Anda di halaman 1dari 7

ADVOKAT SORAYA FADILLAH, S.H.

& REKAN
K A N T O R : J A L A N K A R Y A B A R U II N O. 7 , T E L P. ( 0 6 1 ) 8 4 6 7 4 4 2 M E D A N

Medan, 13 April 2011 Kepada Yth, Bapak/Ibu/Sdr Ketua Pengadilan Semu Tata Usaha Negara Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Di Medan Perihal : BANTAHAN dan sekaligus JAWABAN atas Gugatan Penggugat berkaitan atas Penetapan PTUN dalam Perkara No. 13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN

Dengan hormat, Bahwa tergugat melalui Kuasanya dengan ini menyampaikan Bantahan atas Penetapan Pengadilan Semu Tata Usaha Negara Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara No. 13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN tanggal 2 April 2011 sekaligus jawaban dalam pokok perkara. Bahwa Tergugat dalam mengajukan Bantahan dan Jawaban ini masih dalam tenggang waktu yang dibenarkan oleh Undang-Undang dan oleh karenanya secara formal dapat diterima. Adapun Bantahan Tergugat dalam menangkis Penetapan PSTUN dan Jawaban terhadap dalil gugatan Penggugat adalah sebagai berikut :

I.

TENTANG PENETAPAN NO. 13/TUN.G/2011/PENGADILAN SEMU TUN/KH/FH-USU/MDN Sebagaimana objek Gugatan Penggugat adalah Surat Keputusan Tergugat Nomor 551.21/38-I/46/PHB/Tahun 2011 tanggal 2 Januari 2011 tentang Perpanjangan Izin Usaha dan Pergantian Pimpinan Perusahaan Angkutan Mobil Penumpang Bus PO.SINABUNG JAYA dari Sdr. ARNEM SEMBIRING kepada Sdr. ROPHIAN SEMBIRING bertindak selaku Kuasa dengan jabatan Direktur Utama adalah benar adanya. Bahwa oleh Majelis Hakim PTUN menerbitkan Penetapan Nomor

13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN tanggal 2 April 2011 Sangat Keliru Sekali. Dimana karena Majelis Hakim mempergunakan dasar pertimbangannya adalah Prabukti yang diajukan Penggugat yaitu Prabukti 2, Fotocopy Akta Notaris Nomor 1 tanggal 06 Februari 2007 tertera pada halaman 3

Penetapan PTUN, yakni Penunjukan oleh ARNEM SEMBIRING kepada Penggugat sebagai Wakil Direktur Perusahaan Otobus PO. SINABUNG JAYA yang beralamat di Jalan Veteran gang Usaha Tani Berastagi. Bahwa prabukti 3 yaitu Fotocopy Surat Keputusan Kepada Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara Nomor 551.21/13523/R/PHB/2009 tanggal 7 Juli 2009 tertera pada halaman 4 Penetapan PTUN tentang Izin Trayek Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Sumatera Utara PO. SINABUNG JAYA atas nama Penggugat sebagai Wakil Direktur PO. SINABUNG JAYA yang beralamat di Jalan Veteran gang Usaha Tani Berastagi. Bahwa kedudukan Penggugat selaku WAKIL DIREKTUR pada Perusahaan PO. SINABUNG JAYA jelas sekali bukan merupakan Pemilik satu-satunya dan atau Pemilik Tunggal terhadap Perusahaan yang dipimpinnya. Akan tetapi dapat saja sebagai salah seorang pengurus maupun salah satu pemegang saham dan atau Persero pada Perusahaan yang dipimpinnya. Bahwa Majelis Hakim dalam menerbitkan Penetapannya memper gunakan dasar pertimbangan dan sekaligus mengakui sebagaimana pada halaman5 Penetapannya bahwa pada ketentuan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan yang menentukan bahwa Izin Usaha Angkutan adlah salah satu syarat untuk memperoleh Izin Trayek. Bahwa dengan demikian keberadaan Prabukti 3 yaitu Surat Keputusan Kepada Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara Nomor 551.21/13523/R/PHB/2009 tanggal 7 Juli 2009 tertera pada halaman 4 Penetapan PTUN tentang Izin Trayek Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Sumatera Utara PO. SINABUNG JAYA atas nama Penggugat sama sekali cacat hukum. Karena Izin Usaha PO. SINABUNG JAYA yang berakhir masa berlakunya bulan Februari 2006 sampai dengan diterbitkannya Objek Perkara oleh Tergugat pada Bulan Januari 2011 selama 5 (lima) tahun Perusahaan PO. SINABUNG JAYA sama sekali tidak lagi memiliki Izin Usaha dan dalam tenggang waktu 5 (lima) tahun tersebut tidak pernah ada diterbitkan Izin Usaha PO. SINABUNG JAYA atas nama Penggugat. Dan oleh sebab itu Izin Usaha apa yang yang dapat dijadikan landasan bagi Penggugat untuk terbitnya Prabukti 3 adalah sangat diragukan kebenarannya. Bahwa Sejalan dengan ketentuan diatas, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 22 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Usaha dan Perizinan Trayek Angkutan Kendaraan Bermotor pada Pasal 3 menegaskan bahwa Setiap orang atau suatu Badan Hukum atau Organisasi yang berkedudukan dan atau berdomisili di Kabupaten Karo melakukan kegiatan usaha angkutan umum untuk orang dan atau barang dengan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih, harus terlebih dahulu memiliki

