Anda di halaman 1dari 14

4.

Titan adalah satelit Saturnus yang mengorbit dengan lintasan berupa lingkaran dengan kecepatan orbit 5595,25 m/s dan periode orbitnya adalah 15,9 hari. Hitunglah: a) radius orbitnya b) massa planet Saturnus Ingat: gunakan rumus kecepatan dan percepatan gerak melingkar serta rumus percepatan akibat gaya gravitasi dan massa benda. Konstanta gravitasi, G-6,67 x 10-11 N m2 kg-2 (N = Newton) (Gak punya soal OSP 2010? Download aja di soal-soal kebumian) Mumpung kebumianzone lagi demen-demennya ngebahas soal-soal esai astro nih yuk sekalian kita bahas soal yang masih hangat-hangat minyak telon: OSP 2010 esai no.4!

Sesuai perintah, kita kerjakan soal ini memakai rumus percepatan gerak melingkar:

Dengan: as = percepatan sentripetal v = kecepatan tangensial r = radius bersama dengan rumus percepatan gravitasi:

Dengan: g = percepatan gravitasi G = konstanta gravitasi M = Massa benda (yang besar) r = radius dan rumus kecepatan gerak melingkar

a) untuk mengetahui radius orbit, cukup gunakan rumus kecepatan gerak melingkar.

Wow jauh banget ya! Bandingkan dengan jarak Bumi-Bulan yang cuma 0,384 juta km. b) ketika Titan melakukan gerak melingkar alias mengorbit Saturnus, percepatan sentripetal Titan harus minimal sama dengan tarikan percepatan gravitasi Saturnus (kalau nggak, Titan bakal ditelan Saturnus!). Karena itu:

Ga percaya? Coba aja googling berapa jarak orbit Titan dan massa Saturnus, hasilnya sama ! :D pilihan ganda 4. (C) komposisi mineral, tekstur 11. (E) antiklin rebah 26. (D) matahari. panas matahari menjalankan siklus air, memungkinkan angin bertiup, dsb. 27. (B) Urutan sirkulasi sel global dari ekuator sampai kutub yaitu: sel Hadley, sel Ferrel, dan Sel Polar/Kutub

37. (D) Residence time uap air sekitar 10 hari. 43. (B) angin menentukan arah arus permukaan gaya coriolis membelokkan arus laut 45 derajat dari angin yang menimbulkannya perbedaan densitas air laut menyebabkan arus dalam topografi sekitar mempengaruhi arus laut: membelokkan arus, memblok arus, dsb gaya gravitasi secara umum tidak berpengaruh menentukan/mengubah arah. Perkecualian arus turbid, dan ini sangat khusus. 46.(C) Euphotic. 47. (C) Laut pertengahan Laut pedalaman adalah laut yang hampir semua tepinya dilingkupi daratan, contohnya Laut Kaspia 54. (C) Jika dilihat dari kutub utara ekliptika, justru gerakan benda-benda di Tata Surya yang normal itu berlawanan dengan jarum jam Buktinya, matahari, bumi, dan hampir seluruh planet dan satelitnya berputar berlawanan dengan jarum jam. Gerak ini disebut prograde atau direct motion. Namun ada beberapa benda langit yang justru berputar searah jarum jam, Contohnya rotasi Venus, gerak beberapa komet dan beberapa satelit planet Jovian. Gerak yang tidak umum ini disebut retrograde. (sumber: Wikipedia) 57. (D) garis fraunhover: garis absorpsi berbagai elemen dan spektrum piringan matahari esai 2. a. FECDGBA b. Batuan Beku, Granit c. ya, B dan C : disconformity B dan D : nonconformity d. sesar turun, footwall turun terhadap hanging wall, buktinya pada hanging wall letak batu E lebih rendah daripada di footwall 3. Tebal lapisan adalah panjang garis tegak lurus antara batas atas dan bawah lapisan. Orang itu berjalan sejauh 28 m. Tebal lapisan (d) dapat dilihat di gambar ini.

Sebenarnya, d bagian dari segitiga siku-siku ini

Dengan sudut sebesar 30-15 derajat = 15 derajat. Jadi tebal lapisan = 28 x sin 15 = 7,2 m.

