuk budidaya, sayuran dapat cepat dijual, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dalam pengelolaannya adalah keluarga dan atau pribadi,

selain itu, alasan lain adalah karena komoditas tersebut bisa diusahakan dan dipasarkan. Prospek ke depan untuk usaha tani komoditas kacang panjang ini lebih menguntungkan, karena komoditas ini jarang dibudidayakan, sehingga kemungkinan untuk memegang pasar sangat luas. C. PEMASARAN Produk-produk hasil panen yang di hasilkan kelompok tani Margo Mulyo semuanya dijual. Penjualannya ada yang diluan sendiri oleh petani dan ada juga yang di distribusikan ke pedagang pengumpul. Ini ada nilai sosialnya karena pedagangnya adalah tetangga. Kelompok tani Margo Mulyo desa Petir, memasakan produk-produknya di pasar propinsi, meliputi Prambanan, Piyungan, dan Sarkem (Pasar Kembangan). Dalam pemasaranya, transportasi yang digunakan untuk mengangkut hasil-hasil penen ke pasar menggunakan sepeda motor. D. KEBIJAKAN PEMERINTAH Pada usaha tani kelompok tani Margo Mulyo juga tak luput dari kebijakan pemerintah. Pemerintah memberikan kebijakan berupa bantuan kredit lunak dari STTP. Bantuan kredit lunak tersebut adalah bantuan berupa pinjaman uang dengan bunga rendah. Kebijakan pemerintah ini diterima baik oleh para petani di kelompok tani Margo Mulyo tersebut, dan bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk berjalannya usaha tani di kelompok tani Margo Mulyo. E. KENDALA DALAM USAHA TANI Dalam menjalankan usaha tani sayun organik, kelompok tani Margo Mulyo mengalami beberapa kendala, diantaranya : 1. Perubahan harga jual yang anjlok saat panen 2. Harga saprodi yabg tinggi 3. Adanya hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman yang dibudidayakan, seperti ulat daun dan ulat bunga, 4. Cuaca yang ekstrim, tak menentu. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, para petani kelompok tani Margo Mulyo melakukan antisipasi dan juga penanggulangan kendala-kendala

tersebut. Menghadapi harga jual yang naik turun bahkan cenderung anjlok saat panen, dan juga harga saprodi yang tinggi, petani menanganinya dengan penjualan harga yang tetap, yaitu harga jual produk pada saat murah ataupun mahal adalah sama. Dan para petani tetap menjual hasil-hasil panennya ke pedagang pengapul. Hama dan penyakit banyak menyerang sayuran yang dibudidayakan oleh kelompok tani Margo Mulyo. Para petani menanggulanginya dengan menggunakan obat-obatan kimia yaitu Curakrom. Sedangkan untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang sayuran organik, petani menggunakan obat-obatan alami buatan sendiri yaitu menggunakan pestisida alami seperti tembakau, daun mindri dan juga menggunakan gadung. Selain itu, air yang digunakan untuk menyiran sayuran-sayuran organik adalah berasal dari sumur karena air sumur belum terkontaminasi. Untuk cuaca ekstrim yang tak menentu, para petani kelompok tani Margo Mulyo mengatasi keadaan tersebut dengan beberapa cara atau solusi, yaitu jika cuaca panas maka menggunakn mulsa, dan jika cuaca kadang panas dan dingin, para petani melakukan koordinasi dengan para penyuluh. Selain itu, petani harus pandai-pandai dalam memilih jenis tanaman untuk dibudidayakan dan juga mengatasinya dengan memperhatikan teknis budidaya yang benar. Mengatasi sayuran yang tidak tahan lama dan agar tidak busuk, para petani di kelompok tani Margo Mulyo melakukan penanaman setiap saat. Dan dalam pendistribusiannya para petani berusaha mencari partner (dengan bekerja sama).

F. ANALISIS USAHATANI Komoditas Luas lahan garapan : Kacang Panjang : 0.1 Ha

A. Penggunaan Tenaga Kerja Tabel 1. Penggunaan Tenaga Kerja


Uraian Tenaga Kerja Jam/ hari Hari kerja Upah (Rp)

Jumlah

Pria 1. Pengolahan tanah 2. Penanaman 3. Pemupukan a. Pemupukan I b. Pemupukan II c. Pemupukan III 4. Pemeliharaan a. Pemeliharaan I b. Pemeliharaan II c. Pemeliharaan III 5. Pengendalian Hama 6. Pengairan a. Pengairan I b. Pengairan II c. Pengairan III 7. Pemanenan 8. Pengangkutan Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1

Wanita 1 1 1 1 60000 30000

1 1 1

1 1 1

30000 30000 30000

2 2 1 3

2 2 1 3

60000 60000 30000 90000

6 1

6 1 20

180000 30000 630000

Keterangan :

1 hari (HKP) Upah per HKW Upah per HKP

= 6 jam = Rp = RP 30000

B. Penggunaan Sarana Produksi Tabel 2. Penggunaan Sarana Produksi dan Biaya Sarana Produksi
Uraian Fisik 1. Benih 2. Pupuk a. Kandang b. Urea c. Phonska d. ZA 3. Pestisida a. Curakrom 4. Lain-lain a. Ajir b. Tali Jumlah 3000 biji 1kg 450000 35000 963500 0.5 lt 88000 500 30 20 250000 49500 24000 1kg 100000 Penggunaan Rp.

C. Penggunaan Sarana Lain-lain Tabel 3. Penggunaan Sarana Lain-lain


Uraian 1. 2. 3. Pajak Tanah Slametan Iuransi Irigasi Rp. 250000 250000

4. Transportasi 5. Sewo Tanah Jumlah

Biaya Penyusutan Tabel 4. Biaya Penyusutan Peralatan


No. Alat Jumlah Nilai Awal (Rp.) 1 2 Mulsa Ajir 24kg 3000 633333 450000 Nilai Akhir (Rp.) 554167 393750 Umur Ekonomis (th) 2th 2th 79166 56250 135416 Penyusutan

Jumlah Penyusutan

Pengeluaran : A. Rp 630000 B. Rp 963500 C. Rp 250000 D. Rp 135416 Rp 1978916 Pengeluaran Sisa Usaha Rp 3250000 Rp 1271084

Produksi dan Pendapatan Produksi Total Harga per satuan Jumlah : : : 1300 satuan Rp 2500 X

Rp 3250000

IV. PENUTUP

1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kelompok tani Margo Mulyo merupakan kelompok tani yang bergerak pada budidaya sayuran organik 2. Kelompok tani Margo Mulyo memiliki berbagai varieties sayuran organik untuk di budidayakan 3. Usaha tani budidaya sayuran organic di kelompok tani Margo Mulyo sangat menguntungkan. 2. SARAN 1. Sebaiknya usaha tani di kelompok tani Margo Mulyo lebih meningkatkan kualitas produk-produk hasil panen 2. Dalam pemasaran hasil-hasil panen sebaiknya menggunakan transportasi angkut yang lebih besar, seperti kol atau truk agar sayuran tetap utuh dan bagus