Izin Usaha Angkutan dari Bupati dan terbukti dalam tenggang waktu selama 5 (lima) tahun tersebut diatas PO. SINABUNG JAYA sama sekali tidak memiliki Izin Usaha. Maka dengan demikian kalau Penggugat beranggapan sebagai Pemilik Perusahaan PO. SINABUNG JAYA dan berdomisili di Kabupaten Karo serta beroperasi di Kabupaten Karo, maka sudah menjadi keharusan dan kewajiban Penggugat dalam tenggang waktu 5 (lima) tahun yaitu sejak tanggal 17 Februari 2006 sampai dengan 16 Februari 2011, Penggugat harus mengajukan permohonan perpanjangan Izin Usaha Angkutan yang telah ada. Dan hal ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Penggugat, dimana Penggugat terbukti tidak beritikat baik dan tidak taat pada peraturan yang berlaku dengan beraninya mengoperasikan armada angkutan orang tanpa izin usaha yang resmi dari Tergugat. Bahwa sesuai dengan Penetapan Majelis Hakim PSTUN Nomor

13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN tanggal 2 April 2011 yang menetapkan untuk menunda pelaksanaan tindak lanjut Surat Keputusan Tergugat sangat keliru sekali, karena apabila Keputusan Tergugat tersebut ditunda pelaksanaannya berarti seluruh kendaraan yang tergabung dalam Perusahaan PO.SINABUNG JAYA tidak dibenarkan beroperasi di Kabupaten Karo sebab Izin Usaha Angkutan PO. SINABUNG JAYA sejak bulan Februari 2006 sampai tahun 2011 tidak ada sama sekali dan hal ini telah melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 22 Tahun 2006 tentang Keharusan Memiliki Izin Usaha. Bahwa dengan demikian penerbitan Penetapan tersebut diatas perlu ditinjau dan selanjutnya untuk dibatalkan kembali.

II.

DALAM POKOK PERKARA

Bahwa apa yang telah dijelaskan Tergugat pada Bantahan terhadap terbitnya Penetapan PTUN Nomor 13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN tanggal 2 April 2011 dianggap telah dimasukkan pula dalam Jawaban Pokok Perkara ini dan oleh karenanya dirasa tidak perlu diulang kembali. Adapun jawaban sekaligus bantahan Tergugat dalam menangkis dalil Gugatan Penggugat adalah sebagai berikut : 1. Bahwa Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 551.21 / 38 I / 46 / PHB / Tahun 2011 tertanggal 2 Januari 2011 yang menjadi Objek Perkara tetap berpedoman kepada Peraturan yang berlaku dan sesuai dengan Prosedur maupun mekanisme terhadap Penerbitan Izin Usaha Angkutan orang dan atau barang.