Berpusing-pusing dengan Ekman Spiral

>> Rabu, 12 Mei 2010


Posting ini direquest oleh Nabila. Aku juga mau dong, request! Efek Coriolis nggak hanya memaksa angin-angin di bumi main serong, tapi mempengaruhi arus laut juga! Fenomena ini pertama kali di amati oleh Pak Vagn Walfird Ekman, seorang oseanografer hebat asal Swedia. Karena jasa beliau itulah, pembelokan arus laut oleh gaya Coriolis ini dinamai efek Ekman. Seperti yang kita tahu, ada dua macam arus laut, yaitu arus laut permukaan dan arus laut dalam. Arus laut permukaan ditimbulkan oleh angin, sedangkan arus laut dalam mengalir karena perbedaan densitas air laut. Nah, arus laut permukaan inilah yang mengalami Efek Ekman. Karena efek Ekman, arah pergerakan arus laut tidak sama persis dengan arah angin yang menimbulkannya, tetapi berbelok sebesar 45 ke kanan di BBU dan 45 di BBS relatif terhadap arah angin. Jadi, misalkan ada angin yang menuju Utara bertiup di atas lautan di BBU, maka arus laut permukaan yang terbentuk bukan menuju Utara, tetapi menuju ke Timur Laut. Paham? Nah, sekarang kita harus sedikit berputar-putar nih, karena kita akan membahas Ekman Spiral. Bayangkan bahwa laut itu terdiri atas banyak lapisan air. Seperti yang sudah kau mengerti, lapisan air laut teratas, sebut saja lapisan A, berbelok sebesar 45 dari angin yang menimbulkannya. Nah, di bawah lapisan A terdapat lapisan B yang juga bergerak dengan pembelokan sebesar 45 dari lapisan A. Di bawah lapisan B terdapat lapisan C yang lagi-lagi menyerong sebesar 45 dari lapisan B dan teruuuuus begitu sampai-sampai membentuk spiral!

Makin dalam, Efek Ekman makin berkurang dan arus permukaan juga makin lemah. Ini direpresentasikan dengan panjang dan arah panah pada gambar di atas (panah itu menunjukkan

vektor gerakan air laut). Jadi, setelah dihitung-hitung pakai ilmu vektor, ternyata perpindahan massa air laut akibat efek Ekman secara akumulasi berarah 90 ke kanan di BBU dan 90 di BBS. Perpindahan ini disebut Ekman Transport.

>> Rabu, 10 November 2010


6. (A) Ignimbrit adalah batuan beku piroklastik yang biasanya disebabkan oleh pyroklastik flow. Cirinya: sortasi buruk, ketebalan bergantung topografi, kadang dijumpai struktur welded (mengelas). 8. (D) Letusan tipe Peleean selalu memiliki guguran kubah lava. 13. (A) metasomatisme adalah proses metamorfisme yang melibatkan perpindahan massa fluida yang panas (hydrothermal), sering terjadi di daerah pematang tengah samudera di mana ada sumber magma yang panas plus banyak airnya (kan di bawah laut), sehingga cocok sekali untuk berlangsungnya proses hydrothermal. 25. (C) paleoekologi adalah ilmu yang mencoba menggambarkan lingkungan hidup (=ekologi) suatu makhluk hidup yang sekarang udah punah dan tinggal fosilnya aja. Contohnya aja, kan zaman sekarang dinosaurus kan tinggal tulang belulangnya, tapi kok bisa Steven Spielberg bikin film Jurrasic Park? Dari mana dia tahu lifestyle nya dino-dino yang udah punah ratusan juta tahun yang lalu? Tentu saja dengan minta bantuan para paleoekologis. Berdasarkan berbagai data yang ada seperti temperatur purba, komposisi atmosfer purba, fosil-fosil tumbuhan, dsb. para ilmuwan bisa memperkirakan cara hidup fosil-fosil ini di masa jayanya. Nah, ceritanya kamu adalah seorang paleontologis dan punya istri seorang paleoekologis (wah pasangan "purba" ya hahahaha). Waktu honeymoon di suatu pulau terpencil, gak kalian sengaja menemukan fosil! Setelah diteliti eh ternyata itu fosil dinosaurus! Tapi sayangnya , pantai tempat kalian menemukan fosil itu 50 tahun yang lalu diterjang tsunami gede-gedean sehingga semua data tentang temperatur purba, fosil pendamping, dsb dsb hilang tak bersisa. Waduh, gimana ya? kalau sudah begini, yang bisa dilakukan ya cuma membandingkan morfologi fosil yang kalian temukan dengan fosil dino lain yang mirip dan sudah dideskripsikan paleoekologinya. Kan kalau morfologinya mirip-mirip, kemungkinan besar lifestyle nya sama kan? senggaknya gak jauh-jauh amat. problem solved! silakan lanjutin honeymoonnya... aseeeek :p 30. (A) sortasi batuan adalah derajat kesamaan ukuran butir batuan. Maksudnya begini. Kalau ada batuan sedimen yang ukuran partikelnya ada yang segede bakpau, segede kelereng sampai sehalus garam, berarti kan ukurannya macem-macem, ini disebut "sortasinya jelek". Kalau batuan sedimen itu ukurannya samaaa semua, misalnya batulempung kan ukurannya pada

haluuus semua, ini disebut "sortasi buruk". Yang seperti ini gak bisa memberi tahu kita mana bagian atas lapisan dan mana bagian bawah lapisan. Tetapi, beberapa struktur batuan sedimen bisa menunjukkan top and bottom lapisan sedimen, loh! selengkapnya baca "Struktur Batuan: Sedimen" 45. (A) Cuaca adalah kondisi atmosfer sesaat yang melingkupi wilayah yang relative sempit. Misalkan kamu pergi keluar dan melihat langit penuh awan, kamu bisa bilang cuacanya berawan!. Tapi belum tentu satu jam lagi langit tetap berawan, dan belum tentu juga jarak 10 km dari tempatmu berada cuacanya juga sama, ya kan? Itulah cuaca, kondisi udara pada wilayah yang sempit dan berlangsung sebentar. Bandingkan dengan iklim yang bisa melingkupi beberapa wilayah negara dan berdasarkan tren atmosfer selama 30 tahun! 98. (A) Pasang terbesar, seperti yang kita ketahui, terjadi waktu matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Sebenarnya, pasang terbesar juga ditemani oleh surut terbesar. Bisa kamu bayangkan, karena di dua sisi bumi air laut benar-benar ditarik ke atas begitu tingginya, maka di dua sisi bumi yang lain air menjadi sangat surut.

Deuterium dan si foram laut, apapun itu ! (Soal IESO 2009 Written Test no. 50)

>> Rabu, 08 September 2010


50. Grafik di bawah ini menunjukkan variasi isotop deuterium (D), yang mana konsentrasi CO2, CH4 dan N2O di atmosfer dapat diketahui dari gelembung udara yang terjebak dalam inti es hasil pengeboran di Antartika. Arsiran dalam grafik menunjukkan periode pemanasan di antara zaman-zaman es. Grafik yang paling bawah (warna abu-abu) menunjukkan catatan 18O pada foraminifera benthik yang tersebar di seluruh dunia. Hal tersebut dapat menjadi dasar perkiraan volume es global. Tren penurunan pada kurva 18O menunjukkan peningkatan volume es di darat. Bintang-bintang dengan warna berbeda adalah konsentrasi N2O, CH4, dan CO2 di atmosfer pada tahun 2007. (1 ka= 1000 tahun lalu, 0 ka= tahun 1950) (Sumber: IPCC AR4, 2007)