2. Bahwa Penggugat menyatakan dalam Surat Gugatannya pada halaman 2 Nomor 2 dan 3 Bahwa ARNEM SEMBIRING adalah Pemilik yang sah bertindak selaku Direktur Utama terhadap usaha angkutan PO.SINABUNG JAYA sesuai dengan Akta Notaris Nomor 34 tanggal 21 Juni 1983 dan demikian pula Penggugat sebagai ahli waris dan sekaligus Wakil Direktur berdasarkan Akta Perjanjian No. 1 tanggal 06 Februari 2003 sangat keliru sekali dengan ini Tergugat tegaskan bahwa sesuai dengan dokumen yang ada pada Penggugat yaitu : a. Surat Keterangan Kepala Kampung Gundaling Berastagi Nomor 1883/Tahun 1965 tanggal 26 Oktober 1965 yang menerangkan bahwa RETI SEMBIRING adalah Pengusaha Otobis PO.SINABUNG JAYA yang meninggal dunia tanggal 21 September 1964 dengan meninggalkan seorang istri dan mempunyai 9 (sembilan) anak kandung diantaranya adalah ARNEM SEMBIRING dan ROPHIAN SEMBIRING. b. Akta Notaris MU.SEMBIRING,S.H. Nomor 27 Tanggal 19 September 1974 Tentang Pendirian Perseroan Komanditer CV.SINABUNG JAYA yang pada Pasal 2 Akte dimaksud menyatakan maksud dan tujuan Perseroan CV.SINABUNG JAYA didirikan adalah melanjutkan usaha pengangkutan bus yang memakai nama PO.SINABUNG JAYA dalah hak dan kepunyaan RELENG BR KARO. c. Kartu Pengawasan untuk Mobil Bus yang tergabung dalam Perusahaan PO.SINABUNG JAYA pada tahun 1973 salah satu Nomor 10.a/II/SJ tanggal 1 Nopember 1973 Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA. d. Kartu Pengawasan untuk Mobil Bus yang tergabung dalam Perusahaan Angkutan PO.SINABUNG JAYA pada tahun 1985 salah satu Nomor 3/KK/SJ tanggal 15 Agustus 1985 Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA. e. Kartu Pengawasan untuk Mobil Bus yang tergabung dalam Perusahaan Angkutan PO.SINABUNG JAYA periode tahun 1991, salah satu diantaranya adalah Nomor 551.21/33/SJ tanggal 9 Juli 1991 Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA. f. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara tentang Izin Trayek Perusahaan Otobus PO. SINABUNG JAYA masing-masing Nomor 551.21/2138/KI/1987, Nomor 551.21/438/KI/1989, Nomor 551.21/1842/KI/1989, Nomor 551.21/2818/KI/1989, Nomor 551.21/1083/KI/1990, adapun izin trayek sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur dimaksud keseluruhannya Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA.

g. Surat Permohonan dari Perusahaan Angkutan PO. SINABUNG JAYA tanggal 4 Juni 1991 kepada Gubernur Tingkat I Sumatera Utara tentang Permohonan Pembaharuan Izin Trayek yang ditanda tangani oleh Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA. h. Surat Kepala Dinas LLAJ Propinsi Sumatera Utara Nomor 551.21/6010/LLAJ?91 Tangal 12 Juni 2001 kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Utara tentang Advis pembaruan Izin Trayek PO. SINABUNG JAYA atas nama ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA dari Perusahaan dimaksud. i. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara tentang Izin Trayek Perusahaan Otobus PO. SINABUNG JAYA Nomor 551.21/1670/KI/1991 Pimpinan Perusahaan adalah ARNEM SEMBIRING bertindak selaku KUASA dari Perusahaan Angkutan dimaksud.