Pertanyaan: a) Selama 650.000 tahun terakhir, kapankah konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang? (A) 400 ka (B) 125 ka (C) 330 ka (D) 315 ka (E) none of these b) Jumlah 18O berhubungan langsung dengan volume es di darat (perhatikan bahwa skala pada grafis terbalik). Kapankah waktu terakhir saat volume es di darat maksimum? (A) 420 ka (B) 220 ka (C) 125 ka (D) 20 ka (E) 0 ka c) a) b) c) Penyebab yang paling mungkin untuk siklus zaman es dalam grafik di atas adalah? Fluktuasi 18O di foraminifera benthik. Fluktuasi pada orbit bumi Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara d) Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua selatan Weleh-weleh... soal IESO 2009 nomor pamungkas ini bener-bener bikin hati keder, ya. Udah bahasanya ilmiah banget gila, pake istilah makhluk Mars lagi (isotop, deuterium, dsb dsb)! sampai-sampai sang peraih medali emas nomor 1 OSN 2010 Medan sekaligus wakil Indonesia di IESO 2010, Liamsi Kamil, pun harus me-request ini soal ke KebumianZone ...ckckckck (makasih banget loh Kamil, requestnya... hehehe) Serumit itukah? Seperti biasanya. Kita kesulitan mengerjakan soal bukan karena tidak bisa, tapi tidak paham: soalnya itu nanyain apa sih? Jadiiiii mari tarik nafas dalam-dalam... huffff... hembuskan.... fiuhhh... mari kita terjemahkan soal bahasa alien ini ke bahasa gahoel ala KebumianZone. ***TRANSLATE SOAL*** Jadi begini. Ada suatu metode untuk tahu banyaknya gas CH4, N2O, dan CO2 di atmosfer zaman purba. Caranya? Dengan memperhatikan variasi isotop deuterium (D), apapun itu deh. Nah, datanya diambil dari pengeboran lapisan es Antartika. Kan disela-sela es, ada udara zaman

dulu yang terperangkap. Di udara yang terperangkap bakal ada isotop deuterium tadi. Habis diukur, ketahuan deh konsentrasi gas-gas CO2, N2O, dan CH4 di atmosfer ratusan ribu tahun lalu. Okelah kalau begitu.. next. Di grafik kan ada bagian yang diarsir, itu menunjukkan periode hangat. Okay, mudah dipahami. Next, mari perhatikan grafik yang paling bawah, yang warna garisnya abu-abu. Grafik itu menunjukkan kadar 18O pada foraminifera benthik. Eh ternyata, kadar 18O pada foraminifera (apapun itu) menunjukkan volume es di darat. Kalau grafiknya menurun, berarti esnya lagi banyak... zaman es dong. Tanda bintang pada grafik menunjukkan posisi grafik pada tahun 2007. Lalu, 1 ka artinya 1000 tahun. 0 ka berarti tahun 1950. Begitulah kira-kira maksud dari soal ala alien tadi. Karena saat ini fokus kita untuk menyelesaikan soal, kita tidak perlu tahu apa itu isotop deuterium dan kadar foraminifera. Pokoknya yang isotop menunjukkan konsentrasi gas-gas rumah kaca beribu tahun yang lalu, sedangkan si foraminifera menunjukkan volume es di darat beribu tahun yang lalu. (Hmm... volume es dan gas rumah kaca? Dua jargon itu mau nggak mau langsung membuat pikiran kita tertuju pada topik paling HOT dalam bidang klimatologi saat ini: Pemanasan Global. Penasaran dengan si deuterium, foram, dan hubungannya dengan pemanasan global? KebumianZone membahasnya lebih dalam pada artikel ini) Sekarang, ayo kita bantai soalnya! Selama 650.000 tahun terakhir, kapankah konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang? (A) 400 ka (B) 125 ka (C) 330 ka (D) 315 ka (E) semua salah Kapan konsentrasi CH4 melebihi konsentrasi sekarang? Kelihatannya gampang, ya. Kita tinggal ambil penggaris, tempel ke level yang dicapai 0 ka (sekarang), lalu lihat pada tahun berapa grafik melebihi level 0 ka. Ternyata itu terjadi pada kira-kira 330.000 tahun yang lalu.]

Jadi jawabannya (C) 330 ka. Benar? Eits, tunggu dulu bro!

Baca lagi soalnya: 0 ka sama dengan 1950 AD. Nah sekarang itu tahun berapa?? Tahun 2000an kan?? Jadi seharusnya yang kita jadikan acuan adalah data tahun 2007, yang ditunjukkan oleh tanda bintang di atas!