Bahwa dokumen huruf a sampai dengan i tersebut diatas terbukti pada ARNEM SEMBIRING selaku orang tua Penggugat dalam menjalankan Perusahaan

PO.SINABUNG JAYA adalah bertindak selaku Kuasa dalam mengurus Perusahaan Angkutan dimaksud dan tidak bertindak sebagai pemilik, maka dengan demikian dan ternyata Perusahaan PO. SINABUNG JAYA bukan milik pribadi ARNEM SEMBIRING. Dalam hal ini apabila Penggugat menyatakan memiliki secara pribadi, Penggugat harus dan wajib membuktikan adanya penyerahan secara aotentik terhadap Perusahaan PO. SINABUNG JAYA dari RETI SEMBIRING dan atau RELENG BR KARO kepada ARNEM SEMBIRING dan apabila hal ini dapat dibuktikan Penggugat maka dapat dikatakan perusahaan dimaksud sepenuhnya milik pribadi ARNEM SEMBIRING yang pengelolaannya dilanjutkan oleh Penggugat (Dokumen tertanda huruf a sampai dengan hurf i akan dijadikan Bukti pada saat Pembuktian).

Bahwa selanjutnya sesuai pula dengan dokumen yang ada pada Tergugat bahwa : 1.a. Ketetapan yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri Kabanjahe Nomor 09/Pdt.P/2005/PN-Kjb tanggal 21 Nopember 2005 menetapkan bahwa Bapak Kandung Penggugat yaitu ARNEM SEMBIRING adalah salah satu anak kandung dari pasangan suami isteri RETI SEMBIRING dan RELENG BR KARO deemikian juga halnya ROPHIAN SEMBIRING dari 9 (sembilan) orang bersaudara. 2.b. Surat Keterangan Lurah Gundaling II Berastagi Nomor 555/SK/IX/2006 tanggal 6 September 2006 yang menerangkan bahwa Alm. RELENG BR KARO ibu kandung ARNEM SEMBIRING adalh Pemegang/Pemilik Usaha Otobis PO. SINABUNG JAYA.

3.c. Akta Notaris Aswin Ginting, S.H. Nomor 01 tanggal 11 Maret 2006 tentang Pernyataan Pengajuan sebagai Kuasa dari ahli waris RETI SEMBIRING dan RELENG BR SITEPU disebut juga BR KARO kepada salah seorang pewaris yaitu ROPHIAN SEMBIRING dengan jabatan Diektur Utama dan diberi Kuasa untuk menjalankan Perusahaan Angkutan PO. SINABUNG JAYA.