Konsentrasi gas methan pada tahun 2007 ditunjukkan oleh bintang biru, yaitu 1750 ppb. Selama 650.000 tahun, konsentrasi CH4 nggak pernah lebih dari (baca grafik) 800 ppb. Jadi jawabannya (e) semua salah. Jumlah 18O berhubungan langsung dengan volume es di darat (perhatikan bahwa skala pada grafis terbalik). Kapankah waktu terakhir saat volume es di darat maksimum? (B) 420 ka (B) 220 ka (C) 125 ka (D) 20 ka (E) 0 ka Volume es maksimum waktu kurva 18O menurun. Lagi-lagi kamu harus hati-hati. kurva menurun beda dengan jumlahnya turun. Seperti kata soalnya, grafik 18O ini skalanya terbalik. Artinya, makin ke atas nilai sumbu x justru makin kecil. Jadi, kalau kurva 18O sedang menurun, artinya jumlah 18Onya sendiri meningkat! Nggak percaya? Coba cermati lagi grafiknya. Kenapa ini KebumianZone tekankan? Karena kalau kamu salah pemahaman, akibatnya bisa fatal! Kalau kamu berpikir bahwa es di darat paling banyak waktu jumlah 18O nya paling sedikit, maka kamu pasti memilih tahun terakhir saat kadar 18O paling rendah. Karena grafik ini skalanya terbalik, maka kamu akan memilih puncak kurva yang terakhir, yaitu 0 ka. Padahal, puncak-puncak kurva adalah daerah-daerah yang diarsir, dan daerah-daerah yang diarsir artinya sedang dalam keadaan hangat. Kan aneh dong?! Masa pada waktu es paling banyak, udaranya lagi hangat?! Kan gak masuk akal?! (Lagipula tahun 1950 kan nggak lagi zaman es?! Hayoooo...) Makanya.... kita itu salah bukan karena nggak tahu materinya... TAPI NGGAK PAHAM SOALNYA. Camkan itu! Oke. Jadi apa jawaban untuk poin (b) ? Tinggal baca grafik saja (dengan benar tentunya). Jawabannya 20 ka.

A. B. C. D.

Penyebab yang paling mungkin untuk siklus zaman es dalam grafik di atas adalah? Fluktuasi 18O di foraminifera benthik. Fluktuasi pada orbit bumi Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara Fluktuasi pergerakan lempeng di daerah benua-benua utara Ini kok habis dingin, panas, trus dingin lagi, panas lagi, dingin lagi, kenapa ya? Tentu kamu pernah dengar tentang teori Milankovitch. Pak Milankovitch mengatakan bahwa siklus zaman es terjadi karena intensitas panas matahari yang sampai ke bumi bervariasi dari waktu ke waktu. Variasi ini terjadi karena orbit bumi terhadap matahari berubah terus, dari elips banget ke bentuk lingkaran sempurna setiap 100.000 tahun sekali. Sudut kemiringan sumbu bumi juga berubah dari 22.1 derajat ke 24.5 derajat setiap 41.000 tahun sekali. Ada lagi;berputarnya sumbu bumi dalam lingkaran (presesi) setiap 23.000 tahun sekali. Ditengarai teori ini cocok untuk menjelaskan fenomena siklus zaman es (walaupun banyak juga yang menentang teori ini sih). Yang jelas, jawaban (A) salah karena isotop deuterium cuma sebagai alat yang menunjukkan adanya variasi konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi zaman purba. Ibaratnya, isotop deuterium adalah timbangan yang menunjukkan berat badanmu. Nah loh, kenapa dalam setahun terakhir pengukuran berat badanmu pakai timbangan deuterium menunjukkan tren naik turun naik turun ga karuan? Nah, kenapa nya itulah yang dicari soal ini. Jawaban (C) dan (D) salah karena selama 650.000 tahun terakhir tidak ada pergerakan lempeng yang signifikan. Artinya, selama periode ini, Antartika tetap berada di kutub selatan Bumi, begitu juga benua-benua lain di seluruh dunia; posisinya relatif sama dengan sekarang.