Bahwa berdasarkan Dokumen tertanda 1.a sampai dengan 3.c tersebut diatas terbukti pula bahwa Perusahaan Angkutan PO. SINABUNG JAYA adalah milik keluarga pasangan suami isteri RETI SEMBIRING dan RELENG BR KARO dan merupakan harta warisan dari 9 (sembilan) orang anak kandung pasangan suami isteri tersebut. Bahwa apabila Perusahaan Angkutan PO. SINABUNG JAYA tersebut memang telah dipecah pembagiannya kepada 9 (sembilan) orang anak kandung dari pasangan suami isteri RETI SEMBIRING dan RELENG BR KARO dan terbukti pula menjadi bagian dari milik ARNEM SEMBIRING, maka keberadaannya harus dan wajib pula dibuktikan oleh Penggugat secara otentik (Dokumen tertanda 1.a sampai dengan 3.c akan dijadikan bukti pada saat Pembuktian). 3. Bahwa Penggugat sesuai dengan dalil Gugatnnya Nomor 12 menerangkan akibat diterbitkannya perpanjangan tentang Surat Izin Usaha atas Pengangkuta Otobis PO.SINABUNG JAYA (objek sengketa), Penggugat tidak dapat memperpanjang Surat Izin Usaha yang selama ini atas nama Alm. Arnem Sembiring, maka untuk itu Penggugat merasa dirugikan atas keberadaan Surat Keputusan Bupati Karo yang menjadi Objek sengketa dan juga kehilangan pendapatan dari usaha Pengangkutan Otobis PO. SINABUNG JAYA. Untuk itu perlu Tergugat pertegas bahwa sejak berakhirnya Izin Usaha PO. SINABUNG JAYA yakni Keputusan Bupati Nomor 551.21/304/LLAJ/1998 tanggal 27 Februari 1998 dan berakrir pada tanggal 16 Februari 2006 sampai dengan diterbitkannya objek sengketa pada tanggal 2 Januari 2011 dalam tenggang waktu selama 5 (lima) tahun, oleh Penggugat sama sekali tidak pernah ada memohon perpanjangan Izin Usaha PO. SINABUNG JAYA kepada Tergugat. 4. Sesuai pula dengan surat panggilan yang diberikan oleh Tergugat kepada Penggugat yaitu : a. Surat Nomor 695/PHB/2006 tanggal 01 Agustus 2006 b. Surat Nomor 817/PHB/2006 tanggal 04 September 2006 c. Surat Nomor 1009/PHB/2006 tanggal 02 Nopember 2006 Ternyata Tergugat sama sekali tidak pernah memenuhi untuk menghadirinya, maka dengan demikian apabila penjelasan Nomor 2 dan 4 dikaitkan dengan keberadaan Penggugat, maka Tergugat dapat memakluminya atas ketidakhadiran Penggugat untuk

memenuhi Surat Panggilan tersebut dan sekaligus tidak pernah mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Usaha PO. SINABUNG JAYA sejak tahun 2006 sampai tahun 2011 selama 5 (lima) tahun, karena terbuktu bahwa Penggugat memang bukan Pemilik Perusahaan Angkutan PO. SINABUNG JAYA dan oleh karenanya wajarlah Penggugat tidak akan pernah mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Usaha PO.SINABUNG JAYA. 5. Bahwa Penggugat mendalilkan pula dalam Surat Gugatannya pada nomor 13 sampai dengan 14 adanya kerugian material yang dialami Penggugat atas terbitnya objek sengketa, untuk itu perlu Tergugat pertegas bahwa Penggugat tidak perlu menerangkan ketidakbenaran, masyarakat Kabupaten Karo juga melihat dan tahu bahwa Mobil Bus yang tergabung dalam Perusahaan PO. SINABUNG JAYA walaupun telah berakhir Izin Usahanya pada tahun 2006 tetap saja beroperasi walaupun pengoperasiaannya secara liar karena tidak memiliki Izin Usaha dan sampai diterbitkannya objek perkara pada tahun 2011 dan sampai pada hari ini juga tetap saja beroperasi, kecuali kemungkinan ada kendaraan yang rusak atau dalam perbaikan di bengkel dan tidak dapat dioperasikan, maka dengan demikian tidak ada alasan Penggugat menyatakan timbulnya kerugian, oleh sebab itu Penggugat sebaiknya memuat alasan yang lebih masuk akal dan logis.

Bahwa berdasarkan penjelasan baik tentang Penetapan maupun Dalam Pokok Perkara tersebut diatas maka penerbitan Objek Perkara telah sesuai dengan prosedur peraturan perundang-undangan dan oleh karenanya harus dipertahanka dan terhadap apa yang didalilkan Penggugat dalam Surat Gugatannya sama sekali tidak benar dan mengada-ada dan oleh karenanya telah cukup alasan kepada Majelis Hakim untuk mencabut dan membatalkan kembali Penetapan Nomor 13/TUN.G/2011/Pengadilan Semu TUN/KH/FH-USU/MDN tanggal 2 April 2011 dan selanjutnya menolak Gugatan Penggugat.

Demikian bantahan dan jawaban Tergugat ini sampaikan kepada Majelis Hakim yang Terhormat dan Kami ucapkan terima kasih.

Hormat Penggugat, Kuasa Hukumnya,

Soraya Fadillah, S.H.