17. Sean is in Manila and driving his car to the north at noon. He has trouble seeing the car moving in front of him because the sun's rays are reflected from the back window glass and the glare is in his eyes. The back window glass of the car A forms an angle with the ground of 52 18as shown in the picture below. The arrow AB is parallel to the ground. (6 pts in total)

a) In this situation, what is the altitude of the sun? (2 pts) b) The latitude of Manila is 14 36 N. What is the declination of the sun on this date? (2 pts)

c) c) Estimate the dates when this situation occurs. (2 pts) (terjemahan: Sean berada di Manila dan sedang mengendarai mobilnya ke Utara pada tengah hari. Dia kesulitan melihat mobil di depannya karena sinar matahari dipantulkan oleh kaca belakang mobil di depannya tepat ke matanya (silau gitu maksudnya). Kaca belakang mobil itu bersudut 52 18 dengan tanah (lihat gambar). Panah AB paralel terhadap tanah. a) pada situasi ini, berapa ketinggian matahari? (dalam derajat) b) Manila berada pada lintang 14 36 N. Berapa deklinasi matahari pada hari itu? c) perkirakan tanggal-tanggal saat situasi seperti ini bisa terjadi.

Sebelumnya, KebumianZone merasa senang dan bangga karena seorang wakil Indonesia di IESO tahun ini me-request di web ini! XD yey! Yah, seperti yang sudah kamu lihat, beginilah wajah soal internasional kebumian. Beda banget sama soal dalam negeri di OSK sampai OSN, soal internasional benar-benar menuntut permainan logikamu. Tapi gak usah khawatir, karena sebelum ke IESO kamu bakal digembleng (dan diseleksi) selama kurang lebih 3,5 bulan demi memantapkan amunisi untuk menantang geosciensters dari seluruh dunia! Mari kita bahas, sesuai request, soal IESO 2008 Written Test, no. 17. Berapa ketinggian matahari? Pada waktu tengah hari, matahari tepat berada di meridian. Meridian adalah (gampangnya) garis tengah langit. Ketinggian matahari adalah sudut yang dibentuk sinar matahari dengan tanah.

Nah, kaca belakang mobil di depan mobil Sean kan membentuk sudut 52 18dengan tanah. Lalu hasil pantulannya tepat ke mata Sean sehingga menyilaukan. Dengan kata lain hasil pantulan sinar matahari sejajar dengan tanah. Karena sinar pantul sejajar dengan tanah, maka sudut antara sinar pantul dan kaca mobil juga 52 18.

Ingat hukum Snellius tentang pemantulan cahaya: sudut datang sama dengan sudut pantul. Dengan demikian:

Sekarang kita bisa menghitung ketinggian matahari seperti ini:

Dan mendapatkan hasil 75,4 atau 75 24.

Berapakah deklinasi matahari pada tanggal ini? Pada prinsipnya, deklinasi matahari adalah derajat lintang di bumi di mana matahari mempunyai ketinggian 90, alias lintang di mana Matahari tepat bersinar dalam posisi tegak lurus. Contohnya, pada tanggal 23 September Matahari tepat di atas khatulistiwa, sehingga pada tanggal ini deklinasi matahari 0. Manila terletak di lintang 14 36. Di Manila, Matahari terlihat berketinggian 75 24. Pastinya, pada saat ini juga, ada suatu tempat di Bumi di mana matahari berketinggian 90 . Di mana tempat itu? Lihat kembali soal: Sean berkendara menuju Utara,sedangkan matahari berada di belakangnya. Berarti, matahari berada di Selatan Manila dengan selisih lintang sebesar: selisih lintang = 90 - 75,4 = 14,6 atau 14 36. Wah! Lokasinya sejauh 14 36 di Selatan kota Manila yang punya lintang 14 36 LU? Berarti Matahari tepat berada di Ekuator, dong! Jadi, deklinasi matahari sebesar 0 . Tanggal berapa yang mungkin? Tentu saja, Matahari berada di atas ekuator pada tanggal 21 Maret (Vernal Equinox) dan 23 September (Autumnal Equinox)!